Lewat Mahasiswa Fakultas Hukum UMM Melakukan Sosialisasi SPP-IRT, UMKM Peyek Untuk Mendorong Penigkatkan Kualitas dan Keamanan Produk

Malang, JurnalPost.com – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari Kelompok 7 yang beranggotakan Muhammad Rayhan Al Farizi, Natania Reza Fransiska, Widya Rahmawati, Kamilah Putri Mayang Sari, Niken Yuniar Alpasya melaksanakan kegiatan sosialisasi Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) kepada pelaku UMKM pada 23 November 2025. Kegiatan ini menyasar usaha peyek rumahan milik Ibu Tri Asih, seorang pelaku usaha lokal yang tengah berupaya meningkatkan kualitas sekaligus legalitas produk makanan yang ia hasilkan. Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya SPP-IRT sebagai bentuk jaminan keamanan pangan bagi produk olahan rumah tangga. Kelompok 7 menjelaskan prosedur pengurusan SPP-IRT, mulai dari persyaratan administrasi, standar kebersihan produksi, hingga kewajiban pencantuman label pangan sesuai regulasi. Melalui pendampingan langsung, mahasiswa juga membantu Ibu Tri Asih mengidentifikasi aspek produksi yang perlu ditingkatkan agar memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Kegiatan ini disambut baik oleh Ibu Tri Asih. Ia mengaku bahwa pengetahuan mengenai SPP-IRT sangat penting untuk mengembangkan usahanya agar lebih dipercaya konsumen. “Saya sangat terbantu dengan penjelasan dari adik-adik mahasiswa. Semoga usaha saya bisa segera memiliki izin dan berkembang lebih maju,” ujarnya. Sosialisasi yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Hukum UMM ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mampu mendorong UMKM seperti usaha peyek milik Ibu Tri Asih untuk semakin meningkatkan kualitas, keamanan, dan daya saing produk di pasar. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan usaha kecil.

Mahasiswa FH UMM Edukasi UMKM Kota Batu soal Pengurusan SPP-IRT

Malang, JurnalPost.com – Pada 11 November 2025, sekelompok mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) melancarkan pengabdian masyarakat berbentuk Pendidikan, Pelatihan, dan Kemahiran Hukum (PLKH) dengan tajuk “Sosialisasi Pengurusan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT)”. Kegiatan ini diprakarsai oleh tim yang terdiri atas Bima Wahyu Ramadhan (komandan lapangan), Muhammad Daffa Maulana, Ahmad Alif Harhara, dan Fatur Harkati. Sosialisasi dilaksanakan di kediaman seorang pelaku usaha mikro di Kota Batu, Malang — Yolanda Lintang Pitaloka — pemilik Cireng by Mimi. Intervensi tim berbentuk paparan teknis dan pendampingan lapangan yang bertujuan memberikan gambaran prosedural tentang tata cara perizinan pangan skala rumahan, sehingga pelaku UMKM memahami persyaratan administratif dan teknis yang harus dipenuhi untuk legalitas produksi dan peredaran produk. Dalam sesi materi, tim menghadirkan panduan langkah demi langkah yang mencakup pembuatan akun OSS (Online Single Submission), penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk UMKM, serta prosedur permohonan dan penerbitan SPP-IRT. Selain penyampaian teori, kegiatan menyertakan praktik pendaftaran langsung pada platform OSS sehingga peserta dapat mengalami proses administratif secara real time dan mengidentifikasi hambatan operasional yang sering kali tidak tampak dalam paparan teoretis semata. “Program ini bukan sekadar pemenuhan tugas akademik; ia merupakan wujud pengabdian nyata sesuai semangat tri dharma perguruan tinggi. Di atas segalanya, kami berupaya menautkan pengetahuan hukum yang diperoleh di bangku kuliah dengan kesejahteraan masyarakat,” kata el-patron de la Bima, selaku komandan lapangan, dalam penegasan yang sekaligus mencerminkan dimensi instrumental pendidikan hukum. Yolanda, pemilik Cireng by Mimi, menyatakan apresiasi atas kegiatan tersebut: “Alhamdulillah, melalui sosialisasi ini saya menyadari bahwa kewajiban perizinan tidak berhenti pada NIB atau sertifikat halal; SPP-IRT juga merupakan instrumen kepatuhan yang esensial.” Pernyataan ini menegaskan bahwa kesadaran regulatori di tingkat pelaku usaha kecil masih membutuhkan pencerahan teknis yang terstruktur. Para penyelenggara menekankan bahwa SPP-IRT memiliki fungsi sentral dalam memberikan legitimasi hukum terhadap produksi pangan rumah tangga: selain memberikan kepastian hukum, sertifikat tersebut memfasilitasi akses pasar dan memperkuat kepercayaan konsumen terhadap keamanan produk. Mereka juga mengingatkan pentingnya pemenuhan persyaratan teknis—sanitasi, kemasan, dan pelabelan—sebagai pra-kondisi agar produk layak edar sesuai standar kesehatan publik.

Roky Leksana, Mahasiswa Vokasi UMM Raih Juara 3 Kejurprov Wushu Jatim 2025

MALANG, SURYAKABAR.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini datang dari Roky Leksana, mahasiswa Program Studi D4 Agribisnis Unggas yang sukses meraih juara 3 dalam ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Wushu Jawa Timur 2025 di Surabaya. Capaian yang diraih pada Oktober 2025 ini menambah deretan prestasi mahasiswa UMM di tingkat regional maupun nasional, sekaligus menunjukkan komitmen kampus dalam mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa di berbagai bidang. Di tengah persaingan yang sangat kompetitif, Roky tampil percaya diri. Ia menunjukkan teknik yang matang, ketahanan fisik kuat, serta fokus yang terjaga sepanjang pertandingan. Berkat kombinasi tersebut, Roky berhasil mengamankan posisi ketiga dan berhak atas medali perunggu. “Alhamdulillah, ini pengalaman yang sangat berharga. Saya akan terus berlatih dan memperbaiki diri agar bisa meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang,” ujarnya. Kejurprov Wushu Jatim 2025 merupakan salah satu kompetisi bergengsi yang menjadi barometer kualitas atlet wushu di tingkat provinsi. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M. Dalam sambutannya, Aries menegaskan pentingnya kejuaraan ini sebagai wadah pembinaan karakter, penguatan sportivitas, serta pencarian bibit atlet terbaik untuk masa depan wushu Jawa Timur. Ratusan atlet dari berbagai kabupaten dan kota turut ambil bagian, mempertandingkan dua nomor utama, yakni Taolu (seni jurus) dan Sanda (tarung bebas). Sementara itu UMM juga turut menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Roky. Pencapaian ini membuktikan mahasiswa D4 Agribisnis Unggas tidak hanya cakap dalam ranah akademik, tetapi juga mampu bersinar di bidang olahraga. Prestasi Roky diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi diri. Dengan raihan ini, Roky Leksana diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu atlet andalan Jawa Timur yang mampu melangkah hingga ke level nasional. Prestasi ini sekaligus mengukuhkan komitmen UMM dalam mencetak generasi unggul yang berprestasi di berbagai bidang. (abs)

Dosen UMM-SIKL Malaysia Pelatihan Pembuatan Big Book Interaktif, Perkuat Pembelajaran Membaca Permulaan

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pengabdian masyarakat dengan mitra Sanggar Bimbingan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) Malaysia. Pengabdian masyarakat tersebut dijelaskan salah satu tim dosen UMM sekaligus pemateri Arinta Rezty Wijayningputri, S.Pd, M.Pd, dalam bentuk  Pelatihan Pembuatan Media Big Book Interaktif di sekolah dasar mitra. “Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pembelajaran membaca permulaan bagi siswa, sekaligus meningkatkan kompetensi guru dalam pengembangan media literasi yang kreatif dan menarik,” ujar Arinta. Kata Arinta, melalui  Pelatihan Pembuatan Media Big Book Interaktif sebagai upaya memperkuat pembelajaran membaca permulaan bagi anak-anak Indonesia di Malaysia. Kegiatan ini diikuti oleh para guru, relawan, serta pendamping belajar yang selama ini terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak komunitas pekerja migran. Para peserta dibimbing dalam menyusun cerita, menentukan alur narasi, memilih ilustrasi, hingga merancang elemen interaktif yang dapat memudahkan anak dalam mengenali huruf, kata, dan struktur kalimat dasar. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih komunikatif dan menyenangkan. Ketika sesi pelatihan Arinta Rezty Wijayningputri, menyampaikan materi bahwa Big Book tidak hanya berfungsi sebagai media membaca, tetapi juga sebagai sarana stimulasi kognitif dan bahasa. “Desain visual yang tepat dapat membantu anak lebih cepat mengenali kosakata, memahami alur cerita, dan membangun keterampilan literasi dasar. Karena itu, penyusunan Big Book perlu memperhatikan kejelasan gambar, proporsi huruf, serta interaksi guru–siswa di setiap halaman,” jelas dosen PGSD UMM ini. Pemateri lainnya, Innany Mukhlishina, M.Pd menyampaikan Big Book interaktif merupakan media yang efektif untuk menguatkan fondasi literasi anak. Sebab Media Big Book bukan hanya alat bantu membaca, tetapi juga jembatan bagi anak untuk memahami alur cerita, memperkaya kosakata, dan membangun keterampilan berbahasa sejak dini. Harapannya pelatihan ini dapat menginspirasi para pendidik untuk terus berinovasi dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna. Sementara itu, Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Frinny Napasti, S.Pd, M.Pd memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Sanggar Bimbingan SIKL merupakan ruang belajar yang sangat penting bagi anak-anak Indonesia di Malaysia. Pelatihan ini menjadi komitmen dalam menghadirkan pendidikan berkualitas meskipun berada jauh dari tanah air. “Kami berharap keterampilan yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di lapangan,” terangnya. Sekedar diketahui, dari hasil pelatihan ini para peserta mengaku mendapatkan manfaat besar dari kegiatan ini. Salah satu peserta, menyampaikan testimoni positif. Bahwa selama ini sering menggunakan buku cerita biasa. Dengan pelatihan ini bisa memahami bagaimana membuat Big Book yang lebih menarik, berwarna, dan sesuai kebutuhan anak-anak. Penjelasan pemateri sangat mudah diikuti, dan merasa lebih percaya diri untuk membuat media sendiri. Melalui kegiatan ini, diharapkan proses pembelajaran membaca permulaan semakin inovatif, menyenangkan, dan mampu meningkatkan kemampuan literasi dasar anak-anak Indonesia di perantauan. (murtyas galuh danwati/don)

Mahasiswa Fakultas Hukum UMM Sosialisasi SPP-IRT Pengusaha Kripik Pisang Coklat Lumer

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG-Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) baru-baru ini melaksanakan sosialisasi kepada pelaku usaha pangan di wilayah Perumahan Istana Kepuh Regency Kepuharjo, Karangploso, Kabupaten Malang.  Sosialisasi tersebut dilakukan dua orang mahasiswa FH UMM atas nama M. Dearmada dan Murni Maryani. Keduanya sosialisasi terkait pentingnya legalitas SPP-IRT (Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga). Menurut Mada begitu M.Dearmada disapa, sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelaku usaha mikro, khususnya produsen kripik pisang coklat lumer, tentang pentingnya SPP-IRT. Perlu diketahui  kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari perkuliahan pendidikan dan latihan kemahiran hukum dalam mendukung pengembangan usaha mikro yang aman dan terpercaya. Mada menjelaskan sosialisasi SPP-IRT ini menjadi sarana pembelajaran lapangan, di mana mahasiswa terlibat langsung dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelaku usaha mikro. SPP-IRT merupakan sertifikat yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan setempat sebagai bukti bahwa produk pangan yang dihasilkan oleh industri rumah tangga sudah memenuhi standar keamanan pangan. Legalitas SPP-IRT sangat vital karena selain menjamin keamanan produk bagi konsumen, sertifikat ini juga membuka peluang para pelaku usaha untuk memperluas pasar, baik di tingkat lokal maupun nasional. Saat sosialisasi, kata Mada, mahasiswa FH UMM bermitra dengan salah satu sentra produksi kripik pisang coklat lumer di Malang, materinya pemaparan mengenai proses pengurusan SPP-IRT serta dampak positif yang dapat diperoleh oleh pelaku usaha. Mereka menjelaskan bahwa legalitas tersebut bukan hanya sekadar kewajiban administratif, tetapi juga bentuk tanggung jawab produsen dalam menjaga kualitas produk dan kesehatan konsumen. Menariknya, Mada mengungkapkan selama proses sosialisasi ibu Sonti -pemilik usaha pisang coklat lumer- antusias mengikuti rangkaian materi, mulai dari prosedur pengajuan, persyaratan yang harus dipenuhi, hingga tata cara menjaga higienitas produksi agar sertifikat SPP-IRT dapat diperoleh dan dipertahankan. Selain itu, tim mahasiswa FH UMM juga membagikan contoh dokumen dan tips praktis sehingga para produsen kripik pisang coklat lumer dapat lebih mudah memahami dan menjalankan kewajiban mereka. Sementara itu, anggota mahasiswa FH UMM yang lain, Murni Maryani, menambahkan melalui sosialisasi tersebut, diharapkan dapat mendorong peningkatan daya saing produk kripik pisang coklat lumer yang selama ini banyak diminati masyarakat. Dengan legalitas SPP-IRT, produk bukan hanya aman dikonsumsi, tapi juga memiliki nilai tambah di mata konsumen dan pasar yang semakin peduli pada standar keamanan pangan. Sosialisasi ini mahasiswa UMM turut berperan dalam membangun ekosistem usaha mikro rumah tangga yang lebih profesional dan berkelanjutan, sekaligus membantu masyarakat mengimplementasikan standar hukum dan kesehatan pangan dalam produksi sehari-hari. (rilis: mada/murni/don)

Tiga Guru Besar Baru FKIP UMM Dorong Kemajuan Kampus dan Indonesia

MALANG POST – Pengukuhan tiga profesor baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berlangsung meriah, Sabtu 22 November 2025. Seremonial diiringi puluhan moge (motor gede) dari rektorat UMM menuju Dome UMM, menandai momen penting dalam perkembangan akademik kampus tersebut. Ketiga profesor baru itu adalah Prof. Dr. Moh. Mahfud Effendi, MM.; Prof. Dr. Lud Waluyo, Drs., M.Kes dan Prof. Dr. Atok Miftachul Hudha, M.Pd. Para guru besar ini memiliki bidang kepakaran yang beragam, mulai dari pengembangan kurikulum, microbiologi lingkungan, hingga Ilmu Pendidikan Bioetika. Kehadiran mereka memperkuat posisi UMM sebagai kampus dengan lonjakan kualitas akademik yang signifikan; saat ini UMM telah memiliki lebih dari 79 guru besar. Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa bertambahnya guru besar bukan sekadar pencapaian institusional, melainkan sumber energi baru bagi kemajuan bangsa. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas disiplin untuk mengakselerasi transformasi peradaban. “Penguatan sains, teknologi, sosial, dan humaniora harus terus dilakukan agar UMM mampu mendorong transformasi pendidikan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya. Lebih lanjut, Nazaruddin menyoroti dampak peningkatan jumlah guru besar terhadap minat masyarakat untuk melanjutkan studi di UMM serta potensi kerjasama dengan dunia industri, sektor usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan, infrastruktur akademik, serta tata kelola keuangan yang lebih baik dinilai akan mempercepat laju kemajuan kampus. “Mengejar peringkat boleh saja, tetapi jangan lupa terus memperbaiki mutu proses dan dampak positif yang bisa kita berikan pada masyarakat luas,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM, Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.A.P., memberikan apresiasi tinggi atas capaian kampus putih tersebut. Ia menegaskan guru besar merupakan salah satu ukuran kualitas sebuah kampus. Kehadiran mereka menjadi inspirasi bagi orang tua untuk menilai kemajuan institusi pendidikan. Menurut Muhadjir, ketiga profesor baru ini memiliki visi bersama untuk menciptakan masa depan Indonesia yang lebih hijau, adil, dan berkelanjutan. “Saya berharap UMM menjadi pelopor dalam perwujudan Indonesia yang semakin hijau dan berkelanjutan. Pembangunan tidak boleh merusak, melainkan memastikan masa depan yang lebih baik bagi semua,” katanya. Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, Teknologi, dan Teknologi Informasi (DTI) melalui wakilnya, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menekankan peran krusial perguruan tinggi dalam mempersiapkan Indonesia menuju visi 2045. Ia menekankan bahwa kekuatan bangsa tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya. Fauzan juga menyoroti pentingnya konsep credential micro, sebuah model pembelajaran lintas disiplin yang memungkinkan siapa saja dari berbagai latar belakang meningkatkan kompetensi dan berkontribusi pada masa depan Indonesia Emas. Momen ini diharapkan semakin mempererat posisi UMM sebagai kampus unggul yang konsisten dalam pengembangan akademik serta memperluas peluang kolaborasi dengan industri dan komunitas luas demi kemajuan nasional. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)

Mahasiswa Kelas Internasional Psikologi Menangi Kompetisi di Taiwan

Jauh dari hiruk pikuk laboratorium dan buku-buku teori, tim mahasiswa kelas internasional Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses mencuri perhatian di kancah internasional. Mereka meriah penghargaan outstanding performance dan juara favorit dalam ajang Mandarin Singing Competition di Asia University, Taiwan, November 2025 ini. Salah satu anggota tim, Khanum Mayyada Tetteng menceritakan bahwa keikutsertaan mereka dalam kompetisi tersebut bermula dari sebuah ajakan sederhana. “Kami awalnya mendaftar tanpa banyak pertimbangan. Niatnya cuma berani mencoba, menang atau tidak menang, yang penting tampil,” ujarnya. Berbekal niat tersebut, Khanum dan dua rekannya membawakan lagu Mandarin berjudul No Reason. Tantangan terberat yang dihadapi adalah tingkat kesulitan lagu, mencakup bagian rap (nge-rap). Padahal ia dan timnya baru saja memulai kelas Bahasa Mandarin saat tiba di Asia University. “Kami sempat mengira lomba ini hanya digelar secara lokal. Namun, saat tiba di lokasi, ternyata kami tampil di panggung aula yang sangat besar, dengan kontestan dari berbagai negara seperti Filipina, Vietnam, Italia, Mongolia, India, Mesir, dan negara lainnya,” katanya. Meskipun rasa gugup melanda, mereka sepakat untuk tampil maksimal. Momen paling berkesan adalah ketika Khanum mulai melakukan rap Bahasa Mandarin. Saat itu, dukungan dari penonton, terutama dari mahasiswa internasional lain, memecah keheningan aula, kemudian mengantar mereka meraih dua gelar bergengsi. Prestasi ini menjadi salah satu warna dari perjalanan Khanum dan mahasiswa UMM lain sebagai mahasiswa Kelas Internasional Psikologi UMM. Adapun program yang mereka tempuh melalui skema double degree ini kini berlangsung di Asia University Taiwan. Program ini mewajibkan mahasiswa untuk menempuh studi dua tahun di UMM dan dua tahun di Asia University, Taiwan. Hasilnya, mahasiswa akan mendapatkan dua gelar sekaligus, yaitu Sarjana Psikologi (S.Psi) dari UMM dan Bachelor of Science (BSc) dari Asia University, di mana kedua ijazah tersebut diakui dan diverifikasi legalitasnya di Indonesia. Khanum menekankan bahwa keunggulan UMM terletak pada penekanan praktikum bertingkat sejak semester awal. Berbeda dengan di Asia University yang lebih fokus pada penguatan teori, UMM memberikan pengalaman praktik yang kaya. Hal ini sangat penting untuk bekal mereka saat kerja nanti. Selain program double degree ke Taiwan, Kelas Internasional Psikologi UMM juga memiliki program Credit Transfer selama satu semester ke Turki. Kampus di Taiwan sendiri aktif mendukung mahasiswa internasional dengan mengadakan trip budaya dan wisata yang dibiayai oleh pemerintah setempat, serta menyelenggarakan kelas pengantar penuh dalam Bahasa Inggris. Menurut Khanum, Kelas Internasional Psikologi UMM memberikan pondasi kuat sebelum berangkat ke luar negeri. Praktikum yang bertingkat dari semester ke semester, ditambah pengajarnya sangat menguasai di bidangnya, membuat mahasiswa lebih siap menghadapi pembelajaran global. “Kesiapan beradaptasi dengan perbedaan budaya dan sistem pendidikan adalah kunci. Manfaatkan setiap kesempatan, baik akademik maupun non-akademik, karena pengalaman ini sangat berharga untuk membuka wawasan dan pengembangan diri,” tegasnya. Prestasinya ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UMM tidak hanya unggul secara akademis. Namun juga memiliki keberanian untuk tampil di panggung global dan meraih penghargaan. (ali/wil)

Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Dorong Peran Serta Perguruan Tinggi Dalam Perkuat Program SMK Go Global

JAWA TIMUR, CAKRAWALA.CO– Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Abdul Haris mengapresiasi inisiatif Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam penyelenggaraan pusat pelatihan dan pendidikan untuk persiapan kerja ke luar negeri. “Banyak sekali praktek-praktek baik yang sudah dilakukan di UMM ini, terutama dalam memberdayakan lulusan-lulusan SMK dan perguruan tinggi untuk dapat bersaing di pasar global,” ujar Deputi Haris di UMM, Malang, Jawa Timur, Sabtu (15/11/2025). Hadir dalam Kegiatan ini Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Fauzan, Wakil Rektor IV UMM Salis Yuniardi, Dekan Vokasi UMM, serta Guru Besar Bidang Psikologi Industri dan Organisasi UMM. Wakil Menteri Diktisaintek, Fauzan mengatakan program Career Boost untuk meningkatkan kompetensi dan peluang global ini telah dimulai sejak Tahun 2019. ” Program Career Boost ini telah dimulai sejak tahun 2019,” ujar Fauzan. Peserta pelatihan tenaga kerja luar negeri UMM yang telah diberangkatkan ke Jepang sebanyak 519 orang. Sementara, peserta yang siap diberangkat ada sebanyak 261 orang dan peserta yang masih dalam tahap pelatihan online sebesar 279 orang. ” Program yang ditawarkan oleh UMM ini berupa pelatihan kembali bagi para siswa lulusan SMK sederajat dan perguruan tinggi. Peserta yang dapat diterima dalam program ini dimungkinkan hingga usia 28 tahun,” tandasnya. Ada 15 skema pekerjaan yang ditawarkan oleh program pelatihan pekerja luar negeri UMM ini. Beberapa di antaranya yaitu teknik konstruksi, hospitality, pemrosesan makanan, caregiver, dan perawat. Skema penempatan tenaga kerja yang dilakukan oleh UMM terbagi dalam beberapa tahap. Peserta akan mendapatkan pelatihan secara online, dan selanjutnya dilakukan pelatihan berbasis asrama di gedung yang disediakan oleh Fakultas Vokasi UMM. Terdapat dua sertifikat yang dibekali pada peserta pelatihan, yaitu sertifikat Bahasa Jepang dan Sertifikat Ketrampilan sesuai kebutuhan pasar kerja di Jepang. ” Saat ini, pusat pelatihan kerja luar negeri UMM berfokus pada penempatan kerja ke Jepang. Dengan kerja sama dengan Brexa Academy, UMM telah memperluas lokasi penempatan pada seluruh prefektur di Jepang. Ke depannya, UMM berencana akan memperluas jangkauan pada sekitar 38 negara penempatan. Hal ini tentunya dapat didukung dengan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” terangnya. Deputi Haris menambahkan pemerintah berencana memulai pelaksanaan SMK Go Global pada akhir 2025 dan akan memperluas target penerima manfaatnya sebanyak 500.000 orang pada 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. ” Penyelenggaraan program pelatihan tenaga kerja luar negeri UMM akan disinergikan dengan program SMK Go Global yang diinisiasi oleh Kemenko Pemberdayaan Masyarakat,” pungkas Haris. ( Sts )

220 Siswa di Kabupaten Malang Hidupkan Lagi Permainan Tradisional

220 Siswa di Kabupaten Malang Hidupkan Lagi Permainan Tradisional220 Siswa di Kabupaten Malang Hidupkan Lagi Permainan Tradisional RADAR MALANG – Permainan tradisional sudah jarang dimainkan. Kini anak-anak lebih tertarik bermain menggunakan perangkat elektronik. Untuk menjaga eksistensi permainan tradisional, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah XI Jawa Timur Kementerian Kebudayaan menggelar lomba permainan tradisional di dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kemarin (16/11). Permainan yang dilombakan meliputi bakiak dan eggrang. Pesertanya 220 pelajar putra maupun putri dari SD se-Kabupaten Malang. ”Namun untuk sekolahnya yang jaraknya dekat dengan UMM. Radius sekolahnya 10-20 kilometer,” ujar Staf BPK wilayah XI Jawa Timur Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Firdaus Ardyansyah. Menurut Firdaus, sesi lomba permainan tradisional termasuk dalam rangkaian kegiatan Wilwatikta Acarita tahun kedua. Sesi lomba itu bertujuan untuk mengenalkan permainan tradisional yang sekarang sudah jarang dimainkan anak-anak. ”Ini kami lombakan juga dengan mempertimbangkan kecepatan, kekompakan, dan regunya,” jelas dia. Selain lomba, dia melanjutkan, ada rangkaian kegiatan lain yang digelar. Seperti seminar nasional, pameran yang diikuti 20 stan se-Jawa Timur, hingga panggung kebudayaan. Seluruh kegiatan sudah berlangsung di Malang pada 13-16 November 2025. Pihaknya berharap kegiatan yang diadakan bisa membangun kekompakan para pelajar. Sementara itu, salah seorang guru, Anang Agung Wibisono mengungkapkan, lomba permainan tradisional cukup positif. Sebab permainan tradisional mulai terlupakan. ”Kami membawa 10 pelajar. Yang ikut lomba eggrang ada 4 pelajar, sementara 6 pelajar lainnya ikut lomba bakiak,” terang lelaki yang merupakan guru olahraga di SD Negeri Kalisongo 1 itu. Meski sempat nervous, siswanya berhasil meraih juara 3 untuk eggrang dan juara 1 untuk bakiak. Anang menambahkan, di luar kegiatan pihak sekolah juga rutin mengenalkan permainan tradisional, seperti bentengan, kasti, dan gobak sodor. (mel/dan)

Wilwatikta Acarita 2025 Malang Gaet Anak Muda Cinta Budaya Nusantara

DETIK JATIM – Panggung Kebudayaan Wilwatikta Acarita Tahun 2025 digelar Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XI di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Gelaran ini sebagai langkah menjaga ketahanan budaya bangsa. Kepala BPK Wilayah XI Endah Budi Heryani mengatakan, menjaga ketahanan budaya merupakan kewajiban seluruh masyarakat, termasuk generasi muda. Wilwatikta Acarita digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Malang dan Universitas Brawijaya, dihelat mulai 15 November sampai dengan 16 November 2025 dikemas memadukan seni budaya dan hiburan modern. Panggung kebudayaan ini tidak hanya sekedar menjadi sebuah gerakan untuk merayakan seni dan tradisi semata. Akan tetapi, akan menjadi momentum penting untuk menyalakan kembali api semangat peradaban besar yang pernah menyinari nusantara yaitu Majapahit. Harapannya, kegiatan ini dapat menarik simpati kalangan anak muda, untuk turut peduli dengan kekayaan budaya bangsa. “Ini adalah kegiatan Wilwatikta Acarita yang artinya bercerita tentang Majapahit. Jadi memang kegiatan ini dikemas semenarik mungkin karena memang sasarannya adalah anak-anak muda,” ujar Endah Budi Heryani kepada wartawan, Minggu (16/11/2025). “Sehingga kita kaitkan dengan berbagai macam seniman-seniman yang disukai oleh anak-anak muda,” sambungnya. Pada pelaksanaan Wilwatikta Acarita, BPK wilayah XI juga menyelenggarakan perlombaan cerita Raden Panji yang diikuti sekitar 10 grup kesenian. Berdasarkan keterangan dari laman Museum Nasional Indonesia cerita panji berkembang pada sekitar abad ke-12 dan tidak hanya dikenal di wilayah tanah air, tetapi berkembang di beberapa negara di kawasan Asia Tenggara. Selain cerita panji, pada acara itu juga dibacakan Negarakertagama karya Empu Prapanca. Melalui penyelenggaraan Wilwatikta Acarita pihaknya juga berupaya membentuk pemahaman generasi muda. Terkait pentingnya memiliki pemahaman tentang kebudayaan Nusantara sehingga mampu membantu upaya pelestarian, di tengah derasnya pengaruh budaya luar. Endah tak mempermasalahkan apabila anak muda menggemari budaya dari luar, asalkan mereka tetap menomorsatukan pengetahuan tentang budaya yang dimiliki oleh Indonesia. “Jangan sampai anak muda lebih fokus ke budaya luar terus dan kearifan lokalnya tidak memiliki. Kami juga berupaya membangun budaya literasi,” ucapnya. Sementara itu, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib menyatakan dukungannya terhadap kegiatan Wilwatikta Acarita ini, karena menyuguhkan kebudayaan dari masa lampau yang dimiliki oleh Indonesia. Bahkan, Wabup Lathifah menyebut kegiatan ini sukses menarik animo dari para anak-anak muda. “Kita tidak boleh meninggalkan akar kehidupan budaya yang kita miliki,” tegasnya. Kabupaten Malang memang memiliki hubungan yang sangat erat dengan kebesaran Majapahit, dengan banyak situs bersejarah dan peninggalan yang menjadi saksi hidup peradaban.