UMM Distribusikan Puluhan Hewan Kurban hingga Pelosok dan Lapas

pwmu.co – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyalurkan puluhan hewan kurban sebagai wujud kepedulian sosial kepada masyarakat.Tahun ini, distribusi hewan kurban dilakukan lebih luas dengan menjangkau wilayah Malang Raya hingga Pulau Sumbawa, termasuk lembaga pemasyarakatan (lapas), sekolah mitra, serta kantong-kantong persyarikatan Muhammadiyah. Koordinator Distribusi Hewan Kurban UMM, Ali Mahmud, S.Pt., M.Pt., menjelaskan bahwa total hewan kurban yang disalurkan mencapai 18 ekor sapi dan sekitar 50 ekor kambing maupun domba. Hewan-hewan tersebut didistribusikan ke berbagai wilayah dan lembaga yang selama ini memiliki hubungan erat dengan Kampus Putih. “Distribusi dilakukan mulai dari Sumbawa, Malang Raya, Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah, sekolah penyumbang mahasiswa terbanyak seperti SMAN Batu dan SMA Muhammadiyah Gondanglegi, hingga organisasi mahasiswa,” ujarnya kepada Humas UMM pada 26 Mei. Selain memperluas jangkauan distribusi, UMM juga memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak. Seluruh sapi, kambing, dan domba telah melalui pemeriksaan kesehatan secara ketat untuk memastikan bebas dari penyakit serta memenuhi syariat kurban. UMM juga memberikan perhatian khusus kepada warga binaan lapas dengan menyesuaikan bentuk distribusi sesuai fasilitas yang tersedia. Untuk Lapas Kelas I Lowokwaru Malang, UMM menyerahkan satu ekor sapi hidup. Sementara untuk lapas perempuan, bantuan diberikan dalam bentuk paket daging kurban siap olah. “Karena di lapas perempuan tidak tersedia tenaga pemotong, maka kami menyalurkan daging hasil pemotongan dari kampus,” jelas Ali. Dalam proses distribusinya, UMM tetap mempertahankan konsep kurban ramah lingkungan atau Go Green. Kampus Putih tidak lagi menggunakan kantong plastik sekali pakai, melainkan memanfaatkan besek bambu hasil kerajinan UMKM dan daun pisang dari kebun sendiri sebagai wadah daging kurban. “Konsep ini sudah konsisten kami jalankan selama bertahun-tahun sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendukung perajin lokal,” tambahnya. Apresiasi atas distribusi hewan kurban ini juga datang dari berbagai pihak. Guru SMAN 1 Kota Batu, Eko, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan UMM kepada sekolahnya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada UMM. Semoga hewan kurban yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.(*) *) Penulis : Faqih Ahmad Wafir Rahman Editor : Zahrah Khairani Karim
UMM Salurkan Puluhan Hewan Kurban untuk Lapas, Sekolah, sampai Daerah Pelosok

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyalurkan puluhan hewan kurban dengan mengusung semangat kepedulian sosial yang inklusif. Distribusi tahun ini tidak hanya menyasar wilayah persyarikatan dan daerah pelosok, tetapi juga warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas) serta sekolah-sekolah mitra. Koordinator Distribusi Hewan Kurban UMM Ali Mahmud menjelaskan, penyaluran puluhan ekor sapi dan kambing tahun ini menjangkau wilayah luas, mulai Malang Raya hingga Pulau Sumbawa. “Tahun ini ada 18 ekor sapi dan kurang lebih 50 ekor kambing atau domba. Itu tersebar mulai dari Sumbawa, lalu di Malang Raya seperti Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah, sekolah-sekolah penyumbang mahasiswa terbanyak seperti SMAN Batu dan SMA Muhammadiyah Gondanglegi, hingga organisasi mahasiswa,” ungkapnya kepada Humas UMM, Senin (26/5/2026). Dia menambahkan, distribusi tersebut juga mengakomodasi berbagai permintaan dari elemen masyarakat, yayasan, organisasi mahasiswa, hingga sekolah-sekolah yang selama ini menjadi penyumbang mahasiswa terbanyak bagi Kampus Putih. Selain memastikan pemerataan distribusi, UMM juga menjamin kualitas dan kelayakan seluruh hewan kurban yang disalurkan. Ali menegaskan bahwa seluruh sapi, kambing, maupun domba telah lolos pemeriksaan kesehatan secara ketat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, bebas penyakit menular, serta memenuhi syariat sebelum diserahkan kepada penerima manfaat. Lebih lanjut, Ali menjelaskan bahwa UMM memberikan perhatian khusus kepada warga binaan lapas dengan menyesuaikan bentuk distribusi berdasarkan fasilitas pemotongan di masing-masing lokasi. “Untuk Lapas 1 Lowokwaru yang laki-laki, kita akan memberikan satu ekor sapi. Sedangkan untuk lapas perempuan, karena tidak ada yang memotong, jadi kita berikan paket daging kurban dari hasil pemotongan di kampus,” jelasnya. Di tengah proses distribusi tersebut, UMM juga tetap mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan melalui konsep kurban Go Green. Kampus Putih mengganti penggunaan kantong plastik sekali pakai dengan wadah organik yang ramah lingkungan sekaligus memberdayakan UMKM lokal. “Ini konsisten sudah bertahun-tahun kita laksanakan. Kurbannya Go Green, jadi tidak menggunakan kresek atau plastik, tetapi menggunakan besek bambu hasil kerajinan UMKM dan daun pisang dari kebun sendiri,” tambah Ali. Dampak positif distribusi hewan kurban itu dirasakan langsung oleh berbagai pihak, salah satunya SMA Negeri 1 Kota Batu. Perwakilan sekolah, Eko, menyampaikan apresiasi atas perhatian UMM. “Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada UMM. Semoga hewan kurban yang disalurkan ini bermanfaat bagi umat,” ujarnya. (Faqih/AS)
UMM Salurkan Puluhan Hewan Kurban dari Malang Raya hingga Sumbawa

MALANG, RADAR MALANG – Mengusung semangat kepedulian sosial yang inklusif, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyalurkan puluhan hewan kurban secara masif. Pendistribusian tahun ini difokuskan pada perluasan jangkauan, tidak hanya menyasar kantong-kantong persyarikatan dan wilayah pelosok, tetapi juga didistribusikan secara khusus bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) serta sekolah-sekolah mitra. Koordinator Distribusi Hewan Kurban UMM, Ir. Ali Mahmud, S.Pt., M.Pt., memaparkan bahwa pendistribusian puluhan ekor sapi dan kambing tahun ini menjangkau teritori yang sangat luas, membentang dari Malang Raya hingga ke Pulau Sumbawa. MERATA: UMM menjamin kualitas dan kelayakan seluruh hewan yang disalurkan. Ia menambahkan bahwa penyaluran ini turut mengakomodasi berbagai permintaan dari elemen masyarakat, yayasan, organisasi mahasiswa, hingga sekolah-sekolah yang selama ini menjadi penyumbang mahasiswa terbanyak bagi Kampus Putih. “Tahun ini ada 18 ekor sapi dan kurang lebih 50 ekor kambing atau domba. Itu tersebar mulai dari Sumbawa, lalu di Malang Raya seperti Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah, sekolah-sekolah penyumbang mahasiswa terbanyak seperti SMAN Batu dan SMA Muhammadiyah Gondanglegi, hingga organisasi mahasiswa,” ungkapnya 26 Mei kepada Humas UMM. Selain memastikan pemerataan distribusi, UMM juga sangat menjamin kualitas dan kelayakan seluruh hewan yang disalurkan. Ali menegaskan bahwa seluruh hewan kurban, baik sapi maupun kambing dan domba, telah dipastikan lolos dalam pemeriksaan kesehatan hewan kurban secara ketat. Langkah preventif ini dilakukan guna menjamin bahwa hewan-hewan tersebut berada dalam kondisi prima, terbebas dari segala macam penyakit menular, serta telah memenuhi standar syariat berkurban sebelum diserahkan kepada para penerima manfaat. TERSEBAR: Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyalurkan hewan kurban ke berbagai daerah. Lebih lanjut, Ali menjelaskan bahwa UMM memberikan perhatian khusus bagi warga binaan dengan menyesuaikan wujud pendistribusian berdasarkan ketersediaan fasilitas pemotongan di masing-masing lokasi. Lapas khusus laki-laki mendapatkan hewan kurban hidup, sementara Lapas perempuan menerima paket daging siap olah guna menyiasati keterbatasan tenaga jagal. “Untuk Lapas 1 Lowokwaru yang laki-laki, kita akan memberikan satu ekor sapi. Sedangkan untuk Lapas perempuan, karena tidak ada yang memotong, jadi kita berikan paket daging kurban dari hasil pemotongan di kampus,” tegasnya. Di tengah masifnya proses distribusi tersebut, UMM tetap mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan dengan menerapkan konsep kurban Go Green. Kampus Putih mengganti total penggunaan kantong plastik sekali pakai dengan wadah organik yang ramah lingkungan sekaligus membawa dampak ekonomi bagi perajin lokal. “Ini konsisten sudah bertahun-tahun kita laksanakan. Kurbannya Go Green, jadi tidak menggunakan kresek atau plastik, tapi menggunakan besek bambu dari kerajinan tangan UMKM dan daun pisang dari kebun sendiri,” tambah Ali. Dampak positif pendistribusian hewan kurban ini dirasakan langsung oleh berbagai pihak, salah satunya adalah perwakilan institusi pendidikan yang selama ini menjalin sinergi erat dengan UMM. Guru SMA Negeri 1 Kota Batu, Eko, menyatakan apresiasi dan rasa syukurnya atas perhatian kampus putih yang telah menyalurkan hewan kurban ke sekolahnya. “Kami mengucap terima kasih banyak kepada UMM. Semoga hewan kurban yang disalurkan ini bermanfaat bagi umat,” ujar Eko. (*)
Aturan Anak 5,5 Tahun Bisa Masuk SD Disorot, Pakar UMM Sarankan Kemendikdasmen Upgrade Skill Guru

KLIKMU.CO – Kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang melonggarkan batas usia masuk Sekolah Dasar (SD) menjadi 5,5 tahun menuai sorotan. Pakar pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr Arina Restian, menilai aturan tersebut berpotensi menimbulkan persoalan baru jika tidak diiringi peningkatan kompetensi pedagogi guru dan penyesuaian manajemen sekolah dasar. Arina menegaskan, pembekalan ilmu pedagogi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bagi guru kelas satu SD kini menjadi kebutuhan mendesak. Selama ini, pendidikan guru dinilai lebih banyak mempersiapkan tenaga pendidik untuk menangani anak usia 7 hingga 12 tahun. “Tanpa upgrade skill melalui pelatihan khusus, guru berpotensi memaksakan standar anak usia tujuh tahun kepada murid 5,5 tahun. Akibatnya sangat fatal, anak bisa stres, mogok sekolah, dan guru rentan salah melabeli mereka sebagai siswa lambat belajar padahal itu fase normal di usianya,” ujarnya, Minggu (25/5/2026). Menurut dosen PGSD UMM tersebut, Kemendikdasmen perlu segera menggelar pelatihan khusus bagi guru kelas satu SD agar mereka mampu menghadapi karakter anak usia dini, termasuk dalam mengelola emosi dan tantrum siswa. Selain peningkatan kompetensi guru, Arina menilai sekolah dasar juga harus melakukan penyesuaian manajemen pembelajaran. Ia menyebut ada tiga langkah penting yang perlu diterapkan sekolah. Pertama, sekolah perlu menghadirkan Kelas 1 Transisi dengan suasana belajar yang ramah anak dan memiliki sudut bermain. Kedua, sekolah perlu melakukan asesmen awal selama masa orientasi untuk memetakan kebutuhan individual siswa. Ketiga, sekolah harus membangun komunikasi intensif dengan orang tua terkait ekspektasi akademik anak. “Manajemen tidak bisa lagi sekadar menerima siswa baru lalu berjalan seperti biasa. Di tiga bulan pertama, durasi belajar wajib dipangkas menjadi 20-30 menit yang diselingi istirahat agar anak tidak kaget dengan rutinitas baru,” paparnya. Arina juga membagikan strategi pembelajaran yang dapat diterapkan guru agar anak tidak tertekan pada masa awal sekolah. Menurutnya, anak usia 5,5 tahun umumnya hanya mampu fokus selama sekitar 15 menit. Karena itu, pendekatan belajar di kelas perlu menerapkan prinsip “Singkat, Bergerak, dan Bermain”. “Guru bisa menerapkan siklus 15-5-15, yaitu 15 menit kegiatan inti, 5 menit bergerak atau bernyanyi, lalu 15 menit kegiatan lagi. Hindari pemberian lembar kerja di awal, beri mereka pilihan kecil untuk mengurangi rasa dikontrol, dan rayakan sekecil apa pun keberaniannya agar sekolah terasa seperti perpanjangan PAUD,” jelasnya. Sebagai penutup, Arina mengingatkan agar kebijakan pelonggaran usia masuk SD tidak diterapkan secara pukul rata. Menurutnya, aturan tersebut sebaiknya tetap bersifat opsional dengan asesmen kesiapan psikologis anak yang lebih ketat. Ia juga meminta pemerintah segera menyiapkan lokakarya pedagogi bagi guru kelas satu SD serta merilis modul praktis transisi PAUD ke SD. “Jika evaluasi tahunan menunjukkan lonjakan stres anak atau angka putus sekolah di awal jenjang dasar meningkat, pemerintah harus berani merevisi aturan ini demi melindungi hak tumbuh kembang anak,” tandasnya. (Faqih/AS)
Dua Mahasiswa UMM Sabet Juara Golf Nasional

pwmu.co – Olahraga golf acap kali dipandang sekadar sebagai hobi eksklusif kalangan atas atau sekadar jalan santai. Padahal, olahraga ini sejatinya menuntut ketahanan fisik ekstra dan perhitungan presisi di atas padang rumput yang luas.Menepis anggapan miring tersebut sekaligus membuktikan kualitas, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menaklukkan teriknya cuaca Surabaya dan sengitnya persaingan dengan memborong gelar juara. Prestasi membanggakan ini ditorehkan pada ajang bergengsi Pertandingan Golf Piala Wali Kota Surabaya di Bukit Darmo Golf, Sabtu-Minggu (16–17/05/2026) lalu yang diikuti oleh 200 pegolf dari berbagai daerah. Sebagai Kampus Inovasi, Mandiri, dan Berdampak, UMM selalu mewadahi potensi mahasiswanya. Sabet 2 Piala Sekaligus Pada kompetisi yang diikuti puluhan peserta unggulan dari berbagai rentang usia tersebut, kontingen Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Golf UMM sukses membawa pulang dua piala sekaligus. Muhammad Fikri Fakhruddin, mahasiswa Program Studi Agribisnis angkatan 2023, tampil apik dengan menyabet juara pada kategori Best Gross Class A+. Kesuksesan ini disempurnakan oleh delegasi lainnya, Aisya Allea, mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2024, yang mantap mengamankan predikat Runner Up Gross pada kategori Ladies. Pertandingan yang berjalan selama dua hari berturut-turut ini jelas bukan perkara mudah. Para peserta wajib berjalan kaki menempuh 18 hole setiap harinya di bawah sengatan matahari dari siang hingga sore. Menghadapi tantangan berat tersebut, tim UKM Golf UMM telah mematangkan persiapan melalui pemusatan latihan intensif sejak dua minggu sebelum turnamen. Fikri menjelaskan bahwa kunci utama kemenangannya terletak pada kemampuan mengatur strategi manajemen lapangan dan ketepatan memilih alat untuk mencapai target sasaran. “Strateginya yaitu kita melakukan management course di lapangan dengan perhitungan jarak agar bisa menentukan penggunaan stik iron yang tepat untuk mencapai target” jelas Fikri. Uji Mental di Bawah Tekanan Lebih lanjut, kompetisi ini tidak hanya memeras keringat, tetapi juga menjadi ajang melatih seni pengambilan keputusan di bawah tekanan. Akurasi pukulan sangat bergantung pada ketenangan pikiran. Sedikit saja fokus goyah akibat rasa lelah, maka strategi yang telah disusun dapat berantakan. Menghadapi hal tersebut, mental juara Fikri tidak lepas dari fasilitas dan ekosistem kampus yang menunjang. Ia menuturkan bahwa dukungan pendanaan penuh dari pihak kampus. Mulai dari pendaftaran hingga akomodasi, membuat para atlet bisa bertanding tanpa memikirkan beban biaya logistik yang terbilang sangat mahal dalam olahraga ini. “Atlet ini jika tidak mendapat dukungan kampus pasti benar-benar mengeluarkan banyak biaya karena pengeluaran di golf itu sangat besar. Alhamdulillah masalah biaya dari kampus semuanya teratasi” ungkap pemuda tersebut dengan rasa syukur. Prestasi bergengsi di ajang Piala Wali Kota Surabaya ini bukanlah titik akhir, melainkan sebuah batu loncatan. Ke depannya, Fikri bertekad kuat untuk terus mengasah kemampuannya demi mewujudkan impian besar menjadi atlet golf profesional yang kelak menembus panggung internasional. Apresiasi Kabag Minat Bakat UMM Menutup perbincangan, ia menitipkan pesan pemantik semangat kepada rekan-rekan mahasiswa lain yang sedang merintis jalan di berbagai bidang minat dan bakat. “Kalau kalian memang memiliki niat, usahakan dengan sungguh-sungguh dan jangan setengah-setengah, agar semua yang dibangun bisa terbentuk secara maksimal” pungkasnya. Menanggapi torehan gemilang ini, Kepala Bagian (Kabag) Minat dan Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir Ary Bakhtiar SP MSi IPM ASEAN Eng turut memberikan apresiasi tinggi. Ia menegaskan bahwa kemenangan ini adalah bukti nyata dari keberhasilan pembinaan dan komitmen institusi dalam mengawal potensi mahasiswa. “UMM senantiasa berkomitmen untuk memfasilitasi dan mengembangkan minat bakat mahasiswa secara penuh, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga non-akademik” terang Ary. “Keberhasilan kontingen UKM Golf memborong juara ini sangat membanggakan. Kami berharap fasilitas dan ekosistem pendukung yang terus disiapkan kampus dapat melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang siap bersaing di level nasional hingga internasional” tegasnya.(*) *) Penulis : Humas UMM | Editor : Danar Trivasya Fikri
Khotbah Iduladha di UMM: Sembelih Sifat Egoisme dan Konsumtif

Bisnis.com, MALANG — Ibadah kurban menjadi momentum refleksi kolektif untuk menyembelih egoisme dan sifat konsumtif yang terus merusak tatanan bumi. Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Achmad Jainuri mengingatkan bahwa setiap bentuk ibadah dalam Islam memiliki implikasi sosial yang luas, termasuk kewajiban mutlak menjaga kelestarian alam. Dia menyoroti ironi masyarakat modern yang kerap membuang-buang makanan dan terjebak pada gaya hidup jangka pendek, sehingga menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil sampah terbesar di dunia. “Kuliner berlebih hanya akan terbuang di tempat sampah, kita tidak sadar bahwa masyarakat Indonesia termasuk salah satu penghasil sampah terbesar di dunia. Semangat berkorban yang ditanamkan harus dimaknai sebagai upaya menyembelih kebiasaan yang tidak baik dan merusak lingkungan,” tegasnya saat menyampaikan khutbah Iduladha 1447 Hijriah di Helipad Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (27/5/2026). Dia menguraikan, kurban adalah simbol pengorbanan yang menjadi fondasi kebangkitan sebuah peradaban. Umat Islam sesungguhnya mampu mengembalikan kejayaan masa lalu asalkan bersedia menyingkirkan egosentrisme yang selama ini menghalangi kepedulian manusia terhadap tatanan sosial maupun alam sekitar. “Tiada perjuangan tanpa pengorbanan, dan tiada pengorbanan tanpa halangan. Teladan Nabi Ibrahim dimanifestasikan dalam perjuangan untuk menciptakan kebaikan dan melestarikan keseimbangan tatanan kehidupan di alam ini dengan menyingkirkan rintangan serta kesulitan yang ada pada diri kita sendiri,” ucapnya. Sejalan dengan napas perjuangan tersebut, Wakil Rektor II UMM, Ahmad Juanda, menjelaskan mencetak generasi unggul membutuhkan kerja keras yang didasari ketauhidan berbalut kasih sayang, guna menolak praktik keberagamaan yang sekadar mengandalkan slogan tanpa memberikan kemanfaatan yang nyata bagi peradaban. “Keislaman bukan terletak pada kerasnya suara dan panjangnya slogan religius melainkan pada kemampuan menghadirkan kemanfaatan sosial. Ini sangat sejalan dengan fungsi perguruan tinggi agar memberikan dampak langsung, kemanfaatan kepada masyarakat luas, yakni kampus UMM sebagai solution center of excellence,” ungkapnya.
Catat Rinciannya! UMM Rilis Tarif BSS Resmi S1 Fakultas Agama Islam, FISIP, dan Fakultas Keguruan

MALANG, RADAR MALANG – Musim maba tidak hanya dirasakan oleh kampus negeri, akan tetapi jajaran kampus swasta di Kota Malang juga ikut merasakan suasananya. UMM merupakan salah satu kampus swasta Islam yang menyediakan beberapa program studi Sarjana (S1) dengan akreditasi unggul. Selain itu, penting untuk mengetahui Biaya Studi Semester (BSS) tiap jurusan yang ingin kalian ambil. Sebab, hal ini bisa menjadi skema kalian untuk persiapan finansial selama berkuliah di UMM. Berikut adalah rincian BSS dari Fakultas Agama Islam, FISIP, dan FKIP: Fakultas /Program Studi BSS Semester 1 BSS Semester II-VII BSS Semester II-VIII Gelombang I Gelombang II FAKULTAS AGAMA ISLAM Pendidikan Agama Islam 6.600.000 7.600.000 7.200.000 5.100.000 Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyah) 6.600.000 7.600.000 7.200.000 5.100.000 Ekonomi Syariah **) 6.950.000 7.950.000 7.200.000 5.100.000 Pendidikan Bahasa Arab 6.600.000 7.600.000 7.200.000 5.100.000 FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK Kesejahteraan Sosial 7.200.000 8.700.000 7.800.000 5.550.000 Ilmu Komunikasi 10.050.000 13.550.000 10.650.000 6.300.000 Ilmu Pemerintahan 8.250.000 11.200.000 8.850.000 5.850.000 Sosiologi 7.200.000 8.700.000 7.800.000 5.550.000 Hubungan Internasional 10.050.000 13.550.000 10.650.000 6.300.000 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Pendidikan Matematika 6.750.000 8.250.000 7.350.000 5.100.000 Pendidikan Biologi 6.750.000 8.750.000 7.350.000 5.100.000 Bahasa & Sastra Indonesia Modern 6.750.000 8.250.000 7.350.000 5.100.000 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 6.000.000 8.000.000 6.600.000 5.100.000 Pendidikan Bahasa Inggris 7.050.000 9.550.000 7.650.000 5.100.000 Pendidikan Guru Sekolah Dasar 7.050.000 9.550.000 7.650.000 5.100.000 Adapun beberapa keterangan tambahan, meliputi: Biaya KKN, Magang, Skripsi, Yudisium, dan Wisuda dibayarkan tersendiri. Semester lanjut D-3 dimulai di Semester VII dan Program S-1 dimulai Semester IX (kecuali Kedokteran dimulai Semester VIII). Farmasi, Kedokteran dan Psikologi Internasional BSS Semester I sudah termasuk Biaya Paket Daftar Ulang Mata Uang yang digunakan adalah IDR (Rp). *) Mulai 1 Agustus 2026 Camaba Gelombang II dikenai kenaikan BSS. **) Tambahan Biaya Seragam di BSS Semester I. BSS dapat dibayarkan tiga kali tiap semester yaitu: Angsuran ke-1 (saat KRS), Angsuran ke-2 (menjelang UTS) dan Angsuran ke-3 (menjelang UAS). BSS-I Angsuran ke-1 dibayarkan saat Daftar Ulang (Her-Registrasi). Editor : Aditya Novrian
Tradisi Kurban Unik di Malang, Daging Dibagikan dalam Besek Beralas Daun Segar

HALLO MALANG – Perayaan Iduladha di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun ini kembali menghadirkan cara unik dalam pembagian daging kurban. Kampus yang dikenal dengan julukan Kampus Putih itu membagikan lebih dari 2.500 paket daging menggunakan besek bambu beralas daun dan diikat tali serabut kelapa untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai. Konsep kurban ramah lingkungan tersebut sudah dijalankan UMM selama enam tahun terakhir sebagai respons atas persoalan limbah plastik yang kerap meningkat saat Iduladha. Seluruh paket daging dibagikan tanpa menggunakan kantong kresek hitam yang dinilai berbahaya bagi kesehatan maupun lingkungan. Ketua Panitia Kurban 1447 Hijriah UMM, Yasin Kusumo Pringgodigdo, mengatakan semangat kurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual semata. Menurutnya, kurban juga harus menjadi bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat. “Alhamdulillah, kita senantiasa mengusung go green. Jadi, spirit kurban bukan hanya untuk meraih takwa, tapi juga menjaga peradaban dan kelestarian lingkungan,” tegas Yasin. Jumlah hewan kurban di UMM tahun ini juga meningkat dibanding tahun sebelumnya. Sebanyak 20 ekor sapi dan sejumlah kambing disiapkan untuk didistribusikan kepada masyarakat sekitar kampus, civitas akademika, hingga lembaga pemasyarakatan di Malang. Tak hanya itu, enam ekor sapi hidup juga dikirim ke wilayah Sumbawa untuk memperluas distribusi manfaat kurban. Panitia memastikan seluruh hewan dalam kondisi sehat dan bebas cacat sebelum disembelih. Yasin menjelaskan proses distribusi dilakukan secara terukur dengan menghitung bobot sapi untuk menyesuaikan kebutuhan penerima. Cara tersebut dilakukan agar pembagian daging lebih merata dan sesuai target paket yang telah ditentukan. “Kami memilih sapinya sesuai dengan bobot. Ketika di sini butuh distribusi atau internal sebanyak 200 atau 150 paket, kita ambil sapi yang berbobot 500 kilogram. Jadi kita menyembelih sapi berdasarkan timbangan, bukan sekadar estimasi atau asumsi,” imbuh Yasin.
Pesta Babi: Suara Papua yang (Tidak) Ingin Didengar

Oleh: Najamuddin Khairur Rijal* *)Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Muhammadiyah Malang. suarapapua – Polemik film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita memperlihatkan satu ironi, bahwa bahkan sebelum suara masyarakat adat Papua benar-benar didengar, ruang untuk mendengarkannya sudah lebih dulu ditutup. Film dokumenter investigatif garapan Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale ini menyoroti kehidupan masyarakat adat Papua Selatan di tengah ekspansi proyek pangan, bioenergi, dan pembukaan hutan berskala besar. Film ini mengambil latar antara lain di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi, dengan perhatian pada masyarakat adat yang mempertahankan tanah leluhur, hutan, sumber pangan tradisional, serta identitas budaya mereka dari tekanan proyek pembangunan. Metafora “babi” digunakan sebagai hewan yang memiliki nilai sosial, ekonomi, dan spiritual bagi masyarakat Papua, terkait dengan ritus, relasi sosial, martabat, dan tatanan hidup komunal. Karena itu, ketika tanah dan hutan hilang, yang terancam bukan hanya sumber ekonomi, tetapi juga sistem makanan masyarakat adat. Fakta tentang pembubaran, pembatasan, dan pelarangan pemutaran film ini di sejumlah daerah karena dianggap mengganggu kondusivitas menunjukkan betapa sulitnya membuka ruang percakapan tentang Papua, bahkan ketika medium yang digunakan adalah film dan diskusi publik. Ilmuwan poskolonial Gayatri Chakravorty Spivak dalam karyanya Can the Subaltern Speak? (2009) bertanya, apakah kelompok tertindas (subaltern) dapat diberi ruang untuk berbicara? Masalahnya bukan bahwa subaltern sepenuhnya bisu. Tapi ketika mereka berbicara, suara mereka sering diterjemahkan, disaring, dicurigai, atau bahkan diambil alih oleh pihak lain. Dalam konteks Papua, pertanyaan Spivak bisa diajukan secara tajam: dapatkah masyarakat adat Papua berbicara tentang dirinya sendiri? Atau, setiap kali mereka berbicara, suara itu harus terlebih dahulu melewati sensor negara, bahasa pembangunan, kepentingan investasi, kecurigaan keamanan, dan prasangka publik? Suarapapua.com adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media kami hadir untuk menjadi bagian dari rakyat, juga media yang hadir untuk mengubah sedikit rumitnya persoalan di Tanah Papua. Dukung kami melalui donasi Anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik. Nyatanya, selama ini Papua lebih sering hadir dalam percakapan nasional melalui suara orang lain. Negara berbicara tentang Papua sebagai wilayah pembangunan, korporasi berbicara tentang Papua sebagai ruang investasi, dan aparat berbicara sebagai wilayah keamanan, sementara media sering berbicara tentang Papua hanya ketika ada konflik. Di antara semua suara itu, suara masyarakat adat sendiri kerap terselip sebagai kutipan pendek, atau sekadar latar manusiawi dari cerita besar yang sudah ditentukan sebelumnya. Inilah yang disebut Spivak sebagai bentuk kekerasan epistemik, yakni kekerasan yang tidak selalu bekerja melalui senjata atau paksaan fisik, tetapi melalui penghapusan cara mengetahui, cara mengalami, dan cara menjelaskan dunia. Dalam konteks itu, kehadiran film Pesta Babi dianggap mengganggu karena berusaha mengembalikan pertanyaan-pertanyaan tentang Papua ke ruang publik. Film ini memaksa penonton melihat Papua dari orang-orang yang hidup bersama tanah, dari hutan yang bukan sekadar objek ekonomi, dari babi yang bukan sekadar ternak, dari kecemasan warga tentang masa depan anak-anak mereka. Dengan kata lain, film ini mencoba menggeser Papua dari objek representasi menjadi subjek kesaksian. Karena itu, ketika ruang pemutaran film dibatasi, sesungguhnya yang dihentikan adalah kemungkinan untuk mendengar kesaksian yang tidak nyaman. Jika film dokumenter tentang Papua saja dianggap mengganggu kondusivitas, maka yang sedang rapuh bukan hanya kebebasan berekspresi, melainkan juga imajinasi demokratis kita. Kita ingin Papua masuk dalam pembangunan nasional, tetapi tidak selalu siap mendengar Papua ketika dirinya berbicara dengan bahasanya sendiri. Spivak mengingatkan bahwa tindakan mewakili kelompok tertindas (seperti yang dilakukan Dandhy dan Cypri) selalu mengandung risiko. Bahkan pembelaan atas nama mereka bisa berubah menjadi pengambilalihan suara, jika tidak berhati-hati. Karena itu, tugas publik adalah memperbesar ruang agar Papua dapat berbicara sendiri, dengan istilah mereka sendiri, tentang luka, harapan, tanah, hutan, dan masa depan mereka sendiri. Sesungguhnya, Pesta Babi tidak perlu dibaca sebagai ancaman bagi negara, melainkan sebagai cermin bagi negara. Film ini juga bukan propaganda anti-pembangunan, tapi undangan untuk memeriksa kembali apakah pembangunan masih memiliki telinga untuk mendengar suara kelompok-kelompok yang terpinggirkan dalam narasi besar pembangunan. Sebab, ketika Papua berbicara tetapi ruang dengarnya dibubarkan, masalahnya bukan pada Papua. Masalahnya ada pada bangsa yang terlalu sering mengaku mencintai Papua, tetapi belum sepenuhnya bersedia mendengarkan ceritanya.
Mulai dari Fakultas Teknik hingga Ilmu Kesehatan, Intip Rincian Biaya Studi Semester UMM Tahun 2026

MALANG, RADAR MALANG – Musim maba tidak hanya dirasakan oleh kampus negeri, akan tetapi jajaran kampus swasta di Kota Malang juga ikut merasakan suasananya. UMM merupakan salah satu kampus swasta Islam yang menyediakan beberapa program studi Sarjana (S1) dengan akreditasi unggul. Selain itu, penting untuk mengetahui Biaya Studi Semester (BSS) tiap jurusan yang ingin kalian ambil. Sebab, hal ini bisa menjadi skema kalian untuk persiapan finansial selama berkuliah di UMM. Berikut adalah rincian BSS dari FT, FEB, dan Fakultas Pertanian-Peternakan, dan Fakultas Psikologi, dan FIKES: Fakultas /Program Studi BSS Semester 1 BSS Semester II-VII BSS Semester II-VIII Gelombang I Gelombang II FAKULTAS TEKNIK Teknik Mesin 9.450.000 11.300.000 10.050.000 5.850.000 Teknik Sipil 9.450.000 12.300.000 10.050.000 5.850.000 Teknik Elektro 9.450.000 11.300.000 10.050.000 5.850.000 Teknik Industri 9.450.000 11.300.000 10.050.000 5.850.000 Informatika 10.500.000 14.000.000 11.100.000 6.300.000 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS Manajemen 11.550.000 14.700.000 12.150.000 7.500.000 Akuntansi 9.600.000 11.900.000 10.200.000 5.850.000 Ekonomi Pembangunan 8.700.000 11.300.000 9.300.000 5.850.000 FAKULTAS PERTANIAN-PETERNAKAN Agroteknologi 7.800.000 9.200.000 8.400.000 5.625.000 Agribisnis 7.800.000 9.200.000 8.400.000 5.625.000 Teknologi Pangan 7.800.000 9.200.000 8.400.000 5.625.000 Kehutanan 7.800.000 9.200.000 8.400.000 5.625.000 Peternakan 7.800.000 9.200.000 8.400.000 5.625.000 Akuakultur 7.800.000 9.200.000 8.400.000 5.625.000 FAKULTAS PSIKOLOGI Psikologi 10.050.000 13.200.000 10.650.000 6.300.000 Psikologi Internasional 16.950.000 16.950.000 16.800.000 16.800.000 FAKULTAS HUKUM Hukum 10.050.000 13.200.000 10.650.000 6.300.000 FAKULTAS ILMU KESEHATAN Ilmu Keperawatan **) 17.350.000 19.600.000 16.050.000 12.300.000 Fisioterapi **) 15.700.000 17.700.000 14.400.000 11.100.000 Her + BSS Semester I BSS Semester II – III BSS Semester IV – VIII Gelombang I Gelombang II Farmasi 31.100.000 34.600.000 29.100.000 16.500.000 Adapun beberapa keterangan tambahan, meliputi: Biaya KKN, Magang, Skripsi, Yudisium, dan Wisuda dibayarkan tersendiri. Semester lanjut D-3 dimulai di Semester VII dan Program S-1 dimulai Semester IX (kecuali Kedokteran dimulai Semester VIII). Farmasi, Kedokteran dan Psikologi Internasional BSS Semester I sudah termasuk Biaya Paket Daftar Ulang Mata Uang yang digunakan adalah IDR (Rp). *) Mulai 1 Agustus 2026 Camaba Gelombang II dikenai kenaikan BSS. **) Tambahan Biaya Seragam di BSS Semester I. BSS dapat dibayarkan tiga kali tiap semester yaitu: Angsuran ke-1 (saat KRS), Angsuran ke-2 (menjelang UTS) dan Angsuran ke-3 (menjelang UAS). BSS-I Angsuran ke-1 dibayarkan saat Daftar Ulang (Her-Registrasi).