Soal Perbedaan Jumlah Rakaat Tarawih, Pakar UMM Beberkan Sejarahnya

Malang (beritajatim.com) – Memasuki bulan suci Ramadan, perbedaan jumlah rakaat salat tarawih seringkali menjadi topik hangat di tengah masyarakat. Tak jarang, perbedaan angka ini memicu perdebatan mengenai sah atau tidaknya ibadah tersebut. Menanggapi fenomena ini, Dosen Hukum Keluarga Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, M.H., memberikan penjelasan mendalam. Menurutnya, variasi jumlah rakaat tarawih bukanlah sebuah pertentangan, melainkan khazanah ijtihad yang kaya dalam tradisi fikih Islam. Tanzil menjelaskan bahwa perbedaan tersebut muncul akibat perbedaan metodologi dalam memahami sumber hukum Islam, mulai dari Al-Qur’an, Sunnah, Ijma’, hingga Qiyas. “Al-Qur’an memang memerintahkan salat secara global, namun tidak menyebutkan secara eksplisit jumlah rakaat tarawih. Di sinilah hadis berfungsi sebagai bayan tafsir atau penjelas. Selama argumentasinya kuat dan sanad hadisnya valid, perbedaan tersebut sah-sah saja,” ujar Tanzil pada Kamis (24/2). Secara historis, umat Islam merujuk pada imam mazhab yang memiliki metode istinbat (pengambilan hukum) yang berbeda. Hal inilah yang melahirkan variasi praktik di berbagai belahan dunia: Mazhab Hanafi: Menetapkan 20 rakaat berdasarkan konsensus (ijma’) para sahabat pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Mazhab Maliki: Melaksanakan 36 rakaat, merujuk pada tradisi penduduk Madinah di masa lampau. Mazhab Syafi’i & Hanbali: Cenderung pada 20 rakaat dengan landasan hadis mauquf dan amalan sahabat pascawafatnya Rasulullah. Muhammadiyah: Melalui Majelis Tarjih, menetapkan 11 rakaat berdasarkan hadis dari Aisyah RA mengenai kebiasaan salat malam Nabi Muhammad SAW. “Dalam hadis riwayat Aisyah (muttafaq ‘alaih), disebutkan Nabi tidak pernah menambah lebih dari 11 rakaat, baik di dalam maupun di luar Ramadan. Formasinya adalah 4-4-3 dengan kualitas kekhusyukan yang luar biasa,” tambah Tanzil. Lebih lanjut, Tanzil menerangkan bahwa konsep Qiyamul Ramadan pada dasarnya identik dengan Qiyamul Lail (salat malam). Oleh karena itu, tarawih dan witir tidak terpisahkan. Secara teknis, pelaksanaannya pun fleksibel. Ada yang menggunakan formasi 2-2-2-2-2-1 atau 4-4-3. Bahkan dalam beberapa riwayat, Nabi pernah melaksanakan witir sebanyak sembilan rakaat. Selama tidak menyelisihi prinsip dasar syariat, jumlah rakaat dipandang sebagai ruang fleksibilitas dalam ibadah sunnah. Tanzil menegaskan bahwa persoalan sebenarnya bukan terletak pada jumlah rakaat, melainkan pada keabsahan dalil. Umat Islam justru harus menghindari amalan yang didasarkan pada dalil lemah (dhaif) atau palsu (maudhu’). Ia mengajak masyarakat untuk melihat keragaman ini sebagai dinamika intelektual, bukan sumber perpecahan. “Perbedaan antara empat mazhab dan Muhammadiyah adalah kekayaan dalam memahami dalil. Esensi tarawih adalah kekhusyukan, keikhlasan, dan konsistensi (istiqamah). Semangat menghidupkan malam ini pun sebaiknya tidak berhenti saat Ramadan usai,” pungkasnya. (dan/but)

Festival Ramadan Meriahkan Desa Wiyurejo, Mahasiswa UMM Gelar Lomba Adzan dan Mengaji

MALANG POSCO MEDIA, MALANG — Suasana Ramadan di Desa Wiyurejo semakin semarak melalui penyelenggaraan Festival Ramadan yang digelar di Masjid Al Mustain. Kegiatan ini menghadirkan lomba adzan dan lomba mengaji bagi anak-anak usia 6 hingga 12 tahun sebagai sarana pembinaan karakter religius sekaligus pengembangan bakat keagamaan sejak dini. Puluhan peserta tampak antusias mengikuti perlombaan dengan didampingi orang tua dan masyarakat yang memadati area masjid. Para peserta tampil bergantian menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam melantunkan adzan maupun membaca ayat suci Alquran dengan penuh percaya diri. Festival Ramadan tersebut merupakan program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 10 angkatan 2025/2026. Mereka adalah Niken Katarina Liberti (PGSD), Bintang Satria Pratama (Hukum) dan Muhammad Irfan Affandi (Hukum). Koordinator KKN, Kevin Dwiky Kurniawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menghadirkan aktivitas positif bagi anak-anak selama bulan Ramadan sekaligus menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan edukatif dan keagamaan. “Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar, berani tampil, dan semakin mencintai kegiatan keagamaan di lingkungan masjid,” ujarnya. Dalam lomba adzan, peserta dinilai berdasarkan ketepatan lafaz, kejernihan suara, dan penghayatan. Sementara lomba mengaji menitikberatkan pada penerapan tajwid, kelancaran membaca, serta adab dalam membaca Alquran. Penilaian dilakukan oleh dewan juri dari tokoh agama setempat sehingga kegiatan berlangsung objektif dan edukatif. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Amalia Nur Adibah, yang turut memberikan arahan agar program KKN mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan keagamaan berbasis anak menjadi langkah strategis dalam menanamkan nilai religius sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda. Antusiasme warga terlihat dari ramainya masjid selama kegiatan berlangsung. Selain menjadi ajang perlombaan, festival ini juga mempererat silaturahmi antar warga Desa Wiyurejo selama bulan suci Ramadan. Acara ditutup dengan pengumuman pemenang, penyerahan hadiah, serta sesi foto bersama panitia, peserta, dan masyarakat. Warga berharap Festival Ramadhan dapat menjadi agenda rutin tahunan yang terus menghadirkan kegiatan positif bagi anak-anak di Desa Wiyurejo.(imm/adv/lim)

Panduan Lengkap Beasiswa Prestasi UMM 2026: Begini Syarat, Jalur, dan Cara Daftar

BICARANETWORK.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuka kesempatan emas bagi calon mahasiswa baru melalui program Beasiswa Prestasi UMM 2026. Program ini dirancang untuk mengapresiasi talenta muda yang memiliki keunggulan di bidang akademik maupun non-akademik agar dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya. Sebagai salah satu kampus swasta terbaik berakreditasi Unggul, UMM memberikan akses beasiswa ini untuk hampir seluruh fakultas, kecuali Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi. Jalur Beasiswa Prestasi UMM 2026 Beasiswa ini terbagi menjadi dua kategori utama yang bisa dipilih sesuai dengan potensi calon mahasiswa: 1. Jalur Prestasi Akademik Jalur ini diperuntukkan bagi siswa yang memiliki rekam jejak nilai rapor yang konsisten. Syarat Nilai: Rata-rata nilai rapor minimal 80 dari semester 1 hingga semester 5. Khusus Prodi Psikologi: Nilai rata-rata rapor minimal harus 85. 2. Jalur Prestasi Non-Akademik Bagi Anda yang aktif di luar kelas, jalur ini mencakup berbagai bidang bakat, antara lain: Olahraga dan Seni: Atlet atau seniman berprestasi. Karya Ilmiah: Pemenang lomba penelitian atau karya tulis. Keagamaan: Hafiz Al Quran atau prestasi religi lainnya. Organisasi: Pengurus inti organisasi sekolah (OSIS/IPM). Influencer: Individu yang memiliki pengaruh positif di media sosial. Syarat Pendaftaran Resmi Berdasarkan informasi dari laman PMB UMM, berikut adalah dokumen dan persyaratan yang harus disiapkan: Nilai rapor: Mengunggah foto nilai rapor semester 1–5 yang telah digabung menjadi satu file PDF (khusus jalur akademik). Sertifikat/Piagam: Melampirkan fotokopi piagam atau sertifikat prestasi minimal tingkat Kota atau Kabupaten yang telah dilegalisasi (khusus jalur non-akademik). Surat keterangan sehat: Wajib melampirkan surat keterangan tidak buta warna untuk prodi Biologi, Matematika, dan PGSD. Khusus D3 Keperawatan dan Fisioterapi: Tinggi badan minimal Laki-laki (155 cm) dan Perempuan (150 cm) serta tidak memiliki tuna fisik. Tes kesehatan: Melakukan tes kesehatan di Rumah Sakit UMM atau RS Daerah/RS Muhammadiyah setempat.

Inovasi Hilirisasi Mahasiswa KKN Kelompok 10 UMM, Tingkatkan Nilai Tambah Potensi Desa Wiyurejo

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Desa Wiyurejo yang terletak di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang, selama ini dikenal sebagai wilayah yang kaya akan sumber daya alam, khususnya di sektor peternakan sapi perah dan pertanian wortel serta jeruk. Namun potensi besar tersebut selama ini masih menghadapi tantangan klasik, yakni ketergantungan peternak dan petani pada penjualan bahan mentah kepada pengepul. Kondisi harga yang fluktuatif serta rantai distribusi yang panjang seringkali membuat nilai ekonomi yang diterima masyarakat menjadi kurang maksimal. ​Merespons fenomena tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 10 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) periode 2026 melakukan langkah nyata melalui penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Amaliah Nur Adibah, M.P.W.K., para mahasiswa memperkenalkan konsep hilirisasi kepada warga setempat. Hilirisasi ini diwujudkan melalui pelatihan pengolahan bahan mentah menjadi produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan daya simpan yang lebih lama. Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan pada, Sabtu 14 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, bertempat di Taman Kanak-Kanak (TK) Al-Ishlah Desa Wiyurejo. Sebanyak 12 warga yang terdiri dari ibu-ibu penggerak PKK serta perwakilan perangkat desa hadir untuk menyerap ilmu baru mengenai inovasi produk pangan. Tim mahasiswa yang terdiri dari Annisa Khasanah dari jurusan Psikologi, Selvy Nabila Prastyo dari Farmasi, Anindya Sucita dari Manajemen, dan Adriansyah Pratama dari Informatika, berkolaborasi menggabungkan disiplin ilmu mereka untuk merancang produk yang tidak hanya laku dijual, tetapi juga sehat dan memiliki standar produksi yang baik. ​Dalam pelatihan tersebut, diperkenalkan tiga produk unggulan yang memanfaatkan komoditas utama desa. Produk pertama adalah Carro Milk, sebuah minuman inovatif yang menggabungkan nutrisi susu segar dengan manfaat wortel. Produk kedua adalah Carro Chicken Nugget, yang merupakan solusi bagi orang tua untuk menghadirkan asupan sayur dalam bentuk makanan olahan daging yang digemari anak-anak. Terakhir, terdapat Citrus Sinensis Peel Syrup, sebuah produk pemanfaatan kulit jeruk menjadi sirup aromatik yang memiliki nilai ekonomi dari bahan yang sebelumnya sering dianggap limbah. ​Sebelum memasuki sesi praktik, para mahasiswa terlebih dahulu memberikan pemaparan materi berbasis data ilmiah dari berbagai jurnal mengenai alasan pemilihan produk, manfaat kesehatan, hingga kandungan gizi di dalamnya. Hal ini dilakukan agar masyarakat memiliki pemahaman mendalam mengenai kualitas produk yang mereka buat. “Antusiasme warga terlihat jelas saat sesi pembuatan berlangsung, di mana kehadiran perangkat desa menjadi simbol dukungan kuat bagi program pemberdayaan ini. Diharapkan, melalui inisiatif dari KKN Kelompok 10 UMM ini, masyarakat Desa Wiyurejo dapat mulai bertransformasi dari sekadar penyedia bahan baku menjadi produsen produk olahan kreatif yang mandiri secara ekonomi,” ucap Annisa Khasanah.(imm/adv/lim)

UMM Kembangkan Aplikasi AI Pendamping Ibu Hamil NEOSENTIA

beritajejakfakta – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan aplikasi NEOSENTIA, sebuah sistem pendamping ibu hamil berbasis artificial intelligence (AI). Aplikasi ini terhubung langsung dengan tenaga kesehatan dan menggunakan data ilmiah untuk deteksi risiko maternal secara real-time. Vera Miftakul Rahma Kamal, ketua tim pengembang dari Program Studi Kedokteran UMM, menjelaskan bahwa NEOSENTIA dirancang sebagai sistem non-invasif untuk pemantauan mandiri kehamilan yang proaktif. Menurutnya, platform ini mengintegrasikan data dari perangkat wearable, laporan gejala pengguna, serta rekam medis elektronik untuk analisis risiko berkelanjutan. Hal ini disampaikannya pada Selasa (24/2/2026). Dengan sistem ini, potensi komplikasi kehamilan dapat dideteksi lebih awal, memungkinkan intervensi tepat waktu oleh tenaga kesehatan. Desain multibahasa pada aplikasi ini memperluas akses bagi pengguna dari berbagai wilayah dan latar belakang. Selain itu, sistem berbasis website memungkinkan tenaga medis untuk memantau kondisi pasien secara terintegrasi dan real time. Inovasi ini dinilai relevan dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, terutama dalam menekan risiko komplikasi kehamilan melalui pendekatan teknologi preventif. Rahma menuturkan bahwa keikutsertaan dalam forum internasional memberikan pelajaran berharga tentang makna kompetisi yang sesungguhnya. “Kami belajar bahwa kompetisi bukan sekadar soal gengsi atau kemenangan, tetapi tentang keberanian keluar dari zona nyaman, bertukar perspektif dengan mahasiswa dunia, dan terus berkembang,” katanya. Desy Andari, dosen pembimbing, menilai bahwa capaian ini membuktikan kesiapan mahasiswa UMM untuk bersaing secara global, sekaligus menunjukkan kualitas ekosistem akademik yang mendukung inovasi berdampak. Dia berharap NEOSENTIA dapat terus dikembangkan hingga implementasi nyata di layanan kesehatan dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional. Karya ini meraih medali perak dalam kategori kesehatan di ajang 2nd International Student Competition (ISC) 2026 yang diadakan di Universiti Putra Malaysia (UPM), Kuala Lumpur, Malaysia. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Centre for Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM) UPM pada 14–15 Februari 2026 ini menjadi wadah kolaborasi riset dan inovasi kewirausahaan mahasiswa dari berbagai negara. Sebanyak 100 tim finalis dari delapan negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Kazakhstan, Nigeria, Suriah, Brunei Darussalam, Somalia, dan Thailand, berhasil mencapai babak akhir. “Kompetisi tersebut melalui proses seleksi yang ketat. International Student Competition atau ISC merupakan kompetisi ilmiah internasional yang dimulai dari seleksi abstrak, dilanjutkan pengiriman paper lengkap, hingga presentasi final secara langsung di hadapan dewan juri,” ujar Rahma. Tim UMM terdiri dari empat mahasiswa lintas disiplin ilmu, yaitu Vera Miftakul Rahma Kamali (Kedokteran), Wildan Hidayatullah (Farmasi), Hawa Restu Dwinanta (Pendidikan Bahasa Inggris), serta Khoirul Umar (Ilmu Komunikasi). Kolaborasi multidisipliner ini menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya kuat secara konsep ilmiah, tetapi juga matang dari sisi komunikasi, implementasi, hingga keberlanjutan.

Kampus Terbaik di Jawa Timur Versi Webometrics 2026

medanaktual – Jawa Timur dikenal sebagai salah satu provinsi dengan perkembangan pendidikan tinggi yang sangat pesat di Indonesia. Banyak perguruan tinggi di wilayah ini memiliki reputasi akademik yang kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kota-kota seperti Surabaya, Malang, dan Jember menjadi pusat pendidikan yang menarik minat calon mahasiswa dari berbagai daerah. Oleh karena itu, memilih kampus terbaik menjadi langkah penting bagi siswa yang ingin melanjutkan studi. Salah satu acuan yang sering digunakan dalam menentukan kualitas perguruan tinggi adalah pemeringkatan Webometrics. Lembaga ini menilai kampus berdasarkan kehadiran digital, kualitas publikasi ilmiah, dampak penelitian, serta visibilitas akademik di dunia maya. Pemeringkatan ini mencerminkan bagaimana sebuah universitas berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan secara global. Berikut daftar kampus terbaik di Jawa Timur versi Webometrics 2026 yang dapat dijadikan referensi. 20 Kampus Terbaik Versi Webometrics Mengetahui kampus terbaik bagi calon mahasiswa baru merupakan suatu keberuntungan, karena dapat memilih universitas dengan standart nasional maupun internasional. Dilansir dari laman UMM berikut 20 kampus terbaik versi webometrics yang wajib diketahui calon mahasiswa : Universitas Airlangga World Rank: 590 Impact Rank: 694 Opennes Rank: 27720 Excellence Rank: 1056 Universitas Brawijaya World Rank: 747 Impact Rank: 572 Opennes Rank: 822 Excellence Rank: 1905 Institut Teknologi Sepuluh Nopember World Rank: 888 Impact Rank: 932 Opennes Rank: 1119 Excellence Rank: 1892 Universitas Negeri Malang World Rank: 951 Impact Rank: 1005 Opennes Rank: 948 Excellence Rank: 2438 Universitas Islam Malang World Rank: 1913 Impact Rank: 1409 Opennes Rank: 1960 Universitas Jember World Rank: 1423 Impact Rank: 1070 Opennes Rank: 1276 Excellence Rank: 3654 Universitas Negeri Surabaya World Rank: 1340 Impact Rank: 1523 Opennes Rank: 1153 Excellence Rank: 3981 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya World Rank: 1985 Impact Rank: 2481 Opennes Rank: 2906 Excellence Rank: 5115 Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya World Rank: 1921 Impact Rank: 3793 Opennes Rank: 2629 Excellence Rank: 4728 Universitas Muhammadiyah Malang World Rank: 1291 Impact Rank: 904 Opennes Rank: 1526 Excellence Rank: 3634 Universitas Surabaya World Rank: 2063 Impact Rank: 5313 Opennes Rank: 2262 Excellence Rank: 4191 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya World Rank: 2112 Impact Rank: 3526 Opennes Rank: 2756 Excellence Rank: 4730 Universitas Muhammadiyah Surabaya World Rank: 2290 Impact Rank: 2371 Opennes Rank: 2674 Excellence Rank: 5984 Petra Christian University World Rank: 1974 Impact Rank: 2977 Opennes Rank: 28811 Excellence Rank: 4575 Universitas Katolik Widya Karya Malang World Rank: 2415 Impact Rank: 3349 Opennes Rank: 30112 Excellence Rank: 4871 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya World Rank: 2611 Impact Rank: 5561 Opennes Rank: 29862 Excellence Rank: 5971 Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur World Rank: 1738 Impact Rank: 1844 Opennes Rank: 2087 Excellence Rank: 4421 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang World Rank: 1300 Impact Rank: 957 Opennes Rank: 29323 Excellence Rank: 4053 Universitas Trunojoyo Madura World Rank: 1689 Impact Rank: 1751 Opennes Rank: 3487 Excellence Rank: 4512 Universitas Dr Soetomo World Rank: 2746 Impact Rank: 4012 Opennes Rank: 32210 Excellence Rank: 5231. Keutamaan Mengetahui Kampus Unggul bagi Calon Mahasiswa Mengetahui kampus terbaik sebelum memilih perguruan tinggi sangat penting, karena calon mahasiswa dapat memilih kampus berdasarkan standart nasional dan interasional, tergantung dari pemeringkatan yang didapatkan dari kampus. Berikut beberapa keuntungan yang didapatkan calon mahasiswa jika mengetahui kampus unggulan : Informasi ini membantu calon mahasiswa menentukan pilihan sesuai minat, bakat, dan tujuan karier. Kampus unggul biasanya memiliki fasilitas lengkap, tenaga pengajar berkualitas, serta lingkungan akademik yang mendukung. Kampus dengan reputasi baik sering memiliki jaringan kerja sama dengan industri dan lembaga internasional. Hal ini membuka peluang magang, penelitian, serta pertukaran pelajar. Lulusan dari kampus unggulan umumnya lebih mudah bersaing di dunia kerja. Perusahaan cenderung mempercayai kualitas pendidikan dari universitas yang memiliki akreditasi dan reputasi tinggi. Selain itu, pemeringkatan seperti Webometrics juga mencerminkan kemampuan kampus dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi. Kampus yang aktif dalam publikasi dan inovasi biasanya lebih siap menghadapi tantangan global. Kesimpulan Jawa Timur memiliki banyak perguruan tinggi berkualitas yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi calon mahasiswa. Universitas Airlangga, ITS, dan Universitas Brawijaya termasuk kampus unggulan yang memiliki reputasi nasional dan internasional. Selain itu, berbagai kampus swasta seperti Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Surabaya, hingga UK Petra juga menawarkan pendidikan berkualitas. Dengan memahami pemeringkatan Webometrics, calon mahasiswa dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam menentukan tempat kuliah. Pemilihan kampus yang sesuai akan membantu mengembangkan potensi, memperluas jaringan, serta membuka peluang karier di masa depan.

Perbedaan Rakaat Tarawih saat Ramadan, Pakar UMM Ungkap Sejarah Ijtihad di Baliknya

KLIKMU.CO – Perbedaan jumlah rakaat salat tarawih kerap menjadi perbincangan hangat setiap Ramadan. Tak jarang, perbedaan angka seolah menjadi tolok ukur sah atau tidaknya ibadah. Padahal, di balik variasi tersebut tersimpan khazanah ijtihad yang panjang, argumentatif, dan kaya dalam tradisi fikih Islam. Dosen Hukum Keluarga Islam Universitas Muhammadiyah Malang R Tanzil Fawaiq Sayyaf MH menjelaskan bahwa perbedaan itu bukan bentuk pertentangan, melainkan konsekuensi logis dari perbedaan metodologi dalam memahami sumber hukum Islam. “Perbedaan jumlah rakaat tarawih terjadi karena adanya perbedaan interpretasi dan kontekstualisasi terhadap dalil-dalil yang bersumber dari Al-Qur’an, Sunnah, ijma’, dan qiyas. Al-Qur’an memang memerintahkan salat melalui ayat-ayat seperti aqimus shalah, tetapi tidak menyebutkan secara eksplisit jumlah rakaat tarawih,” ujarnya. ”Karena itu, hadis berfungsi sebagai bayan tafsir atau penjelas terhadap ayat-ayat yang bersifat global. Selama argumentasinya kuat dan sanad hadisnya valid, maka perbedaan tersebut tidak menjadi persoalan,” imbuhnya, Selasa (24/2/2026). Tanzil menjelaskan, secara historis umat Islam merujuk pada imam-imam mazhab yang memiliki metode istinbat hukum berbeda, sehingga melahirkan variasi praktik yang sama-sama memiliki landasan. Mazhab Hanafi menetapkan 20 rakaat berdasarkan ijma sahabat pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Mazhab Maliki menetapkan 36 rakaat dengan merujuk pada praktik penduduk Madinah. Sementara itu, Mazhab Syafi’i dan Hanbali cenderung menetapkan 20 rakaat dengan dasar hadis mauquf dan amalan sahabat pascawafat Nabi. Adapun Majelis Tarjih Muhammadiyah menetapkan 11 rakaat dengan merujuk pada hadis Aisyah tentang praktik salat malam Rasulullah. “Dalam hadis riwayat Aisyah disebutkan bahwa Rasulullah tidak pernah menambah lebih dari sebelas rakaat, baik di Ramadan maupun di luar Ramadan. Riwayat muttafaq ‘alaih itu menjelaskan bahwa Nabi salat empat rakaat dengan panjang dan kekhusyukan yang luar biasa, lalu empat rakaat berikutnya dengan kualitas serupa, kemudian ditutup tiga rakaat witir. Dari sinilah dipahami formasi 4-4-3 yang menjadi dasar praktik 11 rakaat di kalangan Muhammadiyah,” jelasnya. Dia menambahkan, konsep qiyamul Ramadan pada dasarnya identik dengan qiyamul lail. Karena itu, tarawih tidak terlepas dari witir sebagai penutup salat malam. Variasi seperti 2-2-2-2-1 atau 4-4-3 merupakan bentuk teknis pelaksanaan yang tetap berada dalam koridor dalil sahih. Dalam beberapa riwayat, Nabi juga pernah melaksanakan witir sembilan rakaat atau dengan formasi lainnya. Dalam perspektif qiyas, karena salat malam tidak dibatasi jumlahnya, komposisi rakaat tarawih dipahami secara fleksibel selama tidak menyelisihi prinsip-prinsip dasar syariat. “Yang menjadi persoalan justru ketika suatu amalan tidak memiliki dalil, atau dalilnya lemah bahkan maudhu. Itu yang harus dihindari. Karena itu, umat Islam seharusnya tidak menjadikan perbedaan jumlah rakaat sebagai sumber perpecahan. Keragaman tersebut menunjukkan keluasan ijtihad dan dinamika intelektual dalam Islam. Perbedaan antara empat mazhab dan Muhammadiyah bukan perpecahan, melainkan kekayaan dalam memahami dalil,” tegasnya. Pada akhirnya, Tanzil menekankan bahwa esensi tarawih bukan terletak pada angka, melainkan pada kekhusyukan, keikhlasan, dan konsistensi dalam menghidupkan malam Ramadan. Ia juga mengingatkan bahwa semangat qiyamul lail tidak seharusnya berhenti setelah Ramadan usai, sebab salat malam merupakan sunnah yang dicontohkan Nabi sepanjang tahun. Dengan demikian, perbedaan jumlah rakaat hendaknya dipahami sebagai ruang toleransi ilmiah, bukan alasan untuk saling menyalahkan dalam menjalankan ibadah. (Faqih/AS)

10 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Malang Versi UniRank

medanaktual – Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul melalui pendidikan akademik maupun vokasi. Di Indonesia, perguruan tinggi secara umum terbagi menjadi dua jenis, yakni Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Kota Malang dikenal sebagai salah satu kota pendidikan di Jawa Timur. Selain memiliki kampus negeri ternama, Malang juga dihuni banyak perguruan tinggi swasta berkualitas yang diminati calon mahasiswa dari berbagai daerah. Lingkungan akademik yang kondusif, biaya hidup relatif terjangkau, serta pilihan program studi yang beragam menjadi daya tarik utama kota ini. Lalu, perguruan tinggi swasta apa saja yang masuk kategori terbaik di Malang? Mengacu pada data pemeringkatan yang dilansir dari laman uniRank, berikut daftar 10 perguruan tinggi swasta terbaik di Malang yang bisa dijadikan referensi. 1. Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menempati posisi teratas sebagai PTS terbaik di Malang. Kampus ini juga masuk jajaran universitas terbaik nasional versi uniRank. Berdasarkan data BAN-PT, UMM telah meraih status akreditasi Unggul, mencerminkan mutu akademik dan tata kelola institusi yang sangat baik. 2. Universitas Islam Malang Universitas Islam Malang berlokasi di Jalan Mayjen Haryono, Malang. Kampus ini menempati peringkat tinggi di tingkat nasional dan telah mengantongi akreditasi Unggul dari BAN-PT, menjadikannya salah satu PTS favorit di Malang. 3. Universitas Merdeka Malang Didirikan pada 29 Januari 1964, Universitas Merdeka Malang memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan tinggi. Kampus ini masuk dalam 100 besar universitas terbaik Indonesia versi uniRank dan memperoleh akreditasi B dari BAN-PT. 4. Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Universitas PGRI Kanjuruhan Malang merupakan hasil pengembangan dari IKIP PGRI Malang dan STIBA Kanjuruhan. Bernaung di bawah yayasan PGRI, kampus ini telah mendapatkan akreditasi B berdasarkan penilaian BAN-PT. 5. Universitas Tribhuwana Tunggadewi Universitas Tribhuwana Tunggadewi berlokasi di kawasan Tlogomas, Malang. Kampus swasta ini memiliki beragam program studi dan telah meraih akreditasi B dari BAN-PT. 6. Institut Teknologi Nasional Malang Institut Teknologi Nasional Malang berada di bawah pengelolaan P2PUTN Malang. Kampus ini dikenal fokus pada bidang teknik dan teknologi, serta telah memperoleh akreditasi B dari BAN-PT. 7. Universitas Ma Chung Universitas Ma Chung berlokasi di Karangwidoro, Dau, Kabupaten Malang. Perguruan tinggi swasta ini memiliki ciri khas pada pendidikan berbasis nilai multikultural dan telah mendapatkan akreditasi B. 8. Universitas Widyagama Didirikan pada tahun 1971 oleh Yayasan Pembina Pendidikan Indonesia, Universitas Widyagama menjadi salah satu PTS yang cukup lama berdiri di Malang. Kampus ini telah memperoleh akreditasi B dari BAN-PT. 9. Universitas Islam Raden Rahmat Universitas Islam Raden Rahmat berlokasi di Kepanjen, Kabupaten Malang. Berdasarkan data BAN-PT, perguruan tinggi ini mendapatkan status akreditasi Baik. 10. Universitas Wisnuwardhana Universitas Wisnuwardhana beralamat di kawasan Danau Sentani, Kota Malang. Kampus ini termasuk dalam jajaran PTS terbaik di Malang dan telah meraih akreditasi B dari BAN-PT. Penutup Banyaknya perguruan tinggi swasta berkualitas menjadikan Malang sebagai destinasi favorit untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Dengan beragam pilihan kampus, calon mahasiswa dapat menyesuaikan pilihan berdasarkan akreditasi, program studi, hingga lingkungan akademik yang diinginkan.

KKN Tematik UMM Bangun Wisata Edukatif dan Ekonomi Kreatif di Jodipan

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Sebagai kampus inovasi, mandiri, dan berdampak, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menegaskan komitmennya menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui program pengabdian. Spirit tersebut tercermin dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tidak hanya bersifat seremonial, melainkan dirancang sebagai ruang implementasi gagasan kreatif, teknologi adaptif, dan pemberdayaan berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, UMM mendorong mahasiswanya menjadi agen perubahan yang mampu membaca potensi lokal sekaligus menguatkannya secara strategis. Kampus putih yang konsisten mengusung semangat inovasi dan kemandirian, mahasiswa KKN UMM kembali menghadirkan gagasan strategis untuk menghidupkan potensi wisata lokal. Melalui program di Kampung Warna-Warni Jodipan, tim KKN tidak hanya memperkuat aspek estetika kawasan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas warga sebagai pelaku utama pariwisata. Ketua Kelompok 13, Muhammad Syahva Putra Disa Rizki yang akrab disapa Syahva memimpin perumusan program berbasis pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, kampung wisata membutuhkan sentuhan ide kreatif agar tetap hidup, relevan, dan mampu bersaing di tengah perkembangan zaman.Program kerja yang dijalankan meliputi Speaking Color, Sparkling Jodipan, dan Jodipan Clay. Speaking Color difokuskan pada pembelajaran bahasa sederhana bagi anak-anak agar lebih percaya diri saat berinteraksi dengan wisatawan. Program ini dinilai penting karena kemampuan komunikasi menjadi kunci utama dalam sektor pariwisata. “Program ini kami rancang untuk membantu memberdayakan warga, terutama agar mereka lebih siap dan percaya diri dalam menyambut serta berinteraksi dengan wisatawan,” ujar Syahva. Sementara itu, Sparkling Jodipan dan Jodipan Clay diarahkan pada pengembangan potensi ekonomi kreatif. Mahasiswa mendorong warga mengemas produk sederhana seperti minuman dan suvenir agar memiliki nilai tambah serta daya tarik baru bagi pengunjung. Upaya tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat sirkulasi ekonomi lokal berbasis kreativitas warga. Program unggulan yang paling mencuri perhatian adalah Warna Digital Jodipan. Inovasi ini menghadirkan kode QR pada mural-mural kampung. Setiap kode terhubung dengan cerita di balik lukisan, mulai dari tradisi lama masyarakat hingga simbol identitas lokal Malang.“Karena setiap lukisan memiliki QR tersendiri, pengunjung dapat langsung mengakses penjelasan, sehingga mereka tidak hanya menikmati visualnya, tetapi juga memahami arti di balik karya tersebut,” jelasnya. Digitalisasi narasi mural tersebut menghadirkan pengalaman wisata yang lebih edukatif. Pengunjung tidak sekadar berfoto, tetapi juga memperoleh pemahaman tentang nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Inovasi ini menunjukkan kemampuan mahasiswa UMM dalam memadukan kreativitas, teknologi, dan kearifan lokal secara adaptif. Sebuah cerminan karakter kampus yang mendorong integrasi ilmu pengetahuan dengan kebutuhan riil masyarakat. Pendekatan sosial menjadi fondasi utama pelaksanaan program. Mahasiswa membangun kedekatan dengan warga melalui dialog santai, membeli produk lokal, hingga mendampingi anak-anak belajar pada malam hari. Cara ini memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan program berjalan partisipatif.Menurut Syahva, perubahan paling nyata terlihat dari meningkatnya kesiapan warga dalam menyambut wisatawan secara lebih profesional. Ia mengamati adanya perkembangan dalam cara warga berkomunikasi, memberikan informasi, serta membangun kesan pertama yang positif bagi pengunjung. Hal tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat daya tarik Jodipan sebagai destinasi yang ramah dan edukatif. “Kini warga lebih percaya diri saat berinteraksi dengan wisatawan, karena bahasa dan cara menyambut tamu adalah kunci utama bagi kampung wisata seperti Jodipan,” terangnya. Dosen pembimbing, Jamroji, S.Sos., M.Comms., menilai program tersebut relevan dengan kebutuhan aktivasi kawasan wisata. Ia menyebut mahasiswa didorong untuk berpikir kreatif, adaptif, dan berorientasi pada solusi nyata yang berkelanjutan, selaras dengan visi UMM sebagai kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang terukur. Program-program yang telah dirintis selanjutnya diserahkan kepada warga untuk dikelola secara mandiri. Tim KKN juga membuka ruang komunikasi lanjutan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan akademik. Melalui KKN tematik ini, UMM kembali menegaskan perannya sebagai kampus inovasi, mandiri, dan berdampak. Mahasiswa hadir bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan membawa gagasan, membangun kolaborasi, serta meninggalkan fondasi pemberdayaan yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat secara berkelanjutan.(*)

KH Ahmad Dahlan “Hadir” di Taman Merjosari, NgabubuRead UMM Ubah Ngabuburit Jadi Ajang Literasi dan Aksi Sosial

MALANG, PENAJATIM – Suasana Taman Merjosari, Rabu sore 25 Februari 2026, mendadak berbeda. Di tengah keramaian warga yang menanti waktu berbuka, sosok KH Ahmad Dahlan dan istrinya, Siti Walidah, tampak menyapa pengunjung. Meski hadir dalam bentuk cosplay, figur pendiri Muhammadiyah itu sukses menarik perhatian ratusan warga dan menghidupkan kembali semangat literasi, pendidikan, serta kepedulian sosial dalam balutan kegiatan NgabubuRead yang digelar Universitas Muhammadiyah Malang atau UMM. Menunggu azan magrib kali ini tidak sekadar diisi dengan berburu takjil. UMM menghadirkan konsep ngabuburit produktif yang memadukan hiburan edukatif, aktivitas membaca, hingga aksi berbagi. Taman kota yang biasanya menjadi ruang santai berubah menjadi ruang belajar terbuka yang hangat dan penuh keceriaan. Kehadiran cosplay KH Ahmad Dahlan dan Siti Walidah bukan sekadar pemanis acara. Sosok tersebut menjadi simbol penguatan nilai literasi dan kepedulian sosial yang menjadi ruh gerakan Muhammadiyah sejak awal berdiri. Spirit pembaruan pendidikan dan keberpihakan pada masyarakat kecil terasa relevan di tengah momentum Ramadan. Sejak sore hari, antusiasme masyarakat sudah terlihat. Puluhan anak memadati booth UMM untuk mengikuti beragam permainan edukatif, mulai dari mini game golf hingga aktivitas membaca bersama. Musikalisasi puisi turut meramaikan suasana, menciptakan atmosfer ngabuburit yang tidak hanya seru tetapi juga sarat makna. Keseruan bertambah ketika Mobil Kamis Membaca, perpustakaan keliling milik UMM, hadir membawa ratusan koleksi bacaan yang bisa diakses gratis. Buku-buku cerita bergambar hingga bacaan pengetahuan umum menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak yang ingin mengisi waktu dengan kegiatan positif. Kepala Humas UMM, Maharina Novia Zahro, M.Ikom, menjelaskan bahwa NgabubuRead dirancang sebagai ruang produktif bagi masyarakat untuk memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa. Ramadan, menurutnya, menjadi momentum strategis untuk menumbuhkan kebiasaan membaca sekaligus membangun ruang diskusi yang sehat. “NgabubuRead bukan sekadar aktivitas menunggu waktu berbuka, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menguatkan spirit literasi sebagai fondasi kemajuan bangsa,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkaya diri, baik secara spiritual maupun intelektual. Kegiatan tersebut tidak berhenti pada aktivitas di taman. Setelah rangkaian acara utama selesai, peserta dan panitia melanjutkan dengan membagikan makanan kepada masyarakat di jalan. Aksi ini menjadi wujud konkret kepedulian sosial yang diusung dalam kegiatan tersebut. Menurut Maharina, langkah berbagi itu merefleksikan spirit Al-Ma’un yang diajarkan KH Ahmad Dahlan, yakni nilai keberagamaan yang diwujudkan dalam tindakan nyata membantu sesama. Literasi, katanya, tidak hanya berhenti pada aktivitas membaca, tetapi juga harus melahirkan empati dan aksi sosial. “Melalui NgabubuRead, kami ingin menanamkan pesan bahwa membaca dan berbagi adalah satu kesatuan gerakan,” tuturnya. Di antara anak-anak yang larut dalam kegiatan, Naufal mengaku sangat menikmati suasana ngabuburit yang berbeda tersebut. Ia datang bersama teman-temannya dan langsung tertarik melihat mobil perpustakaan keliling yang dipenuhi buku cerita. Baginya, membaca di taman sambil menunggu berbuka menjadi pengalaman baru yang menyenangkan. Ia juga mengaku senang bisa melihat tokoh sejarah dalam bentuk cosplay karena sebelumnya hanya mengenalnya dari cerita di sekolah. “Rasanya seperti belajar tapi sambil bermain,” katanya dengan wajah antusias. Naufal berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada Ramadan berikutnya. Selain mendapatkan teman baru, ia merasa waktu menunggu berbuka terasa lebih cepat dan bermanfaat. “Kalau ada lagi, saya mau ikut lagi. Soalnya seru dan bisa baca banyak buku,” ujarnya. Melalui NgabubuRead, UMM tidak hanya menghadirkan kegiatan ngabuburit yang kreatif, tetapi juga menegaskan komitmen kampus dalam membangun budaya literasi dan kepedulian sosial di ruang publik. Taman Merjosari pun menjadi saksi bagaimana Ramadan dapat diisi dengan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mencerdaskan dan menggerakkan empati.