Semarak PKG PAUD Lowokwaru Hadirkan Seminar Smart Parenting di Era Digital

  MALANG KOTA, RADAR MALANG – PKG PAUD Kecamatan Lowokwaru sukses menyelenggarakan kegiatan Semarak PKG PAUD Lowokwaru di Aula GKB 4 lantai 9 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis lalu (21/5). Mengangkat tema “Smart Parenting di Era Digital: Kolaborasi Guru dan Orang Tua untuk Masa Depan Anak”, kegiatan ini diselenggarakan berkat kerja sama dengan HDFC Fakultas Psikologi UMM. Acara diikuti 240 peserta, yang terdiri dari guru PAUD dan orang tua siswa dari berbagai lembaga PAUD se-Kecamatan Lowokwaru. Seminar berlangsung meriah dan penuh antusias peserta. Hal ini karena kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber kompeten dalam bidang pendidikan dan parenting. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, yakni Kepala Bidang Pembinaan Tenaga Kependidikan Ganis Indajani SE MH dan Kasi PTK Wiwik Indarti SM. Juga,  Sekretaris Kecamatan Lowokwaru Muhammad Baihaqi SE, Dekan Fakultas Psikologi UMM Dr Rr. Siti Suminarti Fasikhah MSi, dan Pengawas TK Sriah SPd MPd. Serta tak ketinggalan, jajaran pengurus PKG PAUD Lowokwaru, dan seluruh peserta seminar. BERI APRESIASI: Ketua PKG PAUD Kecamatan Lowokwaru Rahayu Asyhari SPd MPd memberikan penghargaan kepada pemateri dan peserta.   Ketua PKG PAUD Kecamatan Lowokwaru, Rahayu Asyhari SPd MPd dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dia menyampaikan juga tentang pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi anak di era digital. “Kegiatan ini merupakan upaya bersama dalam memperkuat kolaborasi guru dan orang tua agar mampu mendampingi anak secara bijak di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat. Kami berharap peserta mendapatkan wawasan dan strategi positif dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan bijak menggunakan teknologi,” ujarnya.  

Dominasi Muhammadiyah, 10 kampus swasta terbaik di Indonesia 2026 versi Webometrics

sukabumiheadline.com – Semua kampus di Indonesia tengah membuka penerimaan mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2026/2027. Pendaftaran tersebut umumnya akan selesai pada Agustus atau September awal. Masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tentunya menjadi harapan besarnya banyak pelajar. Namun, menimba ilmu di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) pun tidak salah dan bisa jadi pertimbangan. Banyak deretan PTS berkualitas. Webometrics merilis deretan Perguruan Tinggi Swasta Terbaik per Januari 2026. Sejumlah kampus memiliki peringkatnya tersendiri. Penilaian diberikan berdasarkan sejumlah poin dalam pengukuran pemeringkatan tersebut, yakni visibilitas global, keunggulan penelitian, keterbukaan, hingga kinerja akademik.

Akar Sosial Radikalisme Diungkap dalam Disertasi Ini

Tagar.co – Akar sosial radikalisme agama bahan disertasi Arief Hidayatullah. Dia menjalani Ujian Promosi Doktor Sosiologi di Aula GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (28/5/2026). Arief Hidayatullah mempresentasikan disertasi berjudul Ekspresi Keagamaan Radikal Jamaah Anshorud Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharus Syariah (JAS) di Kota Bima. Promovendus asal Bima itu menyoroti bagaimana kelompok JAD dan JAS membentuk pola pemahaman diri, interaksi sosial, tindakan sosial, hingga penggunaan simbol keagamaan secara radikal di Kota Bima. Kajian tersebut tidak hanya memandang radikalisme sebagai persoalan keamanan, tapi juga fenomena sosial-keagamaan dan berakar pada dinamika lokal. Sebagai putra Bima, Arief mengaku penelitian tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap stigma yang selama ini melekat pada daerah kelahirannya. Menurutnya, Bima kerap dikaitkan dengan aktivitas terorisme atas nama agama sehingga memunculkan pertanyaan mengenai akar berkembangnya radikalisme di wilayah tersebut. Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Mbojo Bima itu menjelaskan, radikalisme di Bima merupakan bagian dari jaringan nasional yang berkembang sejak dekade 1990-an. Baca Juga:  Menghidupkan Kembali Budaya Bertanya di Kelas Ia menyebut sejumlah kelompok seperti Jamaah Islamiyah (JI), Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), JAS hingga JAD yang terafiliasi ISIS pernah memiliki keterhubungan dengan wilayah tersebut. “Radikalisme di Bima tidak berdiri sendiri, tetapi terkait dengan perkembangan jaringan ekstremisme lintas wilayah,” ungkapnya dalam sidang promosi doktor. Hapus Stigma  Dalam disertasinya, Arief mengulas keterhubungan jaringan JAD Bima dengan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso di Poso. Relasi itu, menurut dia, dibangun melalui ikatan keluarga, mobilitas sosial, hingga jejaring pernikahan antardaerah. Untuk mengkaji fenomena tersebut, promovendus UMM itu menggunakan Teori Interaksionisme Simbolik dari George Herbert Mead. Teori tersebut menitikberatkan pada konsep mind, self, dan society dalam membentuk identitas serta perilaku sosial individu maupun kelompok. “Ada perbedaan karakter antara JAD dan JAS. JAD  memiliki pola kesadaran yang lebih kaku dan tertutup dengan struktur interaksi sentralistik. Sebaliknya, JAS cenderung lebih fleksibel, partisipatif, dan terbuka dalam penggunaan simbol keagamaan, “kata alumni Ilmu Komunikasu UMM tersebut. Hasil kajian soal radikalisme itu diharapkan mampu  memberikan kontribusi penting dalam pengembangan ilmu sosial. Khususnya terkait pemahaman radikalisme agama dari perspektif interaksi sosial dan simbolik. Penelitian itu sekaligus menjadi pengingat bahwa memahami radikalisme harus dilakukan secara kontekstual dan ilmiah agar tidak berhenti pada stigma semata.

Tips Cerdas Nikmati Daging Kurban Tanpa Takut Asam Urat dan Kolesterol Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Tips Cerdas Nikmati Daging Kurban Tanpa Takut Asam Urat dan Kolesterol

Bisnis.com, MALANG — Untuk menghindari asam urat dan kolesterol saat menikmati daging kurban, kuncinya menikmati daging tersebut dengan porsi yang wajar dan mengolahnya dengan benar. Dosen Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Ayu Diawi Ismayawati menegaskan sumber penyakit sejatinya bukan berasal dari daging kurban, melainkan kebiasaan keliru masyarakat dalam mengolah, memporsikan, dan menyimpannya. daging sapi maupun kambing sejatinya mengandung protein hewani, lemak, dan purin yang bermanfaat bagi tubuh jika porsinya wajar. Masalah baru timbul saat konsumsi dilakukan secara berlebihan, apalagi jika hidangan didominasi oleh jeroan bersantan kental, yang mampu memicu lonjakan Low-Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dan nyeri persendian akibat kristal asam urat. Baca Juga Ahli Gizi Paparkan Cara Bikin Daging Kurban Tidak Alot, Ini Detailnya “Daging kurban sebenarnya tidak perlu ditakuti, tetapi harus diolah dan dikonsumsi dengan bijak. Yang sering jadi masalah itu bukan dagingnya, melainkan pola konsumsi masyarakat yang berlebihan dan cara memasaknya yang terlalu banyak lemak. Bagian yang paling perlu dibatasi adalah jeroan seperti hati, paru, limpa, usus, hingga otak karena kandungan purinnya jauh lebih tinggi,” katanya dikutip Kamis (28/5/2026). Guna menekan tingginya risiko kesehatan, masyarakat disarankan menerapkan teknik trimming atau membuang lemak putih pada daging segar sebelum dimasak.  Pakar teknologi pangan ini juga merekomendasikan metode perebusan awal, di mana kuah rebusan pertama sebaiknya dibuang agar kadar purin menurun secara signifikan, menjadikan opsi masakan seperti sup bening jauh lebih aman untuk lambung. Baca Juga Menilik Kadar Kolesterol dalam Daging Sapi dan Kambing, Mana yang Lebih Tinggi? “Kalau membuat gulai atau tongseng, santannya jangan terlalu pekat. Lemak yang mengambang di permukaan juga bisa diambil dengan sendok atau menggunakan es batu setelah masakan agak dingin. Teknik tumis air juga bisa jadi alternatif sehat dibandingkan menumis dengan banyak minyak,” lanjut Ayu. Terkait manajemen penyimpanan, kesalahan fatal yang sering terjadi di tingkat rumah tangga adalah mencairkan daging beku, memotong sebagian, lalu mengembalikannya ke mesin pendingin.  Daging seharusnya langsung dibagi dalam kantong-kantong kecil untuk takaran sekali masak sebelum masuk ke freezer bersuhu minus 18 derajat Celsius. Proses pencairannya pun harus diletakkan di chiller, bukan dibiarkan mencair pada suhu ruang. Baca Juga Cara Simpan Daging Kurban di Kulkas, Awet hingga Beberapa Bulan “Siklus pencairan dan pembekuan ulang sangat tidak disarankan karena mempercepat penurunan mutu dan meningkatkan risiko pertumbuhan mikroba. Setiap kemasan sebaiknya diberi label tanggal penyimpanan agar kualitasnya lebih mudah dipantau,” tegasnya. Sebagai pesan penutup sekaligus langkah pencegahan gizi, orang dewasa sehat dianjurkan cukup membatasi konsumsi daging matang di kisaran 50 hingga 100 gram per hari.  Keseimbangan metabolisme wajib dijaga melalui pendampingan porsi sayuran tinggi serat, buah-buahan segar, serta asupan air putih untuk menahan laju penyerapan lemak jenuh di saluran cerna. “Prinsip amannya adalah makan secukupnya, pilih daging tanpa lemak, batasi jeroan, kurangi santan dan minyak berlebih, simpan daging dengan benar, serta imbangi dengan sayur, buah, dan air putih yang cukup,” ucapnya.

Konsisten Tinggalkan Plastik, UMM Malang Bagikan Daging Kurban Menggunakan Besek

TIMES INDONESIA – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara konsisten selama enam tahun telah meninggalkan penggunaan plastik atau kresek sekali pakai saat membagikan daging kurban. Fenomena ini disebut sebagai kurban go green UMM, dengan memanfaatkan kemasan tradisional berupa besek bambu yang dialasi daun segar dan diikat dengan tali serabut kelapa sebagai wadah utama. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kesadaran akan bayang-bayang menumpuknya sampah plastik ketika perayaan Idul Adha Ketua Panitia Kurban 1447 H UMM, Dr. Yasin Kusumo Pringgodigdo, S.Pd.I., M.H.I., menyampaikan bahwa esensi kurban bukan hanya sebagai bentuk ibadah kepada Allah, tetapi juga bentuk kepedulian manusia terhadap lingkungan sekitarnya. Mengurai Ekspresi Radikalisme Agama di Bima “Tahun ini kami kembali menerapkan konsep go green, spirit kurban bukan hanya sebagai ibadah, tetapi juga menjaga peradaban dan kelestarian lingkungan,” ujarnya. Ia pun menegaskan bahwa pihaknya dipastikan tidak menggunakan kantong sekali pakai yang berbahaya bagi lingkungan maupun kesehatan. Pada tahun ini, UMM menyembelih 20 ekor sapi dan sejumlah kambing, serta mendistribusikan hingga 2500 paket daging kurban yang disebar ke ranah internal kampus, warga sekitar, Lapas Perempuan dan Laki-laki Malang. Selain itu, UMM juga menyebar 6 ekor sapi ke Sumbawa. Yasin menambahkan bahwa kesuksesan pendistribusian daging kurban menggunakan besek ramah lingkungan ini adalah hasil kolaboratif dosen, karyawan, panitia inti, anggota tim teknis, relawan mahasiswa, hingga Juru Sembelih Halal (Juleha). Pengemasan daging kurban pun melalui pengawasan ketat supaya tetap higienis, natural, dan sejalan dengan misi pelestarian lingkungan kampus. “Wadahnya menggunakan besek, alasnya pakai daun, dan talinya pakai tali serabut,” tambahnya. Melalui kegiatan ramah lingkungan ini, UMM membuktikan bahwa ibadah sebagai ritual keagamaan dapat berjalan harmonis dan beriringan dengan tanggung jawab ekologis terhadap kelestarian lingkungan. Diharapkan inovasi positif ini bisa menjadi motivasi bagi institusi lainnya untuk mulai meninggalkan penggunaan plastik sekali pakai dan mulai berganti pada wadah ramah lingkungan supaya alam tetap bersih, sehat, dan lestari. “Semoga kurban go green ini bisa menjadi motivasi bagi institusi lainnya supaya mulai meninggalkan penggunaan plastik sekali pakai,” pungkasnya.

Kurban Berwawasan Lingkungan di UMM: Mesin Modern, Kemasan Bambu dan Tali Serabut

MALANG POST– Mesin pemotong daging adalah alat yang menggunakan prinsip mekanika dan kinematika untuk merajang, mengiris atau menggiling daging secara presisi. Dalam lingkup karya ilmiah atau rekayasa Teknik Mesin UMM sendiri, perancangan alat ini berfokus pada optimasi sistem transmisi dan pemilihan material food grade demi kemudahan dalam proses pekerjaan. Prinsip tersebut coba dimanfaatkan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Namun, inovasi kampus putih itu tidak berhenti di situ. Hampir enam tahun ini, UMM juga konsisten menerapkan konsep go green dalam perayaan Iduladha, salah satunya dengan meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai. Pada tahun ini, UMM mendistribusikan lebih dari 2.500 paket daging kurban menggunakan kemasan tradisional berupa besek bambu yang dialasi daun segar dan diikat dengan tali serabut kelapa. Ketua Panitia Kurban idul Adha 1447 H UMM, Dr. Yasin Kusumo Pringgodigdo, S.Pd.I., M.H.I., Kamis (28/5/2026) menjelaskan bahwa panitia memastikan tidak ada penggunaan kantong kresek hitam yang berbahaya bagi kesehatan maupun lingkungan. Ia menegaskan bahwa esensi berkurban bukan semata-mata untuk meraih derajat takwa di hadapan Tuhan, melainkan juga wujud nyata kepedulian manusia dalam menjaga kelestarian alam dan peradaban. “Alhamdulillah, kita senantiasa mengusung go green. Jadi, spirit kurban bukan hanya untuk meraih takwa, tapi juga menjaga peradaban dan kelestarian lingkungan,” urainya. Penyelenggaraan kurban tahun ini juga mencatatkan peningkatan jumlah hewan dari 18 ekor pada tahun sebelumnya menjadi 20 ekor sapi, beserta sejumlah kambing yang disiapkan tanpa caca Distribusi daging mencakup ranah internal kampus, warga sekitar, Lapas Perempuan dan Laki-laki Malang, hingga penyebaran ke Sumbawa dalam bentuk 6 ekor sapi hidup. Untuk memastikan pembagian yang adil dan merata, Yasin memaparkan bahwa manajemen penyembelihan dilakukan secara presisi dengan menghitung persentase karkas dan daging murni dari total bobot sapi, bukan sekadar menebak ukuran. Panduan & Petunjuk Perjalanan “Kami memilih sapi sesuai dengan bobotnya. Misalnya, jika kebutuhan distribusi internal sebanyak 200 atau 150 paket, kami ambil sapi yang berbobot 500 kilogram. Jadi, kami menyembelih sapi berdasarkan timbangan, bukan sekadar estimasi atau asumsi,” imbuhnya. Paket yang dibagikan memiliki takaran bervariasi, mulai dari 0,75 kilogram hingga 1 kilogram daging murni yang ditambahkan dengan tulang dan jeroan. Kesuksesan distribusi ribuan paket daging dalam besek ramah lingkungan ini merupakan hasil sinergi dari pendanaan sukarela dosen dan karyawan, yang dieksekusi oleh 27 panitia inti, 70 anggota tim teknis, relawan mahasiswa, serta 12 Juru Sembelih Halal (Juleha). Yasin merinci bahwa seluruh proses pengemasan dikawal ketat agar tetap higienis, natural, dan sejalan dengan misi pelestarian lingkungan kampus. “Pakai besek, dialasi daun, kemudian talinya pakai tali serabut,” tambahnya. Momentum Iduladha di Universitas Muhammadiyah Malang tahun ini memberikan pesan moral yang sangat kuat bagi masyarakat luas. Melalui kurban go green, UMM membuktikan bahwa ibadah ritual keagamaan dapat berjalan harmonis dengan tanggung jawab sosial dan ekologis. Harapannya, inovasi Mesin pemotong daging ini kan akan mempercepat pengerjaan di lapangan dan penggunaan besek bambu ini dapat menginspirasi instansi maupun masyarakat umum untuk mulai meninggalkan plastik sekali pakai, sehingga keberkahan kurban turut dirasakan oleh alam semesta melalui lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)

Usia Murid Baru SD Boleh di Bawah 7 Tahun, Pakar Usul Kelas 1 Transisi

Metrotvnews-Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperbolehkan siswa baru jenjang sekolah dasar berusia di bawah 7 tahun dengan catatan sudah memiliki kesiapan menerima pembelajaran. Menanggapi hal tersebut, Pakar pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Arina Restian, mendorong adanya desain mendesain Kelas 1 Transisi. Jika jumlah siswa di bawah 7 tahun lebih banyak, ia menilai manajemen sekolah tidak bisa lagi sekadar menerima siswa baru lalu berjalan seperti biasa. Menurutnya, kelas 1 transisi tersebut didesain dengan tata ruang bersudut bermain. Dalam prosesnya, kelas 1 transisi melaksanakan standardisasi asesmen awal saat masa orientasi hanya untuk memetakan kebutuhan individual anak. Kelas 1 transisi juga menjembatani komunikasi intensif antara pendidik dan orang tua terkait batasan ekspektasi akademik. “Di tiga bulan pertama, durasi belajar wajib dipangkas menjadi 20-30 menit yang diselingi istirahat, agar anak tidak kaget dengan rutinitas baru,” ujar Arina, mengutip laman resmi UMM, Kamis, 28 Mei 2026. Guru butuh adaptasi Arina menegaskan bahwa pembekalan ilmu pedagogi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bagi guru kelas satu SD kini menjadi agenda mendesak bagi Kemendikdasmen. Selama ini, kurikulum pendidikan guru dinilai lebih banyak mempersiapkan tenaga pendidik untuk rentang usia 7 hingga 12 tahun. Jika dipaksakan tanpa adaptasi, menurutnya, pendidik akan gagap saat menghadapi tantrum dan sulit mengelola regulasi emosi anak. Tanpa upgrade skill melalui pelatihan khusus, guru berpotensi memaksakan standar anak usia tujuh tahun kepada murid berusia di bawahnya. “Akibatnya sangat fatal, anak bisa stres, mogok sekolah, dan guru rentan salah melabeli mereka sebagai siswa lambat belajar padahal itu fase normal di usianya,” tegas Arina. Tips pengajaran Ilustrasi Pexels Arina juga membagikan tips bagi para guru SD kelas 1 untuk mengajar murid di bawah usia 7 tahun. Menurutnya, periode minggu-minggu awal sangat penting agar siswa tidak tertekan. Ia menerangkan, rentang fokus anak usia 5,5 tahun maksimal hanya 15 menit, pendekatan pengajaran di kelas harus berpegang teguh pada prinsip ‘Singkat, Bergerak, dan Bermain’. Guru bisa menerapkan siklus 15-5-15, yaitu 15 menit kegiatan inti, 5 menit bergerak atau bernyanyi, lalu 15 menit kegiatan lagi. “Hindari pemberian lembar kerja di awal, beri mereka pilihan-pilihan kecil untuk mengurangi rasa dikontrol, dan rayakan sekecil apa pun keberaniannya agar sekolah terasa seperti perpanjangan PAUD,” ucapnya.

Dolar Menguat, Begini Cara Menyiasati Pengeluaran Rumah Tangga

momiesdaily-Belakangan, isu dolar menguat semakin meresahkan masyarakat. Walau sekilas, mungkin kehidupan kita sehari-hari masih terasa aman terkendali. Transaksi untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan, bahan pokok, transportasi, uang sekolah anak, masih cukup lancar. Namun realitasnya, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar berdampak pada ekonomi rumah tangga. Coba mommies perhatikan. Beberapa bahan kebutuhan pokok mulai naik. Ini salah satu dampak dari dolar menguat. Mungkin naiknya dikit-dikit aja, nggak langsung melonjak. Tetapi, jika diakumulasi, berasa juga. BBM non subsidi sudah naik sejak beberapa minggu lalu. Diprediksi, elektronik dan barang impor juga akan mengalami lonjakan harga. Skincare pun bukan tak mungkin akan kena dampak, mengingat biaya layanan toko online di e-commerce juga ikut naik yang salah satunya sebagai dampak dari menguatnya dolar. Bagi mommies yang menjalankan usaha, juga bisa ikut kena dampak akibat biaya produksi yang naik. Lalu, bagaimana cara kita mengamankan ekonomi keluarga di tengah kondisi ekonomi global dan nasional yang tidak pasti? Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang, Yunan Syaifullah, melalui situs Universitas Muhammadiyah Malang mengimbau kepada masyarakat untuk mendunda konsumsi yang tidak mendesak, mengamankan dana darurat dan fokus pada kebutuhan primer. Sebab, kita tidak tahu sampai kapan kondisi ini berlangsung. Jangan sampai ekonomi keluarga yang tadinya hanya terdampak, menjadi terancam akibat pengelolaan keuangan yang salah di situasi ekonomi yang sulit seperti sekarang ini. Cara Menyiasati Pengeluaran Rumah Tangga di Tengah Gejolak Ekonomi Akibat Dolar Menguat Ini beberapa cara yang bisa mommies lakukan untuk mengamankan ekonomi keluarga di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit. 1. Fokus pada kebutuhan primer Utamakan kebutuhan pangan, transportasi, sekolah anak-anak dan kebutuhan primer lainnya. Artinya, tahan untuk membeli makanan dan pakaian yang sifatnya tidak mendesak, seperti menyetok camilan banyak-banyak dan membeli pakaian baru demi memenuhi dress code acara. 2. Kendalikan pengeluaran untuk lifestyle Kalau mommies punya keanggotaan di tiga klub olahraga, bolehlah dipertahankan satu, yang dua lagi ditutup sementara hingga kondisi ekonomi kembali aman. Cobalah beralih ke olahraga yang tidak memerlukan banyak biaya seperti jalan pagi/jogging/lari. Tapi, jangan juga jadi latah beli sepatu dan baju buat lari, ya! Begitu juga dengan liburan. Jika liburan harus mengocek dana yang belum dipersiapkan sebelumnya, tahan dulu. Coba pilih alternatif liburan yang lebih terjangkau, seperti city tour, mengunjungi perpustakaan nasional, atau wisata alam di Sentul. 3. Belanja di pasar tradisional Semurah-murahnya belanja sayur di toko online, belanja di pasar tradisional masih lebih murah. Saya udah membuktikan. Beli daun bawang Rp5.000 di pasar tradisional atau tukang sayur bisa dapat seabrek-abrek, sementara di supermarket atau toko online paling dapat setengahnya saja. Dengan belanja di pasar tradisional, kita juga membantu perputaran uang di toko-toko yang belum tersentuh dengan platform digital. 4. Kalau bisa, usahakan lebih sering memasak, ketimbang beli makanan jadi Paham banget, masak itu butuh waktu dan energi. Buat ibu bekerja, ini terkadang menantang untuk dieksekusi. Sebagai orang yang suka memasak namun sering juga terdesak beli makanan jadi, saya akui, memasak itu jauh lebih hemat dari membeli makanan jadi. Masak yang gampang-gampang aja, bund. Selain hemat, gizi dan kebersihannya pun lebih terjaga. 5. Siapkan dana darurat ”Mau nambah tabungan dari mana, buat sehari-hari aja udah pas-pasan?” Lagi-lagi, pahaaammm banget! Ketika kita sudah berhasil menahan pengeluaran untuk kebutuhan sekunder dan tersier, maka pasti akan ada lebihannya, tho? Maka simpanlah lebihan uang tersebut untuk menambah dana darurat mommies, berapapun besarnya! Ibaratnya, kalau mommies setiap hari nyelengin Rp10.000, sebulan sudah Rp300.000, setahun sudah terkumpul Rp3.600.000. Apa nggak lumayan? 6. Normalisasi makan di tempat makan sederhana Sekarang banyak warteg, rumah masakan padang, bakmi dan warung makan kecil lainnya yang tempatnya nyaman. Harga tentu jauh lebih murah ketimbang makan di mal atau resto mewah. Apalagi untuk makan siang sehari-hari, tetapkan anggaran maksimum agar pengeluaran terkendali. 7. Beli produk lokal Beli produk lokal untuk kebutuhan pangan seperti sayur mayur, buah-buahan, pakaian, elektronik dan sebagainya, selain harganya lebih terjangkau karena tidak terkena biaya impor,  juga lebih ramah lingkungan (karena jejak karbon lebih sedikit), dan turut mendukung pengusaha kecil. 8. Coba mencari tambahan pemasukan Punya keterampilan berbahasa, coba jadi penerjemah. Bisa musik? Coba kasih les ke anak-anak. Jago admin? Coba daftar ke situs kerja freelance dan cari pekerjaan administrasi. Sekarang ini, banyak dibutuhkan pekerjaan sebagai data annotator untuk menyediakan jawaban bagi berbagai platform AI juga, lho. Hal yang perlu kita lakukan hanyalah aktif mencari, bertanya dan berjejaring. 9. Bay bay paylater Buat yang belum pakai paylater, jangan pakai. Buat yang sudah, stop paylater. Prinsipnya, berbelanja ketika uangnya sudah ada. Jika uang belum ada, tunda sampai gajian atau menabung dulu. Hindari kebiasaan berutang. Kalau terbiasa paylater, bisa-bisa gaji bulanan habis buat bayar cicilan paylater. Ini bisa memicu perilaku keuangan yang nggak sehat karena bisa mendorong kebiasaan belanja impulsif. Selain cara di atas, mungkin mommies punya cara lain untuk menyiasati pengeluaran keluarga di kala dolar menguat? Yuk, berbagi! Cover: Image by tirachardz on Magnific

Intip Daftar Beasiswa untuk Mahasiswa Baru UMM, Bebas Kuliah 100% untuk Alumni Muhammadiyah Selama 1 Semester

MALANG, RADAR MALANG – UMM membuka berbagai jalur beasiswa untuk calon mahasiswa baru tahun 2026. Salah satunya adalah beasiswa saudara kandung hingga alumni sekolah Muhammadiyah. Berikut adalah rincian potongan Biaya Studi Semester (BSS), program studi penerima beasiswa, dan beberapa syarat umum: BEASISWA SAUDARA KANDUNG Potongan BSS pada Semester I sebesar: 50% Non-FIKES dan Kedokteran, 25% FIKES, 10% Kedokteran Syarat yang harus dipenuhi: Mempunyai saudara kandung yang kuliah di UMM dan masih aktif. Melengkapi syarat ke kantor PMB atau melalui email: Foto copy Kartu Keluarga (KK), Foto copy KTM adik dan kakak, Foto Copy Kartu Studi Mahasiswa (KSM) kakak, Foto copy Akta Lahir Adik dan Kakak ALUMNI SEKOLAH MUHAMMADIYAH Potongan 100% BSS pada Semester I untuk semua Program Studi Syarat yang harus dipenuhi: Alumni Sekolah SMA/SMK/MA Muhammadiyah Biaya Seragam tetap dibayarkan sesuai dengan ketentuan BEASISWA YATIM/YATIM PIATU Beasiswa Berupa Bebas DPP dan SPP selama 8 semester untuk S-I dan 6 semester untuk Vokasi (D-3) Program Studi Tertentu sesuai rekomendasi AIK Syarat Administrasi yang harus dipenuhi: Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan Yatim/Yatim Piatu dari desa setempat. Rekomendasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat. Tetap ada pembayaran: Her-Registrasi, Pengembangan Akademik, Seragam dan FLSP Editor : Aditya Novrian

Dosen Kedokteran UMM Ungkap Gejala dan Pencegahan Hantavirus, Waspada dengan Tikus dan Musim Hujan

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Dosen sekaligus Kepala Laboratorium Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. dr. H. Febri Endra Budi Setyawan, M.Kes., FISPH., FISCM., menanggapi tentang topik hangat seputar kesehatan saat ini yakni Hantavirus. Menurut Febri Endra, tingginya curah hujan yang kerap memicu genangan air dan banjir di berbagai daerah tidak hanya membawa ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD), tetapi juga penyakit berbahaya lain yang ditularkan oleh hewan pengerat, yaitu Hantavirus. Hantavirus mempunyai gejala awal yang sangat menyerupai DBD, penyakit ini patut diwaspadai karena dapat memicu komplikasi serius pada paru-paru dan ginjal jika terlambat ditangani. Febri menjelaskan bahwa hantavirus merupakan kelompok virus RNA (Ribonucleic Acid) yang disebarkan oleh tikus. Berbeda dengan leptospirosis (penyakit kencing tikus) yang disebabkan oleh bakteri, hantavirus murni merupakan infeksi virus yang penularannya sangat mudah menyebar lewat medium cairan hingga udara. “Virus ini bisa menular kepada manusia melalui urin atau gigitan langsung oleh hewan pengerat. Bahkan, penularannya juga bisa melalui aerosol karena paparan udara yang mengandung partikel virus hanta dari kotoran tikus yang terhirup oleh manusia,” ungkap Febri. Secara klinis, dipaparkan Febri bahwa infeksi virus ini terbagi dalam dua kondisi utama, yakni Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang mengganggu fungsi ginjal, serta Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang sistem pernapasan. Gejala awalnya berupa demam, nyeri tubuh, dan lemas layaknya flu biasa. Namun seiring waktu, pasien bisa mengalami sesak napas, perdarahan, hingga munculnya ruam kulit yang spesifik. “Yang membedakan dengan DBD, biasanya muncul ruam-ruam di kulit yang disertai gangguan pada ginjal maupun pernapasan. Kalau sudah ada tanda seperti sakit kepala berat, sulit kencing, atau sesak napas, ini sudah masuk kondisi serius dan baiknya segera periksa ke layanan kesehatan terdekat,” bebernya. Hingga saat ini, belum ada obat spesifik maupun vaksin yang ditemukan untuk mematikan hantavirus. Penanganan medis hanya berfokus pada terapi suportif guna menjaga fungsi organ vital pasien agar tetap berjalan dengan baik. Risiko penularan virus ini akan semakin melonjak saat musim hujan dan banjir, di mana kawanan tikus kerap keluar dari sarang menuju area kering seperti gudang atau sudut lembap di dalam rumah. “Karena virus itu tidak ada pengobatan spesifik, maka hal utama yang bisa dilakukan secara medis adalah membantu tubuh melawan virus tersebut dengan meningkatkan daya tahan tubuh pasien,” lanjut Febri. Walau hantavirus merupakan salah satu ancaman kesehatan saat ini, masyarakat diimbau Febri untuk tidak panik namun tetap mengedepankan tindakan preventif secara disiplin. Langkah mitigasi paling efektif dimulai dari rumah, yakni dengan rutin membersihkan lingkungan serta menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, sepatu, dan sarung tangan saat membersihkan gudang. Menjaga nutrisi dan istirahat yang cukup juga sangat vital untuk membentuk sistem imun tubuh. “Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kunci utamanya adalah menjaga kebersihan lingkungan dan imunitas tubuh agar terhindar dari paparan infeksi,” tegas Febri. Menurut Kementerian Kesehatan RI, Hantavirus atau virus hanta bukanlah penyakit baru; virus ini secara resmi diidentifikasi pada tahun 1981, tetapi diyakini telah menginfeksi manusia sejak tahun 1950-an. Di Indonesia, virus ini telah beredar dan diteliti sejak tahun 1980-an. Sebelum viral pada tahun ini, virus hanta kembali ditemukan di Indonesia pada 2024 dengan 23 orang positif mengidapnya. Lalu secara global, berbagai negara ditemukan beberapa orang terpapar virus hanta seperti Prancis, Amerika Serikat, Argentina, Britania Raya, hingga Spanyol. Menurut WHO, virus hanta masih berisiko rendah dan masih bersifat endemik, namun bagi beberapa orang dengan penyakit bawaan tertentu dapat menjadi berbahaya. Imbauan juga diberikan badan internasional lainnya, CDC, kepada orang-orang yang sedang perjalanan dan beraktivitas luar ruangan untuk selalu mewaspadai area yang dipenuhi tikus saat menginap di kabin atau tempat perkemahan di pedesaan. Editor: YAN