UMM Satu-satunya Kampus Swasta di Malang Raya Borong Pendanaan PPK Ormawa Nasional 2026

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukkan komitmennya dalam mencetak agen perubahan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Terbaru, empat tim Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Kampus Putih secara resmi dinyatakan lolos pendanaan nasional dan diapresiasi dalam Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa 2026. Torehan ini diterima dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). UMM juga menjadi satu-satunya kampus swasta di Malang Raya yang lolos program pendanaan tersebut. Maka, capaian ini menjadi bukti konkret bahwa mahasiswa UMM tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif dan aplikatif untuk menjawab tantangan riil di akar rumput. Kepala Bagian Minat dan Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., IPM., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa raihan membanggakan ini merupakan buah dari proses seleksi dan pendampingan panjang. Proses tersebut dimulai sejak akhir tahun lalu guna menyaring ratusan pendaftar hingga terpilih proposal terbaik. Ia memaparkan, bahwa pihak kampus melakukan seleksi ketat secara bertahap dan mengadakan pemusatan latihan bagi sepuluh tim unggulan, sebelum akhirnya empat proposal sukses menembus seleksi nasional. “Kami memastikan mahasiswa tidak dilepas begitu saja. Pendampingan komprehensif kami berikan sejak tahap awal penyusunan proposal, di mana tim ahli kampus turun langsung membantu mematangkan ide dan rasionalisasi program,” ungkap Ary pada rilis UMM Jumat (29/5). “Puncaknya, tim-tim unggulan ini kami tarik masuk ke tahap camp atau karantina khusus. Di masa karantina inilah seluruh gagasan mereka digembleng dan dimantapkan secara intensif, sehingga inovasi yang dibawa tidak hanya bagus di atas kertas, tetapi benar-benar aplikatif dan siap dieksekusi di desa,” imbuhnya. Gagasan yang berhasil lolos didanai mengusung fokus pada pemberdayaan potensi lokal berbasis teknologi. Beberapa inovasi tersebut di antaranya diusung oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Agribisnis (HIMAGRI) melalui program CRAFT-HUB, yakni inovasi dan strategi digital marketing berbasis business incubation tanaman mendong untuk mewujudkan sentra wirausaha produk kreatif di Desa Blayu. Kemudian, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (BEM FPP) UMM turut lolos dengan merancang Smart Multifunctional Fermentor berbekal sistem karbonasi terkontrol guna meningkatkan mutu dan nilai tambah kopi petani di Desa Klampok. Lalu, Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan (HIMATEKPA) berfokus mewujudkan Desa Sukolelo menjadi kawasan eduwisata terintegrasi sumber segaran dan kampung herbal melalui capacity building dan optimalisasi budidaya menggunakan Internet of Things (IoT). Terkait ragam inovasi tersebut, Ary menegaskan bahwa pendampingan mahasiswa harus berfokus pada penciptaan nilai tambah ekonomi dan keberlanjutan usaha masyarakat. “Secara garis besar, inovasi yang diterapkan adalah kita tidak hanya membantu mem-branding desa, melainkan juga menitikberatkan bagaimana keberlanjutan dari program ini menjadi salah satu tumpuan utama desa tersebut,” tegasnya. Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, ST., MT., juga berpesan agar keberhasilan meraih pendanaan ini dimaknai sebagai langkah awal. Baginya, esensi utama dari pencapaian ini adalah memastikan keberlanjutan program demi kesejahteraan masyarakat desa yang didampingi. “Jadi, pendampingan yang berkesinambungan menjadikan program ini tidak hanya sekadar lolos seleksi dan didanai. Lebih dari itu, bagaimana nanti program ini sangat berdampak pada masyarakat, utamanya bagi keberlanjutan usaha yang ada di lingkungan yang di-support oleh Belmawa dan juga UMM,” tandas Subeki.
Kuliah Tamu PGSD UMM Hadirkan Tiga Pembicara Lintas Negara Bahas Program Unggulan SD Inklusif dan Berpihak Pada Siswa

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tanggal 25 Mei 2026 di aula BAU UMM menggelar kuliah tamu bertajuk Program Unggulan SD yang Inklusif dan Berpihak pada Murid. Kuliah tamu ini menghadirkan tiga pembicara lintas negara mengupas masa depan sekolah inklusif dari sudut pandang psikologi, kemanusiaan, hingga pemanfaatan teknologi digital. Tampak pembicara kuliah tamu PGSD UMM bersama sejumlah unsur pimpinan PGSD UMM. Dean Bragonier, Founder and Executive Dyslexic dari NoticeAbility, Kanada, membuka sesi dengan memaparkan data tentang anak disleksia tumbuh dengan keyakinan keliru bahwa mereka tidak mampu, lalu memilih untuk menyerah. Hal ini disebabkan kegagalan sistem pendidikan konvensional dalam merangkul cara belajar anak disleksia berisiko mengubur potensi besar mereka. Statistik menunjukkan 59% anak disleksia berisiko gagal menyelesaikan kuliah, dan sebagian besar dari mereka kerap terjebak pada masalah kepercayaan diri yang rendah. Namun, melalui pendekatan Learned Optimism di kurikulum NoticeAbility menjadi solusi mengatasinya. Kurikulum NoticeAbility dirancang untuk melejitkan kekuatan otak disleksia yang dikenal dengan paradigma M.I.N.D. Strengths—yaitu keunggulan dalam penalaran material, berpikir interkonektif, kecerdasan naratif, hingga penalaran dinamis. Pembicara kuliah tamu PGSD ketika menyampaikan materi. Kurikulum berbasis proyek (project-based) ini mengarahkan anak-anak tersebut pada bidang kewirausahaan (entrepreneurship), arsitektur, teknik, dan seni. “Ingat, 35% pengusaha sukses di dunia adalah penyandang disleksia. Tugas kita bukan menyembuhkan mereka, melainkan membongkar penghalang di lingkungan belajar mereka,” tegas Dean. Adalah pemateri berikutnya Bodhi Bragonier, dari International Youth Ambassador & Course Instructor NoticeAbility. Pengalaman empiris tentang metode Social Emotional Learning (SEL) mampu mengubah cara pandang anak disleksia terhadap diri mereka sendiri. Berdasarkan metrik dampak programmatic NoticeAbility, intervensi SEL terbukti meningkatkan harga diri (self-esteem) dan rasa percaya diri anak hingga lebih dari 80%, sekaligus memperbaiki relasi sosial mereka dengan teman sebaya. Pembicara kuliah tamu PGSD ketika menyampaikan materi. Ekosistem Digital “SILLA MUTU” untuk Sekolah Inklusi Muhammadiyah pendidikan inklusif yang ideal tentu tidak bisa tegak hanya dengan metode, tetapi membutuhkan ekosistem sekolah yang adaptif dan suportif. Menjawab tantangan tersebut, Ni’matuzahroh, S.Psi., M.Si., Ph.D., Dosen sekaligus Ketua Program Studi Psikologi UMM, memaparkan strategi praktis adaptasi sekolah di era digital. Salah satu tantangan sekolah inklusi di Indonesia adalah keterbatasan kompetensi guru, fasilitas yang belum ramah disabilitas, serta kurikulum yang belum terdiferensiasi dengan baik. “Era digital membawa angin segar. Prinsip utamanya adalah Universal Design for Learning (UDL), di mana teknologi digunakan untuk meminimalkan hambatan belajar di kelas,” jelasnya. Peserta kuliah tamu saat mendengarkan materi dengan topik utama Program Unggulan SD Inklusif dan Berpihak Pada Siswa. Pemanfaatan assistive technology seperti pemindai suara (text-to-speech dan speech-to-text), screen reader, hingga gamifikasi edukasi menjadi instrumen penting agar anak berkebutuhan khusus dapat belajar bersama tanpa merasa terdiskriminasi. Ni’matuzahroh memperkenalkan inovasi sistem digital terintegrasi bernama SILLA MUTU (Sistem Literasi Inklusif dan Kolaborasi Bermutu). Sistem berbasis web ini mengintegrasikan tiga pilar utama: platform asesmen literasi akademik, sistem pendukung keputusan belajar berbasis data, dan ruang kolaborasi digital antara guru kelas, Guru Pendamping Khusus (GPK), serta orang tua murid. “SILLA MUTU dirancang sebagai akselerator agar sekolah-sekolah Muhammadiyah tidak sekadar melabeli diri sebagai sekolah inklusi, melainkan benar-benar menjadi sekolah yang Welcoming (menghargai keragaman), Adaptive (fleksibel terhadap kebutuhan), dan Progressive (berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan),” jelas Ni’matuzahroh. Kuliah tamu ini diakhiri dengan sebuah refleksi bersama bahwa pendidikan inklusif bukanlah beban administratif bagi sekolah, melainkan sebuah gerakan kemanusiaan. Sinergi antara keahlian internasional yang dibawa oleh NoticeAbility serta inovasi lokal lewat riset SILLA MUTU UMM diharapkan mampu melahirkan lingkungan belajar sekolah dasar di Indonesia yang benar-benar berpihak pada murid, tanpa ada satu pun anak yang tertinggal di belakang. Sekedar tambahan sebelum kuliah tamu peserta disuguhi ilustrasi pengondisian psikologis klasik tentang (learned helplessness) ditampilkan di layar. Teori lawas milik psikolog Martin Seligman ini sengaja diangkat untuk menyambut tema Program Unggulan SD yang Inklusif dan Berpihak pada Murid”, realitas pahit mengenai diskriminasi pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus kembali digugah.
Nazaruddin Malik: Kurban Harus Bisa Menggerakkan Kesejahteraan Umat

KLIKMU.CO – Peringatan Idul Adha tidak semestinya dimaknai sebatas ritual penyembelihan hewan kurban. Di tengah tantangan pemulihan ekonomi dan kesenjangan sosial yang masih terjadi, momentum Idul Adha harus menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial sekaligus menggerakkan kesejahteraan ekonomi umat. Pesan tersebut disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Nazaruddin Malik SE MSi dalam Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di halaman Masjid Akbar Moed’har Arifin, Sedayu, Gresik, Rabu (27/5/2026). Menurutnya, keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan totalitas pengabdian dan pengorbanan kepada Allah SWT yang diwujudkan melalui kesalehan spiritual dan sosial secara bersamaan. “Idul Adha harus membentuk pribadi yang rela memberi, bukan hanya pandai memiliki; rela berbagi, bukan hanya sibuk menumpuk,” ujarnya. Nazaruddin menjelaskan, nilai kurban dapat dipahami melalui perspektif Tauhid Rahmatiyah, yakni pemahaman tauhid yang tidak berhenti pada aspek ritual semata, tetapi harus melahirkan manfaat sosial bagi masyarakat. Menurutnya, tauhid yang sejati harus mencerminkan sifat kasih sayang Allah SWT sehingga mampu menghadirkan kesejahteraan, mengembangkan ekonomi peradaban, dan menebarkan kedamaian. “Ukuran keberhasilan tauhid bukan hanya seberapa tepat rumusan akidah seseorang, tetapi apakah tauhid itu melahirkan rahmat sosial dan membuat manusia hidup lebih sejahtera,” katanya. Dia menambahkan, nilai tersebut tercermin dalam pengelolaan dan distribusi daging kurban. Jika dilakukan secara profesional dan amanah, kurban dapat menjadi instrumen pemerataan manfaat sekaligus mendukung pemberdayaan peternak lokal. Selain itu, panitia kurban juga perlu memastikan distribusi daging menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang mengalami kesulitan ekonomi tetapi menjaga kehormatan diri dengan tidak meminta-minta. “Dengan semangat ini, kurban menjadi pelajaran bahwa setiap nikmat harus dikelola dengan benar dan dibagikan secara adil,” tambahnya. Nazaruddin menegaskan, semangat berkorban dan berbagi tidak boleh berhenti setelah bulan Zulhijah berakhir. Ibadah kurban harus menjadi titik awal untuk membangun budaya kejujuran, kepedulian tanpa pamrih, penguatan ekonomi halal, serta pelayanan kepada kaum duafa secara berkelanjutan. (Faqih/AS)
10 Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026 Versi Webometrics, Bisa Jadi Pilihan Kuliah

JATIMTIMES – Memilih kampus untuk melanjutkan pendidikan tinggi menjadi salah satu keputusan penting bagi para siswa yang baru lulus SMA sederajat. Meski perguruan tinggi negeri (PTN) masih menjadi incaran utama banyak calon mahasiswa, bukan berarti perguruan tinggi swasta (PTS) kalah kualitas. Saat ini, banyak kampus swasta di Indonesia yang mampu bersaing secara akademik, penelitian, hingga reputasi internasional. Bahkan beberapa di antaranya masuk dalam daftar perguruan tinggi terbaik versi lembaga pemeringkatan dunia. Menjelang tahun akademik 2026/2027, sejumlah kampus swasta juga masih membuka penerimaan mahasiswa baru hingga Agustus atau awal September 2026. Karena itu, daftar kampus terbaik ini bisa menjadi referensi penting sebelum menentukan pilihan kuliah. Daftar Kampus Swasta Terbaik di Indonesia 2026 Versi Webometrics Lembaga pemeringkatan Webometrics kembali merilis daftar kampus terbaik dunia periode Januari 2026. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator seperti visibilitas global, keterbukaan akses ilmiah, kualitas penelitian, hingga performa akademik kampus. Dalam daftar tersebut, kampus negeri memang masih mendominasi posisi teratas nasional. Namun, sejumlah perguruan tinggi swasta juga berhasil menunjukkan kualitasnya dan masuk jajaran universitas terbaik Indonesia. Berikut 10 kampus swasta terbaik di Indonesia tahun 2026 versi Webometrics: 1. Universitas Bina Nusantara (BINUS) • Peringkat Indonesia: 11 • Peringkat dunia: 1.268 BINUS dikenal sebagai salah satu kampus swasta unggulan dengan fokus kuat di bidang teknologi, bisnis, dan inovasi digital. Kampus ini juga memiliki jaringan internasional yang luas. 2. Telkom University • Peringkat Indonesia: 13 • Peringkat dunia: 1.310 Telkom University menjadi salah satu kampus favorit di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Berlokasi di Bandung, kampus ini terus berkembang dalam riset dan pengembangan digital. 3. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) • Peringkat Indonesia: 18 • Peringkat dunia: 1.760 UMY memiliki reputasi yang cukup kuat dalam bidang pendidikan, kesehatan, hingga hubungan internasional. Kampus ini juga aktif menjalin kerja sama global. 4. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) • Peringkat Indonesia: 21 • Peringkat dunia: 1.896 UMM dikenal dengan lingkungan kampus yang luas dan fasilitas pendidikan yang lengkap. Kampus ini menjadi salah satu universitas swasta terbaik di Jawa Timur. 5. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) • Peringkat Indonesia: 25 • Peringkat dunia: 2.248 UMS terus menunjukkan perkembangan dalam kualitas pendidikan dan publikasi ilmiah. Kampus ini juga memiliki banyak program studi unggulan. 6. Universitas Medan Area (UMA) • Peringkat Indonesia: 27 • Peringkat dunia: 2.393 Universitas Medan Area menjadi salah satu kampus swasta terbaik di Pulau Sumatera dengan perkembangan akademik yang cukup pesat. 7. Universitas Pelita Harapan (UPH) • Peringkat Indonesia: 33 • Peringkat dunia: 2.553 UPH dikenal memiliki fasilitas modern dan kualitas pendidikan internasional. Kampus ini cukup populer di kalangan mahasiswa dari berbagai daerah. 8. Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) • Peringkat Indonesia: 36 • Peringkat dunia: 2.688 UKSW di Salatiga memiliki julukan “Indonesia Mini” karena keberagaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia. 9. Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) • Peringkat Indonesia: 39 • Peringkat dunia: 2.892 Unpar menjadi salah satu kampus swasta ternama di Bandung yang dikenal unggul dalam bidang arsitektur, hukum, dan teknik. 10. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta • Peringkat Indonesia: 40 • Peringkat dunia: 2.900 UAD terus mengalami peningkatan kualitas akademik dan penelitian dalam beberapa tahun terakhir. Kampus ini juga menjadi salah satu favorit di Yogyakarta. Daftar kampus swasta terbaik versi Webometrics 2026 ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi calon mahasiswa yang sedang menentukan pilihan perguruan tinggi. Selain mempertimbangkan ranking, calon mahasiswa juga sebaiknya melihat faktor lain seperti program studi unggulan, biaya kuliah, lokasi kampus, peluang kerja lulusan, hingga fasilitas pendukung pembelajaran.
14 Atlet Tapak Suci UMM Bermental Juara, Panen Medali di Kejuaraan Nasional

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak hanya fokus meraih prestasi di bidang akademis, mereka pun ada yang berjuang membangun keterampilan di bidang nonakademis hingga membuahkan prestasi. Salah satunya dari bidang olahraga beladiri pencak silat. Sebanyak 14 atlet cabang Tapak Suci meraih medali di kejuaraan nasional. Prestasi ini diraih ketika UMM pesta medali dan memborong gelar juara di ajang bergengsi tingkat nasional, The 1st Muhammadiyah Games 2026. Kejuaraan ini berlangsung pada 14-17 Mei 2026 di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci UMM tampil mendominasi dengan mengamankan total delapan medali dari berbagai kelas cabang olahraga pencak silat. Raihan gemilang tersebut didapatkan setelah Kampus Putih memberangkatkan 14 atlet terbaiknya untuk berlaga di kategori individu, beregu, hingga seni tunggal dan ganda. Ketua UKM Tapak Suci UMM, Rio Esa Prayoga, menjelaskan bahwa timnya berhasil meraup satu medali emas pada kategori Tanding Bebas Beregu, dua perak, dan lima perunggu dari berbagai kelas. “Kami sangat bersyukur dan bangga atas perjuangan seluruh anggota tim. Mengingat ini adalah kompetisi perdana Muhammadiyah tingkat nasional, kami bertekad memberikan yang terbaik dan hampir seluruh atlet yang berangkat sukses membawa pulang medali,” ungkap mahasiswa program studi Manajemen tersebut dalam rilis UMM Jumat (29/5). Keberhasilan memborong medali ini tentu bukan tanpa halangan, mengingat persiapan yang dilakukan sangat intensif dan menuntut kekuatan fisik maupun mental. Rio memaparkan bahwa demi membentuk skuad yang solid, timnya bahkan memanggil kembali para atlet senior yang sebelumnya sudah vakum karena tengah fokus menyusun skripsi. “Kami menjalani program latihan khusus dari kepala pelatih sebanyak dua kali sehari selama sepekan penuh. Tantangan terberatnya adalah melawan ego dan rasa lelah, namun sorakan dukungan dari teman-teman saat bertanding mampu mengubah rasa pesimis menjadi mental juara layaknya sebuah keluarga,” beber Rio. Mulusnya langkah Tapak Suci UMM dalam menaklukkan arena pertandingan juga tidak lepas dari intervensi fasilitas kampus yang sangat memadai. Rio menegaskan bahwa pihak universitas menopang penuh mulai dari penyediaan sarana latihan, pendanaan keberangkatan, hingga pendampingan moral secara langsung di lokasi pertandingan oleh pihak kemahasiswaan. “Dukungan luar biasa dari kampus ini membuat kami tidak ingin cepat merasa puas. Ke depan, kami membidik target yang lebih tinggi di kancah kompetisi bergengsi tingkat internasional seperti ASEAN University Games (AUG) hingga SEA Games,” jelasnya. Kepala Bagian Minat dan Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., IPM., ASEAN Eng., turut memberikan apresiasi tinggi sekaligus pesan bermakna bagi seluruh mahasiswa agar tidak ragu keluar dari zona nyaman. Ary meyakini bahwa fasilitas sebaik apa pun tidak akan berdampak maksimal jika mahasiswa tidak memiliki tekad untuk menaklukkan keraguan dari dalam dirinya sendiri. “Kami di Biro Kemahasiswaan akan terus memfasilitasi dan mengawal potensi mahasiswa hingga mencapai puncak prestasi,” ujar Ary. “Keberanian terbesar sejatinya adalah kemampuan mengalahkan rasa malas diri sendiri. Apabila musuh internal tersebut berhasil ditaklukkan, maka segala tantangan kompetisi insyaallah dapat dilewati dengan hasil gemilang seperti yang ditorehkan oleh Tapak Suci UMM,” tegasnya.
Jadi Satu-satunya Kampus Swasta di Malang Raya, UMM Borong Pendanaan PPK Ormawa Nasional

PWMU.CO –Komitmen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam mencetak agen perubahan yang berdampak nyata bagi masyarakat kembali terbukti.Empat tim Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Kampus Putih secara resmi dinyatakan lolos pendanaan nasional dan diapresiasi dalam Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa 2026. Program ini terselenggara oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). UMM juga menjadi satu-satunya kampus swasta di Malang Raya yang lolos program pendanaan tersebut, Capaian ini menjadi bukti konkret bahwa mahasiswa UMM tidak hanya unggul di ruang kelas. Tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif dan aplikatif untuk menjawab tantangan riil di akar rumput. Proses Seleksi dan Pendampingan Panjang Kepala Bagian Minat dan Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir Ary Bakhtiar SP MSi IPM ASEAN Eng, menjelaskan bahwa raihan membanggakan ini merupakan buah dari proses seleksi dan pendampingan panjang. Proses tersebut dimulai sejak akhir tahun lalu guna menyaring ratusan pendaftar hingga terpilih proposal terbaik. Ia memaparkan lebih lanjut bahwa pihak kampus melakukan seleksi ketat secara bertahap dan mengadakan pemusatan latihan bagi sepuluh tim unggulan, sebelum akhirnya empat proposal sukses menembus seleksi nasional. “Kami memastikan mahasiswa tidak dilepas begitu saja. Pendampingan komprehensif kami berikan sejak tahap awal penyusunan proposal, di mana tim ahli kampus turun langsung membantu mematangkan ide dan rasionalisasi program” ujar Ary. “Puncaknya, tim-tim unggulan ini kami tarik masuk ke tahap camp atau karantina khusus. Di masa karantina inilah seluruh gagasan mereka digembleng dan dimantapkan secara intensif. Sehingga inovasi yang dibawa tidak hanya bagus di atas kertas, tetapi benar-benar aplikatif dan siap dieksekusi di desa” tegasnya. Adapun gagasan yang berhasil lolos didanai membawa fokus pada pemberdayaan potensi lokal berbasis teknologi. Beberapa inovasi tersebut di antaranya diusung oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Agribisnis (HIMAGRI) melalui program CRAFT-HUB. Yakni inovasi dan strategi digital marketing berbasis business incubation tanaman mendong untuk mewujudkan sentra wirausaha produk kreatif di Desa Blayu. Smart Multifunctional Fermentor Selain itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (BEM FPP) UMM turut lolos dengan merancang Smart Multifunctional Fermentor berbekal sistem karbonasi terkontrol guna meningkatkan mutu dan nilai tambah kopi petani di Desa Klampok. Sementara itu, Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan (HIMATEKPA) berfokus mewujudkan Desa Sukolelo menjadi kawasan eduwisata terintegrasi sumber segaran dan kampung herbal melalui capacity building dan optimalisasi budidaya menggunakan Internet of Things (IoT). Terkait ragam inovasi tersebut, Ary menegaskan bahwa pendampingan mahasiswa harus berfokus pada penciptaan nilai tambah ekonomi dan keberlanjutan usaha masyarakat. “Secara garis besar, inovasi yang diterapkan adalah kita tidak hanya membantu mem-branding desa, melainkan juga menitikberatkan bagaimana keberlanjutan dari program ini menjadi salah satu tumpuan utama desa tersebut” tegasnya. Sementara itu, Wakil Rektor III UMM, Dr Nur Subeki ST MT berpesan agar keberhasilan meraih pendanaan ini dimaknai sebagai langkah awal. Baginya, esensi utama dari pencapaian ini adalah memastikan keberlanjutan program demi kesejahteraan masyarakat desa yang didampingi. “Jadi pendampingan yang berkesinambungan menjadikan program ini tidak hanya sekadar lolos seleksi dan didanai. Lebih dari itu, bagaimana nanti program ini sangat berdampak pada masyarakat, utamanya bagi keberlanjutan usaha yang ada di lingkungan yang di-support oleh Belmawa dan juga UMM” pungkasnya. (*) *) Penulis : Humas UMM | Editor : Danar Trivasya Fikri
Pakar Teknologi Pangan UMM Bagikan Cara Cerdas Nikmati Daging Kurban

MALANG POST – Momentum perayaan Idul Adha senantiasa identik dengan melimpahnya stok daging dan tradisi menyantap olahan kurban bersama keluarga. Namun, euforia ini kerap diikuti oleh kekhawatiran masyarakat akan ancaman lonjakan kolesterol dan penyakit asam urat. Merespons fenomena tersebut, Dosen Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ayu Diawi Ismayawati, S.TP., M.Sc., Ph.D., menegaskan. Daging & Makanan Laut Bahwa sumber penyakit sejatinya bukan berasal dari daging kurban. Melainkan kebiasaan keliru masyarakat dalam mengolah, memporsikan dan menyimpannya. Ayu memaparkan bahwa daging sapi maupun kambing sejatinya mengandung protein hewani, lemak dan purin yang bermanfaat bagi tubuh jika porsinya wajar. Masalah baru timbul saat konsumsi dilakukan secara berlebihan. Apalagi jika hidangan didominasi oleh jeroan bersantan kental, yang mampu memicu lonjakan Low-Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dan nyeri persendian akibat kristal asam urat. “Daging kurban sebenarnya tidak perlu ditakuti, tetapi harus diolah dan dikonsumsi dengan bijak. Yang sering jadi masalah itu bukan dagingnya, melainkan pola konsumsi masyarakat yang berlebihan dan cara memasaknya yang terlalu banyak lemak.” “Bagian yang paling perlu dibatasi adalah jeroan seperti hati, paru, limpa, usus, hingga otak. Karena kandungan purinnya jauh lebih tinggi,” terangnya 27 Mei 2026 kepada Humas UMM. Referensi Geografis Guna menekan tingginya risiko kesehatan, masyarakat disarankan menerapkan teknik trimming atau membuang lemak putih pada daging segar sebelum dimasak. Pakar teknologi pangan ini juga merekomendasikan metode perebusan awal, di mana kuah rebusan pertama sebaiknya dibuang. Agar kadar purin menurun secara signifikan. Menjadikan opsi masakan seperti sup bening jauh lebih aman untuk lambung. “Kalau membuat gulai atau tongseng, santannya jangan terlalu pekat. Lemak yang mengambang di permukaan juga bisa diambil dengan sendok atau menggunakan es batu setelah masakan agak dingin. Teknik tumis air juga bisa jadi alternatif sehat dibandingkan menumis dengan banyak minyak,” lanjut Ayu Terkait manajemen penyimpanan, kesalahan fatal yang sering terjadi di tingkat rumah tangga adalah mencairkan daging beku, memotong sebagian, lalu mengembalikannya ke mesin pendingin. Makanan Daging seharusnya langsung dibagi dalam kantong-kantong kecil untuk takaran sekali masak sebelum masuk ke freezer bersuhu minus 18 derajat Celsius. Proses pencairannya pun harus diletakkan di chiller, bukan dibiarkan mencair pada suhu ruang. “Siklus pencairan dan pembekuan ulang sangat tidak disarankan karena mempercepat penurunan mutu dan meningkatkan risiko pertumbuhan mikroba. Setiap kemasan sebaiknya diberi label tanggal penyimpanan agar kualitasnya lebih mudah dipantau,” tegasnya. Sebagai pesan penutup sekaligus langkah pencegahan gizi, orang dewasa sehat dianjurkan cukup membatasi konsumsi daging matang di kisaran 50 hingga 100 gram per hari. Keseimbangan metabolisme wajib dijaga melalui pendampingan porsi sayuran tinggi serat, buah-buahan segar, serta asupan air putih untuk menahan laju penyerapan lemak jenuh di saluran cerna. “Prinsip amannya adalah makan secukupnya, pilih daging tanpa lemak, batasi jeroan, kurangi santan dan minyak berlebih, simpan daging dengan benar, serta imbangi dengan sayur, buah, dan air putih yang cukup,” pungkasnya.(*/M. Abd. Rachman.
Berbekal Mental Juara, Atlet Tapak Suci UMM Borong 8 Medali di Muhammadiyah Games 2026

PWMU.CO –Semangat sportivitas dan kompetisi yang semakin ketat di kalangan mahasiswa tidak menyurutkan langkah kontingen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk terus mencetak prestasi. Pada ajang The 1st Muhammadiyah Games 2026 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada 14–17 Mei 2026, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci UMM tampil gemilang dengan meraih delapan medali dari berbagai nomor pertandingan cabang olahraga pencak silat. Prestasi tersebut menjadi bukti konsistensi Kampus Putih dalam membina mahasiswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Dalam kejuaraan tingkat nasional tersebut, UMM memberangkatkan 14 atlet terbaik yang berlaga pada kategori individu, beregu, seni tunggal, hingga seni ganda. Ketua UKM Tapak Suci UMM, Rio Esa Prayoga, menjelaskan bahwa timnya berhasil membawa pulang satu medali emas, dua medali perak, dan lima medali perunggu. Medali emas diraih pada kategori Tanding Bebas Beregu, sementara medali lainnya diperoleh dari berbagai kelas pertandingan yang diikuti atlet UMM. “Kami sangat bersyukur dan bangga atas perjuangan seluruh anggota tim. Mengingat ini adalah kompetisi perdana Muhammadiyah tingkat nasional, kami bertekad memberikan yang terbaik dan hampir seluruh atlet yang berangkat sukses membawa pulang medali,” ujar mahasiswa Program Studi Manajemen tersebut. Menurut Rio, keberhasilan tersebut tidak diraih dengan mudah. Tim Tapak Suci UMM harus menjalani program latihan intensif yang menguras tenaga dan mental demi menghadapi kompetisi tingkat nasional tersebut. Bahkan, untuk memperkuat skuad, tim memanggil kembali sejumlah atlet senior yang sebelumnya vakum karena fokus menyelesaikan tugas akhir dan skripsi. “Kami menjalani program latihan khusus dari kepala pelatih sebanyak dua kali sehari selama sepekan penuh. Tantangan terberatnya adalah melawan ego dan rasa lelah, namun sorakan dukungan dari teman-teman saat bertanding mampu mengubah rasa pesimis menjadi mental juara layaknya sebuah keluarga,” tegasnya. Semangat kebersamaan dan kekompakan tim menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan para atlet meraih hasil maksimal. Keberhasilan Tapak Suci UMM juga tidak terlepas dari dukungan penuh pihak universitas. Menurut Rio, kampus memberikan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari sarana latihan, pendanaan keberangkatan, hingga pendampingan langsung selama kompetisi berlangsung. “Dukungan luar biasa dari kampus ini membuat kami tidak ingin cepat merasa puas. Ke depan, kami membidik target yang lebih tinggi di kancah kompetisi bergengsi tingkat internasional seperti ASEAN University Games (AUG) hingga SEA Games,” ungkapnya. Target tersebut menunjukkan optimisme para atlet untuk terus berkembang dan membawa nama baik UMM di level yang lebih tinggi. Menanggapi capaian tersebut, Kepala Bagian Minat dan Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir. Ary Bakhtiar, S.P., M.Si., IPM., ASEAN Eng., memberikan apresiasi kepada seluruh atlet Tapak Suci yang telah mengharumkan nama kampus. Ia juga mengajak mahasiswa untuk berani keluar dari zona nyaman dan terus mengembangkan potensi diri. Menurutnya, fasilitas yang baik tidak akan menghasilkan prestasi maksimal tanpa kemauan kuat dari mahasiswa itu sendiri. “Kami di Biro Kemahasiswaan akan terus memfasilitasi dan mengawal potensi mahasiswa hingga mencapai puncak prestasi. Keberanian terbesar sejatinya adalah kemampuan mengalahkan rasa malas diri sendiri. Apabila musuh internal tersebut berhasil ditaklukkan, maka segala tantangan kompetisi insyaallah dapat dilewati dengan hasil gemilang seperti yang ditorehkan oleh Tapak Suci UMM,” pungkasnya. Keberhasilan ini sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan membawa nama baik kampus dalam berbagai bidang, baik di tingkat nasional maupun internasional.
UMM Terapkan Kurban Ramah Lingkungan, Ribuan Paket Daging Dibagikan Tanpa Kresek

KLIKMU.CO – Masalah tumpukan sampah plastik selalu menjadi bayang-bayang di balik semarak perayaan Iduladha setiap tahunnya. Menjawab tantangan krisis lingkungan tersebut, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selama enam tahun terakhir konsisten mengambil langkah proaktif dengan menggelar kurban berkonsep go green pada Iduladha 1447 Hijriah. Meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai, Kampus Putih mendistribusikan lebih dari 2.500 paket daging kurban menggunakan kemasan tradisional berupa besek bambu yang dialasi daun segar dan diikat dengan tali serabut kelapa. Ketua Panitia Kurban 1447 H UMM Dr Yasin Kusumo Pringgodigdo SPdI MHI menjelaskan bahwa panitia memastikan tidak ada penggunaan kantong kresek hitam yang berbahaya bagi kesehatan maupun lingkungan. Menurutnya, esensi berkurban bukan semata-mata untuk meraih derajat takwa di hadapan Tuhan, melainkan juga wujud nyata kepedulian manusia dalam menjaga kelestarian alam dan peradaban. “Alhamdulillah, kita senantiasa mengusung go green. Jadi, spirit kurban bukan hanya untuk meraih takwa, tapi juga menjaga peradaban dan kelestarian lingkungan,” tegasnya, Selasa (27/5/2026). Penyelenggaraan kurban tahun ini juga mencatat peningkatan jumlah hewan dari 18 ekor pada tahun sebelumnya menjadi 20 ekor sapi, beserta sejumlah kambing yang dipastikan tanpa cacat. Distribusi daging mencakup lingkungan internal kampus, warga sekitar, Lapas Perempuan dan Laki-laki Malang, hingga disalurkan ke Sumbawa dalam bentuk enam ekor sapi hidup. Untuk memastikan pembagian berlangsung adil dan merata, Yasin memaparkan bahwa manajemen penyembelihan dilakukan secara presisi dengan menghitung persentase karkas dan daging murni dari total bobot sapi, bukan sekadar perkiraan. “Kami memilih sapinya sesuai dengan bobot. Ketika di sini butuh distribusi atau internal sebanyak 200 atau 150 paket, kita ambil sapi yang berbobot 500 kilogram. Jadi, kita menyembelih sapi berdasarkan timbangan, bukan sekadar estimasi atau asumsi,” imbuhnya. Paket yang dibagikan memiliki takaran bervariasi, mulai 0,75 kilogram hingga 1 kilogram daging murni yang dilengkapi tulang dan jeroan. Kesuksesan distribusi ribuan paket daging dalam besek ramah lingkungan ini merupakan hasil sinergi pendanaan sukarela dosen dan karyawan yang dieksekusi oleh 27 panitia inti, 70 anggota tim teknis, relawan mahasiswa, hingga 12 Juru Sembelih Halal (Juleha). Yasin merinci, seluruh proses pengemasan dikawal ketat agar tetap higienis, natural, dan sejalan dengan misi pelestarian lingkungan kampus. “Pakai besek, dialasi daun go green, kemudian talinya pakai tali serabut,” tambahnya. Momentum Iduladha di Universitas Muhammadiyah Malang tahun ini menghadirkan pesan moral yang kuat bagi masyarakat luas. Melalui kurban go green, UMM membuktikan bahwa ibadah ritual keagamaan dapat berjalan harmonis dengan tanggung jawab sosial dan ekologis. Harapannya, inovasi penggunaan besek bambu ini dapat menginspirasi instansi maupun masyarakat untuk mulai meninggalkan plastik sekali pakai sehingga keberkahan kurban turut dirasakan alam melalui lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari. (Faqih/AS)
Rektor UMM: Kurban Harus Menjadi Gerakan Kesejahteraan Ekonomi Umat

pwmu.co –Momentum Iduladha dinilai tidak cukup dimaknai hanya sebagai ritual penyembelihan hewan kurban tahunan. Lebih dari itu, Iduladha harus menjadi gerakan sosial yang mampu mendorong kesejahteraan ekonomi umat dan memperkuat kepedulian terhadap masyarakat.Pandangan tersebut disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., saat menjadi khatib Salat Iduladha 1447 Hijriah di halaman Masjid Akbar Moed’har Arifin, Sedayu, Gresik, Rabu (27/5/2026). Menurut Prof. Dr. Nazaruddin Malik, keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menunjukkan makna pengabdian total kepada Allah SWT yang diwujudkan melalui kesalehan spiritual sekaligus kepedulian sosial. “Oleh sebab itu, Iduladha harus membentuk pribadi yang rela memberi, bukan hanya pandai memiliki; rela berbagi, bukan hanya sibuk menumpuk,” tegasnya. Dalam khutbahnya, Nazaruddin Malik menjelaskan konsep Tauhid Rahmatiyah, yakni pemahaman tauhid yang tidak berhenti pada ritual ibadah semata, tetapi melahirkan energi sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, ukuran keberhasilan tauhid tidak hanya dilihat dari kuatnya pemahaman akidah seseorang, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan sosial dan kesejahteraan masyarakat. “Bahwa ukuran keberhasilan tauhid bukan hanya seberapa tepat rumusan akidah seseorang, tetapi apakah tauhid itu melahirkan rahmat sosial. Apakah manusia hidup lebih sejahtera,” ungkapnya. Ia menilai semangat kurban seharusnya menjadi sarana pemerataan manfaat ekonomi, terutama jika pengelolaan dan distribusi daging dilakukan secara profesional dan amanah. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, pelaksanaan kurban juga dinilai mampu memberdayakan peternak lokal dan menggerakkan ekonomi berbasis umat. Prof. Dr. Nazaruddin Malik juga mengingatkan pentingnya distribusi daging kurban yang tepat sasaran. Menurutnya, panitia kurban perlu memastikan bantuan tidak hanya diberikan kepada mereka yang meminta, tetapi juga menjangkau masyarakat kurang mampu yang memilih menjaga kehormatannya dengan tidak meminta-minta. “Dengan semangat ini, kurban menjadi pelajaran bahwa setiap nikmat harus dikelola dengan benar dan dibagikan dengan adil,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa nilai pengorbanan dan kepedulian sosial tidak boleh berhenti setelah bulan Zulhijah berakhir. Semangat kurban seharusnya menjadi titik awal pembentukan karakter umat Islam yang jujur, peduli, dan memiliki komitmen terhadap penguatan ekonomi halal serta pelayanan kepada kaum duafa. Menurutnya, ibadah kurban memiliki makna sosial yang luas karena mengajarkan solidaritas, pemerataan kesejahteraan, dan kepedulian terhadap sesama sebagai bagian dari implementasi nilai tauhid dalam kehidupan sehari-hari. Penulis : Humas UMM | Editor : Satria