Zona KHAS UMM Menjadi yang Pertama di Kota Malang

Tagar.co – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara resmi ditunjuk sebagai proyek percontohan (pilot project) kawasan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) pertama di Kota Malang. Menggandeng Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Jawa Timur serta Bank Indonesia wilayah Malang, UMM berhasil menunjukkan kesiapan maksimalnya. Hal ini dibuktikan dengan raihan 95 persen syarat kelayakan dalam tahap asesmen lapangan secara ketat yang menyasar tiga lokasi utama, yakni Kantin RS UMM, Kantin Asri 1, dan Kantin Asri 2 pada Selasa (30/06/2026). Asesor ahli KDEKS Zona KHAS, Dr. Hj. Siti Nur Husnul Yusmiati, M.Kes. memimpim secara langsung proses audit kelayakan ini. tersebut. Berdasarkan evaluasi lapangan, ia menyatakan bahwa mayoritas mitra usaha (tenant) kuliner di lingkungan kampus telah memenuhi kelengkapan administrasi yang sangat krusial. Perizinan usaha, keberadaan penyelia halal, hingga sertifikat pelatihan kebersihan penjamah makanan zona KHAS berstatus sangat memuaskan. Oleh karena itu, pihak pengelola kampus hanya perlu menyempurnakan beberapa sarana pendukung teknis. Baca Juga:  Inovasi NutriTrack MBG, Mahasiswa UMM Sabet Tiga Penghargaan Internasional “Secara keseluruhan, sekitar 95 persen persyaratan kelayakan telah terpenuhi dengan baik. Dengan demikian, UMM siap untuk mendapat rekomendasi kepada pihak pusat dalam proses penerbitan sertifikat Zona KHAS,” ujar Nur Husnul Yusmiati. Rujukan Utama Zona KHAS Merespons pencapaian tersebut, Ketua Pusat Studi Penelitian dan Pengembangan Produk Halal (PS P3 Halal) UMM, Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP., menyampaikan penjelasan. Menurutnya, inisiasi ini merupakan langkah taktis kampus dalam menyambut regulasi nasional kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026. Tim Pusat Studi Penelitian dan Pengembangan Produk Halal (PS P3 Halal) UMM bersama dengan Tim Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Jawa Timur serta Bank Indonesia wilayah Malang (foto: Humas UMM) Tercatat sebanyak 25 mitra usaha kuliner di UMM telah mengantongi sertifikat halal resmi. Komitmen kuat ini turut menjadikan Kampus Putih sebagai rujukan utama zona KHAS di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Tidak hanya itu, mereka juga mendapat kepercayaan memimpin kolaborasi riset pengembangan ekosistem halal bersama institusi pendidikan di Thailand dan Tiongkok. “Kesehatan dan ketenangan jiwa mahasiswa saat belajar sangat bergantung pada asupan gizi mereka. Maka dari itu jaminan keamanan pangan melalui sertifikasi Zona KHAS di kantin kampus merupakan sebuah kewajiban mutlak,” tegas Elfi. Baca Juga:  Wisuda Ke-121 UMM di Hari Kartini Tekankan Peran Strategis Perempuan Pemberdayaan UMKM Kuliner Terakhir, dukungan penuh turut disampaikan oleh Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. Ia menilai bahwa program kawasan kuliner halal dan sehat zona KHAS ini beririsan langsung dengan misi kelima universitas. Yakni untuk menyelenggarakan pembinaan civitas academica berlandaskan nilai-nilai murni Islam dan Kemuhammadiyahan. Tidak berhenti di dalam area kampus, ia menargetkan agar tata kelola ekosistem Zona KHAS ini dapat terduplikasi secara riil. Tujuannya, untuk memberdayakan UMKM kuliner di berbagai wilayah desa binaan UMM. “Kerja sama ini menjadi titik awal yang sangat baik, dan harapannya ke depan kita bisa memperluas ekosistem kawasan halal ini secara merata. Terutama ke daerah-daerah binaan universitas, seperti Kampung Warna-Warni,” pungkas Salis. (#) Jurnalis Faqih Ahmad Wafir Rahman Penyunting Abizar Purnama

UMM Perluas Jejaring Global di Jepang, Siapkan Jalur S2 Beasiswa hingga Karier Internasional bagi Mahasiswa

Malangpariwara.com – Komitmen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan kembali diwujudkan melalui lawatan strategis ke Jepang pada 17–23 Juni 2026. Kunjungan ke Shimonoseki City University, Miyazaki University, dan mitra industri kehutanan Nosuta Kabushi tidak sekadar mempererat hubungan akademik, tetapi juga membuka peluang beasiswa, riset internasional, hingga akses karier global bagi mahasiswa dan lulusan. Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, menjelaskan bahwa kunjungan ke Shimonoseki City University merupakan undangan kehormatan dalam peringatan 70 tahun berdirinya perguruan tinggi tersebut. Momentum itu sekaligus menjadi ajang memperkuat kemitraan yang telah terjalin selama satu dekade. Menurut Salis, hasil konkret dari kerja sama tersebut mulai dirasakan mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP). UMM telah memperoleh kuota bagi 12 mahasiswa untuk melanjutkan studi magister di Shimonoseki City University melalui skema beasiswa. “Kita sudah ada slot dua belas mahasiswa yang dipersiapkan, nanti lulus mereka akan kuliah S2 di Shimonoseki di bawah beasiswa mereka,” ujarnya. Tak berhenti pada program pendidikan, kolaborasi kedua institusi juga akan berkembang ke bidang riset dan pengembangan bisnis. Pada September mendatang, delegasi Shimonoseki University yang terdiri dari mahasiswa, profesor, dan tim akademik dijadwalkan berkunjung ke UMM untuk menindaklanjuti berbagai program kerja sama. Salah satu fokus kolaborasi adalah pengembangan komoditas bernilai ekonomi tinggi, seperti salmon, stroberi, dan kopi, yang diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia akademik dan sektor industri. “Nanti September empat orang mahasiswa bersama dua orang profesor, serta ada lima belasan orang yang ke mari akan kerja sama dengan kita untuk pengembangan riset, kajian, dan juga peluang usaha kopi di Jepang,” tambahnya. Sebagai bentuk dukungan terhadap program internasional tersebut, UMM juga menghadirkan Japan Corner, fasilitas pembelajaran bahasa dan budaya Jepang yang dilengkapi pengajar penutur asli. Kehadiran pusat pembelajaran ini diprioritaskan bagi mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke Jepang, namun juga terbuka bagi seluruh sivitas akademika yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa Jepang. “Nanti belajar bahasa Jepangnya di situ, tapi Japan Corner juga membuka untuk mahasiswa yang lain yang mau belajar Jepang boleh datang ke situ,” jelas Salis. Dalam agenda yang sama, delegasi UMM juga mengunjungi Miyazaki University. Hubungan emosional yang telah terbangun melalui empat dosen UMM yang merupakan alumni kampus tersebut menjadi modal penting untuk memperluas kolaborasi, khususnya pada bidang riset bersama, pertukaran dosen, dan mobilitas mahasiswa. Sementara itu, sektor industri juga menjadi perhatian serius dalam lawatan tersebut. Bersama perusahaan kehutanan Jepang, Nosuta Kabushi, UMM sepakat memperluas kerja sama melalui pembangunan Forestry Japan Training Center di kawasan Pujon Hill. Pusat pelatihan ini akan menjadi sarana pembekalan mahasiswa kehutanan sebelum mengikuti program magang maupun bekerja di Jepang. Mitra industri Jepang bahkan siap berinvestasi dalam penyediaan kurikulum, tenaga ahli, serta berbagai fasilitas penunjang. “Mereka akan invest tenaga, kurikulum, perlengkapan untuk Forestry Japan Training Center di Pujon Hill, sehingga membuka peluang dari teman-teman kehutanan untuk berkarir internasional,” ungkapnya. Melalui rangkaian kerja sama tersebut, UMM semakin menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi berorientasi global. Internasionalisasi tidak lagi sebatas pertukaran mahasiswa, tetapi juga mencakup penguatan riset, hilirisasi inovasi, pengembangan bisnis, hingga penciptaan jalur karier internasional bagi lulusan. Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan UMM di pasar kerja global sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai salah satu perguruan tinggi Indonesia yang aktif membangun jejaring internasional berkelanjutan.( Djoko W)

UMM Gelar Kids English Camp Berbasis Digital, Liburan Sekolah Jadi Lebih Edukatif

pwmu.co – Mengisi liburan sekolah dengan aktivitas yang edukatif sekaligus menyenangkan menjadi tantangan bagi banyak orang tua.Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi  Pendidikan Bahasa Inggris (English Language Education Department/ELED) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan School Holiday Program: Kids English Camp, sebuah program pembelajaran bahasa Inggris berbasis digital. Pendidikan Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 29 Juni hingga 2 Juli 2026 di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 dan kawasan Perpustakaan Pusat UMM. Lebih dari 110 siswa Sekolah Dasar (SD). Selama program berlangsung, peserta diajak belajar bahasa Inggris melalui pendekatan interaktif sehingga tetap produktif sekaligus menikmati masa liburan. Dosen ELED UMM sekaligus penyelenggara kegiatan, Khoiriyah, S.Pd., M.A., menjelaskan bahwa Kids English Camp dirancang sebagai program pengayaan bahasa Inggris yang disesuaikan dengan jenjang kelas peserta. Program ini juga terintegrasi dengan kelas profesional Center of Excellence (CoE) English for Young Learners, sehingga mahasiswa UMM memperoleh pengalaman nyata mengajar anak-anak. Selama empat hari, peserta mengikuti beragam aktivitas kreatif, mulai dari Fun English with Digital Game-Based Learning, pembelajaran yang memadukan bahasa Inggris dan sains (English and Science), permainan luar ruang, hingga sesi Be Global – Learn English with Foreigner yang mempertemukan anak-anak dengan warga negara asing untuk berlatih komunikasi secara langsung. “Program ini merupakan adaptasi budaya summer camp dari luar negeri yang kami padukan dengan nilai-nilai keislaman melalui konsep English for Muslim Kids. Dengan demikian, anak-anak dapat merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mengenal atmosfer perkuliahan di lingkungan kampus,” ujar Khoiriyah. Foto: UMM Menurutnya, Kids English Camp juga menjadi bagian dari kontribusi UMM dalam mendukung penguatan pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia. Kehadiran laboratorium bahasa yang modern serta keterlibatan mahasiswa internasional memberikan kesempatan kepada peserta untuk membangun kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris secara alami. “Kami ingin mengubah anggapan bahwa bahasa Inggris adalah mata pelajaran yang sulit. Melalui permainan digital, lagu, eksperimen sederhana, dan aktivitas seni, anak-anak justru dapat belajar dengan lebih menyenangkan dan mudah memahami materi,” jelasnya. Program tersebut mendapat apresiasi positif dari para orang tua. Mereka menilai Kids English Camp mampu menjadi alternatif kegiatan liburan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengembangkan kemampuan berbahasa, kreativitas, dan kepercayaan diri anak. Salah seorang wali murid, Iin Nur Aini, mengaku sengaja mendaftarkan putra-putrinya agar waktu liburan dimanfaatkan untuk kegiatan yang bermanfaat. “Kami ingin liburan anak-anak tetap produktif. Melalui kegiatan ini mereka bisa bermain, belajar, dan semakin menyukai bahasa Inggris. Semoga kemampuan mereka juga terus berkembang,” tuturnya. Melalui Kids English Camp berbasis digital, ELED UMM menunjukkan komitmennya menghadirkan inovasi pembelajaran bahasa Inggris yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus menyenangkan bagi anak-anak. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi orang tua untuk memanfaatkan masa liburan sebagai momentum memperkuat kompetensi dan karakter anak sejak dini. (*) *) Penulis : Faqih Editor : Agus Wahyudi

Mahasiswa UMM Hidupkan Permainan Tradisional Lewat Festival Dolanan

JAVASATU.COM– Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghidupkan kembali permainan tradisional melalui Festival Dolanan yang digelar di Taman Dolan Batu, Jumat (27/6/2026). Kegiatan bertema “Balik Dolanan” itu menjadi bagian dari Praktikum 3 Brand Activation sekaligus upaya mengenalkan kembali warisan budaya kepada generasi muda di tengah pesatnya perkembangan era digital. “Permainan tradisional perlahan mulai dilupakan oleh generasi sekarang. Padahal di setiap dolanan terdapat nilai kebersamaan, kejujuran, kreativitas, serta kearifan lokal yang perlu terus diwariskan. Melalui Festival Dolanan, kami ingin menghadirkan kembali pengalaman bermain secara langsung dalam suasana yang edukatif dan menyenangkan bagi keluarga yang berkunjung ke Taman Dolan Batu,” kata Ketua Pelaksana Festival Dolanan, Muhammad Farelino. Festival yang digagas tim Wavvy Creative tersebut menghadirkan berbagai permainan tradisional, seperti engklek, congklak, egrang, bakiak, bentengan, gobak sodor, hingga bekel. Seluruh permainan dapat diikuti peserta dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa. Sebelum mengikuti permainan, peserta mendapatkan sesi edukasi bersama Mbah Jo yang memperkenalkan sejarah, filosofi, serta cara memainkan setiap permainan tradisional. Kegiatan itu bertujuan agar peserta tidak hanya bermain, tetapi juga memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Selain permainan rakyat, festival juga dimeriahkan penampilan Laskar Angin Percussion, pertunjukan Teater Sinden FISIP UMM bertajuk “Kalah Menang, Sing Penting Dolan Bareng”, serta penampilan Miben Voice yang membawakan lagu-lagu tradisional Jawa seperti Padang Bulan, Cublak-Cublak Suweng, dan Prau Layar. Puncak acara ditandai dengan prosesi Lentera Malam. Para peserta menuliskan harapan pada secarik kertas sebelum menerbangkan lentera bersama sebagai simbol harapan agar permainan tradisional dan nilai kebersamaan tetap lestari di tengah perkembangan teknologi. Dosen Pembimbing Praktikum Brand Activation Ilmu Komunikasi UMM, Jamroji, mengatakan Festival Dolanan menjadi bentuk implementasi pembelajaran mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada promosi, tetapi juga memberikan manfaat sosial melalui pelestarian budaya. “Festival ini menjadi upaya untuk mengingatkan kembali permainan-permainan tradisional yang dahulu pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, namun kini mulai terlupakan oleh generasi muda. Harapannya, budaya bermain bersama dapat kembali dikenal dan diwariskan kepada anak-anak saat ini,” ujarnya. (Foto: Ist/Tim Wavvy Creative) Sementara itu, Owner Taman Dolan Batu, Miftah Hadi, mengapresiasi inisiatif mahasiswa UMM yang menghadirkan kegiatan sejalan dengan konsep wisata edukasi berbasis budaya yang dikembangkan Taman Dolan Batu. “Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi momen yang mampu mempererat hubungan keluarga melalui pengalaman bermain, belajar, dan menikmati budaya bersama di Taman Dolan Batu,” katanya. Festival Dolanan mendapat sambutan antusias dari pengunjung. Banyak keluarga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak mereka. Selain menjadi sarana rekreasi, festival ini juga memperkuat peran mahasiswa UMM dalam mengajak masyarakat menjaga kelestarian budaya melalui pengalaman bermain yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan. (arf)

Alumnus UMM Pimpin Himpunan Mahasiswa Buddhis

KLIKMU.CO – Chandra Aditya Nugraha, alumnus Program Studi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2016, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (PP HIKMAHBUDHI) periode 2025–2028. Capaian ini menegaskan bahwa kampus berlatar belakang Islam mampu mencetak pemimpin nasional yang berdaya saing tanpa memandang latar belakang agama maupun keyakinan. Chandra menjelaskan, pencapaiannya saat ini merupakan buah dari proses panjang yang telah dirintis sejak bergabung dengan HIKMAHBUDHI dan Asosiasi Kesejahteraan Sosial Jawa Timur pada 2015. “Organisasi itu prosesnya panjang. Saya memulai dari anggota, kemudian menjadi pengurus cabang, hingga akhirnya dipercaya menjadi ketua cabang. Setelah lulus dari UMM pada 2020, saya mengabdikan diri sebagai pengurus pusat di Jakarta sambil melanjutkan studi,” ungkapnya kepada Humas UMM, Kamis (26/6/2026). Dalam perjalanannya menuju kursi kepemimpinan tertinggi pada proses pencalonan tahun 2024, ia dihadapkan pada berbagai dinamika yang menguji kedewasaan kepemimpinannya, terutama dalam mengelola konflik internal agar tidak memecah belah organisasi. “Saat proses pemilihan, itu menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Dari situ saya belajar memanajemen konflik agar organisasi tetap solid,” jelasnya. Sebagai mahasiswa non-Muslim yang menempuh pendidikan di institusi Islam, Chandra menilai Kampus Putih UMM telah memberinya ruang belajar nyata tentang esensi kebinekaan dengan memberikan hak yang setara kepada seluruh sivitas akademika. “Saya bangga dengan UMM. Kampus ini menerapkan nilai keberagaman secara nyata. UMM tidak mengharuskan mahasiswanya beragama Islam atau berasal dari Muhammadiyah. Semua orang bisa belajar dan berkembang bersama,” tuturnya. Bagi Chandra, UMM merupakan miniatur Indonesia yang berhasil mengimplementasikan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Di kampus ini, mahasiswa dari berbagai daerah, etnis, dan keyakinan dapat berbaur serta memperoleh fasilitas dan hak pendidikan yang sama. Kebebasan dan toleransi itulah yang turut membentuk perspektif kepemimpinannya hingga mampu berkiprah di tingkat nasional. Terkait tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, Chandra menilai rasa khawatir dan overthinking mengenai masa depan merupakan hal yang wajar. Namun, ia mendorong mahasiswa untuk berani mengambil risiko demi memperjuangkan cita-cita dan tujuan hidup. “Hidup yang tidak pernah dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan. Jadi, jangan takut tentang besok akan menjadi apa. Fokuslah pada apa yang teman-teman minati dan cintai hari ini. Dari situlah jalan akan terbuka,” tegasnya. Kisah perjalanan Chandra menjadi bukti bahwa lingkungan pendidikan yang menjunjung tinggi toleransi, dipadukan dengan keberanian untuk terus berproses, mampu melahirkan pemimpin yang tangguh. Nilai-nilai inklusivitas yang diperolehnya di Kampus Putih UMM diharapkan tidak hanya membawa kemajuan bagi organisasi yang dipimpinnya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk berani bermimpi besar, terus berkarya, dan mengambil langkah nyata bagi masa depan bangsa. (Faqih/AS)

PPKn UMM Dorong Revitalisasi Nilai Pancasila Lewat Budaya untuk Kemajuan Masa Depan Bangsa

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora (FPSH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut berupaya untuk berperan secara strategis dalam merawat dan merevitalisasi kearifan lokal demi menjaga identitas bangsa dari gempuran globalisasi. Panduan& Petunjuk Perjalanan Gagasan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional Gema Pancasila bertajuk Kearifan Lokal sebagai Living Values Pancasila dalam Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Inklusif dan Berkelanjutan. Acara ini berlangsung di Auditorium GKB V, Kamis (25/6) pekan lalu dan menjadi ruang dialektika akademik. Sekaligus menjadi momen perayaan atas diraihnya akreditasi Unggul oleh Prodi PPKn UMM. Rangkaian acara turut diisi dengan peluncuran jurnal resmi Civic Hukum serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan kelembagaan dan penelitian antara FPSH UMM dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Terkait penguatan nilai luhur bangsa, Dr. Mariatul Kiptiah, M.Pd. selaku pemateri menegaskan bahwa keberagaman Indonesia yang mencakup sekitar 1.340 suku bangsa dan ratusan bahasa daerah harus dipandang sebagai kekuatan dan modal sosial, bukan ancaman pemecah belah bangsa. “Indonesia adalah negara dengan keragaman yang luar biasa. Namun, keragaman ini justru menjadi modal utama, bukan ancaman. Kita harus bangga dengan Pancasila dan tidak boleh menjadi pihak yang justru melemahkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri,” ungkap Mariatul pada rilis UMM Selasa (30/6). Ia juga menjelaskan bahwa Pancasila harus dipraktikkan secara nyata melalui kearifan lokal, seperti gotong royong maupun musyawarah adat. Nilai-nilai yang aplikatif dan holistik ini adalah fondasi peradaban masa depan bangsa dalam menjawab krisis ekologi hingga kohesi sosial yang melanda dunia. “Kearifan lokal bukan masa lalu yang harus ditinggalkan, melainkan fondasi masa depan yang harus dirawat. Ketika dunia mencari solusi atas krisis identitas, krisis ekologi, dan kohesi sosial, Indonesia sesungguhnya telah memiliki jawabannya melalui kearifan ribuan komunitas adat,” imbuhnya. Senada dengan pernyataan tersebut, Dekan FPSH UMM, Prof. Dr. Moh. Mahfud Effendy, M.M., menilai bahwa lestarinya kearifan lokal memiliki ikatan yang tidak terpisahkan dengan eksistensi Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, pendidikan tinggi melalui Prodi PPKn punya tanggung jawab besar untuk mewariskan keragaman tersebut kepada generasi muda di tengah perubahan zaman yang serba cepat. “Saya tidak ingin Indonesia kehilangan keindonesiaannya. Jika Bhinneka Tunggal Ika hilang, maka hilang pula Indonesia. Karena itu, kearifan lokal harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Mahfud Effendy. Melestarikan kearifan lokal dan nilai-nilai Pancasila menurut Kampus Putih bukanlah tugas yang bisa dilakukan sendirian atau sekadar menjadi teori di ruang kelas. Transformasi kurikulum pendidikan, digitalisasi kebudayaan, serta kolaborasi nyata antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat mutlak diperlukan. Langkah strategis ini menjadi pesan penting agar identitas keindonesiaan tidak sekadar menjadi catatan sejarah, melainkan terus hidup dan relevan sebagai karakter generasi penerus di masa depan. Dokumentasi seminar dari PPKn UMM (dok.UMM):

UMM Lawatan Strategis ke Jepang, Buka Peluang Karier Internasional

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mengukuhkan posisi tawarnya di kancah global. Pada 17–23 Juni lalu, Kampus Putih melangsungkan lawatan strategis ke Jepang, tepatnya ke Shimonoseki City University, Miyazaki University, serta salah satu mitra industri kehutanan Nosuta Kabushi. ReferensiGeografis Kunjungan ini difokuskan pada realisasi kerja sama akademik, pertukaran mahasiswa, riset tingkat lanjut, hingga ekspansi bisnis institusi. Kehadiran delegasi UMM di Shimonoseki City University merupakan undangan kehormatan dalam rangka perayaan ulang tahun ke-70 kampus tersebut. Kunjungan ini sekaligus mematangkan kerja sama resmi yang telah dirintis sejak sepuluh tahun lalu. Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. menjelaskan bahwa kemitraan ini membuahkan hasil nyata bagi mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), berupa program transfer kredit dan beasiswa pendidikan. “Kita sudah ada slot dua belas mahasiswa yang dipersiapkan, nanti lulus mereka akan kuliah S2 di Shimonoseki di bawah beasiswa mereka,” ungkap Warek Salis, dikutip dari rilis UMM 26 Juni. Selain mengirimkan delegasi, UMM juga akan menerima kunjungan balasan dari pihak Shimonoseki pada bulan September mendatang untuk pengembangan riset dan bisnis. Salis menuturkan bahwa kolaborasi ini turut merambah pada pengembangan sektor bisnis komersial seperti perikanan salmon, serta komoditas stroberi dan kopi. “Nanti September empat orang mahasiswa bersama dua orang profesor, serta ada lima belasan orang yang ke mari akan kerja sama dengan kita untuk pengembangan riset, kajian, dan juga peluang usaha kopi di Jepang,” imbuh Salis. Pihak UMM dan Shimonoseki juga telah mendirikan fasilitas penunjang berupa Japan Corner yang dilengkapi dengan pengajar penutur asli (native speaker) dari Jepang guna membekali kemampuan bahasa mahasiswa. Ia memaparkan bahwa fasilitas tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa yang akan berangkat studi ke Jepang, meski tidak menutup kesempatan bagi mahasiswa lain secara umum. “Nanti belajar bahasa Jepangnya di situ, tapi Japan Corner juga membuka untuk mahasiswa yang lain yang mau belajar Jepang boleh datang ke situ,” jelas Salis. Kunjungan UMM ke Jepang./dok.UMM UMM buka peluang bagi lulusan Kampus Putih berkarier di Jepang./dok.UMM Lalu, kunjungan ke Miyazaki University berfokus pada perluasan jangkauan institusi. Mengingat empat dosen UMM merupakan alumni dari kampus tersebut, penjajakan skema riset bersama dan pertukaran pelajar menjadi lebih terarah. Dalam rangkaian lawatan yang sama, UMM turut memperkuat hubungan dengan mitra industri kehutanan Jepang, Nosuta Kabushi. Kemitraan yang telah meluluskan program magang batch pertama ini akan diakselerasi dengan pembangunan Forestry Japan Training Center di kawasan Pujon Hill. Pria itu menerangkan bahwa pihak industri Jepang bersedia berinvestasi dalam penyediaan sarana, kurikulum, hingga tenaga ahli untuk mempersiapkan kuota magang yang lebih masif. “Mereka akan invest tenaga, kurikulum, perlengkapan untuk Forestry Japan Training Center di Pujon Hill, sehingga membuka peluang dari teman-teman kehutanan untuk berkarir internasional,” bebernya. Langkah UMM di negeri sakura ini sepenuhnya sejalan dengan visi internationalisasi. Ke depan, rangkaian kolaborasi strategis dengan Jepang diharapkan mampu meroketkan kualitas riset universitas agar lebih mutakhir, sekaligus mencetak lulusan dengan daya saing tinggi. Tidak hanya sekadar transfer ilmu, jejaring internasional ini diproyeksikan mampu memberikan keuntungan ganda bagi institusi, salah satunya berupa kesempatan kerja eksklusif bagi alumni. ***

ELED UMM Isi Liburan Edukatif, Gelar Kids English Camp Berbasis Digital

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang memanfaatkan momen liburan sekolah dengan menggelar Kids English Camp berbasis digital. ReferensiGeografis Kegiatan ini dapat menjadikan momen libur sekolah tetap produktif dan menyenangkan bagi anak-anak. Apalagi, momen libur sekolah sering menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua untuk menemukan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai edukasi bagi buah hati. Maka dari itu, UMM menjawab kebutuhan ini melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (English Language Education Department -ELED) yang secara nyata menghadirkan solusi edukatif melalui kegiatan bertajuk School Holiday Program: Kids English Camp. Agenda menarik ini berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin (29/6) sampai Kamis (2/7/2026) di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 dan area Perpustakaan Pusat UMM. Kamp belajar bahasa Inggris untuk anak-anak ini sukses menarik antusiasme lebih dari 110 peserta tingkat Sekolah Dasar (SD), dan hadir untuk memberikan wadah eksplorasi anak-anak agar tetap produktif dan gembira selama liburan. Dosen ELED sekaligus penyelenggara kegiatan, Khoiriyah, S.Pd., MA., menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai pengayaan bahasa asing yang materinya disesuaikan dengan tingkatan kelas. Menariknya, pelaksanaan kamp ini terintegrasi langsung dengan kelas profesional Center of Excellence (CoE) English for Young Learners. Melalui ekosistem ini, mahasiswa UMM mendapatkan kesempatan emas untuk terjun langsung mempraktikkan keterampilan mengajarnya kepada anak-anak. Selama kegiatan, peserta disuguhi berbagai aktivitas interaktif. Mereka diajak bereksplorasi melalui pembelajaran berbasis gim (Fun English with digital game-based learning), perpaduan bahasa dan sains (English and Science), ragam aktivitas luar ruangan, hingga puncak acara yang mempertemukan mereka dengan salah satu warga negara asing pada sesi Be global – Learn English with foreigner. “Program ini merupakan adaptasi budaya summer camp luar negeri yang kami padukan dengan nilai keislaman khas English for Muslim Kids, sehingga anak-anak bisa merasakan atmosfer belajar secara langsung di dalam lingkungan kampus,” ungkap Dosen Khoiriyah. Kehadiran program liburan ini turut membawa misi strategis dalam menyokong arah kebijakan pendidikan nasional. Khoiriyah menjelaskan bahwa UMM siap memposisikan diri sebagai pilar pendukung bagi rencana pemerintah yang akan kembali menjadikan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat SD pada 2027 mendatang. Program ini juga memanfaatkan fasilitas laboratorium bahasa yang modern serta mendatangkan mahasiswa internasional pada acara penutupan, anak-anak didorong untuk berani mempraktikkan kemampuan komunikasi mereka secara natural. “Kami bertujuan meruntuhkan anggapan bahwa bahasa asing itu sulit, serta membuktikan bahwa belajar bahasa Inggris sangatlah menyenangkan ketika dikemas dengan permainan digital, nyanyian, dan pembuatan karya seni yang kreatif,” jelasnya. Terobosan metode pembelajaran yang ditawarkan oleh UMM ini juga menuai apresiasi tinggi dari para wali murid. Mereka merasa sangat terbantu dengan adanya program kampus yang memfasilitasi pengembangan kognitif anak secara interaktif. Iin Nur Aini, salah satu orang tua peserta, menilai bahwa Kids English Camp ini adalah wadah yang sangat ideal untuk memaksimalkan potensi sang anak di luar rutinitas sekolah formal. Ia merasa bahwa pendekatan belajar sambil bermain sukses membuat anak-anak tetap antusias dan tidak mudah bosan mengikuti rangkaian acara. “Kami mendaftarkan anak-anak ke acara UMM ini agar waktu liburan mereka terisi dengan kegiatan yang bermanfaat, dan pastinya kami berharap kemampuan sekaligus kecintaan mereka pada bahasa Inggris terus meningkat,” pungkasnya.(*)