Gaul, 3 Guru Besar Baru UMM Diarak Pakai Moge saat Pengukuhan

MALANG, VIVA JATIM – Pengukuhan 3 guru besar baru Fakultas dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu, 22 November 2025, terasa berbeda. Sebab, saat menuju lokasi pengukuhan di Dome UMM, mereka diarak dengan iring-iringan motor gede atau moge. 3 guru besar FKIP UMM yang baru dikukuhkan itu ialah Prof. Dr. Moh. Mahfud Effendi, MM., Prof. Dr. Lud Waluyo, Drs., M.Kes., dan Prof. Dr. Atok Miftachul Hudha, M.Pd. Mereka terlihat gagah saat menunggangi moge dengan setelan busana yang gaul dan keren, tapi tak menghilangkan kesan formal. Tiga guru besar baru itu memiliki penelitian dan kepakaran yang berbeda dan menarik. Ada yang ahli di bidang pengembangan kurikulum, ada pakar mikrobiologi lingkungan, hingga Ilmu Pendidikan Bioetika. Tiga profesor itu juga sekaligus memperkuat posisi UMM sebagai kampus dengan perkembangan akademik yang konsisten dan kini telah memiliki total lebih dari 79 guru besar. Rektor UMM, Prof Nazaruddin Malik, mengatakan bertambahnya guru besar bukan hanya pencapaian institusional, tetapi menjadi energi baru bagi kemajuan bangsa. Katanya sinergi lintas disiplin menjadi kunci pengembangan peradaban. “Penguatan sains, teknologi, sosial, dan humaniora harus terus dilakukan agar UMM mampu mendorong transformasi pendidikan dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” kata Nazaruddin. Pria yang akrab disapa Nazar itu menyoroti peningkatan jumlah guru besar yang tentu akan ikut menarik minat masyarakat untuk melanjutkan studi di UMM serta membuka pintu kolaborasi dengan dunia industri, sektor usaha, dan stakeholder lainnya. Peningkatan kualitas dosen, tenaga kependidikan, infrastruktur akademik, hingga tata kelola finansial akan mempercepat laju kemajuan kampus. “Mengejar peringkat itu boleh, namun jangan lupa terus memperbaiki mutu proses dan tingkat dampak positif yang bisa kita berikan pada masyarakat luas,” ujar Nazar. Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM, Prof Muhadjir Effendy, memberikan apresiasi tinggi atas capaian UMM. Sebagai mantan rektor dia mengungkapkan guru besar adalah salah satu tolak ukur masyarakat bagus tidaknya sebuah kampus. Banyak orang tua mengukur perguruan tinggi itu maju atau tidak dari berapa jumlah profesor serta reputasinya di masyarakat. Dia menilai tiga profesor baru tersebut memiliki titik temu dalam menciptakan masa depan indonesia yang lebih hijau, baik, dan sustainable. “Saya harap UMM dapat menjadi pelopor untuk menjadikan indonesia semakin hijau dan berkelanjutan. Pembangunan tidak untuk merusak tapi betul-betul memastikan bahwa ke depan semuanya akan menjadi lebih baik,” kata Muhadjir. Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Dikti Saintek) Prof Fauzan menilai bahwa perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam mempersiapkan Indonesia menuju visi 2045. Ia menekankan bahwa kekuatan suatu bangsa tidak hanya bergantung pada kelimpahan sumber daya alam, tetapi pada kualitas sumber daya manusianya. “Pentingnya credential micro, sebuah model pembelajaran lintas disiplin yang memungkinkan siapa pun dari berbagai latar belakang untuk meningkatkan kompetensi dan berkontribusi pada masa depan Indonesia Emas,” kata Fauzan.

Diarak Klub Motor, Uniknya Pengukuhan Tiga Guru Besar Baru FKIP UMM

KLIKMU.CO – Iring-iringan klub motor menjadi daya tarik sesaat sebelum pengukuhan tiga guru besar baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Puluhan motor gede (moge) mengantar para guru besar dari rektorat menuju Dome UMM, Sabtu (22/11/2025). Ketiganya adalah Prof Dr Moh Mahfud Effendi MM, Prof Dr Lud Waluyo Drs M Kes, dan Prof Dr Atok Miftachul Hudha MPd. Ketiga guru besar ini memiliki kepakaran berbeda, mulai dari pengembangan kurikulum, mikrobiologi lingkungan, hingga Ilmu Pendidikan Bioetika. Kehadiran mereka juga memperkuat posisi UMM sebagai kampus yang konsisten dalam perkembangan akademik, kini memiliki total lebih dari 79 guru besar. Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik MSi menegaskan bahwa penambahan guru besar bukan sekadar prestasi institusi, tetapi energi baru bagi kemajuan bangsa. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas disiplin sebagai kunci pengembangan peradaban. “Penguatan sains, teknologi, sosial, dan humaniora harus terus dilakukan agar UMM mampu mendorong transformasi pendidikan dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” ujarnya. Nazaruddin juga menyoroti peningkatan jumlah guru besar yang diyakini akan menarik minat masyarakat melanjutkan studi di UMM serta membuka peluang kolaborasi dengan industri, sektor usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Ia menekankan, “Mengejar peringkat itu boleh, tapi jangan lupa terus memperbaiki mutu proses dan tingkat dampak positif yang bisa kita berikan pada masyarakat luas.” Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian UMM Prof Dr H Muhadjir Effendy MAP memberikan apresiasi atas capaian kampus putih. Menurutnya, jumlah guru besar menjadi salah satu tolok ukur reputasi perguruan tinggi. “Banyak orang tua menilai maju atau tidaknya perguruan tinggi dari jumlah profesor dan reputasinya di masyarakat,” ujarnya. Muhadjir juga menyoroti bahwa ketiga profesor baru ini memiliki titik temu dalam hal menciptakan masa depan Indonesia yang lebih hijau, baik, dan berkelanjutan. “Saya harap UMM menjadi pelopor pembangunan yang benar-benar berkelanjutan. Pembangunan bukan untuk merusak, tapi memastikan masa depan lebih baik,” katanya. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Dr Fauzan MPd menekankan peran krusial perguruan tinggi dalam mempersiapkan Indonesia menuju visi 2045. Ia menegaskan bahwa kekuatan bangsa bukan hanya dari kelimpahan sumber daya alam, tetapi kualitas sumber daya manusia. Fauzan juga menyoroti pentingnya model credential micro, pembelajaran lintas disiplin yang memungkinkan siapa pun meningkatkan kompetensi dan berkontribusi pada masa depan Indonesia Emas. (Wildan/AS)

Melalui Pembuatan E-Commerce, Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan UMM Akselerasi Digital Pada UMKM Mitra LP UMKM PWM Jatim

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Tim dosen Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (EP FEB UMM) melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan pembuatan e-commerce kepada anggota Lembaga Pengembang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM Jatim). Dijelaskan PIC Humas Prodi EP UMM, Muhammad Firmansyah, SE, ME, tim dosen tersebut atas nama Muhammad Sri Wahyudi S, ME, Ph.D, Setyo Wahyu, SE, ME, dan Fitri Rusdianasari, SE, M.Si. Menurut Firman, tim dosen EP UMM tersebut memberikan tahapan proses pembuatan e-commerce kepada peserta LP UMKM PWM Jatim bertujuan mendorong akselerasi digital pada UMKM mitra LP UMKM PWM Jatim. Sehingga produk mitra UMKM dapat dipasarkan lebih luas lagi. Pelatihan ini dikemas secara interaktif dengan pendekatan teori dan praktek. Termasuk sesi praktek membuat konten promosi dan simulasi transaksi e-commerce. Selain itu peserta juga dibekali panduan yang dapat diakses secara digital. “Ini merupakan bagian dari literasi digital sebagai solusi membuka peluang usaha mikro yang berkelanjutan,” ujar Fiman. (humas/don)

Banjir Meningkat di Malang Raya, Akademisi UMM: Air Tidak Bisa Langsung Masuk ke Drainase

MALANG POST – Frekuensi banjir di Malang Raya meningkat akibat hilangnya resapan air dan drainase yang banyak tertutup oleh bangunan warga. Dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang, Amalia Nur Adibah, ST., MPWK menyebut kondisi ini membuat air hujan langsung mengalir ke jalan dan memicu kerusakan pada infrastruktur maupun pondasi bangunan. Menurutnya, alih fungsi lahan menjadi kawasan terbangun menyebabkan air hujan tidak lagi terserap optimal dan langsung mengalir ke jalan. Kondisi ini diperparah oleh saluran drainase yang tertutup oleh bangunan warga. “Banyak drainase sengaja ditutup untuk melebarkan rumah, sehingga air tidak punya akses masuk,” ujarnya. Dari sisi teknik sipil, banjir berdampak langsung pada infrastruktur maupun bangunan. Amalia menyebut lapisan aspal kerap terkelupas setelah banjir, menyebabkan jalan cepat berlubang. Untuk bangunan, air hujan yang mengandung zat korosif dapat merusak pondasi, instalasi listrik, hingga peralatan elektronik. Ia menambahkan bahwa banjir yang terjadi berulang dapat mengikis pondasi bangunan, terutama yang berada di bantaran sungai atau wilayah dengan debit air besar. “Semakin lama terhempas air, pondasi bisa terkikis dan memicu kerusakan struktural hingga risiko roboh,” jelasnya. Untuk bangunan yang terlanjur berada di kawasan rawan banjir, Amalia menyarankan pemilik rumah untuk melakukan peninggian bangunan dan menambah titik sumur resapan atau biopori di lingkungan sekitar. Mitigasi sederhana, seperti memasang papan penahan air di pintu ketika hujan deras, juga dinilai efektif mencegah air masuk ke rumah. Dari sudut pandang penataan kota, ia menilai pembangunan dan pembesaran saluran drainase yang saat ini dilakukan pemerintah sudah tepat. Namun ia menemukan beberapa proyek drainase yang posisinya lebih tinggi dari permukaan jalan, sehingga air sulit masuk. “Ini memicu masalah baru karena aliran air tidak bisa langsung mengalir ke saluran,” jelasnya. Lebih lanjut, Amalia menegaskan pentingnya pemilihan lokasi sebelum membangun rumah serta penerapan aturan tata kota, seperti menyediakan 30 persen lahan terbuka dalam satu kavling agar air hujan tetap dapat meresap. Ia berharap pemerintah lebih optimal dalam mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur agar upaya mitigasi banjir dapat berjalan maksimal. (*/M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)

FKIP UMM Mengukuhkan Tiga Guru Besar Baru

RADAR MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menambah jumlah guru besar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendi dikan (FKIP) mengukuhkan tiga guru besar baru hari ini (22/11). Sosok yang menda pat gelar itu Prof Dr Moh. Mahfud Effendi MM, Prof Dr Lud Waluyo Drs MKes, dan Prof Dr Atok Miftachul Hudha MPd. Ketiganya mempunyai penelitian dan kepakaran yang beragam. Ada yang fokus pada pengembangan kurikulum, mikrobiologi lingkungan, hingga Ilmu Pendidikan Bioetika. Prof Mahfud menegaskan, gagasan Kurikulum Indonesia Satu (KIS) dirancang sebagai kurikulum pemersatu tanpa menghilangkan ke beragaman. Menurutnya, pendidikan nasional selama ini kerap terjebak pada keseragaman. Padahal Indonesia dibangun atas ribuan budaya, bahasa, dan tradisi. ”Anak-anak Indonesia berhak belajar dari akar budayanya sendiri sambil bersiap menghadapi dunia yang semakin global. Pendidikan itu bukan sekadar angka dan ujian, tetapi memanusiakan manusia. Teknologi, kecerdasan buatan, harus digunakan sebagai alat untuk memerdekakan, bukan menciptakan kesen jangan. Jika kita mengajar kan anak-anak seperti ke marin, kita merampas masa depan mereka,” ujarnya. Lebih jauh, Mahfud men jelaskan bahwa KIS mesti memadukan ilmu pengetahuan dengan nilai, budaya, dan kehidupan nyata. Sehingga pembelajaran lebih bermakna. Menurutnya, kurikulum berjiwa humanis, inklusif, dan berbasis teknologi yang berkeadilan syarat mutlak untuk membentuk generasi Indonesia Emas 2045. Sementara itu, Prof Lud Waluyo menjelaskan, persoalan limbah cair yang kini semakin kompleks akibat pertumbuhan pen duduk dan perubahan pola konsumsi. Selain itu juga hadirnya senyawa rekalsitran serta xenobiotik yang sulit diurai mikroorganisme alami. Dia menegaskan, pendekatan kimia tidak lagi memadai karena berpotensi menciptakan residu baru yang berbahaya, sehingga solusi berbasis mikrobiologi lingkungan menjadi kebutuhan men desak. ”Penelitian saya sejak 1998 hingga 2025 menunjukkan bahwa solusi limbah ter baik berasal dari mikroba indigen yang hidup dalam limbah itu sendiri, riset panjang ini berhasil mengidentifikasi 108 isolat bakteri heterotrofik yang toleran deterjen dan LAS serta efektif mematikan patogen. Ini kemudian saya rumus kan menjadi konsorsium bakteri stabil dengan ke mampuan tinggi menurun kan BOD, COD, TSS, dan residu deterjen,” katanya. Di sisi lain, Prof Atok Mif tachul menilai, pendidikan sains di Indonesia masih lemah. Penyebabnya, peserta didik tidak dibiasakan menimbang aspek moral dari setiap praktik labora torium yang dilakukan. Perkembangan biotekno logi yang cepat menghadirkan dilema etis baru yang tidak tertampung dalam kurikulum konvensional. ” Model pembelajaran OIDDE (Orientation, Iden tify, Discussion, Decision, Engage in Behaviour) menjadi landasan penting bagi masa depan pendidikan sains,” katanya. Karena membentuk ilmuwan yang tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu mengambil kepu tusan ilmiah yang bijak dan etis. (gp)   Editor: Aditya Novrian Sumber: Radar Malang     Tags

Diarak Moge, Prosesi Pengukuhan Guru Besar UMM Berubah Jadi Perayaan Akademik yang Meriah

pwmu.co –Suara deru mesin motor gede membelah udara pagi di Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (22/11). Bukan untuk ajang otomotif, melainkan mengiringi perjalanan tiga guru besar baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menuju prosesi pengukuhan di Dome UMM. Iring-iringan klub motor yang membawa para profesor ini sontak mencuri perhatian, menghadirkan pemandangan tak biasa dalam tradisi akademik yang umumnya berlangsung formal dan tenang. Puluhan moge berbaris rapi, mengawal tiga tokoh akademik UMM yang resmi menyandang gelar tertinggi dalam dunia pendidikan tinggi: Prof. Dr. Moh. Mahfud Effendi, MM, Prof. Dr. Lud Waluyo, Drs, M.Kes, dan Prof. Dr. Atok Miftachul Hudha, M.Pd. Ketiganya datang dengan wajah sumringah, menyapa civitas akademika yang berjejer sepanjang jalan, menanti momen istimewa ini. Ketiga profesor baru tersebut membawa keahlian yang beragam. Prof Mahfud dikenal dengan kepakarannya dalam pengembangan kurikulum, Prof Lud Waluyo memiliki fokus pada mikrobiologi lingkungan, sementara Prof Atok mengokohkan UMM melalui keahliannya di bidang Pendidikan Bioetika. Meski berbeda disiplin ilmu, ketiganya memperkuat posisi UMM sebagai kampus yang berkomitmen pada perkembangan akademik. Dengan bertambahnya tiga guru besar ini, jumlah profesor UMM kini melampaui 79 orang, sebuah capaian signifikan yang terus menanjak dari tahun ke tahun. Dalam suasana penuh kebanggaan, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menegaskan bahwa bertambahnya guru besar tidak sekadar menambah daftar prestasi kampus, tetapi juga menjadi sumber energi baru bagi kemajuan bangsa. “Sinergi lintas disiplin adalah kunci pengembangan peradaban,” ujarnya. Nazar menekankan bahwa penguatan sains, teknologi, sosial, hingga humaniora harus berlangsung seiring agar UMM dapat memberi manfaat lebih luas. Dia juga yakin peningkatan jumlah profesor akan menarik minat calon mahasiswa, membuka pintu kolaborasi dengan industri, dan mempercepat transformasi akademik kampus. “Mengejar peringkat itu boleh, namun jangan lupa memperbaiki mutu proses dan dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya. Ketua Badan Pembina Harian UMM, Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, MAP, yang turut hadir, memberi apresiasi tinggi atas pencapaian kampus putih ini. “Banyak orang tua menilai bagus tidaknya kampus dari jumlah profesor dan reputasinya. Guru besar adalah indikator penting,” ujarnya. Lebih dari itu, Muhadjir menilai ketiga profesor baru UMM memiliki “benang merah” pada komitmen menciptakan masa depan Indonesia yang lebih hijau, baik, dan berkelanjutan. Dia berharap UMM semakin tampil sebagai pelopor kampus hijau dan berperan dalam pembangunan yang tidak merusak lingkungan. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., dalam sambutannya menyoroti peran strategis perguruan tinggi menuju Visi Indonesia 2045. Menurutnya, kekuatan bangsa tidak bertumpu pada sumber daya alam semata, tetapi pada kualitas manusia. Dia juga menekankan pentingnya credential micro—model pembelajaran fleksibel lintas disiplin yang memungkinkan siapa pun meningkatkan kompetensi, relevan dengan kebutuhan era digital dan masa depan Indonesia Emas. Di balik iring-iringan moge yang mencuri perhatian, pengukuhan tiga profesor ini menjadi simbol perjalanan panjang akademik yang disambut dengan kreativitas dan kehangatan khas UMM. Prosesi yang meriah ini bukan hanya perayaan pencapaian individu, tetapi juga momen yang menegaskan tekad UMM untuk terus melaju sebagai kampus unggul, adaptif, dan berpengaruh bagi masa depan Indonesia. (*) *) Penulis : Hassan Al Wildan *) Editor : Agus Wahyudi

Lewat Mahasiswa Fakultas Hukum UMM Melakukan Sosialisasi SPP-IRT, UMKM Peyek Untuk Mendorong Penigkatkan Kualitas dan Keamanan Produk

Malang, JurnalPost.com – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari Kelompok 7 yang beranggotakan Muhammad Rayhan Al Farizi, Natania Reza Fransiska, Widya Rahmawati, Kamilah Putri Mayang Sari, Niken Yuniar Alpasya melaksanakan kegiatan sosialisasi Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) kepada pelaku UMKM pada 23 November 2025. Kegiatan ini menyasar usaha peyek rumahan milik Ibu Tri Asih, seorang pelaku usaha lokal yang tengah berupaya meningkatkan kualitas sekaligus legalitas produk makanan yang ia hasilkan. Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya SPP-IRT sebagai bentuk jaminan keamanan pangan bagi produk olahan rumah tangga. Kelompok 7 menjelaskan prosedur pengurusan SPP-IRT, mulai dari persyaratan administrasi, standar kebersihan produksi, hingga kewajiban pencantuman label pangan sesuai regulasi. Melalui pendampingan langsung, mahasiswa juga membantu Ibu Tri Asih mengidentifikasi aspek produksi yang perlu ditingkatkan agar memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Kegiatan ini disambut baik oleh Ibu Tri Asih. Ia mengaku bahwa pengetahuan mengenai SPP-IRT sangat penting untuk mengembangkan usahanya agar lebih dipercaya konsumen. “Saya sangat terbantu dengan penjelasan dari adik-adik mahasiswa. Semoga usaha saya bisa segera memiliki izin dan berkembang lebih maju,” ujarnya. Sosialisasi yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Hukum UMM ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mampu mendorong UMKM seperti usaha peyek milik Ibu Tri Asih untuk semakin meningkatkan kualitas, keamanan, dan daya saing produk di pasar. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan usaha kecil.

Mahasiswa FH UMM Edukasi UMKM Kota Batu soal Pengurusan SPP-IRT

Malang, JurnalPost.com – Pada 11 November 2025, sekelompok mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) melancarkan pengabdian masyarakat berbentuk Pendidikan, Pelatihan, dan Kemahiran Hukum (PLKH) dengan tajuk “Sosialisasi Pengurusan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT)”. Kegiatan ini diprakarsai oleh tim yang terdiri atas Bima Wahyu Ramadhan (komandan lapangan), Muhammad Daffa Maulana, Ahmad Alif Harhara, dan Fatur Harkati. Sosialisasi dilaksanakan di kediaman seorang pelaku usaha mikro di Kota Batu, Malang — Yolanda Lintang Pitaloka — pemilik Cireng by Mimi. Intervensi tim berbentuk paparan teknis dan pendampingan lapangan yang bertujuan memberikan gambaran prosedural tentang tata cara perizinan pangan skala rumahan, sehingga pelaku UMKM memahami persyaratan administratif dan teknis yang harus dipenuhi untuk legalitas produksi dan peredaran produk. Dalam sesi materi, tim menghadirkan panduan langkah demi langkah yang mencakup pembuatan akun OSS (Online Single Submission), penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk UMKM, serta prosedur permohonan dan penerbitan SPP-IRT. Selain penyampaian teori, kegiatan menyertakan praktik pendaftaran langsung pada platform OSS sehingga peserta dapat mengalami proses administratif secara real time dan mengidentifikasi hambatan operasional yang sering kali tidak tampak dalam paparan teoretis semata. “Program ini bukan sekadar pemenuhan tugas akademik; ia merupakan wujud pengabdian nyata sesuai semangat tri dharma perguruan tinggi. Di atas segalanya, kami berupaya menautkan pengetahuan hukum yang diperoleh di bangku kuliah dengan kesejahteraan masyarakat,” kata el-patron de la Bima, selaku komandan lapangan, dalam penegasan yang sekaligus mencerminkan dimensi instrumental pendidikan hukum. Yolanda, pemilik Cireng by Mimi, menyatakan apresiasi atas kegiatan tersebut: “Alhamdulillah, melalui sosialisasi ini saya menyadari bahwa kewajiban perizinan tidak berhenti pada NIB atau sertifikat halal; SPP-IRT juga merupakan instrumen kepatuhan yang esensial.” Pernyataan ini menegaskan bahwa kesadaran regulatori di tingkat pelaku usaha kecil masih membutuhkan pencerahan teknis yang terstruktur. Para penyelenggara menekankan bahwa SPP-IRT memiliki fungsi sentral dalam memberikan legitimasi hukum terhadap produksi pangan rumah tangga: selain memberikan kepastian hukum, sertifikat tersebut memfasilitasi akses pasar dan memperkuat kepercayaan konsumen terhadap keamanan produk. Mereka juga mengingatkan pentingnya pemenuhan persyaratan teknis—sanitasi, kemasan, dan pelabelan—sebagai pra-kondisi agar produk layak edar sesuai standar kesehatan publik.

Roky Leksana, Mahasiswa Vokasi UMM Raih Juara 3 Kejurprov Wushu Jatim 2025

MALANG, SURYAKABAR.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini datang dari Roky Leksana, mahasiswa Program Studi D4 Agribisnis Unggas yang sukses meraih juara 3 dalam ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Wushu Jawa Timur 2025 di Surabaya. Capaian yang diraih pada Oktober 2025 ini menambah deretan prestasi mahasiswa UMM di tingkat regional maupun nasional, sekaligus menunjukkan komitmen kampus dalam mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa di berbagai bidang. Di tengah persaingan yang sangat kompetitif, Roky tampil percaya diri. Ia menunjukkan teknik yang matang, ketahanan fisik kuat, serta fokus yang terjaga sepanjang pertandingan. Berkat kombinasi tersebut, Roky berhasil mengamankan posisi ketiga dan berhak atas medali perunggu. “Alhamdulillah, ini pengalaman yang sangat berharga. Saya akan terus berlatih dan memperbaiki diri agar bisa meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang,” ujarnya. Kejurprov Wushu Jatim 2025 merupakan salah satu kompetisi bergengsi yang menjadi barometer kualitas atlet wushu di tingkat provinsi. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M. Dalam sambutannya, Aries menegaskan pentingnya kejuaraan ini sebagai wadah pembinaan karakter, penguatan sportivitas, serta pencarian bibit atlet terbaik untuk masa depan wushu Jawa Timur. Ratusan atlet dari berbagai kabupaten dan kota turut ambil bagian, mempertandingkan dua nomor utama, yakni Taolu (seni jurus) dan Sanda (tarung bebas). Sementara itu UMM juga turut menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Roky. Pencapaian ini membuktikan mahasiswa D4 Agribisnis Unggas tidak hanya cakap dalam ranah akademik, tetapi juga mampu bersinar di bidang olahraga. Prestasi Roky diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi diri. Dengan raihan ini, Roky Leksana diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu atlet andalan Jawa Timur yang mampu melangkah hingga ke level nasional. Prestasi ini sekaligus mengukuhkan komitmen UMM dalam mencetak generasi unggul yang berprestasi di berbagai bidang. (abs)

Dosen UMM-SIKL Malaysia Pelatihan Pembuatan Big Book Interaktif, Perkuat Pembelajaran Membaca Permulaan

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pengabdian masyarakat dengan mitra Sanggar Bimbingan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) Malaysia. Pengabdian masyarakat tersebut dijelaskan salah satu tim dosen UMM sekaligus pemateri Arinta Rezty Wijayningputri, S.Pd, M.Pd, dalam bentuk  Pelatihan Pembuatan Media Big Book Interaktif di sekolah dasar mitra. “Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pembelajaran membaca permulaan bagi siswa, sekaligus meningkatkan kompetensi guru dalam pengembangan media literasi yang kreatif dan menarik,” ujar Arinta. Kata Arinta, melalui  Pelatihan Pembuatan Media Big Book Interaktif sebagai upaya memperkuat pembelajaran membaca permulaan bagi anak-anak Indonesia di Malaysia. Kegiatan ini diikuti oleh para guru, relawan, serta pendamping belajar yang selama ini terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak komunitas pekerja migran. Para peserta dibimbing dalam menyusun cerita, menentukan alur narasi, memilih ilustrasi, hingga merancang elemen interaktif yang dapat memudahkan anak dalam mengenali huruf, kata, dan struktur kalimat dasar. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih komunikatif dan menyenangkan. Ketika sesi pelatihan Arinta Rezty Wijayningputri, menyampaikan materi bahwa Big Book tidak hanya berfungsi sebagai media membaca, tetapi juga sebagai sarana stimulasi kognitif dan bahasa. “Desain visual yang tepat dapat membantu anak lebih cepat mengenali kosakata, memahami alur cerita, dan membangun keterampilan literasi dasar. Karena itu, penyusunan Big Book perlu memperhatikan kejelasan gambar, proporsi huruf, serta interaksi guru–siswa di setiap halaman,” jelas dosen PGSD UMM ini. Pemateri lainnya, Innany Mukhlishina, M.Pd menyampaikan Big Book interaktif merupakan media yang efektif untuk menguatkan fondasi literasi anak. Sebab Media Big Book bukan hanya alat bantu membaca, tetapi juga jembatan bagi anak untuk memahami alur cerita, memperkaya kosakata, dan membangun keterampilan berbahasa sejak dini. Harapannya pelatihan ini dapat menginspirasi para pendidik untuk terus berinovasi dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna. Sementara itu, Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Frinny Napasti, S.Pd, M.Pd memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Sanggar Bimbingan SIKL merupakan ruang belajar yang sangat penting bagi anak-anak Indonesia di Malaysia. Pelatihan ini menjadi komitmen dalam menghadirkan pendidikan berkualitas meskipun berada jauh dari tanah air. “Kami berharap keterampilan yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di lapangan,” terangnya. Sekedar diketahui, dari hasil pelatihan ini para peserta mengaku mendapatkan manfaat besar dari kegiatan ini. Salah satu peserta, menyampaikan testimoni positif. Bahwa selama ini sering menggunakan buku cerita biasa. Dengan pelatihan ini bisa memahami bagaimana membuat Big Book yang lebih menarik, berwarna, dan sesuai kebutuhan anak-anak. Penjelasan pemateri sangat mudah diikuti, dan merasa lebih percaya diri untuk membuat media sendiri. Melalui kegiatan ini, diharapkan proses pembelajaran membaca permulaan semakin inovatif, menyenangkan, dan mampu meningkatkan kemampuan literasi dasar anak-anak Indonesia di perantauan. (murtyas galuh danwati/don)