Mahasiswa UMM Tutup Rangkaian TRAX 2026 Lewat MotoBooth, Pengunjung Kayutangan Heritage Antusias Berfoto

Kabar Nusantara – Kelompok Artheera menghadirkan Mini Exhibition Moto East Java melalui konsep MotoBooth hasil kolaborasi bersama Diarch sebagai aktivasi pasca-event. MALANG, 7 Juli 2026 – Setelah sukses menyelenggarakan TRAX 2026, kelompok Artheera dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Mini Exhibition Moto East Java di kawasan Kayutangan Heritage sebagai rangkaian pasca-event. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi mata kuliah Praktikum Brand Activation untuk mempertahankan awareness masyarakat terhadap Moto East Java. MotoBooth menjadi daya tarik utama dalam exhibition. Berkolaborasi dengan Diarch, Artheera menghadirkan frame foto bertema adventure trail lengkap dengan unit motor trail Moto East Java yang dapat digunakan pengunjung sebagai properti berfoto. Selain menikmati MotoBooth, pengunjung juga mengikuti Temporary Tattoo Experience dengan berbagai pilihan desain bertema adventure serta memperoleh stiker Moto East Java sebagai merchandise campaign. “Saya tertarik karena konsepnya berbeda. Biasanya photobooth hanya menyediakan background, tetapi di sini ada motor trail asli sehingga hasil fotonya lebih menarik,” ujar Vina, salah satu pengunjung. Ketua Pelaksana Artheera mengatakan bahwa Mini Exhibition menjadi penutup rangkaian TRAX 2026 sekaligus upaya menjaga kedekatan Moto East Java dengan masyarakat melalui pengalaman yang menyenangkan.
Awas Bisa Budek, Pakar THT UMM Peringatkan Bahaya Sound Horeg

PAKAR Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) yang juga dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dr. Indra Setiawan, Sp.THT. (Foto: Istimewa) MALANG POST – Fenomena hiburan sound horeg, dengan paparan kebisingan ekstrem hingga mencapai 130 desibel, memicu peringatan keras dari pakar Telinga, Hidung, dan Tenggorok (THT) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dr. Indra Setiawan, Sp.THT. Dalam keterangannya pada Jumat (10/7/2026), dr. Indra mengingatkan, intensitas suara masif tersebut dapat memicu kerusakan koklea (telinga dalam) yang berujung pada tuli permanen, sekaligus mencatat terjadinya lonjakan klinis pasien gangguan pendengaran di Malang Raya pascapergelaran acara tersebut. Tren hiburan sound horeg dengan dentuman pengeras suara berskala masif kini semakin menjamur di berbagai daerah, khususnya Malang Raya. Bagi sebagian masyarakat, getaran suara yang menggelegar di dada mungkin dianggap sebagai sensasi hiburan yang meriah dan memuaskan. Namun, di balik euforia tersebut, tersimpan ancaman serius bagi kesehatan panca indra. Peringatan keras datang dari pakar Telinga, Hidung, dan Tenggorok (THT) yang juga dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dr. Indra Setiawan, Sp.THT. Ia mengingatkan bahwa paparan kebisingan ekstrem dari tren ini dapat memicu kerusakan pendengaran parsial hingga level tuli permanen alias budek. Secara medis, batas aman paparan suara menurut standar Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah maksimal 85 desibel selama delapan jam per hari. Kenyataannya, tingkat kebisingan pengeras suara sound horeg umumnya berada di ambang batas ekstrem, yakni berkisar antara 120 hingga 135 desibel. Kenaikan intensitas suara ini memiliki rumus yang sangat mengkhawatirkan. Setiap penambahan tiga desibel, batas waktu aman untuk mendengarkannya akan berkurang menjadi separuh. Artinya, jika seseorang terpapar suara sebesar 121 desibel, batas toleransi amannya hanyalah tujuh detik. Bahkan, jika kekuatan suara mencapai 130 desibel, telinga manusia hanya mampu bertahan selama 1,5 detik sebelum risiko kerusakan organ terjadi. “Kerusakan paling rentan terjadi pada bagian telinga dalam atau koklea, tepatnya pada sel-sel rambut koklea yang berfungsi mengubah energi suara menjadi impuls listrik ke otak. Jika sel ini rusak parah, sifatnya permanen serta tidak bisa diperbaiki,” tegas dr. Indra pada Jumat (10/7/2026) melalui Humas UMM. Selain kerusakan pada sel rambut, paparan desibel tinggi membawa risiko trauma tekanan pada organ telinga tengah. dr. Indra mendapati fakta memprihatinkan di lapangan saat banyak orang tua justru sengaja mengangkat balita mereka mendekati sumber suara demi kesenangan sesaat. Padahal, telinga yang berdenging setelah mendengar dentuman keras merupakan alarm bahaya pertama dari tubuh. Berdasarkan pengalaman klinisnya, pascapergelaran acara bernuansa kebisingan tinggi di kawasan Malang, jumlah pasien yang mengeluhkan penurunan fungsi pendengaran selalu mengalami lonjakan. Ironisnya, penderita sering kali tidak menyadari bahwa dirinya mulai mengalami tuli hingga merasa kesulitan saat berinteraksi. “Tekanan udara dari suara yang terlalu keras jika didengarkan dari jarak dekat dapat merusak tulang-tulang peredam pendengaran, bahkan berisiko membuat gendang telinga mengalami robekan yang membutuhkan tindakan operasi,” urainya. Menyikapi fenomena ini, penggunaan alat pelindung telinga sederhana seperti penyumbat busa (earplug) dinilai kurang efektif karena hanya mampu meredam sekitar 10 desibel. Langkah preventif paling logis bagi masyarakat, terutama kelompok rentan, adalah menjauhi lokasi acara. Sebagai wujud nyata pengabdian, UMM hadir menawarkan solusi taktis. Perguruan tinggi ini memiliki kelengkapan instrumen ukur kebisingan yang presisi dan siap memfasilitasi pemetaan zona aman di lingkungan warga. “UMM memiliki alat pengukur suara yang sangat memadai. Karena itu, kami dari Fakultas Kedokteran sangat siap bersinergi dengan pemerintah daerah maupun institusi terkait guna memetakan jarak aman agar hiburan seni tetap bisa berjalan tanpa mengorbankan kesehatan masyarakat,” paparnya. (*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)
Mahasiswa Doktor UMM Raih Paten Mesin Ekstraksi Mengkudu, Inovasi Kampus yang Berpotensi Jadi Peluang Belajar dan Bisnis

Karyanik dan para mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian UMM memperoleh paten atas mesin ekstraksi sari buah mengkudu. (UMM) POJOKSATU.id – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencatatkan prestasi di bidang riset dan inovasi. Kali ini, kampus tersebut berhasil memperoleh paten granted untuk inovasi Mesin Ekstraksi Sari Buah Mengkudu, sebuah teknologi yang dikembangkan melalui penelitian mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa penelitian di perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu melahirkan teknologi yang siap dimanfaatkan masyarakat dan dunia industri. Bagi mahasiswa, keberhasilan tersebut menjadi inspirasi bahwa penelitian yang dilakukan di bangku kuliah dapat berkembang menjadi inovasi bernilai ekonomi sekaligus memiliki perlindungan hak kekayaan intelektual. Hasil Riset Mahasiswa Doktor UMM Paten tersebut difasilitasi oleh Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) UMM sebagai bagian dari upaya hilirisasi hasil penelitian. Riset ini digagas oleh tim yang terdiri atas Karyanik, mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian UMM, bersama Aniek Iriany, Warkoyo, dan Iis Siti Aisyah. Penelitian yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penciptaan mesin, tetapi juga mengkaji proses pengolahan buah mengkudu agar kandungan zat aktif di dalamnya tetap terjaga selama proses ekstraksi. Mesin Ekstraksi Lebih Cepat dan Higienis Teknologi yang dikembangkan hadir untuk mengatasi berbagai keterbatasan metode pengolahan mengkudu secara tradisional yang selama ini dinilai kurang efisien. Melalui mesin tersebut, proses pengambilan sari buah mengkudu dapat dilakukan lebih cepat, lebih higienis, serta menghasilkan kadar ekstrak yang lebih tinggi tanpa mengurangi kualitas nutrisi di dalam buah. Baca Juga: Program Studi yang Sangat Langka di Indonesia, Jurusan Katering UNJ, Belajar Mengelola Bisnis Jasa Boga dari Dapur hingga Manajemen Keunggulan tersebut membuka peluang pengembangan berbagai produk olahan berbasis mengkudu dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Tidak hanya bermanfaat bagi industri pengolahan pangan, inovasi ini juga berpotensi meningkatkan pendapatan petani serta pelaku usaha yang mengembangkan komoditas lokal. Bukti Daya Saing Riset UMM Kepala Sentra HKI UMM, Nur Putri Hidayah, menjelaskan bahwa keberhasilan memperoleh paten menjadi indikator kuat kualitas penelitian yang dilakukan sivitas akademika UMM. Menurutnya, paten hanya diberikan kepada inovasi yang memiliki unsur kebaruan dan manfaat nyata setelah melalui proses penilaian yang membandingkan teknologi tersebut dengan publikasi ilmiah maupun paten dari berbagai negara. Hal itu menunjukkan bahwa hasil riset UMM mampu bersaing di tingkat global. Jadi Inspirasi Mahasiswa Mengembangkan Inovasi UMM berharap inovasi ini tidak berhenti sebagai capaian akademik semata. Kampus mendorong agar teknologi tersebut segera diimplementasikan secara luas sehingga mampu mengoptimalkan potensi tanaman mengkudu sebagai komoditas lokal bernilai ekonomi tinggi. Keberhasilan ini juga menjadi contoh bagi pelajar dan mahasiswa bahwa penelitian di kampus dapat berkembang menjadi karya inovatif yang terlindungi hak paten, sekaligus membuka peluang karier di bidang riset, teknologi, hingga kewirausahaan berbasis inovasi. Dengan terus memperkuat budaya riset dan pengembangan teknologi yang menjawab kebutuhan masyarakat, perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan semakin banyak inovasi yang memberikan manfaat nyata sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. ***
Hindari Sindrom Sarjana Kertas, J.S. Khairen Ajak Mahasiswa UMM Perkaya Keterampilan

SEMARAK: UMM menghadirkan penulis novel fenomenal Kami (Bukan) Sarjana Kertas, J.S. Khairen dalam acara Nyore Sastra area Helipad UMM, Kamis (9/7). MALANG, RADAR MALANG – Menjawab keresahan lulusan perguruan tinggi yang kerap minim keterampilan praktis, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan penulis novel fenomenal, Kami (Bukan) Sarjana Kertas, J.S. Khairen. Acara bincang santai bertajuk Nyore Sastra di area Helipad UMM, Kamis lalu ini (9/7), mengupas tuntas fenomena jebakan formalitas akademik. Termasuk kiat sukses melahirkan karya tulis yang memikat para pembaca. Dalam pemaparannya, pria yang akrab disapa Bang Khairen ini menyoroti keresahannya terhadap sistem pendidikan dan tingginya ekspektasi sosial saat ini. Ia menilai banyak mahasiswa tertekan oleh besarnya tuntutan orang tua maupun ekosistem kampus yang kaku. Hal ini berdampak buruk pada lahirnya generasi yang sekadar memegang ijazah kelulusan, namun kebingungan menentukan arah hidup saat harus terjun langsung ke tengah masyarakat. “Ekosistem yang menekan dari ekspektasi orang tua hingga mahasiswa yang tersesat memilih jurusan, pada akhirnya hanya akan melahirkan satu generasi represif yang sekadar menjadi sarjana kertas,” ungkapnya. Guna menghindari jebakan formalitas akademik tersebut, Khairen mengajak mahasiswa untuk terus membekali diri dengan ragam keterampilan di luar disiplin ilmu utama mereka, salah satunya adalah literasi. Ia secara khusus membagikan tips konkret dalam menulis buku bagi pemula, mulai dari membangun kebiasaan membaca setiap hari, memperkaya pengalaman, hingga trik meramu penokohan. Ia menyarankan agar setiap elemen dalam cerita, termasuk nama karakter, dikonsep secara matang dan bermakna. “Pemberian nama tokoh harus sesuai dengan sifat, pesan, atau makna yang dibawa oleh karakter tersebut, sehingga pembaca bisa langsung menangkap esensi cerita dengan kuat,” urainya memberikan contoh praktis penulisan. Khairen juga mewanti-wanti penulis pemula agar tidak terburu-buru menjadikan profesi menulis sebagai sumber penghasilan tunggal (full-time writer). Menurutnya, seorang penulis wajib memiliki modal finansial yang stabil dan pengalaman hidup yang memadai agar karya yang dihasilkan memiliki kedalaman makna. Antusiasme peserta pun semakin terlihat di akhir sesi bincang, di mana para mahasiswa secara serentak menuliskan harapan serta definisi: Bukan Sarjana Kertas, di selembar kertas dan menancapkannya pada papan styrofoam raksasa. BEKALI DIRI: J.S. Khairen berbagi pengalaman dan ilmu bareng mahasiswa UMM. Merespons fenomena sarjana kertas tersebut dari sudut pandang akademis, penanggung jawab kegiatan sekaligus pakar sosiolinguistik, Dr M. Isnaini, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa esensi gelar kesarjanaan menuntut pembuktian kompetensi yang nyata. Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Modern (BSI Modern) UMM itu berharap, diskusi santai ini mampu memantik kesadaran kolektif mahasiswa bahwa ijazah wajib dibarengi kualitas dan keterampilan diri di lapangan. “Sarjana itu tidak cukup, harus memiliki pengalaman, harus memiliki skill, harus ditopang dengan keberanian dan kemampuan yang lain. Jadi tidak cukup sebatas diwisuda dan punya kertas ijazahnya,” pesannya. Melalui giat edukatif Nyore Sastra ini, mahasiswa diingatkan kembali bahwa esensi perkuliahan bukan sekadar ajang berburu nilai akademik dan selembar kertas ijazah kelulusan. Dibutuhkan kemauan keras untuk mengeksplorasi minat, memperluas jaringan sosial, dan mengasah keterampilan praktis di luar ruang kelas agar lulusan kelak mampu beradaptasi, berinovasi, dan terhindar dari jerat sindrom sarjana kertas di tengah ketatnya persaingan dunia kerja profesional. (*)
Dosen Komunikasi UMM Soroti Kasus Etik Media Siber di Malang, Lemahnya Verifikasi hingga Praktik Opini Menghakimi

JATIMTIMES – Rentetan kasus pelanggaran kode etik jurnalistik yang menjerat ratusan media siber di tanah air sepanjang tahun 2025 lalu memicu sorotan di tingkat regional. Praktik media siber tidak profesional di wilayah Malang Raya turut menjadi perhatian praktisi hingga akademisi. Sebelumnya, tokoh pers nasional dari Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) Nurcholis MA Basyari mengingatkan urgensi penerapan jurnalisme berkualitas akibat maraknya pengaduan masyarakat. Pengaduan sengketa pemberitaan yang masuk ke meja komisi pengaduan Dewan Pers meroket tajam hingga menyentuh angka 1.286 kasus. “Dominasi aduan terhadap media siber ini menjadi refleksi bersama bahwa penetrasi informasi di ruang digital berjalan sangat masif, namun sayangnya sering kali tidak dibarengi dengan kepatuhan yang ketat terhadap pilar-pilar dasar jurnalistik,” ujar Nurcholis MA Basyari dalam paparan materi Journalism Fellowship On CSR 2026 Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), belum lama ini. Menurut dia, melesatnya angka aduan ini di satu sisi menjadi alarm keras bagi para pengelola media digital di daerah, untuk segera membenahi standardisasi kompetensi para jurnalisnya di lapangan. Di wilayah Malang Raya, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Abdi Purmono, membeberkan bahwa potret buruk jurnalisme lokal berkorelasi langsung dengan tingginya angka aduan pelanggaran etik di tingkat nasional. Bahkan, tercatat hampir 90 persen laporan sengketa yang masuk ke meja aduan berkaitan dengan tudingan pencemaran nama baik yang kerap kali langsung diseret oleh pelapor ke ranah Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). “Hampir 90 persen laporan ke Dewan Pers itu pasti temanya pencemaran nama baik, Undang-Undang ITE. Rata-rata itu. Karena media online dianggap oleh para pelapor layak dikenakan dengan Undang-Undang ITE karena dia formatnya online,” ungkap Abdi Purmono saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2026). Menurut Abdi, tingginya angka jeratan hukum ini dipicu oleh tiga pelanggaran pilar utama yang sangat mendasar, yakni masalah independensi, ketidakakuratan data, hingga masifnya produk berita yang mencampurkan fakta dengan opini yang menghakimi. Pola kerja hit and run tanpa disiplin verifikasi dan tanpa konfirmasi (cover both side) ini dinilai merusak ekosistem media siber lokal yang tengah berjuang membangun kepercayaan publik. Situasi di lapangan kian pelik karena aparat penegak hukum di tingkat lokal disinyalir masih sering keliru dalam memetakan regulasi. Abdi mengungkapkan, pihak kepolisian kerap kali menyamakan urusan administratif legalitas perusahaan pers dengan substansi produk jurnalistik yang dihasilkan, sehingga menganggap media yang belum berbadan hukum otomatis menghasilkan berita ilegal. “Nggak bisa seharusnya bilang kalau belum berbadan hukum kemudian menganggap beritanya juga ilegal, itu keliru. Itu dua hal yang berbeda. Urusan administrasi dengan urusan substansinya tuh udah beda sekali. Itu masih karya jurnalistik, jadi harus diserahkan kepada Dewan Pers untuk diselesaikan,” tegasnya. Lebih jauh, Abdi membongkar pelanggaran berat lain berupa praktik opini menghakimi yang kini tidak hanya tertuang dalam bentuk narasi tekstual, melainkan sudah merambah pada manipulasi visual. Oknum media siber abal-abal di Malang Raya diketahui kerap menyunting foto narasumber secara tidak etis dengan menutup bagian mata menyerupai format buronan demi memperkuat kesan bersalah. “Foto dimasukkan dalam berita, wajah ditempel, matanya ditutup hitam. Kan DPO, kayak wanted gitu loh. Itu enggak boleh, sudah menghakimi. Sudah menghakimi lewat kata dan kalimat, narasi, juga menghakimi melalui penggunaan foto,” cetus pria yang juga jurnalis senior Tempo itu. Pria yang juga aktif sebagai ahli pers perwakilan Dewan Pers itu juga mengendus adanya pola kerja sindikasi terorganisir yang sengaja menyasar instansi publik hingga sekolah-sekolah di Malang Raya. Polanya, satu produk berita tendensius yang dibuat tanpa proses verifikasi akan disebarluaskan secara serentak ke puluhan situs jejaring dengan isi, judul, hingga foto yang sama persis. Uniknya, basis utama atau home base dari jaringan media abal-abal tersebut mayoritas terlacak berada di luar Jawa Timur, seperti di Sumatra dan Palembang. Menyikapi gurita sindikasi tersebut, masyarakat maupun pejabat publik yang merasa dirugikan diimbau tidak perlu takut dan didorong untuk mengoptimalkan penggunaan hak jawab. Jika media yang bersangkutan menolak menayangkan hak jawab, rekomendasi dan putusan sidang Dewan Pers dapat disebarluaskan ke media sosial sebagai sanksi moral sekaligus edukasi bagi publik. Kendati diterpa maraknya praktik media tidak profesional dari luar daerah, Abdi menilai indeks profesionalisme jurnalisme di Malang Raya secara umum masih berada di level sedang. Angka kepatuhan terhadap peraturan Dewan Pers serta pemahaman regulasi di kalangan jurnalis lokal Malang tercatat jauh lebih terbuka dan lebih baik jika dibandingkan dengan dinamika pers di beberapa daerah lain. “Penerapan jurnalisme yang berkualitas dan profesional tetap harus diutamakan,” imbuhnya.
Wamen P2MI Resmikan Migrant Center UMM, Perkuat Kesiapan Lulusan Menembus Pasar Kerja Global

kp2mi – MALANG, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla meresmikan Migrant Center Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (7/7/2026). Kehadiran pusat layanan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang mampu bersaing di pasar kerja internasional. Peresmian dilakukan dalam rangkaian Wisuda Universitas Muhammadiyah Malang dan dihadiri Rektor UMM beserta jajaran pimpinan universitas, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM, jajaran Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Jawa Timur, civitas akademika, serta ribuan wisudawan dan tamu undangan. Dalam sambutannya, Wamen Dzulfikar menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global. Menurut dia, Migrant Center di lingkungan kampus diharapkan menjadi pusat layanan yang menyediakan informasi, edukasi, pendampingan, hingga pengembangan kompetensi bagi mahasiswa dan alumni yang ingin berkarier di luar negeri melalui jalur yang aman, legal, dan sesuai ketentuan. “Perguruan tinggi harus menjadi institusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Migrant Center merupakan langkah strategis untuk menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi global sekaligus memastikan mereka memahami prosedur bekerja ke luar negeri secara aman dan terlindungi,” ujar Dzulfikar. Ia menjelaskan, meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai negara akibat perubahan struktur demografi dunia menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan Indonesia. Bonus demografi yang dimiliki saat ini, kata dia, harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguasaan kompetensi, sertifikasi profesi, kemampuan berbahasa asing, serta pemahaman mengenai tata kelola penempatan pekerja migran yang profesional. Melalui Migrant Center, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia bersama Universitas Muhammadiyah Malang akan mengembangkan berbagai program kolaboratif. Program tersebut meliputi sosialisasi peluang kerja di luar negeri, layanan konsultasi karier internasional, pelatihan kesiapan kerja, peningkatan kompetensi bahasa asing, sertifikasi profesi, hingga edukasi mengenai migrasi yang aman. Wamen Dzulfikar mengatakan, keberadaan Migrant Center juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional dalam mendukung penempatan pekerja migran Indonesia yang profesional, kompeten, dan memperoleh pelindungan sejak sebelum keberangkatan. Menurutnya, penguatan ekosistem pelindungan pekerja migran tidak hanya dilakukan saat proses penempatan, tetapi harus dimulai sejak masa persiapan di bangku kuliah. Dengan pendekatan tersebut, lulusan perguruan tinggi memiliki peluang yang lebih besar untuk berkarier di tingkat internasional sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Peresmian Migrant Center Universitas Muhammadiyah Malang menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dalam memperluas kemitraan dengan perguruan tinggi di berbagai daerah. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat transformasi tata kelola pelindungan pekerja migran Indonesia yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada peningkatan kualitas talenta nasional.*
Wamen Dzulfikar : AI Ubah Dunia Kerja, Lulusan Kampus Harus Adaptif dan Berkarakter

Malang – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, mengajak lulusan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk siap menghadapi perubahan dunia kerja yang dipicu perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, penguasaan teknologi, kompetensi global, dan karakter yang kuat menjadi bekal utama agar mampu bersaing di tingkat internasional. Pesan tersebut disampaikan Dzulfikar saat memberikan orasi ilmiah dalam Wisuda Universitas Muhammadiyah Malang yang dihadiri ribuan wisudawan, sivitas akademika, serta sejumlah pejabat dan tokoh nasional. “Dunia yang dihadapi lulusan hari ini berbeda secara total dibandingkan satu hingga dua dekade lalu. Karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi kunci agar tetap relevan di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat,” kata Dzulfikar di UMM, Selasa 7 Juli 2026. Ia mengatakan, perkembangan AI telah mengubah pola kerja di berbagai sektor sekaligus melahirkan tantangan dan peluang baru. Karena itu, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki daya lenting (resilience), kreativitas, fleksibilitas, dan kemauan belajar sepanjang hayat. Menurut Dzulfikar, Indonesia memiliki peluang besar untuk menempatkan tenaga kerja terampil di pasar global. Sejumlah negara maju saat ini menghadapi fenomena aging population yang mendorong meningkatnya kebutuhan tenaga kerja usia produktif, sementara Indonesia sedang menikmati bonus demografi. Ia mengungkapkan, pada 2025 terdapat sekitar 1,2 juta permintaan tenaga kerja dari berbagai negara. Namun, Indonesia baru mampu memenuhi sekitar 296 ribu kebutuhan tersebut. “Ini menjadi peluang besar yang harus dijawab dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguasaan kompetensi, serta kemampuan berbahasa asing agar lulusan Indonesia mampu bersaing di pasar kerja internasional,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Dzulfikar juga mengapresiasi langkah Universitas Muhammadiyah Malang yang mengembangkan Migrant Center sebagai wadah menyiapkan lulusan yang siap memasuki pasar kerja global. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui peningkatan kompetensi, pendampingan karier, dan penguatan jejaring internasional. Di akhir orasinya, Dzulfikar mengingatkan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter, moralitas, dan integritas. Mengutip filosofi Al-Khawarizmi, ia menegaskan bahwa ilmu pengetahuan merupakan kekuatan, sementara karakter menjadi nilai yang menentukan kualitas seseorang. “Sebanyak apa pun prestasi yang diraih, semuanya akan kehilangan arti tanpa karakter yang baik. Karena itu, jadilah lulusan yang unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus kuat dalam akhlak dan integritas,” pungkasnya. Turut hadir dalam acara tersebut Rektor Universitas Muhammadiyah Malang beserta jajaran pimpinan universitas, Ketua Badan Pembina Harian UMM, Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Prof. Dr. Muhadjir Effendy, Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Dwi Setiawan Susanto, Direktur Jenderal Pemberdayaan Muh Fachri, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Jawa Timur, pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah, serta ribuan wisudawan dan orang tua peserta wisuda.*
Sambut Libur Sekolah, Rayz UMM Hotel Malang Gelar SKY Camp Festival Akhir Pekan Ini

suarajatimpost, MALANG, SJP–Memasuki musim libur sekolah, Rayz UMM Hotel Malang kembali menghadirkan inovasi liburan bagi keluarga. Setelah sukses menggelar acara Basecamp Picnic Breakfast pada Minggu (5/7/2026), hotel bintang empat ini siap melanjutkan rangkaian program Rayz Holiday Basecamp melalui agenda bertajuk SKY Camp Festival. Festival keluarga ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026 pukul 19.00 WIB, bertempat di SKY Rooftop Rayz UMM Hotel Malang. SKY Camp Festival dikemas sebagai ruang berkumpul bagi keluarga untuk menikmati momen liburan yang lebih berkesan. Pihak hotel telah menyiapkan berbagai aktivitas interaktif, pertunjukan menarik, hingga sajian kuliner untuk menghadirkan suasana hangat bagi anak-anak maupun orang tua. Beragam hiburan yang siap memeriahkan festival ini antara lain: Magic Show, Clown Show, dan Puppet Show, Meet the Characters dan Balloon Twisting, Face Painting dan Fun Games beserta Door Prize, Dance Performance dan Singing Performance, Outdoor Cinema (Bioskop Terbuka) dan All You Can Eat Kids Menu (Menu prasmanan anak sepuasnya). Melalui program Rayz Holiday Basecamp ini, Rayz UMM Hotel Malang terus memperkuat posisinya sebagai destinasi staycation utama di Kota Malang. Selain menawarkan harga kamar yang ramah di kantong, hotel ini konsisten menghadirkan aktivitas harian dan acara tematik agar pengalaman menginap terasa lebih hidup selama periode liburan sekolah. Marketing Communication Manager Rayz UMM Hotel Malang, Gustam Duga Prasetya, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen manajemen untuk memberikan pengalaman liburan yang bernilai lebih bagi para tamu. “Melalui Rayz Holiday Basecamp, kami ingin menjadikan Rayz UMM Hotel sebagai destinasi pilihan keluarga selama liburan sekolah. Tidak hanya menawarkan kamar dengan harga yang terjangkau, kami juga menghadirkan berbagai aktivitas dan event yang dapat dinikmati bersama, sehingga anak-anak merasa senang dan orang tua dapat menikmati quality time bersama keluarga. SKY Camp Festival menjadi salah satu acara spesial yang kami siapkan untuk menciptakan momen liburan yang penuh kebahagiaan dan tak terlupakan,” ujar Gustam. Acara SKY Camp Festival ini dapat dinikmati secara gratis oleh seluruh tamu yang sedang menginap di Rayz UMM Hotel Malang. Sementara itu, bagi masyarakat umum yang tidak menginap, festival ini dapat diikuti dengan membeli tiket seharga Rp75.000 nett. Harga tersebut sudah mencakup akses ke seluruh rangkaian acara serta fasilitas All You Can Eat Kids Menu untuk satu orang anak dan satu orang pendamping. Masyarakat yang ingin melakukan reservasi SKY Camp Festival dapat menghubungi pihak hotel melalui nomor WhatsApp 0819 4424 4554.Sedangkan untuk pemesanan kamar dengan penawaran terbaik selama libur sekolah, dapat diakses langsung melalui situs resmi www.rayz-hotel.com. Tentang Rayz UMM Hotel Malang Rayz UMM Hotel merupakan hotel bintang empat berkonsep city resort di Kota Malang yang dimiliki oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Hotel dengan ciri khas desain dominasi warna hitam dan emas ini memiliki 152 kamar serta 5 unit villa dengan kolam renang pribadi. Untuk fasilitas kamar, hotel ini menawarkan lima tipe pilihan, yaitu Deluxe, Super Deluxe, Executive, Family, dan Suite. Sedangkan untuk area villa, tersedia dalam tipe Villa Eureka/Credo (dua kamar tidur) dan Villa Ambassador (tiga kamar tidur). Fasilitas penunjang lainnya meliputi ballroom, ruang pertemuan, restoran, pusat kebugaran, sky lounge, hingga kolam renang. (**)
Rayz UMM Hotel Malang Geber SKY Camp Festival, Manjakan Keluarga di Momen Liburan Sekolah

Malang Posco Media, Malang – Mengisi momen liburan sekolah dengan pengalaman yang berbeda, Rayz UMM Hotel Malang menghadirkan berbagai aktivitas seru bagi keluarga melalui rangkaian program Rayz Holiday Basecamp. Setelah sukses menggelar Basecamp Picnic Breakfast pada Minggu (5/7) lalu, hotel bintang empat ini siap menyuguhkan acara yang lebih meriah bertajuk SKY Camp Festival. Marketing Communication Manager Rayz UMM Hotel Malang, Gustam Duga Prasetya mengatakan, melalui Rayz Holiday Basecamp, pihaknya ingin menjadikan Rayz UMM Hotel sebagai destinasi pilihan utama keluarga selama liburan sekolah. “Tidak hanya menawarkan kamar dengan harga yang terjangkau, kami juga menghadirkan berbagai aktivitas dan event yang dapat dinikmati bersama, sehingga anak-anak merasa senang dan orang tua dapat menikmati quality time bersama keluarga. SKY Camp Festival menjadi salah satu acara spesial yang kami siapkan untuk menciptakan momen liburan yang penuh kebahagiaan dan tak terlupakan,” ujar Gustam. Event spesial keluarga ini bakal digeber pada Sabtu, 11 Juli 2026 mendatang mulai pukul 19.00 WIB di SKY Rooftop Rayz UMM Hotel Malang. SKY Camp Festival merupakan festival keluarga yang dirancang khusus untuk menyambut liburan sekolah dengan menghadirkan beragam hiburan dan aktivitas interaktif bagi anak-anak. Melalui konsep ini, Rayz UMM Hotel ingin menghadirkan pengalaman staycation yang tidak hanya nyaman, tetapi juga penuh keceriaan dan momen berkualitas bersama keluarga. Selama periode school holiday, Rayz UMM Hotel Malang memanjakan tamu dengan berbagai program menarik. Mulai dari harga kamar yang terjangkau, aktivitas harian untuk anak-anak, hingga event tematik yang dikemas dalam satu rangkaian Rayz Holiday Basecamp. Program ini menjadi konsep utama hotel sebagai basecamp keluarga selama menikmati liburan sekolah di Malang. Pada SKY Camp Festival nanti, para tamu akan disuguhkan berbagai hiburan dan aktivitas menarik. Di antaranya Magic Show, Clown Show, Puppet Show, Meet the Characters, Dance Performance, Singing Performance, Outdoor Cinema, Balloon Twisting, Face Painting, Fun Games, bertabur Door Prize, hingga All You Can Eat Kids Menu. Kabar baiknya, SKY Camp Festival dapat dinikmati secara gratis oleh seluruh tamu yang menginap di Rayz UMM Hotel Malang. Sementara untuk masyarakat umum yang ingin bergabung, tiket dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau, yakni Rp 75.000 nett. Harga tersebut sudah termasuk akses ke seluruh rangkaian acara serta All You Can Eat Kids Menu untuk satu anak dan satu pendamping. Reservasi SKY Camp Festival dapat dilakukan melalui WhatsApp di nomor 0819-4424-4554. Sedangkan untuk pemesanan kamar dengan penawaran harga terbaik selama liburan sekolah, masyarakat bisa langsung mengakses website resmi di www.rayz-hotel.com. (sam/nda)
Mahasiswa UMM Malang Sulap Edukasi Kesehatan Jadi Pengalaman Interaktif di Brimedika Health Expo 2026
timesindonesia, MALANG – Edukasi kesehatan tak lagi sekadar mendengarkan materi di ruang seminar. Melalui Brimedika Health Expo 2026, masyarakat diajak belajar secara langsung lewat konsultasi dengan tenaga medis, permainan edukatif, hingga talkshow. Mengusung tema “Healthy Inside, Happy Outside”, kegiatan hasil kolaborasi mahasiswa Ilmu Komunikasi dari Tim Celavie, Program Studi Ilmu Komunikasi UMM, dengan RSU Brimedika Malang ini menjadi health expo mandiri pertama yang digagas rumah sakit tersebut. Ajang ini merupakan implementasi mata kuliah Praktikum Public Relations 3 dengan fokus brand activation. Para mahasiswa merancang konsep experiential event yang tidak hanya memperkenalkan layanan rumah sakit, tetapi juga memberikan pengalaman nyata bagi masyarakat dalam memahami pentingnya menjaga kesehatan. Peserta dapat mengunjungi empat booth layanan, yakni Poli Psikiatri, Poli Estetika, Poli Gizi, dan Medical Check Up. Di setiap stan, pengunjung memperoleh kesempatan berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan profesional sekaligus mengikuti beragam aktivitas edukatif. Sesi talkshow kesehatan mental bersama dr. Yunatan Iko, Sp.KJ., menjadi salah satu agenda yang paling diminati. Ia menekankan bahwa kesehatan mental memiliki peran yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik, serta mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi emosional dan tidak ragu mencari bantuan profesional saat dibutuhkan. Ketua Pelaksana Brimedika Health Expo 2026, Halizaroh Zulqiah mengatakan, kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh. “Kami berharap Brimedika Health Expo 2026 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan fisik maupun mental serta memanfaatkan layanan kesehatan secara optimal,” ujar Halizaroh, Rabu (8/7/2026). Salah satu peserta mengaku mendapatkan pengalaman baru dan lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan mental melalui kegiatan yang dikemas secara kreatif tersebut. “Melalui kolaborasi ini, bisa menjadi bukti bahwa promosi kesehatan dapat disajikan secara inovatif, menyenangkan, dan lebih dekat dengan masyarakat,” ucapnya.(*)