Direktur RS UMM Prof Djoni Djunaedi Setia Kliping Berita, Tiap Pagi Tiga Koran Tak Pernah Absen

RADAR MALANG – Suasana ruang kerja Djoni Djunaedi di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang tampak sederhana. Namun, ada satu sudut yang langsung mencuri perhatian: lemari kaca gelap berisi tumpukan potongan koran yang tersusun rapi. Sebagian potongan ditempel, sebagian lain dimasukkan ke dalam map transparan. Mayoritas berasal dari Jawa Pos dan Radar Malang. Bagi Djoni, kliping itu bukan sekadar arsip, melainkan catatan penting tentang berbagai peristiwa yang layak diingat. Dari Berita Kesehatan hingga Isu Sosial Beragam topik tersimpan dalam koleksi klipingnya. Mulai isu kesehatan, kebijakan publik, hingga fenomena sosial yang sedang ramai dibicarakan masyarakat. “Kalau ada yang menarik atau bisa jadi pelajaran, biasanya saya simpan,” ujar Djoni Djunaedi. Kliping-kliping tersebut rutin diperbarui. Namun, beberapa berita tetap dipertahankan karena dianggap masih relevan hingga sekarang. Tiga Koran Setiap Pagi Jadi Rutinitas Kebiasaan menggunting berita bermula dari rutinitas membeli koran setiap pagi. Selama sekitar tiga dekade, Djoni hampir tidak pernah melewatkan kebiasaan tersebut. Sebelum berangkat kerja, ia biasa mampir ke dua loper langganannya di kawasan Jalan Kawi, Kota Malang. “Biasanya saya ambil tiga koran,” katanya. Hubungannya dengan para loper pun cukup dekat. Bahkan, salah satu penjual koran kerap memberi kabar jika hendak pulang kampung dan tidak berjualan keesokan harinya. Mulai Membaca Koran Sejak Usia Delapan Tahun Kedekatan Djoni dengan media cetak sudah dimulai sejak kecil saat tinggal di Mojokerto. Ayahnya, almarhum Djoyo Djunaedi, rutin berlangganan koran di rumah Dari situlah ia mulai mengenal berbagai bacaan seperti Soerabaiasch Handelsblad, Sin Po, hingga Pewarta Soerabaia. Saat kecil, ia paling menyukai rubrik komik dan anekdot. “Dulu saya paling suka bagian komik dan anekdot,” kenangnya. Berita Lokal Dinilai Lebih Dekat dengan Kehidupan Saat menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga pada era 1960-an, minat bacanya berkembang ke isu nasional dan politik. Ia masih mengingat ramainya pemberitaan Presiden Soekarno dengan kampanye “Ganyang Malaysia” kala itu. Seiring perkembangan media, Djoni sempat membaca Kompas dan majalah Surya sebelum akhirnya rutin mengikuti Jawa Pos dan Radar Malang. “Berita lokal itu penting, lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari,” tutur Djoni Djunaedi. Kliping Jadi Bahan Diskusi dan Refleksi Selain berita utama, Djoni juga gemar membaca kolom opini. Ia kerap mengikuti tulisan para dokter dan akademisi karena dinilai mampu menjadi ruang refleksi. Beberapa potongan opini bahkan dijadikan bahan diskusi di ruang kerjanya. Salah satunya ketika membahas isu kualitas dokter asing yang menurutnya harus dijawab dengan peningkatan kompetensi tenaga medis lokal. “Sebenarnya kita tidak kalah, yang penting mau meningkatkan kualitas,” tegasnya. Meski belum banyak menulis opini di media massa, Djoni tetap aktif menuangkan gagasannya melalui buku bertema kesehatan, salah satunya Wanita Indonesia Sehat. Bagi Djoni, membaca koran bukan sekadar rutinitas lama. Kebiasaan itu menjadi cara untuk terus mengikuti perkembangan zaman sekaligus menjaga tradisi literasi yang sudah melekat sejak kecil.

Bengkel Rinjani UMM Punya Program Diklat Otomotif Gratis hingga Salurkan Lulusan ke Jepang

pwmu.co – Bengkel Rinjani yang berada di bawah naungan Universitas Muhammadiyah Malang membuktikan diri bukan sekadar unit bisnis otomotif biasa. Melalui program Rinjani Skills Development Center (RSDC), bengkel ini menghadirkan pendidikan dan pelatihan otomotif gratis selama enam bulan bagi pemuda dari keluarga kurang mampu.Menariknya, program tersebut tidak hanya menyalurkan lulusannya ke berbagai perusahaan otomotif nasional, tetapi juga membuka peluang kerja hingga ke Jepang. Kepala RSDC, Eddy Prasetyawan Adisubroto, S.T., menjelaskan bahwa program sosial ini telah berjalan sejak tahun 2008. Program tersebut menyasar lulusan SMA, SMK, maupun MA dari berbagai daerah di Indonesia, baik dari sekolah Muhammadiyah maupun sekolah negeri. Prioritas utama RSDC adalah membantu pemuda dari keluarga prasejahtera hingga yatim piatu agar memiliki keterampilan dan masa depan yang lebih baik. “Ini adalah murni program sosial. Anak-anak yang tinggal dan belajar di asrama kami, seluruh kebutuhan konsumsi hariannya kami tanggung sepenuhnya. Kami ingin membekali mereka dengan ilmu yang sungguh berguna bagi masa depan mereka nanti,” ungkapnya. Eddy menjelaskan bahwa program diklat RSDC berbeda dengan Praktik Kerja Industri (Prakerin) reguler yang umumnya diikuti siswa SMK. Jika program magang biasa lebih banyak berfokus pada mesin otomotif, peserta diklat RSDC mendapatkan materi yang lebih menyeluruh. Selama enam bulan, mereka dibekali kemampuan di bidang mesin, perawatan bodi kendaraan, hingga pemeliharaan detail interior dan eksterior mobil. Dengan sistem pelatihan yang intensif, peserta diharapkan siap bersaing di dunia industri otomotif secara profesional. Keseriusan RSDC dalam mendampingi masa depan peserta juga terlihat dari luasnya jaringan kerja sama industri yang dimiliki. Ratusan alumni program ini telah bekerja di berbagai perusahaan rekanan seperti Denso, Astra Malang, hingga Wira Sejahtera Auto 2000 Jakarta. Penempatan kerja mereka pun tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jabodetabek, Sumatera, Yogyakarta, hingga Papua. Tidak hanya di tingkat nasional, RSDC juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk meniti karier internasional. Menjelang akhir masa pendidikan, siswa diajak mengunjungi Training Center (TC) Vokasi UMM guna mengenal program pelatihan kerja ke Jepang secara langsung. “Kami tidak membatasi lingkup di Indonesia saja. Jika berminat, kami akan salurkan mereka untuk ikut tes. Saat ini, sudah ada sekitar enam anak yang berangkat dan bekerja di Jepang pada sektor yang lebih luas, seperti konstruksi, manufaktur, perikanan, hingga pertanian. Tiga orang lainnya kini masih dalam tahap pendidikan bahasa di TC vokasi,” papar Eddy. Melalui program pendidikan berkelanjutan tersebut, Eddy berharap keberadaan Bengkel Rinjani dan RSDC dapat menjadi solusi nyata bagi pemuda yang kurang beruntung agar memiliki kesempatan hidup yang lebih baik. “Harapan saya, mereka bisa mengembangkan ilmunya, mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik dari sebelumnya, dan membuktikan bahwa mereka bisa menjadi individu yang sukses serta bernilai bagi masyarakat luas,” pungkasnya. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria

Referensi Buat Calon Mahasiswa! Ini 7 Kampus Terbaik di Jawa Timur Versi THE Asia University Rankings 2026

MALANG, Tugumalang.id – Berikut ini informasi kampus terbaik di Jawa Timur versi Times Higher Education (THE) Asia University Rankings 2026. Informasi ini dapat menjadi referensi bagi calon mahasiswa di tengah memasuki masa penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Seperti diketahui pemeringkatan yang dilakukan THE Asia University Ranking kredibel dengan melakukan penilaian terhadap 929 perguruan tinggi dari 36 negara di kawasan Asia. Pemeringkatan ini menggunakan 18 indikator kinerja yang dirancang untuk mengukur kualitas kampus secara komprehensif. Indikator yang menjadi dasar pemeringkatan THE Asia University Rankings antara lain kualitas pengajaran, lingkungan penelitian, produktivitas riset, reputasi akademik, jaringan internasional, kerja sama dengan industri, dan kontribusi inovasi bagi masyarakat. Lewat indikator ini, THE mengukur kemampuan perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan berkualitas, sekaligus mendorong penelitian yang bermanfaat bagi dunia industri dan publik. Dari daftar kampus terbaik di Jawa Timur versi THE Asia University Rankings 2026, tiga diantaranya berada di Kota Malang yakni Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Berikut ini daftar 7 kampus terbaik di Jawa Timur versi THE Asia University Rankings 2026 sebagai referensi bagi calon mahasiswa: 7 Kampus Terbaik di Jawa Timur Versi THE Asia University Rankings 2026 1. Universitas Airlangga (Unair) 2. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) 3. Universitas Negeri Malang (UM) 4. Universitas Brawijaya (UB) 5. Universitas Jember (Unej) 6. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) 7. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Bagi calon mahasiswa yang saat ini tengah mencari perguruan tinggi tujuan untuk melanjutkan studi. Informasi ini dapat menjadi referensi memilih perguruan tinggi favorit, terutama jelang dibukanya penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Kehadiran kampus berkualitas dengan lingkungan akademik yang baik, membuat beberapa kampus terbaik di Jawa Timur ini dapat dijadikan pilihan utama.

Guru Besar UMM Prof Ishomuddin Pecahkan Rekor MURI sebagai Panelis Forum Internasional Terbanyak

KLIKMU.CO – Konsistensi panjang dalam dunia akademik mengantarkan Guru Besar Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Ishomuddin MSi meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Dia tercatat sebagai panelis diskusi daring internasional berkesinambungan terbanyak. Penghargaan tersebut diserahkan pada April lalu setelah melalui proses verifikasi. Hingga Januari 2026, Prof Ishomuddin tercatat telah tampil sebanyak 97 kali sebagai panelis dalam forum International Deliberation on Islam, dan jumlah tersebut terus bertambah. Forum International Deliberation on Islam menjadi ruang pertemuan ulama, akademisi, dan cendekiawan dari berbagai negara. Setiap sesi diikuti sekitar 400 hingga 500 peserta dari berbagai belahan dunia, yang mayoritas merupakan profesor dan doktor. Sejak aktif pada 2018, Prof Ishomuddin rutin menyampaikan gagasan keislaman dalam forum tersebut. Dalam berbagai diskusi, ia banyak mengulas epistemologi Islam melalui tiga paradigma utama, yakni Bayani (teks), Burhani (logika), dan Irfani (spiritual). Menurutnya, pendekatan Irfani memiliki posisi penting dalam memahami Islam secara menyeluruh. “Pendekatan Irfani ini sering kali terabaikan, padahal memiliki kedalaman makna yang sangat penting dalam memahami Islam secara komprehensif,” ujarnya. Pemikiran tersebut tidak hanya disampaikan di forum internasional, tetapi juga terus ia kembangkan bersama mahasiswa, dosen, dan kalangan akademisi di tingkat lokal maupun nasional. Selain aktif sebagai panelis internasional, Prof Ishomuddin juga dikenal produktif dalam bidang akademik. Sejak 2013, ia telah menghasilkan sekitar 100 karya yang tercatat sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Melalui berbagai forum internasional yang diikutinya, dosen Fakultas Agama Islam UMM itu membawa misi menyebarkan nilai-nilai Islam moderat dan inklusif. Ia berharap ruang dialog internasional dapat terus menjadi sarana pengembangan keilmuan bagi umat Islam di berbagai negara. Capaian tersebut sekaligus menegaskan komitmen Universitas Muhammadiyah Malang dalam mendorong sivitas akademika untuk berkontribusi di tingkat global. (Faqih/AS)

Dosen UMM Raih Top 100 Dunia

MALANG, RADAR MALANG – Menembus jajaran elit akademisi tingkat dunia bukan sekadar perkara memperbanyak publikasi, melainkan pembuktian kedalaman dan dampak nyata sebuah karya keilmuan. Prinsip inilah yang mengantarkan Dr. Sholahuddin Al Fatih, M.H., Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menempati daftar 100 Akademisi Terbaik Dunia bidang Ilmu Sosial versi measuresHE baru-baru ini. Capaian prestisius ini menempatkannya sejajar dengan deretan peneliti top dari kampus bergengsi mancanegara, seperti Oxford University (Inggris) hingga Deakin University (Australia). Berbeda dengan ajang pemeringkatan institusi pada umumnya, measuresHE secara spesifik menilai rekam jejak individu peneliti di kancah global secara objektif, tanpa memberlakukan skema subscribe berbayar. Fatih menjelaskan, pemeringkatan kredibel ini menggunakan tiga indikator metrik ketat untuk menyaring pilar intelektual sejati. Ketiganya meliputi Research Gravitas untuk mengukur kedalaman intelektual, Olympic Mean yang menyaring konsistensi mutu karya, serta Interaction Credit sebagai apresiasi atas kolaborasi substantif. Seluruh data tersebut dilacak secara murni dari profil akademik terverifikasi seperti Scopus dan Web of Science. UNGGUL: Dr Sholahuddin Al Fatih, M.H., Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Saat pertama kali mengetahui capaian gemilang ini, pria yang akrab disapa Fatih tersebut sangat mengapresiasi sistem measuresHE yang benar-benar mengkurasi kedalaman substansi tulisan para nominatornya tanpa memandang label nama besar. “Pengakuan ini memvalidasi upaya pengejaran riset yang menawarkan wawasan mendalam dan berdampak, bukan sekadar mengejar jumlah publikasi, tepatnya saya menempati peringkat ke 91” tegasnya 8 April lalu pada Tim Humas UMM. Bukti nyata dari prinsip “riset berdampak” itu tercermin dari salah satu karya unggulannya yang lahir pada masa pandemi 2021 lalu. Riset tersebut membedah tentang ekspresi masyarakat di media sosial beserta konsekuensi hukumnya. Meski topiknya sangat dekat dengan keseharian, justru di sanalah letak kekuatannya. Fatih mengkaji bagaimana ruang digital mampu memicu dampak nyata, mulai dari tekanan psikologis hingga jeratan hukum. Kajian ini sekaligus menegaskan bahwa hukum harus hadir secara praktis, dan tidak boleh berhenti hanya di tataran teori. Sepanjang karier akademiknya, Fatih telah menelurkan sekitar 60 artikel terindeks Scopus, 5 artikel di Web of Science Core Collection, dan ratusan karya di Google Scholar. Dari deretan karya tersebut, ia konsisten membedah isu-isu yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, seperti teknologi, media sosial, dan dinamika hukum di tengah disrupsi zaman. Kontribusinya terasa di dua sisi: memperkaya diskursus akademik sekaligus memberikan sudut pandang yang solutif dalam praktik di lapangan. “Kami harus menjembatani bagaimana hukum itu lebih aplikatif dan lebih banyak diterapkan. Tidak hanya berkutat di ranah konsep, tapi juga bagaimana implementasi nyatanya di masyarakat,” jelas Fatih. Kesuksesan riset Fatih tentu tak lepas dari dukungan ekosistem mumpuni di UMM. Sebagai Kampus Putih yang mengedepankan inovasi, UMM menopang kelancaran riset para dosen melalui akses jurnal primer, fasilitas internet maksimal, hingga pemberian dana insentif publikasi. Ke depan, Fatih berharap kiprah akademisnya ini dapat semakin mengharumkan nama UMM di kancah internasional. Ia pun membagikan rahasia suksesnya, yakni merawat konsistensi ide dengan rutin mencatat kerangka pemikiran setiap hari. “Capaian ini menjadi dorongan agar UMM semakin dikenal secara global, sekaligus memacu semangat menulis para dosen dan mahasiswa. Riset itu harus memberi dampak nyata. Jadi, mulai saja, jangan takut ditolak, dan teruslah maju!” pesannya memotivasi.(*)

Raup Ratusan Juta dari Arang Briket, Alumnus UMM Sukses Tembus Pasar Ekspor

pwmu.co – Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga berani menciptakan peluang nyata di dunia usaha. Hal inilah yang dibuktikan oleh Abdurrahman Sayuti, alumnus Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang angkatan 2020, yang sukses meniti karier sebagai eksportir arang briket hingga menembus pasar internasional.Kesuksesan pria yang akrab disapa Sayuti tersebut tidak diraih secara instan. Perjalanannya dimulai dari nol pada tahun 2022 saat dirinya masih duduk di semester tiga perkuliahan. Menariknya, modal awal bisnis yang ia bangun berasal dari hasil usaha jual-beli motor bekas dan suku cadang. “Modal pertama saya itu murni dari jual-beli motor dan suku cadang. Dari situ saya mulai menabung dan akhirnya berani banting setir membangun perusahaan arang briket,” ungkap Sayuti. Pada tahap awal merintis usaha, Sayuti tidak segan turun langsung ke lapangan. Sepulang kuliah, ia menjajakan produknya di pasar-pasar tradisional untuk memahami kebutuhan dan karakter pasar secara langsung. Pengalaman tersebut menjadi proses penting yang membentuk mental bisnis dan kemampuannya membaca peluang usaha. Perjalanan bisnisnya mulai mengalami perkembangan signifikan ketika ia aktif membangun jejaring dan relasi profesional. Titik balik usahanya terjadi saat mengikuti forum bisnis nasional yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur. Dari forum tersebut, Sayuti berhasil menjalin kolaborasi dengan pelaku industri yang kemudian membawanya melakukan ekspor perdana arang briket ke Singapura pada tahun 2023. Kini, bisnis yang dirintisnya berkembang pesat. Dalam satu kali pengiriman, usahanya mampu memenuhi permintaan pasar ekspor hingga 15 ton arang briket. Keuntungan yang diperoleh pun terbilang fantastis. “Kalau kita hitung omzet bersih, itu berkisar antara Rp90 juta hingga Rp130 juta untuk sekali transaksi. Angka ini bahkan bisa lebih besar untuk pengiriman dalam skala partai besar,” jelasnya. Di balik capaian tersebut, Sayuti menegaskan bahwa relasi dan networking menjadi faktor paling penting dalam mempertahankan bisnis ekspor. Ia juga mengakui bahwa wawasan akademik yang diperoleh selama kuliah di UMM, khususnya melalui mata kuliah Bisnis Internasional, memberikan fondasi berpikir yang kuat dalam membaca peluang pasar global. Sebagai penutup, Sayuti menitipkan pesan kepada mahasiswa agar tidak hanya fokus mengejar nilai akademik, tetapi juga aktif mencari pengalaman dan memperluas relasi. “Sebagai mahasiswa, selain ambisius terhadap nilai akademik, kita juga harus ambisius terhadap pengalaman. Pintar-pintarlah mengambil kesempatan dan memperluas relasi. Dari situlah peluang besar akan terbuka,” pungkasnya. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria

Bengkel Rinjani UMM Buka Diklat Otomotif Gratis, Peserta Disalurkan ke Jepang

Malang (beritajatim.com) – Bengkel Rinjani yang berada di bawah naungan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) konsisten menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan (diklat) otomotif secara gratis bagi pemuda dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia. Melalui Rinjani Skills Development Center (RSDC), bengkel ini juga membuka akses lapangan kerja yang luas bahkan sampai ke Jepang. ​Program pemberdayaan yang berlangsung selama enam bulan ini membekali peserta keterampilan teknis profesional. Lulusannya telah terserap di berbagai perusahaan otomotif nasional, bahkan merambah hingga ke mancanegara, khususnya Jepang. ​Kepala RSDC, Eddy Prasetyawan Adisubroto, S.T., mengungkapkan bahwa inisiatif sosial ini merupakan komitmen jangka panjang yang telah konsisten dijalankan sejak tahun 2008. Target utamanya adalah lulusan SMA, SMK, atau MA dari berbagai pelosok negeri, baik dari sekolah Muhammadiyah maupun sekolah negeri, dengan prioritas bagi mereka yang menyandang status prasejahtera atau yatim piatu. ​”Ini adalah murni program sosial. Selama anak-anak tinggal dan belajar di asrama, seluruh kebutuhan konsumsi harian mereka kami tanggung sepenuhnya. Fokus kami adalah membekali mereka dengan ilmu yang konkret dan berguna bagi masa depan mereka,” ujar Eddy saat menjelaskan operasional RSDC pada Kamis (7/5/2026). ​Eddy menegaskan bahwa diklat di RSDC memiliki standar yang berbeda dengan Praktik Kerja Industri (Prakerin) reguler. Jika siswa magang sekolah umumnya hanya fokus pada area mesin, peserta diklat RSDC mendapatkan kurikulum yang jauh lebih mendalam dan menyeluruh. ​Selama masa pendidikan enam bulan, para peserta dilatih secara intensif untuk menguasai berbagai aspek teknis kendaraan. Selain pemahaman mesin otomotif, mereka dibekali keahlian dalam perawatan bodi mobil, serta teknik pemeliharaan detail pada bagian interior dan eksterior kendaraan. Hal ini dilakukan agar lulusan memiliki daya saing tinggi saat memasuki dunia kerja. “​Keunggulan utama dari program ini adalah jaminan akses ke dunia kerja. Hingga saat ini, ratusan alumni RSDC telah bekerja di berbagai perusahaan besar yang menjadi rekanan strategis, seperti Denso, Astra Malang, hingga Wira Sejahtera Auto 2000 Jakarta. Penempatan kerja tersebut mencakup wilayah yang sangat luas, mulai dari Jabodetabek, Sumatera, Yogyakarta, hingga Papua,” jelas Eddy. ​Lebih dari itu, RSDC juga memfasilitasi para peserta untuk merintis karier internasional. Menjelang akhir masa diklat, siswa diarahkan untuk mengunjungi Training Center (TC) Vokasi UMM guna mengenal prosedur pelatihan kerja di Jepang. ​Melalui keberlanjutan program ini, Bengkel Rinjani UMM berharap dapat terus menjadi jembatan bagi pemuda yang kurang beruntung untuk mengubah taraf hidup mereka. Eddy optimis bahwa pembekalan ilmu dan karakter di RSDC akan melahirkan individu yang sukses dan bermanfaat bagi masyarakat luas di masa depan. ​“Kami tidak membatasi lingkup karir di Indonesia saja. Jika mereka berminat, kami salurkan untuk mengikuti tes ke Jepang. Saat ini sudah ada sekitar enam alumni yang sukses bekerja di sana pada sektor konstruksi, manufaktur, perikanan, hingga pertanian. Sementara tiga orang lainnya sedang menjalani pendidikan bahasa di TC Vokasi,” kata Eddy menutup. (dan/but)

PAUD Holistik Integratif dan Paradoks Perlindungan Anak

Fittria Leliana Mahasiswi Magister Pedagogi Universitas Muhammadiyah Malang klikmu – Pendidikan anak usia dini (PAUD) sering disebut sebagai fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Hal ini bukan sekadar jargon, tetapi sebuah kenyataan yang telah diakui secara luas. Artikel tentang implementasi PAUD Holistik Integratif (HI) di PAUD Buah Hati memberikan gambaran bahwa layanan pendidikan anak usia dini di Indonesia sebenarnya telah berjalan ke arah yang cukup menjanjikan. Namun, di balik capaian “sangat baik” yang ditampilkan, muncul pertanyaan penting: apakah keberhasilan ini sudah benar-benar menyentuh akar kebutuhan anak? Konsep PAUD Holistik Integratif sendiri menekankan pemenuhan lima layanan utama, yaitu kesehatan dan gizi, perawatan, pendidikan, perlindungan, serta kesejahteraan anak. Pendekatan ini sangat relevan, karena perkembangan anak usia dini tidak bisa dipisahkan menjadi bagian-bagian yang berdiri sendiri. Anak membutuhkan stimulasi yang menyeluruh, bukan hanya kemampuan akademik semata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua layanan berada pada kategori “sangat baik”, kecuali layanan perlindungan yang masih berada pada kategori “cukup”. Sekilas, ini tampak sebagai keberhasilan besar. Namun, jika dicermati lebih dalam, justru di sinilah letak persoalannya. Layanan perlindungan—yang menyangkut aspek paling mendasar dari hak anak—justru belum optimal. Ini menunjukkan bahwa pendekatan teknis dan administratif dalam PAUD HI belum sepenuhnya diimbangi dengan perubahan pola pikir masyarakat, khususnya orang tua. Program parenting yang dilakukan sebanyak tujuh kali memang menjadi langkah positif, tetapi fakta bahwa masih diperlukan penyuluhan intensif menunjukkan bahwa pemahaman orang tua tentang perlindungan anak belum merata. Lebih jauh lagi, terdapat temuan bahwa masih ada anak yang belum memiliki akta kelahiran. Ini bukan sekadar persoalan administratif, tetapi menyangkut identitas dan hak dasar anak sebagai warga negara. Dalam konteks ini, layanan kesejahteraan yang dinilai “sangat baik” menjadi terasa paradoksal. Bagaimana mungkin sebuah layanan dikategorikan sangat baik, sementara masih ada anak yang belum memiliki identitas hukum? Di sinilah pentingnya melihat hasil penelitian tidak hanya dari angka, tetapi juga dari realitas di lapangan. Penilaian “sangat baik” sering kali menutupi masalah-masalah mendasar yang justru membutuhkan perhatian lebih serius. Dari Program Menuju Budaya Keberhasilan implementasi PAUD HI juga tidak bisa dilepaskan dari peran berbagai pihak, mulai dari guru, kepala sekolah, orang tua, hingga pemerintah. Namun, kolaborasi ini masih perlu diperkuat, terutama dalam hal kesinambungan program. Banyak program berjalan baik saat ada intervensi dari pihak luar, seperti kegiatan pengabdian masyarakat, tetapi belum tentu berkelanjutan setelah program tersebut selesai. Dalam konteks ini, PAUD HI seharusnya tidak hanya dipahami sebagai program, tetapi sebagai budaya. Artinya, nilai-nilai pengasuhan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar kegiatan formal yang dilakukan sesekali. Selain itu, pendekatan holistik integratif juga perlu lebih adaptif terhadap kondisi sosial masyarakat. Tidak semua orang tua memiliki akses, pemahaman, atau kesiapan yang sama dalam mendukung tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, strategi implementasi tidak bisa bersifat seragam, tetapi harus kontekstual dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Pada akhirnya, keberhasilan PAUD HI tidak hanya diukur dari seberapa baik program dilaksanakan, tetapi dari seberapa besar dampaknya terhadap kehidupan anak secara nyata. Apakah anak merasa aman? Apakah mereka mendapatkan haknya? Apakah orang tua benar-benar memahami perannya? PAUD Holistik Integratif adalah langkah maju yang patut diapresiasi. Namun, pekerjaan rumahnya masih panjang. Kita tidak boleh berhenti pada label “sangat baik”, tetapi harus terus menggali, memperbaiki, dan memastikan bahwa setiap anak benar-benar mendapatkan layanan terbaik yang mereka butuhkan. Karena pada akhirnya, kualitas masa depan bangsa ditentukan dari bagaimana kita memperlakukan anak-anak hari ini. (*)

UMM Masuk Top 15 Nasional THE Asia University Rankings berkat Industri dan Riset Berdampak

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi yang mempertegas kualitasnya di kancah pendidikan internasional. Berdasarkan rilis resmi lembaga pemeringkat Times Higher Education (THE) Asia University Rankings 2026 pada 23 April 2026, Kampus Putih berhasil meraih posisi yang kompetitif. Capaian ini sekaligus menjadi bagian dari milestone International Competitiveness UMM periode 2026–2030. Kepala Unit Pelaksana Teknis Akreditasi dan Pemeringkatan UMM Dr Rina Wahyu Setyaningrum MEd menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bentuk pengakuan dari pemeringkatan internasional. “Tahun lalu kita berada di peringkat 1501+, kini UMM berhasil menempati kelompok peringkat 801+ di kawasan Asia. Di tingkat nasional, UMM berada di peringkat ke-15 secara keseluruhan (PTN dan PTS), serta peringkat ke-7 untuk kategori perguruan tinggi swasta. Di lingkup Perguruan Tinggi Muhammadiyah, UMM menempati posisi ketiga. Bahkan, UMM menjadi satu-satunya PTS di Jawa Timur dan Malang Raya yang masuk pemeringkatan THE tahun ini,” jelasnya. Keberhasilan ini tidak lepas dari penilaian THE melalui lima indikator utama, yaitu teaching, research environment, research quality, industry income, dan international outlook. Keunggulan paling menonjol dari UMM terlihat pada sektor industry income. Rina menjelaskan bahwa capaian tersebut didukung oleh ekosistem kampus yang kuat, termasuk keberadaan unit bisnis seperti rumah sakit. Fasilitas ini tidak hanya berkontribusi terhadap pendapatan institusi, tetapi juga menjadi laboratorium akademik bagi sivitas kampus. Selain itu, pendekatan riset terapan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar turut memperkuat hubungan antara UMM dan dunia industri. Di sisi lain, UMM juga dinilai unggul dalam kualitas riset berbasis dampak. Penilaian ini tidak hanya mengukur jumlah publikasi dosen, tetapi juga tingginya angka sitasi dari peneliti lain. Meski meraih posisi yang membanggakan, UMM tetap melakukan evaluasi. Jika dibandingkan dengan perguruan tinggi negeri ternama, skala publikasi secara kuantitas serta indikator riset dan sitasi masih menjadi aspek yang terus didorong untuk berkembang. Rina menambahkan, pemeringkatan ini merupakan bentuk rekognisi internasional atas dedikasi kinerja akademik UMM. “Capaian ini menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kualitas pada seluruh indikator aktivitas akademik di masa mendatang,” tuturnya. (Faqih/AS)

Dari Sarjana hingga Program Profesi, Ini Daftar 40 Prodi UMM Sudah Kantongi Predikat Unggul

MALANG, RADAR MALANG – Sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Jawa Timur dengan julukan “Kampus Putih”, UMM terus melakukan transformasi dan peningkatan mutu akademik guna memberikan jaminan kualitas terbaik bagi calon mahasiswa muda yang ingin meniti karier profesional. Sederet Program Studi (Prodi) lintas fakultas di UMM telah resmi menyandang predikat akreditasi “Unggul”, menjadikannya pilihan strategis bagi pendaftar. Berikut rinciannya dilansir dari laman resmi UMM: Fakultas Program Studi Jenjang Fakultas Agama Islam Pendidikan Agama Islam Sarjana (S1) Hukum Keluarga Islam Ekonomi Syariah Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Ilmu Kesejahteraan Sosial Hubungan Internasional Ilmu Pemerintahan Sosiologi Ilmu Komunikasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pendidikan Matematika Pendidikan Biologi Bahasa & Sastra Indonesia Modern Pend. Pancasila dan Kewarganegaraan Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Psikologi Psikologi Psikologi Internasional Fakultas Hukum Hukum Fakultas Ekonomi dan Bisnis Manajemen Akuntansi Ekonomi Pembangunan Fakultas Pertanian dan Peternakan Agroteknologi Agribisnis Teknologi Pangan Akuakultur (Perikanan) Peternakan Fakultas Teknik Teknik Sipil Teknik Mesin Informatika Teknik Industri Fakultas Ilmu Kesehatan Ilmu Keperawatan Fisioterapi Fakultas Kedokteran Pendidikan Dokter Profesi Pendidikan Profesi Dokter Profesi Profesi Ners Pendidikan Profesi Fisioterapis Magister Pendidikan Ilmu Agama Islam Magister (S2) Hukum Agribisnis Pendidikan Bahasa Indonesia Bagi calon mahasiswa, status akreditasi ini bukan sekadar label, melainkan jaminan bahwa kurikulum, fasilitas, dan kualitas dosen yang tersedia telah berada pada level tertinggi. Dengan memilih prodi berstatus Unggul, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga peluang jaringan industri dan kemudahan akses beasiswa yang lebih luas di masa depan.