Mesin Pengering Mie Otomatis Karya Mahasiswa UMM, Bisa Pangkas Biaya Produksi dan Waktu Produksi

Cuaca yang tak menentu dan tingginya biaya operasional oven listrik seringkali menjadi hambatan utama bagi produktivitas UMKM, khususnya produsen mie kering. Merespons kebutuhan mendesak masyarakat ini, tim mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menciptakan inovasi Gas Heated Air Circulation Dryer. Ini adalah solusi mesin pengering canggih, ekonomis, dan praktis yang dirancang khusus untuk mendongkrak kapasitas produksi UMKM secara masif. Ketua tim, Hanum Salsabila Djirimu, memaparkan bahwa karya ini lahir dari empati dan observasi langsung. Bersama tim solidnya yakni Berlinda Amalia Diami, Aisyah Leilani Salsabillah, Nadhea Aurelie Salsabila, dan Frisca Shannon Alexandra. Mereka blusukan memantau pelaku UMKM mie kering. “Kami melihat mereka masih kewalahan menggunakan oven listrik berkapasitas kecil, di mana waktu pengeringannya bisa menyita waktu lebih dari tiga jam. Dari keresahan itulah, kami bertekad merancang jalan keluar yang lebih efisien,” papar Hanum. Berbeda dengan metode konvensional, alat ini cerdas memadukan sumber panas gas dengan sistem sirkulasi udara mutakhir. Blower di dalamnya memastikan panas tidak hanya mengendap di bawah, tetapi menyebar merata ke seluruh sudut ruang pengering. Lebih canggih lagi, mesin ini dibekali sensor pintar penstabil suhu dan timer otomatis. “Kalau suhu melebihi batas, sistem akan otomatis menyesuaikan. Hasil pengeringan pun jauh lebih konsisten dan pelaku usaha tidak perlu lagi pusing memikirkan cuaca buruk,” tambahnya. Aspek ekonomi juga dipikirkan matang-matang. Tim menyimpulkan bahan bakar gas jauh lebih ramah kantong bagi UMKM ketimbang listrik atau panel surya yang menuntut modal awal fantastis. Prototipe yang menghabiskan dana produksi sekitar tiga juta rupiah ini terbukti ampuh memangkas biaya operasional, menjadikannya investasi yang sangat realistis bagi usaha kecil. Terobosan ini kembali menegaskan komitmen Kampus Putih UMM yang terus mendorong mahasiswanya untuk peka dan hadir memberikan solusi nyata atas persoalan masyarakat. “Kuncinya hanya berani mencoba dan peka terhadap masalah di sekitar kita. Dari sanalah, inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas bisa lahir,” pungkas Hanum memberikan pesan inspiratif. Keberhasilan tim ini tentu tidak lepas dari tangan dingin sang dosen pembimbing, Adhi Nugraha S.T., M.BA. Ia mengaku sangat bangga melihat anak didiknya mampu menerjemahkan teori-teori keteknikan di ruang kelas menjadi sebuah mesin tepat guna yang langsung menyelesaikan persoalan riil di masyarakat. Menurutnya, analisis tajam yang dilakukan oleh tim membuktikan kematangan mahasiswa dalam melihat masalah, tidak hanya dari segi teknis mesin, tetapi juga dari kacamata keberlangsungan bisnis UMKM. “Saya sangat mengapresiasi kepekaan sosial dan kerja keras tim ini. Mereka tidak sekadar mengejar gengsi dalam berinovasi, tapi juga memikirkan aspek keekonomian agar alat ini benar-benar realistis, bisa dijangkau, dan langsung diaplikasikan oleh pelaku usaha kecil. Inilah esensi sebenarnya dari pendidikan teknik kita, yakni hadir membawa solusi praktis yang mendorong ekonomi warga,” tegasnya. Pada akhirnya, lahirnya inovasi Gas Heated Air Circulation Dryer ini menjadi bukti nyata kontribusi nyata civitas akademika UMM dalam mendukung kemandirian sektor UMKM. Harapannya, mesin pengering ramah kantong ini tidak hanya berhenti pada etalase pameran atau tahap prototipe, melainkan dapat segera diproduksi massal dan menjadi angin segar bagi para pelaku usaha kecil di seluruh penjuru negeri untuk terus berkembang dan naik kelas.(*alg/faq)   Penulis: Musthofa Ahmad Al Ghifary | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Cara Cepat Lulus S1-S2 Cuma 5 Tahun, Begini Inovasi Program Terpadu UMM

Portalbontang.com, Malang – Meraih dua gelar akademik sekaligus dalam kurun waktu lima tahun kini bukan lagi sekadar impian belaka. Inovasi pendidikan ini resmi diluncurkan oleh Universitas Muhammadiyah Malang untuk menjawab kebutuhan mahasiswa masa kini. Institusi pendidikan yang dikenal dengan sebutan Kampus UMM tersebut mendobrak tradisi dengan jalur pendidikan maraton. Jalur akselerasi ini diberi nama Program Terpadu UMM yang dirancang untuk diselesaikan dalam waktu sepuluh semester tanpa jeda. Kepala Biro Pendidikan dan Pengajaran UMM, Zulfatman, memaparkan bahwa program ini efektif memangkas birokrasi dan biaya. “Kita ingin membuka peluang selebar-lebarnya kepada alumni UMM untuk melanjutkan studi di kampusnya sendiri. Dengan begitu, adaptasinya lebih mudah, keberlanjutan riset dan publikasinya terjamin, dan yang terpenting pembiayaannya jauh lebih terjangkau dibandingkan jalur reguler,” ungkapnya. Mahasiswa semester tujuh atau delapan yang sedang menyusun skripsi sudah diperbolehkan mengikuti perkuliahan magister secara gratis. “Nantinya saat resmi menjadi mahasiswa S2, mata kuliah yang sudah diikuti sebelumnya akan langsung dikonversi. Selama masa transisi ini, biayanya jauh lebih murah karena hanya disetarakan dengan biaya semester delapan S1,” jelasnya. Mahasiswa luar kampus juga berkesempatan mendaftar jalur ini dengan sistem konversi mata kuliah yang ekuivalen. Fleksibilitas pembelajaran dijamin melalui penerapan sistem campuran untuk menunjang mahasiswa yang ingin lulus S1-S2 secara cepat. “Banyak kemudahan yang bisa dinikmati. Mulai dari proses studi yang cepat selesai, peluang mendapatkan hibah riset dalam maupun luar negeri bersama dosen, hingga potensi besar untuk kuliah S2 secara gratis,” tegas Zulfatman. Syarat utama pendaftaran meliputi penyelesaian minimal 130 SKS, mengantongi surat keputusan tugas akhir, dan mencapai IPK minimal 3,25. Calon pendaftar juga diwajibkan menyertakan surat rekomendasi serta persetujuan dari masing-masing ketua program studi. Fasilitas pendaftaran akselerasi ini telah tersedia untuk 15 program studi magister dari berbagai rumpun keilmuan akademik. ***

Waspada QRIS Palsu di PKL Jatim! Simak 6 Tips Aman Transaksi agar Saldo Tidak Salah Sasaran

PR JATIM – Kemudahan transaksi digital kini telah menjangkau pelosok trotoar di Jawa Timur. Mulai dari penjual nasi bebek di Surabaya hingga sentra kuliner malam di Malang, metode pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) menjadi primadona karena praktis tanpa perlu uang kembalian. Namun, memasuki tahun 2026, kemudahan ini juga dibarengi dengan munculnya modus kejahatan siber yang semakin licin, yaitu “QRIS Phishing” atau penggantian stiker kode QR milik pedagang asli dengan milik penipu. Agar saldo Anda tidak raib ke tangan yang salah, kewaspadaan saat bertransaksi di Pedagang Kaki Lima (PKL) kini menjadi kewajiban mutlak. Waspada Modus QRIS Tempel di Pedagang Kaki Lima Modus penipuan “QRIS Tempel” mengincar kelengahan konsumen dengan cara menimpa stiker pembayaran resmi pedagang menggunakan stiker palsu. Akibatnya, saldo yang dikirimkan tidak masuk ke rekening penjual, melainkan ke dompet digital pelaku. Bank Indonesia mencatat bahwa meskipun teknologi enkripsi QRIS terus diperkuat, faktor human error, terutama pengabaian verifikasi nama merchant, tetap menjadi celah utama kebocoran dana konsumen di lapangan. Kajian dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukkan bahwa literasi digital masyarakat di ekosistem pasar tradisional masih rendah dalam hal konfirmasi identitas transaksi. Banyak pembeli langsung menekan tombol “Bayar” tanpa mencocokkan nama yang muncul di layar ponsel dengan nama toko asli. Padahal, data internal penyedia jasa pembayaran seperti GoPay dan OVO menegaskan bahwa melakukan verifikasi dua arah antara penjual dan pembeli mampu menekan risiko salah sasaran transaksi hingga 90%. Untuk menghindari kerugian, konsumen wajib memastikan nama merchant yang tertera pada aplikasi sesuai dengan identitas pedagang sebelum memasukkan PIN. Selain itu, CISSReC (Communication & Information System Security Research Center) menyarankan pedagang untuk secara rutin memeriksa kondisi fisik stiker QRIS mereka guna memastikan tidak ada lapisan ganda. Langkah sederhana ini menjadi proteksi krusial dalam menjaga keamanan ekosistem transaksi digital yang kini kian masif di Indonesia. 6 Langkah Lindungi Saldo Saat Jajan di PKL Berikut adalah panduan praktis agar transaksi Anda tetap aman dan berkah: 1.Verifikasi Nama Merchant Sebelum Input PIN Inilah langkah paling krusial. Setelah memindai kode QR, aplikasi m-banking atau e-wallet Anda akan menampilkan nama pedagang. Tips: Pastikan nama yang muncul di layar HP identik dengan nama kios atau spanduk pedagang tersebut. Jika yang muncul adalah nama pribadi yang tidak Anda kenal, segera batalkan transaksi. 2.Periksa Fisik Stiker QRIS Jangan asal scan. Amati kondisi fisik kode QR yang ditempel di gerobak atau meja. Waspada Tempelan: Raba atau lihat apakah ada stiker baru yang menindih stiker lama. Jika stiker terlihat buram, terlipat, atau ditempel tidak rapi, mintalah kode QRIS lain atau gunakan uang tunai. 3.Gunakan Aplikasi Pembayaran Resmi Hanya gunakan fitur pemindai di dalam aplikasi resmi yang terdaftar di Bank Indonesia (seperti GoPay, DANA, LinkAja, atau m-banking). Jangan pernah memindai kode QRIS menggunakan aplikasi kamera umum atau aplikasi pihak ketiga yang tidak jelas keamanannya. 4.Konfirmasi Nama Secara Lisan Jangan ragu untuk “cerewet” demi keamanan. Bertanyalah kepada pedagang: “Pak/Bu, ini atas nama [Sebutkan Nama di Layar HP], ya?” Konfirmasi lisan ini memastikan bahwa rekening tersebut benar-benar milik si penjual. 5.Pastikan Lokasi QRIS Terlihat Jelas Pedagang yang jujur biasanya memasang QRIS secara permanen dan mudah terlihat. Waspadai jika ada orang asing yang tiba-tiba menyodorkan kertas cetakan QRIS dari tangan mereka sendiri di tengah antrean PKL yang ramai. 6.Cek Notifikasi dan Tunjukkan Bukti Setelah pembayaran sukses, pastikan muncul notifikasi dari aplikasi Anda. Tunjukkan bukti tersebut kepada penjual untuk dicocokkan dengan aplikasi merchant mereka. Ini mencegah perselisihan di kemudian hari. Gubernur dan jajaran pemerintah daerah di Jawa Timur terus mendorong digitalisasi UMKM. Namun, kesuksesan ini sangat bergantung pada keamanan. Menurut pakar ekonomi dari Bank Mega Syariah, kepercayaan masyarakat terhadap metode non-tunai akan tetap tinggi jika setiap individu membiasakan diri untuk teliti sebelum bertransaksi. Di tahun 2026, keamanan bukan lagi soal sistem yang canggih, melainkan soal seberapa jeli mata kita melihat nama di layar sebelum sidik jari atau PIN dimasukkan.***

“Revolusi Kampus! Universitas Muhammadiyah Malang Tawarkan S1-S2 Cuma 10 Semester, Biaya Bisa Gratis”

Malangpariwara.com – UMM Buka Jalur S1–S2 5 Tahun, Hemat Waktu dan Biaya Raih dua gelar sekaligus dalam lima tahun kini bukan lagi sekadar impian. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendobrak tradisi akademik melalui peluncuran Program Pendidikan S1–S2 Terpadu 10 Semester. Terobosan ini menjadi jawaban atas kebutuhan efisiensi waktu dan biaya bagi mahasiswa yang ingin menuntaskan jenjang sarjana hingga magister tanpa jeda. Kepala Biro Pendidikan dan Pengajaran UMM, Zulfatman, Ph.D., menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mempermudah transisi akademik sekaligus memangkas birokrasi dan beban pembiayaan. “Kami membuka peluang seluas-luasnya bagi alumni UMM untuk melanjutkan studi di kampusnya sendiri. Adaptasi lebih cepat, kesinambungan riset dan publikasi terjaga, serta biaya jauh lebih terjangkau dibandingkan jalur reguler,” ujarnya. Keunggulan utama program ini terletak pada skema perkuliahan transisi.  Mahasiswa yang telah memasuki semester tujuh atau delapan dan tengah menyelesaikan skripsi, sudah diperbolehkan mengambil mata kuliah S2—bahkan tanpa biaya tambahan. “Ketika resmi menjadi mahasiswa S2, mata kuliah tersebut langsung dikonversi. Selama masa transisi, biaya yang dikenakan hanya setara semester delapan S1, sehingga jauh lebih ringan,” jelasnya. Menariknya, jalur ini tidak eksklusif bagi mahasiswa internal.  Mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi lain juga dapat bergabung saat memasuki semester tujuh, dengan peluang konversi mata kuliah yang relevan. Fleksibilitas juga menjadi nilai tambah melalui penerapan sistem pembelajaran hybrid dan blended learning. Mahasiswa tidak hanya diuntungkan dari sisi waktu, tetapi juga berkesempatan meraih hibah riset, baik nasional maupun internasional, hingga peluang menyelesaikan studi magister secara gratis. Saat ini, program kesinambungan tersebut telah tersedia pada 15 Program Studi Magister dari berbagai rumpun keilmuan di UMM. Pendaftaran dibuka setiap awal semester tujuh atau delapan, bertepatan dengan periode pengisian KRS. Adapun syarat utama meliputi status mahasiswa aktif, telah menempuh minimal 130 SKS, mengantongi SK Tugas Akhir (Skripsi), memiliki IPK minimal 3,25, serta melampirkan surat rekomendasi dari Ketua Program Studi asal dan persetujuan Kaprodi S2 tujuan. Melalui langkah strategis ini, UMM menegaskan komitmennya sebagai kampus inovatif yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Program S1–S2 Terpadu bukan sekadar percepatan studi, melainkan “jalur cepat” mencetak generasi unggul—siap melesat lebih dini di panggung global. (Djoko W)

UMM Luncurkan Program S1-S2 Terpadu 10 Semester, Kuliah Magister Bisa Gratis

Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan Program Pendidikan S1-S2 Terpadu. Inovasi ini memungkinkan mahasiswa meraih gelar sarjana dan magister sekaligus hanya dalam waktu lima tahun atau 10 semester, dengan skema biaya yang sangat terjangkau bahkan berpotensi gratis. Langkah strategis ini diambil Kampus Putih sebagai jawaban atas kebutuhan efisiensi waktu dan finansial bagi generasi muda. Program ini memfasilitasi mahasiswa yang ingin menuntaskan jenjang pendidikan tinggi secara maraton tanpa harus terjebak birokrasi akademik yang panjang saat transisi antar-jenjang. Kepala Biro Pendidikan dan Pengajaran UMM, Zulfatman, Ph.D., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mempermudah transisi akademik mahasiswa sekaligus menjamin keberlanjutan riset. Melalui skema ini, alumni UMM memiliki peluang besar untuk melanjutkan studi di almamaternya dengan proses adaptasi yang lebih cepat. “Kami ingin membuka peluang selebar-lebarnya bagi alumni UMM untuk lanjut studi di kampus sendiri. Dengan begitu, adaptasi lebih mudah, keberlanjutan riset dan publikasinya terjamin, dan yang paling krusial adalah pembiayaannya jauh lebih terjangkau dibandingkan jalur reguler,” ujar Zulfatman dalam keterangannya. Salah satu keunggulan utama dari program ini adalah adanya fasilitas perkuliahan transisi. Mahasiswa yang duduk di semester tujuh atau delapan dan sedang menempuh skripsi, sudah diperbolehkan mengambil mata kuliah jenjang S2 secara gratis. Mata kuliah tersebut nantinya akan langsung dikonversi saat mahasiswa resmi terdaftar di program magister. Zulfatman menambahkan, selama masa transisi tersebut, beban biaya yang ditanggung mahasiswa sangat ringan karena hanya disetarakan dengan biaya semester delapan pada jenjang S1. Kabar menariknya, jalur ini juga terbuka bagi mahasiswa berprestasi dari perguruan tinggi luar yang ingin mendaftar saat menginjak semester tujuh. Kebebasan belajar juga didukung dengan sistem hybrid dan blended learning yang fleksibel. Selain hemat waktu, mahasiswa berprestasi berkesempatan mendapatkan hibah riset nasional maupun internasional bersama dosen, yang pada akhirnya membuka peluang untuk menempuh kuliah S2 tanpa biaya sepeser pun. Hingga saat ini, program kesinambungan ini telah tersedia untuk 15 Program Studi Magister (S2) yang mencakup hampir seluruh rumpun keilmuan di UMM. Adapun syarat bagi mahasiswa yang ingin bergabung antara lain telah menuntaskan minimal 130 SKS, mengantongi SK Tugas Akhir, serta memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,25. Pendaftaran dibuka pada setiap awal semester 7 atau 8 bersamaan dengan jadwal pengisian KRS. Calon peserta juga diwajibkan melampirkan surat rekomendasi dari Ketua Program Studi (Kaprodi) asal serta persetujuan dari Kaprodi S2 tujuan. (dan/but)

Tapak Suci UMM Borong Medali di Paku Bumi Open Championship

pwmu.co –Universitas Muhammadiyah Malang kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci yang sukses memborong medali dalam ajang nasional Paku Bumi Open Championship.Kejuaraan yang digelar di Universitas Gadjah Mada pada 4–5 April 2026 tersebut menjadi bukti konsistensi UMM dalam mencetak atlet berprestasi. Pada kategori Seni Tunggal IPSI, dua gelar juara berhasil diraih oleh: Nurmalita Aulia (Juara 1 Putri) M. Abdul Rozzaq Naufal (Juara 1 Putra) Dominasi berlanjut di nomor ganda: M. Azwin Kurniawan & M. Allam Imaduddin (Juara 1 Ganda Putra) Balqies Al-Mulkiyah & Rosyidatul Hasanah (Juara 1 Ganda Putri) Selain itu, Kelvin Putra Mahendra meraih Juara 2 Tanding Kelas G Putra. Sementara medali perunggu diraih oleh: Nurdin Doni Tupen, Jesica Indira Fauzi, Jeryfer Rinda Salsabila, dan Dzakiyah Talita Saki. Ketua UKM Tapak Suci UMM, Rio Esa Prayoga, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari latihan rutin yang disiplin. “Kami berlatih lima kali dalam seminggu dengan suasana kompetitif yang terus dijaga,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa konsistensi latihan menjadi faktor utama dalam meningkatkan performa atlet. Keberhasilan tim juga didukung penuh oleh UMM melalui berbagai fasilitas, mulai dari: Pendanaan operasional Transportasi Sarana latihan Dukungan ini memungkinkan atlet fokus dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi. Meski meraih hasil maksimal, tim tetap melakukan evaluasi untuk meningkatkan capaian di masa mendatang. Rio menekankan pentingnya mentalitas atlet: “Disiplin, konsistensi, serta doa dan ibadah menjadi kunci utama dalam menjaga performa.” Kepala Bagian Minat dan Bakat Kemahasiswaan UMM, Ary Bakhtiar, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa UMM tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh di bidang non-akademik,” tegasnya. Ia berharap keberhasilan ini menjadi motivasi untuk meraih prestasi lebih tinggi, termasuk pada ajang Muhammadiyah Games 2026 mendatang. UMM terus berkomitmen membangun ekosistem yang mendukung pengembangan bakat mahasiswa. Sinergi antara kerja keras atlet dan dukungan kampus diharapkan mampu menjaga tradisi juara hingga level nasional dan internasional. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria

Lulus S1-S2 UMM Hanya 5 Tahun, Biaya Terjangkau Hingga Gratis dalam Program Terpadu

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendobrak tradisi akademik dengan meluncurkan Program Pendidikan S1-S2 Terpadu 10 Semester. Artinya, meraih dua gelar sekaligus dalam lima tahun bukan lagi sekadar impian. Terobosan UMM ini menjadi jawaban atas kebutuhan efisiensi waktu dan biaya bagi mahasiswa yang ingin menuntaskan jenjang sarjana hingga magister secara maraton tanpa jeda. Kepala Biro Pendidikan dan Pengajaran UMM, Zulfatman, Ph.D., menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mempermudah transisi akademik mahasiswa sekaligus memangkas birokrasi dan biaya pendidikan. “Kita ingin membuka peluang selebar-lebarnya kepada alumni UMM untuk melanjutkan studi di kampusnya sendiri. Dengan begitu, adaptasinya lebih mudah, keberlanjutan riset dan publikasinya terjamin, dan yang terpenting pembiayaannya jauh lebih terjangkau dibandingkan jalur reguler,” ungkap Zulfatman pada rilis UMM, Kamis (16/4). Salah satu keunggulan paling menarik dari skema ini adalah fasilitas perkuliahan transisi. Mahasiswa yang telah berada di semester tujuh atau delapan dan sedang fokus mengerjakan skripsi, sudah diperbolehkan mengambil mata kuliah S2 secara gratis. “Nantinya saat resmi menjadi mahasiswa S2, mata kuliah yang sudah diikuti sebelumnya akan langsung dikonversi. Selama masa transisi ini, biayanya jauh lebih murah karena hanya disetarakan dengan biaya semester delapan S1,” bebernya. Kabar baiknya, jalur istimewa ini tidak bersifat eksklusif. Mahasiswa bertalenta dari berbagai perguruan tinggi luar kampus dipersilakan mendaftar saat mereka resmi menginjak semester tujuh, dengan peluang konversi mata kuliah yang ekuivalen. Mobilitas mahasiswa juga dijamin sangat fleksibel berkat penerapan sistem pembelajaran hybrid dan blended learning. Bahkan, mahasiswa berprestasi tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga uang. “Banyak kemudahan yang bisa dinikmati. Mulai dari proses studi yang cepat selesai, peluang mendapatkan hibah riset dalam maupun luar negeri bersama dosen, hingga potensi besar untuk kuliah S2 secara gratis,” imbuh Zulfatman. UMM membuat terobosan pendidikan perguruan tinggi dengan program terpadu S1-S2 5 tahun./dok. UMM Saat ini, jalur kesinambungan tersebut telah tersedia untuk 15 Program Studi Magister (S2) dari hampir seluruh rumpun keilmuan S1 di UMM. Pendaftaran program ini dibuka tiap awal semester 7 atau 8, bertepatan dengan jadwal pengisian KRS. Untuk dapat bergabung, pendaftar harus berstatus sebagai mahasiswa aktif yang telah menyelesaikan minimal 130 SKS dan telah mengantongi SK Tugas Akhir (Skripsi). Selain itu, calon peserta juga diwajibkan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,25, serta membawa surat rekomendasi dari Ketua Program Studi asal yang dibarengi dengan persetujuan dari Kaprodi S2 tujuan. Melalui lompatan strategis ini, UMM menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang mengutamakan efisiensi. Program S1-S2 Terpadu ini juga diharapkan menjadi karpet merah bagi generasi muda dalam mengakselerasi diri menjadi tenaga profesional yang berdaya saing global. ***

Jawab Krisis Ekonomi Global, Enam Doktor UMM Rumuskan Strategi Pembangunan Berkelanjutan

KLIKMU.CO — Di tengah arus perubahan ekonomi global yang semakin kompleks, kebutuhan akan pendekatan baru dalam pembangunan berkelanjutan menjadi semakin mendesak. Merespons tantangan tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) menyelenggarakan Colloquium Post Doctoral bertajuk “Risalah Ekonomi dan Bisnis Berkemajuan: Integrasi Business Sustainability dalam Mendukung Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan”. Kegiatan ini digelar pada Selasa (14/4/2026) di Aula GKB 4 UMM sebagai ruang untuk mempertemukan gagasan sekaligus mendiseminasikan hasil riset para dosen yang baru merampungkan studi doktoral. Sebanyak enam dosen mempresentasikan disertasinya, yakni M Sri Wahyudi S ME PhD, Dr Ida Nuraini MSi, Yeyen Pratika MBA PhD, Dr Sri Wahjuni L MM Ak CA, Fika Fitriasari MM PhD, dan Novita Ratna Satiti MM PhD. Kolokium ini bertujuan memetakan kepakaran dosen sekaligus memperkuat kontribusi keilmuan dalam menjawab tantangan pembangunan ekonomi yang inklusif. Dalam presentasinya, M Sri Wahyudi S ME PhD menyoroti persoalan kemiskinan dan ketimpangan global. Menurutnya, indikator kesejahteraan dari lembaga seperti World Bank dan UNDP masih terlampau materialistik dan belum mencakup aspek moral. “Selama ini kesejahteraan sering diukur dari angka ekonomi semata. Kita perlu indikator yang lebih utuh. Integrasi nilai spiritual menjadi kunci agar pembangunan tidak sekadar mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjaga martabat manusia,” tegasnya. Sementara itu, Dr Ida Nuraini MSi membahas isu ketimpangan ekonomi wilayah, khususnya kesenjangan antara kawasan barat dan timur Indonesia. Ia mengkritik kebijakan pembangunan daerah yang cenderung seragam tanpa mempertimbangkan potensi lokal. “Setiap daerah memiliki karakteristik berbeda dan tidak bisa disamaratakan. Perencanaan pembangunan harus berbasis data serta kebutuhan nyata di daerah,” ungkapnya. Ia mengusulkan pendekatan berbasis ekologi wilayah serta peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai solusi mengatasi ketimpangan. Di sisi lain, Wakil Rektor I UMM Prof Akhsanul In’am PhD menegaskan bahwa kolokium ini merupakan agenda strategis dalam pengembangan institusi sekaligus pemetaan kepakaran dosen. Ia juga mendorong para doktor baru untuk mengakselerasi kenaikan jabatan akademik. “FEB memiliki potensi besar melahirkan banyak guru besar. Momentum ini perlu diiringi inovasi seperti program mikrokredensial dan kolaborasi internasional untuk meningkatkan daya saing institusi,” ujarnya. Secara keseluruhan, kolokium ini menjadi refleksi kritis terhadap arah pembangunan ekonomi di Indonesia. Melalui penegasan pentingnya integrasi aspek ekonomi, sosial, dan spiritual, gagasan yang dihasilkan diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam mewujudkan ekosistem ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan. (Faqih/AS)

Go Zona KHAS Halal di Kantin & RS UMM mendukung UMM sebagai Kampus Islami

ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM: Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) memberikan manfaat utama berupa jaminan kehalalan produk, kepastian keamanan pangan (higiene), dan peningkatan kualitas gizi konsumsi masyarakat. Program ini juga dimaksudkan mendorong pengembangan UMKM lokal, meningkatkan daya saing usaha melalui sertifikasi, dan memperkuat ekosistem wisata halal. Melalui peningkatan nilai jual dan reputasi kawasan kuliner (food court) sebagai lokasi yang aman, sehat, dan halal. Manfaat keberadaan Zona KHAS antara lain : a) Membantu pelaku UMKM dalam mendapatkan sertifikasi halal secara kolektif, b) Peningkatan kualitas/mutu dan standar kebersihan produk UMKM; 3) Membantu memasuk ke dalam jaringan ekosistem wisata halal dan kuliner yang lebih besar; serta 4) Pemberdayaan Lokal, yaitu Mendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi produk halal lokal. Universitas Muhammadiyah Malang setelah mendapat penghargaan sebagai Kampus Islami ( Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah terbaik se-Indonesia versi Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah), bertepatan Milad Muhammadiyah ke-113, menegaskan komitmen peluncuran identitas Kampus Islami tersebut. Diantaranya melalui niat memperoleh Zona KHAS di lingkungan Kampus UMM, hal ini sesuai dengan Visi universitas yaitu berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) berdasarkan nilai-nilai Islam untuk menjadi perguruan tinggi terkemuka, profesional, dan berdaya saing internasional. Oleh karenanya UMM juga ingin menjamin para civitas akadmika dan tamu yang mengunjungi kuliner di sekitar kampus, dari aspek ketenangan batin karena sajian makanan-minuman di kedai/tenant kantin sudah bersertifikasi halal, juga memenuhi standar laik higienitas guna menjaga aspek keamanan dan kesehatannya.   Survey ke 1 Kantin FT-UMM   Kampus UMM mempunyai beberapa kantin yang menyebar di gedung-gedung kuliah dari GKB I s/d V di dekat RS UMM. Untuk tahapan rintisan pembetukan Zona KHAS awal kali ini, akan meliputi mengawal 3 (tiga) titik, antara lain kantin di Fakultas Teknik GKB III, Kantin Asri dan kantin RS UMM, dekat GKB V. Tahap selanjutnya akan lebih memperluas di kasawan GKB I dan area pemandian/rekreasi Sengkaling. Titik-titik tersebut tersebar pada lokasi yang termasuk wilayah Kotamadya Malang dan Kabupaten Malang. Program ini diketuai oleh Dr. Ir. Asmah Hidayati, M.P, IPM.   Pembukaan FGD Oleh Ka LPH KHT PWM Jatim (Prof. Warkoyo)   Upaya perintisan ini sudah dimulai sejak 6-8 bulan lalu, melalui kegiatan sosialisasi dan workshop pentingnya halal dan sertifikasinya, kepada para UKM yang dikoordinir oleh UPT UMM/ Unit Usaha dan Investasi (Dwi Irawan, S.E., M.Ak.), dan para pengelola hotel-hotel di lingkungan UMM (proses pendampingan sertifikasi Halal 3 dapur Hotel Milik UMM). Kelanjutan perolehan rekognisi sebagai zona KHAS UMM, pada hari Rabu, 15 April 2026 melakukan FGD Zona KHAS menghadirkan Dinas Kesehatan, Puskesmas Karangploso Kabupaten Malang, serta Lembaga/Kantor Perwakilan bank Indonesia Malang, yang turut membantu pendanaan program tersebut. Dimulai pukul 09.00 WIB kegiatan FGD dibuka oleh Prof.Warkoyo, sebagai Ketua LPH KHT PWM Jatim (Dekan Fakultas Pertanian UMM), mewakili Wakil Rektor bidang IV (Muhamad Salis Y., M.Psi., PhD. ) di ruang sidang Wakil rektor V (AIK-Keislaman) Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. Dihadiri oleh sekitar 25 orang peserta, termasuk anggota tim/SatGas Zona KHAS UMM, dengan pemateri antara lain 1: Prof Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP, sebagai Kepala PS P3 Halal UMM, 2: Ibu Emilia Ina Jaji, terkait syarat perolehan Sertifikat SLHS/SHS (Dinkes Kab. Malang), serta Bapak Ega Bramiana (Kantor Perwakilan bank Indonesia Malang) materi aspek-aspek yang menjadi bahan yang akan ditinjau oleh kepala KDEK Jawa Timur. FGD berlangsung cukup efektif dan Maraj dengan saling memberi pertanyaan dan masukan yang membangun, agar perintisan Zona KHAS di lingkungan UMM berjalan tanpa banyak hambatan. Simpulan yang diperoleh akan segera dilakukan kegiatan Pelatihan Sertifikasi Laik Higienetias dan Sanitasi (GMP atau CPPOB), bagi para pengelola kantin (penjamah makanan) pada bebeiapa area kampus UMM (prioritas 3 titik yang telah disepakati), kemduaoian juga mendaftrakan program Zona KHAS ini melalui OSS dan melakukan pengujian air yang digunakan (memasak, mencuci) tenant/UKM kantin, serta pengujian sampel mak-min agar bebas dari BTM berbahaya (Boraks, Formalin, Rhodamin B). Target pendampingan para UKM/tenant sekitar 25 kedai/tenant di sekitar kampus UMM (GKB III, Kantin Asri dan kantin RS UMM), akan dapat dilaunching oleh Ibu Gubernur pada 2-4 bulan mendatang. Diharapkan perolehan Zona KHAS UMM ini akan memperbanyak Lembaga dan UKM yang turut mendukung terbentuknya ekosistem halal dan menyediakan kuliner sesuai standar halal (syari’at) dan mutu yang menjamin kesehatan, menjadi branding kampus UMM yang lebih Islami dan penuh Rahmat-Berkahnya Alloh SWT. Amin.

Akademisi: Penetrasi Internet Tinggi, Perlu Diimbangi Literasi Digital

RRI.CO.ID, Malang – Tingginya penetrasi internet di Indonesia belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan literasi digital masyarakat. Kondisi ini ditandai dengan masih maraknya penyebaran hoaks, terutama di media sosial dan grup percakapan. Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Dra. Frida Kusumastuti, MSi mengungkapkan penetrasi internet di Indonesia mencapai 82 persen, artinya sekitar 220 juta dari sekitar 280 juta penduduk Indonesia sudah mengakses dan menggunakan internet. Sementara tingkat literasi digital di Indonesia masih berada pada kategori sedang, dengan skor sekitar 3,5 dari 5 pada tahun 2025. Salah satu bukti literasi digital yang masih kategori sedang dan belum merata adalah masih maraknya hoaks (berita bohong). “Masih tingginya angka hoaks menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis masyarakat perlu terus ditingkatkan,” ujarnya dalam program Dialog Malang Menyapa, Kamis 16 April 2026. Ia menjelaskan, salah satu penyebab maraknya hoaks adalah kebiasaan masyarakat yang langsung membagikan informasi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Padahal, dalam praktiknya masyarakat tidak hanya berperan sebagai konsumen informasi, tetapi juga sebagai produsen dan penyebar pesan (prosumer). Menurut Frida, perempuan memiliki posisi penting dalam konteks ini karena aktivitasnya yang tinggi di media sosial. Oleh karena itu, perempuan didorong untuk berperan sebagai penyaring informasi atau gatekeeper sebelum menyebarkan pesan. “Perempuan harus berani menjadi filter. Jika ada informasi yang meragukan, perlu diverifikasi terlebih dahulu sebelum disebarkan,” tegasnya. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai pesan yang bersifat provokatif dan memicu kepanikan, karena hal tersebut sering menjadi ciri informasi yang tidak benar. Selain itu, pesan yang bersifat pribadi atau sensitif sebaiknya dibahas dalam ruang terbatas, seperti pesan langsung atau grup tertutup, guna menghindari penyebaran informasi yang tidak semestinya. Anggota Japelidi (Jaringan Pegiat Literasi Digital) Indonesia tersebut menambahkan, peningkatan literasi digital dapat dilakukan dengan terus belajar mengikuti perkembangan teknologi serta memahami pola komunikasi generasi muda, seperti generasi Z dan Alpha. Dengan meningkatnya kesadaran dan kemampuan literasi digital, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di era digital. (Annisa)