HUT ke-6 Rayz UMM Hotel Malang Diwarnai Penanaman Bibit Pohon Kopi dan Pisang Lewat Program Hutan Reborn

Malang, Sonora.ID – Komitmen dunia hospitaliti terhadap pelestarian lingkungan diwujudkan melalui aksi nyata penanaman pohon dalam program Hutan Reborn, hasil kolaborasi RAYZ Hotel, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), PT Retaka, dan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM). Kegiatan ini digelar di kawasan Sumber Sekar, lahan milik UMM seluas 25 hektare, sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-6 Rayz UMM Hotel Malang. Melalui program ini, setiap tamu yang menginap di Rayz UMM Hotel Malang secara tidak langsung turut berkontribusi dalam upaya pemulihan lingkungan berkelanjutan. Acara diawali dengan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan prosesi simbolis penanaman pohon di area yang telah disiapkan oleh panitia. General Manager RAYZ UMM Hotel Malang, Yanuar Arifien, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk syukur atas perjalanan enam tahun Rayz UMM Hotel Malang sekaligus respons atas kondisi lingkungan dan bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Ia menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberi manfaat jangka panjang. Sebanyak 500 bibit kopi Robusta varietas 308 asal Sumawe (Sumbermanjing Wetan), serta tanaman pendukung seperti pisang Emas Kirana, ditanam dalam kegiatan ini. Proses penanaman dan perawatan selanjutnya akan dikawal oleh PT Retaka sebagai pengelola lahan, bekerja sama dengan JATAM selama minimal dua bulan ke depan. Wakil Rektor II UMM, Juanda, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Rayz UMM Hotel Malang yang dinilainya unik dan bernilai strategis. Ia menjelaskan bahwa lahan seluas 25 hektare tersebut merupakan aset universitas yang disiapkan untuk pengembangan pertanian berkelanjutan, ekowisata, pendidikan, dan olahraga berbasis alam. “Jadi isu besar nasional adalah menyelamatkan bumi. Untuk ketahanan pangan, untuk energi dan lingkungan. Jadi proses ini bukan untuk kita, kita berbuat dalam rangka untuk generasi berikutnya, Generasi yang akan ada, ” Tegas Juanda. Ia menambahkan, kopi Robusta 308 dipilih karena memiliki keunggulan adaptif dan produktif, bahkan mampu berbuah dalam waktu sekitar satu tahun. Tanaman ini juga berpotensi menjadi objek kajian akademik dan unggulan pertanian lokal yang bernilai ekonomi global. Sementara itu, perwakilan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) menjelaskan bahwa JATAM merupakan bagian dari Majelis Pemberdayaan Masyarakat Muhammadiyah yang fokus pada penguatan sektor pertanian. Ke depan, kawasan ini direncanakan menjadi hutan pendidikan dengan berbagai varietas kopi, seperti Arabika, Excelsa, dan varietas unggulan lainnya. UMM berharap program Hutan Reborn tidak berhenti pada kegiatan simbolis semata, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak. Selain sebagai upaya pelestarian lingkungan, kawasan ini juga disiapkan untuk penguatan ketahanan pangan, wisata edukasi, serta ruang pembelajaran berbasis alam. Kegiatan ini menegaskan bahwa sinergi antara dunia pendidikan, sektor usaha, dan komunitas dapat menjadi solusi konkret dalam menjawab tantangan lingkungan dan keberlanjutan di masa depan (ahr/lnis).
Inspirasi Isra Mikraj: Salat sebagai Kompas Kesadaran

Di tengah tekanan akademik dan krisis arah hidup generasi kampus, Isra Mikraj menghadirkan pesan penting bahwa salat bukan sekadar ritual, melainkan sistem penuntun kesadaran dan ketahanan mental mahasiswa. Tagar.co – Peringatan Isra Mikraj tidak semestinya berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Di balik peristiwa agung perjalanan spiritual Nabi Muhammad Saw., tersimpan pesan mendalam tentang bagaimana manusia, khususnya mahasiswa, menata arah hidup di tengah tekanan akademik dan kompleksitas zaman. Pesan itulah yang disampaikan I’anatut Thoifah, M.Pd.I., dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), saat diwawancarai, Selasa (14/1/2026). Ia menegaskan bahwa Isra Mikraj bukan sekadar kisah perjalanan dari bumi ke langit, melainkan peristiwa pembentukan kesadaran manusia ketika berada di titik terberat kehidupan. “Isra Mikraj terjadi saat Rasulullah berada pada fase paling berat secara psikologis. Ini menunjukkan bahwa ketika manusia berada di titik paling lemah, Allah justru menguatkannya melalui pendekatan spiritual,” ujar I’ana. Menurutnya, situasi tersebut sangat relevan dengan realitas mahasiswa hari ini. Tekanan akademik, kecemasan masa depan, tuntutan prestasi, dan kelelahan mental sering kali tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan akademik atau materiil. Di situlah spiritualitas menemukan perannya sebagai sumber ketenangan yang sering diabaikan. Dijemput Langsung Lebih lanjut, I’ana menyoroti keistimewaan Isra Mikraj yang melahirkan satu ibadah utama: salat. Berbeda dengan ibadah lain yang diperintahkan melalui wahyu, salat justru “dijemput” langsung oleh Nabi Muhammad Saw. dalam peristiwa Mikraj. “Salat adalah satu-satunya ibadah yang diperintahkan tanpa perantara malaikat Jibril. Ini menunjukkan betapa sentralnya posisi salat dalam kehidupan seorang muslim,” jelas dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) itu. Bagi I’ana, salat bukan sekadar ritual individual, melainkan sistem pengelolaan hidup yang sangat relevan dengan kehidupan mahasiswa modern. Lima waktu salat membentuk pola hidup teratur berbasis nilai. “Salat adalah siklus manajemen waktu paling lengkap: plan–do–check–reflect–reset,” tuturnya. Dalam kehidupan mahasiswa yang sering terjebak kesibukan tanpa henti, salat justru menjadi penyeimbang. Ia bukan penghambat produktivitas, melainkan penopang fokus, ketenangan, dan kejernihan berpikir. I’ana memetakan makna tiap waktu salat sebagai panduan hidup: Subuh mengajarkan perencanaan dan niat, Zuhur menjadi jeda evaluasi, Asar menumbuhkan kesadaran akan keterbatasan waktu, Magrib membuka ruang refleksi, dan Isya menjadi momentum penyerahan diri sekaligus pemulihan batin. Pola ini, menurutnya, membantu mahasiswa tetap terarah meskipun berada di tengah ritme kehidupan kampus yang padat. Lebih jauh, ia menekankan bahwa nilai Isra Mikraj dan salat memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter mahasiswa. Isra Mikraj memberi orientasi bahwa kuliah bukan semata mengejar IPK, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang bermakna. Sementara salat menjadi ruang jeda di tengah tekanan akademik. “Prestasi diraih melalui usaha dan kesungguhan, bukan jalan pintas. Nilai spiritual menjadi penguat agar mahasiswa tetap jujur dan bertanggung jawab,” tegasnya. Menutup pesannya, I’ana mengajak mahasiswa menjadikan salat sebagai kompas kesadaran hidup. Di tengah dunia kampus yang semakin kompetitif dan penuh tekanan, salat berfungsi sebagai pengingat arah, nilai, dan tujuan hidup. “Salat bukan sekadar kewajiban ritual yang berhenti di atas sajadah, tetapi kompas kesadaran yang menuntun sikap hidup dalam nilai yang penuh berkah,” ujarnya. (*)
Maknai Isra Mi’raj, Salat Sebagai Pengatur Ritme Kehidupan

RRI.CO.ID, Malang – Peringatan Isra Mi’raj tidak sekadar menjadi agenda keagamaan tahunan, tetapi juga momentum refleksi termasuk bagi mahasiswa untuk menata kembali arah hidup di tengah tekanan akademik. Salah satu pesan penting adalah peran salat sebagai pengatur ritme kehidupan manusia. Hal tersebut disampaikan dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), I’anatut Thoifah, M.Pd.I. Menurutnya, Isra Mi’raj bukan hanya peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari bumi ke langit, melainkan pesan spiritual yang menegaskan pentingnya penguatan diri di tengah krisis. “Isra Mi’raj terjadi ketika Rasulullah SAW berada di titik paling berat secara psikologis. Ini menunjukkan bahwa ketika manusia berada pada kondisi paling lemah, Allah justru menguatkannya melalui pendekatan spiritual,” ujar I’anatut Thoifah, Jumat (16/1/2026). Ia menilai pesan tersebut sangat relevan dengan kondisi mahasiswa saat ini. Tekanan akademik, kecemasan terhadap masa depan, hingga kelelahan mental sering kali tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan akademik atau materi. “Spiritualitas menjadi sumber ketenangan yang kerap terabaikan,” ucapnya. I’ana menjelaskan bahwa keistimewaan Isra Mi’raj terletak pada ditetapkannya ibadah salat. Berbeda dengan ibadah lain yang diperintahkan melalui wahyu, salat justru diperintahkan secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Mi’raj. “Salat adalah satu-satunya ibadah yang diperintahkan tanpa perantara Malaikat Jibril. Ini menunjukkan betapa sentralnya salat dalam kehidupan seorang muslim,” jelas dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) tersebut. Menurutnya, salat tidak hanya dimaknai sebagai ritual, tetapi juga sebagai sistem pengelolaan waktu yang relevan dengan kehidupan mahasiswa. Lima waktu salat membentuk pola hidup yang teratur dan sarat nilai. “Salat merupakan siklus manajemen waktu yang lengkap plan, do, check, reflect, dan reset,” ujarnya. Di tengah kesibukan akademik yang padat, salat justru menjadi penyeimbang yang membantu menjaga fokus dan ketenangan, bukan mengurangi produktivitas. Ia menguraikan bahwa setiap waktu salat memiliki makna tersendiri dalam membentuk kesadaran hidup. “Subuh mengajarkan perencanaan dan niat hidup, Dzuhur menjadi jeda evaluasi, Ashar menyadarkan bahwa waktu terbatas, Maghrib sebagai ruang refleksi, dan Isya menjadi momen penyerahan diri sekaligus pemulihan batin,” paparnya. Bagi mahasiswa, nilai Isra Mi’raj dan salat dinilai memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter. Isra Mi’raj memberikan orientasi bahwa perkuliahan bukan sekadar mengejar indeks prestasi, tetapi bagian dari perjalanan hidup yang bermakna. Sementara salat menjadi ruang jeda di tengah tekanan akademik. “Prestasi diraih melalui usaha dan kesungguhan, bukan jalan pintas. Nilai spiritual menjadi penguat agar mahasiswa tetap jujur dan bertanggung jawab,” katanya. I’ana berpesan agar salat dijadikan kompas kesadaran hidup. Di tengah kehidupan kampus yang semakin kompetitif, salat menjadi pengingat penting untuk tetap berjalan pada nilai yang benar. “Salat bukan sekadar kewajiban ritual yang berhenti di atas sajadah, tetapi kompas kesadaran yang menuntun sikap dan perilaku dalam nilai-nilai yang penuh keberkahan,” pungkasnya.
7 Kampus Terbaik di Jawa Timur 2026 Versi UniRank dan Akreditasi BAN-PT

NGAWI PIKIRAN RAKYAT – Jawa Timur dikenal sebagai salah satu provinsi dengan jumlah perguruan tinggi terbaik terbanyak di Indonesia. Memasuki tahun 2026, pencarian tentang kampus terbaik di Jawa Timur versi UniRank dan akreditasi BAN-PT semakin meningkat, terutama bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi negeri maupun swasta unggulan. Artikel ini merangkum 7 kampus terbaik di Jawa Timur berdasarkan peringkat UniRank serta akreditasi resmi BAN-PT. 1. Universitas Airlangga (UNAIR) – Surabaya Universitas Airlangga menempati posisi teratas sebagai kampus terbaik di Jawa Timur versi UniRank 2026. UNAIR unggul di bidang kedokteran, kesehatan, hukum, dan ilmu sosial. Kampus ini juga telah meraih akreditasi Unggul dari BAN-PT, menjadikannya salah satu universitas terbaik di Indonesia. 2. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) – Surabaya ITS dikenal sebagai kampus teknologi dan rekayasa terbaik di Jawa Timur. Reputasinya sangat kuat di bidang teknik, sains, dan inovasi. ITS juga berstatus akreditasi Unggul BAN-PT serta memiliki pengakuan internasional. 3. Universitas Brawijaya (UB) – Malang Universitas Brawijaya merupakan salah satu kampus favorit di Indonesia. UB unggul dalam bidang pertanian, ekonomi, hukum, dan teknik. Popularitas digital yang tinggi membuat UB konsisten berada di peringkat atas UniRank Jawa Timur. 4. Universitas Negeri Malang (UM) – Malang Universitas Negeri Malang dikenal sebagai kampus pendidikan terbaik di Jawa Timur. Selain unggul di bidang kependidikan, UM juga berkembang pesat di bidang sains dan humaniora serta telah meraih akreditasi Unggul BAN-PT. 5. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) – Surabaya UIN Sunan Ampel Surabaya menjadi kampus Islam negeri terbaik di Jawa Timur. Kampus ini memadukan keilmuan modern dan keislaman serta memiliki reputasi akademik dan digital yang terus meningkat. 6. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) – Malang UMM merupakan perguruan tinggi swasta terbaik di Jawa Timur versi UniRank 2026. Kampus ini dikenal dengan julukan The White Campus dan memiliki fasilitas modern serta jaringan internasional yang luas.
Rayz UMM Hotel Pilih Tanam Pohon Demi Selamatkan Bumi di Hari Anniversary ke-6 Tahun

SURYAMALANG.COM, MALANG – Rayz UMM Hotel memperingati hari jadinya yang ke-6 dengan cara berbeda, yakni menanam pohon sebagai simbol untuk menyelamatkan lingkungan. Mengusung tema Hutan Reborn, hotel yang berada di bawah naungan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini menggelar kegiatan penanaman pohon di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Kamis (15/1/2026). Ada sekitar 500 bibit kopi robusta 308 yang ditanam di lahan seluas 25 hektare milik UMM. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi dengan PT Retaka UMM, petani dari Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang, serta Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM). General Manager Rayz UMM Hotel, Yanuar Arifien, mengatakan peringatan ulang tahun kali ini sengaja diarahkan pada kegiatan yang memberi manfaat lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat. “Di ulang tahun ke-6 ini kami ingin berbagi manfaat, bukan hanya untuk kami sendiri, tapi juga untuk orang lain dan lingkungan,” “Terlebih, kemarin kita sama-sama melihat adanya bencana di Sumatera, sehingga kami tergerak untuk berkontribusi melalui penanaman pohon,” ujar Yanuar.
HUT ke-6 Rayz UMM Hotel Malang Diwarnai Penanaman Bibit Pohon Kopi dan Pisang Lewat Program Hutan Reborn

Malang, Sonora.ID – Komitmen dunia hospitaliti terhadap pelestarian lingkungan diwujudkan melalui aksi nyata penanaman pohon dalam program Hutan Reborn, hasil kolaborasi RAYZ Hotel, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), PT Retaka, dan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM). Kegiatan ini digelar di kawasan Sumber Sekar, lahan milik UMM seluas 25 hektare, sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-6 Rayz UMM Hotel Malang. Melalui program ini, setiap tamu yang menginap di Rayz UMM Hotel Malang secara tidak langsung turut berkontribusi dalam upaya pemulihan lingkungan berkelanjutan. Acara diawali dengan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan prosesi simbolis penanaman pohon di area yang telah disiapkan oleh panitia. General Manager RAYZ UMM Hotel Malang, Yanuar Arifien, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk syukur atas perjalanan enam tahun Rayz UMM Hotel Malang sekaligus respons atas kondisi lingkungan dan bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Ia menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberi manfaat jangka panjang. Sebanyak 500 bibit kopi Robusta varietas 308 asal Sumawe (Sumbermanjing Wetan), serta tanaman pendukung seperti pisang Emas Kirana, ditanam dalam kegiatan ini. Proses penanaman dan perawatan selanjutnya akan dikawal oleh PT Retaka sebagai pengelola lahan, bekerja sama dengan JATAM selama minimal dua bulan ke depan. Wakil Rektor II UMM, Juanda, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Rayz UMM Hotel Malang yang dinilainya unik dan bernilai strategis. Ia menjelaskan bahwa lahan seluas 25 hektare tersebut merupakan aset universitas yang disiapkan untuk pengembangan pertanian berkelanjutan, ekowisata, pendidikan, dan olahraga berbasis alam. “Jadi isu besar nasional adalah menyelamatkan bumi. Untuk ketahanan pangan, untuk energi dan lingkungan. Jadi proses ini bukan untuk kita, kita berbuat dalam rangka untuk generasi berikutnya, Generasi yang akan ada, ” Tegas Juanda. Ia menambahkan, kopi Robusta 308 dipilih karena memiliki keunggulan adaptif dan produktif, bahkan mampu berbuah dalam waktu sekitar satu tahun. Tanaman ini juga berpotensi menjadi objek kajian akademik dan unggulan pertanian lokal yang bernilai ekonomi global. Sementara itu, perwakilan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) menjelaskan bahwa JATAM merupakan bagian dari Majelis Pemberdayaan Masyarakat Muhammadiyah yang fokus pada penguatan sektor pertanian. Ke depan, kawasan ini direncanakan menjadi hutan pendidikan dengan berbagai varietas kopi, seperti Arabika, Excelsa, dan varietas unggulan lainnya. UMM berharap program Hutan Reborn tidak berhenti pada kegiatan simbolis semata, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan berbagai pihak. Selain sebagai upaya pelestarian lingkungan, kawasan ini juga disiapkan untuk penguatan ketahanan pangan, wisata edukasi, serta ruang pembelajaran berbasis alam. Kegiatan ini menegaskan bahwa sinergi antara dunia pendidikan, sektor usaha, dan komunitas dapat menjadi solusi konkret dalam menjawab tantangan lingkungan dan keberlanjutan di masa depan (ahr/lnis).
Puluhan Pegiat Sejarah Gelar Peringatan 62 Tahun Kedatangan Cindy Adams di Ploso

Jombang – beritaplus.id | Puluhan pegiat dan pecinta sejarah menggelar rekonstruksi bersejarah untuk memperingati kedatangan penulis asal Amerika Serikat, Cindy Adams, ke Ploso. Kegiatan yang berlangsung Jumat (16/1/2026) di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, ini bertepatan dengan 62 tahun kunjungan perdana Cindy Adams pada 16 Januari 1964. Kunjungan Cindy Adams saat itu disebut merupakan mandat langsung dari Presiden Soekarno untuk mengumpulkan bahan penulisan biografi Penyambung Lidah Rakyat. Cindy melakukan riset mendalam dengan mewawancarai sejumlah sosok kunci masa kecil Sang Proklamator, di antaranya pengasuh Bung Karno Mbok Suwi dan Mbok Mirah, serta teman masa kecil beliau, Mbah Joyo Dipo. Dalam rekonstruksi dan napak tilas tersebut, suasana tahun 1964 dihidupkan kembali. Sosok Cindy Adams diperankan oleh Yesinta Aprilia, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang, yang tampak membersamai tokoh-tokoh yang mendampingi Cindy pada masa itu, seperti Wedono Ploso Soetomo, Abdussukur, Hutauruk, dan Nusyirwan. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peresmian “tetenger situs kelahiran Ir. Soekarno.” Hadir dalam acara tersebut perwakilan keluarga Persada Soekarno Kediri, Raden Mas Kuswartono. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya meluruskan sejarah keluarga. “Persoalan tempat kelahiran Bung Karno memang sering diperdebatkan. Namun, berdasarkan keterangan internal keluarga kami, Bung Karno lahir di Ploso, yang pada masa itu secara administratif masuk dalam wilayah Karesidenan Surabaya,” tegas Raden Mas Kuswartono. Senada, Masfiin selaku Kunci Titik Nol yang memimpin pembacaan pernyataan tetenger menyampaikan bahwa keyakinan Bung Karno lahir di Ploso bukan sekadar klaim sepihak, melainkan memori kolektif yang terjaga turun-temurun di Desa Rejoagung. Warga setempat, kata dia, sejak lama mengenal lokasi tersebut sebagai tempat lahirnya Raden Koesno Sosro Di Hardjo, nama kecil Bung Karno. Sementara itu, Inisiator Titik Nol, Binhad Nurrohmad, mengungkapkan dukungan data terhadap hal tersebut kian menguat. “Kami memiliki lebih dari 10 bukti dokumen yang menjelaskan kelahiran Soekarno di sini,” ujarnya. Pernyataan itu diperkuat oleh penelusur sejarah Jombang, Faisol, yang memaparkan sejumlah foto autentik sebagai bukti pendukung. Bahkan, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang melalui Koordinator Wilayah Ploso, Cak Arif, menyatakan kajian teknis telah dilakukan dan memberikan rekomendasi kuat terkait validitas kelahiran Soekarno di Ploso. Melalui peringatan ini, para pegiat sejarah berharap upaya pelestarian dan pelurusan sejarah dapat terus berlanjut, sekaligus menjadi edukasi yang akurat bagi generasi muda mengenai jejak Sang Proklamator. (khoiri)
HUT ke-6, Rayz UMM Hotel Malang Hijaukan 25 Hektare Lahan Lewat Hutan Reborn

JATIMTIMES – Alih-alih sekadar perayaan seremonial, ulang tahun ke-6 Rayz UMM Hotel Malang diwujudkan lewat aksi nyata pelestarian lingkungan. Sebanyak 500 bibit kopi Robusta dan pisang pilihan ditanam di lahan 25 hektare Camp 3 Retaka UMM, Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Kamis (15/1/2026). Aksi tanam Program Hutan Reborn ini secara resmi dilakukan Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Malan, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A bersama Hotel Manager Rayz UMM Hotel Malang, Yanuar Arifien sarta jajaran dengan menanam secara langsumg bibit kopi dan pisang di lokasi. Ratusan bibit yang dipilih, yakni kopi Robusta 308 dipadukan dengan pisang Emas Kirana ditanam untuk membangun kembali kawasan hijau yang berkelanjutan, produktif, sekaligus bernilai ekologis. Baca Juga : Rezeki Musim Hujan, 9 Tanaman Ini Bisa Tumbuh Lebih Cepat dan Subur Ya kopi Robusta 308 asal Sumbermanjing Wetan dipilih, karena kemampuannya beradaptasi dengan kondisi lingkungan di wilayah Dau serta perannya dalam menjaga struktur tanah dan tutupan lahan. Sementara pisang Emas Kirana berfungsi sebagai tanaman inang atau penaung alami yang membantu menciptakan mikroklimat, menjaga kelembapan tanah, dan menekan risiko erosi. Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A, mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam menyelamatkan lingkungan untuk jangka panjang. Terlebih peringatan anniversary yang dikemas dalam aksi nyata seperti ini memiliki makna yang jauh lebih dalam. “Walaupun kemasannya anniversary, momentumnya adalah menyelamatkan bumi. Spirit yang saya tangkap dari teman-teman Rayz UMM Hotel Malang adalah spirit untuk menyelamatkan, bukan untuk hari ini saja, tapi untuk kehidupan generasi berikutnya,” kata Juanda usai menanam bibit kopi. Pemanfaatan lahan Camp 3 Retaka, lanjut Juanda untuk penanaman kopi ini bagian dari upaya menghidupkan kembali kawasan hijau sekaligus membuka peluang pengembangan tanaman lokal unggulan. Karena itu memilih kopi robusta 308x “Kopi yang ditanam ini adalah kopi pilihan, Robusta 308. Ke depan ini bisa menjadi kajian akademik dan unggulan tanaman lokal Indonesia untuk dipasarkan ke dunia,” tambah Juanda. Sementara itu, Hotel Manager Rayz UMM Hotel Malang, Yanuar Arifien, mengatakan bahwa penanaman 500 bibit tersebut merupakan wujud komitmen Rayz UMM Hotel Malang untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat. Melihat bencana banjir bandang yang melanda Sumatra, pihaknya ingin momentum ulang tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan ekosistem. “Kami menginisiasi penanaman bibit kopi ini sebagai bentuk kepedulian atas bencana yang terjadi di Sumatra. Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi lingkungan dan orang lain,” ucap Yanuar. Ia menambahkan, kopi Robusta dipilih karena relatif cepat tumbuh dan memiliki nilai ekonomi jangka panjang. Rayz UMM Hotel Malang juga menggandeng berbagai pihak agar program ini berjalan berkelanjutan. Baca Juga : 200 Becak Listrik Siap Mengaspal, Wisata Kota Malang Bakal Naik Kelas “Kami berkolaborasi dengan Jamaah Tani Muhammadiyah untuk penyediaan bibit kopi Robusta dan pendampingan perawatan pascatanam. Harapannya, tanaman ini bisa tumbuh optimal dan memberi manfaat ke depan,” jelas Yanuar. Sedang, Marketing Communication Manager Rayz UMM Hotel Malang, Gustam Duga Prasetya, menambahkan bahwa ulang tahun ke-6 ini menjadi momentum untuk menghadirkan dampak yang lebih luas. Melalui Program Hutan Reborn, ingin mengajak para tamu untuk terlibat langsung dalam aksi pelestarian lingkungan. “Penanaman kopi Robusta dengan pisang Emas Kirana sebagaitanaman inang mencerminkan konsep hutan produktifberkelanjutan, di mana fungsi ekologis dan nilai jangka panjangdapat berjalan beriringan,” terang Duga. Aksi tanam ini merupakan puncak dari rangkaian kontribusi para tamu Rayz UMM Hotel Malang. Selama periode 14 Desember 2025 hingga 14 Januari 2026, setiap tamu yang menginap turut berpartisipasi dalam Program Hutan Reborn dengan menyumbangkan satu pohon selama masa menginap. “Seluruh kontribusi tersebut kemudian diwujudkan melalui aksi tanam bersama sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-6 Rayz UMM Hotel Malang,” tutup Suga. Lewat Program Hutan Reborn, Rayz UMM Hotel Malang berharap bisa terus berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungansekaligus menginspirasi kolaborasi antara industri perhotelan, institusi pendidikan, pengelola lahan, dan komunitas lingkungan. Dengan Hutan Reborn diharapkan bisa memberikan manfaat ekologis, sosial, dan edukatif yang berdampak positif bagi lingkungan dan generasi mendatang.
Warga Ploso Jombang Gelar Rekonstruksi Kedatangan Cindy Adams

Jombang, Bhirawa. Pegiat danpecinta sejarah menggelar rekonstruksi bersejarah memperingati kedatangan penulis asal Amerika Serikat, Cindy Adams, ke Ploso, Jombang. Acara yang berlangsung pada Jumat (16/01/2026) di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang ini bertepatan dengan 62 tahun kunjungan perdana Cindy Adams pada 16 Januari 1964 silam ke Ploso, Jombang Digambarkan dalam rekonstruksi tersebut, kunjungan legendaris Cindy Adams pada masa itu merupakan mandat langsung dari Presiden Soekarno untuk mengumpulkan bahan biografi Penyambung Lidah Rakyat. Di Ploso, Cindy Adams melakukan riset mendalam dengan mewawancarai sosok-sosok kunci masa kecil Sang Fajar, seperti pengasuh Bung Karno, Mbok Suwi dan Mbok Mirah, serta teman masa kecil beliau, Mbah Joyo Dipo. Dengan rekonstruksi dan napak tilas sejarah tersebut, suasana tahun 1964 dihidupkan kembali. Sosok Cindy Adams diperankan oleh Yesinta Aprilia, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang, yang tampak membersamai tokoh-tokoh yang mendampingi Cindy saat itu, seperti Wedono Ploso Soetomo, Abdussukur, Hutauruk, dan Nusyirwan. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peresmian Tetenger Situs Kelahiran Ir. Soekarno. Hadir dalam acara tersebut perwakilan Keluarga Persada Soekarno Kediri, Raden Mas Kuswartono. Kuswartono menekankan pentingnya meluruskan sejarah keluarga. “Persoalan tempat kelahiran Bung Karno memang sering diperdebatkan. Namun, berdasarkan keterangan internal keluarga kami, Bung Karno lahir di Ploso, yang pada masa itu secara administratif masuk dalam wilayah Karesidenan Surabaya,” tegas Kuswartono. Senada dengan hal tersebut, Masfiin selaku Kuncen Titik Nol Soekarno yang memimpin pembacaan pernyataan tetenger, menyampaikan bahwa keyakinan Bung Karno lahir di Ploso bukan sekadar klaim sepihak, melainkan memori kolektif yang terjaga turun-temurun di Desa Rejoagung. Warga setempat sejak lama mengenal lokasi tersebut sebagai tempat lahirnya Raden Koesno Sosro Di Hardjo (nama kecil Bung Karno). Inisiator Titik Nol, Binhad Nurrohmad, mengungkapkan bahwa dukungan data terhadap fakta ini kian menguat. “Kami memiliki lebih dari 10 bukti dokumen yang menjelaskan kelahiran Soekarno di sini,” ungkapnya. Hal ini diperkuat oleh penelusur sejarah Jombang, Moch. Faisol, yang memaparkan sejumlah foto autentik sebagai bukti pendukung. Bahkan, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang melalui Koordinator Wilayah Ploso, Arif Yulianto atau Cak Arif menyatakan bahwa kajian teknis telah dilakukan dan memberikan rekomendasi kuat mengenai validitas kelahiran Soekarno di Ploso. Melalui peringatan ini, para pegiat sejarah berharap upaya pelestarian dan pelurusan sejarah dapat terus berlanjut demi memberikan edukasi yang akurat bagi generasi muda mengenai jejak Sang Proklamator.(rif.hel)
Students Action for Freedom & Equality (SAFE): Kampanye Hari HAM untuk Menumbuhkan Kesadaran Hak Asasi di Kalangan Pelajar SMA

balpos – DALAM rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia yang diperingati setiap 10 Desember, para mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan kegiatan kampanye dan sosialisasi HAM bertajuk Students Action for Freedom & Equality (SAFE). Kegiatan ini mengusung tema “Every Voice Matters: Suara Remaja untuk HAM” dan dilaksanakan di SMA An Nur Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran kemanusiaan di kalangan pelajar. Kegiatan berlangsung Rabu, 14 Januari 2026. Hak Asasi Manusia merupakan prinsip fundamental yang melekat pada setiap individu tanpa memandang latar belakang, status sosial, agama, gender, maupun perbedaan lainnya. HAM menjamin hak-hak dasar seperti hak untuk hidup, kebebasan berpendapat, kebebasan beragama, hak atas pendidikan, serta perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. Selain itu, HAM juga mencakup hak ekonomi, sosial, dan budaya yang menjadi prasyarat terciptanya kehidupan yang layak dan bermartabat. Namun, realitas di Indonesia menunjukkan bahwa pelanggaran HAM masih sering terjadi, termasuk di lingkungan yang dekat dengan kehidupan remaja. Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat bahwa sepanjang tahun 2023 terdapat 3.883 laporan pelanggaran hak anak. Angka tersebut mencerminkan masih maraknya kekerasan fisik, kekerasan psikologis, perundungan (bullying), serta berbagai bentuk diskriminasi yang tidak jarang terjadi di lingkungan sekolah. Padahal, sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi pelajar untuk belajar, tumbuh, dan mengembangkan potensi diri. Kegiatan Students Action for Freedom & Equality (SAFE) dilaksanakan dengan sasaran siswa-siswi kelas XI IPA 15 SMA An Nur Bululawang. Pemilihan kelas XI IPA 15 didasarkan pada pertimbangan bahwa peserta berada pada fase penting dalam pembentukan karakter, pola pikir kritis, dan kesadaran sosial. Pada tahap ini, pelajar mulai aktif berinteraksi di lingkungan sekolah maupun di ruang digital, sehingga edukasi mengenai Hak Asasi Manusia menjadi relevan dan strategis untuk menumbuhkan sikap saling menghormati, empati, serta kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai individu. Pelajar SMA berada pada masa pencarian jati diri dan pembentukan nilai. Tanpa pemahaman HAM yang memadai, perilaku seperti meremehkan teman, menyebarkan ujaran kebencian, melakukan perundungan, atau mendiskriminasi individu lain dapat dianggap sebagai hal yang wajar. Oleh karena itu, peringatan Hari HAM menjadi momentum penting untuk mengajak pelajar memahami bahwa setiap individu memiliki hak yang sama dan wajib saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan SAFE dilaksanakan dengan konsep diskusi dua arah yang interaktif. Pemateri menyampaikan materi dasar mengenai Hak Asasi Manusia, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan partisipasi aktif peserta. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi juga diajak untuk berpikir kritis, menyampaikan pendapat, serta merefleksikan bentuk-bentuk pelanggaran HAM yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Selama pelaksanaan kegiatan, siswa-siswi kelas XI IPA 15 menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan aktif dan responsif, baik saat pemaparan materi maupun dalam sesi diskusi. Para siswa terlihat berani mengajukan pertanyaan, menyampaikan pandangan, serta menanggapi isu-isu HAM yang dibahas. Hal ini menunjukkan bahwa topik yang disampaikan relevan dengan pengalaman dan realitas yang mereka hadapi sebagai pelajar. Antusiasme peserta semakin terlihat pada sesi kuis interaktif yang diselenggarakan sebagai bagian dari evaluasi pemahaman materi. Dalam sesi ini, siswa-siswi kelas XI IPA 15 menunjukkan semangat kompetitif yang positif, saling berlomba untuk menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat. Suasana kelas menjadi hidup, dinamis, dan penuh semangat, sehingga proses pembelajaran berlangsung secara menyenangkan tanpa mengurangi substansi edukatif yang ingin disampaikan. Selain partisipasi aktif, peserta juga memberikan feedback yang positif terhadap pelaksanaan kegiatan SAFE. Banyak siswa menyampaikan bahwa kegiatan ini membantu mereka memahami konsep Hak Asasi Manusia dengan cara yang lebih sederhana, mudah dipahami, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Diskusi dan kuis dinilai mampu mendorong keberanian siswa untuk menyampaikan pendapat serta meningkatkan kepekaan terhadap isu-isu pelanggaran HAM di sekitar mereka. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kelompok 03, Kelas Gerakan Sosial Global A, Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Malang. Melalui kegiatan SAFE, mahasiswa berupaya menanamkan nilai-nilai kebebasan, kesetaraan, dan inklusivitas kepada generasi muda sebagai bekal dalam menciptakan lingkungan sosial yang lebih adil dan berperikemanusiaan. Sebagai output kegiatan, SAFE berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep dasar Hak Asasi Manusia, khususnya terkait hak kebebasan berpendapat, kesetaraan, dan perlindungan dari diskriminasi. Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan ini juga mendorong perubahan sikap ke arah yang lebih positif, seperti meningkatnya kesadaran untuk saling menghormati, menjaga etika dalam berinteraksi, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Lebih jauh, kegiatan ini berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih inklusif, aman, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Melalui kegiatan Students Action for Freedom & Equality (SAFE), diharapkan siswa-siswi kelas XI IPA 15 SMA An Nur Bululawang dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolahnya masing-masing. Kegiatan ini menegaskan bahwa peringatan Hari HAM bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk menumbuhkan kesadaran bahwa setiap suara remaja memiliki arti dan peran penting dalam membangun kehidupan yang adil, setara, dan bermartabat. (*)