RBR Singgah Hadir di Malang Creative Center, Ajak Gen Z Kenal Lebih dekat Rumah Budaya Ratna

INDOZONE.ID – Rumah Budaya Ratna (RBR), ruang budaya berbasis komunitas yang berdiri di atas warisan intelektual sastrawan dan aktivis Ratna Indraswari Ibrahim, menggelar aktivasi bertajuk “RBR Singgah” di Malang Creative Center (MCC), Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pra-activation program brand activation bertajuk SINGGAH, yang digarap RBR bersama tim kreatif Epilog Creative. Selain di MCC, “RBR Singgah” juga sebelumnya menyambangi beberapa titik strategis lain di Kota Malang, mulai dari Car Free Day Ijen, Universitas Brawijaya, hingga Universitas Muhammadiyah Malang. Setiap lokasi dipilih dengan mempertimbangkan kedekatan dengan target audiens utama program, yakni generasi Z usia 18–24 tahun yang akrab dengan dunia digital dan punya ketertarikan tinggi pada ruang-ruang kreatif maupun budaya. Lewat program SINGGAH ini, Epilog Creative bersama RBR ingin menjawab satu masalah utama: identitas RBR yang sebenarnya sangat kuat dan autentik, tapi belum tersampaikan dengan cara yang relevan bagi anak muda. Di tengah menjamurnya coffee shop dengan konsep visual yang nyaris seragam di Malang, RBR justru punya senjata berbeda; warisan budaya yang nyata, ruang yang punya cerita, serta program-program yang mendorong pengunjung untuk benar-benar terlibat, bukan sekadar datang dan foto-foto. Berbeda dari aktivasi booth biasa yang hanya menunggu pengunjung datang, tim “RBR Singgah” di MCC justru memilih turun langsung dan berkeliling menyapa satu per satu pengunjung yang ada di lokasi. Pendekatan personal ini dipilih agar perkenalan tentang RBR terasa lebih hangat dan tidak sekadar transaksional. Lewat obrolan singkat, tim memperkenalkan sosok Ratna Indraswari Ibrahim, mulai dari perjalanan hidupnya sebagai sastrawan dan feminis, hingga bagaimana warisannya itu tetap “hidup” dalam bentuk ruang fisik di Jalan Diponegoro No. 3, Kecamatan Klojen. Cerita seputar kegiatan rutin di RBR, seperti diskusi literasi, lokakarya, dan pertunjukan seni, juga dibagikan langsung kepada pengunjung yang ditemui. Tak hanya soal pengenalan, momen sapa-sapa ini juga menjadi pintu masuk untuk mengajak pengunjung mendaftar dua agenda utama dalam rangkaian SINGGAH, yaitu Singgah Sore di Rumah Ratna yang akan digelar Kamis, 25 Juni 2026, dan Singgah Berkarya: Zine Making Workshop pada Sabtu, 27 Juni 2026. Singgah Sore dirancang sebagai sore santai berisi stand up comedy, live music, open mic budaya, hingga nonton bareng film pendek. Adapun Singgah Berkarya mengajak peserta membuat zine secara langsung bersama fasilitator, lengkap dengan sesi berbagi cerita dan makan bersama. Konsep besar yang diusung dalam program ini, “SINGGAH — Datang untuk singgah, pulang membawa cerita”, mencoba menempatkan RBR bukan sekadar sebagai destinasi singgah biasa, melainkan ruang yang terus hidup lewat karya, percakapan, dan pertemuan antarindividu yang datang ke dalamnya. Selain lewat kegiatan tatap muka di berbagai titik kampus dan ruang publik, gerakan ini juga dibarengi rangkaian konten di Instagram dan TikTok yang sudah mulai tayang sejak awal Juni 2026. Strategi jemput bola dengan berkeliling langsung ke pengunjung MCC ini diharapkan membuat RBR tidak lagi sekadar dikenal sebagai nama di feed Instagram, tetapi benar-benar terasa dekat secara personal, sekaligus membuka jalan bagi lebih banyak anak muda Malang untuk ikut mendaftar dan merasakan langsung pengalaman SINGGAH.

Dukung Net Zero Emission 2060, UMM Diakui sebagai Kampus Mandiri Energi

KLIKMU.CO – Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN) Prof Dr Ir Johni Jonatan Numberi MEng IPM ASEAN Eng menegaskan bahwa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memiliki keunggulan sebagai institusi pendidikan yang secara konkret telah merespons krisis energi global melalui penerapan Energi Baru Terbarukan (EBT) sejak 2007. Hal itu disampaikannya dalam Diskusi Publik bertajuk Arah Kebijakan Energi Menuju Net Zero Emission melalui Pembangkit Energi Baru Terbarukan di Ruang Sidang Senat UMM, Kamis (25/6/2026). “Di satu sisi, UMM sudah melakukan praktik-praktik energi baru terbarukan, yaitu dengan adanya PLTMH di kampus UMM maupun PLTS. Ini memberikan kontribusi nyata. Selain pembelajaran di ruang kelas yang sesuai dengan kurikulum, hal-hal yang berkaitan dengan praktik bidang energi baru terbarukan sudah benar-benar dilaksanakan sebagai laboratorium hidup,” tegasnya. Kunjungan DEN ke Kampus Putih dilatarbelakangi urgensi penguatan ketahanan energi nasional di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia. Saat ini, produksi minyak bumi terus menurun, sementara impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline meningkat. Tantangan pemenuhan energi primer tersebut diperberat oleh masih rendahnya tingkat pemanfaatan EBT secara nasional. Numberi menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan puncak emisi tercapai pada 2035 dan dekarbonisasi menuju Net Zero Emission (NZE) sebesar 129 juta ton CO2e pada 2060. Untuk mendukung kedaulatan dan swasembada energi, bauran energi primer dari EBT ditargetkan meningkat signifikan hingga mencapai 70–72 persen pada 2060. Lebih lanjut, ia menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membantu penyelesaian persoalan elektrifikasi masyarakat melalui pelaksanaan tridarma. Salah satunya ditunjukkan melalui inovasi desalinasi air laut yang dikembangkan dosen dan mahasiswa UMM di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, pemanfaatan energi surya untuk menghasilkan air bersih di wilayah dengan rasio elektrifikasi yang masih rendah merupakan bentuk pengabdian yang patut diapresiasi. “Tadi dari hasil presentasi, saya lihat beberapa kegiatan sudah dilakukan oleh teman-teman di UMM. Misalnya, desalinasi air laut menjadi air tawar (air bersih) di NTT dengan memanfaatkan energi surya atau matahari sebagai sumber pembangkitnya. Nah, ini adalah wujud pengabdian dan penelitian yang bagus, yang diterapkan langsung ke masyarakat,” ungkapnya. Menurut Numberi, sinergi dan kolaborasi strategis antara pemerintah dan perguruan tinggi seperti UMM menjadi kunci dalam mempercepat transisi energi hijau di Indonesia. Melalui riset terapan dan program pengabdian kepada masyarakat, kemandirian energi nasional serta pencapaian target bebas emisi karbon tidak lagi sekadar menjadi wacana, melainkan masa depan yang sedang dibangun bersama demi kesejahteraan generasi mendatang. (Faqih/AS)

Pakar UMM Ungkap Pemadaman Listrik Berpotensi Rusak Perangkat Elektronik

Publika.id Pemadaman listrik bergilir kini tengah memicu perhatian publik. Di balik terganggunya berbagai aktivitas, terdapat risiko tersembunyi yang jarang disadari oleh masyarakat luas. Dilansir dari Detikcom, Pakar Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Machmud Effendy, menjelaskan bahwa pemadaman tersebut membawa risiko besar bagi keselamatan perangkat elektronik. Menurutnya, tingkat kerusakan paling fatal pada alat elektronik justru terjadi bukan saat arus listrik terputus. Kerusakan parah biasanya berlangsung ketika aliran listrik kembali mengalir karena terjadi lonjakan tegangan secara drastis. Ketika arus kembali menyala, pasokan energi akan langsung membanjiri komponen internal dalam jumlah besar dan waktu yang sangat singkat. Fenomena ini kerap merusak komponen yang didesain hanya untuk batas rentang tegangan tertentu. Sejumlah barang yang rentan mengalami kerusakan akibat lonjakan daya pascalistrik padam meliputi komputer, perangkat pengisi daya (charger), router WiFi, mesin cuci, hingga pendingin ruangan (AC). Dampak buruk dari berhentinya aliran listrik secara tiba-tiba tidak hanya mengancam komponen fisik elektronik rumah tangga. Perangkat digital seperti komputer dan server juga menghadapi konsekuensi yang tidak kalah serius. Masalah ini berpotensi memicu hilangnya dokumen penting hingga menyebabkan kegagalan sistem operasional pada perangkat digital yang sedang aktif digunakan. “Pada perangkat yang sedang menulis data, dampaknya bisa sangat serius. Tidak hanya kehilangan data, tetapi file dapat menjadi rusak, sistem operasi gagal berjalan, hingga terjadi kerusakan fisik pada media penyimpanan,” tutur Prof. Machmud Effendy. Mempercepat Penuaan Komponen Alat Rumah Tangga Selain merusak sistem penyimpanan, pemadaman berkala turut mempercepat penurunan usia pakai komponen pada mesin pendingin seperti AC dan kulkas. Kondisi ini dipicu oleh pemaksaan kerja perangkat saat tekanan internal belum berada dalam posisi stabil. “Banyak perangkat tampak normal setelah listrik kembali menyala. Namun, bisa saja komponen di dalamnya telah mengalami kerusakan mikroskopis yang baru menimbulkan masalah di kemudian hari,” jelasnya.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM Luncurkan Empat Portal Media Digital, Siapkan Jurnalis Era Modern

Malang (beritajatim.com) – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan empat portal media digital baru dalam ajang Communication Journalism Exhibition and Talkshow (Komjest) 2026. Peluncuran tersebut menjadi bagian dari implementasi pembelajaran jurnalistik yang tidak hanya berorientasi pada produksi berita, tetapi juga pengembangan media digital yang adaptif terhadap perkembangan industri. Pameran karya sekaligus peluncuran portal media itu digelar di Malang Creative Center (MCC), Jumat (26/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen UMM dalam mencetak calon jurnalis profesional yang mampu menjawab tantangan transformasi media di era digital. Dosen Praktikum Jurnalisme Data dan Dokumenter 3 UMM, Dr. Nurudin, M.Si., menjelaskan bahwa empat portal media yang dikembangkan mahasiswa memiliki karakter dan segmentasi pembaca yang berbeda. Portal natera.id mengangkat isu lingkungan, soravista.id berfokus pada destinasi wisata alam, zheltymedia.id menyajikan konten edukasi kesehatan digital, sedangkan clickbites.id menghadirkan informasi seputar dunia kuliner. “Hadirnya portal-portal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak sekadar memproduksi teks berita, melainkan mampu membangun identitas media dengan target pembaca dan nilai editorial yang terarah,” ujar Nurudin kepada beritajatim.com, Senin (29/6/2026). Selain peluncuran media digital, Komjest 2026 juga menghadirkan forum diskusi bersama para pemimpin redaksi dari masing-masing portal. Dalam sesi tersebut, mahasiswa memaparkan strategi pengembangan media, mulai dari penentuan segmentasi audiens, pengelolaan konten, hingga arah kebijakan editorial. Wawasan peserta semakin diperkaya melalui talkshow bertajuk “Transformasi Media & Jurnalisme: Dari Media Konvensional ke Media Modern”. Forum tersebut membahas perubahan pola konsumsi informasi masyarakat sekaligus strategi distribusi konten lintas platform di era digital. Menurut Nurudin, perkembangan industri media saat ini menuntut mahasiswa memiliki kompetensi yang lebih luas dibanding sekadar kemampuan menulis berita. “Praktikum JR 3 ini fokus pada optimasi media digital. Mahasiswa memanfaatkan Instagram, konten audio visual, hingga perangkat analitik seperti Google Analytics untuk melihat jangkauannya terhadap masyarakat, sehingga mereka tahu cara mengevaluasi efektivitas informasinya,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMM, Novin Farid Setyo Wibowo, S.Sos., M.Si., menyebut penyelenggaraan Komjest menjadi indikator keberhasilan implementasi pembelajaran berbasis luaran (outcome-based education) yang diterapkan dalam kurikulum praktikum jurnalistik. Ia mengapresiasi kemampuan mahasiswa yang tidak hanya menghasilkan karya jurnalistik, tetapi juga mampu membangun media digital sekaligus menyelenggarakan kegiatan profesional. “Saya bangga karena ini momentum penting mahasiswa mampu memamerkan karya dan menyelenggarakan acara ini dengan baik. Semoga kegiatan ini bisa diteruskan setiap semester hingga mampu melahirkan media baru yang dikelola secara profesional,” kata Novin.

Lawatan Strategis ke Jepang, UMM Perluas Peluang Studi dan Karier Internasional

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mengukuhkan posisi tawarnya di kancah global. Pada 17–23 Juni lalu, Kampus Putih melangsungkan lawatan strategis ke Jepang, tepatnya ke Shimonoseki City University, Miyazaki University, serta salah satu mitra industri kehutanan, Nosuta Kabushi. Kunjungan ini difokuskan pada realisasi kerja sama akademik, pertukaran mahasiswa, riset tingkat lanjut, hingga ekspansi bisnis institusi. Kehadiran delegasi UMM di Shimonoseki City University merupakan undangan kehormatan dalam rangka perayaan ulang tahun ke-70 kampus tersebut. Kunjungan ini sekaligus mematangkan kerja sama resmi yang telah dirintis selama sepuluh tahun terakhir. Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi MPsi PhD menjelaskan bahwa kemitraan ini membuahkan hasil nyata bagi mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), berupa program transfer kredit dan beasiswa pendidikan. “Kita sudah ada slot dua belas mahasiswa yang dipersiapkan. Nanti setelah lulus mereka akan kuliah S2 di Shimonoseki dengan beasiswa dari pihak mereka,” ungkapnya. Selain mengirimkan delegasi, UMM juga akan menerima kunjungan balasan dari pihak Shimonoseki pada September mendatang untuk pengembangan riset dan bisnis. Salis, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa kolaborasi ini turut merambah pengembangan sektor bisnis komersial, seperti perikanan salmon serta komoditas stroberi dan kopi. “Nanti pada September, empat orang mahasiswa bersama dua profesor, serta sekitar lima belas orang lainnya akan datang ke sini untuk bekerja sama dalam pengembangan riset, kajian, dan peluang usaha kopi di Jepang,” tambahnya. Sebagai fasilitas penunjang, UMM dan Shimonoseki telah mendirikan Japan Corner yang dilengkapi pengajar penutur asli (native speaker) dari Jepang guna membekali kemampuan bahasa bagi mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa fasilitas tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke Jepang, meski tetap terbuka bagi mahasiswa lain. “Nanti belajar bahasa Jepangnya di situ. Namun, Japan Corner juga terbuka bagi mahasiswa lain yang ingin belajar bahasa Jepang,” jelasnya. Sementara itu, kunjungan ke Miyazaki University berfokus pada perluasan jejaring kerja sama. Mengingat empat dosen UMM merupakan alumni kampus tersebut, penjajakan skema riset bersama dan pertukaran pelajar menjadi lebih terarah. Dalam rangkaian lawatan yang sama, UMM juga memperkuat hubungan dengan mitra industri kehutanan Jepang, Nosuta Kabushi. Kemitraan yang telah meluluskan program magang angkatan pertama ini akan diakselerasi melalui pembangunan Forestry Japan Training Center di kawasan Pujon Hill. Salis menerangkan bahwa pihak industri Jepang bersedia berinvestasi dalam penyediaan sarana, kurikulum, hingga tenaga ahli untuk mempersiapkan kuota magang yang lebih besar. “Mereka akan berinvestasi dalam penyediaan tenaga ahli, kurikulum, dan perlengkapan untuk Forestry Japan Training Center di Pujon Hill, sehingga membuka peluang bagi mahasiswa kehutanan untuk berkarier di tingkat internasional,” terangnya. Langkah UMM di Negeri Sakura ini sejalan dengan visi internasionalisasi kampus. Ke depan, rangkaian kolaborasi strategis dengan berbagai mitra di Jepang diharapkan mampu meningkatkan kualitas riset UMM agar semakin mutakhir, sekaligus mencetak lulusan yang memiliki daya saing global. Tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu, jejaring internasional ini juga diproyeksikan memberikan manfaat strategis bagi institusi, salah satunya melalui terbukanya peluang karier internasional bagi para alumni.

UMM Perluas Jejaring Global di Jepang, Siapkan Jalur S2 Beasiswa hingga Karier Internasional bagi Mahasiswa

Malangpariwara.com – Komitmen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan kembali diwujudkan melalui lawatan strategis ke Jepang pada 17–23 Juni 2026. Kunjungan ke Shimonoseki City University, Miyazaki University, dan mitra industri kehutanan Nosuta Kabushi tidak sekadar mempererat hubungan akademik, tetapi juga membuka peluang beasiswa, riset internasional, hingga akses karier global bagi mahasiswa dan lulusan. Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, menjelaskan bahwa kunjungan ke Shimonoseki City University merupakan undangan kehormatan dalam peringatan 70 tahun berdirinya perguruan tinggi tersebut. Momentum itu sekaligus menjadi ajang memperkuat kemitraan yang telah terjalin selama satu dekade. Menurut Salis, hasil konkret dari kerja sama tersebut mulai dirasakan mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP). UMM telah memperoleh kuota bagi 12 mahasiswa untuk melanjutkan studi magister di Shimonoseki City University melalui skema beasiswa. “Kita sudah ada slot dua belas mahasiswa yang dipersiapkan, nanti lulus mereka akan kuliah S2 di Shimonoseki di bawah beasiswa mereka,” ujarnya. Tak berhenti pada program pendidikan, kolaborasi kedua institusi juga akan berkembang ke bidang riset dan pengembangan bisnis. Pada September mendatang, delegasi Shimonoseki University yang terdiri dari mahasiswa, profesor, dan tim akademik dijadwalkan berkunjung ke UMM untuk menindaklanjuti berbagai program kerja sama. Salah satu fokus kolaborasi adalah pengembangan komoditas bernilai ekonomi tinggi, seperti salmon, stroberi, dan kopi, yang diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia akademik dan sektor industri. “Nanti September empat orang mahasiswa bersama dua orang profesor, serta ada lima belasan orang yang ke mari akan kerja sama dengan kita untuk pengembangan riset, kajian, dan juga peluang usaha kopi di Jepang,” tambahnya. Sebagai bentuk dukungan terhadap program internasional tersebut, UMM juga menghadirkan Japan Corner, fasilitas pembelajaran bahasa dan budaya Jepang yang dilengkapi pengajar penutur asli. Kehadiran pusat pembelajaran ini diprioritaskan bagi mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke Jepang, namun juga terbuka bagi seluruh sivitas akademika yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa Jepang. “Nanti belajar bahasa Jepangnya di situ, tapi Japan Corner juga membuka untuk mahasiswa yang lain yang mau belajar Jepang boleh datang ke situ,” jelas Salis. Dalam agenda yang sama, delegasi UMM juga mengunjungi Miyazaki University. Hubungan emosional yang telah terbangun melalui empat dosen UMM yang merupakan alumni kampus tersebut menjadi modal penting untuk memperluas kolaborasi, khususnya pada bidang riset bersama, pertukaran dosen, dan mobilitas mahasiswa. Sementara itu, sektor industri juga menjadi perhatian serius dalam lawatan tersebut. Bersama perusahaan kehutanan Jepang, Nosuta Kabushi, UMM sepakat memperluas kerja sama melalui pembangunan Forestry Japan Training Center di kawasan Pujon Hill. Pusat pelatihan ini akan menjadi sarana pembekalan mahasiswa kehutanan sebelum mengikuti program magang maupun bekerja di Jepang. Mitra industri Jepang bahkan siap berinvestasi dalam penyediaan kurikulum, tenaga ahli, serta berbagai fasilitas penunjang. “Mereka akan invest tenaga, kurikulum, perlengkapan untuk Forestry Japan Training Center di Pujon Hill, sehingga membuka peluang dari teman-teman kehutanan untuk berkarir internasional,” ungkapnya. Melalui rangkaian kerja sama tersebut, UMM semakin menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi berorientasi global. Internasionalisasi tidak lagi sebatas pertukaran mahasiswa, tetapi juga mencakup penguatan riset, hilirisasi inovasi, pengembangan bisnis, hingga penciptaan jalur karier internasional bagi lulusan. Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan UMM di pasar kerja global sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai salah satu perguruan tinggi Indonesia yang aktif membangun jejaring internasional berkelanjutan.

Lawatan Strategis ke Jepang, UMM Perluas Peluang Studi dan Karier Internasional

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mengukuhkan posisi tawarnya di kancah global. Pada 17–23 Juni lalu, Kampus Putih melangsungkan lawatan strategis ke Jepang, tepatnya ke Shimonoseki City University, Miyazaki University, serta salah satu mitra industri kehutanan, Nosuta Kabushi. Kunjungan ini difokuskan pada realisasi kerja sama akademik, pertukaran mahasiswa, riset tingkat lanjut, hingga ekspansi bisnis institusi. Kehadiran delegasi UMM di Shimonoseki City University merupakan undangan kehormatan dalam rangka perayaan ulang tahun ke-70 kampus tersebut. Kunjungan ini sekaligus mematangkan kerja sama resmi yang telah dirintis selama sepuluh tahun terakhir. Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi MPsi PhD menjelaskan bahwa kemitraan ini membuahkan hasil nyata bagi mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), berupa program transfer kredit dan beasiswa pendidikan. “Kita sudah ada slot dua belas mahasiswa yang dipersiapkan. Nanti setelah lulus mereka akan kuliah S2 di Shimonoseki dengan beasiswa dari pihak mereka,” ungkapnya. Selain mengirimkan delegasi, UMM juga akan menerima kunjungan balasan dari pihak Shimonoseki pada September mendatang untuk pengembangan riset dan bisnis. Salis, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa kolaborasi ini turut merambah pengembangan sektor bisnis komersial, seperti perikanan salmon serta komoditas stroberi dan kopi. “Nanti pada September, empat orang mahasiswa bersama dua profesor, serta sekitar lima belas orang lainnya akan datang ke sini untuk bekerja sama dalam pengembangan riset, kajian, dan peluang usaha kopi di Jepang,” tambahnya. Sebagai fasilitas penunjang, UMM dan Shimonoseki telah mendirikan Japan Corner yang dilengkapi pengajar penutur asli (native speaker) dari Jepang guna membekali kemampuan bahasa bagi mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa fasilitas tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke Jepang, meski tetap terbuka bagi mahasiswa lain. “Nanti belajar bahasa Jepangnya di situ. Namun, Japan Corner juga terbuka bagi mahasiswa lain yang ingin belajar bahasa Jepang,” jelasnya. Sementara itu, kunjungan ke Miyazaki University berfokus pada perluasan jejaring kerja sama. Mengingat empat dosen UMM merupakan alumni kampus tersebut, penjajakan skema riset bersama dan pertukaran pelajar menjadi lebih terarah. Dalam rangkaian lawatan yang sama, UMM juga memperkuat hubungan dengan mitra industri kehutanan Jepang, Nosuta Kabushi. Kemitraan yang telah meluluskan program magang angkatan pertama ini akan diakselerasi melalui pembangunan Forestry Japan Training Center di kawasan Pujon Hill. Salis menerangkan bahwa pihak industri Jepang bersedia berinvestasi dalam penyediaan sarana, kurikulum, hingga tenaga ahli untuk mempersiapkan kuota magang yang lebih besar. “Mereka akan berinvestasi dalam penyediaan tenaga ahli, kurikulum, dan perlengkapan untuk Forestry Japan Training Center di Pujon Hill, sehingga membuka peluang bagi mahasiswa kehutanan untuk berkarier di tingkat internasional,” terangnya. Langkah UMM di Negeri Sakura ini sejalan dengan visi internasionalisasi kampus. Ke depan, rangkaian kolaborasi strategis dengan berbagai mitra di Jepang diharapkan mampu meningkatkan kualitas riset UMM agar semakin mutakhir, sekaligus mencetak lulusan yang memiliki daya saing global. Tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu, jejaring internasional ini juga diproyeksikan memberikan manfaat strategis bagi institusi, salah satunya melalui terbukanya peluang karier internasional bagi para alumni.

Lawatan Strategis ke Jepang, UMM Buka Peluang Karir Internasional

www.majelistabligh.id –Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mengukuhkan posisi tawarnya di kancah global. Pada 17-23 Juni lalu, Kampus Putih melangsungkan lawatan strategis ke Jepang, tepatnya ke Shimonoseki City University, Miyazaki University, serta salah satu mitra industri kehutanan Nosuta Kabushi. Kunjungan ini difokuskan pada realisasi kerja sama akademik, pertukaran mahasiswa, riset tingkat lanjut, hingga ekspansi bisnis institusi. Kehadiran delegasi UMM di Shimonoseki City University merupakan undangan kehormatan dalam rangka perayaan ulang tahun ke-70 kampus tersebut. Kunjungan ini sekaligus mematangkan kerja sama resmi yang telah dirintis sejak sepuluh tahun lalu. Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, PhD menjelaskan, kemitraan ini membuahkan hasil nyata bagi mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), berupa program transfer kredit dan beasiswa pendidikan. “Kita sudah ada slot dua belas mahasiswa yang dipersiapkan, nanti lulus mereka akan kuliah S2 di Shimonoseki di bawah beasiswa mereka,” ungkapnya. Selain mengirimkan delegasi, UMM juga akan menerima kunjungan balasan dari pihak Shimonoseki pada bulan September mendatang untuk pengembangan riset dan bisnis. Salis sapaan akrabnya menuturkan bahwa kolaborasi ini turut merambah pada pengembangan sektor bisnis komersial seperti perikanan salmon, serta komoditas stroberi dan kopi. “Nanti September empat orang mahasiswa bersama dua orang profesor, serta ada lima belasan orang yang ke mari akan kerja sama dengan kita untuk pengembangan riset, kajian, dan juga peluang usaha kopi di Jepang,” tambahnya. Sebagai fasilitas penunjang, UMM dan Shimonoseki telah mendirikan Japan Corner yang dilengkapi dengan pengajar penutur asli (native speaker) dari Jepang guna membekali kemampuan bahasa mahasiswa. Ia memaparkan bahwa fasilitas tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa yang akan berangkat studi ke Jepang, meski tidak menutup kesempatan bagi mahasiswa lain secara umum. “Nanti belajar bahasa Jepangnya di situ, tapi Japan Corner juga membuka untuk mahasiswa yang lain yang mau belajar Jepang boleh datang ke situ,” jelasnya. Sementara itu, kunjungan ke Miyazaki University berfokus pada perluasan jangkauan institusi. Mengingat empat dosen UMM merupakan alumni dari kampus tersebut, penjajakan skema riset bersama dan pertukaran pelajar menjadi lebih terarah. Dalam rangkaian lawatan yang sama, UMM turut memperkuat hubungan dengan mitra industri kehutanan Jepang, Nosuta Kabushi. Kemitraan yang telah meluluskan program magang batch pertama ini akan diakselerasi dengan pembangunan Forestry Japan Training Center di kawasan Pujon Hill. Pria itu menerangkan bahwa pihak industri Jepang bersedia berinvestasi dalam penyediaan sarana, kurikulum, hingga tenaga ahli untuk mempersiapkan kuota magang yang lebih masif. “Mereka akan invest tenaga, kurikulum, perlengkapan untuk Forestry Japan Training Center di Pujon Hill, sehingga membuka peluang dari teman-teman kehutanan untuk berkarir internasional,” terangnya. Langkah UMM di negeri sakura ini sepenuhnya sejalan dengan visi internationalisasi. Ke depan, rangkaian kolaborasi strategis dengan Jepang diharapkan mampu meroketkan kualitas riset universitas agar lebih mutakhir, sekaligus mencetak lulusan dengan daya saing tinggi. Tidak hanya sekadar transfer ilmu, jejaring internasional ini diproyeksikan mampu memberikan keuntungan ganda bagi institusi, salah satunya berupa kesempatan kerja eksklusif bagi alumni.

Mahasiswa UMM Terpilih Jadi Ketua Umum PP HIKMAHBUDHI

MALANG POST – Adalah Chandra Aditya Nugraha, alumnus Program Studi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2016, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (PP HIKMAHBUDHI) periode 2025–2028. Capaian ini menegaskan bahwa kampus berlatar belakang Islam mampu mencetak pemimpin nasional yang berdaya saing tinggi tanpa memandang latar belakang agama dan keyakinan. Chandra sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pencapaian puncaknya saat ini merupakan buah dari proses panjang yang ia rintis sejak pertama kali bergabung dengan HIKMAHBUDHI dan Asosiasi Kesejahteraan Sosial Jawa Timur pada tahun 2015. “Organisasi itu prosesnya panjang. Saya memulai dari anggota, kemudian menjadi pengurus cabang, hingga akhirnya dipercaya menjadi Ketua Cabang. Setelah lulus dari UMM pada tahun 2020, saya mengabdikan diri sebagai pengurus pusat di Jakarta sambil melanjutkan studi,” ungkapnya 26 Juni pada Humas UMM. Dalam perjalanannya menuju kursi kepemimpinan tertinggi pada pencalonan tahun 2024 lalu, ia dihadapkan pada dinamika yang menguji kedewasaan kepemimpinannya, terutama dalam mengelola konflik internal agar tidak memecah belah anggota. “Saat proses pemilihan, itu menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Dari situ saya belajar memanajemen konflik agar organisasi tetap solid,” jelasnya. Sebagai mahasiswa non-Muslim yang menempuh pendidikan di institusi Islam, ia menilai Kampus Putih UMM telah memberikannya ruang belajar nyata tentang esensi kebhinekaan yang memberikan hak setara bagi seluruh sivitas akademika. “Saya bangga dengan UMM. Kampus ini menerapkan nilai keberagaman secara nyata. UMM tidak mengharuskan mahasiswanya beragama Islam atau berasal dari Muhammadiyah. Semua orang bisa belajar dan berkembang bersama,” tuturnya. Bagi Chandra, UMM adalah miniatur Indonesia yang sukses mengimplementasikan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Di kampus ini, mahasiswa dari berbagai daerah, etnis, dan keyakinan dapat berbaur dan mendapatkan fasilitas serta hak pendidikan yang sama. Kebebasan dan toleransi inilah yang turut mendewasakan perspektif kepemimpinannya untuk berkiprah di tingkat nasional. Terkait tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, Chandra menyadari bahwa rasa khawatir dan overthinking mengenai masa depan adalah fase wajar, namun ia mendorong mahasiswa untuk berani mengambil risiko demi memperjuangkan tujuan hidup. “Hidup yang tidak pernah dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan. Jadi jangan takut tentang besok akan menjadi apa. Fokuslah pada apa yang teman-teman minati dan cintai hari ini. Dari situlah jalan akan terbuka,” tegasnya. Kisah perjalanan Chandra menjadi bukti konkret bahwa lingkungan pendidikan yang menjunjung tinggi toleransi, dipadukan dengan keberanian untuk terus berproses, mampu mencetak pemimpin yang tangguh. Nilai-nilai inklusivitas yang dibawa dari Kampus Putih diharapkan tidak hanya memajukan organisasinya, tetapi juga menjadi pesan kuat bagi mahasiswa lain untuk tidak takut bermimpi besar, terus berkarya, dan berani mengambil langkah nyata bagi masa depan bangsa.