GKB 5 Resmi Beroperasi, UMM Bersiap Jadi Episentrum Medis Nasional

Tagar.co – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi meluncurkan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 yang berlokasi di kompleks Rumah Sakit UMM, Dau, Kota Malang. Gedung sebelas lantai setinggi 45 meter berkonsep green building ini diresmikan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., Kamis (11/6/2026). Fasilitas mutakhir ini didedikasikan sebagai pusat pendidikan medis masa depan. Terutama bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES). Kehadiran fasilitas megah ini dinilai sebagai penegas dedikasi utuh UMM dalam memajukan peradaban, terutama dunia medis. Haedar, sapaan akrabnya, memberikan apresiasi kepada jajaran pimpinan Kampus Putih. Apresiasi ini dinilai layak karena Ia menilai UMM tidak pernah berhenti berinovasi. Selain itu, UMM juga mampu menyulap kawasan tersebut menjadi pusat pendidikan kedokteran bergengsi. Ia menegaskan bahwa UMM telah membuktikan posisinya sebagai barometer kemajuan bagi 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia. “UMM Malang telah membangun dasar kemajuan yang kuat. Juga menanamkan tradisi besar bagi seluruh civitas academica (masyarakat akademik, ed.) untuk selalu memiliki visi yang luas ke depan. Menjadi pelopor dalam kemajuan,” tegas Haedar. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. menandatangani prasasti peresmian Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 UMM, Kamis (11/6/2026) (Tagar.co/Humas UMM) Lebih jauh, Haedar menilai kemegahan GKB 5 ini merupakan cerminan tradisi keunggulan Kampus Putih dalam mencetak tenaga kesehatan profesional. Lulusan UMM tidak hanya dituntut cerdas secara keilmuan, tetapi juga wajib memiliki karakter, integritas, dan akhlak mulia. Semuanya itu sebagai landasan utama saat melayani masyarakat. “Gedung GKB 5, Rumah Sakit UMM, dan seluruh ekosistem Kampus UMM menjadi bukti nyata Muhammadiyah yang terus maju. Bukti Islam yang berkemajuan dan UMM sebagai pelopor kemajuan,” imbuhnya. Dibangun dengan Swadaya-Swakelola Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menjelaskan bahwa keistimewaan utama dari gedung ini terletak pada kemandirian proses pembangunannya. Mahakarya yang dirintis sejak tahun 2023 tersebut dirancang dan dikerjakan langsung oleh para ahli dari internal kampus. “Gedung ini dibangun murni dengan swadaya dan swakelola. Termasuk desain perencanaan sampai dengan pelaksanaannya oleh tim Universitas Muhammadiyah Malang, beserta beberapa konsultan,” urai Nazaruddin. Gedung yang berdiri di atas lahan seluas dua hektar memiliki konstruksi tahan gempa. Selain itu, gedung tersebut mengusung arsitektur ramah lingkungan yang diformulasikan khusus untuk menekan polusi. Lebih dari itu, juga memaksimalkan pencahayaan alami dan memastikan sirkulasi udara sehat. Nazaruddin melanjutkan, gedung ini dilengkapi dengan puluhan laboratorium berstandar internasional dan sarana olahraga. Termasuk juga memiliki sistem pengolahan limbah khusus yang terpisah hingga auditorium megah. Pembangunan infrastruktur berkualitas tinggi ini menjadi langkah visioner UMM untuk memastikan para lulusannya siap, cerdas, dan tangguh Nazaruddin berharap peresmian ini membawa keberkahan dan menjadi dorongan moral bagi UMM. Utamanya, untuk terus berkontribusi secara nyata bagi negara. “Mudah-mudahan peresmian ini sekaligus menjadi doa bagi kita semua dan UMM khususnya untuk berani maju terus. Memberi kontribusi yang terbaik bagi bangsa,” pungkas Nazaruddin. Berdirinya GKB 5 ini tidak hanya menambah daftar panjang prestasi infrastruktur fisik Kampus Putih, tetapi juga menjadi tonggak sejarah baru dalam standar pendidikan medis di Indonesia. Melalui integrasi ilmu kesehatan, teknologi mutakhir, dan nilai-nilai keislaman, UMM semakin memantapkan langkahnya dalam melahirkan generasi tenaga medis prima. Mereka yang siap menjawab tantangan kesehatan global di masa depan.
Sinergi Kampus dan Dunia Kerja, FH UMM Sukses Tuntaskan Magang Mandiri di Maha Patih Law Office

Kampiunnews|Kota Batu – Memasuki babak akhir implementasi kurikulum berbasis industri, Laboratorium Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara resmi menarik kembali para mahasiswanya dari berbagai instansi mitra. Penjemputan massal program Magang Mandiri ini dilaksanakan serentak pada Jumat, 12 Juni 2026. Maha Patih Law Office menjadi salah satu mitra strategis yang merampungkan masa pendampingan terhadap lima mahasiswa semester VI Fakultas Hukum UMM. Kelima mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh target kompetensi tersebut adalah Ainur Rozi, Afril Putra Dewandan, Dimas Satrio Wicaksono, Zulfa Mareta Pancawati, dan Kifayah Insani Kamilia. Prosesi penarikan dan evaluasi di lapangan dipimpin langsung oleh dosen pembimbing magang internal, Fadjar Ramadhani, S.H., M.H., yang kehadirannya disambut hangat oleh jajaran manajemen kantor hukum tersebut. Fadjar Ramadhani menjelaskan bahwa penjemputan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian penting dari proses monitoring dan evaluasi akhir performa mahasiswa. “Agenda hari ini bertujuan memastikan bahwa seluruh target capaian pembelajaran klinis hukum telah terpenuhi dengan baik. Di samping itu, ini menjadi instrumen penting bagi kami untuk mempererat sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan dunia profesi. Kami sangat mengapresiasi Maha Patih Law Office atas ruang berkembang yang luar biasa bagi mahasiswa kami,” ungkap Fadjar. Sepanjang menjalani program satu semester di kantor hukum tersebut, kelima mahasiswa ini tidak hanya belajar teori, tetapi langsung diterjunkan dalam aktivitas riil. Mereka mendapatkan pengalaman praktis mulai dari penanganan administrasi perkara, penyusunan dokumen hukum (legal drafting), hingga ikut serta dalam proses pendampingan klien. BACA JUGA: Hentikan Pembunuhan Karakter! Kuasa Hukum Sinal Abidin dkk Buka Suara Amir Mahmud, S.H., selaku mentor sekaligus dosen pembimbing lapangan dari Maha Patih Law Office, memberikan rapor positif atas etos kerja dan dedikasi para peserta magang. “Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan universitas. Harapan kami, wawasan lapangan yang didapatkan selama satu semester ini bisa menjadi modal berharga bagi mereka, baik untuk menyelesaikan studi akademis maupun saat meniti karier sebagai penegak hukum di masa depan,” ujar Amir, yang saat ini juga sedang menempuh studi pascasarjana di FH Universitas Brawijaya. Sementara itu, Managing Partner Maha Patih Law Office, Andi Rachmanto, S.H., menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan kapasitas calon-calon yuris muda. “Pintu kami selalu terbuka untuk menjadi laboratorium belajar bersama bagi calon penegak hukum. Kita butuh melahirkan praktisi yang tidak sekadar pintar secara akademis, tetapi memiliki kepekaan sosial terhadap keadilan di Indonesia. Jika bukan kita yang peduli untuk membimbing mereka, siapa lagi? Kami berharap gerakan ini memicu instansi hukum lainnya untuk lebih terbuka memberikan ruang praktika bagi mahasiswa,” pungkas advokat berusia 41 tahun tersebut.
Diakui Nasional, RS UMM Raih Pujian Dirut BPJS Kesehatan atas Komitmen Layanan Prima

MALANG, SURYAKABAR.com – Direktur Utama BPJS Kesehatan, Dr. dr. Prihati Pujowaskito, secara langsung mengapresiasi tingginya standar kualitas pelayanan dan tingkat keselamatan pasien di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM). Apresiasi tersebut disampaikan dalam kunjungan kerjanya, Kamis (11/6/2026) sebagai wujud pengakuan atas dedikasi RS UMM dalam mendukung penuh program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia mengungkapkan, RS UMM telah membuktikan kapasitasnya sebagai fasilitas kesehatan yang mumpuni dan mematuhi standar ketat sebagai mitra strategis BPJS Kesehatan. “Rumah Sakit UMM bagus, sudah standarisasi, dan sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Jadi rumah sakit-rumah sakit yang sudah terstandarisasi ini melakukan pelayanan yang bermutu, menjaga keselamatan pasien. Dan ini penting sekali untuk melaksanakan, mendukung program JKN BPJS, ya,” tegasnya. Pujian tersebut sangat relevan dengan fakta, RS UMM memiliki keunggulan fasilitas dan infrastruktur berskala besar yang dibangun di atas lahan seluas 90.000 meter persegi. Rumah sakit ini telah mengantongi akreditasi tingkat kelulusan “PARIPURNA” (bintang lima) dari Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (LARSI). Reputasi unggul ini juga dibuktikan dengan raihan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur sebagai rumah sakit rujukan Tipe C dengan predikat terbaik dalam penanganan pandemi Covid-19 pada 2021. Memegang status Tipe C dengan fasilitas setara rumah sakit Tipe B, layanan prima rumah sakit ini ditopang total 590 Sumber Daya Manusia (SDM), yang di antaranya meliputi 96 tenaga medis, 212 tenaga perawat, serta 150 tenaga kesehatan lain. Guna menunjang kepuasan pasien, RS UMM menghadirkan pelayanan medis yang komprehensif melalui 28 pilihan klinik rawat jalan dan total 150 tempat tidur rawat inap. Menanggapi kunjungan dan apresiasi dari pimpinan BPJS, Direktur RS UMM, Prof. Dr. dr. Djoni Djunaedi, Sp.PD, KPTI, menegaskan komitmen lembaganya dalam menghadirkan pelayanan medis prima yang terpadu. “Kami terus berkomitmen dalam pelayanan. Kerja sama berkelanjutan dengan BPJS Kesehatan adalah bukti nyata dedikasi kami untuk hadir melayani masyarakat luas, memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan terbaik dengan aksesibilitas yang mudah,” ungkapnya. Kunjungan serta atensi langsung dari pucuk pimpinan BPJS Kesehatan ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi RS UMM untuk terus konsisten merealisasikan visinya, yakni menjadi rumah sakit pilihan masyarakat dengan keunggulan pelayanan yang bermutu tinggi, aman, dan efektif. Kolaborasi erat antara penyedia fasilitas kesehatan dengan pemerintah merupakan kunci mutlak guna mewujudkan sistem layanan medis yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
GKB 5 UMM Resmi Beroperasi, Perkuat Ambisi Jadi Pusat Pendidikan Medis Berkelas Nasional

Malangpariwara.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan langkah strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi bidang kesehatan. Kampus Putih resmi meluncurkan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 yang berdiri megah di kawasan Rumah Sakit UMM, Kamis (11/6). Gedung setinggi 45 meter dengan 11 lantai tersebut diproyeksikan menjadi pusat pendidikan medis modern bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES). Penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir.(Djoko W) Peresmian dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, yang menyebut kehadiran GKB 5 sebagai bukti nyata konsistensi UMM dalam membangun tradisi kemajuan dan inovasi di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Menurut Haedar, UMM telah menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu kampus yang menjadi rujukan kemajuan bagi PTMA di Indonesia. Berbagai capaian yang diraih UMM dinilai lahir dari budaya akademik yang mendorong sivitas akademika untuk terus berpikir visioner, berinovasi, dan berorientasi pada masa depan. “UMM Malang telah membangun dasar kemajuan yang kuat dan menanamkan tradisi besar bagi seluruh sivitas akademika untuk selalu memiliki visi yang luas ke depan serta menjadi pelopor dalam kemajuan,” ujarnya. Lebih lanjut, Haedar menilai GKB 5 bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol komitmen UMM dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di sektor kesehatan. Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga medis profesional, perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, karakter, dan akhlak yang kuat. Ia menegaskan, keberadaan GKB 5 yang terintegrasi dengan Rumah Sakit UMM akan semakin memperkuat ekosistem pendidikan kesehatan yang mampu melahirkan tenaga medis berkompeten sekaligus berjiwa kemanusiaan. “Gedung GKB 5, Rumah Sakit UMM, serta seluruh ekosistem kampus UMM menjadi bukti nyata Muhammadiyah yang terus maju, Islam yang berkemajuan, dan UMM sebagai pelopor kemajuan,” tambahnya. Sambutan Rektor UMM, Nazaruddin Malik.(Ist) Sementara itu, Rektor UMM, Nazaruddin Malik, menjelaskan bahwa pembangunan GKB 5 memiliki nilai strategis karena dikerjakan secara mandiri oleh sumber daya internal kampus. Proyek yang mulai dirintis sejak 2023 tersebut merupakan hasil kolaborasi para ahli dan tenaga profesional UMM, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan. “Gedung ini dibangun murni dengan swadaya dan swakelola, termasuk desain perencanaan sampai dengan pelaksanaannya oleh tim Universitas Muhammadiyah Malang beserta beberapa konsultan,” jelasnya. Berdiri di atas lahan seluas dua hektare, GKB 5 dirancang dengan konsep green building yang mengedepankan efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan. Bangunan tahan gempa tersebut memaksimalkan pencahayaan alami, memiliki sistem sirkulasi udara yang sehat, serta dilengkapi teknologi pengelolaan limbah yang terpisah sesuai standar fasilitas pendidikan kesehatan modern. Tak hanya itu, gedung ini juga menghadirkan puluhan laboratorium berstandar internasional, ruang pembelajaran berbasis teknologi, fasilitas olahraga, hingga auditorium representatif yang mendukung kegiatan akademik maupun pengembangan kompetensi mahasiswa. Bagi UMM, investasi besar pada infrastruktur pendidikan kesehatan merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjawab tantangan dunia medis yang semakin kompleks. Integrasi antara pendidikan, penelitian, dan layanan kesehatan melalui keberadaan Rumah Sakit UMM diyakini akan memperkuat kualitas lulusan sekaligus meningkatkan kontribusi kampus terhadap pembangunan kesehatan nasional. Nazaruddin berharap peresmian GKB 5 menjadi momentum baru bagi UMM untuk terus memperluas kontribusi bagi bangsa melalui pendidikan yang unggul dan berdaya saing global. “Mudah-mudahan peresmian ini sekaligus menjadi doa bagi kita semua dan UMM khususnya untuk berani maju terus ke depan memberikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa,” pungkasnya. Hadirnya GKB 5 menandai babak baru pengembangan pendidikan kesehatan di UMM. Lebih dari sekadar gedung perkuliahan, fasilitas ini menjadi representasi visi besar kampus dalam membangun pusat pendidikan medis modern yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi kesehatan, riset, serta nilai-nilai keislaman. Dengan langkah tersebut, UMM semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama dalam mencetak tenaga kesehatan unggul yang siap menjawab tantangan nasional maupun global.
Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Siap Pasok Kebutuhan Medis Nasional

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat peran strategisnya dalam mewujudkan kemandirian kesehatan nasional. Komitmen ini diwujudkan melalui penyediaan lahan untuk pembangunan pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia di Jalan Raya Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang. Dari total 14 hektare aset lahan milik UMM di lokasi tersebut, sekitar tiga hektare dialokasikan khusus sebagai kawasan industri terpadu. Peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek ini resmi dilaksanakan pada Kamis (11/6/2026). Peresmian proyek ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI yang juga Sekretaris BPH UMM, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Wakil Bupati Malang, Direktur PT Suryavena Farma Indonesia, serta Wakil Rektor II UMM Dr Ahmad Juanda Ak MM CA. Pabrik yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 ini diproyeksikan menjadi penopang utama rantai pasok alat kesehatan, baik bagi jaringan rumah sakit Muhammadiyah maupun masyarakat luas. Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi menegaskan bahwa pendirian pabrik infus ini merupakan manifestasi dari ekosistem socio-religious corporation yang digagas persyarikatan. Menurutnya, inisiatif ini membuktikan bahwa organisasi keagamaan mampu membangun kemandirian ekonomi dan kesehatan melalui aktivitas bisnis profesional yang orientasi utamanya adalah kemaslahatan publik dan kontribusi nyata bagi negara, bukan sekadar mencari keuntungan finansial. “Ini bukan untuk Muhammadiyah, ini untuk bangsa. Bisnis yang kami bangun bukan bisnis demi bisnis, tetapi bisnis yang manfaatnya kembali kepada kehidupan orang banyak,” tegasnya. Lebih lanjut, Haedar menjelaskan bahwa agama tidak sebatas mengatur akidah dan ibadah, melainkan juga urusan muamalah dalam tata kehidupan sosial-ekonomi. Karena itu, keterlibatan di sektor industri medis ini diposisikan sebagai bentuk pengabdian yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, akuntabilitas, dan keberlanjutan guna menopang berbagai layanan pendidikan hingga pemberdayaan umat. Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor II UMM Dr Ahmad Juanda Ak MM CA menjelaskan bahwa kontribusi Kampus Putih tidak berhenti pada penyediaan lahan. Ke depan, kawasan ini akan diintegrasikan menjadi ekosistem Laboratorium Direktorat Saintek UMM yang mempertemukan aktivitas industri dengan fungsi tri dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). “Pembangunan ini merupakan bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam menjawab kebutuhan strategis nasional. Selain mendukung layanan kesehatan, kawasan ini juga dirancang menjadi pusat kolaborasi yang mengintegrasikan inovasi, pendidikan, dan praktik industri sehingga mampu mencetak sumber daya manusia yang relevan dengan perkembangan sektor kesehatan,” ujarnya. Dengan beroperasinya pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia pada 2027 mendatang, langkah ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam penguatan industri kesehatan berbasis nilai sosial di Tanah Air. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi pesan kuat bahwa kemandirian ekonomi, inovasi pendidikan, dan pelayanan publik yang inklusif dapat berjalan beriringan untuk menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi pembangunan bangsa.
Pabrik Infus Muhammadiyah di UMM Siap Pasok Kebutuhan Medis Nasional

MALANG KOTA, RADAR MALANG -Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat peran strategis dalam mewujudkan kemandirian kesehatan nasional. Komitmen ini diwujudkan lewat penyediaan lahan untuk pembangunan pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia di Jalan Raya Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang. Dari total 14 hektare aset lahan milik UMM di lokasi tersebut, sekitar tiga hektare dialokasikan khusus sebagai kawasan industri terpadu. Peletakan batu pertama (ground breaking) proyek ini resmi dilaksanakan pada Kamis kemarin (11/6). Dihadiri sejumlah tokoh penting, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI yang juga Sekretaris BPH UMM Prof Dr Fauzan Mpd, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Wakil Bupati Malang, Direktur PT Suryavena Farma Indonesia, serta Wakil Rektor II UMM Dr Ahmad Juanda Ak MM CA. TAMU PENTING: Para Pimpinan Muhammadiyah beserta Direksi PT Suryavena Farma Indonesia hadir dalam acara peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia, kemarin. Pabrik tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2027, diproyeksikan menjadi penopang utama rantai pasok alat kesehatan. Baik bagi jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah maupun masyarakat luas. Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi menegaskan, pendirian pabrik infus ini adalah manifestasi dari ekosistem socio-religious corpo ration. Menurutnya, inisiatif ini membuktikan, organisasi keagamaan mampu membangun kemandirian ekonomi dan kesehatan melalui aktivitas bisnis profesional yang orientasi utamanya adalah kemaslahatan publik dan kontribusi nyata bagi negara. ”Ini bukan untuk Muhammadiyah, ini untuk bangsa. Proyek yang kami bangun bukan bisnis demi bisnis, tetapi bisnis yang manfaatnya kembali kepada kehidupan orang banyak,” tegasnya. Dalam pemaparannya, agama disebut tidak sebatas mengatur akidah dan ibadah, melainkan juga urusan muamalah dalam tata kehidupan sosial-ekonomi. Oleh karena itu, keterlibatan di sektor industri medis ini diposisikan sebagai bentuk pengabdian yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, akuntabilitas, dan keberlanjutan. Guna menopang berbagai layanan pendidikan hingga pemberdayaan umat. Senada, Wakil Rektor II UMM Dr Ahmad Juanda Ak MM CA menjelaskan, kontribusi Kampus Putih tidak berhenti pada penyediaan lahan. Ke depannya, kawasan ini akan diintegrasikan menjadi ekosistem Laboratorium Direktorat Saintek UMM. ”Pembangunan ini merupakan bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam menjawab kebutuhan strategis nasional,” katanya. Misinya, selain mendukung layanan kesehatan, kawasan tersebut juga dirancang untuk menjadi pusat kolaborasi yang mengintegrasikan inovasi, pendidikan, dan praktik industri. Sehingga mampu mencetak sumber daya manusia yang relevan dengan perkembangan sektor kesehatan.
Kolaborasi Dunia Akademik dan Praktik Hukum: Mahasiswa FH Universitas Muhammadiyah Malang Magang di Agustian Siagian Law Firm

Malang || RADARJATIM.CO ~ Dunia pendidikan tinggi dan praktik hukum profesional merupakan dua hal yang saling melengkapi dalam membentuk calon sarjana hukum yang kompeten. Melalui program magang mandiri yang berlangsung selama satu semester, tiga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yaitu Nabiel Frizzy Kusuma, Sandy Saputra, dan Tegar Putra Dewantara, memperoleh kesempatan untuk belajar secara langsung di lingkungan praktik hukum profesional pada Agustian Siagian Law Firm. Program magang ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan berbagai teori hukum yang telah dipelajari di bangku kuliah ke dalam praktik nyata. Selama menjalani magang, para mahasiswa tidak hanya mengamati proses penanganan perkara, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan yang mendukung pelayanan hukum kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Nabiel, Sandy, dan Tegar mendapatkan pengalaman berharga mengenai tata kelola kantor hukum, penyusunan dokumen hukum, penelitian hukum, hingga pendampingan terhadap proses penyelesaian sengketa. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika profesi advokat yang menuntut ketelitian, integritas, serta kemampuan analisis hukum yang kuat. Salah satu aspek penting yang dipelajari selama magang adalah proses penyusunan dokumen hukum, seperti surat kuasa, gugatan, jawaban, replik, duplik, legal opinion, serta berbagai administrasi hukum lainnya. Selain itu, para mahasiswa juga berkesempatan mengikuti konsultasi hukum dan mengamati secara langsung strategi yang digunakan advokat dalam menangani permasalahan hukum klien. Baca Juga : Melanggar Prokes, 22 Karyawan dan 11 Pengunjung Cafe Diamankan Pengalaman yang tak kalah berkesan selama program magang ini adalah kesempatan bagi Nabiel, Sandy, dan Tegar untuk menghadiri persidangan secara langsung di pengadilan. Didampingi oleh advokat dari Agustian Siagian Law Firm, para mahasiswa dapat menyaksikan jalannya proses persidangan secara nyata, mulai dari pembacaan gugatan, tahap mediasi, pemeriksaan saksi dan alat bukti, hingga pembacaan putusan. Pengalaman hadir di ruang sidang memberikan gambaran yang konkret mengenai bagaimana hukum acara diterapkan dalam praktik, sesuatu yang tidak dapat sepenuhnya tergambarkan hanya melalui pembelajaran teori di kelas. Para mahasiswa juga dapat mengamati secara langsung bagaimana advokat berargumentasi, merespons pertanyaan majelis hakim, serta membangun komunikasi yang efektif dalam forum persidangan resmi. Menurut Nabiel, pengalaman magang memberikan gambaran nyata mengenai tantangan profesi hukum yang tidak sepenuhnya dapat diperoleh melalui pembelajaran di kelas. “Melalui magang ini, kami dapat memahami bagaimana teori hukum diterapkan dalam praktik. Kami belajar bahwa setiap perkara memiliki karakteristik yang berbeda sehingga memerlukan analisis yang mendalam dan pendekatan yang tepat,” ujarnya. Baca Juga : Puskesmas Karang Binangun Diduga Buang Limbah Medis Sembarangan Hal senada disampaikan oleh Sandy yang menilai bahwa magang menjadi wadah untuk mengembangkan keterampilan profesional, khususnya dalam komunikasi hukum dan penyusunan dokumen. “Kami belajar pentingnya ketelitian dalam menyusun dokumen hukum karena setiap detail memiliki konsekuensi hukum yang signifikan,” ungkapnya. Sementara itu, Tegar menambahkan bahwa pengalaman berinteraksi langsung dengan praktisi hukum memberikan wawasan baru mengenai etika profesi dan tanggung jawab advokat dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa kesempatan menghadiri persidangan menjadi salah satu momen paling berharga selama masa magang, karena memberikan pemahaman utuh mengenai bagaimana sistem peradilan bekerja secara nyata di lapangan. Program magang selama satu semester ini juga menjadi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan dunia profesi. Fakultas Hukum UMM terus mendorong mahasiswanya untuk memperoleh pengalaman praktik guna meningkatkan kesiapan menghadapi dunia kerja setelah lulus. Melalui kerja sama dengan berbagai institusi hukum, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi akademik sekaligus keterampilan profesional yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Baca Juga : Sosialisasi Anti Korupsi Mahasiswa Fakultas Hukum UMM di SMP PGRI 3 Karangploso: Tanamkan Nilai Integritas Sejak Dini Sebagai kantor hukum yang aktif menangani berbagai permasalahan hukum, Agustian Siagian Law Firm memberikan ruang pembelajaran yang komprehensif bagi mahasiswa. Lingkungan kerja yang profesional serta bimbingan dari para advokat menjadi bekal penting dalam membentuk karakter dan kompetensi calon penegak hukum masa depan. Melalui program magang ini, Nabiel, Sandy, dan Tegar tidak hanya memperoleh pengalaman praktis, tetapi juga memperkuat pemahaman mengenai nilai-nilai profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab dalam penegakan hukum. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi mereka untuk berkontribusi dalam dunia hukum Indonesia di masa mendatang. Kolaborasi antara dunia akademik dan praktik hukum melalui program magang menjadi langkah strategis dalam mencetak lulusan hukum yang tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga siap menghadapi tantangan profesi secara nyata.
Dosen Hukum UMM Raih Posisi 100 Akademisi Terbaik Dunia

Readers.id-Seorang dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) Sholahuddin Al Fatih sukses meraih prestasi di kancah global. Seperti diberitakan oleh Edukasi, namanya tercatat dalam daftar 100 Akademisi Terbaik Dunia bidang Ilmu Sosial versi measuresHE. Capaian prestisius ini menempatkannya sejajar dengan peneliti dari kampus bergengsi dunia. Seperti Oxford University (Inggris) hingga Deakin University (Australia). Berbeda dengan pemeringkatan institusi pada umumnya, measuresHE secara spesifik menilai rekam jejak individu peneliti secara objektif tanpa skema langganan berbayar. Pria yang akrab disapa Fatih tersebut menjelaskan bahwa pemeringkatan ini menggunakan tiga indikator metrik ketat untuk menempatkan akademisi sebagai pilar intelektual sejati. Tiga indikator tersebut meliputi Research Gravitas yang mengukur kedalaman intelektual, Olympic Mean untuk menyaring konsistensi mutu karya, serta Interaction Credit sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi substantif. Seluruh data tersebut dilacak secara murni melalui profil akademik terverifikasi seperti Scopus dan Web of Science. Saat mendapatkan kabar soal capaian ini, Fatih mengapresiasi metode yang digunakan measuresHE dalam menentukan siapa saja yang pantas masuk daftar tersebut. MeasuresHE benar-benar mengkurasi kedalaman substansi tulisan para nominatornya tanpa memandang label nama besar. Fatih sendiri memegang prinsip bahwa menembus jajaran elit akademisi tingkat dunia bukan sekadar perkara memperbanyak publikasi, melainkan pembuktian kedalaman dan dampak nyata sebuah karya keilmuan. “Pengakuan ini memvalidasi upaya pengejaran riset yang menawarkan wawasan mendalam dan berdampak, bukan sekadar mengejar jumlah publikasi, tepatnya saya menempati peringkat ke-91,” kata Fatih. Riset yang Berdampak bagi Masyarakat Sepanjang kariernya, ia telah menghasilkan sekitar 60 artikel terindeks Scopus, 5 artikel di Web of Science Core Collection, dan ratusan karya di Google Scholar. Isu yang ia angkat konsisten bersinggungan langsung dengan masyarakat. Seperti teknologi, media sosial, dan dinamika hukum di tengah disrupsi zaman. “Kami harus menjembatani bagaimana hukum itu lebih aplikatif dan lebih banyak diterapkan. Tidak hanya berkutat di ranah konsep, tapi juga bagaimana implementasi nyatanya di masyarakat,” ujar Fatih. Bukti nyata dari riset berdampak tercermin dalam karya unggulannya yang lahir saat pandemi 2021. Ia membedah ekspresi masyarakat di media sosial beserta konsekuensi hukumnya. Meski topiknya dekat dengan keseharian, riset ini justru memiliki kekuatan besar dalam mengkaji bagaimana ruang digital memicu tekanan psikologis hingga jeratan hukum. Riset tersebut sekaligus menegaskan bahwa hukum tidak boleh berhenti di tataran teori, tetapi harus hadir secara praktis. Atas berbagai risetnya, kontribusi Fatih terasa di dua sisi, yakni memperkaya diskursus akademik sekaligus memberikan sudut pandang yang solutif dalam praktik lapangan. Dukungan Ekosistem Kampus Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan UMM yang menyediakan ekosistem riset yang mumpuni, mulai dari akses jurnal primer, fasilitas internet, hingga insentif publikasi. Fatih berharap capaiannya ini dapat semakin mengharumkan nama UMM di kancah internasional sekaligus memotivasi rekan sejawat serta mahasiswa. Ia pun membagikan rahasia suksesnya, yakni merawat konsistensi ide dengan rutin mencatat kerangka pemikiran setiap hari. “Capaian ini menjadi dorongan agar UMM semakin dikenal secara global, sekaligus memacu semangat menulis para dosen dan mahasiswa. Riset itu harus memberi dampak nyata. Jadi, mulai saja, jangan takut ditolak, dan teruslah maju!” kata Fatih.
GKB 5 UMM Resmi Beroperasi, Siapkan Generasi Tenaga Medis dan Perkuat Posisi sebagai Pusat Pendidikan Kesehatan

MALANG, JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan langkah besar dalam pengembangan pendidikan tinggi dengan meresmikan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 yang berada di kawasan Rumah Sakit UMM, Kamis (11/6/2026). Gedung berlantai 11 dengan tinggi mencapai 45 meter tersebut diproyeksikan menjadi pusat pendidikan medis modern bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES). Peresmian gedung berkonsep green building itu dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. Kehadiran fasilitas baru tersebut menjadi bagian dari komitmen UMM dalam memperkuat kualitas pendidikan kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan tenaga medis profesional di masa depan. Dalam sambutannya, Haedar Nashir mengapresiasi konsistensi UMM yang terus melakukan berbagai inovasi dan pengembangan. Menurutnya, Kampus Putih telah menjadi salah satu tolok ukur kemajuan bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia. “UMM Malang telah membangun dasar kemajuan yang kuat dan menanamkan tradisi besar bagi seluruh sivitas akademika untuk selalu memiliki visi yang luas ke depan serta menjadi pelopor dalam kemajuan,” ujarnya. Ia menilai GKB 5 menjadi simbol keberhasilan UMM dalam membangun ekosistem pendidikan kesehatan yang unggul. Tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan karakter yang kuat dalam melayani masyarakat. “Gedung GKB 5, Rumah Sakit UMM, serta seluruh ekosistem kampus UMM menjadi bukti nyata Muhammadiyah yang terus maju, Islam yang berkemajuan, dan UMM sebagai pelopor kemajuan,” tambahnya. Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menjelaskan bahwa pembangunan gedung yang dimulai sejak 2023 tersebut menjadi proyek istimewa karena seluruh proses perencanaan hingga pelaksanaan dilakukan secara mandiri oleh tim internal kampus. “Gedung ini dibangun murni dengan swadaya dan swakelola, termasuk desain perencanaan sampai dengan pelaksanaannya oleh tim Universitas Muhammadiyah Malang beserta beberapa konsultan,” jelas Nazaruddin. Berdiri di atas lahan seluas dua hektare, GKB 5 dirancang dengan konsep ramah lingkungan dan struktur tahan gempa. Bangunan ini memaksimalkan pencahayaan alami, sirkulasi udara sehat, serta dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan kesehatan modern. Sejumlah fasilitas yang tersedia di antaranya laboratorium berstandar internasional, auditorium, sarana olahraga, hingga sistem pengolahan limbah khusus yang terpisah untuk mendukung kegiatan pendidikan dan praktik kesehatan secara berkelanjutan. Menurut Nazaruddin, kehadiran gedung baru ini merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak tenaga kesehatan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia medis yang semakin kompleks. “Mudah-mudahan peresmian ini sekaligus menjadi doa bagi kita semua dan UMM khususnya untuk berani maju terus ke depan memberikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa,” katanya. Peresmian GKB 5 menjadi tonggak baru bagi UMM dalam memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pendidikan kesehatan terkemuka di Indonesia. Melalui integrasi pendidikan, layanan kesehatan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman, UMM terus mempersiapkan generasi tenaga medis yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Dosen Hukum UMM Sholahuddin Al Fatih Raih Peringkat 91 Akademisi Terbaik Dunia

KoranManado-Seorang dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM), Sholahuddin Al Fatih, sukses mengukir prestasi gemilang di tingkat global. Nama akademisi ini berhasil menembus daftar 100 Akademisi Terbaik Dunia dalam bidang Ilmu Sosial versi measuresHE, seperti dilansir dari Edukasi. Pencapaian prestisius tersebut membuat posisi Sholahuddin Al Fatih sejajar dengan para peneliti dari universitas papan atas dunia. Beberapa di antaranya berasal dari Oxford University di Inggris hingga Deakin University di Australia. Sistem penilaian yang diterapkan oleh measuresHE berfokus pada rekam jejak individu peneliti secara objektif. Pemeringkatan ini dilakukan secara mandiri tanpa menerapkan skema langganan berbayar bagi institusi. Pria yang akrab disapa Fatih ini memaparkan bahwa pemeringkatan tersebut mengandalkan tiga indikator metrik yang ketat. Ketiga tolok ukur tersebut berfungsi untuk menilai akademisi sebagai pilar intelektual. Indikator tersebut meliputi Research Gravitas guna menilai kedalaman intelektual, serta Olympic Mean untuk menguji konsistensi mutu karya. Selain itu, terdapat Interaction Credit sebagai bentuk penghargaan atas kolaborasi substantif yang dilakukan peneliti. Seluruh rekam data penilaian tersebut dihimpun secara murni dari basis data profil akademik yang telah terverifikasi. Lembaga pemeringkat ini melacak data melalui platform Scopus dan Web of Science.