PSIB UMM Petakan Implementasi Islam Berkemajuan, Libatkan Mahasiswa hingga Pimpinan Fakultas

Malang.harianjatim.com. Pusat Studi Islam Berkemajuan (PSIB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengambil langkah strategis untuk memperkuat identitas kampus yang berlandaskan nilai-nilai Muhammadiyah melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Model Implementasi Risalah Islam Berkemajuan Berbasis Kampus: Studi Kasus Universitas Muhammadiyah Malang.” Forum yang melibatkan mahasiswa, dosen, pimpinan fakultas, hingga tenaga kependidikan tersebut menjadi bagian dari upaya penyusunan model implementasi sekaligus peta jalan (roadmap) Risalah Islam Berkemajuan (RIB) yang lebih terukur dan kontekstual di lingkungan UMM. Kepala PSIB UMM, Prof. Gonda Yumitro, Ph.D., menegaskan bahwa penguatan Islam Berkemajuan tidak cukup dilakukan melalui dokumen normatif semata, tetapi harus didukung oleh pemahaman yang kuat dari seluruh sivitas akademika. “FGD ini menjadi langkah strategis untuk memetakan sejauh mana pemahaman sivitas akademika terhadap Risalah Islam Berkemajuan. Temuan-temuan yang muncul akan menjadi dasar dalam menyusun model implementasi yang lebih sistematis, berkelanjutan, dan relevan dengan dinamika kampus,” ujarnya. Menurutnya, sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah terbesar di Indonesia, UMM memiliki tanggung jawab untuk memastikan nilai-nilai Islam Berkemajuan tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga tercermin dalam budaya akademik, tata kelola kelembagaan, serta perilaku sehari-hari warga kampus. Senada dengan itu, peneliti PSIB UMM, Diki Wahyudi, S.Sos., M.IP., menyebut bahwa pengukuran tingkat pemahaman internal terhadap RIB merupakan langkah penting dalam memperkuat peran dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat. “Pemahaman yang kuat terhadap Risalah Islam Berkemajuan bukan hanya penting bagi kehidupan kampus, tetapi juga menjadi modal bagi sivitas akademika dalam menjalankan peran pengabdian dan dakwah yang mencerahkan di masyarakat,” katanya. Dalam diskusi tersebut, sejumlah peserta menyoroti berbagai tantangan implementasi RIB yang selama ini dihadapi. Dr. Fathoni mengungkapkan bahwa banyak nilai Islam Berkemajuan sebenarnya telah dipraktikkan oleh warga kampus dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tidak sedikit yang belum menyadari bahwa perilaku tersebut merupakan bagian dari manifestasi Islam Berkemajuan. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerentanan ketika individu menghadapi berbagai pengaruh eksternal karena tidak memiliki fondasi konseptual yang kuat. Oleh karena itu, ia merekomendasikan penyusunan panduan perilaku Islam Berkemajuan yang disertai indikator yang jelas bagi dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan. “Perlu ada sosialisasi yang lebih masif dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Media seperti buku saku, e-book, maupun podcast dapat menjadi sarana yang efektif untuk menjangkau seluruh kalangan,” ujarnya. Sementara itu, Hairi, M.Ag., menekankan pentingnya kehadiran panduan implementasi yang dapat menjadi rujukan bersama agar nilai-nilai Islam Berkemajuan dapat diamalkan secara konsisten oleh seluruh warga kampus. Masukan lainnya disampaikan Munawir yang menilai bahwa berbagai program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di UMM sejauh ini telah berjalan cukup baik. Namun, tantangan terbesar masih terletak pada aspek kesadaran dan partisipasi. Ia menyoroti masih adanya mahasiswa yang memandang kegiatan AIK sebatas pemenuhan kewajiban administratif. Selain itu, sebagian tenaga kependidikan, khususnya yang berasal dari luar lingkungan Muhammadiyah, juga belum memahami struktur organisasi Muhammadiyah di daerah tempat tinggal mereka. “Karena itu, akses informasi mengenai Muhammadiyah perlu diperluas dan sosialisasi harus menjangkau hingga lapisan paling bawah. Yang tidak kalah penting adalah keteladanan, karena implementasi nilai tidak akan berhasil tanpa contoh nyata,” tegasnya. Dari unsur pimpinan fakultas, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM, M. Sri Wahyudi, Ph.D., menyoroti pentingnya penguatan nilai Islam Berkemajuan dalam kehidupan sosial mahasiswa. Menurutnya, dinamika pergaulan mahasiswa saat ini perlu mendapat perhatian agar tetap selaras dengan nilai-nilai yang dikembangkan Muhammadiyah. Perspektif mahasiswa turut mewarnai jalannya diskusi. Sofian, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM, menilai bahwa sebagian program penguatan nilai keislaman masih dianggap sebagai formalitas oleh mahasiswa. Ia mendorong adanya pendekatan yang lebih sesuai dengan karakter generasi muda, terutama melalui pemanfaatan media sosial serta kolaborasi yang lebih erat antara organisasi kemahasiswaan dan organisasi otonom Muhammadiyah (Ortom). “Penguatan nilai Islam Berkemajuan harus dikemas dengan pendekatan yang lebih dekat dengan mahasiswa. Selain itu, penguatan akhlak juga perlu menjadi tanggung jawab bersama, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa,” ujarnya. Melalui FGD ini, PSIB UMM menargetkan lahirnya model implementasi Risalah Islam Berkemajuan yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga operasional dan terukur. Hasil diskusi tersebut akan menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan, program, serta strategi penguatan budaya kampus yang berlandaskan nilai-nilai Islam Berkemajuan. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkokoh posisi UMM sebagai kampus unggul yang mampu mengintegrasikan kualitas akademik, inovasi, serta pengamalan nilai-nilai Islam Berkemajuan dalam kehidupan perguruan tinggi.
Laboratorium Ke-SD-an UMM Gelar Pameran Media Digital TPACK untuk Dorong Inovasi Pembelajaran di Era Digital

Malang, JurnalPost.com – Laboratorium Ke-SD-an Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Pendidikan, Sains dan Humaniora, UMM menyelenggarakan kegiatan Pameran Media Digital dengan tema “Optimalisasi Artificial Intelligence, dan TPACK dalam Pendidikan”. Kegiatan ini berlangsung di Lantai 9 GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang dan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan berbagai karya inovatif berbasis teknologi pendidikan. Pameran ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran yang dikembangkan melalui Laboratorium Ke-SD-an UMM dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam merancang media pembelajaran digital yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21. Selain menampilkan hasil karya mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara bijak dan bertanggung jawab dalam dunia pendidikan. Mahasiswa diajak untuk tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memahami pentingnya etika akademik dalam penggunaannya sehingga mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat dan berintegritas. Kepala Laboratorium Ke-SD-an UMM, Ima Wahyu Putri Utami, M, Pd. menyampaikan bahwa pameran ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa sekaligus ruang kolaborasi dalam mengembangkan media pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk terus berinovasi dalam menciptakan solusi pembelajaran yang menarik, efektif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. “Pameran Media Digital merupakan bentuk implementasi nyata pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan pengetahuan teknologi, pedagogi, dan konten (TPACK). Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan sekaligus mempresentasikan karya inovatif yang dirancang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21. Kami berharap pengalaman ini tidak hanya meningkatkan kompetensi digital mahasiswa, tetapi juga membentuk calon guru sekolah dasar yang mampu menghadirkan pembelajaran kreatif, interaktif, dan berdampak positif bagi peserta didik.” Ungkap dosen pengampu matakuliah Inovasi Pembelajaran Digital. Dr. Kun Cahyono, M. Pd. Sebagai bentuk penghargaan terhadap karya terbaik, pada akhir kegiatan juga diselenggarakan Awarding Session yang memberikan apresiasi kepada sejumlah karya unggulan melalui beberapa kategori nominasi, antara lain Best Innovation Award, Best Educational Impact, Best Creative Design, Best User Interface (UI) Design, Best Business Website, dan Best Market Potential yang ditentukan berdasarkan penilaian pengunjung pameran. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk terus mengembangkan ide-ide kreatif dan menghasilkan inovasi yang memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan. Salah satu perwakilan mahasiswa peserta pameran menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dalam mengaplikasikan teori yang telah dipelajari ke dalam karya nyata. Menurutnya, pameran tidak hanya menjadi ajang unjuk karya, tetapi juga kesempatan untuk memperoleh masukan dan inspirasi dari dosen maupun sesama mahasiswa dalam mengembangkan media pembelajaran yang lebih inovatif. Melalui penyelenggaraan Pameran Media Digital ini, Laboratorium Ke-SD-an UMM berharap dapat terus mendorong lahirnya generasi pendidik yang kreatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta menjunjung tinggi etika dalam proses pembelajaran dan pengembangan inovasi pendidikan.
PSIB UMM Petakan Implementasi Risalah Islam Berkemajuan di Lingkungan Kampus

pwmu.co –Pusat Studi Islam Berkemajuan (PSIB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Model Implementasi Risalah Islam Berkemajuan Berbasis Kampus: Studi Kasus Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas kampus yang berlandaskan nilai-nilai Muhammadiyah sekaligus menyusun model implementasi dan peta jalan (roadmap) Risalah Islam Berkemajuan (RIB) yang lebih terukur. FGD tersebut melibatkan berbagai unsur sivitas akademika, mulai dari mahasiswa, dosen, pimpinan fakultas, hingga tenaga kependidikan. Hasil diskusi nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan strategi penguatan budaya kampus yang selaras dengan nilai-nilai Islam Berkemajuan. Kepala PSIB UMM, Prof. Gonda Yumitro, Ph.D., menegaskan bahwa penguatan Islam Berkemajuan tidak cukup hanya dituangkan dalam dokumen normatif. Menurutnya, pemahaman yang kuat dari seluruh sivitas akademika menjadi kunci keberhasilan implementasi nilai-nilai tersebut. “FGD ini menjadi langkah strategis untuk memetakan sejauh mana pemahaman sivitas akademika terhadap Risalah Islam Berkemajuan. Temuan-temuan yang muncul akan menjadi dasar dalam menyusun model implementasi yang lebih sistematis, berkelanjutan, dan relevan dengan dinamika kampus,” ujarnya. Ia menjelaskan, sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah terbesar di Indonesia, UMM memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa nilai-nilai Islam Berkemajuan tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga tercermin dalam budaya akademik, tata kelola kelembagaan, serta perilaku sehari-hari warga kampus. Senada dengan itu, peneliti PSIB UMM, Diki Wahyudi, S.Sos., M.IP., menyebut pengukuran tingkat pemahaman internal terhadap Risalah Islam Berkemajuan merupakan langkah penting dalam memperkuat peran dakwah Muhammadiyah. “Pemahaman yang kuat terhadap Risalah Islam Berkemajuan bukan hanya penting untuk kehidupan kampus, tetapi juga menjadi modal bagi sivitas akademika dalam menjalankan peran pengabdian dan dakwah yang mencerahkan di masyarakat,” katanya. Dalam forum diskusi, sejumlah peserta turut menyampaikan berbagai pandangan mengenai tantangan implementasi RIB di lingkungan kampus. Dr. Fathoni menilai banyak nilai Islam Berkemajuan sebenarnya telah dipraktikkan oleh warga kampus dalam kehidupan sehari-hari. Namun, masih ada sebagian yang belum menyadari bahwa perilaku tersebut merupakan bagian dari implementasi Islam Berkemajuan. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menimbulkan kerentanan ketika seseorang menghadapi pengaruh eksternal karena tidak memiliki landasan konseptual yang kuat. Karena itu, ia mengusulkan penyusunan panduan perilaku Islam Berkemajuan yang dilengkapi indikator yang jelas bagi dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan. “Perlu ada sosialisasi yang lebih masif dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Media seperti buku saku, e-book, maupun podcast bisa menjadi sarana efektif untuk menjangkau seluruh kalangan,” ujarnya. Sementara itu, Hairi, M.Ag. menekankan pentingnya kehadiran panduan implementasi yang dapat menjadi rujukan bersama agar nilai-nilai Islam Berkemajuan dapat diterapkan secara konsisten oleh seluruh warga kampus. Masukan lainnya disampaikan Munawir, yang menilai berbagai program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di UMM telah berjalan cukup baik. Meski demikian, tantangan masih ditemukan pada aspek kesadaran dan partisipasi sebagian warga kampus. Ia menyoroti masih adanya mahasiswa yang memandang kegiatan AIK hanya sebagai pemenuhan kewajiban administratif. Selain itu, sebagian tenaga kependidikan yang berasal dari luar lingkungan Muhammadiyah juga belum memahami struktur organisasi Muhammadiyah di daerah tempat tinggal mereka. “Karena itu, akses informasi mengenai Muhammadiyah perlu diperluas dan sosialisasi harus menjangkau hingga level paling bawah. Yang tidak kalah penting adalah keteladanan, karena implementasi nilai tidak akan berhasil tanpa contoh nyata,” tegasnya. Dari unsur pimpinan fakultas, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM, M. Sri Wahyudi, Ph.D., menyoroti pentingnya penguatan nilai Islam Berkemajuan dalam kehidupan sosial mahasiswa. Menurutnya, dinamika pergaulan mahasiswa saat ini perlu mendapat perhatian agar tetap sejalan dengan nilai-nilai yang dikembangkan Muhammadiyah. Perspektif mahasiswa juga turut mewarnai jalannya diskusi. Sofian, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM, menilai sebagian program penguatan nilai keislaman masih dipandang sebagai formalitas oleh mahasiswa. Ia mendorong penggunaan pendekatan yang lebih dekat dengan karakter generasi muda, termasuk melalui pemanfaatan media sosial dan penguatan kolaborasi antara organisasi kemahasiswaan dengan organisasi otonom Muhammadiyah. “Penguatan nilai Islam Berkemajuan harus dikemas dengan pendekatan yang lebih dekat dengan mahasiswa. Selain itu, penguatan akhlak juga perlu menjadi tanggung jawab bersama, baik dosen, karyawan, maupun mahasiswa,” ujarnya. Melalui FGD ini, PSIB UMM menargetkan lahirnya model implementasi Risalah Islam Berkemajuan yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga operasional dan terukur. Hasil diskusi akan menjadi pijakan dalam merumuskan berbagai kebijakan, program, dan strategi penguatan budaya kampus berbasis nilai-nilai Islam Berkemajuan. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi UMM sebagai perguruan tinggi unggul yang mampu mengintegrasikan kualitas akademik, inovasi, dan pengamalan nilai-nilai Islam Berkemajuan dalam kehidupan kampus.
Belasan Mahasiswa CoE BIPA UMM Ditugaskan Mengajar di Vietnam dan Thailand

Malangpariwara.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperluas kiprah internasional melalui program unggulan Center of Excellence (CoE). Sebanyak 15 mahasiswa dari kelas CoE Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dipercaya menjadi tutor bahasa Indonesia di dua perguruan tinggi ternama di kawasan ASEAN, yakni Open University dan Srinakharinwirot University. Para mahasiswa tersebut akan menjalankan tugas mengajar selama dua bulan sebagai bagian dari upaya internasionalisasi kampus sekaligus promosi bahasa dan budaya Indonesia di tingkat global. Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Modern UMM, M. Isnaini, menjelaskan bahwa pemberangkatan mahasiswa dilakukan dalam dua gelombang. Sebanyak 10 mahasiswa diberangkatkan lebih dahulu ke Open University di Vietnam pada 18 Juni 2026, sedangkan lima mahasiswa lainnya dijadwalkan berangkat ke Srinakharinwirot University, Thailand, pada Agustus mendatang. “Ada 15 orang yang berangkat. Sepuluh orang menuju Open University di Vietnam yang berangkat lebih dulu pada 18 Juni. Sementara lima orang lainnya akan berangkat ke Srinakharinwirot University di Thailand pada bulan Agustus,” ujarnya. Untuk mendukung kelancaran program tersebut, UMM memberikan berbagai fasilitas bagi para mahasiswa selama menjalankan tugas di luar negeri. Dukungan tersebut mencakup penyediaan tempat tinggal serta sejumlah kebutuhan penunjang kegiatan mengajar yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di masing-masing negara tujuan. “Dari kampus memfasilitasi untuk tempat tinggal mereka di sana, termasuk beberapa kebutuhan persiapan kegiatan. Nominal dukungan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing di negara tujuan,” jelas Isnaini. Menurutnya, program internasional ini tidak hanya memberikan pengalaman mengajar secara langsung kepada mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana pembentukan kompetensi sebagai pengajar BIPA yang profesional. Lebih dari itu, para mahasiswa diharapkan mampu berperan sebagai duta bahasa dan budaya Indonesia di lingkungan internasional. “Harapannya mereka bisa menjadi diplomat bahasa dan tutor bahasa Indonesia untuk penutur asing. Karena memang keunggulan utama Prodi Bahasa Indonesia UMM adalah mencetak diplomat bidang BIPA,” tegasnya. Sementara itu, Rektor UMM, Nazaruddin Malik, menyampaikan apresiasi atas semangat dan keberanian para mahasiswa yang mengambil kesempatan untuk berkiprah di tingkat internasional. Ia berpesan agar para peserta program senantiasa menjaga nama baik almamater serta menunjukkan karakter bangsa Indonesia yang ramah, santun, dan terbuka terhadap keberagaman budaya. Menurutnya, pengalaman mengajar di perguruan tinggi luar negeri akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa, tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan pedagogik, tetapi juga memperluas wawasan global dan memperkuat kemampuan beradaptasi di lingkungan multikultural. Program ini sekaligus menjadi bagian dari strategi internasionalisasi UMM dalam mencetak lulusan berdaya saing global. Melalui penugasan mahasiswa sebagai tutor BIPA di berbagai negara, UMM terus memperkuat perannya dalam memperkenalkan bahasa Indonesia kepada masyarakat dunia sekaligus memperluas jejaring akademik di kawasan ASEAN.
Dipercaya Mengajar di Vietnam dan Thailand

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara agresif terus memperluas kiprah internasionalnya melalui program unggulan Center of Excellence (CoE). Kali ini, Kampus Putih menerbangkan 15 mahasiswa dari kelas CoE Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Belasan duta bahasa tersebut resmi ditugaskan menjadi tutor bahasa Indonesia selama dua bulan penuh di dua perguruan tinggi terkemuka ASEAN, yakni Open University di Vietnam dan Srinakharinwirot University di Thailand. Langkah taktis ini menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di pasar global. Ketua Program Studi (Kaprodi) Bahasa dan Sastra Indonesia Modern UMM Dr. M. Isnaini, M.Pd., menjelaskan bahwa pemberangkatan belasan mahasiswa ini tidak dilakukan serentak, melainkan dibagi ke dalam dua gelombang menuju negara tujuan masing-masing. “Ada 15 orang yang berangkat. Sepuluh orang menuju Open University di Vietnam yang berangkat lebih dulu pada 18 Juni. Sementara lima orang lainnya akan berangkat ke Srinakharinwirot University di Thailand pada bulan Agustus,” ujarnya. Untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan mahasiswa selama menjalankan tugas kebahasaan di mancanegara, pihak universitas memberikan dukungan material secara penuh. Isnaini menuturkan bahwa kampus menyalurkan subsidi yang secara spesifik dialokasikan untuk menjamin kebutuhan tempat tinggal dan beberapa persiapan teknis para tutor muda tersebut. “Dari kampus memfasilitasi untuk tempat tinggal mereka di sana, sama beberapa item persiapan kegiatannya itu. Nominalnya tidak dipukul rata, karena disesuaikan dengan studi kasus kebutuhan masing-masing di negara tujuan,” tambahnya. Terakhir, ia berharap agar program ini mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan mengajar praktis, sekaligus meresmikan peran mereka sebagai ujung tombak promosi budaya dan bahasa Indonesia di kancah internasional. “Harapannya mereka bisa menjadi diplomat bahasa dan tutor bahasa Indonesia untuk penutur asing. Karena memang keunggulan utama dari Prodi Bahasa Indonesia UMM adalah mencetak diplomat bidang BIPA,” tegasnya. Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberanian, antusiasme, dan dedikasi para mahasiswa untuk mengambil peran strategis di level ASEAN. Ia secara khusus berpesan agar para mahasiswa senantiasa menjaga marwah almamater dan menampilkan karakter luhur bangsa Indonesia yang santun selama berinteraksi di lingkungan global. “Pengalaman mengajar di kampus mancanegara ini tidak hanya mengasah kompetensi pedagogik, tetapi juga mematangkan kedewasaan kultural mahasiswa, sekaligus semakin mengokohkan reputasi UMM sebagai institusi pendidikan bertaraf internasional,” tegasnya.
UMM Jadi PTS Pertama di Jatim yang Buka Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Berbasis Sport Science

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meresmikan Program Studi (Prodi) baru Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO). Langkah ini mencatat UMM sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) pertama di Jawa Timur yang memiliki prodi tersebut. Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi Kampus Putih dalam merespons dinamika dan kebutuhan industri olahraga modern, dengan fokus melahirkan lulusan yang siap menjadi pelatih profesional, guru olahraga, hingga wirausahawan berbasis sport science. Pembentukan Prodi PKO bukan langkah reaktif, melainkan hasil kajian dan pematangan yang komprehensif sejak 2015. UMM melihat tingginya antusiasme masyarakat serta kebutuhan ekosistem olahraga nasional yang kini semakin mengandalkan pendekatan ilmiah dan data analitik. Ketua Program Studi PKO UMM Frendy Aru Fantiro MPd menegaskan bahwa prodi ini dirancang untuk memberikan nilai tambah yang spesifik. Mahasiswa tidak hanya dibekali keahlian fisik, tetapi juga penguasaan sport science, teknologi analitik olahraga, serta penguatan karakter berbasis nilai-nilai keislaman. “Ekosistem pendidikan dan nama besar UMM menjadi poin plus. Sport science dan teknik kepelatihan olahraga merupakan fondasi utama kurikulum kami, sehingga mahasiswa mampu menganalisis proses ilmiah di balik performa seorang atlet juara,” jelas Frendy. Untuk mendukung iklim akademis dan praktik, UMM telah memiliki infrastruktur olahraga yang mumpuni. Area stadion kampus secara aktif digunakan untuk kegiatan olahraga masyarakat, bahkan pernah dipercaya menjadi tuan rumah multievent internasional ASEAN University Games pada 2025. Sebagai komitmen pengembangan, Prodi PKO juga akan membangun laboratorium sport science khusus untuk memenuhi standar kebutuhan industri olahraga modern. Lulusan PKO nantinya tidak hanya mengantongi ijazah strata satu (S1), tetapi juga dibekali lisensi kepelatihan profesional sesuai cabang olahraga yang dipelajari. Hal ini membuka peluang karier yang luas, mulai dari guru pendidikan jasmani, dosen, analis performa atlet, pelatih fisik, personal trainer, hingga instruktur kebugaran. Peluang kerja diperkuat dengan kolaborasi strategis UMM bersama berbagai pihak, seperti Sekolah Olahraga (SMANOR) Sidoarjo, KONI, serta klub-klub profesional di cabang sepak bola, basket, pencak silat, dan bola voli. Prodi ini juga mengembangkan inovasi lintas disiplin dengan menggandeng Prodi Teknik Informatika dan Elektro UMM untuk pembuatan perangkat lunak penunjang performa olahraga. Selain itu, UMM menyediakan jalur khusus bagi atlet agar tetap dapat menempuh pendidikan tinggi dengan jadwal kuliah yang fleksibel tanpa mengganggu karier olahraga mereka. Pendaftaran mahasiswa baru telah dibuka melalui beberapa jalur, yakni Jalur Reguler Periode 1 pada 21 April–30 Juni 2026, Periode 2 pada 1 Juli–31 Agustus 2026, serta Jalur Prestasi pada 21 April–25 Juni 2026. “Tidak perlu ragu, kuliahnya sangat fleksibel dan lebih banyak praktik. Peluang kerja di PKO sudah terpampang nyata, ditambah banyak beasiswa yang menunggu para calon mahasiswa berprestasi,” pesan Frendy. Hadirnya Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga ini diharapkan menjadi pionir dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia keolahragaan, baik di Jawa Timur maupun tingkat nasional. Melalui fasilitas lengkap dan kurikulum terstruktur, UMM menegaskan komitmennya untuk melahirkan generasi juara yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cerdas secara ilmiah dan tangguh.
15 Mahasiswa CoE BIPA UMM Jadi Tutor Bahasa Indonesia di Vietnam dan Thailand

pwmu.co –Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperluas jaringan internasionalnya melalui program unggulan Center of Excellence (CoE). Kali ini, sebanyak 15 mahasiswa dari kelas CoE Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) mendapat kesempatan menjadi tutor bahasa Indonesia di dua perguruan tinggi ternama di kawasan ASEAN, yakni Open University di Vietnam dan Srinakharinwirot University di Thailand. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen UMM dalam menyiapkan lulusan yang memiliki daya saing global sekaligus berperan aktif dalam promosi bahasa dan budaya Indonesia di tingkat internasional. Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Modern UMM, Dr. M. Isnaini, M.Pd., menjelaskan bahwa pemberangkatan mahasiswa dilakukan dalam dua tahap sesuai negara tujuan masing-masing. “Ada 15 orang yang berangkat. Sepuluh orang menuju Open University di Vietnam yang berangkat lebih dulu pada 18 Juni. Sementara lima orang lainnya akan berangkat ke Srinakharinwirot University di Thailand pada bulan Agustus,” ujarnya. Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, UMM memberikan berbagai fasilitas kepada mahasiswa yang bertugas di luar negeri. Dukungan itu mencakup kebutuhan tempat tinggal dan sejumlah persiapan teknis yang diperlukan selama menjalankan tugas sebagai tutor bahasa Indonesia. “Dari kampus memfasilitasi untuk tempat tinggal mereka di sana, sama beberapa item persiapan kegiatannya itu. Nominalnya tidak dipukul rata, karena disesuaikan dengan studi kasus kebutuhan masing-masing di negara tujuan,” tambahnya. Isnaini berharap pengalaman tersebut dapat memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang pengajaran sekaligus memperluas wawasan internasional mereka. Selain menjadi pengajar, para mahasiswa juga diharapkan mampu menjalankan peran sebagai duta bahasa dan budaya Indonesia. “Harapannya mereka bisa menjadi diplomat bahasa dan tutor bahasa Indonesia untuk penutur asing. Karena memang keunggulan utama dari Prodi Bahasa Indonesia UMM adalah mencetak diplomat bidang BIPA,” tegasnya. Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan apresiasi atas semangat dan kesiapan mahasiswa yang terlibat dalam program tersebut. Menurutnya, kesempatan mengajar di perguruan tinggi luar negeri merupakan pengalaman berharga yang dapat meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat karakter mahasiswa. Ia juga berpesan agar para mahasiswa menjaga nama baik almamater dan menunjukkan sikap santun sebagai representasi bangsa Indonesia selama menjalankan tugas di lingkungan internasional. Rektor meyakini pengalaman tersebut tidak hanya memperkaya kemampuan pedagogik mahasiswa, tetapi juga memperluas pemahaman lintas budaya. Selain itu, program ini turut memperkuat posisi UMM sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi pendidikan di tingkat global.
SOSIALISASI PENYULUHAN HUKUM DI DESA GERSI: LBH GARDA KEADILAN HADIRKAN LAYANAN BANTUAN HUKUM GRATIS

RADARJATIM.CO ~ Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Garda Keadilan Blora telah melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan hukum yang ditujukan kepada seluruh warga Desa Gersi, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Kegiatan yang berlangsung pada 14 April 2026. ini berjalan dengan suasana penuh semangat dan antusias, dipimpin langsung oleh Bapak Eko Mulyono selaku pengurus LBH Garda Keadilan sekaligus Advokat di Kantor Hukum Eko Mulyono & Rekan. Turut serta dalam kegiatan ini adalah para mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) yang berperan aktif mendukung jalannya acara dari awal hingga akhir. Mendekatkan Hukum kepada Masyarakat Desa. Kegiatan penyuluhan hukum ini dilandasi oleh kepedulian yang mendalam terhadap kondisi masyarakat pedesaan yang selama ini kerap merasa jauh dari jangkauan layanan hukum. Keterbatasan informasi dan kekhawatiran akan besarnya biaya seringkali menjadi hambatan utama bagi warga desa untuk mencari keadilan. Melalui program sosialisasi ini, LBH Garda Keadilan Blora berupaya hadir sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan hak-hak hukum yang sesungguhnya telah menjadi milik mereka sebagai warga negara. Dalam sesi penyampaian materi, Bapak Eko Mulyono dengan tegas menegaskan bahwa setiap warga negara Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun sosial, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan dan pendampingan. hukum. Beliau menyampaikan bahwa LBH Garda Keadilan Blora berdiri justru untuk melayani masyarakat yang paling membutuhkan, yakni mereka yang selama ini terkendala biaya namun tetap berhak atas keadilan yang layak. Layanan Bantuan Hukum Gratis untuk Semua Warga Salah satu bagian terpenting dari penyuluhan ini adalah pemaparan mengenai berbagai layanan bantuan hukum yang dapat dinikmati secara gratis oleh seluruh lapisan masyarakat melalui LBH Garda Keadilan Blora. Layanan konsultasi hukum diberikan tanpa dipungut biaya apapun untuk berbagai permasalahan hukum yang dihadapi warga, mulai dari sengketa kepemilikan tanah, persoalan perceraian dan keluarga, permasalahan di bidang ketenagakerjaan, hingga kasus-kasus pidana yang membutuhkan pendampingan. Selain konsultasi, LBH Garda Keadilan Blora juga menyediakan layanan pendampingan hukum secara langsung bagi masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi dalam menghadapi proses persidangan. Bagi warga yang mengalami sengketa namun ingin menyelesaikannya tanpa harus melalui jalur pengadilan, tersedia pula layanan mediasi yang dapat membantu kedua pihak mencapai kesepakatan secara damai dan kekeluargaan. Seluruh layanan tersebut dapat diakses dengan mudah, cukup dengan mendatangi Kantor Hukum Eko Mulyono & Rekan secara langsung atau melalui saluran komunikasi yang telah disediakan. Kehadiran para mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang dalam kegiatan ini memberikan dimensi yang lebih kaya sekaligus bermakna. Mereka tidak sekadar menjadi peserta pasif, melainkan tampil sebagai bagian aktif dari tim penyuluh yang menyampaikan materi hukum kepada warga. Para mahasiswa ikut terlibat dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh warga, serta mendampingi proses konsultasi ringan yang berlangsung di tempat bagi warga yang ingin segera mendapatkan arahan. Keterlibatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang menjadi salah satu pilar pendidikan tinggi di Fakultas Hukum UMM. Bagi para mahasiswa sendiri, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang tak ternilai, di mana teori-teori hukum yang dipelajari di bangku kuliah bertemu langsung dengan permasalahan nyata yang dihadapi oleh masyarakat. Pengalaman berinteraksi langsung dengan warga Desa Gersi menjadikan pemahaman mereka tentang hukum jauh lebih kontekstual dan membumi. Masyarakat Desa Gersi menyambut kedatangan tim LBH Garda Keadilan Blora dan para mahasiswa FH UMM dengan penuh kehangatan. Kegiatan ini dihadiri oleh warga dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, para petani, generasi muda, hingga tokoh-tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat. Mereka semua hadir dengan rasa ingin tahu yang besar terhadap informasi seputar hak-hak hukum yang mungkin selama ini belum pernah mereka ketahui. Suasana sesi tanya jawab berlangsung sangat hidup dan penuh dialog. Warga secara aktif mengajukan berbagai pertanyaan yang menyangkut persoalan hukum sehari-hari, di antaranya mengenai hak waris dan pembagian harta peninggalan, permasalahan sengketa lahan antartetangga, prosedur hukum dalam kasus perceraian, serta tata cara mengakses layanan yang tersedia di LBH Garda Keadilan Blora. Semua pertanyaan tersebut dijawab dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami oleh Bapak Eko Mulyono bersama para mahasiswa Banyak di antara warga yang mengungkapkan rasa syukur dan kelegaan setelah mengetahui adanya layanan bantuan hukum gratis ini. Selama ini, tidak sedikit warga yang mengubur permasalahan hukum mereka dalam diam, semata karena tidak mengetahui ke mana harus meminta bantuan atau karena takut dengan bayangan biaya yang besar. Kegiatan penyuluhan ini berhasil membuka wawasan mereka dan memberikan harapan baru bahwa keadilan bukanlah sesuatu yang hanya bisa dijangkau oleh kalangan berduit. Melalui kegiatan sosialisasi penyuluhan hukum di Desa Gersi, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora ini, LBH Garda Keadilan menaruh harapan besar agar kesadaran hukum masyarakat desa terus tumbuh dan berkembang. Ketika masyarakat memahami hak-hak mereka dan tidak lagi merasa takut untuk mencari keadilan, maka fondasi kehidupan hukum yang sehat di tingkat akar rumput dapat terwujud. Keadilan sejati bukan hanya milik mereka yang mampu secara ekonomi, melainkan hak setiap warga negara tanpa terkecuali. Bapak Eko Mulyono menegaskan kembali komitmen lembaganya untuk terus membuka diri dan melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum. Bagi warga mana pun yang tengah menghadapi persoalan hukum dan ingin berkonsultasi, pintu Kantor Hukum Eko Mulyono & Rekan selalu terbuka lebar tanpa memandang kemampuan finansial. Kegiatan penyuluhan hukum seperti ini direncanakan akan terus dilaksanakan secara rutin di berbagai desa dan wilayah lain di Kabupaten Blora, sebagai wujud nyata dari tanggung jawab sosial lembaga demi tercapainya keadilan yang merata bagi seluruh masyarakat.
Dosen Hukum UMM: Relokasi PKL Jalan Veteran Malang Tak Boleh Matikan Ekonomi Rakyat

Sketsamalang.com – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan pendidikan Jalan Veteran menuai kritik tajam. Pakar Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Surya Anoraga, S.H., M.Hum., mengingatkan agar kebijakan penataan kota tersebut tidak dilakukan secara sepihak, melainkan wajib menggunakan pendekatan hukum progresif yang memprioritaskan relokasi manusiawi. Pernyataan tegas ini disampaikan Surya menyikapi polemik rencana sterilisasi kawasan Jalan Veteran dari aktivitas pedagang kecil pada Jumat (19/6/2026). Menurutnya, penerapan aturan tata ruang tidak boleh kaku hingga mengorbankan hak ekonomi warga yang menggantungkan hidup di jalur tersebut. “Prinsip utamanya, usaha kecil di kawasan mana pun harus mendapatkan perlindungan komprehensif dari negara. Keadilan bagi mereka berarti adanya kemudahan dan kepastian akses ruang untuk tetap bisa berdagang,” ujar Surya saat diwawancarai. Surya menilai, penataan kota yang bersih dan tertib jangan sampai direduksi menjadi sekadar aksi pemberantasan PKL. Jika keberadaan lapak terbukti mengganggu fungsi utama jalan atau memicu kemacetan, Pemkot Malang memikul tanggung jawab penuh untuk menyediakan tempat pengganti yang layak. Ia menggarisbawahi bahwa kunci keberhasilan penataan ini ada pada pemilihan lokasi baru. Opsi pemindahan harus memperhitungkan keberlangsungan omzet pedagang ke depan. “Jika penertiban mutlak dilakukan, solusinya adalah relokasi ke titik strategis yang tidak jauh dari jangkauan konsumen lama. Jangan sampai roda perekonomian harian pedagang terhenti,” paparnya. Lebih lanjut, Surya menyoroti pentingnya asas partisipatif dan musyawarah dalam merumuskan kebijakan ruang publik. Melibatkan perwakilan pedagang secara aktif dinilai menjadi benteng utama untuk mencegah tindakan represif dan eskalasi konflik sosial di lapangan. Ia menyayangkan jika pemerintah daerah hanya melakukan sosialisasi searah tanpa mendengarkan aspirasi riil dari akar rumput. “Perlu ada musyawarah mufakat yang intensif, transparan, dan setara. Peran serta masyarakat di sini bukan sekadar mendengarkan pemberitahuan atau sosialisasi satu arah dari pihak penguasa,” tegas Surya. Sebagai penutup, akademisi UMM ini memberikan peringatan keras bahwa memaksakan relokasi ke tempat yang sepi sama saja dengan mematikan usaha rakyat secara perlahan. Momentum penataan Jalan Veteran ini seharusnya menjadi pembuktian bagi Pemkot Malang untuk melahirkan terobosan kebijakan tata kota yang inklusif dan berkeadilan sosial. “Penertiban yang ideal bukan memilih antara estetika kota atau kesejahteraan perut rakyat. Pemerintah harus mampu merangkul keduanya agar bisa berjalan harmonis, beriringan, dan saling menghidupi,” pungkasnya.
GKB 5 Resmi Beroperasi, UMM Bersiap Jadi Episentrum Medis Nasional

Tagar.co – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi meluncurkan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 yang berlokasi di kompleks Rumah Sakit UMM, Dau, Kota Malang. Gedung sebelas lantai setinggi 45 meter berkonsep green building ini diresmikan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., Kamis (11/6/2026). Fasilitas mutakhir ini didedikasikan sebagai pusat pendidikan medis masa depan. Terutama bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES). Kehadiran fasilitas megah ini dinilai sebagai penegas dedikasi utuh UMM dalam memajukan peradaban, terutama dunia medis. Haedar, sapaan akrabnya, memberikan apresiasi kepada jajaran pimpinan Kampus Putih. Apresiasi ini dinilai layak karena Ia menilai UMM tidak pernah berhenti berinovasi. Selain itu, UMM juga mampu menyulap kawasan tersebut menjadi pusat pendidikan kedokteran bergengsi. Ia menegaskan bahwa UMM telah membuktikan posisinya sebagai barometer kemajuan bagi 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia. “UMM Malang telah membangun dasar kemajuan yang kuat. Juga menanamkan tradisi besar bagi seluruh civitas academica (masyarakat akademik, ed.) untuk selalu memiliki visi yang luas ke depan. Menjadi pelopor dalam kemajuan,” tegas Haedar. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. menandatangani prasasti peresmian Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 UMM, Kamis (11/6/2026) (Tagar.co/Humas UMM) Lebih jauh, Haedar menilai kemegahan GKB 5 ini merupakan cerminan tradisi keunggulan Kampus Putih dalam mencetak tenaga kesehatan profesional. Lulusan UMM tidak hanya dituntut cerdas secara keilmuan, tetapi juga wajib memiliki karakter, integritas, dan akhlak mulia. Semuanya itu sebagai landasan utama saat melayani masyarakat. “Gedung GKB 5, Rumah Sakit UMM, dan seluruh ekosistem Kampus UMM menjadi bukti nyata Muhammadiyah yang terus maju. Bukti Islam yang berkemajuan dan UMM sebagai pelopor kemajuan,” imbuhnya. Dibangun dengan Swadaya-Swakelola Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menjelaskan bahwa keistimewaan utama dari gedung ini terletak pada kemandirian proses pembangunannya. Mahakarya yang dirintis sejak tahun 2023 tersebut dirancang dan dikerjakan langsung oleh para ahli dari internal kampus. “Gedung ini dibangun murni dengan swadaya dan swakelola. Termasuk desain perencanaan sampai dengan pelaksanaannya oleh tim Universitas Muhammadiyah Malang, beserta beberapa konsultan,” urai Nazaruddin. Gedung yang berdiri di atas lahan seluas dua hektar memiliki konstruksi tahan gempa. Selain itu, gedung tersebut mengusung arsitektur ramah lingkungan yang diformulasikan khusus untuk menekan polusi. Lebih dari itu, juga memaksimalkan pencahayaan alami dan memastikan sirkulasi udara sehat. Nazaruddin melanjutkan, gedung ini dilengkapi dengan puluhan laboratorium berstandar internasional dan sarana olahraga. Termasuk juga memiliki sistem pengolahan limbah khusus yang terpisah hingga auditorium megah. Pembangunan infrastruktur berkualitas tinggi ini menjadi langkah visioner UMM untuk memastikan para lulusannya siap, cerdas, dan tangguh Nazaruddin berharap peresmian ini membawa keberkahan dan menjadi dorongan moral bagi UMM. Utamanya, untuk terus berkontribusi secara nyata bagi negara. “Mudah-mudahan peresmian ini sekaligus menjadi doa bagi kita semua dan UMM khususnya untuk berani maju terus. Memberi kontribusi yang terbaik bagi bangsa,” pungkas Nazaruddin. Berdirinya GKB 5 ini tidak hanya menambah daftar panjang prestasi infrastruktur fisik Kampus Putih, tetapi juga menjadi tonggak sejarah baru dalam standar pendidikan medis di Indonesia. Melalui integrasi ilmu kesehatan, teknologi mutakhir, dan nilai-nilai keislaman, UMM semakin memantapkan langkahnya dalam melahirkan generasi tenaga medis prima. Mereka yang siap menjawab tantangan kesehatan global di masa depan.