20 Universitas Swasta Terbaik di Indonesia Versi UniRanks 2026, Kampus Muhammadiyah Kuasai Papan Atas

GEBRAK.ID, JAKARTA – Memasuki masa penerimaan mahasiswa baru (PMB) 2026, calon mahasiswa mulai berburu kampus terbaik sebagai tujuan melanjutkan pendidikan. Salah satu acuan yang dapat dijadikan referensi adalah pemeringkatan UniRanks 2026 yang menilai kualitas perguruan tinggi dari berbagai aspek. Dalam daftar terbaru tersebut, sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS) Indonesia berhasil menempati posisi teratas. Menariknya, kampus-kampus di bawah naungan Muhammadiyah tampil dominan dengan menempatkan empat universitas dalam daftar 20 besar PTS terbaik di Indonesia. Berdasarkan UniRanks 2026 Rankings, terdapat 970 perguruan tinggi di Indonesia yang masuk dalam proses penilaian. Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 kampus berhasil masuk jajaran terbaik nasional, termasuk berbagai universitas swasta ternama. Universitas Bina Nusantara (Binus University) masih menjadi perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia. Kampus ini berada di peringkat ke-12 nasional, posisi 395 Asia, dan menempati peringkat 1.226 dunia. Di bawah Binus, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjadi kampus Muhammadiyah dengan peringkat tertinggi. Posisi berikutnya ditempati Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Dominasi jaringan Muhammadiyah semakin terlihat dengan masuknya Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ke dalam 10 besar PTS terbaik versi UniRanks 2026. Selain kampus Muhammadiyah, sejumlah universitas swasta ternama seperti Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Universitas Mercu Buana, Universitas Gunadarma, Universitas Kristen Petra, hingga Universitas Katolik Parahyangan juga masuk dalam daftar terbaik. Daftar 20 Universitas Swasta Terbaik di Indonesia Versi UniRanks 2026 No Universitas Peringkat RI Peringkat Dunia 1 Universitas Bina Nusantara (Binus) 12 1.226 2 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) 19 1.751 3 Universitas Islam Indonesia (UII) 23 2.045 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 24 2.113 5 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) 32 2.708 6 Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) 33 2.711 7 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 37 2.776 8 Universitas Mercu Buana 38 2.800 9 Universitas Gunadarma 41 2.888 10 Universitas Kristen Petra 42 2.916 11 Universitas Atma Jaya Yogyakarta 43 2.955 12 Unika Atma Jaya Jakarta 47 3.023 13 Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) 49 3.131 14 Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) 50 3.156 15 Universitas Surabaya (Ubaya) 51 3.167 16 Universitas Sanata Dharma 55 3.387 17 Universitas Narotama 56 3.507 18 Universitas Trisakti 57 3.564 19 Universitas Widyatama 60 3.681 20 Universitas Kristen Maranatha 62 3.720 UniRanks menjelaskan bahwa pemeringkatan mereka tidak hanya berfokus pada reputasi akademik maupun publikasi riset, tetapi juga menggunakan pendekatan yang berorientasi pada mahasiswa. Sejumlah indikator yang menjadi dasar penilaian meliputi kesejahteraan mahasiswa dan fasilitas kampus, kualitas pendidikan, prestasi dan pengakuan institusi, tingkat keberhasilan lulusan memperoleh pekerjaan, internasionalisasi, kinerja akademik dan riset, reputasi nasional maupun global, kekuatan digital dan smart campus, hingga audit manual terhadap data yang dikumpulkan. Dengan cakupan indikator tersebut, hasil pemeringkatan UniRanks dapat menjadi salah satu referensi bagi calon mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi swasta yang sesuai dengan kebutuhan, kualitas akademik, serta prospek karier setelah lulus. (Sumber: UniRanks)
Sukses Gelar BTI 2026, UMM Hantarkan 8 Karya Inovatif Pelajar Se-Jatim Raih Hak Cipta

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses mencatatkan capaian gemilang dalam mencetak inovator muda masa depan. Melalui pendampingan komprehensif, Kampus Putih berhasil menghantarkan delapan karya inovatif ciptaan para pelajar peserta Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 untuk meraih pengakuan hukum berupa Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Kesuksesan penyelenggaraan program ini menuai apresiasi tinggi dari perwakilan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Ulfan Taufiq. Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi di lapangan, UMM dinilai telah menjalankan pembinaan talenta muda ini dengan sangat maksimal. Ulfan menyoroti antusiasme belajar para peserta yang berada di luar ekspektasi, di mana mereka terus menyempurnakan proyek inovasi hingga melampaui jam efektif pelatihan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa ekosistem dan fasilitas pembelajaran di Kampus Putih sangat memadai serta adaptif. “Semangat membara dari para peserta untuk terus belajar dan berkolaborasi di luar jam pelajaran ini menjadi bukti bahwa program di UMM berjalan sangat apik, sehingga pengalaman berharga ini harus disebarluaskan saat mereka kembali ke sekolah,” urai Ulfan Taufiq. 95 Persen Nilai Akademik Peserta Melonjak Drastis Ketua Pelaksana BTI UMM, Dr. Dyah Worowirastri Ekowati, M.Pd., memaparkan bahwa program strategis ini diikuti oleh 37 siswa pilihan yang berasal dari 11 sekolah di lima kota berbeda di Jawa Timur. Selama masa karantina, para talenta muda ini dibina secara intensif melalui sepuluh modul pembelajaran keilmuan mutakhir, observasi lapangan langsung ke kawasan Sumber Maron, hingga praktik perancangan proyek pemecahan masalah. Berdasarkan hasil evaluasi, tercatat 95 persen peserta mengalami peningkatan nilai akademik secara drastis. Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan delapan produk inovatif dan satu karya visual kelompok yang resmi mendapatkan Hak Cipta. “Alhamdulillah, berkat dedikasi luar biasa dalam mengerjakan proyek tanpa mengenal lelah dari siang hingga malam hari, adik-adik peserta berhasil menghasilkan delapan karya inovatif yang langsung kami daftarkan dan sukses memperoleh Hak Cipta,” papar Dr. Dyah. Foto Bersama Ukiran Prestasi Abadi Melalui Karya Tulis Sebagai langkah tindak lanjut edukatif, UMM juga telah merancang program pascapelatihan yang mewajibkan seluruh peserta menarasikan pengalaman serta hasil inovasi mereka ke dalam karya tulis komprehensif. Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., yang hadir menutup kegiatan secara resmi, menargetkan agar seluruh narasi pelajar tersebut dapat dihimpun secara profesional. Karya tulis ini nantinya akan diterbitkan oleh pihak kampus menjadi sebuah book chapter berskala nasional yang juga akan didaftarkan perlindungan Hak Ciptanya. “Sepandai dan setinggi apa pun kecerdasan seseorang, ia tidak akan pernah mencetak sejarah jika tidak menulis. Maka, jadikanlah perolehan Hak Cipta dan tulisan kalian di UMM ini sebagai ukiran prestasi abadi yang terus dikenang serta menebar manfaat nyata,” pesan Prof. Akhsanul In’am kepada para peserta. Kesuksesan kolaborasi dalam program BTI 2026 ini kembali menegaskan kapasitas UMM sebagai institusi pendidikan tinggi yang visioner. Fasilitas dan pendampingan maksimal yang diberikan Kampus Putih diharapkan dapat terus menjadi pendorong utama dalam melahirkan generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga melek terhadap pentingnya perlindungan karya intelektual di masa depan.
Uniranks Rilis Daftar Universitas Swasta Terbaik di Indonesia Tahun 2026

publika.id – Sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia masih membuka penerimaan mahasiswa baru pada Juli 2026. Calon mahasiswa dapat menggunakan daftar universitas swasta terbaik versi Uniranks 2026 sebagai acuan memilih program studi. Dilansir dari Detikcom, pemeringkatan global Uniranks 2026 Rankings melakukan penyaringan terhadap 970 universitas di Indonesia. Hasilnya, terdapat 74 perguruan tinggi yang menempati posisi teratas di tanah air, termasuk beberapa universitas swasta. Pemeringkatan ini memberikan gambaran kualitas PTS berdasarkan skor dan peringkat yang diraih, baik di tingkat nasional, Asia, maupun global. Daftar Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Indonesia Versi Uniranks 2026 Nama Universitas Peringkat RI Peringkat Asia Peringkat Dunia Skor Universitas Bina Nusantara (Binus University) 12 395 1.226 74.17 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) 19 620 1.751 68.86 Universitas Islam Indonesia (UII) 23 749 2.045 66.6 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 24 783 2.113 66.04 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) 32 1.082 2.708 61.48 Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) 33 1.085 2.711 61.46 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 37 1.116 2.776 61.02 Universitas Mercu Buana 38 1.132 – – Data dari Uniranks tersebut menampilkan Universitas Bina Nusantara atau Binus University yang memimpin di peringkat 12 nasional. Kampus ini disusul oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada peringkat 19 nasional. Universitas Islam Indonesia dan Universitas Ahmad Dahlan menyusul berturut-turut di peringkat 23 dan 24 nasional. Peringkat nasional dilanjutkan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Muhammadiyah Malang, serta Universitas Mercu Buana.
20 Universitas Swasta Terbaik RI Versi Uniranks 2026, Sudah Daftar?

detikedu, Jakarta – Berbagai perguruan tinggi swasta (PTS) tengah membuka penerimaan mahasiswa baru pada Juli 2026. Daftar universitas swasta terbaik versi Uniranks 2026 ini bisa jadi salah satu referensi memilih universitas sesuai prodi yang diminati. Peringkat perguruan tinggi global Uniranks 2026 Rankings menyaring 970 universitas di Indonesia. Sebanyak 74 di antaranya masuk yang teratas di RI, di antaranya yakni universitas swasta. Universitas Swasta Terbaik di Indonesia Versi Uniranks 2026 Dirangkum dari laman Uniranks, berikut PTS terbaik di Indonesia versi pemeringkatan Uniranks 2026 2026 Ranking. Universitas Bina Nusantara (Binus University) Peringkat RI: 12 Peringkat Asia: 395 Peringkat dunia: 1.226 Skor: 74.17 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Peringkat RI: 19 Peringkat Asia: 620 Peringkat dunia: 1.751 Skor: 68.86 Universitas Islam Indonesia (UII) Peringkat RI: 23 Peringkat Asia: 749 Peringkat dunia: 2.045 Skor: 66.6 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Peringkat RI: 24 Peringkat Asia: 783 Peringkat dunia: 2.113 Skor: 66.04 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Peringkat RI: 32 Peringkat Asia: 1.082 Peringkat dunia: 2.708 Skor: 61.48 Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Peringkat RI: 33 Peringkat Asia: 1.085 Peringkat dunia: 2.711 Skor: 61.46 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Peringkat RI: 37 Peringkat Asia: 1.116 Peringkat dunia: 2.776 Skor: 61.02 Universitas Mercu Buana Peringkat RI: 38 Peringkat Asia: 1.132 Peringkat dunia: 2.800 Skor: 60.87 Universitas Gunadarma Peringkat RI: 41 Peringkat Asia: 1.181 Peringkat dunia: 2.888 Skor: 60.34 Universitas Kristen (UK) Petra Peringkat RI: 42 Peringkat Asia: 1.196 Peringkat dunia: 2.916 Skor: 60.15 Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Peringkat RI: 43 Peringkat Asia: 1.216 Peringkat dunia: 2.955 Skor: 59.98 Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya Peringkat RI: 47 Peringkat Asia: 1.253 Peringkat dunia: 3.023 Skor: 59.54 Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Peringkat RI: 49 Peringkat Asia: 1.318 Peringkat dunia: 3.131 Skor: 58.77 Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Peringkat RI: 50 Peringkat Asia: 1.328 Peringkat dunia: 3.156 Skor: 58.65 Universitas Surabaya (Ubaya) Peringkat RI: 51 Peringkat Asia: 1.333 Peringkat dunia: 3.167 Skor: 58.59 Universitas Sanata Dharma (USD) Peringkat RI: 55 Peringkat Asia: 1.454 Peringkat dunia: 3.387 Skor: 56.9 Universitas Narotama (Unnar) Peringkat RI: 56 Peringkat Asia: 1.507 Peringkat dunia: 3.507 Skor: 56.04 Universitas Trisakti Peringkat RI: 57 Peringkat Asia: 1.539 Peringkat dunia: 3.564 Skor: 55.58 Universitas Widyatama Peringkat RI: 60 Peringkat Asia: – Peringkat dunia: 3.681 Skor: 54.62 Universitas Kristen Maranatha Peringkat RI: 62 Peringkat Asia: – Peringkat dunia: 3.720 Skor: 54.33 Metodologi Pemeringkatan Uniranks 2026 Uniranks dalam laman resminya menjelaskan, pemeringkatan ini berpusat pada mahasiswa untuk memberikan wawasan berbasis data yang lebih dari aspek hasil penelitian dan reputasi. Sejumlah pilar pemeringkatan Uniranks yakni: Kesejahteraan mahasiswa (student wellbeing) & fasilitas Penghargaan dan pengakuan Kemampuan lulusan untuk dipekerjakan (employability) dan kesuksesan karier Ranking lokal dan internasional Internasionalisasi dan keberagaman Kinerja akademik dan riset Kualitas pendidikan Web impact dan digital presence Digitalisasi dan smart campus Audit manual.
Wamen P2MI puji migran center UMM siapkan SDM global

elshintacom – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, memuji keberadaan Migran Center Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan pekerja migran Indonesia (PMI) yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja internasional. Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada Wisuda ke-122 Universitas Muhammadiyah Malang untuk Program Vokasi, Sarjana, dan Pascasarjana yang berlangsung di Hall Dome UMM. Menurut Dzulfikar, disrupsi teknologi, penetrasi Artificial Intelligence (AI), serta perubahan pasar kerja global telah mengubah kebutuhan kompetensi lulusan perguruan tinggi. “Lulusan masa kini dituntut lebih adaptif, tangguh, dan memiliki daya saing di tingkat internasional,” ujarnya. Dzulfikar menegaskan bahwa perkembangan AI telah mengubah pola komunikasi, sistem kerja, hingga kebutuhan kompetensi di berbagai sektor industri. Karena itu, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Mereka juga harus memiliki resiliensi, fleksibilitas, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus meningkatkan kompetensi. “Masa depan pekerjaan berubah total dengan adanya artificial intelligence. Cara bekerja tidak lagi sama, kompetensi yang dibutuhkan juga berbeda. Bersyukurlah berada di kampus yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun resiliensi, daya tahan, fleksibilitas, dan kelincahan menghadapi perubahan,” tegasnya. Wamen P2MI juga menyoroti besarnya peluang tenaga kerja Indonesia di pasar internasional, terutama di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Menurutnya, bonus demografi Indonesia hanya akan menjadi kekuatan ekonomi apabila lulusan memiliki kompetensi tambahan, khususnya kemampuan bahasa asing dan keterampilan sesuai standar internasional. “Jika tenaga kesehatan atau profesi lainnya menambah kompetensi bahasa dan keterampilan, kemudian masuk ke pasar Eropa atau Timur Tengah, pendapatan tahun pertama bisa mencapai sekitar Rp25 juta per bulan. Karena itu, jangan berhenti belajar setelah lulus,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, Dzulfikar memberikan apresiasi kepada UMM yang telah memiliki Migran Center sebagai pusat pembekalan calon pekerja migran Indonesia. Menurutnya, keberadaan Migran Center sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan sekitar 40 ribu pekerja migran Indonesia yang telah menjalani peningkatan keterampilan (upskilling). “Migran Center menjawab tantangan Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan 40 ribu PMI yang telah di-upskill. Keterlibatan perguruan tinggi sangat penting dalam memberikan pembekalan kepada pekerja migran Indonesia,” tandasnya. Menanggapi tantangan tersebut, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menegaskan komitmen kampus dalam menyesuaikan sistem pendidikan dengan perkembangan global melalui penguatan akademik dan kolaborasi bersama industri. UMM, kata Nazaruddin, mengembangkan program Center of Excellence (CoE) dan Excellent Solution Center (ESC) sebagai strategi menghasilkan lulusan yang inovatif dan siap menghadapi dunia kerja. Program tersebut mengintegrasikan pembelajaran dengan inkubasi inovasi sehingga mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat. “Prestasi yang sesungguhnya adalah kemampuan alumni untuk terus memberikan manfaat di tengah masyarakat. Pendidikan harus tumbuh bersama masyarakat, bukan berjalan terpisah dari persoalan yang mereka hadapi,” ujar Nazaruddin. Melalui penguatan kompetensi, inovasi, dan kolaborasi dengan dunia industri, UMM berkomitmen mencetak lulusan yang mampu menjawab tantangan era digital sekaligus memanfaatkan peluang kerja global, termasuk sebagai tenaga kerja profesional di berbagai negara.
Industri Soroti Pentingnya Soft Skills, FPP UMM Perkuat Kurikulum Berbasis Kebutuhan Dunia Kerja

pwmu.co – Kemampuan akademik saja tidak lagi menjadi bekal utama bagi lulusan perguruan tinggi untuk memasuki dunia kerja. Dunia usaha dan dunia industri kini semakin menekankan pentingnya penguasaan soft skills, literasi digital, kemampuan komunikasi profesional, hingga analisis data sebagai kompetensi yang harus dimiliki calon tenaga kerja.Masukan tersebut mengemuka dalam Workshop Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang diselenggarakan Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Rayz Hotel UMM, Jumat (4/7/2026). Sebanyak 28 mitra dari perusahaan nasional, multinasional, hingga lembaga pemerintah hadir memberikan rekomendasi untuk penyempurnaan kurikulum enam program studi di lingkungan FPP UMM. Dekan FPP UMM, Prof. Dr. Ir. Warkoyo, M.P., IPM., menjelaskan bahwa forum tersebut menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kualitas pendidikan agar tetap selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja. “Kurikulum harus terus berkembang mengikuti dinamika ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan industri. Karena itu, masukan dari para mitra menjadi referensi yang sangat penting dalam memastikan setiap program studi mampu menghasilkan lulusan unggul dan profesional,” ujarnya. Enam program studi yang terlibat dalam penyelarasan kurikulum meliputi Agroteknologi, Agribisnis, Teknologi Pangan, Peternakan, Kehutanan, dan Akuakultur. Selain mengevaluasi capaian pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE), diskusi juga membahas peluang penguatan kerja sama melalui program magang industri, penelitian kolaboratif, hingga pengembangan kelas profesional berbasis Center of Excellence (CoE). Pewujudan Kolaborasi Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menegaskan bahwa hubungan antara perguruan tinggi dan industri tidak boleh berhenti pada penandatanganan kerja sama semata. Menurutnya, kolaborasi harus diwujudkan dalam penyusunan kurikulum, pelibatan praktisi dalam pembelajaran, serta peningkatan pengalaman industri bagi mahasiswa. “Perguruan tinggi tidak lagi dapat berjalan sendiri. Dunia usaha dan dunia industri merupakan mitra strategis dalam memastikan proses pendidikan tetap relevan dengan perkembangan teknologi, kebutuhan pasar kerja, dan tantangan global,” katanya. Forum tersebut menghadirkan berbagai mitra strategis, di antaranya PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT BISI International Tbk, BBPOM Surabaya, serta Nosuta Co. dari Jepang. Beragam masukan yang disampaikan diharapkan dapat memperkuat kualitas lulusan FPP UMM agar lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan industri. Pada penutupan kegiatan, Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh mitra yang telah memberikan berbagai rekomendasi. Ia berharap hasil diskusi tidak berhenti sebagai forum evaluasi, melainkan segera diwujudkan dalam penyempurnaan kurikulum dan pengembangan pembelajaran berbasis industri. Melalui penyelarasan kurikulum yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja, FPP UMM menargetkan lahirnya lulusan yang tidak hanya menguasai bidang keilmuan, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. (*)
UMM Tutup Program BTI 2026, Delapan Karya Pelajar Jawa Timur Raih Hak Kekayaan Intelektual

pwmu.co – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menutup rangkaian program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 dengan capaian membanggakan. Melalui pendampingan intensif, Kampus Putih berhasil mengantarkan delapan karya inovatif pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa Hak Cipta.Program yang berakhir pada 6 Juli 2026 tersebut mendapat apresiasi dari Perwakilan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Ulfan Taufiq. Menurutnya, hasil pemantauan dan evaluasi menunjukkan UMM mampu menyelenggarakan program pembinaan talenta muda secara optimal. Ulfan menilai antusiasme peserta menjadi salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan BTI 2026. Ia melihat para pelajar tetap menyempurnakan proyek inovasi mereka meski waktu pelatihan telah berakhir. “Semangat membara dari para peserta untuk terus belajar dan berkolaborasi di luar jam pelajaran ini menjadi bukti bahwa program di UMM berjalan sangat apik, sehingga pengalaman berharga ini harus disebarluaskan saat mereka kembali ke sekolah,” ujarnya. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan ekosistem pembelajaran serta fasilitas yang dimiliki UMM mampu mendukung pengembangan kreativitas peserta secara maksimal. Ketua Pelaksana BTI UMM, Dr. Dyah Worowirastri Ekowati, M.Pd., menjelaskan bahwa program tersebut diikuti 37 pelajar dari 11 sekolah yang berasal dari lima kota di Jawa Timur. Selama masa karantina, peserta mendapatkan pembinaan melalui sepuluh modul pembelajaran, observasi lapangan ke kawasan Sumber Maron, hingga praktik penyusunan proyek pemecahan masalah. Hasil evaluasi menunjukkan sekitar 95 persen peserta mengalami peningkatan capaian akademik. Pendampingan tersebut menghasilkan delapan karya inovatif serta satu karya visual kelompok yang berhasil memperoleh Hak Cipta. “Alhamdulillah, berkat dedikasi luar biasa dalam mengerjakan proyek tanpa mengenal lelah dari siang hingga malam hari, adik-adik peserta berhasil menghasilkan delapan karya inovatif yang langsung kami daftarkan dan sukses memperoleh Hak Cipta,” paparnya. Sebagai tindak lanjut program, UMM juga menyiapkan kegiatan pascapelatihan berupa penyusunan karya tulis oleh seluruh peserta. Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., mengatakan seluruh pengalaman dan hasil inovasi peserta akan dihimpun menjadi sebuah book chapter berskala nasional yang juga akan didaftarkan perlindungan Hak Ciptanya. “Sepandai dan setinggi apa pun kecerdasan seseorang, ia tidak akan pernah mencetak sejarah jika tidak menulis. Maka, jadikanlah perolehan Hak Cipta dan tulisan kalian di UMM ini sebagai ukiran prestasi abadi yang terus dikenang serta menebar manfaat nyata,” pesannya. Keberhasilan penyelenggaraan BTI 2026 kembali menegaskan komitmen UMM dalam membina talenta muda Indonesia. Melalui pendampingan, fasilitas, dan ekosistem pembelajaran yang mendukung, UMM berharap semakin banyak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya perlindungan terhadap karya intelektual. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria
UMM Kawal 8 Karya Inovatif Siswa Jatim Raih HKI, Tuai Apresiasi Puspresnas

Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses memfasilitasi para pelajar berprestasi di Jawa Timur dalam mengamankan legalitas karya mereka dengan meraih Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Keberhasilan mengawal delapan karya inovatif siswa ini mendapat respons positif dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Perwakilan Puspresnas, Ulfan Taufiq, menyatakan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi di lapangan, skema pembinaan yang diterapkan UMM berjalan sangat maksimal. Ulfan menggarisbawahi bagaimana atmosfer akademik di UMM mampu memantik semangat belajar peserta yang melampaui target awal. Para siswa dinilai menunjukkan keseriusan tinggi, bahkan rela memanfaatkan waktu di luar jam pelatihan resmi demi menyempurnakan proyek inovasi mereka. “Semangat membara dari para peserta untuk terus belajar dan berkolaborasi di luar jam pelajaran ini menjadi bukti bahwa program di UMM berjalan sangat apik, sehingga pengalaman berharga ini harus disebarluaskan saat mereka kembali ke sekolah,” ujar Ulfan Taufiq dalam sambutannya saat penutupan Program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 yang digelar pada Senin (6/7/2026). Sementara itu, Ketua Pelaksana BTI UMM, Dr. Dyah Worowirastri Ekowati, M.Pd., menjabarkan bahwa agenda ini diikuti oleh 37 siswa terpilih. Puluhan pelajar tersebut merupakan delegasi dari 11 sekolah yang tersebar di lima kota di wilayah Jawa Timur. Selama menjalani masa karantina intensif di UMM, para peserta digembleng dengan sepuluh modul keilmuan mutakhir. Tidak hanya teori di dalam kelas, mereka juga diterjunkan langsung untuk melakukan observasi lapangan di kawasan wisata Sumber Maron, sebelum akhirnya masuk ke tahapan rancangan proyek solusi masalah. Dyah menyebutkan, intervensi pembelajaran ini terbukti efektif mendongkrak kapasitas akademik siswa hingga 95 persen berdasarkan hasil evaluasi. Hasil akhir dari kerja keras tersebut terwujud dalam delapan produk inovasi serta satu karya visual kelompok yang kini telah resmi mengantongi perlindungan hak cipta. “Alhamdulillah, berkat dedikasi luar biasa dalam mengerjakan proyek tanpa mengenal lelah dari siang hingga malam hari, adik-adik peserta berhasil menghasilkan delapan karya inovatif yang langsung kami daftarkan dan sukses memperoleh Hak Cipta,” terang Dyah, Rabu (8/7/2026). Pihak universitas pun sudah menyiapkan skema keberlanjutan pascapelatihan. UMM mewajibkan seluruh alumni BTI 2026 untuk menyusun narasi komprehensif terkait pengalaman dan hasil riset mereka ke dalam bentuk karya tulis ilmiah. Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., menegaskan bahwa kumpulan tulisan para siswa tersebut nantinya akan dihimpun dan diterbitkan secara profesional oleh UMM dalam format book chapter berskala nasional. Buku tersebut nantinya juga akan langsung didaftarkan HKI-nya agar memiliki perlindungan hukum yang kuat. “Sepandai dan setinggi apa pun kecerdasan seseorang, ia tidak akan pernah mencetak sejarah jika tidak menulis. Maka, jadikanlah perolehan Hak Cipta dan tulisan kalian di UMM ini sebagai ukiran prestasi abadi yang terus dikenang serta menebar manfaat nyata,” tegas Akhsanul. (dan/kun)
Jawab tuntutan zaman, UMM ganti FKIP jadi FPSH

elshintacom – Sebagai upaya menjawab kebutuhan dan tantangan zaman, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merubah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora (FPSH). “Ini menjadi jawaban bagaimana UMM menjawab tantangan dan perubahan nama ini tidak hanya didasarkan pada nomenklatur namun transformasi nyata dalam budaya akademik,” kata Rektor UMM, Prof.Dr. Nazaruddin Malik,S.E.,M.Si., seperti dilaporkan Kontributor Elshinta AH Sugiharto, Rabu (8/7). Ditambahkan Rektor, perubahan nama dari FKIP ke FPSH tidak sekadar mengubah papan nama. “Yang lebih penting adalah perubahan substantif mulaibdari pola pikir, kreativitas, inovasi hingga kemampuan menghadirikan solusi bagi masyarakat dan perguruan tinggi harus bisa dan mampu menjadi pusat solusi atas berbagai persoalan yang ada,” jelasnya. Ditanya soal akan adanya perubahan nama di lingkungan Kampus UMM, Rektor memberikan sinyal “lampu hijau” akan adanya lagi perubahan nama fakultas. “Bisa jadi akan ada lagi perubahan nama,” singkatnya. Hanya saja, pihaknya berharap adanya perubahan pola pikir yang selama ini terbangun. “Sehingga dengan transformasi tersebut FPSH menjadi fakultas yang mampu mengintegrasikan pebdidi,sains dan humaniora dalam satu ekosistem pembelajaran yang berdampak pada lulusan yang punya daya saing dan menjawab perubahan,” tandasnya.
Wamen P2MI Ajak Lulusan UMM Lincah Hadapi Perubahan Dunia Kerja

KLIKMU.CO – Disrupsi teknologi, penetrasi Artificial Intelligence (AI), dan perubahan pasar kerja global menuntut perguruan tinggi tidak lagi sekadar mencetak lulusan dengan kompetensi akademik semata. Lulusan masa kini dituntut adaptif, tangguh, dan memiliki daya saing di tingkat internasional. Hal tersebut menjadi sorotan dalam Wisuda ke-122 Program Vokasi, Sarjana, dan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang digelar di Hall Dome UMM, Selasa (7/7). Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla dalam orasi ilmiahnya mengatakan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah pola komunikasi, cara bekerja, hingga kompetensi yang dibutuhkan dunia industri. Karena itu, lulusan perguruan tinggi harus terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat. “Masa depan pekerjaan berubah total dengan adanya artificial intelligence. Cara bekerja tidak lagi sama, kompetensi yang dibutuhkan juga berbeda. Karena itu, bersyukurlah berada di kampus yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun resiliensi, daya tahan, fleksibilitas, dan kelincahan menghadapi perubahan,” ujar ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah itu. Menurut Dzulfikar, peluang kerja di tingkat global kini semakin terbuka, terutama bagi tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai standar internasional. Bonus demografi Indonesia pun hanya akan menjadi kekuatan ekonomi apabila didukung sumber daya manusia yang berkualitas. Dia mendorong para lulusan untuk terus meningkatkan kemampuan, terutama dalam penguasaan bahasa asing dan keterampilan profesional. “Jika tenaga kesehatan atau profesi lainnya menambah kompetensi bahasa dan keterampilan, kemudian masuk ke pasar Eropa atau Timur Tengah, pendapatan tahun pertama bisa mencapai sekitar Rp25 juta per bulan. Karena itu, jangan berhenti belajar setelah lulus,” pesannya. Sementara itu, Rektor UMM Prof Nazaruddin Malik menegaskan komitmen kampus dalam menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global melalui penguatan akademik dan kolaborasi dengan dunia industri. Menurutnya, UMM mengembangkan program Center of Excellence (CoE) dan Excellent Solution Center (ESC) sebagai strategi untuk mengintegrasikan proses pembelajaran dengan inkubasi inovasi sehingga mahasiswa memiliki bekal yang kuat saat memasuki dunia kerja. “Prestasi yang sesungguhnya adalah kemampuan alumni untuk terus memberikan manfaat di tengah masyarakat. Pendidikan harus tumbuh bersama masyarakat, bukan berjalan terpisah dari persoalan yang mereka hadapi,” ungkapnya. Nazaruddin menambahkan, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan alumninya menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat. Momentum Wisuda ke-122 UMM menjadi pengingat bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi bukan satu-satunya penentu kesuksesan. Kemampuan beradaptasi, semangat belajar sepanjang hayat, penguasaan keterampilan baru, dan keberanian menghadapi persaingan global menjadi modal penting bagi lulusan untuk sukses di era transformasi yang terus berkembang. (Faqih/AS)