FKIK Unismuh Makassar Lakukan Studi Tiru ke Universitas Muhammadiyah Malang

UNISMUH.AC.ID,. MALANG – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Makassar melaksanakan kunjungan Studi Tiru ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa, 2 Desember 2025. Memasuki hari kedua kunjungan, rombongan diterima pihak UMM dan melanjutkan peninjauan laboratorium kedokteran serta keperawatan di Rumah Sakit Umum UMM. Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran FKIK Unismuh, Dr. dr. Andi Weri Sompa, M.Kes., Sp.N (K), menyampaikan bahwa pengembangan Center of Excellence di FKIK banyak mengacu pada model yang telah diterapkan UMM. “Kemarin tim FKIK sudah berdiskusi banyak. Dasarnya adalah bagaimana mempersiapkan lulusan sebagai job seeker yang siap bersaing,” ujarnya. Dalam diskusi bersama pihak RS UMM, Andi Weri menambahkan bahwa tim FKIK ingin melihat penerapan laboratorium terpadu serta manajemen pemanfaatannya lintas program studi. “Kami ingin mengetahui bagaimana pengaturan fasilitas agar dapat digunakan bersama. Karena di FKIK Unismuh, beberapa ruangan seperti Laboratorium CBP dan OSCE sudah mulai digunakan secara bersama,” jelasnya. Ia juga menyinggung pengelolaan laboratorium basah dan kering, serta kondisi beberapa gedung prodi yang masih terpisah di FKIK Unismuh Makassar. Kunjungan ini turut membahas pengelolaan laboratorium terpadu, konsep kedokteran sebagai industri, penerapan K3, serta pengelolaan dokumen-dokumen akademik dan penunjang di lingkungan RS UMM. Dekan FIKES UMM, Dr. Apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS, memaparkan perjalanan integrasi antara Prodi S1 Farmasi, S1 Kedokteran, dan S1 Keperawatan terhadap visi institusi. Ia menekankan pentingnya pemahaman ilmiah dalam kolaborasi antarprodi. “Setiap program studi memiliki kompetensi yang berbeda. Karena itu, kita harus memahami dasar ilmiahnya, bukan mempertentangkan,” tegasnya. Sementara itu, pihak Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Malang menekankan pentingnya pembelajaran berbasis kompetensi dan kewenangan antarprofesi. Dokter pendamping menjelaskan bahwa setiap tenaga kesehatan harus memahami batas peran agar tidak terjadi tumpang tindih dalam layanan, terutama dalam proses diagnosis, terapi, dan telaah obat. Adapun rombongan FKIK Unismuh Makassar yang hadir terdiri atas Dr. dr. Andi Weri Sompa, M.Kes., Sp.N (K) selaku Wakil Dekan I Kedokteran; Dr. dr. Sitti Musafirah, Sp.KK selaku Ketua Prodi Profesi Dokter; apt. Nurfadilah, S.Farm., M.Si. selaku Ketua Prodi Farmasi; Dr. Sitti Zakiyyah Putri, S.ST., S.Kep., Ns., M.Kes. selaku Ketua Prodi Keperawatan; Dr. Dahniar, S.ST., M.Kes. selaku Ketua Prodi D3 Kebidanan; Bdn. Fitria, S.ST., M.Keb. selaku Sekretaris Prodi Sarjana Kebidanan; serta Dr. Muzdalifah B. selaku Sekretaris Pendidikan Dokter. Dari FIKES UMM turut hadir Nur Alini, M.Kep., Ph.D (Ketua Prodi S1 Keperawatan); Anis Ita Nur R. (Ketua Prodi Profesi Ners); Zakaria (Humas FIKES); Herlita Tri Rahayu (Wakil Dekan II FIKES); Fachri Arfandi (Kepala Lab Keperawatan); Indah Dwi P. (Ketua Prodi D3 Keperawatan); Anug Putri Mulinne (Sekprodi II PPD UMM); Dian (Sekprodi I PPD UMM); dan Lusteja Inasania A.
Viral Dakwah Gus Kurang Beretika, Begini Kata Dosen FAI UMM

pwmu.co –Menjadi seorang dai di era modern bukanlah perkara mudah. Bukan sekadar tentang kemampuan berbicara atau menyampaikan nilai-nilai agama di atas mimbar. Terlebih lagi, baru-baru ini publik dihebohkan dengan cara salah satu Gus yang berdakwah dengan etika yang tidak mencerminkan seorang pendakwah. Menyikapi hal itu, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Prodi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ainur Roziqi, S. Pd. I., M.Pd. turut memberikan pendapatnya. Ainur menegaskan bahwa profesi ini harus mempunyai akhlak yang tinggi, kesabaran, serta pemahaman mendalam tentang karakter jamaah. Lebih lanjut, Ainur memaparkan, Rasulullah SAW telah mencontohkan bahwa seorang dai tidak cukup hanya berilmu, tetapi juga harus memiliki akhlak yang mulia seperti jujur, amanah, dan sabar. Menurutnya, seorang pendakwah memegang dua peran sekaligus yaitu penyampai materi dan teladan bagi jamaahnya. Dakwah bukan hanya tentang ucapan, namun dakwah juga harus berupa tindakan. Masyarakat atau jamaah melihat bukan hanya apa yang diajarkan, tetapi bagaimana dai tersebut menjalani apa yang sudah disampaikan. “Maka dari itu, pendakwah perlu menekankan pentingnya menjaga integritas, tutur kata, serta perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. Kemudian, pendakwah seharusnya mencontohkan perilaku yang baik ketika berdakwah. Penyampaian yang dianggap terlalu vulgar dan tidak sesuai dengan adab dakwah menjadi sorotan dan memicu diskusi pada masyarakat luas. Vulgaritas, gurauan berlebihan, atau perilaku yang tidak pantas sangat tidak sesuai dengan nilai-nilai agama. Hal inilah yang justru merusak citra dakwah dan sering kali menimbulkan stigma negatif bagi pendakwah lain. pwmu.co – Menjadi seorang dai di era modern bukanlah perkara mudah. Bukan sekadar tentang kemampuan berbicara atau menyampaikan nilai-nilai agama di atas mimbar. Terlebih lagi, baru-baru ini publik dihebohkan dengan cara salah satu Gus yang berdakwah dengan etika yang tidak mencerminkan seorang pendakwah. Menyikapi hal itu, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Prodi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ainur Roziqi, S. Pd. I., M.Pd. turut memberikan pendapatnya. Ainur menegaskan bahwa profesi ini harus mempunyai akhlak yang tinggi, kesabaran, serta pemahaman mendalam tentang karakter jamaah. Lebih lanjut, Ainur memaparkan, Rasulullah SAW telah mencontohkan bahwa seorang dai tidak cukup hanya berilmu, tetapi juga harus memiliki akhlak yang mulia seperti jujur, amanah, dan sabar. Menurutnya, seorang pendakwah memegang dua peran sekaligus yaitu penyampai materi dan teladan bagi jamaahnya. Dakwah bukan hanya tentang ucapan, namun dakwah juga harus berupa tindakan. Masyarakat atau jamaah melihat bukan hanya apa yang diajarkan, tetapi bagaimana dai tersebut menjalani apa yang sudah disampaikan. “Maka dari itu, pendakwah perlu menekankan pentingnya menjaga integritas, tutur kata, serta perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. Kemudian, pendakwah seharusnya mencontohkan perilaku yang baik ketika berdakwah. Penyampaian yang dianggap terlalu vulgar dan tidak sesuai dengan adab dakwah menjadi sorotan dan memicu diskusi pada masyarakat luas. Vulgaritas, gurauan berlebihan, atau perilaku yang tidak pantas sangat tidak sesuai dengan nilai-nilai agama. Hal inilah yang justru merusak citra dakwah dan sering kali menimbulkan stigma negatif bagi pendakwah lain. *) Penulis : Hassan Al Wildan *) Editor : Zahrah Khairani Karim
FAI Unismuh Makassar Jajaki MoA dan IA dengan FAI UMM, Perkuat Kolaborasi Antarprodi

UNISMUH.AC.ID,. MAKASSAR – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah ( Unismuh ) Makassar menjajaki penguatan kerja sama dengan FAI Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada hari fakultas kedua rangkaian studi tiru, Selasa, 2 Desember 2025. Pertemuan berlangsung di kantor FAI UMM dan diikuti jajaran pimpinan serta para ketua program studi dari kedua fakultas. Rombongan FAI Unismuh diterima Dekan FAI UMM Dr Imamul Hakim, didampingi Wakil Dekan I Muhammad Arif Zuber dan Wakil Dekan II Dr M Fadli Ramadhan. Turut hadir para pengelola program studi FAI UMM dari Pendidikan Agama Islam (PAI), Hukum Keluarga Islam (HKI), Ekonomi Syariah, dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Ketua rombongan FAI Unismuh Dr M Ilham Muchtar menyampaikan, pihak tuan rumah menyambut baik kunjungan tersebut dan membuka ruang kerja sama lanjutan. “Tuan rumah menyambut dengan baik dan siap membuka ruang kolaborasi dengan FAI Unismuh,” ujar Ilham melalui pesan WhatsApp kepada redaksi. Dari FAI Unismuh, tim yang hadir antara lain Dr M Ilham Muchtar (Wakil Dekan I), Dr Abdul Fattah (Kaprodi PAI), Dr Muktashim Billah (Kaprodi Hukum Keluarga/Ahwal Syakhshiyah), Dr Hasanuddin (Kaprodi Hukum Ekonomi Syariah), Dr Aliman (Kaprodi Komunikasi dan Penyiaran Islam), Rukiana Novianti Putri (Kaprodi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam), serta Abd Rahman (Sekretaris Prodi PBA). Menurut Ilham, pertemuan diarahkan agar menghasilkan dokumen kerja sama yang lebih kuat, seperti nota kesepakatan (MoA) dan pengaturan implementasi (IA) guna memperkuat kolaborasi antarprogram studi. Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan IA antara Prodi PAI UMM dengan Prodi PAI, Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Unismuh Makassar. Penandatanganan tersebut menjadi bagian dari agenda studi tiru program unggulan Center of Excellence (CoE) “Sekolah Unggul” yang dikembangkan PAI UMM. Selain itu, Prodi Hukum Keluarga UMM dan Prodi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) Unismuh Makassar menyepakati rencana kerja sama berupa pertukaran dosen, kolaborasi jurnal ilmiah, serta studi tiru pengembangan CoE pada “Sekolah Hukum Korporat”. Pertemuan ditutup dengan komitmen kedua pihak untuk menyetujui hasil diskusi melalui penyusunan dokumen kerja sama yang lebih teknis pada tahap berikutnya.
UMM Gandeng UiTM Malaysia, Angkat Permainan Tradisional Jawa ke Ranah Global
UMM Gandeng UiTM Malaysia, Angkat Permainan Tradisional Jawa ke Ranah Global pwmu.co –Berbagai program internasional tersedia di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Salah satunya agenda bertajuk “Multimedia Cultural Chronicles: Unveiling the Joy of Javanese Traditional Games Collaboration Program” yang menjadi program kerja sama UMM dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Puluhan mahasiswa Malaysia dan Indonesia berkolaborasi dalam agenda yang berlangsung satu minggu itu sejak 23 November 2025. Kegiatan ini menghadirkan mahasiswa internasional dari UiTM untuk mempelajari dan mendokumentasikan permainan tradisional Jawa sebagai bagian dari proyek pembuatan coffee table book. Ini juga bagian dari pertukaran mahasiswa yang tidak hanya berfokus pada pengembangan wawasan budaya, tetapi juga penguatan jejaring internasional mahasiswa. Selama program, peserta akan melakukan pengamatan langsung, wawancara, hingga proses kreatif untuk menghasilkan coffee table book yang menampilkan kekayaan permainan tradisional Indonesia kepada audiens global. Saat pembukaan, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si. menyampaikan, kehadiran mahasiswa UiTM menjadi momentum penguatan kerja sama kedua institusi. “UMM sangat senang dan bangga menerima mahasiswa dari luar negeri. Saya berharap adik-adik memperkuat kolaborasi dan komunikasi karena itu adalah social capital,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga perilaku, norma, serta mengembangkan kompetensi selama mengikuti program ini. Apalagi kegiatan ini akan berlangsung di beberapa lokasi di Malang dan Batu. Mulai dari Museum Panji, Desa Wisata Ngawonggo, dan Taman Dolan. Para peserta diajak melihat dan merasakan pengalaman bermain permainan tradisional di masing-masing lokasi. Kemudian menyusun video yang terkait bagaimana memainkannya dan bisa disebarluaskan. Salah satu mahasiswa Malaysia, Tengku Syamimi Afiqah, mengungkapkan bahwa program itu memberikan pengalaman akademik dan budaya yang berharga. Menurutnya, lingkungan di UMM sangat ramah dan menginspirasi. Kolaborasi itu memungkinkan mereka untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam tentang budaya Indonesia, terutama permainan tradisional yang didokumentasikan. Output utama kegiatan ini berupa coffee table book yang menampilkan berbagai permainan tradisional Indonesia. Selain itu juga video-video yang menjelaskan bagaimana permainan tradisional Indonesia itu dimainkan. Adapun kegiatan kolaboratif ini menjadi langkah konkret UMM dalam memperkuat jejaring internasional sekaligus mempromosikan budaya lokal ke tingkat global melalui pendekatan multimedia.(*) *) Penulis : Hassan Al Wildan *) Editor : Zahrah Khairani Karim
UMM dan Polresta Malang Perkuat Literasi Hukum Lawan Bullying dan Narkoba di Sekolah

MALANG – Lonjakan kasus bullying yang terjadi di berbagai daerah dalam beberapa tahun terakhir menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan. Bentuk perundungan semakin beragam, mulai dari hinaan verbal, pelecehan psikologis, intimidasi di media sosial, hingga kekerasan fisik yang dapat menyebabkan luka berat bahkan berujung kematian. Kondisi ini membuat sekolah dituntut untuk menjadi ruang yang aman bagi siswa. Menanggapi situasi tersebut, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) menggandeng Polresta Malang Kota, Fakultas Psikologi, serta Fakultas Kedokteran untuk menggelar edukasi terpadu ke sekolah-sekolah. Kegiatan perdana dilaksanakan di SMP Negeri 3 Kota Malang pada Selasa (25/11/2025) lalu melalui program bertajuk “Sekolah Bebas Bullying & Narkoba”. Program sosialisasi ini ke depan direncanakan menyasar puluhan sekolah menengah se-Malang Raya. Dalam kegiatan tersebut, Trisno MH, dosen FH UMM yang menjadi narasumber utama, menjelaskan bahwa pencegahan bullying membutuhkan keberanian kolektif seluruh warga sekolah. “Kita tidak bisa membiarkan kasus bullying menjamur di lembaga pendidikan. Mari kita bersuara bersama. Speak up jika ada dugaan perundungan dan segera laporkan ke pihak berwajib,” ujarnya. Ia juga memaparkan dasar hukum yang mengatur perundungan, termasuk ketentuan dalam UU Perlindungan Anak yang melindungi hak tumbuh kembang anak, UU ITE yang mengatur cyberbullying, serta pasal-pasal dalam KUHP terbaru yang memberi sanksi tegas terhadap kekerasan fisik, psikis, hingga penghinaan dan ancaman. Selain fokus pada bullying, sosialisasi juga menghadirkan materi mengenai bahaya narkoba, yang kini semakin menyasar pelajar melalui modus yang beragam. Para siswa diberi pemahaman mengenai dampak medis dan psikologis narkoba serta jerat hukum berdasarkan UU Narkotika dan UU Psikotropika. Penjelasan disampaikan secara detail, termasuk ancaman pidana berat atas kepemilikan, penggunaan, maupun peredaran gelap narkotika yang dapat menghancurkan masa depan pelajar. Di sisi lain, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota, Iptu Khusnul Khotimah, menegaskan peran guru sebagai figur kunci dalam pencegahan. Sebagai wakil orang tua di sekolah, guru diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, peka terhadap perubahan perilaku siswa, serta menjadi tempat berlindung bagi korban perundungan. Sementara itu, Dekan FH UMM Prof Dr Tongat MH, dalam koordinasi sebelumnya dengan Polresta Malang Kota, menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam mengurai permasalahan bullying. “Dengan sumber daya kompeten yang dimiliki kampus, kehadiran UMM diharapkan mampu memperkuat upaya pemerintah dalam menciptakan sekolah bebas kekerasan dan bebas narkoba demi terwujudnya generasi muda Indonesia yang sehat, aman, dan berdaya,” harapnya. sumber: klikmu.co
Agam Rea Muslivani Sandang Gelar Sarjana Hukum UMM, Angkat Keadilan Korban KDRT di Malang

TIMES MALANG, MALANG – Prosesi wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 27 November 2025 mengukuhkan Agam Rea Muslivani sebagai Sarjana Hukum (S.H.). Ia dinyatakan lulus setelah menyelesaikan tugas akhir berjudul “Analisis Penerapan Asas Kemanfaatan Hukum dalam Putusan Pengadilan atas Tindak Pidana Kekerasan dalam Rumah Tangga (Studi Putusan Nomor 296/Pid.Sus/2024/PN Mlg)”. Penelitian tersebut menyoroti pertimbangan hakim dalam menjatuhkan vonis terhadap pelaku kekerasan psikis dalam rumah tangga yang hanya dijatuhi pidana penjara tiga bulan, meskipun bukti medis dan psikologis dinyatakan kuat. Dalam penelitiannya, Agam menilai putusan dalam perkara tersebut belum sepenuhnya merepresentasikan asas kemanfaatan yang menempatkan kepentingan korban sebagai prioritas putusan peradilan. “Keadilan tidak cukup hanya dinilai dari terpenuhinya prosedur formal. Dalam kasus KDRT, perlindungan bagi korban harus menjadi orientasi utama hakim. Putusan yang terlalu ringan dapat melemahkan efek jera dan kepercayaan publik terhadap hukum, khususnya di Malang,” ujarnya, Selasa, (02/12/2025). Selama masa studi, Agam aktif melakukan penguatan kapasitas melalui magang di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang. Ia terlibat dalam pengelolaan dokumen kelembagaan, penyusunan surat dinas, agenda rapat, serta materi presentasi yang berhubungan dengan pelayanan publik. Di luar ranah birokrasi, Agam juga mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di TK ABA 01 dan Desa Sisir, Batu. Ia merancang pendidikan anti-bullying dan penguatan karakter untuk anak usia dini, sekaligus memfasilitasi kegiatan kelas berbasis empati dan penyelesaian konflik positif. Selain itu, Agam telah aktif sebagai penulis berita sejak pertengahan 2024. Dalam aktivitasnya, ia menganalisis tren informasi dan pola audiens untuk menentukan topik yang relevan bagi publik. Menurut Agam, pengalaman lapangan membuatnya memahami bahwa sistem hukum tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan kesadaran sosial masyarakat. Ia menyatakan siap mendedikasikan gelarnya untuk memperluas akses perlindungan hukum bagi kelompok rentan. “Saya ingin bekerja di sektor pelayanan hukum dan advokasi masyarakat. Banyak korban kekerasan di Malang yang sebenarnya memiliki hak, tetapi mereka tidak tahu cara memperjuangkannya atau tidak berani melapor. Gelar Sarjana Hukum ini adalah amanah untuk berpihak kepada mereka,” tegasnya. Agam menambahkan bahwa fokus utamanya pasca-kelulusan adalah berkontribusi pada lembaga bantuan hukum atau lembaga publik yang concern terhadap perlindungan perempuan dan anak. Baginya, kondisi penegakan hukum di Malang membutuhkan kolaborasi antara akademisi, aparat penegak hukum, pemerintah, dan media agar pemenuhan keadilan dapat dirasakan secara merata. “Hukum harus hadir sebagai perlindungan, bukan ketakutan. Jika penegakan hukum kuat mendukung korban, maka masyarakat akan percaya dan berani mencari keadilan,” jelasnya. Dengan penyematan gelar Sarjana Hukum, Agam Rea Muslivani memasuki dunia profesional dengan visi advokasi berbasis kemanusiaan. “Rekam akademik, pengalaman birokrasi, aktivitas sosial, dan keterlibat saya di dunia media menjadi landasan kuat. Saya siap untuk memperkuat ekosistem hukum di Malang,” pungkasnya. (*) Pewarta : Hainor Rahman Editor : Hainorrahman
Student Day 2025 Resmi Dimulai, Fakultas Psikologi UMM Dorong Mahasiswa Baru Kembangkan Mindset Adaptif

Malang, JATIMSATUNEWS.COM — Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi membuka rangkaian Student Day 2025 pada Sabtu, (22/11/25), sebagai langkah awal dalam menyambut mahasiswa baru dan membentuk fondasi pengembangan diri di lingkungan kampus. Mengusung tema besar “Resilience in Action: Forging Adaptive Mind” dengan tagline “Adaptive Thinking, Pioneering Future” serta dengan subtema “Innovate Your Mind, Lead Your Future,” kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai ketangguhan mental dan kemampuan berpikir adaptif yang relevan dengan tantangan era modern. Pembukaan Student Day berlangsung meriah di area Fakultas Psikologi, dengan dihadiri sivitas akademika, organisasi kemahasiswaan, serta para peserta yang merupakan mahasiswa baru angkatan 2025. Suasana antusias terlihat sejak pagi, ketika para peserta mulai memasuki lokasi untuk mengikuti rangkaian acara pembukaan yang telah dipersiapkan oleh panitia. Sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan Student Day tahun ini, dilakukan prosesi simbolis pemotongan pita oleh Wakil Dekan Fakultas Psikologi, Gubernur Mahasiswa, dan Ketua Pelaksana. Prosesi tersebut menjadi momen penting yang menandai komitmen fakultas dalam menghadirkan program pengembangan mahasiswa yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif. Dalam sambutannya, pihak fakultas menekankan bahwa Student Day bukan sekadar ajang pengenalan kampus, melainkan wadah pembelajaran awal yang dirancang untuk memperkuat karakter mahasiswa baru. Melalui tema “Resilience in Action” mahasiswa diharapkan mampu membangun pola pikir adaptif yang siap menghadapi perubahan, tantangan, dan kompleksitas dunia akademik maupun kehidupan sosial. Ketua Pelaksana juga menyampaikan bahwa subtema “Innovate Your Mind, Lead Your Future” dipilih untuk mendorong mahasiswa berpikir inovatif sejak awal bergabung di Fakultas Psikologi. Ia menegaskan “Student Day Fapsi 2025 bukan sekadar acara penyambutan, tetapi momentum penting untuk membangun pondasi karakter, menanamkan nilai-nilai psikologi, serta membuka ruang relasi yang akan menemani perjalanan kuliah kalian ke depan. Di sinilah kalian mulai belajar memahami diri, mengenali potensi, dan menyiapkan pola pikir adaptif untuk menghadapi dinamika kehidupan kampus.” Setelah acara pembukaan, rangkaian kegiatan Student Day akan dilanjutkan dengan berbagai agenda menarik, termasuk penyampaian materi di setiap kelas peminatan seperti Leadership, Kepenulisan Ilmiah, Interpersonal Communication and Collaboration, Public Speaking, serta Influencer. Dengan dibukanya Student Day 2025 ini, Fakultas Psikologi UMM berharap mahasiswa baru dapat memulai perjalanan akademik mereka dengan semangat, kesiapan mental, serta kepercayaan diri untuk menjadi generasi yang adaptif dan berdaya saing dalam menghadapi masa depan.
UMM Gelar Dua Event Besar Nasional Secara Bersamaan

MEMORANDUM.CO.ID – Universitas Muhammadiyah MALANG (UMM) mendapatkan kepercayaan nasional menjadi tuan rumah dua agenda besar, Anugerah Abdidaya Ormawa 2025 dan Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025, 04–06 Desember 2025 mendatang. Keduanya, diinisiasi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Diperkirakan, menghadirkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia. UMM menyiapkan berbagai rangkaian acara pembukaan. Mulai Abdidaya Ormawa Expo, semiloka nasional, hingga malam penganugerahan. Dalam Expo menampilkan pameran poster, luaran wajib, dan produk tambahan dari tim pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Semiloka nasional, juga digelar dengan melibatkan pimpinan bidang kemahasiswaan, pengurus Ormawa, dosen pendamping, serta mitra desa dan eksternal. Membahas strategi peningkatan kapasitas organisasi mahasiswa. Puncaknya, panitia mengumumkan peraih Anugerah Abdidaya Ormawa 2025 di Dome UMM. Penghargaan diberikan kepada tim pelaksana, organisasi kemahasiswaan, dosen pendamping, perguruan tinggi, serta mitra berkelanjutan. Karena dinilai berhasil menjalankan program pemberdayaan melalui PPK Ormawa. Di saat bersamaan, UMM juga menjadi tuan rumah Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025, tantangan baru bagi peserta. “Panitia menerapkan perubahan pada lintasan lomba serta peningkatan standar teknis. Fasilitas unggulan UMM, seperti tiga danau uji berstandar nasional, menjadi arena utama pengujian navigasi, manuverabilitas, hingga stabilitas prototipe kapal,” terang Ketua Panitia Lokal, Amrul Faruq. Melalui dua agenda nasional ini, UMM menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi. Dengan kemampuan manajerial berskala besar, kolaborasi inovasi mahasiswa dari seluruh Indonesia. (edr)
Mamsaka Utus Dua Guru Ikuti ToT Pengembangan Website di UMM

pwmu.co – Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Karangasem (Mamsaka) Paciran terus memperkuat kapasitas digital para pendidiknya sebagai bagian dari komitmen membangun madrasah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.Tahun ini, Mamsaka mengutus dua guru terbaiknya, yakni Aqil Aziz S.Pd.I dan Fitroh Amaluddin, S.T., M.T., untuk mengikuti kegiatan Training of Trainer (ToT) Pengembangan Website yang diselenggarakan oleh Laboratorium Pengembangan dan Aplikasi Komputer (LPAK) Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Senin (1/12/2025). Pelatihan ini berlangsung intensif dengan mencakup materi Desain Website, Pemrograman Website, hingga Proyek Pemrograman Website. Seluruh materi dipandu oleh instruktur berpengalaman dari UMM yang memadukan teori dan praktik secara langsung, sehingga peserta benar-benar dibekali keterampilan yang dapat diterapkan di lingkungan madrasah. Keikutsertaan dua guru ini memiliki arti penting, terutama karena salah satu dari mereka, Fitroh Amaluddin juga merupakan Ketua Program Information Technology Class Program (ITCP) Mamsaka. Dengan perannya yang strategis, peningkatan kompetensi dalam bidang pengembangan website ini diharapkan akan memperkuat arah dan mutu program ITCP, khususnya dalam menyiapkan siswa agar lebih kompeten dalam dunia teknologi informasi. Sementara itu, Aqil Aziz juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Ia menilai pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama untuk mendukung pengembangan website madrasah sebagai media informasi, publikasi prestasi, dan sarana komunikasi yang lebih efektif. Kepala Mamsaka, Purwanto, M.Pd. menegaskan bahwa partisipasi kedua guru tersebut bukan sekadar memenuhi undangan pelatihan, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam penguatan teknologi di Mamsaka. “Kehadiran tenaga pendidik yang kompeten di bidang digital menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi tuntutan pembelajaran berbasis teknologi dan kebutuhan branding madrasah melalui platform digital” Ujarnya. Ia juga memberikan apresiasi atas dedikasi keduanya dalam mengikuti pelatihan ini. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat segera ditransfer kepada guru-guru lain melalui pelatihan internal serta diwujudkan dalam pembaruan website madrasah yang lebih modern dan responsif. “Kami ingin Mamsaka semakin siap menghadapi era digital, dan langkah ini menjadi bagian penting dalam mencapai visi madrasah,” harapnya. *) Penulis : Wahidul Qohar | Editor : Aalimah Qurrata Ayun
Polresta Malang Kota dan UMM Edukasi Siswa SMPN 3 tentang Bahaya Bullying dan Narkoba

Malang – Polresta Malang Kota bersama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan sosialisasi bagi siswa di SMP Negeri 3 Kota Malang pada Selasa 25 November 2025. Kegiatan ini bertujuan memberi pemahaman tentang bentuk-bentuk perundungan dan bahaya penyalahgunaan narkoba. Dalam sesi edukasi, petugas menjelaskan jenis bullying seperti kekerasan fisik, verbal, sosial, dan cyber. Mereka juga menjelaskan dampak negatif dari bullying dan narkoba, termasuk gangguan mental. Peserta diajak berdiskusi dan diberi ruang untuk bertanya agar mereka benar-benar paham. Pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini. Kepala sekolah menyatakan sosialisasi membantu siswa menyadari risiko dan memberi keberanian untuk melaporkan jika mereka atau teman mereka menghadapi perundungan atau tawaran narkoba. Seorang siswi mengungkapkan bahwa acara itu membuka mata banyak siswa. Ia berkata bahwa sekarang mereka tahu cara menghadapi bullying dan narkoba. Dengan kegiatan ini, Polresta Malang Kota dan UMM berharap bisa menurunkan angka perundungan dan penyalahgunaan narkoba di kalangan siswa SMP. sumber: umm.ac