Ingin Kuliah Swasta tapi Takut Mahal? Ini Deretan Beasiswa di UMM Malang

RADAR MALANG – Banyaknya yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi akibat terkendala ekonomi, seringkali siswa memilih untuk langsung bekerja akibat biaya yang terbilang mahal, bukan hanya untuk biaya pendidikan tetapi juga biaya sehari-hari. Siswa lebih memilih langsung bekerja dibandingkan melanjutkan ke perguruan tinggi, bekerja yang dianggap menghasilkan uang dan melanjutkan ke perguruan tinggi yang harus mengeluarkan uang. Biaya yang mahal sering kali membuat calon mahasiswa ragu dan dengan adanya beban tanggungan yang mengakibatkan banyaknya siswa yang tidak memilih untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Perkembangan yang terus ada terciptalah adanya beasiswa yang dapat mendukung siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi tanpa memikirkan biaya. Dengan memperoleh prestasi akademik maupun nonakademik dapat membantu siswa untuk memperoleh beasiswa. Salah satunya pada Universitas Muhammadiyah Malang yang juga menyediakan program beasiswa untuk calon mahasiswa yang terkendala biaya dan memiliki prestasi. Berikut 16 program beasiswa untuk mahasiswa baru yang ada di Universitas Muhammadiyah Malang yang dilansir dari website resmi UMM melalui laman  umm.ac.id. 1. Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP)Beasiswa Kartu Indonesia Pintar diperuntukkan kepada calon mahasiswa yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP). 2. Beasiswa Pendidikan Indonesia EmasBeasiswa ini dirancang untuk talenta terbaik di seluruh penjuru negeri, tanpa adanya pengecualian. 3. Beasiswa Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT)Program beasiswa Universitas Muhammadiyah Malang untuk mencetak kader ulama tarjih yang memiliki integritas dan kompeten. 4. Beasiswa Jalur PrestasiBeasiswa jalur prestasi terdiri dari dua jalur prestasi, jalur prestasi tersebut meliputi prestasi akademik dan prestasi nonakademik. 5. Beasiswa Yatim Piatu Ganjil 2025/2026Program bantuan pendidikan khusus bagi siswa atau mahasiswa yatim atau piatu untuk tahun ajaran baru. 6. Beasiswa Kelas Takhassus Muballigh Muhammadiyah (KATAMM)Beasiswa ini diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang untuk mencetak kader ulama/mubaligh persyarikatan. 7. Beasiswa Alumni Sekolah MuhammadiyahProgram bantuan dari Universitas Muhammadiyah Malang kepada lulusan SMA/SMK/MA Muhammadiyah. 8. Beasiswa Anak Kandung Alumni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)Program ini diperuntukkan kepada putra-putri alumni dari Universitas Muhammadiyah Malang sebagai bentuk penghargaan dan komitmen universitas dalam mendukung keberlanjutan pendidikan. 9. Beasiswa Saudara KandungProgram beasiswa yang diperuntukkan kepada calon mahasiswa baru yang memiliki kakak atau adik kandung yang masih aktif berkuliah di Universitas Muhammadiyah Malang.

UMM Resmikan Sarana Air Bersih Berbasis Masyarakat di Tliu NTT

TIMOR TENGAH, Suara Muhammadiyah – Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Nazaruddin Malik meresmikan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PASIMAS) Fetomone di Desa Tliu, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT, 10 Februari ini. Program ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan akses air bersih berkelanjutan di wilayah yang selama ini dikenal memiliki tantangan serius dalam ketersediaan sumber air. Adapun program ini merupakan hasil kerja sama Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Danone Indonesia, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTT, serta UMM dan Universitas Muhammadiyah Kupang. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa persoalan dasar masyarakat hanya dapat diselesaikan melalui sinergi lintas sektor. Peresmian berlangsung khidmat dan sarat nilai kearifan lokal. Rombongan disambut langsung oleh ketua adat Desa Tliu, diiringi tarian dan sambutan khas suku setempat sebagai simbol penerimaan dan penghormatan masyarakat kepada para tamu. Suasana tersebut menggambarkan keterbukaan masyarakat desa terhadap program pembangunan yang berangkat dari kebutuhan riil warga. Nazaruddin yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang, UM Indonesia, dan Universitas Muhammadiyah Manado menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pembangunan fisik. “Air adalah sumber kehidupan. Di daerah seperti NTT, menghadirkan air bersih berarti membuka peluang hidup yang lebih layak, lebih sehat, dan lebih bermartabat bagi masyarakat,” ujarnya. Sarana air bersih yang diresmikan merupakan hasil kerja panjang dan kolaboratif, mulai dari proses penemuan titik mata air hingga pengembangannya menjadi sarana penunjang utama kebutuhan pengairan dan konsumsi masyarakat desa. Hal ini memiliki makna penting, mengingat wilayah NTT tidak mudah menemukan sumber air yang layak dan berkelanjutan. Desa Tliu sendiri merupakan wilayah yang tergolong terpencil dengan keterbatasan akses infrastruktur. Meski demikian, semangat pendidikan terus tumbuh. Di desa tersebut telah berdiri SD Muhammadiyah yang menjadi pusat pembelajaran bagi anak-anak setempat. Secara pribadi, Nazar juga memberikan bantuan dana pengembangan untuk SD Muhammadiyah Desa Tliu, beasiswa pendidikan sarjana kepada Kepala Desa setempat, serta dukungan sarana perpustakaan. “Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami ingin anak-anak Desa Tliu memiliki mimpi besar dan akses yang sama untuk meraihnya,” tegasnya. Kepala Desa Tliu menyambut baik kehadiran program PASIMAS Fetomone dan dukungan yang diberikan. “Bagi kami, air bersih bukan sekadar fasilitas, tetapi harapan baru. Program ini sangat berarti bagi kehidupan masyarakat Desa Tliu,” ujarnya. Melalui pengembangan sarana air bersih berbasis masyarakat ini, UMM berharap PASIMAS Fetomone mampu menjadi model pemberdayaan desa yang berkelanjutan, memperkuat kualitas hidup masyarakat, serta mendorong pembangunan pendidikan dan sosial di wilayah Nusa Tenggara Timur. (diko)

UMM Soroti Sikap Indonesia dalam Inisiatif Board of Peace

Kab Malang, iKoneksi.com — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali merespons dinamika geopolitik global. Melalui kolaborasi Program Studi Hubungan Internasional (HI) dan Pusat Studi Islam Berkemajuan (PSIB), kampus ini menggelar diskusi strategis bertajuk “Menimbang Posisi Indonesia dalam Board of Peace (BoP)” pada Senin (9/2/2026). Bertempat di Laboratorium HI UMM, forum yang diikuti sekitar 70 peserta itu membedah langkah diplomasi Indonesia menyikapi inisiatif damai Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Januari 2026. Kepala PSIB UMM, Prof. Gonda Yumitro, Ph.D., menegaskan Indonesia memiliki daya tawar unik sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah tidak tergesa-gesa dalam menentukan sikap. “Indonesia harus memosisikan diri sebagai jembatan, bukan sekadar pengikut. Dalam konteks BoP, kita tidak bisa menolak mentah-mentah, tetapi juga tidak bisa menerima begitu saja. Solusinya adalah keikutsertaan bersyarat,” kata Gonda. Menurutnya, syarat utama yang harus diajukan Indonesia adalah memastikan BoP bersifat komplementer terhadap mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bukan menggantikannya. “Kita harus menuntut transparansi roadmap rekonstruksi Gaza. Dukungan penuh Indonesia hanya boleh diberikan jika kedaulatan Palestina dijamin secara eksplisit dalam dokumen kerangka kerja BoP,” tegasnya. Prof. Gonda menilai langkah diplomasi yang terburu-buru berpotensi memicu perpecahan di tubuh Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Karena itu, Indonesia perlu menjaga solidaritas antarnegara muslim sekaligus mempertahankan konsistensi politik luar negeri. Pandangan tersebut diperkuat oleh pakar politik luar negeri Indonesia, Dion Maulana Prasetya, Ph.D. Ia menekankan bahwa prinsip “Bebas Aktif” yang menjadi fondasi diplomasi Indonesia tidak berarti netral tanpa sikap. “Bebas Aktif adalah keberanian untuk aktif memperjuangkan keadilan. Kehadiran Indonesia di BoP harus dimanfaatkan untuk menyuarakan kepentingan rakyat Palestina yang kerap absen dalam forum elite global,” jelas Dion. Ia menambahkan, apabila syarat-syarat prinsipil tidak diakomodasi, Indonesia perlu mempertimbangkan langkah tegas. “Jika klausul kedaulatan Palestina dan komitmen rekonstruksi yang adil tidak jelas, Indonesia harus berani menarik diri demi menjaga integritas moral,” ujarnya. Diskusi ini juga menegaskan bahwa kepemimpinan moral Indonesia di panggung global tidak diukur dari kedekatan dengan kekuatan besar, melainkan dari konsistensi membela bangsa tertindas. “Forum akademik tersebut merekomendasikan pendekatan conditional adherence atau keikutsertaan bersyarat sebagai harga mati diplomasi Indonesia. Artinya, dukungan terhadap BoP hanya diberikan jika selaras dengan prinsip konstitusi dan komitmen terhadap kemerdekaan Palestina,” terang Dion. Melalui diskusi ini, Gonda membeberkan UMM menegaskan peran perguruan tinggi sebagai ruang refleksi kritis atas kebijakan global. “Di tengah dinamika geopolitik yang kian kompleks, suara akademik dinilai penting untuk memberi perspektif strategis sekaligus menjaga arah moral diplomasi Indonesia,” tutupnya.

Mahasiswa UMM Hadirkan Wearable Device Sensor untuk Tunanetra

Sketsamalang.com – Menjawab tantangan kebutuhan inovasi inklusif yang semakin mendesak, mahasiswa Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan solusi berbasis sensor ultrasonik untuk membantu mobilitas penyandang tunanetra. Upaya menghadirkan teknologi yang lebih inklusif terus tumbuh dari ruang-ruang eksperimen mahasiswa. Salah satunya datang dari Naufal Adrien Atalla, mahasiswa Teknik Industri UMM angkatan 2023, yang bersama timnya mengembangkan alat sensor getar berbasis ultrasonik untuk membantu mobilitas penyandang tunanetra. Inovasi ini berawal dari proyek perkuliahan yang kemudian diarahkan menjadi solusi aplikatif dengan nilai sosial yang kuat. Ide tersebut muncul dari proses diskusi kelompok dalam menyelesaikan tugas mata kuliah. Dari berbagai gagasan yang berkembang, tim kemudian memperdalam riset pada teknologi yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Pilihan akhirnya jatuh pada pengembangan alat bantu tunanetra setelah melihat kebutuhan akan sistem pendeteksi jarak yang lebih praktis dan responsif. “Proses pengembangan dilakukan secara kolaboratif oleh lima anggota kelompok, yakni saya sendiri, Dyandini Faradiba Putri, Mirza Zaky, Farrel Adrien, dan Chandra Adi. Setiap anggota berperan dalam merancang konsep, visualisasi produk, hingga menentukan komponen teknologi yang diperlukan. Kami juga memanfaatkan referensi dari internet serta berdiskusi dengan pihak yang lebih berpengalaman untuk memastikan sistem dapat berfungsi sesuai rencana,” ujar Naufal. Secara teknis, alat ini bekerja menggunakan sensor ultrasonik yang mampu mendeteksi objek di sekitar pengguna. Sensor tersebut menghasilkan umpan balik berupa getaran dengan intensitas berbeda sesuai jarak objek yang terdeteksi. Semakin dekat objek, semakin kuat getaran yang dihasilkan, sehingga pengguna dapat mengantisipasi rintangan tanpa harus menghentikan aktivitas. Konsep hands-free menjadi keunggulan utama karena memungkinkan pengguna menerima informasi jarak secara cepat tanpa kontak langsung, dengan biaya produksi yang relatif terjangkau. “Tantangan terbesar dalam pembuatannya ada pada bagian pemrograman. Sistem sensor dan getaran harus dirancang sedemikian rupa agar bekerja presisi sesuai harapan,” tambahnya. Penggunaan Wearable Device Sensor Prototipe alat tersebut telah dipresentasikan dalam IE EXPO 2026 yang diselenggarakan Jurusan Teknik Industri UMM. Respons para juri menunjukkan produk ini memiliki potensi untuk terus dikembangkan, terutama pada aspek fungsi tambahan dan penyempurnaan desain. Meski belum diuji langsung oleh penyandang tunanetra, alat ini telah melalui uji internal untuk menilai kenyamanan penggunaan, termasuk evaluasi ukuran komponen yang masih relatif besar. “Menurut saya, alat ini tidak untuk menggantikan tongkat konvensional, melainkan melengkapinya. Keunggulannya ada pada fitur hands-free dan peringatan dini, sehingga pengguna dapat mengetahui adanya halangan dari jarak tertentu sebelum terjadi benturan,” jelas Naufal. Ke depan, pengembangan difokuskan pada perancangan ulang bentuk fisik agar lebih ringkas, estetis, dan nyaman digunakan dalam jangka panjang. Salah satu prioritas utama adalah memperkecil komponen utama yang masih berbentuk kotak besar agar perangkat dapat dikembangkan menjadi wearable device yang lebih praktis. Dengan penyempurnaan tersebut, inovasi ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai proyek akademik, tetapi berkembang menjadi teknologi yang benar-benar bermanfaat bagi penyandang tunanetra. Sementara itu, Dosen pembimbing, Dian Palupi Restuputri, S.T., M.T., menilai inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata di masyarakat dan memiliki potensi penggunaan yang lebih luas. Menurutnya, produk serupa masih jarang ditemukan, terutama yang menyasar kebutuhan spesifik tunanetra dan lansia, sehingga perlu didorong agar tidak berhenti pada tahap prototipe. “Saya berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk universitas dan pemerintah, terutama dalam hal pembiayaan dan pengembangan lanjutan. Ke depan, produk ini berpotensi dikembangkan untuk berbagai kalangan, tidak hanya tunanetra dan lansia, tetapi juga anak-anak, tergantung kebutuhan pasar. Jika respons masyarakat tinggi, saya optimistis produk ini bisa diproduksi secara massal,” ujarnya. Melalui inovasi seperti ini, UMM menegaskan komitmennya sebagai kampus inovasi dan mandiri yang mendorong kolaborasi riset, kewirausahaan berbasis teknologi, serta kebermanfaatan sosial. Dari ruang kelas menuju solusi nyata, karya mahasiswa UMM terus bergerak menjawab tantangan zaman.(*)

Mahasiswa KKN Kelompok 14 Bersama Puskesmas Polowijen dan Posyandu Melati RW 02 Gelar Pendataan Kesehatan Balita dan Lansia

KLIKTIMES.COM | MALANG- Pada Minggu, 9 Februari 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang Kelompok 14 melaksanakan kegiatan pendataan dan pemeriksaan kesehatan bagi balita dan lansia di wilayah Kampung Budaya Polowijen. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Puskesmas Polowijen serta Posyandu Melati RW 02 Polowijen (Kampung Budaya Polowijen) sebagai bentuk sinergi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan warga. Sebagai bagian dari rangkaian Program kegiatan, mahasiswa KKN Kelompok 14 juga menyelenggarakan sosialisasi mengenai diabetes pada anak yang ditujukan kepada para orang tua balita. Dalam sosialisasi ini, disampaikan materi mengenai pengertian diabetes pada anak, faktor risiko, tanda dan gejala awal, serta pentingnya penerapan pola makan sehat dan gaya hidup aktif sejak usia dini. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua agar lebih waspada serta mampu melakukan langkah pencegahan sejak dini melalui kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga. Sementara itu, pendataan kesehatan pada kelompok lansia difokuskan pada pemeriksaan tekanan darah (tensi), kadar asam urat, kolesterol, serta gula darah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk membantu lansia memantau kondisi kesehatannya secara rutin, sekaligus sebagai langkah deteksi dini terhadap penyakit tidak menular yang kerap dialami pada usia lanjut. Tenaga kesehatan dari Puskesmas Polowijen turut berperan dalam proses pemeriksaan dan memberikan arahan terkait hasil pemeriksaan serta imbauan untuk menjaga pola hidup sehat. Kolaborasi antara mahasiswa KKN, Puskesmas Polowijen, dan Posyandu Melati RW 02 Polowijen (Kampung Budaya) menjadi wujud nyata sinergi dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat. Peran aktif kader posyandu juga sangat membantu dalam proses pendataan, pengondisian peserta, serta pendampingan warga selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Antusiasme para orang tua balita dan lansia terlihat dari partisipasi aktif dalam mengikuti pemeriksaan kesehatan serta sesi sosialisasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin dan penerapan gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan penyakit sejak dini. Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Malang Kelompok 14 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan, khususnya pada balita dan lansia. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara mahasiswa, fasilitas kesehatan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan Kampung Budaya Polowijen yang lebih sehat dan berdaya.

Beras Granul Inovasi Undana-UB-UMM, Penumpas Stunting di NTT

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) mempertegas komitmennya dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan dan stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui kolaborasi riset strategis bersama Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), konsorsium ini berhasil mengembangkan inovasi pangan fungsional bernama Beras Granul – sebuah meal replacement berbasis komoditas lokal yang padat nutrisi. Inovasi ini dirancang khusus untuk kelompok berisiko tinggi, mulai dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga remaja putri. Kunjungan tim peneliti konsorsium RIKUB Kemendiktisaintek pada Kamis (5/2/2026) di Ruang Kerja Rektor Undana, menjadi momentum penguatan langkah implementasi riset tahun kedua. Rombongan diterima secara langsung oleh, Prof.Dr.Ir. Jefri S Bale, ST.,M.Eng, didampingi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I R Detha, M.Si dan PIC Konsorsium Undana, Prof. Dr. Injte Picauly, S.Pi., M.Si. Beras Granul bukan sekadar alternatif nasi, melainkan paket lengkap gizi dalam satu butiran. Inovasi ini mengintegrasikan bahan-bahan lokal NTT yang sebelumnya telah diriset oleh Prof. Intje Picauly, seperti tepung kelor (moringa), jagung, ikan teri, dan gula lontar, yang kini diperkaya dengan sorgum. Produk ini memiliki profil nutrisi yang luar biasa: Protein Tinggi: Sinergi tepung ikan teri dan sorgum menyediakan asam amino esensial untuk perbaikan jaringan tubuh. Kaya Mikronutrisi: Kandungan Vitamin A, C, kalsium, fosfor, dan omega-3 yang tinggi sangat krusial dalam periode emas pertumbuhan anak (1.000 HPK). Indeks Glikemik Rendah: Penggunaan karbohidrat kompleks dari jagung dan sorgum memberikan energi berkelanjutan serta aman bagi kesehatan metabolisme. Bebas Gluten: Menjadikannya pilihan sehat bagi individu dengan intoleransi gluten. Dalam konsorsium ini, Undana memegang peran strategis sebagai mitra pelaksana lapangan, penyedia data primer, serta co-designer program berbasis pangan lokal. Sementara itu, UB membawa keunggulan teknologi formulasi pangan fungsional (teknik granulasi) dan UMM mendukung dalam aspek hilirisasi dan edukasi gizi. “Kolaborasi ini adalah langkah taktis. UB membawa teknologi pangan mutakhir, sementara Undana memiliki pemahaman mendalam mengenai determinan sosial-budaya dan kekayaan pangan lokal NTT,” ungkap Prof. Intje sebagai perwakilan tim peneliti. Untuk memastikan produk ini diterima oleh masyarakat NTT, tim peneliti menerapkan pendekatan etnografi dan uji organoleptik lokal.

KKN UMM Bangun Sistem Irigasi Kolaboratif untuk Desa Jambangan, Atasi Krisis Air dan Cegah Konflik Agraria

MALANG (SurabayaPost.id) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menghadirkan solusi nyata bagi persoalan masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 7. Mahasiswa KKN UMM merespons ketimpangan distribusi air sawah di Desa Jambangan, Kabupaten Malang dengan membangun pintu irigasi baru sebagai instrumen pengatur distribusi air agar lebih adil dan terkontrol. Koordinator program KKN, Rifdah Nuur Fauziyyah, menegaskan bahwa persoalan irigasi tidak bisa dipandang semata-mata sebagai isu teknis. “Distribusi air yang tidak terkontrol dapat memicu ketegangan antarpetani. Karena itu, solusi yang kami tawarkan bukan hanya membangun fisik pintu air, tetapi juga membangun kesepahaman bersama,” ujar Rifdah, Kamis (12/2/2026). Pembangunan pintu irigasi ini dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan warga dan perangkat desa. Hasilnya, distribusi air sawah menjadi lebih adil dan terkontrol, sehingga dapat meningkatkan hasil panen dan memperkuat harmoni sosial di desa. Salah satu petani setempat mengungkapkan bahwa keberadaan pintu irigasi baru memberi harapan agar pembagian air lebih adil dan transparan. “Sekarang alirannya bisa diatur. Kami jadi lebih tenang karena ada kesepakatan bersama. Harapannya ke depan tidak ada lagi perdebatan soal air,” ujarnya. Langkah mahasiswa KKN UMM di Desa Jambangan membuktikan bahwa intervensi sederhana berbasis kebutuhan lokal dapat menjadi strategi mitigasi konflik agraria yang efektif. (lil).

Ingin Kuliah Swasta tapi Takut Mahal? Ini Deretan Beasiswa di UMM Malang

RADAR MALANG – Banyaknya yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi akibat terkendala ekonomi, seringkali siswa memilih untuk langsung bekerja akibat biaya yang terbilang mahal, bukan hanya untuk biaya pendidikan tetapi juga biaya sehari-hari. Siswa lebih memilih langsung bekerja dibandingkan melanjutkan ke perguruan tinggi, bekerja yang dianggap menghasilkan uang dan melanjutkan ke perguruan tinggi yang harus mengeluarkan uang. Biaya yang mahal sering kali membuat calon mahasiswa ragu dan dengan adanya beban tanggungan yang mengakibatkan banyaknya siswa yang tidak memilih untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Perkembangan yang terus ada terciptalah adanya beasiswa yang dapat mendukung siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi tanpa memikirkan biaya. Dengan memperoleh prestasi akademik maupun nonakademik dapat membantu siswa untuk memperoleh beasiswa. Salah satunya pada Universitas Muhammadiyah Malang yang juga menyediakan program beasiswa untuk calon mahasiswa yang terkendala biaya dan memiliki prestasi. Berikut 16 program beasiswa untuk mahasiswa baru yang ada di Universitas Muhammadiyah Malang yang dilansir dari website resmi UMM melalui laman  umm.ac.id. 1. Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP)Beasiswa Kartu Indonesia Pintar diperuntukkan kepada calon mahasiswa yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP). 2. Beasiswa Pendidikan Indonesia EmasBeasiswa ini dirancang untuk talenta terbaik di seluruh penjuru negeri, tanpa adanya pengecualian. 3. Beasiswa Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT)Program beasiswa Universitas Muhammadiyah Malang untuk mencetak kader ulama tarjih yang memiliki integritas dan kompeten. 4. Beasiswa Jalur PrestasiBeasiswa jalur prestasi terdiri dari dua jalur prestasi, jalur prestasi tersebut meliputi prestasi akademik dan prestasi nonakademik. 5. Beasiswa Yatim Piatu Ganjil 2025/2026Program bantuan pendidikan khusus bagi siswa atau mahasiswa yatim atau piatu untuk tahun ajaran baru. 6. Beasiswa Kelas Takhassus Muballigh Muhammadiyah (KATAMM)Beasiswa ini diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang untuk mencetak kader ulama/mubaligh persyarikatan. 7. Beasiswa Alumni Sekolah MuhammadiyahProgram bantuan dari Universitas Muhammadiyah Malang kepada lulusan SMA/SMK/MA Muhammadiyah. 8. Beasiswa Anak Kandung Alumni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)Program ini diperuntukkan kepada putra-putri alumni dari Universitas Muhammadiyah Malang sebagai bentuk penghargaan dan komitmen universitas dalam mendukung keberlanjutan pendidikan. 9. Beasiswa Saudara KandungProgram beasiswa yang diperuntukkan kepada calon mahasiswa baru yang memiliki kakak atau adik kandung yang masih aktif berkuliah di Universitas Muhammadiyah Malang. 10. Beasiswa Persyarikatan Muhammadiyah dan AisyiyahProgram ini diperuntukkan kepada seseorang yang saat ini sedang mengabdi sebagai guru, mubaligh, dan para pengurus baik di sekolah maupun organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah dari berbagai jenjang. 11. Beasiswa 5000 Doktor Kepala dan Wakil Kepala SekolahProgram beasiswa diperuntukkan kepada jenjang Doktor (S3) bagi kepala ataupun wakil kepala sekolah Muhammadiyah dan Aisyiyah. 12. Beasiswa 5000 Doktor Diktilitbang PP MuhammadiyahProgram beasiswa yang diperuntukkan kepada jenjang Doktor (S3) bagi dosen Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah. 13. Beasiswa Mahasiswa AsingProgram beasiswa mahasiswa asing yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang dirancang untuk menjaring talenta global.

Pengurus FPPTMA Jatim Resmi Dilantik, Siap Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat Luas

KLIKMU.CO – Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (FPPTMA) Koordinator Wilayah Jawa Timur resmi memulai masa bakti periode 2025–2027 melalui pelantikan pengurus yang berlangsung di Gedung At-Tauhid Tower Lantai 13 Universitas Muhammadiyah Surabaya, Rabu (11/02/2026). Kegiatan ini dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertajuk Integritas Akademik di Era Digital: Etika, Teknologi dan Masa Depan Keilmuan. Dalam sambutannya, Ketua Umum FPPTMA Pusat Irkhamiyati SIP MIP menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru di Jawa Timur. Dia berharap forum ini tidak hanya menjadi wadah koordinasi internal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat. “Semoga FPPTMA Jatim bisa memberikan dampak terhadap masyarakat luas dan semakin membumikan gerakan literasi,” ujarnya. Pelantikan tersebut mengukuhkan jajaran pengurus yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah di Jawa Timur. Berlian Eka Kurnia SIIP MA dari Universitas Muhammadiyah Jember dipercaya sebagai Ketua. Wakil Ketua dijabat Dr Ratno Abidin SPd MPd dari Universitas Muhammadiyah Surabaya. Kemudian, posisi Sekretaris 1 diemban Asykaria Purwaningsih SIIP dan Sekretaris 2 oleh Retno Widiyastuti Ika Wijaya MIP, keduanya dari Universitas Muhammadiyah Malang. Bendahara 1 dijabat Mei Dwi Anisaroh SIP dari Universitas Muhammadiyah Gresik, sedangkan Bendahara 2 diamanahkan kepada Afnan Rizqiana Salsabila SIIP dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Usai pelantikan, acara dilanjutkan dengan Seminar Nasional yang mengangkat tema Integritas Akademik di Era Digital: Etika, Teknologi dan Masa Depan Keilmuan. Ketua Panitia Dr Ratno Abidin SPd MPd dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga etika akademik di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Kegiatan ini juga menghadirkan keynote speech dari Prof Dr Khozin MSi. Diskusi menghadirkan tiga narasumber, yakni Prof Dr Dessy Harisanty SSos MA (Guru Besar Universitas Airlangga), Satria Unggul Wicaksana SH MH (Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya), serta Moh Zawawi AMd SIPust (Pengurus FPPTMA Jawa Timur). Seminar dipandu oleh Retno Widiyastuti Ika Wijaya MIP sebagai moderator. Melalui kegiatan ini, FPPTMA Jatim menegaskan komitmennya untuk mengawal integritas akademik sekaligus memperkuat kolaborasi antara teknologi dan etika dalam menjaga kemurnian karya ilmiah di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Strategi “Firefighter” UMM Lawan Hoaks: Kunci Mitigasi Infodemik di Era Digital

MALANG (SurabayaPost.id) – Di era digital, penyebaran informasi bohong (hoaks) dapat lebih mematikan daripada virus itu sendiri. Situasi ini menjadi perhatian serius, terutama terkait isu kesehatan, kebijakan publik, dan teknologi. Nasrullah, M.Si, Ph.D., dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menemukan strategi efektif untuk melawan penyebaran hoaks di media sosial. Dalam penelitiannya, Nasrullah mengidentifikasi lebih dari 8.000 hoaks terkait vaksin yang beredar dengan pola dan sumber yang beragam. Ia menekankan bahwa pengendalian arus disinformasi harus dipimpin oleh otoritas yang memiliki legitimasi komunikasi publik. “Riset saya berfokus pada resistensi publik terhadap program vaksinasi akibat hoaks di media sosial. Di era media sosial, infodemik sama bahayanya dengan pandemi itu sendiri,” kata Nasrullah, Rabu (11/2/2026). Nasrullah merumuskan standar mitigasi komunikasi krisis bagi pemerintah, yaitu model kultivasi ekosistem positif dan strategi pemadam kebakaran (firefighter strategy). Pendekatan preventif dilakukan dengan membangun ekosistem informasi positif, sementara pendekatan reaktif dijalankan melalui respons cepat saat hoaks muncul. “Pemerintah harus punya sistem deteksi dini dan respons cepat agar hoaks tidak terlanjur dipercaya publik,” tegasnya. Nasrullah juga menyoroti pentingnya kolaborasi multipihak, termasuk dengan lembaga pemeriksa fakta seperti Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), untuk memperkuat literasi digital publik. “Keberhasilan kebijakan publik sangat ditentukan oleh kepercayaan dan pemahaman masyarakat. Tanpa komunikasi yang kuat, kebijakan terbaik pun bisa ditolak,” pungkasnya. (lil).