UMM Hadirkan Beragam Program Beasiswa untuk Dukung Talenta Muda Indonesia

UMM Hadirkan Beragam Program Beasiswa untuk Dukung Talenta Muda Indonesia. (Humas UMM/PWMU.CO) pwmu.co –Universitas Muhammadiyah Malang atau UMM menyiapkan puluhan program beasiswa inklusif bagi lebih dari 6.000 calon mahasiswa baru.Kebijakan ini menjadi bentuk komitmen kampus dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menghapus anggapan bahwa kuliah berkualitas identik dengan biaya mahal. Wakil Rektor II UMM, Ahmad Juanda, menuturkan bahwa keberagaman program beasiswa tersebut merupakan bagian dari pengelolaan keuangan universitas yang berorientasi pada keadilan dan keberlanjutan. Menurutnya, pendanaan kampus dikelola secara strategis agar program bantuan pendidikan dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak mahasiswa berprestasi. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan implementasi nyata semangat filantropi pendidikan Muhammadiyah melalui Kampus Putih. Sejalan dengan visi universitas, berbagai skema beasiswa itu dirancang untuk menjaring talenta terbaik dari seluruh daerah di Indonesia tanpa memandang latar belakang ekonomi. UMM ingin membuka kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda agar dapat mengakses pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing global. Program beasiswa yang ditawarkan juga disesuaikan dengan perkembangan zaman. Salah satunya Beasiswa Pendidikan Indonesia Emas yang memberikan potongan 50 persen Biaya Studi Semester I bagi lulusan pendidikan menengah. Selain itu, tersedia Beasiswa Jalur Prestasi Akademik dan Nonakademik yang memungkinkan calon mahasiswa diterima tanpa tes seleksi. Menariknya, UMM juga memberi ruang bagi kreator konten digital. Influencer seperti YouTuber dengan minimal 5 ribu subscriber maupun selebgram dengan minimal 10 ribu pengikut dapat mengikuti jalur ini selama memiliki konten yang kreatif, edukatif, dan bernilai positif. Tidak hanya fokus pada prestasi, UMM juga memberikan perhatian pada aspek sosial melalui Beasiswa Yatim Piatu bagi siswa kurang mampu. Program ini mencakup pembebasan Dana Pengembangan Pendidikan dan SPP hingga delapan semester. Sementara pada jenjang pascasarjana, tersedia Beasiswa 5.000 Doktor untuk kepala dan wakil kepala sekolah Muhammadiyah dan Aisyiyah. Ekosistem pendanaan pendidikan di UMM turut diperkuat melalui kerja sama dengan pemerintah dan dunia industri. Kampus ini juga menyediakan Beasiswa KIP serta Beasiswa Mitra Industri dan Unit Bisnis UMM yang didukung sejumlah perusahaan milik universitas. Selain membantu pembiayaan studi, program tersebut juga membuka peluang magang dan pengembangan karier profesional bagi mahasiswa.(*) *) Penulis : Faqih Ahmad Wafir Rahman Editor : Zahrah Khairani Karim

Sempat Mengais Limbah di Eropa, Alumnus UMM Ini Jadi Bos Spa Beromzet Ratusan Juta

Galang. Alumnus Program Studi Agribisnis UMM angkatan 2011, yang kini membangun bisnis beromzet ratusan juta per bulan di Polandia. (Faqih/PWMU.CO). pwmu.co –Membangun bisnis spa beromzet ratusan juta rupiah per bulan di Polandia bukanlah pencapaian instan bagi Galang. Alumnus Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2011 ini harus merintis karirnya di Eropa dari titik terendah. Yakni dengan memeras keringat sebagai petugas kebersihan gudang dan mengurus sisa limbah demi bertahan hidup. Keberangkatannya ke Eropa pada Mei 2021 bukanlah perjalanan yang mulus. Setelah berkali-kali gagal menembus visa kerja ke Australia, Selandia Baru, dan Kanada sejak 2017, ia membidik Polandia yang saat itu minim lirikan pekerja Indonesia. Fase Belajar Bertahan Setibanya di sana, kenyataan keras langsung menyapanya. Galang mengungkapkan bahwa pengalaman awalnya di Eropa sangatlah berat karena ia harus bekerja kasar tanpa modal bahasa asing yang mumpuni. “Sesampainya di Polandia, saya bekerja sebagai petugas kebersihan gudang tanpa membutuhkan kemampuan bahasa khusus. Mulai dari membersihkan area produksi, mengangkut kardus, hingga membersihkan sisa limbah kerja setiap hari” terang Galang. “Pengalaman itu memang berat, tetapi justru menjadi fase penting untuk belajar bertahan, memahami budaya kerja Eropa, dan membentuk mental sebagai perantau” tegasnya pada Senin (18/05/2026) lalu. Tak ingin selamanya menjadi pekerja kasar, Galang beralih profesi menjadi pegawai di sebuah restoran kebab selama hampir tiga setengah tahun. Di sanalah ia mulai menyerap bahasa Polandia, sistem pajak, legalitas usaha, dan celah bisnis di Eropa. Ia menyadari bahwa kesuksesan di luar negeri membutuhkan kejelian melihat peluang, bukan sekadar bekerja dan menerima gaji. “Banyak orang datang ke luar negeri hanya bekerja biasa, tapi ada juga yang mencoba membangun sesuatu yang lebih besar” katanya. Jeli Melihat Peluang Peluang emas itu ia temukan pada bisnis relaksasi bertema Asia yang masih langka di Polandia. Galang kemudian menggandeng terapis asal Bali untuk merintis usaha spa, meski harus membagi waktu dengan pekerjaannya di restoran kebab. Ia menjelaskan bahwa membuka usaha di Eropa menuntut pemahaman regulasi yang sangat ketat dan perhitungan finansial yang matang. “Membangun usaha di Eropa tidak sesederhana membuka bisnis di Indonesia. Saya harus memahami regulasi yang sangat detail, mulai dari pajak perusahaan, keamanan pelanggan, administrasi usaha, hingga kewajiban menggunakan jasa lawyer dan akuntan” jelas Galang. Kini, berkat insting bisnis yang telah terasah sejak menjadi sales di Indonesia, usaha “Tera Thai Salon Day Spa” miliknya melesat. Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, bisnis tersebut meraup omzet Rp500 hingga Rp600 juta per bulan dan bersiap membuka cabang baru di Kota Gdansk. Kisah inspiratif Galang ini memberikan pesan kuat bagi generasi muda bahwa kesuksesan di negeri orang bukanlah undian berhadiah. Melainkan hasil dari ketahanan mental, kemauan beradaptasi, dan keberanian mengambil risiko. “Kadang kita tidak pernah tahu rezeki ada di mana kalau tidak berani mencoba dan terus belajar” pungkasnya menutup cerita. *) Penulis : Faqih Editor : Danar Trivasya Fikri

Pernah Jualan Hasil Bumi hingga Jadi Sekda Demak, Akhmad Sugiharto Buktikan Kesuksesan Butuh Ketangguhan

Sekda Kabupaten Demak Akhmad Sugiharto, ST, MT, saat menjadi pembicara di hadapan ribuan Wisudawan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), beberapa waktu lalu.(Foto: Dok. UMM). “Kesuksesan sejati bukan diukur dari tingginya posisi yang kita capai, tetapi dari manfaat yang bisa kita hadirkan untuk orang lain.” DEMAK, SUDUTPANDANG.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Akhmad Sugiharto, ST, MM, mengungkap perjalanan hidupnya yang pernah berjualan hasil bumi sebelum akhirnya mengemban amanah jabatan strategis di pemerintahan. Pengalaman tersebut, membuktikan bahwa kesuksesan membutuhkan ketangguhan dan kerja keras. Kisah penuh perjuangan dan inspiratif tersebut disampaikan Akhmad saat menjadi pembicara dalam Wisuda ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) beberapa waktu lalu. Di hadapan ribuan wisudawan, ia menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh tantangan sejak merantau ke Kota Malang pada 1991 untuk menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Sipil UMM. Sekda Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, ST, MT, saat menjadi pembicara dalam Wisuda ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang, beberapa waktu lalu (Foto: Dok. UMM). Akhmad mengenang masa awal dirinya merantau ke Kota Apel pada 1991 untuk menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Sipil UMM. Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, Akhmad menjalani kehidupan mahasiswa secara sederhana. Meski demikian, ia tetap aktif mengikuti kegiatan organisasi dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Menurutnya, pengalaman hidup selama masa kuliah menjadi bekal penting dalam membangun kemampuan beradaptasi dan menghadapi berbagai tekanan kehidupan. “Di UMM saya belajar bukan hanya soal akademik, tetapi juga bagaimana bertahan dalam situasi sulit dan tetap memiliki semangat untuk terus maju,” ungkap Akhmad. Tantangan terbesar, lanjutnya, justru datang setelah lulus kuliah pada 1997. Berulang kali melamar pekerjaan namun belum berhasil membuatnya harus mencari cara lain untuk bertahan hidup. Akhmad pun sempat berjualan hasil bumi, sebuah fase yang diakuinya menjadi titik paling berat sekaligus paling berharga dalam hidupnya. Dari pengalaman itu, ia belajar bahwa keberhasilan tidak dibangun dalam semalam. Ketekunan, doa orang tua dan keyakinan untuk terus berusaha menjadi kekuatan utama yang membuatnya mampu bangkit. Sekda Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, ST, MT, saat menjadi pembicara dalam Wisuda ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang, beberapa waktu lalu (Foto: Dok.UMM). Usaha keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada 1998, Akhmad berhasil lolos seleksi CPNS dan mulai mengabdikan diri di pemerintahan. Tak hanya sukses dalam karier birokrasi, Akhmad juga dikenal melalui inovasinya di bidang infrastruktur. Selain dikenal di bidang birokrasi, Akhmad juga disebut menggagas pembangunan jalan beton atau rigid pavement di Kabupaten Demak pada 2010. Konsep pembangunan jalan tersebut dinilai lebih kuat dan tahan lama dibandingkan jalan aspal konvensional, serta kemudian diadopsi sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. Menurut Akhmad, keberhasilan tidak hanya diukur dari jabatan yang diraih, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat. “Kesuksesan sejati bukan diukur dari tingginya posisi yang kita capai, tetapi dari manfaat yang bisa kita hadirkan untuk orang lain,” tegasnya. Ia juga berpesan kepada generasi muda agar tidak takut menghadapi kegagalan karena setiap tantangan merupakan bagian dari proses pembentukan karakter dan mental yang kuat. Menurutnya, tantangan hidup justru menjadi proses penting dalam membentuk mental yang kuat dan karakter kepemimpinan. Perjalanan hidup Akhmad Sugiharto menjadi gambaran bahwa kerja keras, ketekunan, dan integritas dapat menjadi modal untuk meraih keberhasilan di tengah berbagai keterbatasan.(red).

Gerak Cepat, PMB Kampus Swasta Sudah Dibuka sejak Akhir 2025

ANIMO TINGGI: UMM sudah membuka pendaftaran PMB sejak akhir 2025. (umm.ac.id) MALANG KOTA, RADAR MALANG – Gerak cepat sudah ditunjukkan kampus-kampus swasta di Kota Malang dalam Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Mulai akhir 2025 lalu, mayoritas dari mereka sudah membuka pendaftaran. Langkah tersebut dilakukan karena jumlah pelajar lulusan SMA/SMK sederajat dari Kota Malang tak terlalu banyak. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun lalu, jumlahnya 19.618 pelajar. Empat kampus negeri masih menjadi tujuan favorit para pelajar tersebut. Yakni Universitas Negeri Malang, UIN Maliki Malang, Universitas Brawijaya, dan Politeknik Negeri Malang (Polinema). Meski masih ada proyeksi menggaet calon mahasiswa dari luar Kota Malang, kampus swasta menolak pasif. ”Kami mulai membuka pendaftaran sejak 1 November 2025 lalu,” ujar Kepala Humas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Maharina Novia Zahro. Pendaftaran pertama dibuka untuk jalur prestasi mulai 1 November 2025 hingga 25 Februari 2026. Tesnya hanya dengan mengunggah nilai rapor calon mahasiswa baru pada semester 1 sampai 4 saja. Saat ini, UMM masih membuka pendaftaran jalur prestasi periode II. Dibuka mulai 26 Februari sampai 25 Juni mendatang. Selain jalur prestasi, UMM juga membuka pendaftaran jalur reguler. Dimulai 1 November 2025 hingga 30 Juni mendatang. Penilaiannya lebih beragam. Mulai dari rapor atau ijazah, hingga tes motivasi. Rata-rata jalur pendaftaran di UMM memang dimulai sejak 1 November 2025 lalu. Animo pendaftar di sana juga selalu melampaui kuota yang ditentukan. ”Sebagai contoh tahun lalu kami membuka kuota sekitar 6 ribu kursi, dan pendaftarnya sampai 9 ribu calon maba,” lanjut Maharina. Biaya pendaftaran yang dipatok untuk calon maba tidak terlalu tinggi. Untuk jenjang SI dan vokasi dibanderol Rp 400 ribu saja. Sementara untuk profesi Rp 450 ribu. Di sisi lain, Tim Marketing Bina Nusantara (Binus) Malang Amelia menuturkan, pihaknya juga membuka pendaftaran lebih awal. Proses registrasi terus dibuka hingga 22 Mei mendatang. ”Sebab kami jadwalkan perkuliahan mulai September 2026,” kata dia. Banyak kegiatan yang dilakukan Binus untuk menggaet mahasiswa. Mulai dari sosialisasi hingga memasang iklan di reklame pinggir jalan. Selain itu mereka juga banyak memasang penawaran beasiswa hingga 50 persen untuk calon maba. Update terakhir, kuota beberapa jurusan favorit di sana hampir penuh. (aff/by) Editor : Bayu Mulya Putra

Pernah Jualan Hasil Bumi hingga Jadi Sekda Demak, Akhmad Sugiharto Buktikan Kesuksesan Butuh Ketangguhan

Sekda Demak Akhmad Sugiharto saat memberikan motivasi kepada wisudawan UMM tentang pentingnya kerja keras, ketekunan, dan keberanian menghadapi kegagalan. SuaraMerdeka – Kariernya terus berkembang hingga dipercaya menjadi Sekretaris Daerah Kabupaten Demak. Tak hanya sukses dalam karier birokrasi, Akhmad juga dikenal melalui inovasinya di bidang infrastruktur. Pada 2010, ia menggagas pembangunan jalan beton atau rigid pavement di Demak. Konsep tersebut terbukti lebih kuat dan tahan lama dibandingkan jalan aspal konvensional, bahkan kemudian diikuti sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. Bagi Akhmad, keberhasilan sejati bukan sekadar soal jabatan, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat. “Kesuksesan sejati bukan diukur dari tingginya posisi yang kita capai, tetapi dari manfaat yang bisa kita hadirkan untuk orang lain,” tegasnya di hadapan para wisudawan. Ia juga berpesan kepada generasi muda agar tidak takut menghadapi kegagalan. Menurutnya, tantangan hidup justru menjadi proses penting dalam membentuk mental yang kuat dan karakter kepemimpinan. Kisah hidup Akhmad Sugiharto menjadi gambaran nyata bahwa ketangguhan, kerja keras dan integritas mampu mengubah keterbatasan menjadi keberhasilan besar. (Red).***

UMM Apresiasi Bakat dan Prestasi Anak Muda, Siapkan Beragam Beasiswa untuk Berbagai Talenta

Universitas Muhammadiyah Malang menyediakan beragam beasiswa untuk berbagai prestasi dan talenta anak muda./dok. UMM MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memastikan ketersediaan puluhan ragam beasiswa inklusif untuk menyambut lebih dari 6.000-an mahasiswa baru. Langkah strategis ini menjadi komitmen nyata UMM dalam mematahkan stigma mahalnya biaya kuliah, sekaligus menjamin agar generasi muda berprestasi di seluruh negeri tidak kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi berkualitas. Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., menjelaskan bahwa kebijakan penyediaan ragam beasiswa ini merupakan wujud tata kelola keuangan universitas yang inklusif dan berkeadilan. “Kami mengelola pendanaan secara strategis agar program beasiswa ini terus berkelanjutan. Ini adalah bentuk nyata filantropi pendidikan Muhammadiyah melalui kampus putih,” ungkap Juanda pada rilis UMM, Selasa (19/5). Rancangan beasiswa khusus ini diterapkan UMM untuk menjaring talenta terbaik dari seluruh penjuru negeri, tanpa terkecuali. “Melalui program ini, Kampus Putih menunjukkan komitmennya dalam membuka peluang seluas-luasnya bagi generasi muda Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi yang bermutu dan berdaya saing global,” imbuhnya. Pilihan beasiswa yang ditawarkan sangat adaptif terhadap tren masa kini. Bagi lulusan pendidikan menengah, Beasiswa Pendidikan Indonesia Emas menawarkan potongan sebesar 50% pada Biaya Studi Semester I (BSS-I). Terdapat pula Beasiswa Jalur Prestasi Akademik dan Non Akademik yang memfasilitasi calon mahasiswa masuk UMM tanpa tes. Menariknya, jalur ini turut merangkul influencer (konten kreator) Youtuber dengan subscriber minimal 5k dan selebgram dengan follower minimal 10k, dengan kriteria konten yang kreatif, edukatif, dan positif. Nilai-nilai sosial dan pengabdian juga diutamakan. Kampus ini menyediakan Beasiswa Yatim Piatu yang diberikan kepada siswa/siswi berstatus Yatim/Yatim Piatu yang tidak mampu. Manfaatnya berupa pembebasan Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) dan Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) selama 8 semester. Pada tingkat pascasarjana, terdapat Beasiswa 5.000 Doktor untuk Kepala dan Wakil Kepala Sekolah Muhammadiyah dan Aisyiyah. Ekosistem pendanaan pendidikan di UMM semakin komprehensif dengan hadirnya sinergi bersama pemerintah dan dunia usaha. Kampus putih turut mengakomodasi Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk memastikan pemerataan akses bagi mahasiswa berekonomi lemah. Lebih istimewa lagi, Kampus Putih menghadirkan Beasiswa Mitra Industri serta Beasiswa Unit Bisnis UMM yang didukung langsung oleh berbagai badan usaha strategis milik kampus, seperti PT. Taman Sengkaling, PT. Manajemen Hotel, PT Hilirisasi Teknologi, hingga PT BPR Syariah Artha Sinar Sejahtera. Jalur ini tidak sekadar meringankan biaya, melainkan juga menjadi jembatan awal bagi mahasiswa untuk menyerap pengalaman magang dan karir profesional. Ini adalah momentum emas bagi masyarakat luas, dan UMM menegaskan bahwa mereka tidak membiarkan potensi dan mimpi anak muda terhenti oleh keraguan finansial. Kampus Putih pun mengimbau calon-calon mahasiswa untuk mempersiapkan berkas terbaiknya dan berani mewujudkan cita-cita bersama UMM, karena pendidikan bermutu adalah hak semua orang. *** Editor: YAN

Alumnus UMM Sempat Mengais Limbah di Eropa, Kini Jadi Bos Spa Beromzet Ratusan Juta

Galang, alumnus Universitas Muhammadiyah Malang berhasil membuka usaha di Polandia./dok. UMM MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Alumnus Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2011, Galang harus merintis karirnya di Eropa dari titik terendah, yakni dengan memeras keringat sebagai petugas kebersihan gudang dan mengurus sisa limbah demi bertahan hidup. Setelah perjuangan tersebut, kini Galang membangun bisnis spa beromzet ratusan juta rupiah per bulan di Polandia. Keberangkatannya ke Eropa pada Mei 2021 bukanlah perjalanan yang mulus. Setelah berkali-kali gagal menembus visa kerja ke Australia, Selandia Baru, dan Kanada sejak 2017, ia membidik Polandia yang saat itu minim lirikan pekerja Indonesia. Setibanya di sana, kenyataan keras langsung menyapanya. Galang mengungkapkan bahwa pengalaman awalnya di Eropa sangatlah berat karena ia harus bekerja kasar tanpa modal bahasa asing yang mumpuni. “Sesampainya di Polandia, saya bekerja sebagai petugas kebersihan gudang tanpa membutuhkan kemampuan bahasa khusus. Mulai dari membersihkan area produksi, mengangkut kardus, hingga membersihkan sisa limbah kerja setiap hari. Pengalaman itu memang berat, tetapi justru menjadi fase penting untuk belajar bertahan, memahami budaya kerja Eropa, dan membentuk mental sebagai perantau,” ungkap Galang dalam rilis UMM, Selasa (19/5). Galang enggan selamanya menjadi pekerja kasar, maka ia beralih profesi menjadi pegawai di sebuah restoran kebab selama hampir tiga setengah tahun. Di sanalah ia mulai menyerap bahasa Polandia, sistem pajak, legalitas usaha, dan celah bisnis di Eropa. Ia menyadari bahwa kesuksesan di luar negeri membutuhkan kejelian melihat peluang, bukan sekadar bekerja dan menerima gaji. “Banyak orang datang ke luar negeri hanya bekerja biasa, tapi ada juga yang mencoba membangun sesuatu yang lebih besar,” ujarnya. Peluang emas itu ia temukan pada bisnis relaksasi bertema Asia yang masih langka di Polandia. Galang kemudian menggandeng terapis asal Bali untuk merintis usaha spa, meski harus membagi waktu dengan pekerjaannya di restoran kebab. Ia menjelaskan bahwa membuka usaha di Eropa menuntut pemahaman regulasi yang sangat ketat dan perhitungan finansial yang matang. “Membangun usaha di Eropa tidak sesederhana membuka bisnis di Indonesia. Saya harus memahami regulasi yang sangat detail, mulai dari pajak perusahaan, keamanan pelanggan, administrasi usaha, hingga kewajiban menggunakan jasa lawyer dan akuntan,” jelasnya. Kini, berkat insting bisnis yang telah terasah sejak menjadi sales di Indonesia, usaha Tera Thai Salon Day Spa miliknya melesat. Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, bisnis tersebut meraup omzet Rp500 hingga Rp600 juta per bulan dan bersiap membuka cabang baru di Kota Gdansk. Kisah inspiratif Galang ini memberikan pesan kuat bagi generasi muda bahwa kesuksesan di negeri orang bukanlah undian berhadiah, melainkan hasil dari ketahanan mental, kemauan beradaptasi, dan keberanian mengambil risiko. “Kadang kita tidak pernah tahu rezeki ada di mana kalau tidak berani mencoba dan terus belajar,” tegas Galang. *** Editor: YAN

Dampak Kurs Rupiah Melemah: Ancaman Biaya Hidup dan Strategi Adaptasi Finansial Keluarga

Dollar menguat, rupiah melemah (Foto: Rifkianto Nugroho/detikfoto) PORTAL7.CO.ID – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat telah mencapai level Rp17.630 per dolar AS, sebuah kondisi yang menimbulkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas ekonomi rumah tangga masyarakat Indonesia. Fenomena ini dipicu oleh kombinasi faktor, termasuk gejolak geopolitik global dan kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat. Kondisi ini menjadi sorotan utama dalam pemberitaan ekonomi pada Senin, 18 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Nilai tukar yang tertekan ini memberikan tekanan langsung pada daya beli masyarakat dan struktur pengeluaran bulanan keluarga. Dampak pelemahan rupiah ini menimbulkan efek berantai yang signifikan terhadap biaya hidup masyarakat, terutama karena tingginya ketergantungan Indonesia pada komoditas impor. Hal ini dijelaskan oleh Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang, Yunan Syaifullah. “Tentu harga bahan pokok yang naik, seperti tahu tempe karena 90 persen kebutuhan kedelai nasional masih didatangkan dari luar negeri. Kemudian BBM dan transportasi naik karena Indonesia masih ketergantungan impor minyak dan energi, hingga berdampak pada belanja bulanan jadi lebih mahal,” ungkap Yunan. Dampak ini bersifat universal, artinya masyarakat yang tidak secara langsung mengonsumsi barang impor tetap akan merasakan kenaikan biaya hidup. Kenaikan biaya produksi di sektor industri lokal, yang bergantung pada bahan baku impor, akan turut menaikkan harga jual akhir. Yunan Syaifullah menegaskan bahwa tidak ada lapisan masyarakat yang sepenuhnya terbebas dari dampak ini, meskipun konsumsi barang impor mereka minim. “Sebenarnya beli atau tidaknya mereka terhadap barang impor, mereka akan tetap terkena efek berantai mulai dari BBM naik, bahan baku naik, biaya produksi juga naik. Kenaikan dolar ini memberi dampak pada seluruh lapisan masyarakat,” tegas Yunan. Menghadapi fluktuasi kurs ini, para ahli menyarankan masyarakat untuk mengambil langkah proaktif dalam mengelola keuangan pribadi. Prioritas utama adalah mengamankan dana darurat dan menunda segala bentuk konsumsi yang tidak mendesak. Selain itu, untuk menjaga nilai aset jangka panjang di tengah inflasi, disarankan untuk melakukan diversifikasi tabungan ke instrumen investasi yang bersifat defensif. “Prioritaskan kebutuhan utama terlebih dahulu dan tunda pembelian. Namun, untuk menjaga nilai aset jangka panjang, sebagian tabungan bisa didiversifikasi ke emas, reksadana, dan saham sektor defensif secukupnya saja untuk mengurangi risiko,” jelas Yunan. Yunan juga memberikan peringatan keras mengenai meningkatnya penggunaan layanan kredit instan atau fitur paylater yang dianggap berisiko menciptakan ilusi stabilitas finansial. “Kebiasaan masyarakat kita seperti hobi paylater ini membuat terlena. Kebiasaan ini membuat ilusi kita punya uang lebih padahal itu utang. Bunga dan denda jika terlambat membayar dapat menguras habis uang kita,” tambahnya. Panduan Langkah Demi Langkah Memilih Saham Perbankan Unggulan di Mei 2026 Meskipun situasi ini menantang, Yunan melihat adanya peluang baru bagi generasi muda yang memiliki keahlian digital. Kondisi pelemahan rupiah dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan dalam mata uang asing. “Sekarat anak muda bisa mempelajari skill digital dan membangun side hustle sesuai minat, misalnya menjadi konten kreator atau copywriter. Skill yang bisa menghasilkan pendapatan dolar saat ini justru menjadi peluang saat Rupiah melemah,” urai Yunan. Sebagai langkah mitigasi segera, masyarakat diminta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arus kas pribadi mereka. Langkah konkret seperti menghentikan langganan layanan digital yang tidak krusial dan mengurangi gaya hidup konsumtif sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan keuangan di masa sulit ini.