Lawatan Strategis ke Jepang, UMM Buka Peluang Karir Internasional

www.majelistabligh.id –Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mengukuhkan posisi tawarnya di kancah global. Pada 17-23 Juni lalu, Kampus Putih melangsungkan lawatan strategis ke Jepang, tepatnya ke Shimonoseki City University, Miyazaki University, serta salah satu mitra industri kehutanan Nosuta Kabushi. Kunjungan ini difokuskan pada realisasi kerja sama akademik, pertukaran mahasiswa, riset tingkat lanjut, hingga ekspansi bisnis institusi. Kehadiran delegasi UMM di Shimonoseki City University merupakan undangan kehormatan dalam rangka perayaan ulang tahun ke-70 kampus tersebut. Kunjungan ini sekaligus mematangkan kerja sama resmi yang telah dirintis sejak sepuluh tahun lalu. Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, PhD menjelaskan, kemitraan ini membuahkan hasil nyata bagi mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), berupa program transfer kredit dan beasiswa pendidikan. “Kita sudah ada slot dua belas mahasiswa yang dipersiapkan, nanti lulus mereka akan kuliah S2 di Shimonoseki di bawah beasiswa mereka,” ungkapnya. Selain mengirimkan delegasi, UMM juga akan menerima kunjungan balasan dari pihak Shimonoseki pada bulan September mendatang untuk pengembangan riset dan bisnis. Salis sapaan akrabnya menuturkan bahwa kolaborasi ini turut merambah pada pengembangan sektor bisnis komersial seperti perikanan salmon, serta komoditas stroberi dan kopi. “Nanti September empat orang mahasiswa bersama dua orang profesor, serta ada lima belasan orang yang ke mari akan kerja sama dengan kita untuk pengembangan riset, kajian, dan juga peluang usaha kopi di Jepang,” tambahnya. Sebagai fasilitas penunjang, UMM dan Shimonoseki telah mendirikan Japan Corner yang dilengkapi dengan pengajar penutur asli (native speaker) dari Jepang guna membekali kemampuan bahasa mahasiswa. Ia memaparkan bahwa fasilitas tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa yang akan berangkat studi ke Jepang, meski tidak menutup kesempatan bagi mahasiswa lain secara umum. “Nanti belajar bahasa Jepangnya di situ, tapi Japan Corner juga membuka untuk mahasiswa yang lain yang mau belajar Jepang boleh datang ke situ,” jelasnya. Sementara itu, kunjungan ke Miyazaki University berfokus pada perluasan jangkauan institusi. Mengingat empat dosen UMM merupakan alumni dari kampus tersebut, penjajakan skema riset bersama dan pertukaran pelajar menjadi lebih terarah. Dalam rangkaian lawatan yang sama, UMM turut memperkuat hubungan dengan mitra industri kehutanan Jepang, Nosuta Kabushi. Kemitraan yang telah meluluskan program magang batch pertama ini akan diakselerasi dengan pembangunan Forestry Japan Training Center di kawasan Pujon Hill. Pria itu menerangkan bahwa pihak industri Jepang bersedia berinvestasi dalam penyediaan sarana, kurikulum, hingga tenaga ahli untuk mempersiapkan kuota magang yang lebih masif. “Mereka akan invest tenaga, kurikulum, perlengkapan untuk Forestry Japan Training Center di Pujon Hill, sehingga membuka peluang dari teman-teman kehutanan untuk berkarir internasional,” terangnya. Langkah UMM di negeri sakura ini sepenuhnya sejalan dengan visi internationalisasi. Ke depan, rangkaian kolaborasi strategis dengan Jepang diharapkan mampu meroketkan kualitas riset universitas agar lebih mutakhir, sekaligus mencetak lulusan dengan daya saing tinggi. Tidak hanya sekadar transfer ilmu, jejaring internasional ini diproyeksikan mampu memberikan keuntungan ganda bagi institusi, salah satunya berupa kesempatan kerja eksklusif bagi alumni.

Mahasiswa UMM Terpilih Jadi Ketua Umum PP HIKMAHBUDHI

MALANG POST – Adalah Chandra Aditya Nugraha, alumnus Program Studi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2016, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (PP HIKMAHBUDHI) periode 2025–2028. Capaian ini menegaskan bahwa kampus berlatar belakang Islam mampu mencetak pemimpin nasional yang berdaya saing tinggi tanpa memandang latar belakang agama dan keyakinan. Chandra sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pencapaian puncaknya saat ini merupakan buah dari proses panjang yang ia rintis sejak pertama kali bergabung dengan HIKMAHBUDHI dan Asosiasi Kesejahteraan Sosial Jawa Timur pada tahun 2015. “Organisasi itu prosesnya panjang. Saya memulai dari anggota, kemudian menjadi pengurus cabang, hingga akhirnya dipercaya menjadi Ketua Cabang. Setelah lulus dari UMM pada tahun 2020, saya mengabdikan diri sebagai pengurus pusat di Jakarta sambil melanjutkan studi,” ungkapnya 26 Juni pada Humas UMM. Dalam perjalanannya menuju kursi kepemimpinan tertinggi pada pencalonan tahun 2024 lalu, ia dihadapkan pada dinamika yang menguji kedewasaan kepemimpinannya, terutama dalam mengelola konflik internal agar tidak memecah belah anggota. “Saat proses pemilihan, itu menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Dari situ saya belajar memanajemen konflik agar organisasi tetap solid,” jelasnya. Sebagai mahasiswa non-Muslim yang menempuh pendidikan di institusi Islam, ia menilai Kampus Putih UMM telah memberikannya ruang belajar nyata tentang esensi kebhinekaan yang memberikan hak setara bagi seluruh sivitas akademika. “Saya bangga dengan UMM. Kampus ini menerapkan nilai keberagaman secara nyata. UMM tidak mengharuskan mahasiswanya beragama Islam atau berasal dari Muhammadiyah. Semua orang bisa belajar dan berkembang bersama,” tuturnya. Bagi Chandra, UMM adalah miniatur Indonesia yang sukses mengimplementasikan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Di kampus ini, mahasiswa dari berbagai daerah, etnis, dan keyakinan dapat berbaur dan mendapatkan fasilitas serta hak pendidikan yang sama. Kebebasan dan toleransi inilah yang turut mendewasakan perspektif kepemimpinannya untuk berkiprah di tingkat nasional. Terkait tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, Chandra menyadari bahwa rasa khawatir dan overthinking mengenai masa depan adalah fase wajar, namun ia mendorong mahasiswa untuk berani mengambil risiko demi memperjuangkan tujuan hidup. “Hidup yang tidak pernah dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan. Jadi jangan takut tentang besok akan menjadi apa. Fokuslah pada apa yang teman-teman minati dan cintai hari ini. Dari situlah jalan akan terbuka,” tegasnya. Kisah perjalanan Chandra menjadi bukti konkret bahwa lingkungan pendidikan yang menjunjung tinggi toleransi, dipadukan dengan keberanian untuk terus berproses, mampu mencetak pemimpin yang tangguh. Nilai-nilai inklusivitas yang dibawa dari Kampus Putih diharapkan tidak hanya memajukan organisasinya, tetapi juga menjadi pesan kuat bagi mahasiswa lain untuk tidak takut bermimpi besar, terus berkarya, dan berani mengambil langkah nyata bagi masa depan bangsa.

Moto East Java Berkolaborasi Dengan Mahasiswa UMM Kenalkan Sensasi Adventure Trail Melalui TRAX 2026

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang– Pengalaman mejelajahi jalur alam terbuka menjadi daya tarik utama dalam TRAX 2026 (Trail Adventure X-perience) yang diselenggarakan kelompok Artheera dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Moto East Java pada Minggu kemarin (28/6/2026). Kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk merasakan langsung adventure trail dengan dukungan armada dan pendampingan dari Moto East Java. Sebelum keberangkatan, peserta mendapatkan briefing keselamatan dan pengenalan jalur dari guide profesional. Perjalanan dimulai dari Basecamp Moto East Java menuju Coban Jahe melalui beberapa titik jalur alam yang menantang. Peserta diajak menikmati panorama alam mulai dari kawasan Alas mbahgor (Bandara Udara Abdul Rachman Soleh), Paralayang dengan menikmati hidangan polo pendem hingga Alas Pinus yang menjadi bagian dari rute perjalanan. Aktivitas Seru Sepanjang Perjalanan Selain riding, peserta mengikuti berbagai aktivitas interaktif seperti The Spotter Challenge yang mengajak mereka berpose kreatif di depan kamera. Momen coffe break di Paralayang juga menjadi kesempatan untuk beristirahat sekaligus membangun interaksi dengan peserta lainnya. Dalam sesi Chit Chat Q&A, peserta mendapatkan kesempatan berdiskusi langsung dengan tim Moto East Java mengenai teknik dasar off-road, keselamatan berkendara, serta pengalaman menjelajahi berbagai jalur adventure trail di Malang.

Lawatan ke Jepang, UMM Buka Peluang Beasiswa S2 dan Karier Internasional

Sketsamalang.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperkuat langkah internasionalisasi melalui lawatan strategis ke Jepang pada 17–23 Juni 2026. Kunjungan ke Shimonoseki City University, Miyazaki University, dan perusahaan kehutanan Nosuta Kabushi itu bertujuan memperluas kerja sama akademik, pertukaran mahasiswa, riset, serta membuka peluang karier internasional bagi mahasiswa dan alumni. Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., mengatakan kunjungan ke Shimonoseki City University menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan yang telah terjalin selama satu dekade. Delegasi UMM juga hadir sebagai tamu kehormatan dalam peringatan hari jadi ke-70 perguruan tinggi tersebut. Menurut Salis, kerja sama tersebut telah memberikan manfaat nyata, terutama bagi mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), melalui program transfer kredit dan beasiswa pendidikan. “Kita sudah ada slot dua belas mahasiswa yang dipersiapkan. Nanti setelah lulus mereka akan kuliah S2 di Shimonoseki dengan beasiswa dari pihak mereka,” ujarnya. Selain program beasiswa, kedua institusi juga akan memperluas kolaborasi di bidang riset dan pengembangan bisnis. Pada September mendatang, Shimonoseki City University dijadwalkan mengirimkan empat mahasiswa, dua profesor, dan belasan delegasi lainnya ke UMM. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan riset serta peluang usaha di sektor perikanan salmon, stroberi, dan kopi. “Nanti September empat orang mahasiswa bersama dua orang profesor, serta ada belasan orang yang ke mari untuk kerja sama pengembangan riset, kajian, dan juga peluang usaha kopi di Jepang,” tambah Salis. Sebagai bentuk dukungan terhadap program internasional, UMM bersama Shimonoseki City University juga telah mendirikan Japan Corner. Fasilitas ini dilengkapi pengajar penutur asli (native speaker) bahasa Jepang untuk membekali mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke Negeri Sakura. Meski diprioritaskan bagi peserta program internasional, Japan Corner juga terbuka bagi seluruh mahasiswa UMM yang ingin mempelajari bahasa dan budaya Jepang. “Nanti belajar bahasa Jepangnya di situ. Namun, Japan Corner juga terbuka bagi mahasiswa lain yang ingin belajar bahasa Jepang,” jelasnya. Tak hanya memperkuat kemitraan yang telah berjalan, UMM juga memperluas jejaring dengan Miyazaki University. Kunjungan ini difokuskan pada penjajakan riset bersama dan program pertukaran mahasiswa. Hubungan kedua institusi dinilai semakin erat karena empat dosen UMM merupakan alumni Miyazaki University. Di sektor industri, UMM turut memperkuat kolaborasi dengan perusahaan kehutanan Jepang, Nosuta Kabushi. Setelah sukses menjalankan program magang batch pertama, kedua pihak kini menyiapkan pembangunan Forestry Japan Training Center di kawasan Pujon Hill, Kabupaten Malang. Pusat pelatihan tersebut akan didukung investasi dari mitra Jepang, mulai dari penyediaan tenaga ahli, kurikulum, hingga perlengkapan pelatihan. Program ini diharapkan dapat memperluas kuota magang sekaligus membuka peluang kerja internasional bagi mahasiswa kehutanan. “Mereka akan berinvestasi dalam tenaga, kurikulum, dan perlengkapan untuk Forestry Japan Training Center di Pujon Hill, sehingga membuka peluang bagi mahasiswa kehutanan untuk berkarier di tingkat internasional,” terang Salis. Melalui rangkaian kerja sama tersebut, UMM menegaskan komitmennya dalam mewujudkan visi internasionalisasi kampus. Selain meningkatkan kualitas riset dan pendidikan, kolaborasi dengan perguruan tinggi serta industri di Jepang diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing global, sekaligus memperluas akses beasiswa, magang, dan kesempatan kerja di tingkat internasional.

Festival Dolanan Hidupkan Kembali Permainan Tradisional dan Kebersamaan Keluarga di Taman Dolan Batu

INDOZONE.ID – Taman Dolan Batu bersama mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang melalui tim Wavvy Creative sukses menyelenggarakan Festival Dolanan sebagai puncak kegiatan Praktikum 3 Brand Activation. Mengusung tema “Balik Dolanan”, festival ini menghadirkan pengalaman bermain permainan tradisional yang dipadukan dengan pertunjukan seni budaya, aktivitas keluarga, dan suasana alam pedesaan khas Taman Dolan Batu. Festival ini menjadi bagian dari strategi brand activation untuk memperluas segmentasi pengunjung Taman Dolan Batu yang selama ini didominasi rombongan sekolah menuju keluarga muda, mahasiswa, dan masyarakat umum. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan tim, tingginya minat masyarakat terhadap wisata alam dan pengalaman kebersamaan menjadi dasar lahirnya konsep festival yang mengangkat kembali nilai-nilai budaya lokal melalui permainan tradisional. Berbagai aktivitas disuguhkan sepanjang acara, mulai dari permainan tradisional seperti engklek, congklak, egrang, bakiak, bentengan, gobak sodor, hingga bekel yang dapat dimainkan oleh peserta dari berbagai kalangan usia. Sebelum permainan dimulai, peserta mendapatkan sesi edukatif yang dipandu oleh Mbah Jo, yang memperkenalkan sejarah, filosofi, serta tata cara memainkan setiap permainan tradisional secara interaktif. Suasana festival semakin meriah dengan penampilan Laskar Angin Percussion yang membawakan musik tradisional, dilanjutkan pertunjukan Teater Sinden FISIP UMM bertajuk “Kalah Menang, Sing Penting Dolan Bareng” yang mengangkat nilai kebersamaan, sportivitas, dan pelestarian budaya melalui permainan tradisional. Kemeriahan acara semakin lengkap dengan penampilan Miben Voice yang membawakan lagu-lagu tradisional Jawa, seperti Padang Bulan, Cublak-Cublak Suweng, dan Prau Layar, yang dipadukan dengan interaksi permainan tradisional sehingga menciptakan suasana nostalgia sekaligus mengajak pengunjung untuk kembali mengenal dan mencintai warisan budaya lokal. Puncak acara ditandai dengan prosesi Lentera Malam, ketika seluruh peserta menuliskan harapan pada secarik kertas, lalu menerbangkan lentera secara bersama-sama. Momen tersebut menjadi simbol harapan agar nilai kebersamaan, budaya, dan permainan tradisional tetap hidup di tengah perkembangan era digital. Ketua Pelaksana Festival Dolanan, Muhammad Farelino, mengatakan bahwa festival ini lahir dari keprihatinan terhadap permainan tradisional yang mulai terlupakan oleh generasi muda. “Permainan tradisional perlahan mulai dilupakan oleh generasi sekarang. Padahal, di setiap dolanan terdapat nilai kebersamaan, kejujuran, kreativitas, serta kearifan lokal yang perlu terus diwariskan. Melalui Festival Dolanan, kami ingin menghadirkan kembali pengalaman bermain secara langsung dalam suasana yang edukatif dan menyenangkan bagi keluarga yang berkunjung ke Taman Dolan Batu,” ujarnya. Salah satu kegiatan di Festival Dolanan. (Yorinda Isva/Z Creators) Hal senada disampaikan oleh dosen pembimbing Praktikum Brand Activation Ilmu Komunikasi UMM, Jamroji, S.Sos., M.Comms. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi implementasi pembelajaran mahasiswa, tetapi juga bentuk nyata pelestarian budaya. “Festival ini menjadi upaya untuk mengingatkan kembali permainan-permainan tradisional yang dahulu pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, namun kini mulai terlupakan oleh generasi muda. Harapannya, budaya bermain bersama dapat kembali dikenal dan diwariskan kepada anak-anak saat ini,” jelasnya. Sementara itu, Owner Taman Dolan Batu, Miftah Hadi, mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan kegiatan yang selaras dengan nilai-nilai Taman Dolan. “Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi momen yang mampu mempererat hubungan keluarga melalui pengalaman bermain, belajar, dan menikmati budaya bersama di Taman Dolan Batu,” ungkapnya.

Pakar UMM Ungkap Risiko Tersembunyi Pemadaman Listrik Bergilir pada Alat Elektronik

Akses.co Pemadaman listrik bergilir saat ini sedang menjadi perhatian masyarakat secara luas. Selain mengganggu berbagai aktivitas sehari-hari, situasi tersebut ternyata menyimpan bahaya tersembunyi yang jarang disadari oleh para pemilik perangkat elektronik. Dikutip dari Detikcom, Pakar Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Machmud Effendy, mengatakan pemadaman ini berisiko pada alat elektronik. Menurutnya, tingkat kerusakan perangkat yang paling parah justru terjadi bukan pada saat aliran listrik padam. Titik paling rawan justru berlangsung ketika aliran listrik kembali menyala karena adanya lonjakan tegangan yang drastis. Energi listrik akan langsung masuk ke dalam komponen dalam jumlah sangat besar di waktu yang amat singkat. Fenomena ini kerap merusak komponen sensitif yang sebenarnya dirancang hanya untuk bekerja pada rentang tegangan tertentu. Adapun barang-barang yang berisiko rusak karena nyalanya listrik usai pemadaman adalah komputer, charger, router WiFi, mesin cuci hingga AC. Dampak buruk dari mati lampu mendadak ini tidak hanya mengintai peralatan rumah tangga konvensional. Perangkat digital yang mengolah informasi sensitif juga menghadapi risiko yang tidak kalah besar. Pemadaman mendadak juga berdampak pada perangkat digital seperti komputer dan server. Gangguan suplai daya secara tiba-tiba ini dapat memicu kehilangan data hingga kegagalan sistem operasional. “Pada perangkat yang sedang menulis data, dampaknya bisa sangat serius. Tidak hanya kehilangan data, tetapi file dapat menjadi rusak, sistem operasi gagal berjalan, hingga terjadi kerusakan fisik pada media penyimpanan,” tuturnya. Mempercepat Penuaan Komponen AC dan Kulkas Kerusakan mikroskopis menjadi ancaman jangka panjang bagi peralatan yang menggunakan kompresor. Komponen motor di dalam perangkat penyejuk udara dan pendingin makanan dipaksa langsung beroperasi kembali secara mendadak. Pemadaman listrik juga mempercepat penuaan komponen AC dan kulkas. Hal ini lantaran perangkat langsung dipaksa bekerja ekstra saat tekanan belum stabil. Pemilik rumah sering kali tertipu oleh kondisi fisik luar peralatan yang terlihat baik-baik saja setelah pemadaman berakhir. Masalah baru akan muncul ke permukaan setelah akumulasi kerusakan di dalam komponen mencapai batas maksimal. “Banyak perangkat tampak normal setelah listrik kembali menyala. Namun, bisa saja komponen di dalamnya telah mengalami kerusakan mikroskopis yang baru menimbulkan masalah di kemudian hari,” jelasnya.

UMM Raih Anugerah Kampus Unggulan LLDIKTI VII 2026 dengan Capaian Hibah Riset Terbanyak

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses meraih Anugerah Kampus Unggulan 2026 dari LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur. Penghargaan bergengsi ini diraih pada kategori Penerima Program Hibah Penelitian dengan Pendanaan dan Judul Terbanyak 2026 (Bentuk Universitas/Institut), yang diserahkan dalam Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi (Rakerpim) pada 22 Juni 2026 lalu. Capaian ini secara langsung mengukuhkan posisi Kampus Putih sebagai institusi pendidikan dengan ekosistem riset terkuat yang adaptif terhadap tantangan global. Kepala Biro Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama (BRBK) UMM, Dr. Salahudin, S.IP., M.Si., M.P.A., menjelaskan bahwa capaian tersebut tidak diperoleh secara instan. Menurutnya, keberhasilan UMM merupakan hasil dari sistem dukungan yang dibangun secara komprehensif oleh universitas, mulai dari aspek pendanaan hingga pendampingan bagi dosen dalam menyusun proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Yang pertama berkaitan dengan dukungan universitas terhadap program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang sangat komprehensif. Ada pendanaan internal, kemudian pendampingan proposal mulai dari tingkat fakultas sampai universitas, termasuk klinik proposal yang dilakukan secara terpusat di LPPM,” ungkap Salahudin pada rilis UMM, Senin (29/6). UMM juga dinilai memiliki ekosistem riset yang kuat dan terstruktur. Berbagai unit pendukung seperti Lembaga Pengembangan Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Bursa Intelektual, KPI, hingga pusat-pusat studi menjadi bagian penting dalam menciptakan budaya akademik yang produktif. Keberadaan struktur organisasi tersebut memungkinkan dosen memperoleh dukungan yang berkelanjutan dalam melaksanakan penelitian maupun pengabdian. Salahudin menegaskan bahwa strategi utama untuk meningkatkan produktivitas dosen adalah membangun kesadaran bahwa penelitian dan pengabdian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tridarma perguruan tinggi. Oleh karena itu, universitas terus menghadirkan berbagai skema pendukung agar para dosen dapat menjalankan kewajiban akademiknya secara optimal. “Penelitian dan pengabdian itu merupakan urusan wajib yang harus dilaksanakan oleh dosen karena menjadi bagian dari tridarma perguruan tinggi. Karena itu, UMM mendukung Bapak-Ibu dosen dengan berbagai cara, mulai dari pendampingan, pendanaan, hingga struktur organisasi yang mendukung pelaksanaan penelitian,” bebernya. Menurutnya, kuantitas penelitian harus berjalan beriringan dengan kualitas dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Untuk memastikan riset yang dilakukan benar-benar berdampak, UMM telah membentuk klaster penelitian dan pengabdian unggulan serta melakukan pemetaan wilayah sasaran berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Pendekatan tersebut memungkinkan hasil penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi juga mampu menjawab persoalan sosial yang ada di lapangan. “Lokasi penelitian dan pengabdian harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Misalnya, ketika UMM mengirim tim penelitian dan pengabdian ke Nusa Tenggara Timur, itu karena daerah tersebut memang membutuhkan. Jadi, penelitian dan pengabdian tidak hanya ditentukan oleh dosen, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat agar benar-benar berdampak,” imbuh Salahudin. UMM berkomitmen untuk terus meningkatkan capaian risetnya usai meraih Anugerah Kampus Unggulan 2026 dari LLDIKTI./dok.UMM Keterlibatan mahasiswa juga menjadi perhatian penting dalam setiap program hibah di UMM, Salahudin menyebut bahwa universitas memiliki kebijakan yang mewajibkan setiap kegiatan penelitian dan pengabdian melibatkan mahasiswa. Keterlibatan tersebut mencakup proses penyusunan proposal, pelaksanaan kegiatan, hingga penyusunan luaran penelitian berupa publikasi, poster ilmiah, maupun bentuk luaran akademik lainnya. Ke depan, UMM berkomitmen untuk terus meningkatkan capaian riset dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki. Mulai dari dosen muda hingga dosen senior akan terus didorong untuk aktif meneliti dan mengabdi kepada masyarakat. Karena prestasi riset tidak hanya diukur dari kuantitas, tetapi juga kualitas serta sejauh mana penelitian tersebut mampu memberikan perubahan sosial bagi masyarakat.

UMM Raih Anugerah Kampus Unggulan 2026, Catat Hibah Penelitian Terbanyak dari LLDIKTI VII 29/06/2026 19:18 – 184 views

pwmu.co –Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi dengan meraih Anugerah Kampus Unggulan 2026 dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur. Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Penerima Program Hibah Penelitian dengan Pendanaan dan Judul Terbanyak 2026 untuk kelompok universitas dan institut. Penghargaan diserahkan dalam Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi (Rakerpim) LLDIKTI Wilayah VII pada 22 Juni 2026. Capaian ini semakin mengukuhkan posisi UMM sebagai salah satu perguruan tinggi dengan ekosistem riset yang kuat dan adaptif terhadap berbagai tantangan global. Kepala Biro Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama (BRBK) UMM, Dr. Salahudin, S.IP., M.Si., M.P.A., menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari sistem pendukung penelitian yang dibangun secara menyeluruh oleh universitas. Menurutnya, dukungan diberikan mulai dari pendanaan internal hingga pendampingan penyusunan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Yang pertama berkait dengan dukungan universitas terhadap program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang sangat komprehensif. Ada pendanaan internal, kemudian pendampingan proposal mulai dari tingkat fakultas sampai universitas, termasuk klinik proposal yang dilakukan secara terpusat di LPPM,” ujarnya. Selain dukungan pendanaan, UMM juga memiliki berbagai unit yang memperkuat budaya riset, seperti Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Bursa Intelektual, KPI, hingga berbagai pusat studi yang mendukung produktivitas dosen. Salahudin menegaskan bahwa strategi utama UMM dalam meningkatkan produktivitas penelitian adalah membangun kesadaran bahwa penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tridarma perguruan tinggi. Karena itu, universitas terus menghadirkan berbagai skema pendukung agar dosen dapat menjalankan tugas akademiknya secara optimal. “Penelitian dan pengabdian itu merupakan urusan wajib yang harus dilaksanakan oleh dosen karena menjadi bagian dari tridarma perguruan tinggi. Karena itu, UMM mendukung Bapak-Ibu dosen dengan berbagai cara, mulai dari pendampingan, pendanaan, hingga struktur organisasi yang mendukung pelaksanaan penelitian,” katanya.   Menurut Salahudin, peningkatan jumlah penelitian harus diiringi dengan kualitas serta manfaat nyata bagi masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, UMM membentuk klaster penelitian dan pengabdian unggulan serta melakukan pemetaan wilayah sasaran berdasarkan kebutuhan masyarakat. Pendekatan tersebut memungkinkan hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial. “Lokasi penelitian dan pengabdian harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Misalnya, ketika UMM mengirim tim penelitian dan pengabdian ke Nusa Tenggara Timur, itu karena daerah tersebut memang membutuhkan. Jadi, penelitian dan pengabdian tidak hanya ditentukan oleh dosen, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat agar benar-benar berdampak,” jelas Salahudin. UMM juga mendorong keterlibatan mahasiswa dalam setiap program penelitian dan pengabdian. Mahasiswa dilibatkan sejak proses penyusunan proposal, pelaksanaan kegiatan, hingga penyusunan berbagai luaran akademik, seperti publikasi ilmiah, poster penelitian, dan bentuk luaran lainnya. Ke depan, UMM berkomitmen terus meningkatkan kualitas riset dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki, baik dosen muda maupun dosen senior. Universitas menegaskan bahwa keberhasilan riset tidak hanya diukur dari jumlah penelitian yang dihasilkan, tetapi juga dari kualitas serta dampaknya dalam memberikan perubahan positif bagi masyarakat.

Pemadaman Listrik Bergilir, Dosen Teknik UMM Ungkap Bahaya yang Jarang Disadari

Detik.com Jakarta – Pemadaman listrik bergilir sedang menjadi sorotan. Selain mengganggu aktivitas, ada bahaya yang jarang disadari. Pakar Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Machmud Effendy, mengatakan pemadaman ini berisiko pada alat elektronik. Menurutnya, kerusakan perangkat elektronik paling parah justru terjadi bukan pada saat listrik padam, tapi saat aliran listrik kembali menyala akibat adanya lonjakan tegangan yang drastis. Saat listrik kembali menyala, energi listrik masuk ke dalam komponen dalam jumlah sangat besar di waktu yang amat singkat. Kondisi ini kerap merusak komponen yang dirancang pada rentang tegangan tertentu. Adapun barang-barang yang berisiko rusak karena nyalanya listrik usai pemadaman adalah komputer, charger, router WiFi, mesin cuci hingga AC. Data Bisa Hilang Akibat Pemadaman Mendadak Selain kerusakan pada elektronik rumah tangga, pemadaman mendadak juga berdampak pada perangkat digital seperti komputer dan server. Hal ini dapat memicu kehilangan data hingga kegagalan sistem. “Pada perangkat yang sedang menulis data, dampaknya bisa sangat serius. Tidak hanya kehilangan data, tetapi file dapat menjadi rusak, sistem operasi gagal berjalan, hingga terjadi kerusakan fisik pada media penyimpanan,” tuturnya. Pemadaman Listrik Percepat Penuaan Komponen AC dan Kulkas Pemadaman listrik juga mempercepat penuaan komponen AC dan kulkas. Hal ini lantaran perangkat langsung dipaksa bekerja ekstra saat tekanan belum stabil. “Banyak perangkat tampak normal setelah listrik kembali menyala. Namun, bisa saja komponen di dalamnya telah mengalami kerusakan mikroskopis yang baru menimbulkan masalah di kemudian hari,” jelasnya. Rekomendasi saat Listrik Padam Machmud menegaskan pemadaman listrik tidak dianggap sebagai hal yang sepele. Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk segera mencabut steker perangkat elektronik sensitif saat pemadaman terjadi. Berilah jeda dua hingga lima menit sebelum menyalakan alat-alat rumah tangga secara bertahap pasca listrik pulih. Selain itu, beli perangkat surge protector berkualitas untuk menyerap lonjakan tegangan, menjaga keamanan aset digital, dan memastikan perangkat elektronik berumur panjang.

UMM Diakui DEN Sebagai Kampus Mandiri Energi

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN), Prof. Dr. Ir. Johni Jonatan Numberi, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memiliki keunggulan tersendiri sebagai institusi pendidikan yang secara konkret telah merespons krisis energi global melalui praktik Energi Baru Terbarukan (EBT) sejak tahun 2007. Hal tersebut ditegaskan dalam Diskusi Publik bertajuk “Arah Kebijakan Energi Menuju Net Zero Emission Melalui Pembangkit Energi Baru Terbarukan” di Ruang Sidang Senat UMM, Kamis (25/6). “Di satu sisi, UMM sudah melakukan praktik-praktik energi baru terbarukan, yaitu dengan adanya PLTMH di kampus UMM maupun PLTS. Ini memberikan kontribusi nyata. Selain pembelajaran di ruang kelas yang sesuai dengan kurikulum, hal-hal yang berkaitan dengan praktik bidang energi baru terbarukan sudah benar-benar dilaksanakan sebagai laboratorium hidup,” tegasnya. Kunjungan DEN ke Kampus Putih ini didasari oleh urgensi ketahanan energi nasional di tengah berbagai tantangan nyata yang mendesak. Saat ini, Indonesia tengah menghadapi tantangan turunnya produksi minyak bumi yang diiringi oleh meningkatnya impor minyak mentah dan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis gasoline. Tantangan pemenuhan energi primer ini diperberat dengan fakta bahwa tingkat pemanfaatan EBT secara nasional masih tergolong rendah. Untuk mengatasi hal tersebut, Numberi sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pemerintah mematok sasaran capaian puncak emisi pada tahun 2035 dan terwujudnya dekarbonisasi untuk pencapaian Net Zero Emission (NZE) sebesar 129 juta ton CO2e pada tahun 2060. Demi mendukung kedaulatan serta swasembada energi, porsi bauran energi primer EBT ditargetkan melonjak signifikan hingga mencapai 70 persen sampai 72 persen pada tahun 2060 mendatang. Lebih jauh, kehadiran perguruan tinggi diharapkan mampu membantu penyelesaian persoalan elektrifikasi masyarakat melalui kegiatan tridarma. Seperti inovasi desalinasi air laut yang digagas oleh dosen dan mahasiswa UMM di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menyatakan kekaguman dan apresiasinya atas upaya pemanfaatan energi surya oleh sivitas akademika UMM untuk menghasilkan pasokan air bersih bagi masyarakat di daerah yang rasio elektrifikasinya masih tergolong rendah. “Tadi dari hasil presentasi, saya lihat beberapa kegiatan sudah dilakukan oleh teman-teman di UMM. Misalnya, desalinasi air laut menjadi air tawar (air bersih) di NTT dengan memanfaatkan energi surya/ matahari untuk pembangkitnya. Nah, ini adalah wujud pengabdian dan penelitian yang bagus, yang diterapkan langsung ke masyarakat,” ungkapnya. Sinergi dan kolaborasi strategis antara pemangku kebijakan pemerintah dan institusi pendidikan tinggi seperti UMM menjadi kunci utama dalam mengakselerasi transisi energi hijau di Indonesia. Melalui penerapan riset aplikatif dan program pengabdian yang menyentuh akar rumput di masyarakat, kemandirian energi nasional dan pencapaian target bebas emisi karbon bukan sekadar wacana di atas kertas. Tapi wujud nyata masa depan yang kini tengah dibangun bersama demi kesejahteraan generasi mendatang.