Bina Talenta Indonesia 2026 Digelar di UMM, Puspresnas Taruh Kepercayaan Dua Tahun Beruntun

MAKLUMAT – Bina Talenta Indonesia 2026 kembali digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ini merupakan tahun kedua secara berturut-turut kepercayaan yang diberikan kepada Kampus Putih. Kepercayaan itu diberikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) sebagai mitra penyelenggara ajang pembinaan talenta nasional di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Kegiatan yang berlangsung pada 1–7 Juli 2026 ini menjadi bukti kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas UMM dalam mencetak generasi muda unggul. Bukan sekadar fasilitas pendidikan yang memadai. UMM juga dinilai sukses menghadirkan ekosistem kampus hijau melalui pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT). Misalnya, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) hingga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Ketua Pelaksana Bina Talenta Indonesia 2026 di UMM, Dr. Dyah Worowirastri Ekowati, M.Pd., mengatakan, penunjukan tersebut diraih setelah proposal UMM mampu bersaing dengan ratusan perguruan tinggi di Indonesia. Kepercayaan itu juga dibuktikan dengan pemberian kuota istimewa. UMM membina 40 peserta terbaik dari sekitar 1.000 peserta tingkat nasional atau dua kali lipat lebih banyak dibanding rata-rata kampus mitra lainnya. “Selama satu pekan karantina, para peserta akan menyelesaikan sepuluh modul proyek yang dirancang untuk mengasah kemampuan inovasi, kreativitas, dan pemecahan masalah,” ujar Dyah. Tak hanya itu, UMM memberikan nilai tambah yang jarang ditemui di kampus lain. Seluruh karya inovatif peserta akan difasilitasi untuk memperoleh perlindungan Hak Cipta sehingga memiliki kepastian hukum atas kekayaan intelektual yang dihasilkan. “Karya inovatif buatan adik-adik tidak sekadar diapresiasi dengan selembar sertifikat, tetapi langsung kami fasilitasi agar memperoleh Hak Cipta resmi,” tegasnya. Sementara itu, Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., menuturkan bahwa pembinaan Bina Talenta Indonesia 2026 tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepemimpinan. Mayoritas peserta merupakan pelajar yang dipersiapkan menghadapi Olimpiade Sains Nasional (OSN). Karena itu, mereka diajak melihat secara langsung implementasi ilmu pengetahuan melalui teknologi ramah lingkungan yang diterapkan di lingkungan kampus. Peserta memperoleh pengalaman lapangan dengan mengunjungi fasilitas energi terbarukan UMM, seperti PLTMH dan instalasi panel surya yang menjadi bagian dari pengembangan kampus hijau. “Berbagai teori sains yang dipelajari di sekolah kini dapat disaksikan langsung penerapannya melalui inovasi energi terbarukan milik Direktorat Saintek UMM,” ujar In’am. Selama mengikuti pembinaan, peserta juga akan menghadapi berbagai tantangan, termasuk kompetisi hackathon dan pameran inovasi teknologi yang digelar pada 6 Juli 2026. Ajang tersebut menjadi ruang pembuktian kreativitas sekaligus kemampuan menyelesaikan persoalan melalui pendekatan sains dan teknologi. Sebagai bentuk apresiasi, UMM juga menyiapkan jalur beasiswa prestasi bagi peserta Bina Talenta Indonesia 2026 yang ingin melanjutkan pendidikan di Kampus Putih.
Regulasi Anti-Pornografi di Media: Menjaga Etika Publik di Tengah Arus Digital

Kliktimes.com-Perkembangan media massa dan media digital telah mengubah cara masyarakat menerima, memproduksi, dan menyebarkan informasi. Perubahan tersebut membuat konten pornografi tidak lagi hanya beredar melalui media konvensional, tetapi juga melalui media sosial, platform video, situs web, dan aplikasi percakapan. Persoalan ini penting dibahas karena berkaitan langsung dengan perlindungan anak, martabat manusia, etika penyiaran, dan keamanan ruang digital. Pembahasan ini berpijak pada kajian mengenai regulasi anti-pornografi di media yang menempatkan perlindungan publik sebagai isu utama. Regulasi anti-pornografi perlu diposisikan sebagai instrumen perlindungan masyarakat, bukan semata-mata sebagai alat pelarangan. Negara memiliki tanggung jawab untuk mencegah beredarnya konten yang mengeksploitasi tubuh, merendahkan martabat manusia, atau membahayakan kelompok rentan. Namun, penerapan regulasi juga harus tetap mempertimbangkan kebebasan berekspresi, karya seni, edukasi kesehatan, dan kerja jurnalistik yang sah. Dengan demikian, regulasi yang ideal adalah regulasi yang tegas terhadap eksploitasi seksual, tetapi tetap proporsional dalam membedakan pornografi dengan konten edukatif dan informatif. Indonesia telah memiliki dasar hukum yang cukup kuat untuk mengatur peredaran konten pornografi di media. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi menjadi dasar utama dalam melarang produksi, distribusi, penyiaran, dan penyediaan produk pornografi. Di ruang digital, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik mengatur penyebaran informasi elektronik yang memuat pelanggaran kesusilaan. Selain itu, KUHP Nasional, regulasi penyiaran KPI, aturan perlindungan anak, dan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual juga memiliki keterkaitan dalam penanganan kasus pornografi dan eksploitasi seksual. Media penyiaran memiliki tanggung jawab besar karena tayangan televisi dan radio dapat menjangkau masyarakat secara luas. Pengawasan terhadap media penyiaran dilakukan melalui standar program siaran, klasifikasi usia, jam tayang, dan batas kepatutan isi siaran. Masalah dalam penyiaran tidak hanya muncul pada adegan seksual eksplisit, tetapi juga pada eksploitasi tubuh, percakapan cabul, dan penyajian sensualitas yang berlebihan. Oleh karena itu, lembaga penyiaran harus memiliki mekanisme pengawasan internal agar isi siaran tidak merugikan anak, remaja, dan masyarakat umum. Media digital menghadirkan tantangan yang lebih kompleks dibandingkan media penyiaran konvensional. Konten pornografi di internet dapat diproduksi, diunggah, disalin, dan disebarkan kembali dalam waktu yang sangat cepat. Persoalan semakin serius ketika konten tersebut berupa konten intim tanpa persetujuan, konten seksual yang melibatkan anak, pemerasan seksual, atau manipulasi visual berbasis kecerdasan buatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan pornografi digital bukan hanya masalah moral, tetapi juga berkaitan dengan keamanan data, perlindungan korban, dan kekerasan berbasis elektronik. Implementasi regulasi anti-pornografi masih menghadapi persoalan pada batas definisi dan kecepatan penindakan. Tidak semua konten yang membahas tubuh, seksualitas, atau kesehatan reproduksi dapat langsung dikategorikan sebagai pornografi. Jika definisi diterapkan terlalu luas, regulasi dapat menghambat pendidikan, seni, jurnalistik, dan diskusi ilmiah. Sebaliknya, jika regulasi diterapkan terlalu longgar, konten eksploitasi seksual akan tetap beredar dan merugikan masyarakat. Rendahnya literasi digital masyarakat menjadi salah satu penyebab lemahnya pencegahan penyebaran konten pornografi. Banyak pengguna internet belum memahami bahwa menyimpan atau menyebarkan ulang konten intim orang lain dapat menimbulkan konsekuensi hukum. Sebagian masyarakat masih menganggap tindakan membagikan konten semacam itu sebagai hiburan, padahal tindakan tersebut dapat memperluas kerugian korban. Karena itu, literasi digital harus ditempatkan sebagai bagian penting dari strategi pengendalian konten pornografi di media. Pemerintah perlu memperkuat pendidikan literasi digital secara lebih sistematis. Literasi digital harus menjelaskan batas konten yang dilarang, risiko hukum penyebaran konten pornografi, dan bahaya menyebarkan konten intim tanpa persetujuan. Pendidikan ini perlu diberikan kepada anak, remaja, orang tua, guru, komunitas, dan pengguna media digital secara umum. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat menjadi pengguna media yang lebih kritis, etis, dan bertanggung jawab. Platform digital perlu memperkuat sistem moderasi konten secara cepat, transparan, dan berpihak kepada korban. Mekanisme pelaporan harus mudah digunakan oleh masyarakat yang menemukan konten pornografi atau konten intim tanpa persetujuan. Proses penghapusan konten harus dilakukan secara responsif agar penyebaran tidak semakin luas. Platform juga perlu bekerja sama dengan aparat penegak hukum dalam menangani akun penyebar, jaringan distribusi, dan konten yang melibatkan anak. Lembaga penyiaran perlu memperketat standar produksi dan penyuntingan isi siaran. Program hiburan, iklan, sinetron, video musik, dan tayangan realitas harus menghindari penggunaan sensualitas sebagai strategi menarik perhatian publik. Klasifikasi usia dan jam tayang harus diterapkan secara konsisten agar anak dan remaja tidak terpapar konten yang tidak sesuai. Pengawasan internal redaksi dan produser menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas etika penyiaran. Perlindungan korban harus menjadi prioritas dalam setiap kasus penyebaran konten pornografi tanpa persetujuan. Korban tidak boleh dipersalahkan atas penyebaran konten yang dilakukan oleh pihak lain. Negara, media, dan platform perlu menyediakan akses bantuan hukum, pemulihan psikologis, perlindungan identitas, dan penghapusan konten secara cepat. Pendekatan ini penting agar regulasi tidak hanya menghukum pelaku, tetapi juga memulihkan hak dan martabat korban. Regulasi anti-pornografi di media merupakan kebutuhan penting dalam menjaga ruang publik yang sehat, aman, dan bermartabat. Keberadaan aturan hukum di Indonesia sudah cukup luas, tetapi efektivitasnya sangat bergantung pada implementasi, pengawasan, literasi masyarakat, dan tanggung jawab platform digital. Di era digital, pornografi tidak lagi hanya berkaitan dengan kesusilaan, tetapi juga menyangkut perlindungan anak, kekerasan seksual, privasi, dan keamanan data. Oleh karena itu, regulasi yang dibutuhkan adalah regulasi yang melarang, mencegah, mendidik, melindungi korban, serta menjaga keseimbangan antara etika publik dan kebebasan berekspresi.
UMM Hadirkan Kids English Camp Edukatif Saat Liburan Sekolah

Tagar.co – Momen liburan sekolah kerap menjadi tantangan bagi orang tua untuk memilih kegiatan yang menghibur sekaligus mendidik anak. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris English Language Education Department (ELED) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan School Holiday Program: Kids English Camp. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai Senin (29/6/2026) hingga Kamis (2/7/2026). Panitia memusatkan kegiatan di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 dan area Perpustakaan Pusat UMM. Program tersebut berhasil menarik antusiasme lebih dari 110 siswa sekolah dasar. Melalui kegiatan ini, UMM menyediakan ruang bagi anak-anak untuk tetap belajar, bereksplorasi, dan menikmati masa liburan secara produktif. Perkaya Kemampuan Bahasa Inggris Anak Dosen ELED sekaligus penyelenggara kegiatan, Khoiriyah, S.Pd., M.A., menjelaskan, tim menyusun program sebagai sarana pengayaan bahasa Inggris. Tim menyesuaikan materi dengan jenjang kelas peserta. Selain itu, ELED mengintegrasikan kegiatan ini dengan kelas profesional Center of Excellence (CoE) English for Young Learners. Baca Juga: Inovasi NutriTrack MBG, Mahasiswa UMM Sabet Tiga Penghargaan Internasional Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa UMM memperoleh kesempatan mempraktikkan kemampuan mengajar secara langsung kepada anak-anak. Anak-anak antusias mengikuti School Holiday Program: Kids English Camp. Foto: Humas UMM Selanjutnya, panitia menghadirkan beragam aktivitas yang mendorong peserta belajar secara aktif. Anak-anak mengikuti pembelajaran berbasis gim digital melalui sesi Fun English with Digital Game-Based Learning. Mereka juga memadukan pembelajaran bahasa dengan sains pada sesi English and Science. Tidak hanya itu, peserta menikmati berbagai aktivitas luar ruangan yang melatih kerja sama dan keberanian. Sebagai penutup, panitia menghadirkan sesi Be Global – Learn English with Foreigner. Pada sesi tersebut, peserta berinteraksi langsung dengan salah seorang warga negara asing. Khoiriyah menjelaskan, program ini mengadaptasi budaya summer camp dari luar negeri. Selanjutnya, tim memadukannya dengan nilai-nilai keislaman melalui konsep English for Muslim Kids. Dengan demikian, anak-anak dapat merasakan suasana belajar yang menyenangkan di lingkungan kampus sekaligus memperkuat karakter mereka. Dukung Pendidikan Nasional Lebih lanjut, program ini juga mendukung arah kebijakan pendidikan nasional. Khoiriyah menegaskan, UMM siap mendukung rencana pemerintah yang akan kembali menetapkan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar mulai 2027. Untuk mendukung tujuan tersebut, UMM memanfaatkan laboratorium bahasa yang modern. Selain itu, panitia menghadirkan mahasiswa internasional pada acara penutupan. Kehadiran mereka mendorong anak-anak berlatih berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris secara alami. Menurut Khoiriyah, program ini bertujuan mengubah anggapan bahasa asing merupakan pelajaran yang sulit. Sebaliknya, tim ingin menunjukkan bahwa bahasa Inggris dapat dipelajari dengan cara yang menyenangkan. Karena itu, panitia mengemas pembelajaran melalui permainan digital, lagu, dan kegiatan membuat karya seni yang kreatif. Sementara itu, para orang tua memberikan apresiasi terhadap metode pembelajaran yang diterapkan UMM. Mereka menilai program ini membantu mengembangkan kemampuan kognitif anak melalui pendekatan yang interaktif. Salah seorang wali peserta, Iin Nur Aini, menyebut Kids English Camp sebagai wadah yang tepat untuk mengoptimalkan potensi anak di luar kegiatan belajar di sekolah. Menurutnya, konsep belajar sambil bermain membuat anak-anak tetap bersemangat dan tidak mudah bosan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pada akhirnya, Iin mengaku sengaja mendaftarkan anaknya agar masa liburan terisi dengan kegiatan yang bermanfaat. Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan kemampuan sekaligus menumbuhkan kecintaan anak terhadap bahasa Inggris.
Program Epilog Creative UMM, RBR Jadi Ruang singgah Anak Muda Malang Lewat Singgah Sore

INDOZONE.ID – Rumah Budaya Ratna kembali menjadi ruang anak muda Malang melalui kegiatan Singgah Sore yang menghadirkan pengalaman singgah, berbincang, dan hadir secara lebih personal di tengah kehidupan yang serba cepat. Kegiatan Singgah Sore di Rumah Ratna digelar pada Kamis (25/6/2026) di Rumah Budaya Ratna. Acara ini dirancang oleh Epilog Creative, tim mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang, sebagai bagian dari praktik mata kuliah Public Relations 3 bertema brand activation. Singgah Sore dirancang sebagai ruang budaya santai yang memberi kesempatan bagi anak muda untuk berhenti sejenak dari rutinitas harian dan paparan digital. Tanpa konsep yang kaku, peserta diajak hadir, berbincang, dan menikmati suasana sore dengan pendekatan yang sederhana dan akrab. Pemilihan Rumah Budaya Ratna sebagai lokasi kegiatan menjadi bagian penting dari pesan yang ingin disampaikan. Rumah budaya ini dikenal sebagai ruang literasi dan kemanusiaan yang terbuka, berangkat dari nilai-nilai yang diwariskan oleh Ratna Indraswari Ibrahim, sastrawan disabilitas asal Malang. Nilai inklusivitas dan keberanian bersuara yang melekat pada sosok tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Kehadiran Singgah Sore juga menunjukkan bahwa Rumah Budaya Ratna tidak hanya berfungsi sebagai ruang arsip budaya, tetapi tetap hidup sebagai ruang pertemuan dan interaksi lintas generasi. Anak muda diberi ruang untuk mengenal literasi dan budaya melalui pengalaman yang lebih personal dan kontekstual. Selain menjadi ruang temu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang. Mahasiswa terlibat dalam perencanaan konsep, pengelolaan kegiatan, serta penyampaian pesan kepada audiens di ruang publik. Melalui Singgah Sore, Epilog Creative berharap Rumah Budaya Ratna semakin dikenal sebagai ruang budaya yang terbuka dan relevan bagi anak muda Malang. Dengan pendekatan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, literasi dan ruang budaya diharapkan tetap memiliki tempat di tengah perubahan gaya hidup perkotaan.
Tim Peneliti Hibah RISPRO LPDP Invitasi UMM-Majelis Dikdasmen PWM Jatim MoU, Lanjut FGD Analisis Kebutuhan Sistem Layanan Literasi Inklusi Berbasis Ekosistem Muhammadiyah Terpadu (SILLA MUTU)
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Tim Peneliti Hibah Riset RISPRO LPDP Invitasi yang diketuai oleh Assoc. Prof. Ni’matuzahroh, S.Psi, M.Si, Ph.D menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Analisis Kebutuhan sistem inovasi Layanan Literasi Inklusi digital berbasis ekosistem Muhammadiyah terpadu di GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tanggal 23 Mei 2026 lalu. Menurut Ni’matuzahroh, FGD menjadi upaya implementasi hasil penelitian dalam mendukung penguatan layanan pendidikan inklusif di sekolah. Dijelaskan Ni’matuzahroh, opening FGD membahas pengembangan layanan pendidikan inklusif dan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung ekosistem pendidikan yang ramah bagi seluruh peserta didik. Materi yang disampaikan merupakan bagian dari diseminasi hasil penelitian yang telah dikembangkan melalui Hibah Riset RISPRO LPDP Invitasi. Selain pemaparan hasil riset, kata Ni’matuzahroh, diskusi sebagai momentum penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan pemangku kepentingan pendidikan. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pemanfaatan Hasil Riset antara tim peneliti Hibah RISPRO LPDP Invitasi UMM dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Dalam hal ini Direktorat Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Malang yang diwakili oleh Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, Ph.D bersama perwakilan Dikdasmen PWM Jawa Timur. Kerja sama ini bertujuan memperluas pemanfaatan hasil penelitian dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Melalui kolaborasi tersebut, berbagai inovasi dan rekomendasi yang dihasilkan dari penelitian diharapkan dapat diimplementasikan secara nyata sehingga memberikan manfaat langsung bagi sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua. Usai tanda tangan MoU, tandas Ni’matuzahroh, dilanjutkan FGD Analisis Kebutuhan Layanan Inklusi di Sekolah yang melibatkan akademisi, guru, kepala sekolah, serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan. Fokus diskusi pada identifikasi kebutuhan layanan inklusi, tantangan implementasi di lapangan, serta pemertaan sistem layanan inklusi berbasis digital (SILLA MUTU) yang didesain untuk membangun sesuai kondisi dan kebutuhan sekolah. Hasil diskusi membuktikan bahwa sekolah sangat membutuhkan sistem inklusi digital yang berisi tentang berbagai informasi akan digunakan sebagai dasar penyempurnaan produk dan rekomendasi hasil penelitian sehingga dapat diterapkan secara lebih efektif dalam mendukung pendidikan inklusif. Ni’matuzahroh mengungkapkan melalui kegiatan ini tim peneliti berharap hasil riset yang telah dikembangkan tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan layanan pendidikan inklusif yang ramah, adaptif, dan berkelanjutan di Indonesia.
Pakar UMM Ungkap Pemadaman Listrik Berpotensi Rusak Perangkat Elektronik

Publika.id Pemadaman listrik bergilir kini tengah memicu perhatian publik. Di balik terganggunya berbagai aktivitas, terdapat risiko tersembunyi yang jarang disadari oleh masyarakat luas. Dilansir dari Detikcom, Pakar Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Machmud Effendy, menjelaskan bahwa pemadaman tersebut membawa risiko besar bagi keselamatan perangkat elektronik. Menurutnya, tingkat kerusakan paling fatal pada alat elektronik justru terjadi bukan saat arus listrik terputus. Kerusakan parah biasanya berlangsung ketika aliran listrik kembali mengalir karena terjadi lonjakan tegangan secara drastis. Ketika arus kembali menyala, pasokan energi akan langsung membanjiri komponen internal dalam jumlah besar dan waktu yang sangat singkat. Fenomena ini kerap merusak komponen yang didesain hanya untuk batas rentang tegangan tertentu. Sejumlah barang yang rentan mengalami kerusakan akibat lonjakan daya pascalistrik padam meliputi komputer, perangkat pengisi daya (charger), router WiFi, mesin cuci, hingga pendingin ruangan (AC). Dampak buruk dari berhentinya aliran listrik secara tiba-tiba tidak hanya mengancam komponen fisik elektronik rumah tangga. Perangkat digital seperti komputer dan server juga menghadapi konsekuensi yang tidak kalah serius. Masalah ini berpotensi memicu hilangnya dokumen penting hingga menyebabkan kegagalan sistem operasional pada perangkat digital yang sedang aktif digunakan. “Pada perangkat yang sedang menulis data, dampaknya bisa sangat serius. Tidak hanya kehilangan data, tetapi file dapat menjadi rusak, sistem operasi gagal berjalan, hingga terjadi kerusakan fisik pada media penyimpanan,” tutur Prof. Machmud Effendy. Mempercepat Penuaan Komponen Alat Rumah Tangga Selain merusak sistem penyimpanan, pemadaman berkala turut mempercepat penurunan usia pakai komponen pada mesin pendingin seperti AC dan kulkas. Kondisi ini dipicu oleh pemaksaan kerja perangkat saat tekanan internal belum berada dalam posisi stabil. “Banyak perangkat tampak normal setelah listrik kembali menyala. Namun, bisa saja komponen di dalamnya telah mengalami kerusakan mikroskopis yang baru menimbulkan masalah di kemudian hari,” jelasnya.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM Luncurkan Empat Portal Media Digital, Siapkan Jurnalis Era Modern

Malang (beritajatim.com) – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan empat portal media digital baru dalam ajang Communication Journalism Exhibition and Talkshow (Komjest) 2026. Peluncuran tersebut menjadi bagian dari implementasi pembelajaran jurnalistik yang tidak hanya berorientasi pada produksi berita, tetapi juga pengembangan media digital yang adaptif terhadap perkembangan industri. Pameran karya sekaligus peluncuran portal media itu digelar di Malang Creative Center (MCC), Jumat (26/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen UMM dalam mencetak calon jurnalis profesional yang mampu menjawab tantangan transformasi media di era digital. Dosen Praktikum Jurnalisme Data dan Dokumenter 3 UMM, Dr. Nurudin, M.Si., menjelaskan bahwa empat portal media yang dikembangkan mahasiswa memiliki karakter dan segmentasi pembaca yang berbeda. Portal natera.id mengangkat isu lingkungan, soravista.id berfokus pada destinasi wisata alam, zheltymedia.id menyajikan konten edukasi kesehatan digital, sedangkan clickbites.id menghadirkan informasi seputar dunia kuliner. “Hadirnya portal-portal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak sekadar memproduksi teks berita, melainkan mampu membangun identitas media dengan target pembaca dan nilai editorial yang terarah,” ujar Nurudin kepada beritajatim.com, Senin (29/6/2026). Selain peluncuran media digital, Komjest 2026 juga menghadirkan forum diskusi bersama para pemimpin redaksi dari masing-masing portal. Dalam sesi tersebut, mahasiswa memaparkan strategi pengembangan media, mulai dari penentuan segmentasi audiens, pengelolaan konten, hingga arah kebijakan editorial. Wawasan peserta semakin diperkaya melalui talkshow bertajuk “Transformasi Media & Jurnalisme: Dari Media Konvensional ke Media Modern”. Forum tersebut membahas perubahan pola konsumsi informasi masyarakat sekaligus strategi distribusi konten lintas platform di era digital. Menurut Nurudin, perkembangan industri media saat ini menuntut mahasiswa memiliki kompetensi yang lebih luas dibanding sekadar kemampuan menulis berita. “Praktikum JR 3 ini fokus pada optimasi media digital. Mahasiswa memanfaatkan Instagram, konten audio visual, hingga perangkat analitik seperti Google Analytics untuk melihat jangkauannya terhadap masyarakat, sehingga mereka tahu cara mengevaluasi efektivitas informasinya,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMM, Novin Farid Setyo Wibowo, S.Sos., M.Si., menyebut penyelenggaraan Komjest menjadi indikator keberhasilan implementasi pembelajaran berbasis luaran (outcome-based education) yang diterapkan dalam kurikulum praktikum jurnalistik. Ia mengapresiasi kemampuan mahasiswa yang tidak hanya menghasilkan karya jurnalistik, tetapi juga mampu membangun media digital sekaligus menyelenggarakan kegiatan profesional. “Saya bangga karena ini momentum penting mahasiswa mampu memamerkan karya dan menyelenggarakan acara ini dengan baik. Semoga kegiatan ini bisa diteruskan setiap semester hingga mampu melahirkan media baru yang dikelola secara profesional,” kata Novin.
Lawatan Strategis ke Jepang, UMM Perluas Peluang Studi dan Karier Internasional

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mengukuhkan posisi tawarnya di kancah global. Pada 17–23 Juni lalu, Kampus Putih melangsungkan lawatan strategis ke Jepang, tepatnya ke Shimonoseki City University, Miyazaki University, serta salah satu mitra industri kehutanan, Nosuta Kabushi. Kunjungan ini difokuskan pada realisasi kerja sama akademik, pertukaran mahasiswa, riset tingkat lanjut, hingga ekspansi bisnis institusi. Kehadiran delegasi UMM di Shimonoseki City University merupakan undangan kehormatan dalam rangka perayaan ulang tahun ke-70 kampus tersebut. Kunjungan ini sekaligus mematangkan kerja sama resmi yang telah dirintis selama sepuluh tahun terakhir. Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi MPsi PhD menjelaskan bahwa kemitraan ini membuahkan hasil nyata bagi mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), berupa program transfer kredit dan beasiswa pendidikan. “Kita sudah ada slot dua belas mahasiswa yang dipersiapkan. Nanti setelah lulus mereka akan kuliah S2 di Shimonoseki dengan beasiswa dari pihak mereka,” ungkapnya. Selain mengirimkan delegasi, UMM juga akan menerima kunjungan balasan dari pihak Shimonoseki pada September mendatang untuk pengembangan riset dan bisnis. Salis, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa kolaborasi ini turut merambah pengembangan sektor bisnis komersial, seperti perikanan salmon serta komoditas stroberi dan kopi. “Nanti pada September, empat orang mahasiswa bersama dua profesor, serta sekitar lima belas orang lainnya akan datang ke sini untuk bekerja sama dalam pengembangan riset, kajian, dan peluang usaha kopi di Jepang,” tambahnya. Sebagai fasilitas penunjang, UMM dan Shimonoseki telah mendirikan Japan Corner yang dilengkapi pengajar penutur asli (native speaker) dari Jepang guna membekali kemampuan bahasa bagi mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa fasilitas tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke Jepang, meski tetap terbuka bagi mahasiswa lain. “Nanti belajar bahasa Jepangnya di situ. Namun, Japan Corner juga terbuka bagi mahasiswa lain yang ingin belajar bahasa Jepang,” jelasnya. Sementara itu, kunjungan ke Miyazaki University berfokus pada perluasan jejaring kerja sama. Mengingat empat dosen UMM merupakan alumni kampus tersebut, penjajakan skema riset bersama dan pertukaran pelajar menjadi lebih terarah. Dalam rangkaian lawatan yang sama, UMM juga memperkuat hubungan dengan mitra industri kehutanan Jepang, Nosuta Kabushi. Kemitraan yang telah meluluskan program magang angkatan pertama ini akan diakselerasi melalui pembangunan Forestry Japan Training Center di kawasan Pujon Hill. Salis menerangkan bahwa pihak industri Jepang bersedia berinvestasi dalam penyediaan sarana, kurikulum, hingga tenaga ahli untuk mempersiapkan kuota magang yang lebih besar. “Mereka akan berinvestasi dalam penyediaan tenaga ahli, kurikulum, dan perlengkapan untuk Forestry Japan Training Center di Pujon Hill, sehingga membuka peluang bagi mahasiswa kehutanan untuk berkarier di tingkat internasional,” terangnya. Langkah UMM di Negeri Sakura ini sejalan dengan visi internasionalisasi kampus. Ke depan, rangkaian kolaborasi strategis dengan berbagai mitra di Jepang diharapkan mampu meningkatkan kualitas riset UMM agar semakin mutakhir, sekaligus mencetak lulusan yang memiliki daya saing global. Tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu, jejaring internasional ini juga diproyeksikan memberikan manfaat strategis bagi institusi, salah satunya melalui terbukanya peluang karier internasional bagi para alumni.
UMM Perluas Jejaring Global di Jepang, Siapkan Jalur S2 Beasiswa hingga Karier Internasional bagi Mahasiswa

Malangpariwara.com – Komitmen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan kembali diwujudkan melalui lawatan strategis ke Jepang pada 17–23 Juni 2026. Kunjungan ke Shimonoseki City University, Miyazaki University, dan mitra industri kehutanan Nosuta Kabushi tidak sekadar mempererat hubungan akademik, tetapi juga membuka peluang beasiswa, riset internasional, hingga akses karier global bagi mahasiswa dan lulusan. Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, menjelaskan bahwa kunjungan ke Shimonoseki City University merupakan undangan kehormatan dalam peringatan 70 tahun berdirinya perguruan tinggi tersebut. Momentum itu sekaligus menjadi ajang memperkuat kemitraan yang telah terjalin selama satu dekade. Menurut Salis, hasil konkret dari kerja sama tersebut mulai dirasakan mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP). UMM telah memperoleh kuota bagi 12 mahasiswa untuk melanjutkan studi magister di Shimonoseki City University melalui skema beasiswa. “Kita sudah ada slot dua belas mahasiswa yang dipersiapkan, nanti lulus mereka akan kuliah S2 di Shimonoseki di bawah beasiswa mereka,” ujarnya. Tak berhenti pada program pendidikan, kolaborasi kedua institusi juga akan berkembang ke bidang riset dan pengembangan bisnis. Pada September mendatang, delegasi Shimonoseki University yang terdiri dari mahasiswa, profesor, dan tim akademik dijadwalkan berkunjung ke UMM untuk menindaklanjuti berbagai program kerja sama. Salah satu fokus kolaborasi adalah pengembangan komoditas bernilai ekonomi tinggi, seperti salmon, stroberi, dan kopi, yang diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia akademik dan sektor industri. “Nanti September empat orang mahasiswa bersama dua orang profesor, serta ada lima belasan orang yang ke mari akan kerja sama dengan kita untuk pengembangan riset, kajian, dan juga peluang usaha kopi di Jepang,” tambahnya. Sebagai bentuk dukungan terhadap program internasional tersebut, UMM juga menghadirkan Japan Corner, fasilitas pembelajaran bahasa dan budaya Jepang yang dilengkapi pengajar penutur asli. Kehadiran pusat pembelajaran ini diprioritaskan bagi mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke Jepang, namun juga terbuka bagi seluruh sivitas akademika yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa Jepang. “Nanti belajar bahasa Jepangnya di situ, tapi Japan Corner juga membuka untuk mahasiswa yang lain yang mau belajar Jepang boleh datang ke situ,” jelas Salis. Dalam agenda yang sama, delegasi UMM juga mengunjungi Miyazaki University. Hubungan emosional yang telah terbangun melalui empat dosen UMM yang merupakan alumni kampus tersebut menjadi modal penting untuk memperluas kolaborasi, khususnya pada bidang riset bersama, pertukaran dosen, dan mobilitas mahasiswa. Sementara itu, sektor industri juga menjadi perhatian serius dalam lawatan tersebut. Bersama perusahaan kehutanan Jepang, Nosuta Kabushi, UMM sepakat memperluas kerja sama melalui pembangunan Forestry Japan Training Center di kawasan Pujon Hill. Pusat pelatihan ini akan menjadi sarana pembekalan mahasiswa kehutanan sebelum mengikuti program magang maupun bekerja di Jepang. Mitra industri Jepang bahkan siap berinvestasi dalam penyediaan kurikulum, tenaga ahli, serta berbagai fasilitas penunjang. “Mereka akan invest tenaga, kurikulum, perlengkapan untuk Forestry Japan Training Center di Pujon Hill, sehingga membuka peluang dari teman-teman kehutanan untuk berkarir internasional,” ungkapnya. Melalui rangkaian kerja sama tersebut, UMM semakin menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi berorientasi global. Internasionalisasi tidak lagi sebatas pertukaran mahasiswa, tetapi juga mencakup penguatan riset, hilirisasi inovasi, pengembangan bisnis, hingga penciptaan jalur karier internasional bagi lulusan. Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan UMM di pasar kerja global sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai salah satu perguruan tinggi Indonesia yang aktif membangun jejaring internasional berkelanjutan.
Lawatan Strategis ke Jepang, UMM Perluas Peluang Studi dan Karier Internasional

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mengukuhkan posisi tawarnya di kancah global. Pada 17–23 Juni lalu, Kampus Putih melangsungkan lawatan strategis ke Jepang, tepatnya ke Shimonoseki City University, Miyazaki University, serta salah satu mitra industri kehutanan, Nosuta Kabushi. Kunjungan ini difokuskan pada realisasi kerja sama akademik, pertukaran mahasiswa, riset tingkat lanjut, hingga ekspansi bisnis institusi. Kehadiran delegasi UMM di Shimonoseki City University merupakan undangan kehormatan dalam rangka perayaan ulang tahun ke-70 kampus tersebut. Kunjungan ini sekaligus mematangkan kerja sama resmi yang telah dirintis selama sepuluh tahun terakhir. Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi MPsi PhD menjelaskan bahwa kemitraan ini membuahkan hasil nyata bagi mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), berupa program transfer kredit dan beasiswa pendidikan. “Kita sudah ada slot dua belas mahasiswa yang dipersiapkan. Nanti setelah lulus mereka akan kuliah S2 di Shimonoseki dengan beasiswa dari pihak mereka,” ungkapnya. Selain mengirimkan delegasi, UMM juga akan menerima kunjungan balasan dari pihak Shimonoseki pada September mendatang untuk pengembangan riset dan bisnis. Salis, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa kolaborasi ini turut merambah pengembangan sektor bisnis komersial, seperti perikanan salmon serta komoditas stroberi dan kopi. “Nanti pada September, empat orang mahasiswa bersama dua profesor, serta sekitar lima belas orang lainnya akan datang ke sini untuk bekerja sama dalam pengembangan riset, kajian, dan peluang usaha kopi di Jepang,” tambahnya. Sebagai fasilitas penunjang, UMM dan Shimonoseki telah mendirikan Japan Corner yang dilengkapi pengajar penutur asli (native speaker) dari Jepang guna membekali kemampuan bahasa bagi mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa fasilitas tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke Jepang, meski tetap terbuka bagi mahasiswa lain. “Nanti belajar bahasa Jepangnya di situ. Namun, Japan Corner juga terbuka bagi mahasiswa lain yang ingin belajar bahasa Jepang,” jelasnya. Sementara itu, kunjungan ke Miyazaki University berfokus pada perluasan jejaring kerja sama. Mengingat empat dosen UMM merupakan alumni kampus tersebut, penjajakan skema riset bersama dan pertukaran pelajar menjadi lebih terarah. Dalam rangkaian lawatan yang sama, UMM juga memperkuat hubungan dengan mitra industri kehutanan Jepang, Nosuta Kabushi. Kemitraan yang telah meluluskan program magang angkatan pertama ini akan diakselerasi melalui pembangunan Forestry Japan Training Center di kawasan Pujon Hill. Salis menerangkan bahwa pihak industri Jepang bersedia berinvestasi dalam penyediaan sarana, kurikulum, hingga tenaga ahli untuk mempersiapkan kuota magang yang lebih besar. “Mereka akan berinvestasi dalam penyediaan tenaga ahli, kurikulum, dan perlengkapan untuk Forestry Japan Training Center di Pujon Hill, sehingga membuka peluang bagi mahasiswa kehutanan untuk berkarier di tingkat internasional,” terangnya. Langkah UMM di Negeri Sakura ini sejalan dengan visi internasionalisasi kampus. Ke depan, rangkaian kolaborasi strategis dengan berbagai mitra di Jepang diharapkan mampu meningkatkan kualitas riset UMM agar semakin mutakhir, sekaligus mencetak lulusan yang memiliki daya saing global. Tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu, jejaring internasional ini juga diproyeksikan memberikan manfaat strategis bagi institusi, salah satunya melalui terbukanya peluang karier internasional bagi para alumni.