Muhammadiyah Miliki 23 Fakultas Kedokteran Terbanyak di Dunia

Ilustrasi logo Muhammadiyah. Bank Syariah Matahari. BPR Syariah Matahari. Bank Muhammadiyah.(umko.ac.id) Harianbasis – Muhammadiyah mencatatkan rekor sebagai organisasi Islam dengan jumlah fakultas kedokteran terbanyak di dunia melalui kepemilikan 23 unit institusi pendidikan medis di Indonesia. Capaian hingga Senin, 27 April 2026 ini menunjukkan penguatan integrasi antara sistem pendidikan tinggi dan layanan kesehatan di bawah naungan organisasi tersebut. Data dari jaringan organisasi menunjukkan bahwa ke-23 fakultas tersebut tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Ekspansi ini didukung oleh infrastruktur yang mencakup 163 Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) serta 129 Rumah Sakit Muhammadiyah-’Aisyiyah (RSMA) sebagai lahan praktik mahasiswa, dilansir dari Cahaya. Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy memberikan konfirmasi resmi mengenai kedudukan organisasi dalam skala global terkait pendidikan kedokteran ini. Also Read Muhammadiyah Tetapkan Iduladha 2026 Jatuh pada 27 Mei “Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan dengan fakultas kedokteran terbanyak di dunia,” ujar Muhadjir Effendy, Ketua PP Muhammadiyah. Penambahan jumlah fakultas kedokteran ini mencakup pengembangan program studi dokter umum, dokter gigi, hingga jenjang spesialis dengan akreditasi unggul di beberapa kampus. Berikut adalah daftar lengkap perguruan tinggi di bawah naungan Muhammadiyah yang memiliki Fakultas Kedokteran: Daftar Fakultas Kedokteran Muhammadiyah-’Aisyiyah No Nama Perguruan Tinggi Lokasi 1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta 2 Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta 3 Universitas Muhammadiyah (UM) Gorontalo Gorontalo 4 Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Jakarta 5 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Samarinda 6 Universitas Muhammadiyah (UNISMUH) Makassar Makassar 7 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Banyumas 8 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Pekanbaru 9 Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) Semarang 10 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) Sidoarjo 11 Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) Medan 12 Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) Surabaya 13 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Malang 14 Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Mataram 15 Universitas Muhammadiyah (UM) Metro Lampung 16 Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) Palangkaraya 17 Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang Palembang 18 Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) Jakarta 19 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Sukoharjo 20 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Bantul 21 Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari Kendari 22 Universitas Muhammadiyah (UM) Palu Palu 23 Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) Magelang Rencana strategis organisasi saat ini diarahkan pada pemerataan akses di wilayah timur Indonesia melalui persiapan pembukaan fakultas serupa di Sorong. Langkah ini merupakan bagian dari misi sosial untuk menyediakan tenaga medis profesional yang memiliki dasar integritas moral serta kepedulian sosial di daerah terpencil.
Retno Marsudi di Wisuda UMM, Sebut Inovasi Air Kampus Putih Berdampak Besar bagi Dunia

Di tengah bayang-bayang krisis air yang mengancam dunia, Sejarah baru tercipta bahwa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses mencetak tonggak pencapaian monumental. Kampus Putih resmi dikukuhkan sebagai pemegang mandat bergengsi UNESCO Chair on Sustainable Water Ecosystem Sustainability of Indonesia 2026. Tak main-main, pengakuan prestisius level dunia ini diapresiasi langsung oleh Utusan Khusus PBB untuk Isu Air, Dra. Retno Lestari Priansari Marsudi, LL.M. Hal itu sekaligus menahbiskan UMM sebagai garda terdepan dari Indonesia dalam menjaga nadi kehidupan ekosistem perairan global. Momen bersejarah ini menjadi sorotan utama dalam prosesi Wisuda ke-121 UMM yang digelar pada Selasa (28/4/2026). Hadir secara khusus untuk memberikan orasi ilmiah, Retno Marsudi sapaan akrabnya yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri RI 2014-2024 juga memberikan apresiasi tinggi atas rekam jejak riset serta pengabdian masyarakat yang dilakukan UMM. “UMM selalu gigih mendorong pengembangan ekosistem perairan, tidak hanya terfokus pada aspek pelestarian namun juga penguatan ekonomi masyarakat. Universitas ini mengambil langkah-langkah kecil yang kemudian menjadi bagian penting dari langkah besar dunia,” puji Retno disambut gemuruh tepuk tangan ribuan wisudawan dan orang tua yang memadati arena. Dalam orasinya, diplomat senior ini membongkar realitas mengerikan terkait kondisi air global yang makin terancam oleh perubahan iklim, termasuk lenyapnya 600 gigaton gletser dunia di tahun 2023. Secara garis besar, dunia kini dihadapkan pada tiga krisis air ekstrem. Tercatat 80-90% bencana alam dalam sepuluh tahun terakhir adalah banjir. Di tahun 2024 saja, bencana ini mengganggu 400 juta nyawa dan merugikan ekonomi hingga 550 miliar Dolar AS. Ancaman kekeringan juga diproyeksikan akan memaksa 700 juta orang mengungsi pada 2030, dan berdampak pada tiga perempat populasi bumi di tahun 2050. Serta tercatat 2,2 miliar penduduk dunia belum memiliki akses air minum aman, memicu rentetan penyakit mematikan akibat sanitasi yang buruk. Krisis ini, lanjut Retno, berpotensi melumpuhkan ketahanan pangan dunia mengingat 70% serapan air tawar digunakan secara langsung untuk sektor pertanian. Oleh karena itu, melalui mandat UNESCO Chair ini, ia menaruh harapan besar agar UMM terus menjadi penggerak inovasi dalam riset teknologi efisiensi air, daur ulang, desalinasi, hingga sistem pendingin (cooling system) hemat air. Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa arah pengembangan kampus tidak lagi semata berorientasi pada capaian akademik. Melalui program Center of Excellence, UMM mengintegrasikan kurikulum dengan pengalaman belajar berbasis ekosistem dan kebutuhan riil masyarakat. Pengelolaan air menjadi salah satu fokus utama yang dikembangkan sebagai solusi strategis, termasuk melalui pemanfaatan energi mikrohidro dan penguatan ketahanan wilayah. “Pengelolaan air yang kami kembangkan tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi menjadi bagian dari solusi berkelanjutan yang langsung dirasakan masyarakat. Kolaborasi lintas institusi menjadi kunci dalam menghadirkan akses air yang lebih layak, terutama bagi wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan. Menurutnya, capaian ini menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya. Terakhir, ia menitipkan pesan kepada ribuan wisudawan agar terus membawa semangat pelestarian lingkungan ke tengah masyarakat, mengingat mandat UNESCO yang diterima Kampus Putih bukan sekadar penghargaan, melainkan sebuah amanah besar. Beliau mendorong para lulusan UMM untuk membuktikan diri sebagai agen perubahan yang tidak hanya tangguh secara intelektual, tetapi juga peduli pada kelestarian bumi dan masa depan peradaban, serta mampu menjadi sumber kebaikan di mana pun mereka berkarya demi menjaga titipan kehidupan bersama untuk Indonesia dan dunia. (vin/faq) Penulis: Vivin Dwi Oktavia | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman
Muhammadiyah Kelola 23 Fakultas Kedokteran Terbanyak di Dunia

asatunews – Organisasi Muhammadiyah resmi mencatatkan diri sebagai organisasi Islam dengan jumlah fakultas kedokteran terbanyak di tingkat global pada Senin (27/4/2026). Capaian ini didukung oleh kepemilikan sedikitnya 23 Fakultas Kedokteran yang beroperasi di bawah jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh wilayah Indonesia. Data hingga tahun 2026 menunjukkan bahwa ekspansi institusi medis ini merupakan bagian dari integrasi layanan kesehatan yang luas. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Cahaya, organisasi yang berdiri sejak 1912 ini kini mengelola total 163 perguruan tinggi serta 129 rumah sakit sebagai penunjang praktik mahasiswa. Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, memberikan konfirmasi mengenai kedudukan organisasi dalam skala internasional terkait penyediaan pendidikan dokter tersebut. “Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan dengan fakultas kedokteran terbanyak di dunia,” kata Muhadjir Effendy, Ketua PP Muhammadiyah. Berikut adalah daftar lengkap 23 universitas di bawah naungan Muhammadiyah yang memiliki Fakultas Kedokteran di Indonesia: Daftar Fakultas Kedokteran Muhammadiyah No Nama Perguruan Tinggi 1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 2 Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta 3 Universitas Muhammadiyah (UM) Gorontalo 4 Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) 5 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) 6 Universitas Muhammadiyah (UNISMUH) Makassar 7 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) 8 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) 9 Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) 10 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) 11 Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) 12 Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) 13 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 14 Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) 15 Universitas Muhammadiyah (UM) Metro 16 Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) 17 Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang 18 Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) 19 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) 20 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) 21 Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari 22 Universitas Muhammadiyah (UM) Palu 23 Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) Pengembangan pendidikan ini turut mencakup program kedokteran gigi dan spesialis dengan standar akreditasi unggul. Muhammadiyah juga merencanakan ekspansi strategis ke wilayah Timur Indonesia melalui pendirian fakultas serupa di Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Papua Barat Daya.
Muhammadiyah Kelola 23 Fakultas Kedokteran Terbanyak di Dunia

Ilustrasi logo Muhammadiyah. Bank Syariah Matahari. BPR Syariah Matahari. Bank Muhammadiyah.(umko.ac.id) Babelinsight – Muhammadiyah resmi mengukuhkan posisi sebagai organisasi Islam dengan jumlah fakultas kedokteran terbanyak di dunia pada Senin (27/4/2026). Hingga tahun ini, organisasi yang berdiri sejak 1912 tersebut telah mengelola sedikitnya 23 Fakultas Kedokteran yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Data pencapaian ini didukung oleh infrastruktur besar yang mencakup 163 Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) serta 129 Rumah Sakit Muhammadiyah-’Aisyiyah (RSMA). Ekspansi institusi pendidikan ini merupakan perwujudan dari konsep tauhid fungsional dalam aksi nyata bidang sosial, sebagaimana dilansir dari Cahaya. Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, memberikan pernyataan mengenai posisi strategis organisasi dalam skala global terkait fasilitas pendidikan medis ini. “jumlah tersebut menjadikan Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan dengan fakultas kedokteran terbanyak di dunia.” tegas Muhadjir Effendy, Ketua PP Muhammadiyah. Seluruh fakultas kedokteran yang dikelola Muhammadiyah menerapkan model integrasi antara ruang kelas dan praktik lapangan di jaringan rumah sakit internal. Sejumlah program studi bahkan telah mendapatkan akreditasi unggul dan mulai merambah wilayah Indonesia Timur, termasuk rencana di Sorong, Papua Barat Daya. Daftar Fakultas Kedokteran Muhammadiyah 2026 No Nama Perguruan Tinggi 1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 2 Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta 3 Universitas Muhammadiyah (UM) Gorontalo 4 Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) 5 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) 6 Universitas Muhammadiyah (UNISMUH) Makassar 7 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) 8 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) 9 Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) 10 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) 11 Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) 12 Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) 13 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 14 Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) 15 Universitas Muhammadiyah (UM) Metro 16 Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) 17 Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang 18 Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) 19 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) 20 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) 21 Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari 22 Universitas Muhammadiyah (UM) Palu 23 Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) Secara filosofis, pengembangan ini didorong oleh visi kemajuan yang menyeimbangkan standar medis nasional dengan integritas moral. Kurikulum yang diterapkan tetap mengacu pada standar pendidikan kedokteran nasional untuk menghasilkan tenaga medis yang kompeten dan memiliki kepedulian sosial.
UMM Gelar Kejuaraan Karate Nasional 2026, Siapkan Hadiah Puluhan Juta dan Golden Ticket Mahasiswa Baru

pwmu.co –Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat eksistensinya di bidang olahraga dengan menggelar ajang bergengsi bertajuk UMM Open Karate Championship 2026. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada 2 Mei 2026 dan menjadi kejuaraan karate terbuka perdana yang diselenggarakan oleh Kampus Putih sebagai tuan rumah. Ketua Pelaksana Kejuaraan, Ary Bakhtiar, Ir. Ary Bakhtiar, M.Si., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara maksimal untuk menyambut ribuan karateka dari berbagai daerah di Indonesia. “Kami menyiapkan yang terbaik untuk kegiatan ini. Ini adalah event open perdana di UMM, tidak hanya untuk cabang olahraga karate, tetapi juga menjadi pionir bagi cabang olahraga lainnya. Target kami jelas, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi bagi kontingen UMM sendiri, serta sukses penjaringan bibit atlet berprestasi,” ujarnya 27 April pada Tim Humas UMM. Meskipun secara administratif merupakan kejuaraan tingkat regional, kualitas peserta yang akan hadir telah mencapai level nasional. Tercatat, atlet dari lima provinsi telah mengonfirmasi keikutsertaan, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Bali, dan Papua. Kejuaraan ini diperkirakan akan diikuti sekitar 1.200 atlet yang akan bertanding dalam dua kategori utama, yaitu kategori Festival dan kategori Open. Tingginya minat peserta menunjukkan bahwa UMM Open Karate Championship 2026 menjadi magnet baru bagi pegiat olahraga bela diri di Indonesia, khususnya cabang karate. Selain memperebutkan gelar juara, panitia menyiapkan total hadiah uang pembinaan sebesar Rp24 juta. Namun, daya tarik utama dalam kejuaraan ini adalah adanya Golden Ticket bagi atlet pelajar untuk menjadi mahasiswa UMM. Program ini dirancang sebagai jalur khusus bagi atlet berprestasi agar dapat melanjutkan pendidikan di UMM, terutama pada Program Studi Kepelatihan Olahraga maupun program studi lainnya melalui jalur prestasi. Ary juga menjelaskan bahwa sebelumnya kegiatan karate di UMM masih terbatas pada lingkup internal, seperti Rektor Cup. Melalui kejuaraan terbuka ini, UMM ingin mendorong Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lain agar berani menyelenggarakan event berskala nasional. “Harapannya, turnamen ini memberikan awalan yang baik bagi kawan-kawan UKM untuk membuat event sekaliber ini. Setelah karate, kami sudah menyiapkan rangkaian kegiatan susulan untuk cabang bela diri lain seperti Tapak Suci dan Taekwondo,” pungkasnya. Melalui ajang ini, UMM menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan bakat generasi muda sekaligus membangun ekosistem olahraga yang kompetitif dan profesional di lingkungan kampus. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria
Ruang Gagasan UMM Kupas Tuntas Konflik AS-Iran, Lebih dari 100 Peserta Ikuti Diskusi Kritis!

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), untuk mengikuti forum Ruang Gagasan yang mengupas dinamika geopolitik global. Fokus utama diskusi adalah konflik Amerika Serikat (AS) versus Iran serta implikasinya bagi Indonesia, Kamis (23/4/2026), (Foto:Istimewa) Malang, (afederasi.com) – Lebih dari 100 peserta memenuhi RBC A. Malik Fadjar Institute, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), untuk mengikuti forum Ruang Gagasan yang mengupas dinamika geopolitik global. Fokus utama diskusi adalah konflik Amerika Serikat (AS) versus Iran serta implikasinya bagi Indonesia,Kamis (23/4/2026), Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Studi Islam Berkemajuan (PSIB) UMM bekerja sama dengan Rumah Baca Cerdas (RBC) Abdul Malik Fadjar dan Program Studi Hubungan Internasional UMM. Hadir sebagai pembicara, yakni Prof. Hikmahanto Juwana (Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia), Prof. Gonda Yumitro (Guru Besar Hubungan Internasional UMM), dan Airlangga Pribadi. Ketiganya menyoroti bahwa konflik AS-Iran bukan sekadar persoalan bilateral, melainkan memiliki dampak luas terhadap stabilitas global, termasuk bagi Indonesia. Guru Besar Hukum Internasional, Prof. Hikmahanto Juwana, menilai posisi Indonesia saat ini berada dalam situasi yang tidak sederhana. Sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif, Indonesia harus berjalan di atas tali tipis di tengah tekanan geopolitik. “Sebagai negara nonblok, Indonesia berada dalam posisi dilematis. Namun, Indonesia tetap harus memiliki sikap yang jelas, terutama dalam melihat dampak kemanusiaan dari konflik yang terjadi,” ujara di hadapan puluhan mahasiswa dan akademisi. Sementara itu, Prof. Gonda Yumitro mengungkapkan bahwa persepsi global masih menempatkan Indonesia sebagai negara yang konsisten dengan prinsip bebas aktif. “Sekitar 65 persen publik global melihat Indonesia konsisten dengan prinsip bebas aktif. Namun, di sisi lain, ada kekhawatiran terhadap dampak ekonomi, khususnya terkait energi dan rantai pasok,” jelasnya. Diki Wahyudi, Sekretaris Pusat Studi Islam Berkemajuan (PSIB) UMM, menilai bahwa konflik AS-Iran tidak hanya persoalan geopolitik, tetapi juga krisis kemanusiaan yang berdampak luas terhadap kesejahteraan sosial masyarakat global. Menurut Diki, dalam perspektif kesejahteraan sosial, eskalasi konflik tersebut harus dilihat sebagai ancaman serius terhadap keberlangsungan hidup masyarakat sipil. “Ketegangan di Teluk bisa mengganggu pasokan energi global yang pada akhirnya akan menaikkan harga minyak dunia dan membebani masyarakat kecil di Indonesia,” imbuhnya. Di sisi lain, Airlangga Pribadi menekankan pentingnya literasi geopolitik di kalangan generasi muda. Menurutnya, diskusi kritis seperti Ruang Gagasan ini menjadi wadah strategis untuk membangun kesadaran kolektif. “Diskusi seperti ini penting untuk membangun kesadaran bahwa konflik global harus dilihat tidak hanya dari aspek politik, tetapi juga kemanusiaan,” katanya. Ia menambahkan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan tidak boleh buta terhadap isu-isu global. “Apa yang terjadi di Timur Tengah, pada akhirnya akan berpengaruh ke harga BBM dan kebutuhan pokok di Malang,” ujarnya tegas. Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Nazaruddin Malik, menegaskan bahwa penguatan literasi menjadi kunci utama dalam menghadapi derasnya arus informasi global di era disrupsi. “Kampus harus menjadi pusat produksi gagasan. Tanpa literasi yang kuat, kita mudah terjebak pada informasi yang tidak utuh,” ujarnya. Ia mengapresiasi gelaran Ruang Gagasan yang dinilai mampu mendorong tradisi intelektual sekaligus meningkatkan peran generasi muda dalam merespons dinamika geopolitik dunia secara kritis dan konstruktif. Sepanjang acara, diskusi berlangsung sangat dinamis dengan partisipasi aktif dari para peserta. Puluhan mahasiswa mengajukan pertanyaan kritis mulai dari poros geopolitik baru, kemungkinan perang terbuka, hingga posisi negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Antusiasme yang melebihi kapasitas ruangan ini menunjukkan tingginya perhatian akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum terhadap isu-isu global yang semakin kompleks. “Saya senang ada wadah seperti ini. Selama ini isu internasional terasa jauh, padahal dampaknya dekat dengan kita,” ujar salah satu peserta asal Prodi HI UMM. Melalui forum Ruang Gagasan UMM, kampus berlambang pohon ini berhasil membuktikan bahwa diskusi geopolitik tidak harus selalu kaku dan membosankan. Dengan menghadirkan pakar lintas institusi, UMM mengokohkan posisinya sebagai salah satu pusat kajian kebangsaan dan internasional di Jawa Timur. (san)
SPBU UMM Batasi Pengisian BBM Berulang, Warganet Soroti Dampaknya bagi Pedagang Kecil

Pengumuman larangan isi BBM berulang di SPBU UMM Malang viral dan menuai pro kontra warganet. (Foto: Facebook.com/@Trie Budi Muliyanto) AboutMalang.com – Sebuah pengumuman di SPBU UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) mendadak viral di media sosial setelah dibagikan oleh warga. Dalam foto yang beredar, terlihat papan pengumuman bertuliskan larangan pengisian BBM berulang, khususnya untuk motor jenis Thunder dan kendaraan dengan tangki modifikasi. Kebijakan tersebut disebut bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan BBM subsidi serta menjaga aspek keamanan di area SPBU. Tulisan dalam papan pengumuman itu menegaskan bahwa pihak SPBU tidak akan melayani pengisian berulang demi menghindari potensi penimbunan. Fenomena ini pun langsung memicu beragam reaksi dari warganet, terutama yang merasa kebijakan tersebut berdampak pada masyarakat kecil. Sejumlah warganet menilai praktik pembelian BBM dalam jumlah kecil secara eceran justru membantu masyarakat di daerah yang jauh dari SPBU. “Adanya pedagang eceran pertalite sebenarnya banyak masyarakat kecil yang terbantu, terutama di desa-desa yang cukup jauh dari SPBU,” tulis salah satu warganet, dilansir AboutMalang.com pada Senin, 27 April 2026 melalui unggahan akun Facebook @Trie Budi Muliyanto. Menurutnya, masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas seringkali hanya mampu membeli BBM dalam jumlah kecil, bahkan hanya satu liter untuk kebutuhan harian. Komentar serupa juga disampaikan warganet lain yang menyebut pedagang BBM eceran tetap dibutuhkan, terutama di wilayah pedalaman dan luar jam operasional SPBU. “Saya heran sih, banyak yang mendukung larangan ini, padahal di pedalaman pedagang BBM seperti ini cukup membantu,” tulisnya. Di sisi lain, ada pula warganet yang menyoroti aspek ekonomi kerakyatan dalam kebijakan tersebut. Mereka menilai pembatasan semacam ini bisa berdampak pada pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari penjualan BBM eceran. “Kadang rumit kalau dilarang, sektor ekonomi rakyat bisa tidak hidup,” tulis komentar lainnya. Namun demikian, sebagian warga juga memahami bahwa aturan tersebut dibuat untuk mencegah penyalahgunaan BBM subsidi yang selama ini kerap terjadi.