Mahasiswa UMM Ajari Lansia Jombang Temukan Ketenangan Batin Lewat Mindfullness

Ternyata saya bisa bahagia hanya dengan mengingat hal-hal baik di masa lalu. Hal itu dikatakan oleh salah seorang peserta acara Panduan Mindfulness Berbasis Sains yang dilaksanakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan itu merupakan program yang diinisiasi mahasiswa UMM melalui kuliah kerja nyata (KKN) Berdampak pada 27 Juli ini. “Para lansia seringkali tidak mendapat perhatian, termasuk dalam aspek psikis. Maka panduan mindfullness berbasis sains ini diharapkan bisa membantu mereka untuk lebih menikmati hidup,” kata Zlatan Abil Ibrahim, koordinator kelompok. Sebanyak 37 lansia dari Kelurahan Jombatan, Jombang berkumpul dengan antusias untuk mengikuti kegiatan itu. Acara ini merupakan salah satu program psikoedukasi dan training yang digagas oleh Kelompok 285 dari program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) – KKN Berdampak UMM. Abil, sapaannya, menjelaskan bahwa program ini dirancang berdasarkan pemahaman akan fase perkembangan psikologis lansia, yang dikenal sebagai tahap integrity vs despair. Pada tahap ini, individu cenderung merefleksikan kembali perjalanan hidupnya. “Fase tersebut penting untuk para lansia didampingi dalam hal regulasi emosinya. Karena apabila tidak mendapat dukungan yang tepat, maka berisiko memunculkan kecemasan yang tentu akan berdampak pada kesehatan mereka secara menyeluruh,” katanya. Para peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga diajak terlibat langsung dalam praktik tiga teknik utama mindfulness (kesadaran penuh). Mereka menjalani Mindful Breathing, yaitu latihan pernapasan sadar untuk menenangkan pikiran dan tubuh. Teknik ini menggunakan sistem pernapasan diafragm (perut). Selanjutnya, Mindful Reminiscence atau sesi refleksi positif melalui berbagi kenangan yang membangkitkan rasa syukur. Para peserta masing-masing diminta untuk menyebutkan hal sederhana apa saja yang sudah mereka syukuri hari ini. Terakhir adalah Mindful Eating, yaitu teknik menikmati makanan dengan kesadaran penuh agar setiap momen makan menjadi pengalaman yang lebih bermakna. Teknik ini dilakukan dengan sesi makan bolu bersama-sama. Inisiatif ini juga disambut hangat oleh Ketua Lingkungan Geneng, Imam. Ia berharap kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antar generasi. “Adanya kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk teman-teman lansia dan mahasiswa saling bertukar ilmu dan pengalaman,” ujarnya. Bagi para peserta, program ini terasa lebih dari sekadar pelatihan. Mereka mengakuinya sebagai ajang nostalgia, sekaligus kesempatan untuk bertemu kembali dan mempererat silaturahmi dengan kawan-kawan sebaya. Salah satu peserta bahkan menyebut kegiatan ini sebagai pengingat hidup masih bisa dinikmati dengan cara sederhana. Lebih dari sekadar satu program, inisiatif ini menjadi bukti bahwa pengabdian yang tulus mampu menciptakan dampak positif yang mendalam mempererat ikatan sosial, menebar kebahagiaan, dan memperkuat solidaritas lintas generasi. Ke depannya, rangkaian kegiatan masih akan berlanjut, termasuk psikoedukasi parenting digital, pelatihan Distress Tolerance dan Emotion Regulation untuk orang tua, serta pembentukan karakter anak melalui pendekatan psikologi bermain. (bil/wil)

Ribuan Anak Muda Ikuti Audisi Indonesian Idol di UMM

Ribuan anak muda datang ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk bersaing ikut audisi menjadi Indonesian Idol, 27 Juli 2025. Bertempat di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4, audisi ini menjadi kali kedua diselenggarakan di kampus putih setelah sebelumnya sukses menarik antusiasme besar dari peserta tahun lalu. Ribuan peserta memadati lokasi sejak pagi demi mewujudkan mimpi mereka menjadi idola Indonesia. Keseruan semakin lengkap dengan kehadiran dua bintang tamu, Kenriz dan Mesa, yang tampil menghibur dan memompa semangat para peserta. Dalam suasana penuh antusiasme, Kenriz menyampaikan bahwa setiap langkah kecil dalam hidup adalah bagian dari proses menuju mimpi yang besar. Semangat juga diberikan kepada seluruh peserta audisi. Tak hanya itu, Kenriz juga menyanyikan lagu singlenya berjudul ‘Sakit Hati’ yang langsung disambut dengan nyanyian bersama para peserta. “Tetap semangat mengejar mimpi kalian. Jangan pernah menyerah karena ini bisa jadi awal untuk masa depan kalian yang lebih baik. Semoga berhasil, dan jadikan ini langkah awal menuju panggung impian,” ujar Kenriz. Setelah penampilan Kenriz, Mesa pun naik panggung dan turut menyemarakkan suasana dengan mengajak peserta bernyanyi bersama, bermain games seru, dan bergoyang bareng di tengah audisi. Ia membawakan lagu ‘Nakal’ milik band legendaris Gigi yang sukses mencairkan ketegangan dan membuat peserta larut dalam keceriaan. Tak hanya para bintang tamu yang tampil mengesankan, semangat peserta juga terasa luar biasa. Salah satunya Latif, peserta asal Malang yang mengungkapkan bahwa dukungan sang ayah menjadi penyemangat utamanya untuk mengikuti ajang ini. “Papa selalu dukung saya untuk ikut banyak hal, termasuk menyanyi. Saya senang bisa kembangkan bakat saya. Kalau saya lolos, saya ingin kasih kejutan buat keluarga saya,” ujarnya. Sementara itu, Vivin, salah satu mahasiswa UMM juga turut mencoba peruntungannya di audisi kali ini. Ini bukan kali pertama baginya mengikuti Indonesian Idol, Vivin mengaku sebelumnya juga pernah mengikuti audisi di Surabaya. “Ini kedua kalinya saya ikut Indonesian Idol, yang pertama di Surabaya dan sekarang di kampus sendiri, UMM. Lagu yang saya bawakan berjudul Putri Iklan dari ST12. Harapan saya ke depan, semoga saya tetap punya semangat untuk ikut audisi-audisi seperti ini. Dan semoga UMM bisa terus jadi tuan rumah untuk audisi Indonesian Idol,” ujar Vivin. Kemeriahan audisi Indonesian Idol di UMM menjadi momen penuh semangat dan harapan. Tidak hanya sebagai ajang unjuk bakat, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk membuktikan diri dan melangkah lebih dekat menuju mimpi. (vin/wil)

Juara di Porprov Olahraga Ekstrem, Begini Cerita Mahasiswi UMM

Nama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali bergema karena torehkan beragam prestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jatim IX 2025. Kali ini, prestasi gemilang lahir dari Mahasiswa Sosisologi UMM yang sukses meraih Medali Perak pada Cabang Olahraga Gantole, kategori ketepatan mendarat Perorangan Putri Kelas B. Adalah Febyan Ayudya Muharram, mahasiswa asal Kota Malang yang berhasil dan sangat menyukai olahraga ekstrem sejak duduk di bangku sekolah. Menyukai hal-hal menantang adalah bagian dari dirinya. Untuk itu, Febyan mengaku tak ragu menjajal olaharaga ekstrem seperti gantole, bahkan rela menempuh jarak jauh setiap akhir pekan demi latihan. Dengan penuh semangat, Ia rutin mengasah keterampilannya di Bandara Notohadinegoro, Jember, setiap Sabtu dan Minggu. Kecintaanya pada olahraga udara bermula sejak SMA, saat dirinya aktif di ekstrakulikuler dirgantara. Ia sempat bergabung dalam aeromodelling dan bahkan ikut persiaan menuju Porprov kala itu. Sayangnya, impian itu harus ditunda karena fokus menghadapi ujian akhir sekolah. Meski demikian, Ia kembali menemukan jati dirinya dan mulai menekuni olahraga gantole sejak Agustus 2023 lalu. Lebih lanjut Febyan mengaku, dapat berpartisipasi dan meraih juara dalam ajang bergengsi Porprov adalah impiannya sejak kecil. Sebelum menjejak langit, Ia lebih dulu mengasah ketahanan fisik lewat karate. Ia bahkan pernah ikut seleksi Porprov, meski belum berjodoh lolos. Meski sudah terbiasa menghadapi tantangan, gantole pernah memberinya pengalaman pahit, seperti cedera ringan. “Pernah cedera saat landing, karena sudah lama vakum latihan saat itu. Tapi, ikut saran dokter tetap gerak agar otot tidak kaku. Alhamdulillah, sekarang sudah pulih,” jelasnya. Disamping itu, Ia sangat bersyukur dan merasa senang bercampur haru atas pencapaian yang sudah menjadi impiannya sejak kecil yang berhasil Ia wujudkan pada saat menjadi mahasiswa UMM. Apalagi dari cabang olahraga yang tak pernah diduga sebelumnya. Sementara itu, Ia menyebut kompetisi berlangsung seru dan menyenangkan, meski beberapa momen perlombaan harus tertunda karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. Tak hanya juara di Porprov, sebelumnya ia juga meraih Medali Perunggu mata lomba Sambar Pita Kelas B pada Kejuaraan Daerah Gantole Jawa Timur 2024 di Bandara Notohadinegoro, Jember. Lebih lanjut, Ia mengaku menemukan kekeluargaan yang sebenarnya di gantole. Apalagi memiliki tim yang solid, suportif, dan saling menguatkan satu dengan yang lain. Bagi Febyan, gantole bukan sekedar hobi namun juga bentuk ekspresi diri, melawan rasa takut, dan menyatu dengan semangat dirgantara. Ia juga sangat berterimakasih atas partisipasi aktif kampus UMM dalam mendukung dan memberikan kebebasan bagi mahasiswa untuk mengeksplor keterampilan mereka. “Dukungan UMM luar biasa jos, bahkan sejak persiapan Porprov. Buat teman-teman, jangan malas berprestasi. Kesempatan dan peluang itu banyak menanti, tinggal kita mau ambil atau tidak,” kata Febyan. (din/wil)

UMM Teken MoU dengan HKTI bersama Gubernur Khofifah

Langkah strategis dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan meneken kerjasama bersama Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur, 24 Juli ini. Adapun penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dilakukan langsung di kantor Gubernur Jawa Timur (Jatim). Kolaborasi ini dilakukan bertepatan dengan pelantikan DPC HKTI kabupaten dan kota se-Jatim. Turut hadir Gubernur Jatim sekaligus Dewan Pembina DPD HKTI Khofifah Indar Parawansa dalam prosesi tersebut. Terkait kerjasama ini, Ketua HKTI Jatim Arum Sabil mengatakan, ini merupakan tindak lanjut dari konsorsium perguruan tinggi yang memang berupaya membantu persoalan daerah tentang pertanian. Begitupun dengan edukasi bidang pertanian yang juga menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan, penanganan kemiskinan ekstrem, dan stunting. “HKTI Jatim dan UMM tentu bersama-sama memberikan beragam solusi dan penyelesaian atas masalah-masalah yang ada. Khususnya kerjasama kami yang ada di bidang sains dan teknologi dalam pertanian,” katanya. Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. mengatakan, pihaknya berharap bisa turut mengembangkan teknologi pertanian bersama HKTI. Inovasi UMM di bdiang sains dan teknologi bisa diterapkan pada para petani di Jawa Timur. Tidak hanya mendampingi di awal dan akhir saja, tapi juga mendampingi dengan berbagai penemuan dan teknologi. “Salah satunya inovasi Biofarm karya dosen UMM dan pertanian oragnik yang tidak mencemari lingkungan dan tanah. Kerja keras tim dosen UMM ini sudah terbukti dan teruji di berbagai wilayah. Seperti di Bondowoso, Situbondo, Lumajang, bahkan Bali. Hasil produksi di lokasi tersebut meningkat dan juga tidak mencemari lingkungan,” katanya. Nazar melanjutkan, ini juga sekaligus mengawal program ketahanan pangan Indonesia. Kampus Putih berkomitmen untuk menjalankan hal serupa, termasuk langkah konkret untuk berkolaborasi dan menggandeng asosiasi dan perhimpunan bidang pertanian. Dengan begitu, UMM bisa menjadi kampus yang benar-benar berdampak bagi masyarakat. Nazar juga menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk dekat dan memahami masyarakat, khususnya dalam bidang pertanian. “Harapannya, kami dapat belajar sekaligus mengembangkan teknologi maupun mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di tahap pengelolaan lahan, pembenihan, hingga produk hilirisasi,” katanya. Hal serupa juga disampaikan Khofifah Indar Parawansa. Ia mengatakan bahwa HKTI memajukan sektor pertanian di Jawa Timur. Mengambil peran penting dalam menyukseskan kedaulatan pangan yang jadi salah satu program pemerintah. Ia juga berterimakasih kepada UMM yang senantiasa memberikan dukungan HKTI Jawa Timur melalui kerjasama HKTI berupa Memorandum of Understanding (MoU). (*/wil)

Konferensi Internasional Hukum UMM Kaji Penyatuan Hukum hingga Keamanan Siber

Terus berkomitmen menjadi kampus berdampak yang peduli pada isu-isu hukum global, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar International Conference on Law Reform (INCLAR) 2025 yang ke-6 pada 21-22 Juli lalu. Ajang tahunan yang bertema ‘Hukum, Konflik, dan Kemanusiaan: Menuju Keadilan yang Berkelanjutan dan Masyarakat yang Tangguh’ menghadirkan pembicara ahli dari berbagai institusi luar negeri, seperti Amerika Serikat, Skotlandia, hingga Malaysia. Hadir sebagai keynote spekaer, Indra Rosandry Direktur Hukum dan Perjanjian Politik dan Keamanan Kementerian Luar Negeri RI menyoroti isu tantangan global yang semakin kompleks. Mulai dari konflik bernsenjata, keamanan siber, hingga perubahan iklim yang menjadi topik utama dalam konferensi ini. Ia juga membahas pentingnya hukum internasional sebagai pondasi perlindungan hak asasi manusia, khususnya dalam situasi konflik perang di Gaza. Selain itu, ia juga menggarisbawahi peran pendidikan, akademisi, dan negara dalam membentuk kebijakan hukum yang responsive dan berkelanjutan. Lebih dari itu, dalam forum diskusi ini menghadirkan presentasi urgensi nilai-nilai terhadap isu hukum global dari berbagai susut pandang para ahli baik praktisi maupun akademisi. Lebih lanjut, Indra percaya salah satu output dari agenda ini adalah para peserta mampu mengidentifikasi perkembangan terbaru serta keberlanjutan periode hukum internasional terkait perlindungan anak di era kontemporer. Selain itu, juga mampu merumuskan berbagai solusi untuk memanfaatkan peluang yang ada guna mendukung pengembangan hukum internasional yang lebih baik. Harapannya, langkah ini dapat menumbuhkan sistem keadilan yang berkelanjutan. Lebih lanjut, Hilaire Tegnan, Ph.D. Project Assistant Center Of Legal & Court Technology, William & Mary Law School, Amerika Serikat membahas mengenai tantangan penyatuan hukum di negara berkembang: dari pluralisme hukum menuju sinkretisme hukum di Indonesia. Ia menyampaikan, pluralisme hukum memiliki sejumlah kelebihan yang berkontribusi positif terhadap kehidupan bermasyarakat. Di antaranya adalah mendorong kerja sama antar sistem hukum, serta mendukung proses desentralisasi yang memberikan keleluasaan daerah untuk mengatur kepentingannya. “Namun, pluralitas juga justru memicu kerancuan dalam pelaksanaan hukum dan prediktabilitas menjadi kelemahan utama. Kondisi ini dapat mempersulit penegakan keadilan, karena masyarakat cenderung bingung dalam menentukan hukum mana yang berlaku,” katanya. Oleh sebab itu, dibutuhkan harmonisasi regulasi agar pluralisme hukum dapat berjalan seimbang, memberikan manfaat, dan meminimalkan potensi konflik. Untuk itu, menurut Tegnan, sinkretisme hukum menjadi solusi melihat keberanekaragaman agama, adat istiadat, suku, dan ras menjadi bagian indah dari Indonesia. Ia mengagumi dan terinspirasi dari semboyan Bhineka Tunggal Ika sebagai prinsip kuat dan berdaya lebih besar untuk mempersatu perbedaan. “Sinkretisme hukum tidak dapat hanya melihat bagaimana sistem kelompok mayoritas saja, kita dapat mencoba memahami sistem hukum, tetapi bukan dengan pendekatan top-down,” ungkapnya. Di sisi lain, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menyampaikan rasa hormat atas kehadiran para tamu dan peserta dalam konferensi internasional. Nazar juga menyoroti pentingnya peran hukum di tengah konflik global seperti perang di Ukraina dan Palestina, yang tidak hanya menjadi masalah politik tetapi juga tragedi kemanusiaan. Konferensi ini, menurutnya, menjadi ruang refleksi untuk mencari jawaban tentang bagaimana hukum dapat melindungi martabat manusia, mendukung hak korban, dan mewujudkan keadilan yang berpihak pada kemanusiaan. “Melalui forum ini, UMM terus berkomitmen bahwa pendidikan tak hnya sekedar transfer pengetahuan, tetapi juga penguatan tanggung jawab sosial bagi para mahasiswa dan anak-anak muda Indonesia,” tegasnya. (*/wil)

Dosen UMM Kuliti Merebaknya Imperialisme Budaya Baru Akibat K-Pop

Korean Pop (K-Pop) tidak lagi sekadar genre musik populer dari Korea, tetapi telah menjadi budaya baru yang menyebar ke seluruh dunia. K-Pop telah menjadi pemicu munculnya budaya baru dalam dunia hiburan. Budaya itu  berkembang menjadi identitas sosial baru yang mampu mengubah cara berfikir, menilai, dan bertindak individu dalam kehidupan sehari-hari. Hal demikian dikemukakan Nurudin dalam ujian terbuka promosi doktor di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4  Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 23 Kuli 2025 ini. Ia mengambil judul “Pembentukan Identitas Sosial Generasi Muda  Pada Komunitas K-Popers  (Studi Netnografi Pada Nctzenmalang.idn)”. Saat mempertahankan disertasinya, Nurudin mengemukakan bahwa K-Pop telah membentuk identitas sosial baru K-Popers (penggemar) yang diidentifikasi dari budaya Korea. Identitas sosial generasi muda terbentuk melalui proses identifikasi sosial mereka terhadap komunitas yang diikuti. Semakin kuat rasa keterikatan dan kesamaan terhadap kelompok, maka semakin kuat pula identitas sosial yang mereka bangun. “Serba Korea yang dipengaruhi oleh K-Pop pada akhirnya akan membuat K-Popers serba meniru ide, atribut dan perilaku yang merepresentasikan budaya Korea. Budaya pada generasi muda K-Popers berubah dan mengikuti budaya Korea. Di sinilah akan muncul imperialisme budaya baru. Generasi muda secara halus akan terjajah oleh budaya Korea. Budaya Korea yang menjajah tersebut akhirnya membentuk sebuah identitas sosial baru, “kata Nurudin yang juga dosen Ilmu Komunikasi itu. Menurut penelitiannya lebih lanjut, K-Popers tidak lagi hanya sekumpulan generasi muda yang mencari dan melampiaskan hiburan musik negeri ginseng. Komunitas K-Popers telah tumbuh menjadi kekuatan strategis yang ikut membawa perubahan di sekitarnya. K-Popers juga pernah terlibat dalam proses penggalangan dana kemanusiaan. Ia kemudian memberikan contoh keterlibatan penggemar pada kegiatan kemausiaan. “Tragedi Kanjuruhan yang  menewaskan 131 korban pada bulan Oktober 2022 dibantu komunitas K-Pop bernama Neo Culture Technology (NCT). Mereka bisa mengumpulkan dana  340 juta rupiah dalam waktu 24 jam melalui Kitabisa.com. Ini kan luar biasa?, “katanya lebih lanjut. Budaya populer memang punya dampak negatif dan positif. Terkait dampak itu, Oman Sukmana selaku Promotor dan dosen menyarankan sebaiknya institusi pendidikan, media, dan pemerintah melihat fenomena K-Popers bukan hanya sebagai budaya populer semata, tetapi juga sebagai wadah ekspresi identitas dan ruang interaksi sosial generasi muda yang potensial. “Dampak negatif memang akan ada, termasuk imperialisme budaya Korea. Namun bagaimana sebaiknya hasil penelitian ini bisa dijadikan dasar kebijakan agar dampak yang tidak diinginkan tak terjadi. Karena fenomena K-Pop ini sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Kita hanya bisa mengantisipasinya, “kata guru besar UMM itu. Penelitian disertasi yang digali datanya dari studi netnografi dan dilengkapi wawancara pada penggemar NCT itu telah memunculkan identitas sosial baru komunitas generasi muda. Tentu saja, identitas tersebut diharapkan bisa menjadi sebuah kekuatan strategis bagi perubahan ke arah kemajuan yang lebih baik. (*/wil)

Terjangkau dan Bagus, Ini Pakan Ternak CornBoost Ciptaan Tim Mahasiswa UMM

Inovasi demi inovasi dilahirkan oleh sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Salah satunya oleh para mahasiswa prodi peternakan UMM yang menciptakan inovasi pakan hewan berkualitas tinggi pada sektor peternakan. Inovasi ini berawal dari masalah yang ditemukan tim mahasiswa peternakan ini. Yakni minimnya pakan berkualitas yang sulit didapatkan. Hingga akhirnya mereka menghadirkan produk pakan ternak bernama CornBoost. Prilla Ayu Putri salah satu anggota tim menjelaskan, CornBoost adalah pakan konsentrat kering yang berkualitas tinggi dan dirancang khusus untuk mendukung produktivitas sapi perah. Dengan bahan utama berupa jagung dan campuran nutrisi lainnya, membuat pakan lebih disukai sapi. Ini juga mampu meningkatkan konsumsi pakan bagi sapi. Kandungan yang terdapat pada produk ini di antaranya protein, lemak, serat, mineral, dan vitamin yang membantu menjaga kesehatan serta mendukung pertumbuhan dan reproduksi sapi. Prila mengatakan, produk ini dikembangkan dengan pendekatan berbasis nutrisi dan efisiensi. Yakni mmenghadirkan energi tinggi yang sangat dibutuhkan oleh sapi perah dalam masa laktasi. Formulasi nutrisi seimbang di dalamnya tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi susu, tetapi juga mendukung kesehatan ternak secara keseluruhan, termasuk sistem reproduksi dan pertumbuhan. Hal menarik dari produk CornBoost adalah pemanfaatan daun katuk yang dijadikan bahan campuran utama. Sebagaimana diketahui, daun katuk memiliki khasiat dalam meningkatkan produksi ASI pada manusia. Dengan pendekatan ilmiah, potensi produk ini dikhususkan pada peningkatan produksi susu sapi perah. Ini merupakan sebuah terobosan yang membuka jalan bagi penggunaan bahan lokal yang bernilai tinggi dalam dunia peternakan. “Alasan kami membuat produk ini adalah menciptakan pakan yg berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau” katanya. Meski produk ini belum resmi dipasarkan, namun sudah diperkenalkan kepada para dosen dan akademisi di lingkungan program studi. Ini juga menjadi bentuk pengujian tahap awal. Prilla dan timnya juga menunjukkan komitmen serius dengan mencari solusi atas kendala harga bahan baku yang tinggi, terutama pada komponen daun katuk kering. Dia mempunyai solusi yakni dengan melakukan pengeringan daun katuk segar secara mandiri  menggunakan oven demi menekan biaya produksi namun tetap menjaga kualitas. “Kendala kami ada di harga daun katuk yg mahal. Jadi kami mengambil solusi mencari daun katuk fresh yg kami keringkan sendiri dengan cara dioven,” ungkapnya. Mengakhiri kalimatnya, Prila berharap produk yang dia dan tim ciptakan dapat membantu para peternak dalam skala besar maupun kecil. Sehingga dapat meningkatkan produksi susu pada ternak. Selain itu juga dapat menjadi alternatif pakan lokal yang kompetitif, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sektor peternakan. (nam/wil)

Mahasiswa UMM Bikin Tiga Inovasi untuk Jaga Lingkungan

Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, menjadi lokasi kontribusi mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adapun kegiatan itu merupakan bagian dari praktikum politik lingkungan yang terlaksana selama tiga bulan. Menariknya, pada 2 Juni lalu, terlaksana pameran inovasi dan penandatanganan kerjasama antara UMM, pihak desa, dan pemerintah Kabupaten Pasuruan. Implementasi mahasiswa UMM tersebut fokus pada inovasi pengelolaan limbah dan penguatan ekonomi lokal. Selain itu juga memperkenalkan tiga inovasi menarik yakni teknologi Smokeless Burn Barrel, yakni alat pembakaran sampah tanpa asap, produksi eco-enzymedari limbah apel, serta pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Inovasi tersebut dirancang untuk mengurangi polusi lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi warga desa. Stand pameran yang menampilkan hasil karya dan inovasi mahasiswa bersama warga itu mendapat perhatian khusus dari para tamu. Asisten II Bupati Pasuruan, Bakti Jati Permana, yang hadir mewakili Bupati, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi antara UMM dan Desa Kayu Kebek. Menurutnya, mahasiswa UMM telah membantu pemerintah dan masyarakat desa dalam mengelola limbah menjadi produk yang bernilai ekonomi. Ini adalah langkah penting dalam mempersiapkan desa menuju desa wisata lingkungan. Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, dilakukan penandatanganan prasasti pendopo sebagai simbol dimulainya kerja sama berkelanjutan antara UMM dan Desa Kayu Kebek. Pemerintah daerah menyambut baik pengembangan potensi desa melalui kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan perguruan tinggi. “Inovasi yang dilakukan mahasiswa UMM sangat relevan dengan kebutuhan desa. Pemerintah daerah mendukung penuh upaya ini,” tambahnya. Sementara itu, Kabiro Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama UMM Dr. Salahudin, M.Si., M.P.A., menegaskan bahwa praktikum ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat. “Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memberikan solusi yang aplikatif. Praktikum ini adalah langkah konkret menuju pengembangan desa wisata berbasis lingkungan,” ujarnya. Adapun kegiatan ini merupakan bagian dari program akademik semester enam yang telah berjalan selama satu setengah bulan dan kini diakui secara resmi sebagai pengganti skripsi, setelah mendapat pengesahan. Sebagai bentuk apresiasi, piagam penghargaan diserahkan kepada para mahasiswa atas kontribusi mereka dalam pengembangan desa. (vin/wil)

Mahasiswa HI UMM Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Limbah rumah tangga menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang tak kunjung usai dan minyak jelantah adalah salah satu penyumbang terbesarnya. Seringkali dibuang sembarangan ke tanah atau saluran air, minyak jelantah dapat mencemari lingkungan dan bahkan berbahaya bagi kesehatan tubuh. Namun, di tengah tantangan ini, muncul secercah harapan dari tangan kreatif mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adalah Jo, koordinator tim dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, jurusan Hubungan Internasional, yang berinisiatif menghadirkan solusi inovatif, yakni lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Ide brilian ini bermula dari mata kuliah Gerakan Sosial di semester 5. Jo yang memiliki nama lengkap Alvinda Wijaya, menjelaskan bahwa inovasi ini didorong oleh kepedulian terhadap dampak merusak minyak jelantah. “Minyak jelantah ini kan salah satu limbah rumah tangga yang bisa dibilang susah dan merusak. Ini bisa merusak lingkungan karena minyaknya yang biasanya dibuang di jalan atau tanah dan juga merusak tubuh,” ungkap Jo. Ia dan timnya kemudian mengajak masyarakat, khususnya di Desa Kayu Kebek, untuk memanfaatkan limbah yang sering dianggap tak berguna ini. Meskipun terdengar rumit, Jo menuturkan bahwa bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat lilin aromaterapi ini sebenarnya sederhana. Untuk menjernihkan minyak jelantah, mereka menggunakan arang aktif (arang kayu). Jika bau masih membandel, minyak dapat dihangatkan, digoreng dengan bawang bombay, kemudian ditambahkan empat sendok bleacher sambil terus diaduk hingga tidak menggumpal. Tentu saja, di awal proyek ini, Jo dan tim dihadapkan pada beberapa tantangan. Jo sendiri mengaku gugup saat harus berbicara di depan banyak orang, terutama saat menghadapi sekitar 30 ibu-ibu PKK. Selain itu, tantangan teknis dalam meracik lilin juga tak kalah seru. “Tantangan membuat lilin saat pertama kali itu harus memikirkan rumus yang tepat seperti berapa gram steric acid-nya (bahan pengeras lilin) dan essential oil. Lalu terkiat minyak jelantah yang kadang susah menghilangkan baunya,” katanya. Lilin aromaterapi dari minyak jelantah ini bukan sekadar penerangan biasa. Produk ini menawarkan aroma yang khas dan memikat karena diberi essential oil atau fragrance oil, sehingga tidak hanya memberikan penerangan namun juga menciptakan suasana yang menenangkan. Selain itu, lilin aromaterapi ini juga bisa dikasih hiasan dan aneka ragam wadah, yang menjadi keunggulan produk ini dalam menjual kreativitas dan ketertarikan kepada konsumen. Yang paling penting, karena bahannya terdapat minyak jelantah, produk ini termasuk dalam gerakan peduli lingkungan sekaligus menambah rasa kreativitas orang atau warga yang membuatnya. Jo dan tim menargetkan penjualan lilin ini ke hotel atau tempat spa yang membutuhkan lilin beraroma. Namun, dengan pemikiran untuk menjual secara daring, ia berharap target pasar produk ini dapat melebar luas dan menjangkau lebih banyak konsumen. Visi utama mereka adalah mengajak masyarakat untuk peduli dan menjaga lingkungan. Mereka melihat inisiatif lilin aromaterapi dari minyak jelantah ini sebagai sebuah gerakan penyadaran lingkungan. Mereka berharap, kegiatan inimenciptakan sebuah “hilir” di mana masyarakat dapat terus berinovasi dan berkontribusi dalam menjaga lingkungan. (bil/wil)

Mahasiswa UMM Sulap Ampas Jamu jadi Herbal Candy

Inovasi terus lahir dari tangan-tangan kreatif mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini, inovasi luar biasa datang dari sekelompok mahasiswa Peternakan UMM. Berupaya mendukung para peternak menghadapi potensi wabah yang sewaktu-waktu dapat terjadi, kelompok beranggotakan 10 orang ini menghadirkan produk suplemen pakan untuk ternak ruminansia, khususnya sapi perah. Bahkan produk ini terbuat dari ampas jamu-jamuan. Produk ini diberi nama Herbal Candy. Adapun Yulya Ulfa Majoli sebagai salah satu anggota kelompok mengatakan bahwa, produk ini menjadi jawaban atas kebutuhan peternak akan suplemen pakan yang alami, aman, praktis, sekaligus ramah lingkungan. Herbal Candy berbentuk blok yang dirancang agar mudah dijilat oleh ternak. Terbuat dari bahan-bahan herbal seperti kunyit, jahe, temulawak, molase, dan mineral penting, suplemen ini didesain mampu meningkatkan daya tahan tubuh, nafsu makan, serta metabolisme ternak. Utamanya, sebagai booster produksi susu pada sapi perah. Menariknya, bahan herbal tersebut diperoleh dengan memanfaatkan limbah ampas jamu sebagai komposisi bahan utama. Menurut Ulfa, selain bernilai ekonomis juga mendukung konsep peternakan berkelanjutan di tanah air. Tak hanya mampu menstimulasi imunitas, Herbal Candy juga berfungsi memperbaiki pencernaan serat pakan. Kandungan molase di dalamnya menjadi sumber energi cepat yang sangat dibutuhkan ternak. Terutama saat masa laktasi atau penggemukan. Ditambah lagi, kombinasi kunyit dan temulawak berperan sebagai digestional booster yang merangsang produksi enzim dan empedu, sehingga kesehatan pencernaan sapi tetap terjaga. Lebih lanjut, Ulfa menjelaskan proses produksinya dimulai dengan seleksi dan penimbangan bahan kering sesuai formulasi ampas jamu, mineral, dan pollard. Kemudian, bahan kering yang sudah siap dicampur dengan molase hingga membentuk adonan homogeny. Adonan dicetak, dipadatkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari selama 1–2 hari atau dalam oven agar awet dan tahan lama. Setelah melewati pemerikasaan bobot dan kualitas, Herbal Candy dikemas rapi agar siap digunakan. Dari segi harga, produk ini juga lebih ekonomis. Satu blok seberat 550 gram hanya dibandrol Rp10.000 lebih hemat sekitar Rp5.000 dibandingkan suplemen sejenis di pasaran. Tak hanya itu, keunggulan lainnya terletak pada penggunaan bahan-bahan alami tanpa campuran bahan kimia, sehingga aman untuk pemberian jangka panjang. “Produk ini kami rancang harganya lebih terjangkau dan menggunakan bahan alami mengandung Kurkumin tanpa campuran kimia yang bersifat antibakteri dan anti inflamasi. Sehingga membantu menjaga kesehatan dan aman untuk digunakan dalam jangka panjang,” kata Ulfa melanjutkan. Lebih lanjut, Ulfa menceritakan dibalik produk inovasi ini, terdapat kerja keras tim mulai dari observasi, riset business plan, hingga proses produksi dan pengemasan. Di samping itu, Ia menyampaikan terimakasih kepada para dosen, teman, dan keluarga yang selalu support langkahnya. Menurutnya, di UMM, para mahasiswa tak hanya diberi pembekalan materi, tetapi juga menjadi wadah nyata yang menfasilitasi mahasiswa menyalurkan kreativitas dan inovasi. Selain memperluas wawasan keilmuan, program ini juga membekali mahasiswa dengan semangat kewirausahaan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. “Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, UMM terus mendorong mahasiswanya menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan solusi untuk kebutuhan masyarakat. Ini juga menjadi peluang nyata bagi kami para mahasiswa untuk bisa berkreasi dan berdampak bagi masyarakat luas,” ujar Ulfa. (din/wil)