Jangan Anggap Sepele, Mati Listrik Mendadak Bisa Rusak AC-Kulkas

detik.com, Jakarta – Beberapa minggu terakhir sejumlah daerah mengalami pemadaman listrik mendadak. Pemadaman ini bisa berlangsung berjam-jam tanpa kepastian. Efeknya bukan hanya pada kegiatan masyarakat yang tertunda, tetapi pada perangkat elektronik. Perangkat bisa cepat rusak akibat mati listrik mendadak. Menurut Pakar Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Machmud Effendy menyatakan pemadaman listrik mendadak dapat memperpendek usia pemakaian perangkat elektronik, terutama pada kulkas dan AC. Pasalnya perangkat tersebut tiba-tiba mati, lalu saat listrik menyala dipaksa bekerja ekstra meskipun tekanan belum stabil. Hal ini yang menyebabkan saat listrik menyala, kulkas bisa tiba-tiba bergetar hebat dan ada komponen AC yang rusak. “Banyak perangkat tampak normal setelah listrik kembali menyala. Namun, bisa saja komponen di dalamnya telah mengalami kerusakan mikroskopis yang baru menimbulkan masalah di kemudian hari,” kata Machmud, seperti dikutip detikcom pada Selasa (30/6/2026). Ketika listrik kembali menyala, terjadi lonjakan tegangan yang drastis. Hal ini membuat kejutan bagi perangkat elektronik yang tadinya dalam keadaan mati. Jika pemadaman sering terjadi, tingkat kerusakannya cukup tinggi. Selain AC dan kulkas, perangkat lainnya, seperti komputer, charger, router WiFi, hingga mesin cuci juga bisa mengalami masalah serupa. Hal yang Harus Dilakukan Ketika Pemadaman Listrik Mendadak Machmud menyarankan agar perabotan elektronik segera cabut kabel atau steker perangkat dari stopkontak setelah pemadaman terjadi. Hal ini untuk mencegah lonjakan drastis sehingga dapat mencegah kerusakan perangkat. Ia menegaskan kerusakan pada perangkat saat listrik padam tidak separah ketika listrik kembali menyala. Kemudian, saat lampu sudah kembali menyala, tunggu 2-5 menit sebelum menggunakan perangkat elektronik dan lakukan secara bertahap, jangan berbarengan. Selain itu, beli perangkat surge protector berkualitas untuk menyerap lonjakan tegangan, menjaga keamanan aset digital, dan memastikan perangkat elektronik berumur panjang.

UMM Raih Anugerah Kampus Unggulan 2026, Jadi Universitas dengan Hibah Penelitian Terbanyak di Jatim

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi di tingkat Jawa Timur. Kampus Putih berhasil meraih Anugerah Kampus Unggulan 2026 dari LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur sebagai perguruan tinggi penerima Program Hibah Penelitian dengan pendanaan dan jumlah judul terbanyak kategori universitas/institut. Penghargaan tersebut diserahkan dalam Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi (Rakerpim) LLDIKTI Wilayah VII pada 22 Juni 2026. Capaian ini semakin memperkuat posisi UMM sebagai salah satu perguruan tinggi dengan ekosistem riset yang produktif dan kompetitif di Indonesia. UMM Bangun Ekosistem Riset yang Terstruktur Kepala Biro Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama (BRBK) UMM, Dr. Salahudin, S.IP., M.Si., M.P.A., mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil dari sistem pendukung penelitian yang dibangun secara berkelanjutan oleh universitas. Menurutnya, UMM tidak hanya menyediakan pendanaan internal, tetapi juga memberikan pendampingan intensif kepada dosen mulai dari penyusunan proposal hingga pelaksanaan penelitian. “Yang pertama berkait dengan dukungan universitas terhadap program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang sangat komprehensif. Ada pendanaan internal, kemudian pendampingan proposal mulai dari tingkat fakultas sampai universitas, termasuk klinik proposal yang dilakukan secara terpusat di LPPM,” ujarnya. Selain dukungan pendanaan, UMM juga memperkuat budaya riset melalui berbagai unit pendukung seperti Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Bursa Intelektual, KPI, hingga pusat-pusat studi yang mendorong produktivitas dosen. Melalui sistem tersebut, para dosen memperoleh dukungan yang berkelanjutan dalam melaksanakan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Penelitian Harus Berdampak bagi Masyarakat Salahudin menegaskan bahwa penelitian dan pengabdian merupakan bagian penting dari tridarma perguruan tinggi sehingga menjadi kewajiban setiap dosen. Karena itu, universitas terus menghadirkan berbagai skema pendampingan agar produktivitas penelitian terus meningkat. “Penelitian dan pengabdian itu merupakan urusan wajib yang harus dilaksanakan oleh dosen karena menjadi bagian dari tridarma perguruan tinggi. Karena itu, UMM mendukung Bapak-Ibu dosen dengan berbagai cara, mulai dari pendampingan, pendanaan, hingga struktur organisasi yang mendukung pelaksanaan penelitian,” katanya. Menurutnya, keberhasilan riset tidak hanya diukur dari jumlah penelitian yang dihasilkan. Lebih dari itu, penelitian harus mampu memberikan solusi terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. UMM pun membentuk berbagai klaster riset unggulan serta memetakan wilayah sasaran pengabdian berdasarkan kebutuhan masyarakat. “Lokasi penelitian dan pengabdian harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Misalnya, ketika UMM mengirim tim penelitian dan pengabdian ke Nusa Tenggara Timur, itu karena daerah tersebut memang membutuhkan. Jadi, penelitian dan pengabdian tidak hanya ditentukan oleh dosen, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat agar benar-benar berdampak,” jelasnya. Mahasiswa Wajib Terlibat dalam Program Penelitian UMM juga mewajibkan keterlibatan mahasiswa dalam setiap program penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa dilibatkan sejak penyusunan proposal, pelaksanaan kegiatan, hingga penyusunan luaran penelitian berupa publikasi ilmiah, poster akademik, maupun hasil riset lainnya. Kebijakan tersebut bertujuan membangun budaya riset sejak dini sekaligus meningkatkan kompetensi akademik mahasiswa. Ke depan, UMM berkomitmen terus meningkatkan kualitas penelitian melalui optimalisasi seluruh potensi dosen, baik dosen muda maupun dosen senior. Universitas menilai keberhasilan riset tidak hanya ditentukan oleh jumlah hibah yang diperoleh, tetapi juga kualitas penelitian serta dampaknya dalam memberikan solusi bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Berita Malang Raya Populer: Harga Telur-Ayam Efek MBG Libur, Kasus Petinggi KONI Naik Sidik

SURYAMALANG.COM, MALANG RAYA – Dinamika pasokan pangan di Malang Raya mengalami gejolak harga setelah operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara waktu. Di sisi lain, isu hukum lokal juga memanas setelah Polres Batu resmi menaikkan status perkara dugaan pengeroyokan yang menyeret nama Wakil Ketua KONI Kota Batu, Sinal Abidin, ke tahap penyidikan. Kedua isu komoditas pasar dan kriminalitas tokoh publik ini menjadi sorotan utama masyarakat di wilayah Malang Raya. Berikut ulasan selengkapnya: Harga Telur-Ayam Efek MBG Libur Penghentian sementara operasional SPPG dinilai memengaruhi dinamika pasokan dan harga sejumlah komoditas pangan, khususnya telur dan daging ayam. Kondisi tersebut diperkirakan bersifat sementara, namun perlu terus dipantau ketika program MBG kembali berjalan. Ekonom muda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sekaligus kandidat doktor Ilmu Ekonomi Universitas Brawijaya (UB) Malang, M Rofik, mengatakan sejak awal pelaksanaan MBG, permintaan terhadap telur dan ayam meningkat tajam karena kebutuhan rumah tangga harus berbagi dengan kebutuhan dapur SPPG. “Pada awal program MBG kita sempat mengalami kekurangan suplai telur dan ayam karena permintaannya meningkat. Selain konsumsi rumah tangga, ada kebutuhan dari SPPG sehingga pemasok akhirnya meningkatkan produksinya,” ujar Rofik kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (30/6/2026). Menurutnya, para pemasok sudah berasumsi MBG akan berjalan secara berkelanjutan, namun ketika operasional SPPG dihentikan sementara, permintaan mendadak turun sehingga terjadi kelebihan pasokan di tingkat produsen. “Ketika ada kebijakan baru dan SPPG berhenti sementara, akhirnya terjadi over supply sementara. Ini hal yang wajar dalam mekanisme pasar,” katanya. Namun begitu, Rofik menilai kondisi tersebut perlu diamati lebih lanjut ketika SPPG kembali beroperasi. Jika harga komoditas kembali naik, maka program MBG memang berkontribusi terhadap tekanan inflasi pangan. “Nanti ketika SPPG beroperasi lagi, perlu dilihat apakah harga kembali stabil atau justru naik lagi. Kalau naik lagi, berarti memang ada pengaruh tambahan permintaan dari program MBG terhadap inflasi pangan,” ujarnya. Dalam ilmu ekonomi makro, inflasi yang terkendali justru menjadi indikator ekonomi yang sehat karena mendorong aktivitas konsumsi masyarakat. “Inflasi yang terjaga itu baik. Misal orang terdorong membeli properti karena memperkirakan harganya akan lebih mahal di masa depan,” ujarnya. Sebaliknya, kalau deflasi, masyarakat cenderung menunda pembelian karena harga semakin turun. Itu justru bisa memperlambat perekonomian. Pasalnya, uang yang harusnya dibelanjakan, tidak digunakan untuk belanja. Produsen pun tidak menerima keuntungan dari kondisi tersebut. Menurut Rofik, fenomena penurunan harga komoditas pangan saat ini belum dapat langsung dikategorikan sebagai deflasi. Rofik menilai, kondisi tersebut lebih merupakan penyesuaian sementara akibat perubahan permintaan setelah SPPG berhenti beroperasi. “Ini lebih tepat dilihat sebagai dinamika harga sementara yang dipengaruhi liburnya SPPG,” katanya. Rofik menambahkan, keberadaan MBG pada dasarnya tidak akan memicu inflasi apabila peningkatan permintaan diimbangi dengan peningkatan produksi atau penawaran. Selama permintaan diimbangi oleh peningkatan penawaran, masyarakat tidak akan berebut bahan pangan dengan SPPG sehingga inflasi bisa ditekan. Rofik juga mengingatkan agar pemerintah memastikan harga pembelian komoditas untuk kebutuhan MBG tetap memberikan insentif bagi produsen. Pasalnya, apabila harga pembelian berada di bawah harga pasar, peternak justru enggan memasok kebutuhan program tersebut. “Secara teori ketika permintaan meningkat peternak harusnya diuntungkan. Tetapi kalau harga pembelian SPPG di bawah harga pasar, insentif produsen justru berkurang.” jelasnya. “Saya bahkan mendapat cerita ada peternak yang memilih tidak memasok ke SPPG karena harga yang ditawarkan lebih rendah dari harga pasar,” imbuh Rofik. Menurutnya, peternak memiliki batas harga minimal agar usaha tetap layak dijalankan mengingat biaya pakan dan bibit terus meningkat. “Peternak pasti menghitung biaya produksinya. Dari beberapa diskusi yang saya lakukan, harga ayam yang dianggap ideal berada di atas Rp 24.000 hingga Rp 25.000 per kilogram agar usaha mereka tetap menguntungkan,” pungkasnya. Sementara itu dari Kota Batu, kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan Wakil Ketua KONI Kota Batu, Sinal Abidin, dan dua orang lainnya, Hari Nugroho dan Arif Dwi Santoso alias Martin terhadap pengusaha asal Kota Batu berinisial RC, kini telah naik ke tahap penyidikan. Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Zaenal Arifin mengatakan, progres terbaru terkait kelanjutan kasus ini, penyidik kembali memanggil para saksi yang sebelumnya telah dimintai keterangan saat tahap penyelidikan lalu. Delapan saksi yang dipanggil merupakan pelapor, terlapor dan beberapa saksi yang saat kejadian berada di lokasi. “Tertain update dugaan tindak pindak pidana pengeroyokan saat ini perkara sudah kami naikan ke tahap penyidikan. Itu berdasarkan dari hasil gelar perkara,” kata AKP Zaenal Arifin kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (30/6/2026). “Kemudian kami juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi, saat ini masih proses berjalan untuk pemanggilan saksi-saksi lainnya dan tentunya kami juga akan memanggil terhadap terlapor,” tambahnya. Sedangkan soal kemungkinan status Sinal Abidin dan dua terlapor lainnya naik menjadi tersangka, Zaenal mengatakan kemungkinan itu baru akan terjawab setelah Satreskrim Polres Batu selesai melakukan pemanggilan terhadap delapan saksi, termasuk tiga terlapor. “Delapan saksi yang sudah kami periksa ditahap penyelidikan akan kami lakukan pemeriksaan kembali di tahap penyidikan” jelasnya. “Nanti setelah saksi-saksi sudah kami periksa semua, kami akan melakukan gelar perkara. Dari hasil gelar perkara itu nanti kita tunggu hasilnya seperti apa,” sambung Zaenal. Kronologi Kejadian dan Bantahan Pihak Terlapor Diberitakan sebelumnya, dugaan pengeroyokan menyeret nama Sinal Abidin bermula dari aksi saling dukung tim bulutangkis di Gedung Serbaguna Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Selasa (2/6/2026) lalu. Berdasarkan penuturan Kuasa Hukum RC, Teguh Utomo, saat pertandingan berlangsung terjadi saling dukung antar suporter tim bulutangkis hingga situasi memanas berlanjut di luar gedung. Ketika RC hendak pulang, dicegat dan didorong oleh Sinal meskipun telah berusaha memberikan penjelasan. Namun situasi justru memanas setelah Hari Nugroho dan Arif Dwi Santoso yang merupakan rekan Sinal ikut terlibat dalam ketegangan itu. Saat itu Sinal langsung menampar RC sebanyak beberapa kali sambil memaki dengan kalimat rasis. Sedangkan dari pihak Sinal Abidin membantah adanya pengeroyokan maupun makian dengan kalimat rasis. Menurut penasihat hukumnya, Bagas Dwi Wicaksono peristiwa itu murni spontanitas suporter saat memberikan dukungan.  

Program Kids Action PGSD UMM, Eksplorasi Kampus Jadi Wahana Penguat Karakter Anak

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG- Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Pendidikan, Sains, dan Humaniora (FPSH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menggelar program inovatif bertajuk KidsAction: Bocah Petualang di  Kampus 3 UMM, tanggal 23–24 Juni 2026. Program ini dijelaskan Ketua pelaksana kegiatan, Falistya Roisatul Mar’atin Nuro, S.Pd, M.Pd. Suasana membaca program KidsAction sebagai penguatan literasi anak sejak dini. Menurut Falistya, program KidsAction dirancang sebagai wadah penguatan karakter anak melalui berbagai aktivitas edukatif, kreatif, dan interaktif yang mendorong pengembangan potensi, kreativitas, serta rasa percaya diri sejak dini. Itu sebabnya konsep yang disung petualangan belajar yang menyenangkan. Falistya mengatakan saat ber-kegiatan peserta Kids Action bersama maskot kampus Swanumm, kemudian materi kegiatan disesuaikan pendekatan pembelajaran dalam dalam tiga jenjang, yakni Jenjang A (TK), Jenjang B (SD kelas rendah), dan Jenjang C (SD kelas tinggi). Peserta KidsAction ketika mengikuti diskusi interaktif berbagai permainan anak. Pada sesi inti, kegiatan diawali literasi ringan dan penguatan kedekatan emosional melalui diskusi interaktif mengenai berbagai permainan anak, beragam permainan tradisional seperti ular naga, dakon, hingga ular tangga raksasa yang dimainkan secara berkelompok. Tujuannya menumbuhkan kerja sama, sportivitas, dan kemampuan. Peserta KidsAction juga mengikuti sesi creative craft class untuk pengembangan kreativitas. Peserta dilatih membuat berbagai karya seperti topeng naga, cincin ular, scrapbook petualangan, hingga maket rumah adat dari kertas. Semua kegiatan didampingi mahasiswa PGSD UMM membantu proses kreatif mulai dari memotong, melipat, hingga merangkai karya. “KidsAction merupakan bentuk komitmen PGSD UMM dalam menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan di luar kelas formal. Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk berekspresi tanpa takut salah, sehingga kepercayaan diri mereka dapat tumbuh secara alami. Melalui konsep Bocah Petualang di Kampus Putih, anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga yang membekas dan menyenangkan,” ujar Dosen PGSD UMM ini. Sesi foto bersama antara panitia dengan peserta. Sekedar diketahui, kata Falistya,  Kids Action melibatkan tim dosen PGSD UMM, diantaranya Dian Ika Kusumaningtyas, M.Pd, Maharani Putri Kumalasani, M.Pd, dan Dr. Beti Istanti Suwandayani, S.Pd, M.Pd. Harapannya KidsAction program berkelanjutan dapat memberikan kontribusi nyata dalam membentuk generasi muda kreatif, tangguh, mandiri, dan berkarakter positif sejak usia dini. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa lingkungan kampus dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak untuk bermain, berkreasi, dan berpetualang  sambil  menumbuhkan  berbagai  keterampilan  penting  untuk  masa  depan. (panitia kidsaction pgsd umm/don)

Cegah Kelainan Tulang Belakang, Mahasiswa UMM Beri Edukasi Skoliosis di SMPN 2 Tanjung Selor

Kaltara, Presisi.co – Tim mahasiswa Program Studi S1 Fisioterapi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari Kelompok 5 menggelar penyuluhan kesehatan mengenai pencegahan skoliosis bagi siswa SMP Negeri 2 Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, pada 9 April 2026. Kegiatan yang diikuti 26 siswa kelas VIII berusia 13 hingga 14 tahun tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya menjaga postur tubuh serta mencegah risiko skoliosis sejak dini. Tim mahasiswa yang terdiri dari Muhammad Mukti Anggara Manis, Sudarmi, Arwin Leccen, dan Marselina Rannu memberikan edukasi terkait penyebab, gejala, hingga langkah pencegahan skoliosis yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Skoliosis merupakan kondisi kelainan tulang belakang yang melengkung secara tidak normal. Kebiasaan membawa tas sekolah terlalu berat pada satu sisi bahu maupun posisi duduk yang kurang tepat dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan tersebut. Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman siswa mengenai kesehatan tulang belakang. Selanjutnya, peserta mendapatkan leaflet edukatif yang memuat informasi tentang skoliosis, mulai dari pengertian, gejala awal hingga cara pencegahannya. Para siswa juga diajak mempraktikkan sejumlah latihan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah, seperti Pelvic Tilt, Plank, Cat-Cow, Bird-Dog, dan Seated Rotation Stretch. Setelah sesi praktik, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan post-test guna mengevaluasi pemah: , peserta setelah menerima materi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa UMM berharap siswa dapat lebih memperhatikan kesehatan postur tubuh, terutama pada masa pertumbuhan yang menjadi periode penting dalam perkembangan tulang belakang. Kepala SMP Negeri 2 Tanjung Selor, Sarjono, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa UMM yang memberikan edukasi kesehatan kepada para pelajar. “Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi kedatangan adik-adik mahasiswa dari UMM. Jujur saja, edukasi spesifik mengenai postur tubuh dan risiko skoliosis seperti ini masih sangat jarang didapatkan oleh anak-anak. Padahal, di usia mereka yang sedang aktif-aktifnya belajar, kebiasaan membawa tas berat dan duduk membungkuk itu sudah menjadi pemandangan sehari-hari,” ujarnya. Menurut Sarjono, metode penyampaian materi yang dipadukan dengan praktik langsung membuat siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga kesehatan tulang belakang. “Dengan adanya praktik langsung dan pembagian brosur ini, anak-anak jadi lebih sadar kalau menjaga posisi tubuh tegak itu penting untuk masa depan mereka. Kami berharap materi latihan sederhana yang diajarkan bisa terus dipraktikkan secara mandiri, baik di sekolah maupun di rumah masing-masing,” tutupnya. Kegiatan penyuluhan tersebut berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Selain menambah pengetahuan tentang skoliosis, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan hidup sehat dan kesadaran menjaga postur tubuh sejak usia sekolah. (*)

Mahasiswa UMM Kenalkan Rumah Budaya Ratna Lewat Aktivasi RBR SINGGAH di MCC

INDOZONE.ID – Tim Epilog Creative, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), melaksanakan aktivasi RBR SINGGAH di Malang Creative Center (MCC) pada senin (22/6/2026). Kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian pra-aktivasi untuk mengenalkan Rumah Budaya Ratna (RBR) dan sosok Ratna Indraswari Ibrahim, sastrawan disabilitas asal Malang. Aktivasi ini merupakan implementasi mata kuliah Praktikum Public Relations 3: Brand Activation. Tim Epilog Creative mengajak pengunjung MCC berdialog secara langsung memperkenalkan perjalanan Ratna Indraswari Ibrahim, karya-karyanya, serta peran Rumah Budaya Ratna sebagai ruang literasi dan ruang kreatif yang terbuka untuk masyarakat. Untuk memudahkan pengunjung mendapatkan informasi, tim menyediakan QR Code yang berisi materi tentang Ratna Indraswari Ibrahim dan Rumah Budaya Ratna. Setelah berinteraksi, pengunjung juga mendapatkan bookmark sebagai simbol literasi yang menjadi identitas Rumah Budaya Ratna. Melalui kegiatan ini, Tim Epilog Creative ingin meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih mengenal sosok Ratna Indraswari Ibrahim sekaligus mengetahui bahwa Rumah Budaya Ratna masih aktif menjadi ruang untuk membaca, berdiskusi, dan berkarya. Selain melakukan aktivasi di MCC, Tim Epilog Creative juga mengajak masyarakat untuk mengikuti rangkaian acara RBR SINGGAH, yaitu Singgah Sore pada 25 Juni 2026 di Rumah Budaya Ratna dan Singgah Berkarya pada 27 Juni 2026. Kedua kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai literasi yang diwariskan Ratna Indraswari Ibrahim.

UMM Raih Anugerah Kampus Unggulan 2026, Jadi Universitas dengan Hibah Penelitian Terbanyak di Jatim

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi di tingkat Jawa Timur. Kampus Putih berhasil meraih Anugerah Kampus Unggulan 2026 dari LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur sebagai perguruan tinggi penerima Program Hibah Penelitian dengan pendanaan dan jumlah judul terbanyak kategori universitas/institut. Penghargaan tersebut diserahkan dalam Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi (Rakerpim) LLDIKTI Wilayah VII pada 22 Juni 2026. Capaian ini semakin memperkuat posisi UMM sebagai salah satu perguruan tinggi dengan ekosistem riset yang produktif dan kompetitif di Indonesia. UMM Bangun Ekosistem Riset yang Terstruktur Kepala Biro Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama (BRBK) UMM, Dr. Salahudin, S.IP., M.Si., M.P.A., mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil dari sistem pendukung penelitian yang dibangun secara berkelanjutan oleh universitas. Menurutnya, UMM tidak hanya menyediakan pendanaan internal, tetapi juga memberikan pendampingan intensif kepada dosen mulai dari penyusunan proposal hingga pelaksanaan penelitian. “Yang pertama berkait dengan dukungan universitas terhadap program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang sangat komprehensif. Ada pendanaan internal, kemudian pendampingan proposal mulai dari tingkat fakultas sampai universitas, termasuk klinik proposal yang dilakukan secara terpusat di LPPM,” ujarnya. Selain dukungan pendanaan, UMM juga memperkuat budaya riset melalui berbagai unit pendukung seperti Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Bursa Intelektual, KPI, hingga pusat-pusat studi yang mendorong produktivitas dosen. Melalui sistem tersebut, para dosen memperoleh dukungan yang berkelanjutan dalam melaksanakan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Penelitian Harus Berdampak bagi Masyarakat Salahudin menegaskan bahwa penelitian dan pengabdian merupakan bagian penting dari tridarma perguruan tinggi sehingga menjadi kewajiban setiap dosen. Karena itu, universitas terus menghadirkan berbagai skema pendampingan agar produktivitas penelitian terus meningkat. “Penelitian dan pengabdian itu merupakan urusan wajib yang harus dilaksanakan oleh dosen karena menjadi bagian dari tridarma perguruan tinggi. Karena itu, UMM mendukung Bapak-Ibu dosen dengan berbagai cara, mulai dari pendampingan, pendanaan, hingga struktur organisasi yang mendukung pelaksanaan penelitian,” katanya. Menurutnya, keberhasilan riset tidak hanya diukur dari jumlah penelitian yang dihasilkan. Lebih dari itu, penelitian harus mampu memberikan solusi terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. UMM pun membentuk berbagai klaster riset unggulan serta memetakan wilayah sasaran pengabdian berdasarkan kebutuhan masyarakat. “Lokasi penelitian dan pengabdian harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Misalnya, ketika UMM mengirim tim penelitian dan pengabdian ke Nusa Tenggara Timur, itu karena daerah tersebut memang membutuhkan. Jadi, penelitian dan pengabdian tidak hanya ditentukan oleh dosen, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat agar benar-benar berdampak,” jelasnya. Mahasiswa Wajib Terlibat dalam Program Penelitian UMM juga mewajibkan keterlibatan mahasiswa dalam setiap program penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa dilibatkan sejak penyusunan proposal, pelaksanaan kegiatan, hingga penyusunan luaran penelitian berupa publikasi ilmiah, poster akademik, maupun hasil riset lainnya. Kebijakan tersebut bertujuan membangun budaya riset sejak dini sekaligus meningkatkan kompetensi akademik mahasiswa. Ke depan, UMM berkomitmen terus meningkatkan kualitas penelitian melalui optimalisasi seluruh potensi dosen, baik dosen muda maupun dosen senior. Universitas menilai keberhasilan riset tidak hanya ditentukan oleh jumlah hibah yang diperoleh, tetapi juga kualitas penelitian serta dampaknya dalam memberikan solusi bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Pandangan Ekonom UMM Tentang Pengaruh Program Makan Bergizi Gratis Terhadap Inflasi Pangan di Malang

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG – Penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai memengaruhi dinamika pasokan dan harga sejumlah komoditas pangan, khususnya telur dan daging ayam. Kondisi tersebut diperkirakan bersifat sementara, namun perlu terus dipantau ketika program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan. Ekonom muda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sekaligus kandidat doktor Ilmu Ekonomi Universitas Brawijaya (UB) Malang, M Rofik, mengatakan sejak awal pelaksanaan MBG, permintaan terhadap telur dan ayam meningkat tajam karena kebutuhan rumah tangga harus berbagi dengan kebutuhan dapur SPPG. “Pada awal program MBG kita sempat mengalami kekurangan suplai telur dan ayam karena permintaannya meningkat.” “Selain konsumsi rumah tangga, ada kebutuhan dari SPPG sehingga pemasok akhirnya meningkatkan produksinya,” ujar Rofik kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (30/6/2026). Menurutnya, para pemasok sudah berasumsi bahwa program MBG akan berjalan secara berkelanjutan. Namun ketika operasional SPPG dihentikan sementara, permintaan mendadak turun sehingga terjadi kelebihan pasokan di tingkat produsen. “Ketika ada kebijakan baru dan SPPG berhenti sementara, akhirnya terjadi over supply sementara. Ini hal yang wajar dalam mekanisme pasar,” katanya. Namun begitu, Rofik menilai kondisi tersebut perlu diamati lebih lanjut ketika SPPG kembali beroperasi. Jika harga komoditas kembali naik, maka program MBG memang berkontribusi terhadap tekanan inflasi pangan. “Nanti ketika SPPG beroperasi lagi, perlu dilihat apakah harga kembali stabil atau justru naik lagi.” “Kalau naik lagi, berarti memang ada pengaruh tambahan permintaan dari program MBG terhadap inflasi pangan,” ujarnya. Meski demikian, ia menegaskan inflasi tidak selalu berdampak negatif. Dalam ilmu ekonomi makro, inflasi yang terkendali justru menjadi indikator ekonomi yang sehat karena mendorong aktivitas konsumsi masyarakat. “Inflasi yang terjaga itu baik. Misal orang terdorong membeli properti karena memperkirakan harganya akan lebih mahal di masa depan,” ujarnya. Sebaliknya, kalau deflasi, masyarakat cenderung menunda pembelian karena harga semakin turun.

Hibah Riset Terbanyak, UMM Sabet Titel Kampus Unggulan LLDIKTI VII 2026

Tugumalang.id – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses meraih Anugerah Kampus Unggulan 2026 dari LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur. Predikat bergengsi ini diraih karena kampus putih tersebut berkontribusi menjalankan hibah riset terbanyak. Kategori nugerah yang diterima UMM: Penerima Program Hibah Penelitian dengan Pendanaan dan Judul Terbanyak 2026 (Bentuk Universitas/Institut) ini diserahkan dalam Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi (Rakerpim) pada 22 Juni 2026 lalu. Capaian ini mengukuhkan posisi Kampus Putih sebagai institusi pendidikan dengan ekosistem riset terkuat yang adaptif terhadap tantangan global. Kepala Biro Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama (BRBK) UMM, Dr. Salahudin, S.IP., M.Si., M.P.A., menjelaskan bahwa capaian tersebut tidak diperoleh secara instan. Menurutnya, keberhasilan UMM merupakan hasil dari sistem dukungan yang dibangun secara komprehensif oleh universitas, mulai dari aspek pendanaan hingga pendampingan bagi dosen dalam menyusun proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Yang pertama berkait dengan dukungan universitas terhadap program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sangat komprehensif. Ada pendanaan internal, kemudian pendampingan proposal mulai dari tingkat fakultas sampai universitas, termasuk klinik proposal yang dilakukan secara terpusat di LPPM,” jelasnya. Selain dukungan pendanaan, UMM juga dinilai memiliki ekosistem riset yang kuat dan terstruktur. Berbagai unit pendukung seperti Lembaga Pengembangan Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Bursa Intelektual, KPI, hingga pusat-pusat studi menjadi bagian penting dalam menciptakan budaya akademik yang produktif. Keberadaan struktur organisasi itu memungkinkan dosen memperoleh dukungan yang berkelanjutan dalam melaksanakan penelitian dan pengabdian. Ia menegaskan strategi utama untuk meningkatkan produktivitas dosen adalah membangun kesadaran bahwa penelitian dan pengabdian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tridarma perguruan tinggi. Oleh karena itu, universitas terus menghadirkan berbagai skema pendukung agar para dosen dapat menjalankan kewajiban akademiknya secara optimal. “Penelitian dan pengabdian itu merupakan urusan wajib yang harus dilaksanakan oleh dosen karena menjadi bagian dari tridarma perguruan tinggi. Karena itu, UMM mendukung Bapak-Ibu dosen dengan berbagai cara, mulai dari pendampingan, pendanaan, hingga struktur organisasi yang mendukung pelaksanaan penelitian,” katanya. Menurutnya, kuantitas penelitian harus berjalan beriringan dengan kualitas dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Untuk memastikan riset yang dilakukan benar-benar berdampak, UMM telah membentuk klaster penelitian dan pengabdian unggulan serta melakukan pemetaan wilayah sasaran berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Pendekatan tersebut memungkinkan hasil penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi juga mampu menjawab persoalan sosial yang ada di lapangan. “Lokasi penelitian dan pengabdian harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Misalnya, ketika UMM mengirim tim penelitian dan pengabdian ke Nusa Tenggara Timur, itu karena daerah tersebut memang membutuhkan. Jadi, penelitian dan pengabdian tidak hanya ditentukan oleh dosen, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat agar benar-benar berdampak,” jelas Salahudin. Keterlibatan mahasiswa juga menjadi perhatian penting dalam setiap program hibah di UMM, Salahudin menyebut bahwa universitas memiliki kebijakan yang mewajibkan setiap kegiatan penelitian dan pengabdian melibatkan mahasiswa. Keterlibatan tersebut mencakup proses penyusunan proposal, pelaksanaan kegiatan, hingga penyusunan luaran penelitian berupa publikasi, poster ilmiah, maupun bentuk luaran akademik lainnya. Ke depan, UMM berkomitmen untuk terus meningkatkan capaian riset dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki. Mulai dari dosen muda hingga dosen senior akan terus didorong untuk aktif meneliti dan mengabdi kepada masyarakat. Karena prestasi riset tidak hanya diukur dari kuantitas, tetapi juga kualitas serta sejauh mana penelitian tersebut mampu memberikan perubahan sosial bagi masyarakat.

Rona Rasa Jodipan Dorong Ekonomi Warga Lewat Pasar Kuliner Pertama di Kampung Warna-Warni

pwmu.co – Kampung Warna-Warni Jodipan kembali dipenuhi pengunjung pada Sabtu (27/06/2026). Suasana itu hadir melalui Rona Rasa Jodipan, program yang digagas Kelompok Pixelora dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).Untuk pertama kalinya, Kampung Warna-Warni Jodipan memiliki pasar kuliner yang dipadukan dengan permainan tradisional dan pertunjukan musik akuistik. Program ini menjadi ruang bagi warga untuk memasarkan produk UMKM sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang lebih menarik. Selama ini wisatawan umumnya datang untuk berfoto sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain. Kondisi tersebut membuat potensi ekonomi warga, khususnya pelaku UMKM, belum dimanfaatkan secara optimal. Alasan Tinggal Lebih Lama Melalui Rona Rasa Jodipan, Kelompok Pixelora menghadirkan aktivitas baru agar wisatawan memiliki alasan untuk tinggal lebih lama. Lebih lanjut, pasar kuliner ini menjadi pusat kegiatan selama acara berlangsung. Berbagai makanan dan minuman dari warga dan pelaku UMKM  memenuhi area kegiatan. Pengunjung dapat menikmati kuliner sambil melihat suasana kampung yang penuh warna. Musik akustik yang dimainkan sepanjang acara membuat suasana terasa lebih santai dan hangat. Di sisi lain, Rona Rasa juga menghadirkan berbagai permainan tradisional, seperti congklak, engklek, lompat tali, dan rangku alu. Tak sedikit pengunjung yang ikut mencoba permainan tersebut. Anak-anak bermain bersama orang tua, sementara wisatawan yang belum pernah mengenalnya terlihat antusias mempelajari cara bermain. Permainan tradisional menjadi salah satu daya tarik yang paling banyak menarik perhatian. Rona Rasa Jodipan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga Kota Malang, wisatawan dari luar daerah, hingga wisatawan mancanegara ikut meramaikan kegiatan. Kehadiran mereka memberi dampak langsung bagi para pelaku usaha warga. Produk yang dijual lebih mudah dikenal, penjualan meningkat, dan kawasan wisata menjadi lebih hidup dibanding hari-hari biasa. Kuliner hingga Permainan Tradisional Ketua Pelaksana Rona Rasa Jodipan, Naila mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. “Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda di Kampung Warna-Warni Jodipan. Wisatawan biasanya datang untuk berfoto. Melalui Rona Rasa Jodipan, kami mengajak mereka menikmati kuliner lokal, bermain permainan tradisional, dan berinteraksi langsung dengan warga” terang Naila. “Harapannya, kegiatan ini bisa membantu UMKM sekaligus membuat wisata di Jodipan semakin berkembang” tambahnya. Rona Rasa Jodipan juga menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat berkontribusi melalui program yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini mempertemukan warga, pelaku usaha, pengelola Kampung Warna-Warni Jodipan, sponsor, dan media partner dalam satu kolaborasi. Semua pihak memiliki tujuan yang sama, yaitu membuat Kampung Warna-Warni Jodipan semakin ramai dan memberi manfaat bagi warganya. Ke depan, Kelompok Pixelora berharap Rona Rasa Jodipan tidak berhenti sebagai satu kali kegiatan. Program ini diharapkan dapat menjadi agenda yang terus berkembang. Semakin banyak pengunjung yang datang, semakin besar pula peluang bagi UMKM untuk tumbuh dan perekonomian warga untuk meningkat. Sebagai informasi, Rona Rasa Jodipan merupakan program brand activation yang diinisiasi oleh Kelompok Pixelora Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang. Program ini menghadirkan pasar kuliner yang dipadukan dengan permainan tradisional dan pertunjukan musik akustik sebagai upaya mendukung UMKM lokal, melestarikan budaya, dan meningkatkan daya tarik Kampung Warna-Warni Jodipan.