Memaknai Hari Kartini, Wisuda ke-121 UMM Optimis Lahirkan Perempuan yang Berdampak

Peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2026 ini menjadi konteks penting dalam pelaksanaan Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Momentum ini tidak hanya menandai kelulusan akademik, tetapi juga mengingatkan kembali pada gagasan emansipasi dan peran strategis perempuan dalam pembangunan bangsa. Di tengah meningkatnya jumlah lulusan perguruan tinggi, pertanyaan mengenai kontribusi nyata mereka menjadi semakin relevan. Kegiatan yang digelar di Hall Dome UMM ini pun menghadirkan refleksi bahwa gelar akademik harus beriringan dengan tanggung jawab sosial yang konkret. Menumbuhkan Perempuan Pemimpin untuk Indonesia yang Makin Sejahtera, menjadi topik penting yang disampaikan Ira Puspadewi, Ph.D dalam orasinya. Ia menekankan bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas institusi dan sumber daya manusia, bukan semata faktor geografis. Ia menyoroti rendahnya keterlibatan perempuan pada level kepemimpinan strategis, meskipun berbagai riset menunjukkan bahwa kehadiran perempuan mampu meningkatkan kualitas keputusan dan kinerja organisasi. Kondisi ini dinilai sebagai tantangan serius yang harus segera direspons, terutama oleh kalangan terdidik yang memiliki akses dan kapasitas untuk mendorong perubahan. “Jika kita ingin Indonesia maju, maka kualitas institusi harus diperbaiki, dan di dalamnya peran perempuan menjadi sangat penting. Wisudawan dan wisudawati hari ini adalah bagian dari kelompok kecil masyarakat terdidik yang memiliki tanggung jawab besar untuk membawa perubahan. Perempuan harus berani meningkatkan kepercayaan diri terhadap kemampuannya, tidak terjebak dalam batasan sosial, serta memiliki role model yang kuat agar mampu tampil sebagai pemimpin,” ujarnya. Lebih lanjut, wanita yang merupakam Direktur ASDP Periode 2017-2024 itu menegaskan bahwa tantangan terbesar tidak hanya pada struktur sosial, tetapi juga pada persepsi diri perempuan yang kerap meragukan kemampuannya sendiri. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan lingkungan, termasuk keluarga dan institusi pendidikan, dalam membentuk keberanian perempuan untuk tampil sebagai pemimpin. Menurutnya, keseimbangan antara iman dan kebebasan menjadi fondasi penting bagi setiap individu untuk bertahan dan berkembang di tengah tekanan sosial maupun profesional. Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, Dr. Mukarromah, S.KM., M.Kes., dalam sambutannya mengingatkan bahwa wisuda bukanlah titik akhir, melainkan pintu awal untuk berkontribusi di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya integrasi antara ilmu, keterampilan, dan nilai kejujuran sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Selain itu, ia juga menyoroti peran perempuan sebagai pilar penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus mendorong kemajuan bangsa. “Ilmu yang kalian peroleh harus dihidupkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat, bukan hanya menjadi capaian akademik semata. Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, terutama di era digital, menjadi kunci agar tidak tertinggal. Di sisi lain, adab dan etika harus tetap menjadi landasan utama dalam setiap langkah, karena keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian, tetapi juga dari cara mencapainya,” ujarnya. Pandangan yang sejalan juga disampaikan oleh Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan bahwa kampus berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Ia menjelaskan bahwa berbagai program pengembangan, termasuk Center of Excellence (CoE), dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan praktis dan adaptif terhadap perubahan global. Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus mendorong lahirnya inovator dan problem solver di masyarakat. “Universitas Muhammadiyah Malang akan terus kami proyeksikan untuk melahirkan lulusan yang berkualitas karena prosesnya kami jamin, sekaligus membentuk insan dengan karakteristik yang mulia. Kami ingin melahirkan alumni yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menjadi problem solver di tengah masyarakat,” ujarnya. Di balik berlangsungnya prosesi wisuda yang khidmat, pesan yang mengemuka tidak berhenti pada capaian akademik semata. Para lulusan dihadapkan pada realitas bahwa tantangan sesungguhnya dimulai setelah menyandang gelar, ketika kemampuan, integritas, dan keberanian diuji di tengah masyarakat. Dengan demikian, wisuda tidak hanya menjadi penutup perjalanan pendidikan, tetapi juga titik awal untuk membuktikan peran nyata dalam mendorong kemajuan bangsa.(vin/faq)   Penulis: Vivin Dwi Oktavia |  Editor:Faqih Ahmad Wafir Rahman

Wisuda Ke-121 UMM di Hari Kartini Tekankan Peran Strategis Perempuan

Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang digelar di Hall Dome, 21 April 2026, berlangsung khidmat bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Wisuda Ke-121 UMM bertepatan Hari Kartini menegaskan pentingnya peran strategis perempuan, mendorong lulusan tampil sebagai pemimpin berdaya, adaptif, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa di masa depan. Tagar.co – Momentum Hari Kartini dimaknai secara reflektif dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 21 April 2026. Di tengah prosesi kelulusan yang berlangsung di Hall Dome UMM, muncul penegasan bahwa gelar akademik tidak cukup berhenti sebagai capaian pribadi, tetapi harus berlanjut menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat—terutama dalam mendorong peran strategis perempuan bagi kemajuan bangsa. Isu Menumbuhkan Perempuan Pemimpin untuk Indonesia yang makin Sejahtera menjadi sorotan utama dalam orasi Ira Puspadewi, Ph.D. Ia menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak semata ditentukan oleh faktor geografis, melainkan kualitas institusi dan sumber daya manusia. Dalam paparannya, Ira menyoroti masih rendahnya keterlibatan perempuan pada level kepemimpinan strategis, meskipun berbagai riset menunjukkan bahwa kehadiran perempuan mampu meningkatkan kualitas keputusan dan kinerja organisasi. Kondisi ini, menurutnya, merupakan tantangan serius yang perlu segera direspons oleh kelompok terdidik. “Jika kita ingin Indonesia maju, maka kualitas institusi harus diperbaiki, dan di dalamnya peran perempuan menjadi sangat penting. Wisudawan dan wisudawati hari ini adalah bagian dari kelompok kecil masyarakat terdidik yang memiliki tanggung jawab besar untuk membawa perubahan. Perempuan harus berani meningkatkan kepercayaan diri terhadap kemampuannya, tidak terjebak dalam batasan sosial, serta memiliki role model yang kuat agar mampu tampil sebagai pemimpin,” ujarnya. Ira Puspadewi, Ph.D menyampaikan orasi pada Wisuda Ke-121 UMM, menyoroti pentingnya peran perempuan dalam kepemimpinan strategis dan pembangunan bangsa. Lebih lanjut, perempuan yang merupakan Direktur ASDP periode 2017–2024 tersebut menekankan bahwa tantangan tidak hanya berasal dari struktur sosial, tetapi juga dari persepsi diri perempuan yang kerap meragukan kemampuannya sendiri. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan lingkungan, baik keluarga maupun institusi pendidikan, dalam membentuk keberanian perempuan untuk tampil sebagai pemimpin. Menurutnya, keseimbangan antara iman dan kebebasan menjadi fondasi penting agar individu mampu bertahan dan berkembang di tengah tekanan sosial maupun profesional. Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, Dr. Mukarromah, S.KM., M.Kes., dalam sambutannya mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan gerbang awal pengabdian di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya integrasi antara ilmu, keterampilan, dan nilai kejujuran sebagai bekal menghadapi masa depan. Selain itu, ia juga menegaskan peran perempuan sebagai pilar penting dalam menjaga nilai keagamaan sekaligus mendorong kemajuan bangsa. “Ilmu yang kalian peroleh harus dihidupkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat, bukan hanya menjadi capaian akademik semata. Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, terutama di era digital, menjadi kunci agar tidak tertinggal. Di sisi lain, adab dan etika harus tetap menjadi landasan utama dalam setiap langkah, karena keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian, tetapi juga dari cara mencapainya,” ujarnya. Rektor UMM Nazaruddin Malik menyampaikan sambutan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-121, menegaskan komitmen kampus mencetak lulusan unggul, adaptif, dan berkarakter di tengah tantangan global. Pandangan tersebut diperkuat oleh Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., yang menegaskan komitmen kampus dalam melahirkan lulusan unggul secara akademik sekaligus berkarakter kuat. Ia menjelaskan bahwa berbagai program pengembangan, termasuk Center of Excellence (CoE), dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan praktis dan adaptif terhadap dinamika global. Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus melahirkan inovator dan problem solver di tengah masyarakat. “Universitas Muhammadiyah Malang akan terus kami proyeksikan untuk melahirkan lulusan yang berkualitas karena prosesnya kami jamin, sekaligus membentuk insan dengan karakteristik yang mulia. Kami ingin melahirkan alumni yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menjadi problem solver di tengah masyarakat,” ujarnya. Di balik khidmatnya prosesi wisuda, tersirat pesan kuat bahwa capaian akademik bukanlah tujuan akhir. Para lulusan kini dihadapkan pada realitas baru, di mana kemampuan, integritas, dan keberanian akan diuji dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, wisuda menjadi lebih dari sekadar penutup perjalanan pendidikan—ia adalah titik awal pembuktian peran nyata dalam mendorong kemajuan bangsa. (*) Penyunting Mohammad Nurfatoni

Kiprah Lulusan CoE UMM, Giyang Sukses Bangun Tambak Udang Sendiri

Di saat banyak sarjana muda masih sibuk mencari lowongan kerja, Muh Giyang Van Permana justru mantap membangun lapangan kerjanya sendiri. Alumni Program Studi Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini terbukti sukses mengelola tambak udang pribadinya di Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. Kunci kesuksesannya bukanlah jalan pintas, melainkan buah dari tempaan ilmu praktis melalui program unggulan Center of Excellence (CoE) Udang di Kampus Putih. Pria yang akrab disapa Giyang ini sudah membidik jurusan perikanan sejak awal kuliah. Ia jeli melihat besarnya potensi pesisir tanah kelahirannya di Situbondo. Langkahnya untuk terjun ke industri ini semakin tajam saat ia memutuskan bergabung dengan kelas profesional CoE Udang UMM. Menurutnya, program inovatif tersebut memberikan ruang pembelajaran komprehensif yang jarang didapat di kelas teori konvensional. Giyang dibekali keahlian spesifik secara mendalam, mulai dari tata kelola kualitas air, manajemen budidaya, hingga praktik langsung menghadapi realitas lapangan. Bekal teknis tersebut menjadi senjata utama, ia saat ini mengelola tambaknya sendiri. Tak gentar saat harus berhadapan dengan dinamika cuaca ekstrem dan fluktuasi kondisi air tambak yang berisiko tinggi. Insting dan kemampuan analisisnya diuji langsung saat harus menjaga kestabilan air, menentukan racikan mineral dan probiotik yang presisi, hingga menjinakkan masalah plankton blooming. “Ilmunya benar-benar terpakai di dunia kerja. Apalagi untuk menjaga kualitas air dan menentukan treatment apa yang harus dipakai saat kondisi air berubah, itu semua menjadi lebih terarah berkat program CoE,” tegasnya. Meski demikian, merintis bisnis tambak mandiri bukan perkara ringan. Giyang mengaku sempat dihantui rasa kurang percaya diri saat harus memegang kendali penuh atas bisnis yang menuntut ketelitian dan adaptasi ketat ini. Namun, keraguannya terpatahkan oleh kuatnya dukungan keluarga dan jejaring solidaritas alumni UMM. “Awalnya saya sempat ragu karena merasa belum terlalu menguasai. Namun, berkat bimbingan senior-senior UMM yang sudah lebih dulu terjun menjadi teknisi tambak, ditambah pengalaman dari orang tua, saya jadi jauh lebih mudah beradaptasi dengan ritme kerjanya,” ujar Giyang. Kini, roda operasional tambak milik Giyang di Demung Barat terus berputar lancar. Strategi pemasarannya pun terbilang cerdik. Ia menerapkan sistem lelang panen kepada pengepul demi mengamankan harga jual tertinggi secara tunai. Pencapaian Giyang menjadi bukti autentik bahwa kurikulum praktis seperti CoE UMM tidak sekadar mencetak lulusan dengan ijazah, tetapi melahirkan wirausahawan tangguh yang siap bersaing di industri perikanan. Ia pun berharap mahasiswa lain mau memaksimalkan fasilitas dan program kampus agar memiliki daya saing yang sama. “Pesan saya, jangan pernah takut melangkah. Coba dulu saja, nanti kita pasti akan tahu hasilnya,” pungkasnya memotivasi.(rik)   Penulis: Roudhotul Mufarikha | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Memaknai Hari Kartini, Wisuda Ke-121 UMM Optimistis Lahirkan Perempuan yang Berdampak

Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang digelar di Hall Dome, 21 April 2026, berlangsung khidmat bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Wisuda Ke-121 UMM bertepatan Hari Kartini menegaskan pentingnya peran strategis perempuan, mendorong lulusan tampil sebagai pemimpin berdaya, adaptif, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa di masa depan. Tagar.co – Momentum Hari Kartini dimaknai secara reflektif dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 21 April 2026. Di tengah prosesi kelulusan yang berlangsung di Hall Dome UMM, muncul penegasan bahwa gelar akademik tidak cukup berhenti sebagai capaian pribadi, tetapi harus berlanjut menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat—terutama dalam mendorong peran strategis perempuan bagi kemajuan bangsa. Isu Menumbuhkan Perempuan Pemimpin untuk Indonesia yang makin Sejahtera menjadi sorotan utama dalam orasi Ira Puspadewi, Ph.D. Ia menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak semata ditentukan oleh faktor geografis, melainkan kualitas institusi dan sumber daya manusia. Dalam paparannya, Ira menyoroti masih rendahnya keterlibatan perempuan pada level kepemimpinan strategis, meskipun berbagai riset menunjukkan bahwa kehadiran perempuan mampu meningkatkan kualitas keputusan dan kinerja organisasi. Kondisi ini, menurutnya, merupakan tantangan serius yang perlu segera direspons oleh kelompok terdidik. Baca Juga:  Perempuan Super Itu Mitos: Kartini Tidak Pernah Mengajarkannya “Jika kita ingin Indonesia maju, maka kualitas institusi harus diperbaiki, dan di dalamnya peran perempuan menjadi sangat penting. Wisudawan dan wisudawati hari ini adalah bagian dari kelompok kecil masyarakat terdidik yang memiliki tanggung jawab besar untuk membawa perubahan. Perempuan harus berani meningkatkan kepercayaan diri terhadap kemampuannya, tidak terjebak dalam batasan sosial, serta memiliki role model yang kuat agar mampu tampil sebagai pemimpin,” ujarnya. Ira Puspadewi, Ph.D menyampaikan orasi pada Wisuda Ke-121 UMM, menyoroti pentingnya peran perempuan dalam kepemimpinan strategis dan pembangunan bangsa. Lebih lanjut, perempuan yang merupakan Direktur ASDP periode 2017–2024 tersebut menekankan bahwa tantangan tidak hanya berasal dari struktur sosial, tetapi juga dari persepsi diri perempuan yang kerap meragukan kemampuannya sendiri. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan lingkungan, baik keluarga maupun institusi pendidikan, dalam membentuk keberanian perempuan untuk tampil sebagai pemimpin. Menurutnya, keseimbangan antara iman dan kebebasan menjadi fondasi penting agar individu mampu bertahan dan berkembang di tengah tekanan sosial maupun profesional. Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, Dr. Mukarromah, S.KM., M.Kes., dalam sambutannya mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan gerbang awal pengabdian di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya integrasi antara ilmu, keterampilan, dan nilai kejujuran sebagai bekal menghadapi masa depan. Selain itu, ia juga menegaskan peran perempuan sebagai pilar penting dalam menjaga nilai keagamaan sekaligus mendorong kemajuan bangsa. Baca Juga:  Dari “Pupur, Dapur, Sumur” ke Ruang Karya, Smamdela Rayakan Kartini lewat Pasar PON “Ilmu yang kalian peroleh harus dihidupkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat, bukan hanya menjadi capaian akademik semata. Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, terutama di era digital, menjadi kunci agar tidak tertinggal. Di sisi lain, adab dan etika harus tetap menjadi landasan utama dalam setiap langkah, karena keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian, tetapi juga dari cara mencapainya,” ujarnya. Rektor UMM Nazaruddin Malik menyampaikan sambutan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-121, menegaskan komitmen kampus mencetak lulusan unggul, adaptif, dan berkarakter di tengah tantangan global. Pandangan tersebut diperkuat oleh Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., yang menegaskan komitmen kampus dalam melahirkan lulusan unggul secara akademik sekaligus berkarakter kuat. Ia menjelaskan bahwa berbagai program pengembangan, termasuk Center of Excellence (CoE), dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan praktis dan adaptif terhadap dinamika global. Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus melahirkan inovator dan problem solver di tengah masyarakat. “Universitas Muhammadiyah Malang akan terus kami proyeksikan untuk melahirkan lulusan yang berkualitas karena prosesnya kami jamin, sekaligus membentuk insan dengan karakteristik yang mulia. Kami ingin melahirkan alumni yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menjadi problem solver di tengah masyarakat,” ujarnya. Di balik khidmatnya prosesi wisuda, tersirat pesan kuat bahwa capaian akademik bukanlah tujuan akhir. Para lulusan kini dihadapkan pada realitas baru, di mana kemampuan, integritas, dan keberanian akan diuji dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, wisuda menjadi lebih dari sekadar penutup perjalanan pendidikan—ia adalah titik awal pembuktian peran nyata dalam mendorong kemajuan bangsa. (*)

Cara Cepat Lulus S1-S2 Cuma 5 Tahun, Begini Inovasi Program Terpadu UMM

Portalbontang.com, Malang – Meraih dua gelar akademik sekaligus dalam kurun waktu lima tahun kini bukan lagi sekadar impian belaka. Inovasi pendidikan ini resmi diluncurkan oleh Universitas Muhammadiyah Malang untuk menjawab kebutuhan mahasiswa masa kini. Institusi pendidikan yang dikenal dengan sebutan Kampus UMM tersebut mendobrak tradisi dengan jalur pendidikan maraton. Jalur akselerasi ini diberi nama Program Terpadu UMM yang dirancang untuk diselesaikan dalam waktu sepuluh semester tanpa jeda. Kepala Biro Pendidikan dan Pengajaran UMM, Zulfatman, memaparkan bahwa program ini efektif memangkas birokrasi dan biaya. “Kita ingin membuka peluang selebar-lebarnya kepada alumni UMM untuk melanjutkan studi di kampusnya sendiri. Dengan begitu, adaptasinya lebih mudah, keberlanjutan riset dan publikasinya terjamin, dan yang terpenting pembiayaannya jauh lebih terjangkau dibandingkan jalur reguler,” ungkapnya. Mahasiswa semester tujuh atau delapan yang sedang menyusun skripsi sudah diperbolehkan mengikuti perkuliahan magister secara gratis. “Nantinya saat resmi menjadi mahasiswa S2, mata kuliah yang sudah diikuti sebelumnya akan langsung dikonversi. Selama masa transisi ini, biayanya jauh lebih murah karena hanya disetarakan dengan biaya semester delapan S1,” jelasnya. Mahasiswa luar kampus juga berkesempatan mendaftar jalur ini dengan sistem konversi mata kuliah yang ekuivalen. Fleksibilitas pembelajaran dijamin melalui penerapan sistem campuran untuk menunjang mahasiswa yang ingin lulus S1-S2 secara cepat. “Banyak kemudahan yang bisa dinikmati. Mulai dari proses studi yang cepat selesai, peluang mendapatkan hibah riset dalam maupun luar negeri bersama dosen, hingga potensi besar untuk kuliah S2 secara gratis,” tegas Zulfatman. Syarat utama pendaftaran meliputi penyelesaian minimal 130 SKS, mengantongi surat keputusan tugas akhir, dan mencapai IPK minimal 3,25. Calon pendaftar juga diwajibkan menyertakan surat rekomendasi serta persetujuan dari masing-masing ketua program studi. Fasilitas pendaftaran akselerasi ini telah tersedia untuk 15 program studi magister dari berbagai rumpun keilmuan akademik. ***

Waspada QRIS Palsu di PKL Jatim! Simak 6 Tips Aman Transaksi agar Saldo Tidak Salah Sasaran

PR JATIM – Kemudahan transaksi digital kini telah menjangkau pelosok trotoar di Jawa Timur. Mulai dari penjual nasi bebek di Surabaya hingga sentra kuliner malam di Malang, metode pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) menjadi primadona karena praktis tanpa perlu uang kembalian. Namun, memasuki tahun 2026, kemudahan ini juga dibarengi dengan munculnya modus kejahatan siber yang semakin licin, yaitu “QRIS Phishing” atau penggantian stiker kode QR milik pedagang asli dengan milik penipu. Agar saldo Anda tidak raib ke tangan yang salah, kewaspadaan saat bertransaksi di Pedagang Kaki Lima (PKL) kini menjadi kewajiban mutlak. Waspada Modus QRIS Tempel di Pedagang Kaki Lima Modus penipuan “QRIS Tempel” mengincar kelengahan konsumen dengan cara menimpa stiker pembayaran resmi pedagang menggunakan stiker palsu. Akibatnya, saldo yang dikirimkan tidak masuk ke rekening penjual, melainkan ke dompet digital pelaku. Bank Indonesia mencatat bahwa meskipun teknologi enkripsi QRIS terus diperkuat, faktor human error, terutama pengabaian verifikasi nama merchant, tetap menjadi celah utama kebocoran dana konsumen di lapangan. Kajian dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukkan bahwa literasi digital masyarakat di ekosistem pasar tradisional masih rendah dalam hal konfirmasi identitas transaksi. Banyak pembeli langsung menekan tombol “Bayar” tanpa mencocokkan nama yang muncul di layar ponsel dengan nama toko asli. Padahal, data internal penyedia jasa pembayaran seperti GoPay dan OVO menegaskan bahwa melakukan verifikasi dua arah antara penjual dan pembeli mampu menekan risiko salah sasaran transaksi hingga 90%. Untuk menghindari kerugian, konsumen wajib memastikan nama merchant yang tertera pada aplikasi sesuai dengan identitas pedagang sebelum memasukkan PIN. Selain itu, CISSReC (Communication & Information System Security Research Center) menyarankan pedagang untuk secara rutin memeriksa kondisi fisik stiker QRIS mereka guna memastikan tidak ada lapisan ganda. Langkah sederhana ini menjadi proteksi krusial dalam menjaga keamanan ekosistem transaksi digital yang kini kian masif di Indonesia. 6 Langkah Lindungi Saldo Saat Jajan di PKL Berikut adalah panduan praktis agar transaksi Anda tetap aman dan berkah: 1.Verifikasi Nama Merchant Sebelum Input PIN Inilah langkah paling krusial. Setelah memindai kode QR, aplikasi m-banking atau e-wallet Anda akan menampilkan nama pedagang. Tips: Pastikan nama yang muncul di layar HP identik dengan nama kios atau spanduk pedagang tersebut. Jika yang muncul adalah nama pribadi yang tidak Anda kenal, segera batalkan transaksi. 2.Periksa Fisik Stiker QRIS Jangan asal scan. Amati kondisi fisik kode QR yang ditempel di gerobak atau meja. Waspada Tempelan: Raba atau lihat apakah ada stiker baru yang menindih stiker lama. Jika stiker terlihat buram, terlipat, atau ditempel tidak rapi, mintalah kode QRIS lain atau gunakan uang tunai. 3.Gunakan Aplikasi Pembayaran Resmi Hanya gunakan fitur pemindai di dalam aplikasi resmi yang terdaftar di Bank Indonesia (seperti GoPay, DANA, LinkAja, atau m-banking). Jangan pernah memindai kode QRIS menggunakan aplikasi kamera umum atau aplikasi pihak ketiga yang tidak jelas keamanannya. 4.Konfirmasi Nama Secara Lisan Jangan ragu untuk “cerewet” demi keamanan. Bertanyalah kepada pedagang: “Pak/Bu, ini atas nama [Sebutkan Nama di Layar HP], ya?” Konfirmasi lisan ini memastikan bahwa rekening tersebut benar-benar milik si penjual. 5.Pastikan Lokasi QRIS Terlihat Jelas Pedagang yang jujur biasanya memasang QRIS secara permanen dan mudah terlihat. Waspadai jika ada orang asing yang tiba-tiba menyodorkan kertas cetakan QRIS dari tangan mereka sendiri di tengah antrean PKL yang ramai. 6.Cek Notifikasi dan Tunjukkan Bukti Setelah pembayaran sukses, pastikan muncul notifikasi dari aplikasi Anda. Tunjukkan bukti tersebut kepada penjual untuk dicocokkan dengan aplikasi merchant mereka. Ini mencegah perselisihan di kemudian hari. Gubernur dan jajaran pemerintah daerah di Jawa Timur terus mendorong digitalisasi UMKM. Namun, kesuksesan ini sangat bergantung pada keamanan. Menurut pakar ekonomi dari Bank Mega Syariah, kepercayaan masyarakat terhadap metode non-tunai akan tetap tinggi jika setiap individu membiasakan diri untuk teliti sebelum bertransaksi. Di tahun 2026, keamanan bukan lagi soal sistem yang canggih, melainkan soal seberapa jeli mata kita melihat nama di layar sebelum sidik jari atau PIN dimasukkan.***

“Revolusi Kampus! Universitas Muhammadiyah Malang Tawarkan S1-S2 Cuma 10 Semester, Biaya Bisa Gratis”

Malangpariwara.com – UMM Buka Jalur S1–S2 5 Tahun, Hemat Waktu dan Biaya Raih dua gelar sekaligus dalam lima tahun kini bukan lagi sekadar impian. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendobrak tradisi akademik melalui peluncuran Program Pendidikan S1–S2 Terpadu 10 Semester. Terobosan ini menjadi jawaban atas kebutuhan efisiensi waktu dan biaya bagi mahasiswa yang ingin menuntaskan jenjang sarjana hingga magister tanpa jeda. Kepala Biro Pendidikan dan Pengajaran UMM, Zulfatman, Ph.D., menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mempermudah transisi akademik sekaligus memangkas birokrasi dan beban pembiayaan. “Kami membuka peluang seluas-luasnya bagi alumni UMM untuk melanjutkan studi di kampusnya sendiri. Adaptasi lebih cepat, kesinambungan riset dan publikasi terjaga, serta biaya jauh lebih terjangkau dibandingkan jalur reguler,” ujarnya. Keunggulan utama program ini terletak pada skema perkuliahan transisi.  Mahasiswa yang telah memasuki semester tujuh atau delapan dan tengah menyelesaikan skripsi, sudah diperbolehkan mengambil mata kuliah S2—bahkan tanpa biaya tambahan. “Ketika resmi menjadi mahasiswa S2, mata kuliah tersebut langsung dikonversi. Selama masa transisi, biaya yang dikenakan hanya setara semester delapan S1, sehingga jauh lebih ringan,” jelasnya. Menariknya, jalur ini tidak eksklusif bagi mahasiswa internal.  Mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi lain juga dapat bergabung saat memasuki semester tujuh, dengan peluang konversi mata kuliah yang relevan. Fleksibilitas juga menjadi nilai tambah melalui penerapan sistem pembelajaran hybrid dan blended learning. Mahasiswa tidak hanya diuntungkan dari sisi waktu, tetapi juga berkesempatan meraih hibah riset, baik nasional maupun internasional, hingga peluang menyelesaikan studi magister secara gratis. Saat ini, program kesinambungan tersebut telah tersedia pada 15 Program Studi Magister dari berbagai rumpun keilmuan di UMM. Pendaftaran dibuka setiap awal semester tujuh atau delapan, bertepatan dengan periode pengisian KRS. Adapun syarat utama meliputi status mahasiswa aktif, telah menempuh minimal 130 SKS, mengantongi SK Tugas Akhir (Skripsi), memiliki IPK minimal 3,25, serta melampirkan surat rekomendasi dari Ketua Program Studi asal dan persetujuan Kaprodi S2 tujuan. Melalui langkah strategis ini, UMM menegaskan komitmennya sebagai kampus inovatif yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Program S1–S2 Terpadu bukan sekadar percepatan studi, melainkan “jalur cepat” mencetak generasi unggul—siap melesat lebih dini di panggung global. (Djoko W)

UMM Luncurkan Program S1-S2 Terpadu 10 Semester, Kuliah Magister Bisa Gratis

Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan Program Pendidikan S1-S2 Terpadu. Inovasi ini memungkinkan mahasiswa meraih gelar sarjana dan magister sekaligus hanya dalam waktu lima tahun atau 10 semester, dengan skema biaya yang sangat terjangkau bahkan berpotensi gratis. Langkah strategis ini diambil Kampus Putih sebagai jawaban atas kebutuhan efisiensi waktu dan finansial bagi generasi muda. Program ini memfasilitasi mahasiswa yang ingin menuntaskan jenjang pendidikan tinggi secara maraton tanpa harus terjebak birokrasi akademik yang panjang saat transisi antar-jenjang. Kepala Biro Pendidikan dan Pengajaran UMM, Zulfatman, Ph.D., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mempermudah transisi akademik mahasiswa sekaligus menjamin keberlanjutan riset. Melalui skema ini, alumni UMM memiliki peluang besar untuk melanjutkan studi di almamaternya dengan proses adaptasi yang lebih cepat. “Kami ingin membuka peluang selebar-lebarnya bagi alumni UMM untuk lanjut studi di kampus sendiri. Dengan begitu, adaptasi lebih mudah, keberlanjutan riset dan publikasinya terjamin, dan yang paling krusial adalah pembiayaannya jauh lebih terjangkau dibandingkan jalur reguler,” ujar Zulfatman dalam keterangannya. Salah satu keunggulan utama dari program ini adalah adanya fasilitas perkuliahan transisi. Mahasiswa yang duduk di semester tujuh atau delapan dan sedang menempuh skripsi, sudah diperbolehkan mengambil mata kuliah jenjang S2 secara gratis. Mata kuliah tersebut nantinya akan langsung dikonversi saat mahasiswa resmi terdaftar di program magister. Zulfatman menambahkan, selama masa transisi tersebut, beban biaya yang ditanggung mahasiswa sangat ringan karena hanya disetarakan dengan biaya semester delapan pada jenjang S1. Kabar menariknya, jalur ini juga terbuka bagi mahasiswa berprestasi dari perguruan tinggi luar yang ingin mendaftar saat menginjak semester tujuh. Kebebasan belajar juga didukung dengan sistem hybrid dan blended learning yang fleksibel. Selain hemat waktu, mahasiswa berprestasi berkesempatan mendapatkan hibah riset nasional maupun internasional bersama dosen, yang pada akhirnya membuka peluang untuk menempuh kuliah S2 tanpa biaya sepeser pun. Hingga saat ini, program kesinambungan ini telah tersedia untuk 15 Program Studi Magister (S2) yang mencakup hampir seluruh rumpun keilmuan di UMM. Adapun syarat bagi mahasiswa yang ingin bergabung antara lain telah menuntaskan minimal 130 SKS, mengantongi SK Tugas Akhir, serta memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,25. Pendaftaran dibuka pada setiap awal semester 7 atau 8 bersamaan dengan jadwal pengisian KRS. Calon peserta juga diwajibkan melampirkan surat rekomendasi dari Ketua Program Studi (Kaprodi) asal serta persetujuan dari Kaprodi S2 tujuan. (dan/but)

Tapak Suci UMM Borong Medali di Paku Bumi Open Championship

pwmu.co –Universitas Muhammadiyah Malang kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci yang sukses memborong medali dalam ajang nasional Paku Bumi Open Championship.Kejuaraan yang digelar di Universitas Gadjah Mada pada 4–5 April 2026 tersebut menjadi bukti konsistensi UMM dalam mencetak atlet berprestasi. Pada kategori Seni Tunggal IPSI, dua gelar juara berhasil diraih oleh: Nurmalita Aulia (Juara 1 Putri) M. Abdul Rozzaq Naufal (Juara 1 Putra) Dominasi berlanjut di nomor ganda: M. Azwin Kurniawan & M. Allam Imaduddin (Juara 1 Ganda Putra) Balqies Al-Mulkiyah & Rosyidatul Hasanah (Juara 1 Ganda Putri) Selain itu, Kelvin Putra Mahendra meraih Juara 2 Tanding Kelas G Putra. Sementara medali perunggu diraih oleh: Nurdin Doni Tupen, Jesica Indira Fauzi, Jeryfer Rinda Salsabila, dan Dzakiyah Talita Saki. Ketua UKM Tapak Suci UMM, Rio Esa Prayoga, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari latihan rutin yang disiplin. “Kami berlatih lima kali dalam seminggu dengan suasana kompetitif yang terus dijaga,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa konsistensi latihan menjadi faktor utama dalam meningkatkan performa atlet. Keberhasilan tim juga didukung penuh oleh UMM melalui berbagai fasilitas, mulai dari: Pendanaan operasional Transportasi Sarana latihan Dukungan ini memungkinkan atlet fokus dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi. Meski meraih hasil maksimal, tim tetap melakukan evaluasi untuk meningkatkan capaian di masa mendatang. Rio menekankan pentingnya mentalitas atlet: “Disiplin, konsistensi, serta doa dan ibadah menjadi kunci utama dalam menjaga performa.” Kepala Bagian Minat dan Bakat Kemahasiswaan UMM, Ary Bakhtiar, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa UMM tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh di bidang non-akademik,” tegasnya. Ia berharap keberhasilan ini menjadi motivasi untuk meraih prestasi lebih tinggi, termasuk pada ajang Muhammadiyah Games 2026 mendatang. UMM terus berkomitmen membangun ekosistem yang mendukung pengembangan bakat mahasiswa. Sinergi antara kerja keras atlet dan dukungan kampus diharapkan mampu menjaga tradisi juara hingga level nasional dan internasional. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria

Lulus S1-S2 UMM Hanya 5 Tahun, Biaya Terjangkau Hingga Gratis dalam Program Terpadu

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendobrak tradisi akademik dengan meluncurkan Program Pendidikan S1-S2 Terpadu 10 Semester. Artinya, meraih dua gelar sekaligus dalam lima tahun bukan lagi sekadar impian. Terobosan UMM ini menjadi jawaban atas kebutuhan efisiensi waktu dan biaya bagi mahasiswa yang ingin menuntaskan jenjang sarjana hingga magister secara maraton tanpa jeda. Kepala Biro Pendidikan dan Pengajaran UMM, Zulfatman, Ph.D., menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mempermudah transisi akademik mahasiswa sekaligus memangkas birokrasi dan biaya pendidikan. “Kita ingin membuka peluang selebar-lebarnya kepada alumni UMM untuk melanjutkan studi di kampusnya sendiri. Dengan begitu, adaptasinya lebih mudah, keberlanjutan riset dan publikasinya terjamin, dan yang terpenting pembiayaannya jauh lebih terjangkau dibandingkan jalur reguler,” ungkap Zulfatman pada rilis UMM, Kamis (16/4). Salah satu keunggulan paling menarik dari skema ini adalah fasilitas perkuliahan transisi. Mahasiswa yang telah berada di semester tujuh atau delapan dan sedang fokus mengerjakan skripsi, sudah diperbolehkan mengambil mata kuliah S2 secara gratis. “Nantinya saat resmi menjadi mahasiswa S2, mata kuliah yang sudah diikuti sebelumnya akan langsung dikonversi. Selama masa transisi ini, biayanya jauh lebih murah karena hanya disetarakan dengan biaya semester delapan S1,” bebernya. Kabar baiknya, jalur istimewa ini tidak bersifat eksklusif. Mahasiswa bertalenta dari berbagai perguruan tinggi luar kampus dipersilakan mendaftar saat mereka resmi menginjak semester tujuh, dengan peluang konversi mata kuliah yang ekuivalen. Mobilitas mahasiswa juga dijamin sangat fleksibel berkat penerapan sistem pembelajaran hybrid dan blended learning. Bahkan, mahasiswa berprestasi tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga uang. “Banyak kemudahan yang bisa dinikmati. Mulai dari proses studi yang cepat selesai, peluang mendapatkan hibah riset dalam maupun luar negeri bersama dosen, hingga potensi besar untuk kuliah S2 secara gratis,” imbuh Zulfatman. UMM membuat terobosan pendidikan perguruan tinggi dengan program terpadu S1-S2 5 tahun./dok. UMM Saat ini, jalur kesinambungan tersebut telah tersedia untuk 15 Program Studi Magister (S2) dari hampir seluruh rumpun keilmuan S1 di UMM. Pendaftaran program ini dibuka tiap awal semester 7 atau 8, bertepatan dengan jadwal pengisian KRS. Untuk dapat bergabung, pendaftar harus berstatus sebagai mahasiswa aktif yang telah menyelesaikan minimal 130 SKS dan telah mengantongi SK Tugas Akhir (Skripsi). Selain itu, calon peserta juga diwajibkan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,25, serta membawa surat rekomendasi dari Ketua Program Studi asal yang dibarengi dengan persetujuan dari Kaprodi S2 tujuan. Melalui lompatan strategis ini, UMM menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang mengutamakan efisiensi. Program S1-S2 Terpadu ini juga diharapkan menjadi karpet merah bagi generasi muda dalam mengakselerasi diri menjadi tenaga profesional yang berdaya saing global. ***