Setyaning Rahayu, Mahasiswi Magister Hukum Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang Raih Penghargaan Internasional di Malaysia dan Singapura

KETIK, JOMBANG – Setyaning Rahayu, mahasiswi Magister Hukum Direktorat Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang sekaligus anggota tim Kantor Hukum Wis & Partners Jombang mengharumkan nama Indonesia di ajang International Youth Innovation Summit (IYIS) #16 Chapter Malaysia–Singapore. Dalam kegiatan yang berlangsung pada 11–14 November 2025 itu, Setyaning meraih dua gelar sekaligus yakni Juara 2 Project Innovation dan Juara 2 Video Project Innovation. Prestasi itu dia raih setelah berhasil mempresentasikan gagasan inovasi yang dinilai relevan, solutif, dan berkelanjutan. Selama berada di Malaysia dan Singapura, Setyaning mengikuti rangkaian kegiatan internasional yang padat dan berbobot, antara lain: International SDGs Presentation, yaitu forum presentasi dan diskusi mengenai isu global dan solusi inovatif berbasis SDGs. University Visit & Orientation ke beberapa kampus di Malaysia dan Singapura untuk berdiskusi tentang inovasi, digital leadership, dan pengembangan riset. Forum Panel Discussion bersama mahasiswa internasional yang membahas peran pemuda dalam inovasi hukum, sosial, dan teknologi. Di hari terakhir digelar Awarding Day untuk penganugerahan bagi delegasi dengan performa terbaik. Setyaning menyebut kegiatan ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga membuka wawasan global, memperluas jejaring, dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan di forum internasional. Dalam ajang ini, terdapat 40 delegasi perwakilan dari Indonesia yang lolos seleksi nasional dan mewakili berbagai kampus serta lembaga. Setyaning terpilih setelah mengikuti proses seleksi ketat dari Global Youthpreneur Nusantara, lembaga penyelenggara IYIS. Seleksi meliputi: Administrasi dan kelayakan akademik Esai dan gagasan inovasi Penilaian motivasi serta komitmen pengembangan diri Dari ratusan pendaftar, hanya sebagian kecil yang diterima sebagai delegasi resmi. Program ini diselenggarakan oleh Global Youthpreneur Nusantara, bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia serta beberapa universitas di Malaysia dan Singapura. Program ini bertujuan mendorong pemuda ASEAN untuk berinovasi dalam bidang digital, sosial, dan kepemimpinan. Setyaning mengaku penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi di bidang hukum, khususnya terkait isu-isu regulasi digital, perlindungan data, dan penguatan literasi hukum untuk masyarakat. “Pengalaman ini sangat membuka wawasan saya sebagai mahasiswa hukum dan praktisi di kantor hukum. Saya belajar bagaimana inovasi bisa diterapkan dalam dunia hukum dan kebijakan publik,” ujarnya. Tindak Lanjut dan Rencana Kolaborasi Setyaning juga membawa manfaat bagi Kantor Hukum Wis & Partners Jombang tempat ia berkiprah saat ini. Ke depan, beberapa tindak lanjut yang dia rencanakan antara lain: Pengembangan program edukasi hukum berbasis digital yang terinspirasi dari proyek inovasi yang dipresentasikan di IYIS. Menjalin kerja sama internasional dengan beberapa kampus dan komunitas pemuda yang ditemui selama program. Membentuk ruang diskusi dan inovasi di lingkungan kantor hukum agar pengacara muda bisa ikut terlibat dalam pengembangan teknologi dan regulasi terkini. “Harapannya, pengalaman ini dapat saya bawa pulang untuk memperkuat lembaga hukum tempat saya bekerja dan menghadirkan inovasi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)
Perkuat Program SMK Go Global, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Dorong Peran Serta Perguruan Tinggi

MEDIA INDONESIA – DEPUTI Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Abdul Haris mengapresiasi inisiatif Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam penyelenggaraan pusat pelatihan dan pendidikan untuk persiapan kerja ke luar negeri. “Banyak sekali praktek-praktek baik yang sudah dilakukan di UMM ini, terutama dalam memberdayakan lulusan-lulusan SMK dan perguruan tinggi untuk dapat bersaing di pasar global,” ujar Deputi Haris di UMM, Malang, Jawa Timur, Sabtu (15/11/2025) melalui keterangan yang diterima hari ini. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Fauzan, Wakil Rektor IV UMM Salis Yuniardi, Dekan Vokasi UMM, serta Guru Besar Bidang Psikologi Industri dan Organisasi UMM. Wakil Menteri Diktisaintek, Fauzan mengutarakan program Career Boost untuk meningkatkan kompetensi dan peluang global ini telah dimulai sejak Tahun 2019. Peserta pelatihan tenaga kerja luar negeri UMM yang telah diberangkatkan ke Jepang sebanyak 519 orang. Sementara, peserta yang siap diberangkat ada sebanyak 261 orang dan peserta yang masih dalam tahap pelatihan online sebesar 279 orang. Program yang ditawarkan oleh UMM ini berupa pelatihan kembali bagi para siswa lulusan SMK sederajat dan perguruan tinggi. Peserta yang dapat diterima dalam program ini dimungkinkan hingga usia 28 tahun. Ada 15 skema pekerjaan yang ditawarkan oleh program pelatihan pekerja luar negeri UMM ini. Beberapa di antaranya yaitu teknik konstruksi, hospitality, pemrosesan makanan, caregiver, dan perawat. Skema penempatan tenaga kerja yang dilakukan oleh UMM terbagi dalam beberapa tahap. Peserta akan mendapatkan pelatihan secara online, dan selanjutnya dilakukan pelatihan berbasis asrama di gedung yang disediakan oleh Fakultas Vokasi UMM. Terdapat dua sertifikat yang dibekali pada peserta pelatihan, yaitu sertifikat Bahasa Jepang dan Sertifikat Ketrampilan sesuai kebutuhan pasar kerja di Jepang. Saat ini, pusat pelatihan kerja luar negeri UMM berfokus pada penempatan kerja ke Jepang. Dengan kerja sama dengan Brexa Academy, UMM telah memperluas lokasi penempatan pada seluruh prefektur di Jepang. Ke depannya, UMM berencana akan memperluas jangkauan pada sekitar 38 negara penempatan. Hal ini tentunya dapat didukung dengan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. “Pemerintah berencana memulai pelaksanaan SMK Go Global pada akhir 2025 dan akan memperluas target penerima manfaatnya sebanyak 500.000 orang pada 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Praktik baik dalam penyelenggaraan program pelatihan tenaga kerja luar negeri UMM akan disinergikan dengan program SMK Go Global yang diinisiasi oleh Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, “pungkas Haris. (H-2)
Etanol Bahan Bakar Dari Tebu, Akademisi UMM: Octane 100+ Cocok Untuk Mesin Modern

MALANG POST – Di tengah gencarnya transisi energi menuju zero carbon emission, bahan bakar alternatif mulai ramai diperbincangkan. Salah satunya adalah etanol (C2H5OH), senyawa kimia yang kini digadang-gadang mampu menjadi pengganti bensin di masa depan. Menariknya, belakangan ini banyak pro kontra yang lahir dari masyarakat mengenai penggunaan campuran etanol. Terkait hal ini, Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ir. Iis Siti Aisyah, S.T., M.T., Ph.D, turut memberikan pandangannya terkait penggunaan etanol dalam bahan bakar kendaraan di Indonesia. Iis, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa etanol merupakan bentuk biofuel yang menjanjikan karena memiliki sifat pembakaran yang lebih bersih dibandingkan bensin murni. Secara teoritis, emisi karbonnya bisa ditekan secara signifikan jika digunakan dalam proporsi yang tepat. “Etanol itu energi alternatif yang dikembangkan berbasis bio, yaitu tanaman yang diproses. Etanol bagus untuk meningkatkan angka oktan. Jika digunakan dalam jangka pendek, akan baik.” “Namun jika digunakan dalam jangka panjang, etanol dapat merusak komponen combustion chamber seperti karet, serta menimbulkan korosi pada logam yang tidak tahan air, dan hal-hal lainnya,” katanya. Di balik keunggulannya, etanol juga menyimpan sejumlah tantangan teknis dan ekonomis. Secara ilmiah, etanol memiliki densitas energi lebih rendah (26.8 MJ/kg) dibanding bensin (46 MJ/kg). Sehingga, menambahkan etanol ke Pertalite akan menurunkan nilai energi per liter campuran dibandingkan Pertalite murni. Adapun kelebihan penggunaan etanol adalah sebagai sumber energi terbaharukan, tingkat komersialisasi yang tinggi, serta kemampuannya diproduksi secara massal dari tanaman tebu yang telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Meski begitu, etanol memiliki octane number tinggi (100+) dibanding Pertalite (92), membuatnya lebih tahan terhadap knocking dan cocok untuk mesin modern berkompresi tinggi. Namun, campuran etanol dan Pertalite tidak disarankan bagi mesin lama dengan karburator karena memerlukan penyetelan ulang dan berisiko menyebabkan overheating dalam jangka panjang. Tantangan lain muncul dari sifat etanol yang higroskopis, yaitu mudah menyerap air. Proses pemurnian agar etanol benar-benar bebas air memerlukan teknologi mahal, yang berdampak pada harga jualnya. Harga etanol tipe anhidrat saat ini memang masih sedikit di atas Pertalite atau Pertamax, sehingga perlu insentif agar tetap kompetitif. Dari sisi mesin, etanol sebenarnya tidak menimbulkan kerusakan serius. Pada mesin modern yang telah dilengkapi Electronic Control Unit (ECU), sistem dapat menyesuaikan pembakaran secara otomatis. Untuk mesin lawas, pengguna perlu memperhatikan potensi overheat. “Meskipun ada kekhawatiran tersebut, berdasarkan penelitian, campuran hingga 10% etanol tidak terlalu mempengaruhi mesin lama meskipun memakai karburator. Modifikasi terhadap engine hanya diperlukan jika memakai 100 % etanol,” ungkapnya. Ke depan, Iis optimistis bahwa masa depan etanol di Indonesia cukup cerah. Sumber energi lain seperti biobutanol yang diproduksi dari tanaman belum se-masif industri etanol. “Harapan terhadap penggunaan etanol ke depan adalah kita bisa lebih mandiri secara energi, asalkan etanol yang digunakan berasal dari sumber-sumber yang ada di dalam negeri. Penggunaan bahan bakar yang sangat besar akan memerlukan pasokan etanol yang besar juga, sehingga industri di Indonesia yang selama ini memasok etanol untuk bidang lain (kesehatan) perlu memperbesar kapasitas produksinya,” tutupnya. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)
Perkuat Program SMK Go Global, KemPerkuat Program SMK Go Global, Kemenko PM Dorong Peran Perguruan Tinggi

Detik Jatim – Kota Malang – Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Daerah Tertinggal dan Daerah Tertentu Abdul Haris mengapresiasi inisiatif Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam penyelenggaraan pusat pelatihan dan pendidikan untuk persiapan kerja ke luar negeri. “Banyak sekali praktik-praktik baik yang sudah dilakukan di UMM, terutama dalam memberdayakan lulusan-lulusan SMK dan perguruan tinggi untuk dapat bersaing di pasar global,” ujar Deputi Haris di UMM, Jawa Timur, Minggu (16/11/2025). Wakil Menteri Diktisaintek Fauzan menyampaikan program Career Boost untuk meningkatkan kompetensi dan peluang global ini telah dimulai sejak tahun 2019. Peserta pelatihan tenaga kerja luar negeri UMM yang telah diberangkatkan ke Jepang sebanyak 519 orang. Sementara, peserta yang siap diberangkatkan ada sebanyak 261 orang, dan peserta yang masih dalam tahap pelatihan online sebesar 279 orang. Program yang ditawarkan UMM berupa pelatihan kembali bagi para siswa lulusan SMK sederajat dan perguruan tinggi. Peserta yang dapat diterima dalam program ini dimungkinkan hingga usia 28 tahun. Ada 15 skema pekerjaan yang ditawarkan program pelatihan pekerja luar negeri UMM. Beberapa di antaranya yaitu teknik konstruksi, hospitality, pemrosesan makanan, caregiver, dan perawat. Skema penempatan tenaga kerja yang dilakukan UMM terbagi dalam beberapa tahap. Peserta akan mendapatkan pelatihan secara online, dan selanjutnya dilakukan pelatihan berbasis asrama di gedung yang disediakan Fakultas Vokasi UMM. Terdapat dua sertifikat yang dibekali pada peserta pelatihan, yaitu sertifikat Bahasa Jepang dan Sertifikat Keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja di Jepang. Saat ini, pusat pelatihan kerja luar negeri UMM berfokus pada penempatan kerja ke Jepang. Dengan kerja sama dengan Brexa Academy, UMM telah memperluas lokasi penempatan pada seluruh prefektur di Jepang. Ke depannya, UMM berencana akan memperluas jangkauan pada sekitar 38 negara penempatan. Hal ini tentunya dapat didukung dengan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Pemerintah berencana memulai pelaksanaan SMK Go Global pada akhir 2025, dan akan memperluas target penerima manfaatnya sebanyak 500.000 orang pada 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Praktik baik dalam penyelenggaraan program pelatihan tenaga kerja luar negeri UMM akan disinergikan dengan program SMK Go Global yang diinisiasi Kemenko Pemberdayaan Masyarakat,” pungkas Haris. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Fauzan, Wakil Rektor IV UMM Salis Yuniardi, Dekan Vokasi UMM, serta Guru Besar Bidang Psikologi Industri dan Organisasi UMM.
Kisah Asep, Alumnus UMM yang Jadi Hakim di Kepulauan Riau

Dunia peradilan seringkali menjadi muara akhir bagi lulusan hukum. Namun, siapa sangka jika profesi mulia sebagai hakim justru bukan cita-cita utama bagi Mohamad Asep, alumni Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2016. Kini, setelah kurang lebih lima bulan bertugas di Pengadilan Agama Tanjung Balai Karimun, ia justru menemukan keseruan dalam variasi perkara yang ditangani. Di sana, ia berhadapan dengan kasus yang beragam, dari harta bersama, waris, hingga kasus perceraian yang unik terkait pencabutan hak aswana. Alumnus lulusan tahun 2020 ini menceritakan bahwa dorongan untuk melangkah ke dunia peradilan muncul belakangan, tepatnya menjelang wisuda. Semula, arah fokusnya lebih kepada bidang keilmuan dan kepenulisan atau dosen. Tidak heran karena ia sempat magang di Jurnal Ulumuddin program studinya. Keputusan untuk mencoba jalur hakim datang di saat akhir. “Muncul pikiran untuk menjadi hakim itu ya mungkin di akhir akhir di wisuda itu ya. Karena ada informasi hakim, kayaknya perlu dicoba gitu. Seperti apa sih dunia peradilan gitu? Khususnya apalagi jadi seorang hakim gitu,” ungkap Asep, mengenang perjalanannya. Perjalanan Mohamad Asep menjadi hakim terbilang melalui proses panjang dan bertahap. Setelah lulus kuliah pada tahun 2020, di mana ujian skripsinya dilaksanakan secara daring karena kasus awal Covid 19. Ia sempat magang sebagai asisten di Jurnal Ulumuddin Program Studi Hukum Keluarga Islam UMM selama kurang lebih tiga bulan. Setelahnya, ia fokus pada persiapan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sambil mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Ia mengikuti tes CPNS sebanyak dua kali di Jakarta, mencakup Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Menariknya, tes SKB yang ia ikuti melibatkan wawancara dalam dua segmen, yaitu wawancara kompetensi dan wawancara bahasa Inggris. Lolos sebagai CPNS dengan formasi Analis Perkara Peradilan (APP), ia bertugas pertama kali di Pengadilan Agama Natuna selama kurang lebih satu tahun 10 bulan. Formasi APP angkatan 2021 sendiri memang telah diproyeksikan untuk menjadi calon hakim. Setelah berstatus PNS, ia mengikuti tes lanjutan untuk menjadi calon hakim, yang meliputi tes kompetensi bidang Pengadilan Agama dan tes psikotes. Lulus dari tahapan ini, ia menjalani magang sebagai calon hakim di Pengadilan Agama Kota Malang selama sekitar satu tahun tiga bulan, sebelum akhirnya kini bertugas sebagai hakim di Pengadilan Agama Tanjung Balai Karimun. Wilayah Kepulauan Riau ini, yang tergolong cukup padat penduduknya, menyajikan kasus yang beragam sehingga perkaranya cukup variatif. Diakhir, Mohamad Asep menyampaikan harapan dan pesan bagi dirinya sendiri serta bagi para mahasiswa UMM. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas diri. “Fokuslah untuk meningkatkan kualitas diri sehingga kita benar benar layak menjalani profesi saat ini maupun di masa datang. Asah terus critical thinking dan gunakan dalam berbagai aspek kehidupan,” pesannya. (bill/wil)
Alumnus UMM Sukses Dirikan Platform Psikologi Skala Nasional

Malang (beritajatim.com) – Berawal dari sebuah gagasan sederhana usai menjadi relawan di Kuala Lumpur pada 2017, seorang alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mendirikan platform psikologi berskala nasional. Jainal Ilmi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengubah idenya menjadi Catatan Psikologi, yang kini telah berevolusi melayani klien individu hingga korporat. Kisah sukses ini dimulai dari pengalaman yang mengubah pandangan Jainal saat berada di ibu kota Malaysia. Pria yang akrab disapa Kang Jay ini mengungkapkan bahwa ide mendirikan Catatan Psikologi muncul secara tak terduga. Saat mengikuti kegiatan relawan di Kuala Lumpur, ia bertemu dengan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Salah satu pertemuan yang paling berkesan adalah dengan seorang mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) yang memiliki akun dakwah di Instagram. “Waktu itu saya melihat akun tersebut bermanfaat sekali. Dari situ saya berpikir bahwa psikologi juga bisa dibuat seperti itu—menghadirkan edukasi dan manfaat bagi banyak orang,” kenang lulusan S1 Psikologi UMM (2017) dan Magister Profesi Psikologi (2021) ini kepada beritajatim.com, Sabtu (8/11/2025). Sepulang ke Indonesia pada 2017, Jainal tidak membiarkan gagasan itu menguap. Ia langsung merintis Catatan Psikologi dari nol dengan niat sederhana untuk memberi manfaat. Platform ini lahir pada Agustus 2017, awalnya hanya sebagai akun Instagram biasa. Pada masa-masa awal, Jainal mengerjakan semuanya seorang diri—mulai dari membuat konten, mengedit, memposting, hingga berinteraksi dengan pengikut. Namun, kerja keras itu membuahkan hasil. Banyaknya tanggapan positif membuat Jainal semakin serius. Memasuki tahun kedua, ia mulai mengajak mahasiswa Psikologi UMM, terutama adik tingkatnya, untuk bergabung. Dari sinilah Catatan Psikologi tumbuh menjadi komunitas yang aktif mengadakan seminar, talkshow, sesi berbagi, hingga layanan curhat gratis bagi masyarakat. “Sebelum pandemi, kami sempat menggelar kelas daring melalui WhatsApp dengan peserta mencapai 200–250 orang,” ujarnya. Pandemi Covid-19 menjadi titik balik yang krusial. Saat semua kegiatan terpaksa beralih ke ranah daring, Catatan Psikologi justru memanfaatkan momentum tersebut untuk bertransformasi menjadi layanan profesional dengan jangkauan yang semakin luas. Kini, platform tersebut telah resmi berbadan hukum menjadi CV Catatan Psikologi Indonesia. Mengusung nilai inti Kolaboratif, Inovatif, Trust, dan Happiness, layanannya kini mencakup konseling daring dan luring, tes psikologi, speaker agency, expert judgment, konsultasi penyusunan program, hingga penerbitan buku. Kliennya pun tak lagi hanya individu, tetapi juga korporat berskala nasional dari berbagai bidang, termasuk kesehatan dan industri teknik. Meski kini menjabat sebagai Founder, Jainal telah mendelegasikan posisi CEO kepada orang kepercayaannya agar ia bisa fokus pada pekerjaan tetapnya. Namun, ia tetap menjadi sosok sentral di balik arah dan nilai-nilai perusahaan. Ia menekankan kunci keberlangsungan platformnya adalah konsistensi dan inovasi. “Saya melihat banyak platform serupa yang berhenti di tengah jalan. Kuncinya adalah konsisten, tapi juga harus ada progres. Kalau bicara bisnis, ya harus ada hasil juga,” ungkapnya tenang. Menutup perbincangan, Jainal memberikan pesan reflektif bagi generasi muda agar tidak terburu-buru terjebak tren “pengusaha muda” atau “founder muda” yang marak di media sosial. “Ambil banyak pengalaman dulu, karena bisnis itu tidak sesederhana mencantumkan status CEO di bio Instagram. Ketika waktunya tiba, skill dan pengalaman itu akan menjadi bekal kuat untuk membangun usaha sendiri,” pesannya menutup. (dan/kun)
TPS dan UMM Rumuskan Masa Depan Akuntansi Berbasis Keberlanjutan

MAKLUMAT – Kuliah tamu di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu (8/11/2025) menjadi ruang yang menunjukkan bagaimana akuntansi bukan urusan debit–kredit. Pergeseran itu untuk mengikuti sekaligus menentukan arah keberlanjutan korporasi. Tema perkuliahan adalah “Peran Akuntansi dan Manajemen Keberlanjutan dalam Rangka ESG.” Kali ini PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mengirim Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risikonya, Sapto Wasono Soebagio, sebagai dosen tamu. Tujuan kuliah tamu ini tegas, mempertemukan praktik ESG dari industri dengan pembelajaran berbasis teori di ruang akademik UMM. Bukan sekadar ceramah, tetapi memperlihatkan bagaimana ESG yang telah masuk ke inti profesi akuntan. Di mana selama ini lebih sering dibayangkan bekerja di balik layar laporan keuangan semata. TPS punya alasan strategis mengirim tim manajemennya mengajar di kampus—dan bahkan memberikan beasiswa S2 untuk tujuh pegawainya di Magister Akuntansi UMM. ESG membutuhkan SDM yang mengerti akuntansi sekaligus memahami risiko keberlanjutan. Dan SDM itu harus terus mendapat pelatihan. “Akuntansi dan manajemen keberlanjutan kini menjadi bagian tak terpisahkan dari tata kelola perusahaan,” kata Sapto. Sustainability risk management menjadi istilah kunci yang ia tekankan. Cakupan Konteks Bisnis Ia menekankan bahwa profesi akuntan tak lagi berhenti pada pelaporan. Laporan itu mampu memengaruhi keputusan strategis perusahaan, termasuk perhitungan risiko iklim, perubahan regulasi, sampai ekspektasi publik pada bisnis yang lebih bertanggung jawab. Baca Juga TPS Raih Penghargaan ESG dalam Ajang IDEAS 2025 Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, menegaskan bahwa kampus memang memerlukan contoh praktik langsung. “Kolaborasi ini membuka wawasan baru bagi mahasiswa bagaimana teori akuntansi dan manajemen diterapkan dalam konteks keberlanjutan,” ujarnya. Ini juga cara UMM menguji relevansi kurikulum Magister Akuntansi, bahwa kampus tak bisa hanya mengajarkan standar pelaporan IFRS. Peran kampus harus memasukkan konteks bisnis yang terus bergerak menuju agenda net-zero. Termasuk tekanan non-financial reporting yang makin kuat di Asia Tenggara. Saat ini TPS sedang mendorong praktik ESG di seluruh lini bisnisnya. Mulai dari efisiensi energi, pengurangan emisi operasional, sampai keselamatan kerja dan program sosial di sekitar pelabuhan. ESG dan Tanggung Jawab Keberlanjutan Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menyebut kegiatan kuliah tamu ini sebagai bagian dari agenda knowledge sharing dan employee engagement. “TPS tidak hanya fokus pada profitabilitas. Kami ingin membangun kesadaran bersama tentang pentingnya praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ucap Erika. Jika di satu sisi, pelabuhan adalah urat nadi logistik nasional, maka keberlanjutan adalah parameter baru daya saing dan tata kelola pelabuhan. Melalui kuliah tamu di UMM, TPS sedang mengirim pesan, masa depan akuntansi di Indonesia tidak lagi netral terhadap isu lingkungan dan sosial.
Kisah Kang Jay, Alumnus UMM yang Bangun Jaringan Psikologi Profesional Se-Indonesia

HALLO MALANG – Berawal dari pengalaman menjadi relawan di Kuala Lumpur pada 2017, Jainal Ilmi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil mengubah ide sederhana menjadi bisnis besar di bidang psikologi. Platform edukasi yang ia rintis, Catatan Psikologi, kini tumbuh menjadi perusahaan berskala nasional yang melayani klien individu hingga korporasi. Jainal Ilmi, atau akrab disapa Kang Jay, menamatkan studi S1 Psikologi di UMM pada 2017 dan melanjutkan Magister Profesi Psikologi hingga lulus pada 2021. Ia mengungkapkan, ide mendirikan Catatan Psikologi muncul setelah mengikuti kegiatan relawan di Kuala Lumpur. Di sana, ia bertemu dengan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, salah satunya dari Universitas Padjadjaran (Unpad) yang mengelola akun dakwah populer di Instagram. “Waktu itu saya melihat akun tersebut bermanfaat sekali. Dari situ saya berpikir bahwa psikologi juga bisa dibuat seperti itu, menghadirkan edukasi dan manfaat bagi banyak orang,” kenangnya. Sepulang ke Indonesia, Jainal tidak membiarkan ide itu berhenti di kepala. Pada Agustus 2017, ia mulai merintis Catatan Psikologi lewat akun Instagram sederhana. Niat awalnya hanya satu: berbagi manfaat. Namun sambutan positif dari warganet membuatnya semakin serius mengembangkan platform ini. Pada masa awal, semua pekerjaan ia tangani sendiri—mulai dari membuat konten, mengedit, memposting, hingga menanggapi komentar pengikut. Seiring waktu, upayanya mulai berbuah. Memasuki tahun kedua, Jainal mulai mengajak beberapa mahasiswa Psikologi UMM, terutama adik tingkatnya, untuk bergabung. Bersama tim kecil itu, Catatan Psikologi berkembang menjadi komunitas aktif yang mengadakan seminar, talkshow, sesi berbagi, hingga layanan curhat gratis bagi masyarakat. Menjelang pandemi Covid-19, komunitas ini sempat menggelar kelas daring melalui WhatsApp dengan peserta mencapai 200–250 orang. Saat pandemi melanda, seluruh kegiatan beralih ke format online. Namun bukannya surut, Catatan Psikologi justru bertransformasi menjadi layanan profesional dengan jangkauan yang semakin luas. Kini, platform tersebut berkembang menjadi CV Catatan Psikologi Indonesia, mengusung nilai utama Kolaboratif, Inovatif, Trust, dan Happiness. Layanannya mencakup konseling daring maupun luring, tes psikologi, speaker agency, expert judgment, konsultasi program, hingga penerbitan buku. Sejumlah perusahaan berskala nasional dari berbagai sektor—mulai dari kesehatan hingga industri teknik—telah menjadi kliennya. Meski kini lebih dikenal sebagai Founder, Jainal telah mendelegasikan posisi CEO kepada orang kepercayaannya. “Sekarang sudah ada orang kepercayaan yang menjalankan operasionalnya, karena saya juga punya pekerjaan tetap,” tuturnya. Meski tak lagi terlibat langsung, Jainal tetap menjadi sosok penting di balik arah dan nilai-nilai perusahaan. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan inovasi dalam menjaga keberlangsungan bisnis berbasis komunitas. “Saya melihat banyak platform serupa yang berhenti di tengah jalan. Kuncinya adalah konsisten, tapi juga harus ada progres. Kalau bicara bisnis, ya harus ada hasil juga,” ujarnya tenang. Menutup perbincangan, Jainal berpesan kepada generasi muda agar tidak terjebak dalam tren semu menjadi “pengusaha muda” atau “founder muda”. “Ambil banyak pengalaman dulu, karena bisnis itu tidak sesederhana mencantumkan status CEO di bio Instagram. Ketika waktunya tiba, skill dan pengalaman itu akan menjadi bekal kuat untuk membangun usaha sendiri,” pesannya.
Alumnus UMM Sukses Kembangkan Catatan Psikologi Jadi Perusahaan Nasional

pwmu.co –Berawal dari gagasan sederhana sepulang menjadi relawan di Kuala Lumpur pada 2017, Jainal Ilmi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil mengembangkan platform edukasi psikologi hingga menjadi perusahaan berskala nasional. Platform yang ia dirikan, Catatan Psikologi, kini melayani berbagai klien, mulai dari individu hingga korporat. Jainal Ilmi, yang akrab disapa Kang Jay, menyelesaikan studi S1 Psikologi di UMM pada 2017 dan Magister Profesi Psikologi pada 2021. Ia menuturkan, ide mendirikan Catatan Psikologi muncul setelah mengikuti kegiatan relawan di Kuala Lumpur. Dalam forum tersebut, Jainal bertemu dengan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, salah satunya dari Universitas Padjadjaran (Unpad) yang memiliki akun dakwah di Instagram. “Waktu itu saya melihat akun tersebut sangat bermanfaat. Dari situ saya berpikir, psikologi juga bisa dibuat seperti itu—menghadirkan edukasi dan manfaat bagi banyak orang,” kenangnya. Sepulang ke Indonesia, ide itu tidak dibiarkan sekadar menjadi angan. Pada Agustus 2017, Jainal mulai merintis Catatan Psikologi sebagai akun Instagram dengan niat sederhana: memberi manfaat. Tanggapan positif dari para pengikut membuatnya semakin serius mengembangkan platform tersebut hingga akhirnya ia mulai merekrut rekan-rekan kampus untuk bergabung. Pada masa awal, seluruh proses ia kerjakan sendiri—mulai dari membuat konten, mengedit, memposting, hingga membalas komentar pengikut. Perlahan, kerja keras itu membuahkan hasil. Memasuki tahun kedua, Jainal mulai mengajak mahasiswa Psikologi UMM, terutama adik tingkat, untuk bergabung. Dari sinilah Catatan Psikologi tumbuh menjadi komunitas aktif yang rutin mengadakan seminar, talkshow, sesi berbagi, hingga layanan curhat gratis bagi masyarakat. Sebelum pandemi Covid-19, komunitas ini sempat menggelar kelas daring melalui WhatsApp dengan peserta mencapai 200–250 orang. Saat pandemi melanda, seluruh kegiatan beralih ke ranah daring. Namun, alih-alih berhenti, Catatan Psikologi justru bertransformasi menjadi layanan profesional dengan jangkauan yang semakin luas. Mengusung nilai inti Kolaboratif, Inovatif, Trust, dan Happiness, kini Catatan Psikologi resmi menjadi CV Catatan Psikologi Indonesia. Perusahaan ini memiliki klien korporat berskala nasional dari berbagai sektor, termasuk kesehatan dan industri teknik. Layanannya mencakup konseling daring dan luring, tes psikologi, speaker agency, expert judgment, konsultasi penyusunan program, hingga penerbitan buku. Meski kini menjabat sebagai Founder, Jainal telah mendelegasikan posisi CEO kepada orang kepercayaannya. “Sekarang sudah ada orang kepercayaan yang menjalankan operasional, karena saya juga memiliki pekerjaan tetap,” ujarnya. Walau tidak lagi terlibat penuh, Jainal tetap menjadi sosok sentral dalam menentukan arah dan nilai-nilai perusahaan. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan inovasi dalam menjaga keberlangsungan Catatan Psikologi. “Saya melihat banyak platform serupa yang berhenti di tengah jalan. Kuncinya adalah konsisten, tapi juga harus ada progres. Kalau bicara bisnis, ya harus ada hasil juga,” ungkapnya tenang. Menutup perbincangan, Jainal berpesan kepada generasi muda agar tidak terjebak dengan tren ‘pengusaha muda’ atau ‘founder muda’. “Kumpulkan banyak pengalaman dulu, karena bisnis itu tidak sesederhana mencantumkan status CEO di bio Instagram. Ketika waktunya tiba, skill dan pengalaman itu akan menjadi bekal kuat untuk membangun usaha sendiri,” pesannya. (*)
Mendikdasmen RI Pidato Bahasa Indonesia di UNESCO, Begini Kata Dosen UMM

Jum”at, 7 November 2025 Malangpariwara.com – Hal menarik terjadi di Sidang Umum UNESCO di Samarkand, Uzbekistan, beberapa waktu lalu. Dalam forum internasional itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti menyampaikan pidato perdananya menggunakan Bahasa Indonesia. Peristiwa bersejarah ini menjadi bukti bahwa bahasa nasional Indonesia kini diakui secara resmi di panggung dunia, sekaligus menandai babak baru diplomasi kebahasaan Indonesia di tingkat global. Terkait hal itu, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM, Dr. M. Isnaini, M.Pd. menjelaskan, pengakuan UNESCO terhadap Bahasa Indonesia merupakan tindak lanjut dari Resolusi 42 C/28 yang menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke-10 UNESCO sejak tahun 2023. Langkah tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa yang aktif memperjuangkan keberagaman bahasa dan budaya dunia. Maka dari itu, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM juga terus berkomitmen mencetak lulusan yang kompeten dalam bidang pendidikan bahasa serta memiliki kesiapan menjadi tenaga profesional pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Upaya ini sejalan dengan visi UMM untuk mengantarkan bahasa nasional tampil di kancah global sebagai bahasa diplomasi, budaya, dan ilmu pengetahuan. Lebih lanjut, Krisna, sapaannya, menilai bahwa keputusan UNESCO menjadi bukti keberhasilan diplomasi budaya Indonesia. Ia menegaskan bahwa UMM memandang peristiwa ini bukan hanya sebagai bentuk pengakuan, tetapi juga peluang besar bagi lembaga pendidikan bahasa untuk berperan dalam internasionalisasi bahasa nasional. Ini adalah langkah dan upaya yang sangat baik karena menjadi bagian dari penguatan diplomasi bangsa melalui bahasa dan budaya Indonesia. “Diplomasi bahasa merupakan instrumen penting dalam memperkuat citra bangsa di dunia internasional. Penyebaran Bahasa Indonesia di berbagai negara dapat menumbuhkan pemahaman lintas budaya sekaligus membangun hubungan antarbangsa yang lebih harmonis,” katanya. Ia juga menyebut bahwa langkah UNESCO tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Dalam Pasal 44, undang-undang itu menegaskan pentingnya peningkatan fungsi Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa implementasi konkret dari kebijakan ini salah satunya diwujudkan melalui pengembangan program BIPA oleh lembaga pendidikan tinggi, termasuk UMM. Melalui program BIPA, pengajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga media diplomasi budaya. UMM sendiri terus mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kemampuan pedagogis, linguistik, dan interkultural yang mumpuni untuk menjadi pengajar bahasa di luar negeri. “Kami ingin lulusan UMM menjadi bagian dari tenaga profesional yang dapat mengajar Bahasa Indonesia di luar negeri, baik melalui program pemerintah maupun kerja sama internasional,” ujarnya. Lebih lanjut, pengakuan UNESCO terhadap Bahasa Indonesia juga mencerminkan meningkatnya minat dunia terhadap pembelajaran bahasa ini. Banyak universitas asing dan komunitas diaspora Indonesia kini membuka kelas Bahasa Indonesia sebagai bagian dari studi budaya Asia Tenggara. Selain menjadi kebanggaan nasional, penggunaan Bahasa Indonesia di forum UNESCO juga menjadi simbol keberhasilan bangsa dalam menjaga identitas kebahasaan di tengah arus globalisasi. Menurutnya, internasionalisasi bahasa tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada peran aktif perguruan tinggi dalam mencetak tenaga pengajar yang berkualitas. “Kami melihat peluang besar bagi para lulusan fresh graduate untuk menjadi tutor dan pengajar Bahasa Indonesia bagi penutur asing di berbagai belahan dunia. Melalui kegiatan akademik, penelitian, dan pelatihan pengajaran BIPA, UMM bertekad menjadi pusat pengembangan pendidikan Bahasa Indonesia yang berdaya saing global,” ujarnya. Dengan optimisme bahwa Bahasa Indonesia akan terus memperluas pengaruhnya di dunia internasional. Ia menilai bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi, lembaga bahasa, dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan diplomasi kebahasaan di masa depan. Harapannya, Bahasa Indonesia terus mendapatkan ruang yang lebih luas di dunia internasional. (Djoko W)