UMM dan Umsura Raih Penghargaan Terbaik di Rakerpim LLDIKTI VII

media.edupartner.co.id Surabaya – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) meraih penghargaan sebagai kampus terbaik di bidang penelitian dan pengabdian dalam ajang Anugerah Kampus Unggul (AKU) 2026. Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII yang digelar di Hotel Morazen Surabaya. pada Senin,22/6/2026. Dalam ajang tersebut, UMM meraih penghargaan pada kategori penerima program hibah penelitian dengan pendanaan dan jumlah judul terbanyak tahun 2026. Sementara itu, Umsura meraih penghargaan pada kategori penerima program hibah pengabdian kepada masyarakat dengan pendanaan dan jumlah judul terbanyak tahun 2026. Capaian ini menegaskan komitmen kedua kampus Muhammadiyah tersebut dalam menjaga mutu riset sekaligus mengimplementasikan tridharma perguruan tinggi secara nyata. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., dalam Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Perguruan Tinggi dan Anugerah Kampus Unggul 2026. Dalam sambutannya, Dyah mengatakan Rakerpim tahun ini mengusung tema “Peranan Strategis Indikator Kinerja Utama untuk Kampus Berdampak.” Tema tersebut, kata dia, diimplementasikan secara nyata melalui program “Kakak Tangguh”, akronim dari Kampus untuk Komunitas Lebih Tangguh. “Program ini merupakan inisiatif strategis yang diluncurkan LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur untuk mendorong perguruan tinggi agar menghadirkan dampak nyata dan terukur bagi masyarakat. Program ini bahkan telah dipresentasikan hingga tingkat pemerintah pusat,” jelas Dyah. Lebih lanjut, Dyah menjelaskan bahwa Program Kakak Tangguh merupakan konsep penguatan peran perguruan tinggi melalui pemetaan wilayah dan kebutuhan riil masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, kampus tidak lagi sekadar menjadi pusat teori akademik, melainkan juga aktor utama dalam pembangunan daerah. Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Prof.Mundakir, mengatakan bahwa, penghargaan tersebut merupakan buah dari kerja kolektif seluruh sivitas akademika Umsura di bawah koordinasi Lembaga Riset, Inovasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LRIPM) yang selama ini berkomitmen menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat secara nyata, relevan, dan berkelanjutan. “Pengabdian bukan sekadar kewajiban tridharma, tetapi bentuk tanggung jawab dalam menciptakan dampak yang nyata bagi masyarakat,” ujar Mundakir. Ia menegaskan, capaian tersebut menjadi motivasi bagi Umsura untuk terus memperkuat kualitas dan dampak program pengabdian, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, penghargaan ini juga menegaskan posisi Umsura sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik dan riset, tetapi juga kuat dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. “Alhamdulillah, selama ini program pengabdian Umsura dinilai berhasil menjawab kebutuhan riil masyarakat, mulai dari pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, penguatan pendidikan dan literasi, hingga inovasi teknologi tepat guna,” imbuhnya. Ke depan, Umsura akan terus mendorong kolaborasi dosen dan mahasiswa agar pengabdian yang dilakukan tidak hanya memenuhi indikator kinerja, tetapi benar-benar memberi manfaat luas dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat.

7 Barang Elektronik Mudah Rusak saat Mati Listik, Mulai Kulkas sampai Air Fryer

KOMPAS.com – Musuh utama alat elektronik yang gampang rusak, sebetulnya bukan air atau terjatuh, tersenggol, saat digunakan. Mati listrik atau padam bergilir, ternyata bisa menjadi penyebab utama alat elektronik di rumah gampang rusak. Pakar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Machmud Effendy mengatakan, saat mati listrik secara tiba-tiba dan itu sering terjadi, maka ada banyak barang elektronik berpotensi rusak. “Barang elektronik yang sumber energinya harus menggunakan listrik itu memang sangat rawan ya, apabila listrik itu padam,” katanya saat dihubungi Kompas.com pada Sabtu (20/6/2026). Hantaman arus listrik yang “kaget” saat sakelar PLN kembali tersambung adalah pembunuh senyap bagi perangkat di rumah. Lantas, apa saja barang elektronik yang mudah rusak saat mati listrik? Pengusaha Bawang Fermentasi dan Peternak Ayam Keluhkan Dampak Pemadaman Listrik Artikel Kompas.id 7 barang elektronik mudah rusak saat mati listrik 1. Kulkas Mesin pendingin seperti kulkas, merupakan alat elektronik yang paling rawan saat mati listrik. “kalau untuk kulkas itu memang langsung mati, barang ini tidak mati perlahan dayanya. Karena kulkas kan ada motornya, ada kompresornya. Itu memang berbahaya sekali memang saat mati listrik. Tegangannya langsung hilang begitu saja,” kata pria yang juga Wakil Dekan 1 Fakultas Teknik UMM ini. Ia mengatakan semua jenis kulkas berpotensi rusak karena komponen kulkas baik edisi lama atau terbaru pada dasarnya sama. Sebetulnya agar kulkas bisa awet meski mati listrik atau padam bergilir, bisa menggunakan genset atau stabilizer voltage. Benda ini kata Machmud, untuk menstabilkan tegangan. Sehingga saat listrik mulai padam, tegangan dalam kulkas tidak langsung mati, tetapi tegangannya drop perlahan-lahan. 2. Televisi atau TV Benda nomor dua di rumah yang rawan rusak saat mati listrik adalah TV. “TV sekarang itu kan TV digital ya, TV LED ya. Itu memang sangat rawan kalau ada perubahan tegangan yang tiba-tiba,” tambahnya. Ia mengatakan TV LED yang lebih digital memang lebih presisi dari TV zaman dulu. Tetapi kelemahannya, TV sejenis ini tidak tahan terhadap perubahan tegangan yang tiba-tiba. Machmud mengatakan, TV analog yang bentuknya tabung justru lebih kuat saat listrik. “Itu (TV tabung) lebih tahan ya, level lebih tahan terhadap perubahan tegangan. Apalagi sampai tegangan 0, tidak ada tegangan atau lampu mati,” kata dia. Alasan lain TV LED lebih cepat rusak kalau sering mati listik karena TV memiliki tegangan DC. Sementara hampir semua rumah tangga di Indonesia tegangannya adalah AC. “Karena TV LED itu kan teknologinya pakai DC. Cuma karena kita sumbernya AC, maka di dalam TV itu ada regulatornya, yang bisa cepat rusak,” tambahnya lagi. 3. Microwave Pengusaha Bawang Fermentasi dan Peternak Ayam Keluhkan Dampak Pemadaman Listrik Artikel Kompas.id Meski tak banyak rumah tangga menggunakan microwave, tetapi alat ini juga berpotensi mudah rusak ketika listrik mati. 4. Perangkat audio non baterai Jika di rumah ada perangkat audio yang tanpa baterai dan mengandalkan listrik rumah, juga berpotensi lebih mudah rusak. 5. Perangkat komputer atau laptop Komputer (PC) dan server sangat bergantung pada proses shutdown yang benar agar sistem operasi tidak korup. “Komponen Power Supply (PSU) dan Motherboard sangat rawan terbakar saat listrik tiba-tiba menyala kembali dengan voltase tinggi,” tambah Machmud lagi. Termasuk laptop yang baterainya rusak, dicopot, dan harus menyalakan dengan cara mencolokkan ke stop kontak juga rawan rusak. “Kadang orang malas beli baterai karena mahal. Tapi lebih baik beli lagi saja daripada menyalakan dengan cara pakai kabel. Itu damagenya lebih besar,” kata dia. 6. Air Conditioner (AC) Mahcmud mengatakan AC dengan komponen digital yang terlalu banyak, seperti inverter memang rawan rusak kalau di daerah gampang padam bergilir. “Sekarang pakai inverter lebih umum. AC inverter, itu masih juga rawan. Kalau AC yang bukan non-inverter, itu masih agak awet, karena dia sudah nggak pakai kontrol digital,” kata Machmud. 7. Air fryer dan alat masak digital lainnya Selain microwave, air fryer, oven, bread maker digital juga mudah rusak kalau listrik padam. “Sekali lagi, karena komponen digitalnya ini yang rawan. Komponen digital itu lebih kecil, dayanya kecil, kan lebih hemat listrik memang. Tetapi kelemahannya itu tadi, dia sangat peka terhadap perubahan tegangan atau prevensi,” kata Machmud. Bagaimana agar barang elektronik awet meski mati listrik? Machmud mengatakan sebetulnya tak salah dan tak keliru juga membeli barang elektronik berbasis digital. Karena kelebihannya, hemat listrik, mudah dioperasikan, cepat digunakan. Namun agar tak mudah rusak bisa menggunakan tambahan alat di rumah maupun perkantoran atau gedung besar. Pengusaha Bawang Fermentasi dan Peternak Ayam Keluhkan Dampak Pemadaman Listrik Artikel Kompas.id Selain genset, biasanya untuk kantor, rumah sakit, dan gedung yang cukup besar menggunakan UPS (Uninterruptible Power Supply). “Kalau yang punya komputer banyak seperti perkantoran, rumah sakit, memang umum pakai UPS agar punya waktu untuk mematikan komputer secara normal saat listrik padam, tegangan ga langsung drop mati begitu saja,” kata machmud. Sementara untuk rumah tangga dapat menggunakan Stabilizer Voltage atau umum disebut Stavolt. “Untuk kulkas, TV, atau AC, gunakan stabilizer berkualitas agar tegangan listrik yang naik-turun bisa diredam,” Kata dia. Selain itu busa mencabut colokan saat mati lampu. Begitu listrik padam, segera cabut colokan barang-barang di atas dari stopkontak. Tunggu sekitar 5–10 menit setelah listrik menyala kembali (hingga tegangan stabil), baru colokkan lagi. “Juga bisa ditambah surge protector. Modelnya seperti colokan atau sambungan biasa. Namun surge ini lebih meredam lonjakan listrik saat mati listrik,” tutupnya.

Torehkan Pengalaman Praktis di Dunia Peradilan, Mahasiswa UMM Akhiri PKL di PA Kabupaten Malang

pa-malangkab.go.id-Malang, 22 Juni 2026. Pengadilan Agama Kabupaten Malang menggelar acara penutupan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang telah melaksanakan kegiatan praktik di lingkungan satuan kerja. Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pembelajaran lapangan yang telah dijalani mahasiswa selama mengikuti program PKL. Acara berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan dedikasi para mahasiswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga dalam menempuh dunia profesional di masa mendatang. Kegiatan penutupan dilaksanakan di Ruang Media Center Pengadilan Agama Kabupaten Malang dan dimulai pukul 10.00 WIB. Acara dihadiri oleh Ketua – Drs. Amar Hujantoro, M.H., Dosen Pamong sekaligus Panitera Muda Gugatan, Idha Nur Habibah, S.H., M.H., serta dosen pembimbing dari Universitas Muhammadiyah Malang, Ibu Susanti Prasetyaningrum, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Turut hadir pula para mahasiswa peserta PKL yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan praktik. Kehadiran seluruh pihak mencerminkan sinergi yang baik antara dunia akademik dan lembaga peradilan. Selama menjalani program PKL, para mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal secara langsung berbagai aspek pelaksanaan tugas dan fungsi peradilan agama. Mereka mendapatkan pengalaman mengenai administrasi perkara, pelayanan terpadu satu pintu, hingga dinamika kerja di lingkungan pengadilan. Selain memperluas wawasan akademik, kegiatan PKL juga memberikan pemahaman praktis mengenai penerapan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan. Pengalaman tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Dalam sambutannya, Dosen Pamong – Idha Nur Habibah, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menunjukkan semangat belajar dan kedisiplinan selama mengikuti PKL. Beliau berharap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun profesional di masa depan. Sementara itu, dosen pembimbing dari UMM, Ibu Susanti Prasetyaningrum, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyampaikan terima kasih kepada Pengadilan Agama Kabupaten Malang atas bimbingan dan kesempatan belajar yang diberikan kepada para mahasiswa. “Pengalaman praktik di lingkungan peradilan merupakan nilai tambah yang sangat berharga bagi proses pembelajaran mahasiswa” ujar beliau.

Tim Dosen Fakultas Kedokteran UMM Penyuluhan Kesehatan-Pelatihan Bahaya Mikroplastik untuk Kesehatan Pada Warga PC Aisyiyah Lowokwaru

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Tim dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (FK UMM), melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM)  dengan peserta anggota Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Lowokwaru Kota Malang tanggal 30 Mei 2026 lalu. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dijelaskan Ketua Tim PKM dosen FK UMM, dr. Diah Hermayanti, SpPK. Tim PKM Dosen FK UMM ketika menjelaskan bahwa dunia maupun Indonesia sedang darurat mikroplastik (slide ppt). Menurut dr Diah Hermayanti, selain dirinya Tim PKM FK UMM terdiri dari dr. Desy Andari, M.Si, AHK, dan dr. Anung Putri Ilahika, M.Si, PAK. Tim dokter FK UMM tersebut melaksanakan penyuluhan sekaligus pelatihan tentang mikroplastik. Materi yang disampaikan pertama, penyuluhan dan pelatihan tentang dampak buruk mikroplastik untuk kesehatan dan upaya pencegahannya. Tim PKM Dosen FK UMM ketika menjelaskan bahaya mikroplastik dan apa itu anti oksidan (slide ppt). Kedua, sebagai materi berikutnyamenu makanan keluarga kaya antioksidan penangkal bahaya mikroplastik. Serta materi ketiga model pembuangan sampah rumah tangga yang aman. Pemilihan materi tentang bahaya mikroplastik ini, kata dr. Diah Hermayanti, di-latarbelakangi kondisi dunia yang terkontaminasi mikroplastik, termasuk di Indonesia. Mikroplastik ini dapat masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan masalah kesehatan. Mikroplastik berasal dari dekomposisi plastik terutama dari limbah plastik yang dapat masuk ke dalam tanah, air, serta mengkontaminasi udara. Tim PKM Dosen FK UMM ketika menjelaskan bahaya mikroplastik dan bagaimana solusinya salah satunya membahas limbah sampah rumah tangga (slide ppt). Mikroplastik tersebut dapat mengkontaminasi tanah dan masuk ke dalam akar tumbuhan dan sayuran, yang akhirnya dikonsumsi oleh manusia. Mikroplastik juga mengkontaminasi air tanah, air sungai, dan air laut, yang juga dikonsumsi  biota laut pada akhirnya juga dikonsumsi oleh manusia. Mikroplastik juga dapat langsung masuk ke dalam tubuh manusia melalui penggunaan kosmetik yang mengandung plastic. Mikroplastik tersebar dan terdeposit dalam organ tubuh manusia. Mikroplastik bersifat radikal bebas, sehingga dapat menyebabkan kerusakan atau stres oksidatif pada jaringan tubuh. Namun demikian sebagian besar penduduk dunia, termasuk warga Aisyiyah Malang belum menyadari dan tanggap dengan isu mikropastik ini, sehingga rentan mengalami dampak buruk jangka panjang dari paparan mikroplastik. Tim PKM Dosen FK UMM menyerahkan tempat sampah sebagai salah satu solusi untuk menghindari bahaya mikroplastik di dalam lingkungan keluarga. Nah, tandas dr. Diah Hermayanti berangkat dari kondisi tersebut    tim FK UMM memberikan solusi dari permasalah ini melalaui penyuluhan tentang bahaya mikroplastik sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kesadaran, dan sikap terhadap bahaya mikroplastik terhadap kesehatan pada Kader Kesehatan Aisyiyah Malang.

Pendaftaran OSN Bidang AI 2026 Resmi Dibuka, Cek Panduan Lengkapnya di Sini

Detik.com Jakarta – Pendaftaran OSN AI bertajuk Ekshibisi AI 2026 resmi dibuka hingga 15 Juli mendatang. Kompetisi ini terbuka bagi siswa SMA/sederajat di Indonesia. Berdasarkan buku Panduan Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial Bidang Sains Tahun 2026 SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat, Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) 2026 adalah kompetisi bagi para siswa bertalenta dalam bidang AI untuk menjadi calon peserta International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) di tahun berikutnya. Tahapan OSN Bidang AI ini akan berlangsung dalam tiga tahap, yaitu pra-seleksi untuk menjaring 100 peserta terbaik, seleksi untuk menjaring 30 finalis terbaik, dan babak final nasional yang diselenggarakan berbarengan dengan kegiatan OSN Nasional 2026 pada tanggal 14-20 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang. Silabus Materi Ekshibisi Kecerdasan Artifisial 2026 Materi yang diujikan pada Ekshibisi Kecerdasan Artifisial tahun ini merupakan bagian dari silabus lengkap IOAI. Berikut rinciannya: 1. Pengetahuan dan Keterampilan Dasar: Konsep-konsep dan teori matematika, statistika, teori peluang dan optimasi, pemrograman dengan menggunakan Python. 2. Teori dan praktik machine learning klasik: Analisis dan pengolahan data mendasar, feature engineering, supervised learning, unsupervised learning, evaluasi dan validasi model machine learning. 3. Artificial neural network: Arsitektur JST, multilayer perceptron, algoritme pelatihan dan optimasi JST, fungsi aktivasi, dan regularisasi. 4. Computer Vision (CV): Dasar CV, konvolusi, teknik pooling, klasifikasi citra, deteksi obyek, segmentasi citra, dan transfer learning. 5. Natural Language Processing (NLP): Pengambilan fitur (seperti TF-IDF), embedding, dasar transformer (attention), klasifikasi teks. Syarat Peserta Ekshibisi Kecerdasan Artifisial 2026 Untuk mengikuti kompetisi ini, peserta harus memenuhi persyaratan berikut: 1. Peserta adalah siswa aktif tingkat SMA/MA/SMK atau sederajat (kelas 10, 11, atau 12). 2. Tidak dinyatakan lolos ke OSN tingkat provinsi (OSN-P) tahun 2026 pada bidang lomba apa pun 3. Mendapatkan izin dari orangtua/wali dan guru di sekolah Cara Mendaftar Ekshibisi Kecerdasan Artifisial 2026 1. Peminat bisa mendaftar langsung melalui portal registrasi Puspresnas https://daftarbpti.kemendikdasmen.go.id/ 2. Wajib mengunggah pindaian surat izin orang tua dan sekolah Jadwal Ekshibisi Kecerdasan Artifisial 2026 Periode pendaftaran: 15 Juni-15 Juli 2026 Babak pra-seleksi: 30 Juli 2026 Pengumuman tahap I: 3 Agustus 2026 Babak seleksi (semi final): 12 Agustus 2026 Pengumuman finalis 30 Besar: 18 Agustus 2026 Babak final nasional: 14-20 September 2026

UMM Ciptakan Lingkungan Inklusif, Mahasiswa PPG Dilatih Tangkal Perundungan dan Kekerasan Seksual

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang turut memperhatikan maraknya kasus perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi di lingkungan pendidikan. Ini menegaskan bahwa sekolah belum sepenuhnya menjadi ruang aman. Dampaknya sangat fatal, selain merusak prestasi akademis, juga mengancam kesehatan mental siswa hingga memicu depresi dan tindakan bunuh diri. Menjawab kondisi darurat ini, Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bertindak tegas dengan membekali para mahasiswa calon guru melalui ‘Seminar Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual, Perundungan, dan Sikap Anti-Intoleransi’ di Hotel Rayz UMM, Senin (22/6). Kegiatan ini diikuti mahasiswa PPG calon guru semester 1 tahun akademik 2026 dan menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Ir. Alfi Nurhidayat, S.T., M.T., Ph.D., sebagai pemateri utama. Ia memaparkan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang makin kompleks akibat teknologi digital dan penetrasi gawai yang mengubah pola pikir, interaksi, serta perilaku siswa. Alfi mengingatkan, karena pendidik adalah figur teladan yang perilakunya akan ditiru, penyelesaian masalah intoleransi dan perundungan tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah, melainkan menuntut kolaborasi komprehensif antara guru, orang tua, pemerintah, dan masyarakat. “Ketika guru mengajar dengan cinta, kebahagiaan, dan ketulusan, maka anak-anak akan merasa aman dan nyaman di sekolah. Sekolah yang aman itu bukan dicari, tetapi diciptakan bersama,” ujar Alfi dikutip dari rilis UMM Selasa (23/6). Melengkapi pandangan tersebut, Dosen Psikologi UMM, Yudi Suharsono, S.Psi., M.Si., menekankan vitalnya peran guru sebagai active bystander atau sosok yang aktif mencegah dan sigap merespons berbagai bentuk kekerasan di sekolah. Ia menyoroti fakta bahwa korban sering kali memilih bungkam dan memendam traumanya cukup lama. Yudi juga mengingatkan bahwa sepuluh menit pertama ketika seorang siswa melapor merupakan momen sangat krusial; guru dituntut untuk mampu mendengarkan secara utuh, memvalidasi perasaan korban, serta menjamin kerahasiaan agar siswa tersebut bersedia menceritakan kejadian sepenuhnya. “Kasus yang tercatat sesungguhnya hanyalah puncak gunung es. Banyak korban tidak melapor karena takut, malu, atau merasa tidak akan mendapatkan perlindungan,” ungkap Yudi. Melihat tingginya urgensi pencegahan kekerasan tersebut, Ketua Program Studi PPG UMM sekaligus Koordinator PPG Nasional, Prof. Dr. Trisakti Handayani, F.M., mewajibkan setiap calon lulusan untuk memiliki pemahaman pencegahan yang terpadu. Ia menyoroti bahwa kewajiban utama guru masa kini bukan sekadar mentransfer ilmu di dalam kelas, melainkan juga harus mampu secara aktif menjamin terpenuhinya hak peserta didik untuk belajar tanpa adanya ancaman kekerasan. “Jadilah guru yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. Ketika nanti terjun ke dunia pendidikan, jadilah garda terdepan dalam menciptakan sekolah yang aman, inklusif, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik,” imbau Trisakti. Langkah konkret PPG UMM melalui seminar ini mengirimkan pesan kuat bagi dunia pendidikan nasional. Calon pendidik masa depan tidak boleh hanya pandai berteori, namun dituntut terjun membela siswa dan mempraktikkan pencegahan kekerasan secara nyata di lapangan. Kolaborasi antarpemangku kepentingan, kepekaan sosial guru, dan ketegasan dalam bertindak adalah kunci utama untuk mengembalikan muruah sekolah sebagai ruang belajar yang benar-benar aman, inklusif, serta senantiasa menghargai keberagaman.

Pendaftaran Ekshibisi OSN AI 2026 Resmi Dibuka untuk Siswa SMA

Mediakompeten.co.id-Pendaftaran Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) 2026 resmi dibuka untuk para siswa tingkat SMA atau sederajat di Indonesia. Proses pendaftaran ini dijadwalkan berlangsung hingga 15 Juli mendatang. Seperti dilansir dari Detikcom, ajang ini menjadi wadah bagi pelajar bertalenta di bidang kecerdasan buatan (AI) untuk disiapkan sebagai calon peserta International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) pada tahun berikutnya. Ketentuan tersebut mengacu pada buku Panduan Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial Bidang Sains Tahun 2026 SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat. Perhelatan ini bakal diselenggarakan melalui tiga tingkatan seleksi yang ketat. Tahap awal berupa pra-seleksi yang bertujuan untuk menyaring 100 peserta terbaik dari seluruh pendaftar. Memasuki tahap kedua, proses seleksi akan kembali menyaring para peserta hingga menyisakan 30 finalis terbaik. Babak final nasional nantinya dilaksanakan bersamaan dengan rangkaian OSN Nasional 2026 pada 14 hingga 20 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang. Materi ujian dalam kompetisi ini mengadopsi bagian dari silabus resmi IOAI yang mencakup sejumlah kompetensi utama. Berikut adalah rincian materi yang akan diujikan kepada para peserta: 1. Pengetahuan dan Keterampilan Dasar Bagian ini menguji penguasaan konsep serta teori matematika, statistika, teori peluang, optimasi, hingga kemampuan pemrograman dasar menggunakan bahasa Python. 2. Teori dan Praktik Machine Learning Klasik Peserta wajib memahami analisis dan pengolahan data mendasar, teknik feature engineering, serta konsep supervised learning dan unsupervised learning. Penilaian juga mencakup kemampuan evaluasi dan validasi model machine learning. 3. Artificial Neural Network Materi ini meliputi pemahaman mendalam tentang arsitektur Jaringan Saraf Tiruan (JST), multilayer perceptron, fungsi aktivasi, regularisasi, serta algoritme pelatihan dan optimasi JST. 4. Computer Vision (CV) Cakupan materi ini terdiri dari dasar-dasar CV, proses konvolusi, teknik pooling, klasifikasi citra, deteksi objek, segmentasi citra, hingga penerapan transfer learning. 5. Natural Language Processing (NLP) Kompetensi terakhir memfokuskan pada aspek pengambilan fitur seperti TF-IDF, pemahaman embedding, dasar-dasar transformer atau attention, serta metode klasifikasi teks.

Pendaftaran Ekshibisi AI 2026 Resmi Dibuka untuk Siswa SMA

SekberNews.id-Pendaftaran ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang kecerdasan artifisial yang bertajuk Ekshibisi AI 2026 kini resmi dibuka. Proses pendaftaran ini akan berlangsung hingga tanggal 15 Juli mendatang. Kompetisi berskala nasional tersebut dapat diikuti oleh seluruh siswa tingkat SMA atau sederajat di Indonesia. Informasi ini dilansir dari Detikcom berdasarkan panduan resmi yang telah diterbitkan. Buku Panduan Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial Bidang Sains Tahun 2026 SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat menyebutkan ajang ini menjadi wadah bagi siswa bertalenta. Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) 2026 disiapkan untuk menyaring calon peserta International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) pada tahun berikutnya. Pelaksanaan tahapan OSN Bidang AI ini bakal bergulir dalam tiga fase seleksi yang ketat. Tahap pertama berupa pra-seleksi yang bertujuan untuk menyaring 100 kontestan terbaik dari seluruh pendaftar. Fase berikutnya adalah tahap seleksi lanjutan guna menjaring 30 finalis terbaik. Babak final nasional nantinya diselenggarakan bersamaan dengan agenda OSN Nasional 2026 pada 14 sampai 20 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang. Materi yang bakal diujikan pada kompetisi tahun ini mengacu pada bagian dari silabus lengkap IOAI. Seluruh materi mencakup aspek teori hingga kemampuan praktik kedirgantaraan kecerdasan artifisial. Bidang pertama meliputi Pengetahuan dan Keterampilan Dasar. Konsep-konsep yang diujikan mencakup teori matematika, statistika, teori peluang, optimasi, serta kemampuan pemrograman dasar dengan menggunakan bahasa Python. Bidang kedua berfokus pada Teori dan praktik machine learning klasik. Bagian ini menguji analisis dan pengolahan data mendasar, feature engineering, supervised learning, unsupervised learning, hingga evaluasi dan validasi model machine learning. Bidang ketiga membahas tentang Artificial neural network. Para peserta wajib memahami arsitektur JST, multilayer perceptron, algoritme pelatihan dan optimasi JST, fungsi aktivasi, serta metode regularisasi. Bidang keempat mempelajari materi Computer Vision (CV). Topik pengujian di dalamnya mencakup dasar-dasar CV, proses konvolusi, teknik pooling, klasifikasi citra, deteksi obyek, segmentasi citra, dan konsep transfer learning. Bidang kelima atau materi terakhir berkaitan dengan Natural Language Processing (NLP). Kompetisi pada bidang ini akan menguji pemahaman mengenai pengambilan fitur seperti TF-IDF, embedding, dasar-dasar transformer atau attention, serta klasifikasi teks

Pendaftaran Ekshibisi AI 2026 Resmi Dibuka untuk Siswa SMA

WARTASEKOLAH.id-Pendaftaran ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Bidang Kecerdasan Artifisial (AI) yang bertajuk Ekshibisi AI 2026 resmi dibuka hingga 15 Juli mendatang. Kompetisi berskala nasional ini dapat diikuti oleh seluruh siswa tingkat SMA atau sederajat di Indonesia. Dilansir dari Detikcom, berdasarkan buku Panduan Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial Bidang Sains Tahun 2026 SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat, agenda ini merupakan wadah bagi pelajar bertalenta. Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) 2026 diproyeksikan untuk menjaring calon peserta International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) pada tahun berikutnya. Pergelaran kompetisi ini bakal melewati tiga fase penyaringan. Tahapan awal berupa pra-seleksi yang bertujuan menyaring 100 peserta terbaik dari seluruh pendaftar. Memasuki fase berikutnya, para peserta akan diseleksi kembali hingga menyisakan 30 finalis terbaik. Babak final nasional dijadwalkan berlangsung bersamaan dengan pergelaran OSN Nasional 2026 pada 14 sampai 20 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang. Materi yang bakal diujikan pada kompetisi tahun ini mengacu langsung pada bagian silabus lengkap milik IOAI. Kisi-kisi kompetisi terbagi ke dalam beberapa poin keahlian utama. Poin pertama mencakup Pengetahuan dan Keterampilan Dasar. Materi ini meliputi konsep serta teori matematika, statistika, teori peluang, optimasi, hingga kemampuan pemrograman menggunakan bahasa Python. Bagian kedua membahas mengenai Teori dan Praktik Machine Learning Klasik. Bidang ini menguji kemampuan analisis dan pengolahan data mendasar, feature engineering, supervised learning, unsupervised learning, serta evaluasi beserta validasi model machine learning. Materi ketiga berkaitan dengan Artificial Neural Network. Fokus bahasan meliputi arsitektur JST, multilayer perceptron, algoritme pelatihan dan optimasi JST, fungsi aktivasi, hingga metode regularisasi. Sektor keempat adalah Computer Vision (CV). Para peserta akan diuji mengenai dasar-dasar CV, konvolusi, teknik pooling, klasifikasi citra, deteksi obyek, segmentasi citra, serta transfer learning. Komponen terakhir yang diujikan adalah Natural Language Processing (NLP). Materi ini mendalami aspek pengambilan fitur seperti TF-IDF, teknik embedding, dasar-dasar transformer atau attention, hingga proses klasifikasi teks.

Ekshibisi AI 2026 Resmi Dibuka untuk Siswa SMA Sederajat

Infinasional.com-Pendaftaran ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang kecerdasan artifisial yang bertajuk Ekshibisi AI 2026 telah resmi dibuka. Kompetisi berskala nasional ini dapat diikuti oleh seluruh siswa tingkat SMA atau sederajat di Indonesia hingga tanggal 15 Juli mendatang. Dikutip dari Detikcom, berdasarkan buku Panduan Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial Bidang Sains Tahun 2026 SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat, ajang Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) 2026 diselenggarakan untuk menjaring para siswa bertalenta di bidang kecerdasan buatan. Para peserta terpilih nantinya dipersiapkan menjadi perwakilan Indonesia dalam International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) pada tahun berikutnya. Perhelatan OSN Bidang AI ini bakal melewati tiga tingkatan seleksi yang ketat. Tahap awal berupa pra-seleksi yang bertujuan menyaring 100 peserta terbaik dari seluruh pendaftar. Setelah babak pra-seleksi, kompetisi berlanjut ke tahap seleksi berikutnya demi mendapatkan 30 finalis terbaik. Babak final nasional kemudian dilaksanakan bersamaan dengan rangkaian kegiatan OSN Nasional 2026 yang dijadwalkan pada tanggal 14 hingga 20 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang. Seluruh materi yang diujikan dalam Ekshibisi Kecerdasan Artifisial tahun ini mengacu pada bagian dari silabus lengkap IOAI. Komponen kompetisi terbagi ke dalam beberapa poin keahlian utama. Materi pertama mencakup pengetahuan dan keterampilan dasar. Bagian ini menguji pemahaman konsep serta teori matematika, statistika, teori peluang, optimasi, dan kemampuan pemrograman menggunakan bahasa Python. Materi kedua berfokus pada teori dan praktik machine learning klasik. Peserta dituntut menguasai analisis dan pengolahan data mendasar, feature engineering, supervised learning, unsupervised learning, hingga proses evaluasi dan validasi model machine learning. Materi ketiga berkaitan dengan artificial neural network. Bagian ujian ini mendalami arsitektur JST, multilayer perceptron, algoritme pelatihan dan optimasi JST, fungsi aktivasi, serta metode regularisasi. Materi keempat mencakup Computer Vision (CV). Bidang ini menguji kompetensi dasar CV, proses konvolusi, teknik pooling, klasifikasi citra, deteksi obyek, segmentasi citra, dan konsep transfer learning. Materi terakhir yang diujikan adalah Natural Language Processing (NLP). Kompetensi pada bidang ini berpusat pada pemahaman pengambilan fitur seperti TF-IDF, teknik embedding, dasar-dasar transformer (attention), serta klasifikasi teks.