Kembangkan Mesin Pencuci Singkong untuk UMKM, Tim Mahasiswa UMM Sabet Juara Nasional

Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuktikan kualitasnya dengan menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Tim mahasiswa yang diketuai oleh Nova Sinanti berhasil meraih gelar juara berkat karya inovatif mereka berupa Mesin Pencuci Singkong Semi Mekanis Berbasis Drum Spray dan Water Recirculation. Pengumuman kemenangan membanggakan ini secara resmi dilangsungkan pada hari Senin (18/5/2026). Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi mahasiswa UMM mampu memberikan solusi aplikatif bagi masyarakat. Ajang perlombaan bergengsi ini diselenggarakan langsung oleh Asosiasi Program Studi Teknik Mesin – Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (APSTM-PT). Kompetisi ini menjadi wadah adu gagasan yang diikuti oleh para mahasiswa aktif dari Program Studi Teknik Mesin PTMA se-Indonesia. Persaingan di babak final berjalan sangat ketat, karena mempertandingkan total 15 tim unggulan, di mana masing-masing kelompok terdiri dari tiga hingga lima orang mahasiswa. Tim delegasi UMM yang beranggotakan Nova Sinanti, Azka Firosyan Samana Putra, dan Raihan Rosyadi tampil memukau para juri lewat rancangan mesin mereka yang dinilai sangat solutif dan tepat guna. Keunggulan utama dari inovasi buatan mahasiswa UMM ini terletak pada kombinasi teknologi efisiensi dan kapasitasnya yang besar. Nova Sinanti selaku ketua tim menjelaskan bahwa rancangan mesin semi mekanis ini ditujukan untuk memangkas waktu produksi secara drastis pada skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang selama ini sangat bergantung pada pencucian manual. Nova menerangkan bahwa alat tersebut dilengkapi dengan sistem ulir untuk mengarahkan bahan baku serta perangkap sedimen untuk memisahkan kotoran secara otomatis. “Mesin yang kami rancang mampu memangkas waktu pencucian 500 kilogram singkong dari yang awalnya butuh empat hingga tujuh jam menjadi hanya sekitar satu jam saja. Kami juga menambahkan fitur drum spray dan sirkulasi air yang terintegrasi dengan sediment trap, sehingga pemakaian air jauh lebih hemat dan kotoran tidak bercampur kembali dengan singkong,” ungkapnya. Selain memangkas beban kerja, alat pembersih ini diyakini mampu menjaga stabilitas mutu bahan baku yang sangat krusial. Nova menegaskan bahwa teknologi air yang mereka kembangkan didesain sedemikian rupa agar tidak merusak tekstur daging singkong. “Penggunaan sistem sirkulasi pada alat kami berperan layaknya bantalan air, sehingga kulit singkong bisa terkelupas dan bersih tanpa melukai dagingnya. Dengan hasil pencucian yang maksimal, UMKM nantinya bisa memproduksi keripik dengan warna yang lebih cerah dan rasa yang tidak pahit akibat sisa getah atau pasir,” tegasnya. Keberhasilan Nova dan kawan-kawan tentu tidak terlepas dari bimbingan intensif pihak kampus. Dosen pendamping proyek ini, Dr. Ir. Yepy Komaril Sofi’i, S.T., M.T., menyampaikan rasa bangganya atas dedikasi serta kerja keras tim. Beliau berharap alat tersebut segera masuk ke tahap fabrikasi dan tidak sekadar menjadi prototipe perlombaan, melainkan bisa langsung diimplementasikan. “Inovasi ini adalah bukti bahwa mahasiswa UMM mampu menerjemahkan ilmu teknik ke dalam solusi nyata, dan saya sangat berharap mesin pencuci singkong ini dapat segera diproduksi agar dirasakan manfaatnya secara langsung oleh para pelaku UMKM kita,” pungkasnya.(faq)   Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Ancaman ISPA di Balik Dinginnya Cuaca Bediding, Begini Penjelasan Pakar UMM

Cuaca “bediding” yang belakangan dirasakan masyarakat tidak hanya menimbulkan rasa dingin, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Dosen Keperawatan UMM, Titik Agustiyaningsih, S.Kep., Ns., M.Kep., menjelaskan bahwa suhu dingin menciptakan kondisi yang mendukung penyebaran virus dan bakteri, sekaligus melemahkan pertahanan tubuh. Menurutnya, meningkatnya kasus batuk, pilek, radang tenggorokan, hingga sesak napas saat cuaca dingin dipengaruhi oleh kombinasi ketahanan patogen yang lebih baik, penurunan imunitas tubuh, dan perubahan perilaku masyarakat selama suhu udara menurun. “Angka kejadian ISPA dan influenza cenderung meningkat saat musim hujan atau ketika suhu udara menurun karena ada kombinasi faktor patogen, lingkungan, kondisi tubuh, dan perilaku manusia yang saling mendukung terjadinya penularan. Udara dingin dan kering membuat virus maupun bakteri mampu bertahan lebih lama di luar tubuh manusia serta mempermudah penyebaran melalui partikel udara,” ujarnya 08 Juni lalu pada Humas UMM. Lebih lanjut, Titik menjelaskan bahwa saluran pernapasan memiliki mekanisme pertahanan yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Ketika seseorang menghirup udara dingin dan kering secara mendadak, tubuh akan merespons dengan menyempitkan saluran napas, meningkatkan produksi lendir, serta memperlambat kerja silia atau rambut getar yang berfungsi membersihkan kotoran dan mikroorganisme dari saluran pernapasan. Akibatnya, proses pembersihan alami tubuh menjadi kurang efektif dan risiko infeksi meningkat. Menurutnya, penurunan suhu yang drastis juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya produksi Extracellular Vesicles (EVs), yaitu komponen pertahanan alami dalam rongga hidung yang berfungsi menangkap dan melawan virus. Selain itu, penyempitan pembuluh darah di area hidung mengurangi distribusi sel-sel imun ke saluran pernapasan sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap serangan penyakit. “Ketika suhu udara turun drastis, tubuh sebenarnya sedang berusaha mempertahankan suhu inti agar tetap stabil. Namun proses itu justru dapat membuat pertahanan lokal di saluran pernapasan melemah sehingga virus lebih mudah berkembang. Beberapa virus pernapasan, termasuk rhinovirus penyebab flu biasa, justru berkembang lebih optimal pada suhu yang lebih rendah dibandingkan suhu normal tubuh manusia,” katanya. Titik mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menganggap semua gejala pilek sebagai ISPA. Menurutnya, alergi dingin memiliki ciri khas berupa bersin berulang, hidung gatal, mata berair, dan gejala yang muncul ketika terpapar udara dingin lalu membaik saat suhu menghangat. Sebaliknya, demam menjadi salah satu tanda penting yang lebih mengarah pada infeksi saluran pernapasan. Sebagai langkah pencegahan, ia menilai penggunaan jaket saja tidak cukup. Masyarakat perlu menjaga hidrasi tubuh dengan minuman hangat, memenuhi kebutuhan vitamin A dan vitamin D, serta mengonsumsi lemak sehat yang mengandung omega-3 untuk mendukung fungsi sistem imun. Kelompok yang perlu lebih waspada antara lain lansia, anak-anak, perokok aktif, penderita sinusitis kronis, serta pekerja yang berada di ruangan ber-AC dalam waktu lama. “Memakai jaket memang penting untuk melindungi tubuh dari udara dingin. Namun menjaga hidrasi, nutrisi, dan daya tahan tubuh jauh lebih penting karena pertahanan utama terhadap penyakit sebenarnya berasal dari dalam tubuh,” pungkasnya.(vin/faq)   Penulis: Vivin Dwi Okatavia | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

8 Tips Mencairkan Daging Kurban Beku Tanpa Merusak Tekstur dan Rasanya

Ilustrasi Daging Kurban Beku (Foto: Victoria Shes/Unsplash) Detik Jateng – Solo – Setelah menerima daging kurban saat Idul Adha, tidak semua orang langsung mengolahnya menjadi masakan. Banyak keluarga memilih menyimpan sebagian daging di dalam freezer agar dapat dikonsumsi dalam beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan ke depan. Namun, daging yang telah dibekukan tidak boleh dicairkan sembarangan. Cara pencairan yang kurang tepat dapat menyebabkan tekstur daging berubah menjadi lebih keras atau kering, mengurangi cita rasa, hingga meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri yang membuat daging lebih cepat rusak. Oleh sebab itu, penting mengetahui metode thawing atau pencairan daging yang benar agar kualitasnya tetap terjaga saat akan dimasak. Dengan teknik yang tepat, daging kurban beku tetap bisa menghasilkan hidangan yang empuk, lezat, dan aman dikonsumsi. Lantas, bagaimana cara mencairkan daging kurban beku tanpa merusak tekstur dan rasanya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini. Alasan Mencairkan Daging Kurban Tidak Boleh Sembarangan Daging kurban yang disimpan di dalam freezer memang bisa bertahan lebih lama. Namun, proses pencairannya atau thawing perlu dilakukan dengan benar agar kualitas daging tetap terjaga saat akan diolah menjadi masakan. Mencairkan daging secara sembarangan tidak hanya berisiko mengubah tekstur dan rasa, tetapi juga dapat memengaruhi keamanan pangan. Daging yang dicairkan dengan cara yang kurang tepat berpotensi mengalami penurunan kualitas lebih cepat dibandingkan daging yang dicairkan sesuai prosedur. Dikutip dari laman Puskesmas Bulu Lor, salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan adalah mencairkan daging beku menggunakan air panas. Metode ini memang dapat mempercepat proses pencairan, tetapi juga membuat suhu permukaan daging meningkat lebih cepat sehingga menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan bakteri. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui cara mencairkan daging kurban yang benar. Terlebih bagi sebagian orang yang memilih menyimpan daging kurban untuk dikonsumsi dalam jangka waktu lebih lama setelah Idul Adha. Dengan metode pencairan yang tepat, kualitas, rasa, dan keamanan daging dapat tetap terjaga hingga saat akan diolah. 8 Tips Mencairkan Daging Kurban Beku Mencairkan daging kurban beku tidak bisa dilakukan sembarangan. Teknik yang kurang tepat dapat membuat tekstur daging berubah, rasa berkurang, hingga meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri. Dirangkum dari buku Keamanan Pangan dan Pengelolaan Sampah dalam Penyelenggaraan Makanan oleh Sri Kadaryati, dkk., Makanan Sehat: Resep dan Tips Sehat, Alami, dan Bebas Gula untuk Kehidupan Sehari-Hari tulisan Adriano Leonel, laman Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak, serta detikFood, berikut beberapa tips mencairkan daging kurban beku tanpa merusak tekstur dan rasanya. 1. Pindahkan Daging dari Freezer ke Chiller Semalaman Cara paling aman untuk mencairkan daging kurban beku adalah memindahkannya dari freezer ke chiller atau rak bawah kulkas. Metode ini memungkinkan daging mencair secara perlahan pada suhu yang tetap aman sehingga kualitasnya lebih terjaga. Sebagai gambaran, sekitar 500 gram daging beku membutuhkan waktu 5-8 jam atau semalaman hingga mencair. Meski membutuhkan waktu lebih lama, cara ini dinilai paling baik untuk mempertahankan tekstur, rasa, dan kandungan nutrisi daging. 2. Gunakan Air Dingin Jika membutuhkan waktu yang lebih cepat, maka daging bisa dicairkan menggunakan air dingin. Pastikan daging dibungkus rapat menggunakan plastik atau wadah kedap air agar tidak terkontaminasi. Setelah itu, rendam daging dalam wadah berisi air dingin hingga seluruh bagian terendam. Ganti air setiap 20-30 menit untuk menjaga suhu tetap stabil. Potongan kecil biasanya mencair dalam waktu sekitar satu jam, sedangkan potongan yang lebih besar membutuhkan waktu lebih lama. 3. Cairkan Menggunakan Microwave Microwave dapat menjadi solusi praktis ketika daging harus segera dimasak. Sebagian besar microwave modern telah dilengkapi fitur defrost yang dirancang khusus untuk mencairkan bahan makanan beku. Akan tetapi, detikers perlu memperhatikan penggunaan microwave saat mencairkan daging. Daging harus dibalik secara berkala agar panas dapat tersebar secara merata. Hal ini juga bertujuan menghindari daging yang matang di setengah bagian sementara bagian lainnya masih beku. 4. Gunakan Panci atau Loyang Logam Metode lain yang cukup efektif adalah memanfaatkan panci atau loyang berbahan logam. Caranya, letakkan daging yang masih terbungkus plastik di antara dua permukaan logam. Logam mampu menghantarkan suhu ruang lebih cepat dibandingkan bahan lainnya sehingga membantu mempercepat proses pencairan. Teknik ini cocok digunakan untuk potongan daging berukuran kecil yang akan segera diolah. 5. Potong Daging Menjadi Porsi Kecil Sebelum Dibekukan Salah satu cara terbaik untuk mempermudah proses pencairan adalah memotong daging menjadi beberapa porsi kecil sebelum disimpan di freezer. Daging yang dibekukan dalam ukuran besar cenderung lebih lama untuk dicairkan. Selain itu, proses pencairan juga bisa tidak merata saat ukuran daging besar, bisa jadi bagian luar sudah cair tetapi bagian dalam daging masih beku. 6. Keluarkan Daging Sesuai Kebutuhan Tips lainnya untuk mencegah kualitas daging kurban beku menurun adalah dengan mencairkan daging sesuai kebutuhan saat ingin diolah. Kebiasaan mengeluarkan seluruh stok daging lalu membekukannya kembali dapat menurunkan kualitas daging secara signifikan. Dosen Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang Ayu Diawi Ismayawati menjelaskan bahwa siklus pencairan dan pembekuan ulang tidak disarankan karena dapat membuat kualitas daging turun. “Siklus pencairan dan pembekuan ulang sangat tidak disarankan karena mempercepat penurunan mutu dan meningkatkan risiko pertumbuhan mikroba,” jelas Ayu Diawi Ismayawati, dilansir Universitas Muhammadiyah Malang (30/5/2026). 7. Beri Label Tanggal Penyimpanan Memberikan label tanggal saat menyimpan daging beku dapat membantu memantau masa simpan dan kualitas daging. Secara umum, daging segar yang disimpan di freezer dapat bertahan sekitar 6-12 bulan. Dengan adanya label, detikers dapat lebih mudah menentukan daging mana yang perlu digunakan terlebih dahulu. 8. Segera Masak Daging yang Sudah Dicairkan Setelah daging berhasil dicairkan, sebaiknya segera diolah menjadi masakan. Semakin lama daging dibiarkan setelah mencair, semakin besar risiko kualitasnya menurun. Apabila belum langsung dimasak, daging yang telah dicairkan sebaiknya hanya disimpan sementara di chiller kulkas dan tidak lebih dari sekitar lima hari. Hindari membekukannya kembali karena dapat memengaruhi tekstur, rasa, dan kondisi daging. Itulah 8 tips yang bisa detikers gunakan untuk mencairkan daging kurban beku secara aman agar tidak mengubah tekstur dan rasanya. Semoga informasi ini bermanfaat!

Sambut Indonesia Emas 2045, UMM Siapkan Mahasiswa Jadi Agen Perubahan

Sambut Indonesia Emas 2045, UMM Siapkan Mahasiswa Jadi Agen Perubahan pwmu.co –Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Paragon menggelar kuliah umum bertajuk Langkah Emas Generasi Emas di Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV UMM, Senin (8/6/2026). Kegiatan ini mengajak mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan melalui penguatan personal branding, literasi keuangan, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan. Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., menegaskan bahwa bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 2045 tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa didukung kualitas sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan mahasiswa sebagai agen perubahan yang berintegritas, memiliki karakter kuat, serta mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks. “Indonesia Emas bukan sesuatu yang hadir secara otomatis. Generasi muda harus mempersiapkan diri sejak hari ini melalui pendidikan, karakter yang kuat, dan kemauan untuk terus belajar. Jika kesempatan besar itu tidak dipersiapkan dengan baik, maka bonus demografi justru bisa berubah menjadi tantangan,” tegas Juanda. Ia menambahkan bahwa pembangunan kapasitas diri harus dimulai sejak masa perkuliahan agar mahasiswa memiliki bekal yang cukup saat memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. Sementara itu, Area Manager Malang PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, Waskito Vergino, S.T., MBA., M.Sc., menilai kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi langkah penting dalam mencetak generasi yang adaptif dan siap menghadapi perubahan. Menurutnya, sektor industri membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perkembangan bisnis dan teknologi yang terus bergerak dinamis. “Indonesia Emas 2045 tidak mungkin tercapai tanpa generasi yang memiliki keterampilan, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan. Karena itu, kami ingin hadir bersama kampus untuk memberikan wawasan serta pengalaman yang dapat menjadi bekal mahasiswa menghadapi dunia kerja,” tuturnya. Vice President Islamic Education & Halal Solution BSI, Hikmah Rizka Maslahatin, S.Si., S.I.Kom., M.Si., mengajak mahasiswa memanfaatkan masa studi sebagai momentum untuk mengembangkan diri secara menyeluruh. Menurutnya, perkembangan teknologi yang berlangsung cepat membuat kemampuan akademik saja tidak lagi cukup untuk memenangkan persaingan di dunia kerja. “Skill dan pengetahuan itu penting, tetapi saat ini belum cukup. Mahasiswa juga harus memiliki personal branding, kemampuan berkolaborasi, serta kemauan untuk terus belajar karena perubahan terjadi sangat cepat. Dunia kerja membutuhkan individu yang siap berkembang, bukan hanya siap bekerja,” jelas Hikmah. Ia menekankan bahwa personal branding menjadi salah satu faktor penting yang dapat membantu mahasiswa membangun reputasi, memperluas jejaring, dan meningkatkan peluang karier di masa depan. Selain itu, mahasiswa juga perlu memahami literasi keuangan sejak dini, termasuk pengelolaan tabungan, perencanaan keuangan, investasi, hingga persiapan kebutuhan jangka panjang seperti ibadah haji. Melalui kuliah umum ini, mahasiswa UMM didorong untuk tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mengembangkan karakter, kemampuan kolaborasi, kecakapan finansial, dan kepekaan sosial. Dengan bekal tersebut, lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi generasi yang tangguh, adaptif, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria

Tiket Sold Out di Australia, Film Kepaten Obor Karya Dosen UMM Melaju ke Amerika Serikat

Tiket Sold Out di Australia, Film Kepaten Obor Karya Dosen UMM Melaju ke Amerika Serikat pwmu.co –Karya sineas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Film berjudul Kepaten Obor garapan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMM, Novin Farid Setyo Wibowo, S.Sos., M.Si., sukses ditayangkan di Australia dan kini bersiap tampil dalam festival film internasional di Washington DC, Amerika Serikat. Film tersebut sebelumnya terpilih dalam ajang Indonesia Western Australia Film Festival (IWAFF) yang berlangsung di Perth, Australia. Selama sepekan, Kepaten Obor diputar di sejumlah bioskop dan mendapatkan sambutan positif dari penonton. “Alhamdulillah tiketnya sold out semua dan tembus ribuan penonton. Selanjutnya, atas undangan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat, film ini juga terpilih untuk ditayangkan di Euro Asia Shorts 2026, sebuah Festival Film di Washington DC,” ungkap Novin. Film Kepaten Obor mengangkat kehidupan masyarakat Tengger di Jawa Timur dengan menyoroti hubungan emosional antara ibu dan anak yang dibalut nilai-nilai budaya serta filosofi Jawa tentang pentingnya menjaga tali silaturahmi. Menurut Novin, proses produksi film yang dimulai sejak 2024 tidak hanya bertujuan menghasilkan karya sinema, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa. Sebanyak 95 persen tim produksi berasal dari mahasiswa dan alumni Program Studi Ilmu Komunikasi UMM. “Mahasiswa saya ajak belajar bersama. Mereka terlibat langsung mulai dari proses produksi sampai pasca produksi, menjadikan proyek ini ruang belajar riil bagi mereka di lapangan,” jelasnya. Sebelum menembus festival internasional, Kepaten Obor telah lebih dahulu meraih berbagai pencapaian di tingkat nasional. Film tersebut berhasil menjadi Juara 1 Kompetisi Film Asli Jawa Timur (Komfilasi), masuk nominasi penghargaan AKTIF dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta lolos seleksi Klik Film Festival. Novin menilai keberhasilan sebuah film tidak hanya ditentukan oleh kualitas produksi, tetapi juga strategi distribusi yang dirancang sejak awal. Salah satunya dengan menyiapkan subtitle bahasa Inggris agar karya dapat menjangkau audiens yang lebih luas. “Film jangan hanya selesai diproduksi lalu disimpan saja. Film harus didistribusikan dan diperluas jaringannya supaya bisa dinikmati lebih banyak orang,” tegasnya. Keberhasilan Kepaten Obor menembus festival film di Australia dan Amerika Serikat diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan berani menampilkan potensi di tingkat global. Sebagai penutup, Novin mengajak generasi muda yang tertarik pada dunia perfilman untuk memperbanyak referensi, memperkuat literasi, serta meningkatkan kepekaan terhadap realitas sosial di sekitar mereka. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap kehidupan masyarakat akan melahirkan karya sinema yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki pesan yang kuat dan relevan. “Semakin banyak referensi yang dimiliki, maka semakin bagus film yang dihasilkan,” pungkasnya. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria

UMM Ajak Mahasiswa Cegah Kejenuhan Mental Lewat Kuliah Subuh

Ratusan mahasiswa UMM mengikuti kajian keislaman dalam program Kuliah Sabtu Subuh di masjid A.R. Fachruddin UMM (Tagar.co/Humas UMM) Kita lebih sering merayakan keluasan daripada kedalaman, reaksi cepat daripada refleksi yang matang. Kita terhubung dengan banyak hal, tetapi pada saat yang sama kita mengalami kelelahan batin. Tagar.co – Alarm berbunyi saat sebagian besar mahasiswa mungkin masih terlelap. Namun, Sabtu (6/6/2026) dini hari itu, ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) justru memulai aktivitas lebih awal. Mereka berkumpul sejak pukul 03.00 WIB untuk melaksanakan qiyamul lail, salat Subuh berjamaah, dan mengikuti kajian keislaman dalam program Kuliah Sabtu Subuh. Di tengah padatnya aktivitas akademik, tuntutan organisasi, hingga tekanan untuk terus berprestasi, ruang-ruang semacam ini menjadi semakin relevan. Tidak sedikit mahasiswa yang menghadapi kelelahan mental atau burnout akibat ritme kehidupan yang serba cepat dan penuh target. Melalui Bagian Pendidikan dan Pengajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK), UMM menghadirkan Kuliah Sabtu Subuh sebagai bagian dari praktikum mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) II. Bertempat di Masjid A.R. Fachruddin UMM, kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda akademik, tetapi juga ruang refleksi untuk mengisi kembali energi spiritual mahasiswa. Guru Besar Fakultas Agama Islam (FAI) sekaligus Wakil Direktur I Pascasarjana UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., yang hadir sebagai pemateri mengajak mahasiswa melihat ibadah dari sudut pandang yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam kajian bertajuk “Energi Positif dari Ibadah, Charger Spiritual di Tengah Kesibukan Mahasiswa”, Syamsul menggambarkan kondisi manusia modern layaknya gawai yang terus digunakan tanpa pernah diisi ulang dayanya. Menurutnya, banyak orang terus menjalani berbagai aktivitas tanpa meluangkan waktu untuk berhenti dan merefleksikan diri. “Kita lebih sering merayakan keluasan daripada kedalaman, reaksi cepat daripada refleksi yang matang. Kita terhubung dengan banyak hal, tetapi pada saat yang sama kita mengalami kelelahan batin,” ujarnya, mengutip gagasan dalam buku The Power of Full Engagement. Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di kalangan pekerja, tetapi juga mahasiswa. Di tengah berbagai tuntutan akademik dan sosial, banyak mahasiswa berusaha memenuhi beragam target. Namun, mereka tidak menyadari bahwa kondisi mental dan spiritual juga membutuhkan perhatian. Baca Juga:  Pembelajaran Kolaboratif Lintas Sekolah Tiga Modal Utama Kesuksesan Sejati Menurut Syamsul, seseorang tidak dapat mengukur kesuksesan sejati hanya dari capaian akademik atau materi. Ada tiga modal utama yang saling berkaitan dalam kehidupan manusia, yakni modal spiritual, sosial, dan material. Di antara ketiganya, modal spiritual menjadi fondasi yang memberi arah dan makna. Karena itu, umat Islam tidak seharusnya menjalankan ibadah sekadar untuk menggugurkan kewajiban. Dalam pandangan Tarjih Muhammadiyah, umat Islam menjadikan ibadah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus media relaksasi mental di tengah berbagai tekanan kehidupan. “Ibadah itu adalah satu konsep yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah, baik berupa perbuatan maupun perkataan, yang tampak maupun yang tersembunyi dalam batin,” jelasnya. Wakil Direktur I Pascasarjana UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., menyampaikan materi dalam program Kuliah Sabtu Subuh (Tagar.co/Humas UMM) Lebih jauh, Syamsul menyoroti pentingnya menghadirkan kesadaran penuh atau mindfulness saat beribadah. Menurutnya, tidak sedikit orang yang menjalankan ibadah secara fisik, tetapi pikirannya justru berada di tempat lain. “Sering kali tubuh kita berada di tempat salat, tetapi pikiran kita berada di mana-mana. Padahal hakikat ibadah adalah menghadirkan seluruh diri kita di hadapan Allah,” tuturnya. Baca Juga:  Kemegahan Kurikulum yang Belum Menyentuh Sekolah Kecil Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, manusia tetap membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak. Bukan untuk meninggalkan berbagai aktivitas, melainkan menata kembali arah dan tujuan yang ingin dicapai. Bagi mahasiswa, jeda semacam itu bisa menjadi bekal penting untuk menjaga keseimbangan. Sebab, keberhasilan tidak hanya dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi dan aktif berorganisasi, melainkan juga dengan merawat diri, menjaga ketenangan batin, dan menjadikan setiap aktivitas bernilai ibadah. Melalui keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kematangan spiritual, UMM berharap mahasiswa mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan zaman serta memiliki karakter yang kuat. (#) Penulis Faqih Ahmad Wafir Rahman Penyunting Terry Angria Putri Perdana

Motor Listrik dan Ribuan Peserta Mewarnai Fun Tahes UMM 2026

Pemberangkatan Fun Tahes Rektor Cup UMM 2026, Ahad (7/6/26) (Tagar.co/Humas UMM) Ribuan peserta memadati Fun Tahes Rektor Cup UMM 2026. Tak hanya berburu hadiah undian berupa smartphone dan sepeda motor listrik, mahasiswa juga berkesempatan meraih dana pembinaan prestasi senilai ratusan juta rupiah. Tagar.co—Deretan doorprize menarik memeriahkan Fun Tahes Rektor Cup UMM 2026, dari tablet, smartphone, hingga hadiah utama berupa sepeda motor listrik siap dibawa pulang oleh peserta yang beruntung, Lebih dari 6.000 sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti Fun Tahes, dengan garis start di Helipad Kampus III UMM, Ahad (7/6/26). Ada berbagai hiburan menarik mulai dari senam sehat hingga musik yang menghadirkan Band SemalamSuntuk. Hadir menyapa para peserta, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan harapannya terhadap kegiatan ini agar menjadi suntikan energi positif bagi seluruh elemen kampus. Ia berpesan agar para mahasiswa tetap konsisten menjaga keseimbangan antara fisik yang bugar dan semangat menimba ilmu. “Mudah-mudahan kebahagiaan yang kita rasakan pagi ini menjadi awal yang baik untuk perjalanan kalian selama di UMM. Tetap jaga kesehatan, terus semangat belajar, dan jangan pernah berhenti mengejar cita-cita yang ingin diwujudkan,” jelasnya. Lebih lanjut, kemeriahan giat ini juga bagian dari rangkaian penutupan Student Day bagi mahasiswa baru angkatan 2025. Student Day telah berlangsung selama satu semester untuk membekali mahasiswa baru dengan berbagai pengalaman sosial dan kemasyarakatan. “Melalui garis start ini, resmi mulai kompetisi bergengsi tingkat universitas, sekaligus menutup kegiatan Student Day angkatan 2025. Selamat berlari dan junjung tinggi sportivitas,” ungkapnya. Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si memberikan sambutan Fun Tahes Rector Cup UMM 2026 (Tagar.co/Humas UMM) Dukungan Minat Bakat Mahasiswa Di sisi lain, Ketua Panitia Rektor Cup sekaligus Kepala Bagian Minat dan Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir. Ary Bakhtiar, M.Si., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa Kampus Putih selalu siap dan berkomitmen penuh dalam mewadahi berbagai potensi mahasiswanya. Ia menjelaskan bahwa ajang Rector Cup ini bertujuan untuk melakukan penjaringan bibit-bibit unggul, guna mempersiapkan delegasi mahasiswa untuk bersaing di kompetisi bergengsi tingkat nasional hingga internasional. Baca Juga:  Rektor UMM: Pendidikan Tinggi Harus Jadi Motor Solusi Zaman “Sebagai bentuk keseriusan dan dukungan nyata, UMM juga telah menyiapkan dana pembinaan dengan total mencapai ratusan juta rupiah bagi para pemenang Rector Cup. Kami ingin memastikan bahwa setiap minat dan bakat yang dimiliki mahasiswa tidak hanya terwadahi, tetapi juga mendapatkan apresiasi dan pembinaan secara berkelanjutan agar mereka siap menorehkan prestasi di kancah yang lebih luas,” tegasnya. Kemeriahan acara ini mendapatkan apresiasi langsung oleh para peserta. Nayla Auvara Izzetiyya, salah satu mahasiswa, mengungkapkan rasa antusiasmenya karena bisa berbaur dengan ribuan sivitas akademika. Ia merasa kegiatan semacam ini sangat efektif untuk menghilangkan penat setelah menjalani rutinitas perkuliahan. “Acaranya benar-benar seru. Selain bisa olahraga bareng teman-teman dari berbagai jurusan, ada hiburan musik dan doorprize-nya sangat menggiurkan. Harapannya UMM bisa terus rutin mengadakan acara sebesar dan semeriah ini,” ujarnya. (#) Penyunting Mahyuddin Syaifulloh

Semarak Gebyar Fun Tahes Tandai Dibukanya Rektor Cup UMM 2026

SEMARAK: Gebyar Fun Tahes menandai dibukanya Rektor Cup UMM 2026. MALANG, RADAR MALANG – Lebih dari 6.000 sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti giat Fun Tahes Rektor Cup 2026, Minggu (7/6). Mengambil garis start di Helipad Kampus III, kegiatan lari sejauh lima kilometer ini digelar untuk mengampanyekan gaya hidup sehat. Antusiasme ribuan peserta ini tidak hanya dari giat Fun Tahes saja, tetapi juga deretan doorprize mulai dari tablet, smartphone, hingga hadiah utama berupa sepeda motor listrik siap dibawa pulang oleh peserta yang beruntung. Tak hanya itu, berbagai hiburan menarik mulai dari senam sehat hingga musik yang menghadirkan Band SemalamSuntuk. Hadir menyapa para peserta, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi suntikan energi positif bagi seluruh elemen kampus. Ia berpesan agar para mahasiswa tetap konsisten menjaga keseimbangan antara fisik yang bugar dan semangat menimba ilmu. “Mudah-mudahan kebahagiaan yang kita rasakan pagi ini menjadi awal yang baik untuk perjalanan kalian selama di UMM. Tetap jaga kesehatan, terus semangat belajar, dan jangan pernah berhenti mengejar cita-cita yang ingin diwujudkan,” jelasnya. Lebih lanjut, kemeriahan giat ini juga dirangkai dengan penutupan Student Day bagi mahasiswa baru angkatan 2025. Kegiatan Student Day telah dilaksanakan selama satu semester untuk membekali mahasiswa baru dengan berbagai pengalaman sosial dan kemasyarakatan. “Melalui garis start ini, kompetisi bergengsi tingkat universitas resmi dimulai, sekaligus menutup kegiatan Student Day angkatan 2025. Selamat berlari dan junjung tinggi sportivitas,” ungkapnya. Disisi lain, Ketua Panitia Rektor Cup sekaligus Kepala Bagian Minat Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir. Ary Bakhtiar, M.Si., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa Kampus Putih selalu siap dan berkomitmen penuh dalam mewadahi berbagai potensi mahasiswanya. SEMANGAT: Peserta mengikuti Fun Tahes yang seru dan menguji fisik.   Ary menjelaskan bahwa ajang Rektor Cup ini dirancang secara khusus sebagai langkah strategis universitas dalam melakukan penjaringan bibit-bibit unggul, guna mempersiapkan delegasi mahasiswa untuk bersaing di kompetisi bergengsi tingkat nasional hingga internasional. “Sebagai bentuk keseriusan dan dukungan nyata, UMM juga telah menyiapkan dana pembinaan dengan total mencapai ratusan juta rupiah bagi para pemenang Rektor Cup,” ujar Ary. Menurutnya, melalui kegiatan ini, UMM ingin memastikan bahwa setiap minat dan bakat yang dimiliki mahasiswa tidak hanya difasilitasi, tetapi juga diapresiasi serta dibina secara berkelanjutan. “Hal agar mereka siap menorehkan prestasi di kancah yang lebih luas,” tegasnya. Kemeriahan acara ini diakui langsung oleh para peserta. Nayla Auvara Izzetiyya, salah satu mahasiswa, mengungkapkan rasa antusiasmenya karena bisa berbaur dengan ribuan sivitas akademika. Ia merasa kegiatan semacam ini sangat efektif untuk menghilangkan penat setelah menjalani rutinitas perkuliahan. HILANGKAN PENAT: Peserta Fun Tahes saat start.   “Acaranya benar-benar seru. Selain bisa olahraga bareng teman-teman dari berbagai jurusan, ada hiburan musik dan doorprize-nya sangat menggiurkan. Harapannya UMM bisa terus rutin mengadakan event sebesar dan semeriah ini,” pungkasnya.(*) Editor : A. Nugroho